Anda di halaman 1dari 10

RESIKO DAN TINGKAT PENGEMBALIAN

OLEH

ANDI REZKY ANANDA AMALIA (A021171006)

DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HASANUDDIN

2019
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam melakukan keputusan investasi terdapat dua hal yang perlu


diperhatikan yaitu risiko dan tingkat pengembalian. Suatu keputusan
keuangan yang lebih berisiko tentu diharapkan memberikan imbalan
yang lebih besar, yang dalam keuangan dikenal dengan istilah “High
Risk High Return”. Ada trade off antara risk dan return, sehingga dalam
pemilihan berbagai alternatif keputusan keuangan yang mempunyai
risiko dan tingkat pengembalian yang berbeda-beda, pengambilan
keputusan keuangan perlu memperhtungkan risiko relatif keputusannya

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa definisi risiko?
2. Apa itu tingkat pengembalian?
3. Apa definsi risiko dan tingkat pengembalian?
4. Apa saja sumber-sumber risiko?
5. Bagaimana mengukur risiko?
6. Bagaimana risiko dan diversifikasi?
7. Bagaimaan pengaruh inflasi pada tingkat pengembalian dan efek
fisfher?
8. Bagaimana pengembalian yang diharapkan?
C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui definisi risiko.
2. Untuk mengetahui tingkat pengembalian.
3. Untuk mengetahui definsi risiko dan tingkat pengembalian.
4. Untuk mengetahui sumber-sumber risiko.
5. Untuk mengetahui mengukur risiko.
6. Untuk mengetahui risiko dan diversifikasi.
7. Untuk mengetahui pengaruh inflasi pada tingkat pengembalian dan
efek fisfher.
8. Untuk mengetahui pengembalian yang diharapkan.
BAB II

PEMBAHASAN

A. DEFINISI RESIKO

Risiko adalah kemungkinan terjadinya penyimpangan dari rata-rata dari


tingkat pengembalian yang diharapkan yang dapat diukur dari standar
deviasi dengan menggunakan statistika. Risiko menunjukkan prospej dari
suatu hasil yang kurang menguntugkan. Risiko investasi dapat diartikan
sebagai kemungkinan terjadinya perbedaan antara actual return dan
expected return, sehingga setiap investor dalam mengambil keputusan
investasi harus selalu berusaha meminimalisasi berbagai risiko yang timbul,
baik jangka pendek maupun jangka panjang. Setiap perubahan kondisi
ekonomi baik mikro ataupun makro akan mendorong investor untuk
melakukan strategi yang harus diterapkan untuk tetap memperoleh return

B. TINGKAT PENGEMBALIAN (RETURN)

Return atau pengembalian adalah keuntungan yang diperoleh


perusahaan, individu dan institusi dari hasil kebijakan investasi yang
dilakukan. Tingkat pengembalian dari alternative terbaik dikenal sebagai
biaya kesempatan dana (opportunity cost of funds) yaitu tingkat
pengembalian terbaik berikutnya yang tersedia bagi investor pada tingkatan
risiko tertentu.

Hubungan antara risiko dan tingkat pengembalian

Hubungan keduanya dapat dilihat pada pengembalian tahunan untuk


portofolio surat-surat berharga yang berbeda, 5 diantaranya adalah:

1. Saham biasa perusahaan kecil


2. Saham biasa perusahaan besar
3. Obligasi korporasi (PT Tbk) jangka panjang
4. Oobligasi pemerintah AS jangka panjang
5. U.S Treasury bills
Treasury bills memiliki risiko yang paling kecil dari kelima portofolio
tersebut karena memiliki waktu jatuh tempo yang singkat, maka harganya
bervolitilitas lebih kecil (risiko lebih kecil) dibanding surat-surat berharga
jangka panjang pemerintah. Sebaliknya, karena terdapat peluang
kegagalan pada obligasi korporasi, yang secara esensial tidak terdapat
pada surat berharga pemerinta, obligasi jangka panjang pemerintah
beresiko lebih kecil dibandingkan obligasi jangka panjang korporasi.
Akhirnya saham biasa perusahaan lebih berisiko disbanding obligasi
korporasi, saham perusahaan kecil menjadi lebih beresiko disbanding
portofolio saham perusahaan besar.

Tingkat pengembalian berbeda untuk setiap pemilik berbagai surat


berharga. Jika pasar menghargai seorang investor atas risiko yang
diambilnya, tingkat pengembalian rata-rata tahunan harus bertambah
sesuai dengan bertambahnya risiko.

C. DEFINISI RISIKO DAN TINGKAT PENGEMBALIAN

Risk and return adalah kondisi yang dialami oleh perusahaan, institusi,
dan individu dalam keputusan investasi yaitu, baik kerugian maupun
keuntungan dalam suatu periode akuntansi. Hubungan antara risiko
dengan tingkat pengembalian adalah:

1. bersifat linear atau searah


2. Semakin tinggi tingkat pengembalian maka semakin tinggi pula risiko
3. Semakin besar asset yang kita tempatkan dalam keputusan investasi
maka semakin besar pula risiko yang timbul dari investasi tersebut.
4. Kondisi linear hanya mungkin terjadi pada pasar yang bersifat
normal.
D. SUMBER-SUMBER RISIKO
 Interest Risk Rate. Variabilitas dalam return sekuritas dari
perubahan tingkat suku bunga yaitu interest rate risk. Interest rate
risk mempengaruhi obligasi secara langsung daripada common
stock, tapi itu juga mempengaruhi keduanya danmembutuhkan
pertimbangan yang sangat penting bagi para investor.
 Market Risk. Variabilitas return, hasil dari fluktuasi dalam
keseluruhan pasar yaitu pasar saham agregat, itulah yang dimaksud
dengan market risk.
 Inflation Risk. Dengan inflasi yang tidak menentu, return yang nyata
juga melibatkan / mengandung risiko walaupun return nominal cukup
aman. Risiko ini berhubungan dengan interest rate risk, karena
interest rate biasanya meningkat seiring peningkatan inflasi.
 Business Risk. Risiko melakukan suatu bisnis dalam industri
khusus disebut business risk
 Financial Risk Financial risk berhubungan dengan penggunaan
pembiayaan hutang oleh perusahaan. Besarnya proporsi asset oleh
pembiayaan hutang dan besarnya variabilitas return adalah sama.
Konsep financial leverage juga termasuk di dalam financial risk.
 Liquidity Risk. Risiko yang berhubungan dengan pasar sekunder
dalam perdagangan sekuritas. Suatu investasi yang dapat dibeli atau
dijual secara cepat dan tanpa harga
E. MENGUKUR RISIKO

Dalam menganalisa tingkat risiko suatu proyek dapat dilakukan dengan


menggunakan Deviasi standar (𝜎). Deviasi standar merupakan akar
pangkat dua dari rata-rata kuadrat deviasi dari masing-masing
pengembalian yang mungkin berasal dari pengembalian yang diharapkan.
Ditunjukkan sebagai berikut:

𝜎 = √∑(𝑘𝑖 − 𝑘̅)2 𝑃(𝑘𝑖 )


𝑖=0

Ket n = jumlah dari hasil yang mungki atau tingkat pengembalian


yang berbeda dari investasi
𝑘𝑖 = nilai dari ke-I tingkat pengembalian yang mungkin
𝑘̅ = tingkat pengembalian yang diharapkan
𝑃(𝑘𝑖 ) = kemungkinan atau probabilitas bahwa hasil ke-i akan terjadi

Menginterpretasi deviasi standar dapat diketahui dari para ahli statistic


yang mengatakan bahwa dua per tiga dari suatu kejadian pasti termasuk
dalam kurang lebih dari satu deviasi standar atas nilai yang diinginkan.Cara
lain dengan membandingkan investasi dalam perusahaan dengan
investasi-investasi lain.

F. RISIKO DAN DIVERSIFIKASI

Dengan melakukan diversifikasi investasi ke surat-surat berharga yang


berbeda, variabilitas dalam pengembalian portofolio akan menurun. Agar
lebih efektif dalam pengurangan variabilitas pengembalian, dapat dilakukan
dengan berinvestasi di perbagai perusahaan berbeda. Tetapi tidak dapat
memindahkan semua risiko (variasi pada pengembalian). Sehingga dapat
membagi total risiko ke dalam dua jenis risiko:

1. Risiko perusahaan yang spesifik atau perusahaan yang unik bias


juga disebut risiko yang dapat didiversifikasikan
2. Risiko yang berhubungan dengan pasar, merupakan risiko yang
tidak dapat didiversifikasikan, yang tidak dapat dihilangkan,tidak
peduli berapa banya mendiversikasikan.

Pasar memberikan imbalan atas pendiversifikasikan. Dengan


melakukan diversifikasi pada investasi, yang tentu akan menurunkan risiko
tanpa mengorbankan pengembaliam yang diharapkan, atau dapat
menambah pengembalian yang diharapan tanpa harus menanggung risiko
yang lebih besar.

G. PENGARUH INFLASI PADA TINGKAT PENGEMBALIAN DAN EFEK


FISHER

Ketika tingkat bunga diberikan, umunya tingkat bunga nominal atau suka
bunga yang telah diamati. Di sisi lain, suku bunga riil menggambarkan
tingkat pertumbuhan daya beli sesungguhnya, setelah disesuaikan untuk
inflasi. Suku bunga rill menunjukkan tingkat bunga nominal dikurangi tingkat
inflasi yang diharapkan selama jatuh tempo surat-surat berharga
berpenghasilan tetap. Ini menunjukkan peningkatan yang diharapakn
dalam daya beli sesungguhnya dari investor. Hubungan antara tingkat
bunga nominal. Tingkat inflasi, dan tingkat bunga riil sebagai berikut:

1 + 𝑘𝑟𝑓 = (1 + 𝑘 ∗ )(1 + 𝐼𝑅𝑃)

Atau

𝑘𝑟𝑓 = 𝑘 ∗ + 𝐼𝑅𝑃 + (𝑘 ∗ × 𝐼𝑅𝑃)

Konsekuensinya, tingkat bunga nominal (𝑘𝑟𝑓 ) sama dengan jumlah


tingkat bunga riil (𝑘 ∗ , tingkat inflasi (IRP), dan produk dari tingkat rill dan
tingkat inflasi. Hubungan antara tingkat nominal, tingkat riil, dan tingkat
inflasi ini dikenal dengan sebutan Fisher effect. Ini berarti tingkat bunga
nominal yang diamati termasuk dalam tingkat rill dan premi infasi.

H. PENGEMBALIAN YANG DIHARAPKAN

Pengembalian yang diharapkan dari suatu investasi, baik investor


perorangan maupun perusaahaan. Ditentuka oleh perbedaan kemungkinan
pengeluaran yang dapat terjadi dari suatu investasi. Arus kas, bukan laba
akuntansi harus digunakan untuk mengukur pengembalian . Prinsip ini
dianggap benar dengan mengabaikan jenis-jenis surat berharga, yang
merupakan instrument hutang. Saham preferen, saham biasa, atau
campuran dari semua instrument tersebut,

Dalam tahun manapun, investasi dapat menghasilkan satu dari tigs


kemungkinan arus kas yang tergantung pada kondisi ekonomi yang terjadi.
Untuk memilih arus kas yang paling berarti dalam mengukut pengembalian
yang diharpak dapat dilakukan dengan menghitung arus kas yang
diharapkan. Arus kas yang diharapkan merupakan rata-rata tertimbang dari
arus kas yang mungkin dihasilkan, dengan bobot tertimbang merupakan
probabilitas kemungkinan kejadian ekonomi.

Selain itu untuk menghitung pengembalian yang diharapkan dari


investasi dapat dilakukan dengan menghitung tingkat pengembalian yang
diharapkan yaitu rata-rata tertimbang dari semua pengembalian yang
mungkin di mana pengembalian dirata-rata tertimbang dari setiap
kemungkinan yang terjadi.Dapat dinyatakan sebagai berikut:

𝑘̅ = 𝑘1 𝑃 (𝑘1 ) + 𝑘2 𝑃(𝑘2 ) + ⋯ + 𝑘𝑛 𝑃(𝑘𝑛 )

Dimana 𝑘1 = tingkat pengembalian ke-I yang mungkin dihasilkan

P(𝑘1 )= Probabilitas dari tingkat pengembalian ke-I yang


mungkin terjadi.
BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Risk and return adalah kondisi yang dialami oleh perusahaan, institusi,
dan individu dalam keputusan investasi yaitu, baik kerugian maupun
keuntungan dalam suatu periode akuntansi. Dalam menganalisa tingkat
risiko suatu proyek dapat dilakukan dengan menggunakan Deviasi standar
(𝜎). Deviasi standar merupakan akar pangkat dua dari rata-rata kuadrat
deviasi dari masing-masing pengembalian yang mungkin berasal dari
pengembalian yang diharapkan. Selain itu untuk menghitung pengembalian
yang diharapkan dari investasi dapat dilakukan dengan menghitung tingkat
pengembalian yang diharapkan yaitu rata-rata tertimbang dari semua
pengembalian yang mungkin di mana pengembalian dirata-rata tertimbang
dari setiap kemungkinan yang terjadi.

DAFTAR PUSTAKA

Keown, Arthur J, dkk.2018. Manajemen Keuangan. jld 1. ed 10. PT. Indeks:


Jakarta Barat.