Anda di halaman 1dari 3

TUGAS

1. Remaja dating ke apotek untuk membeli laxative. Dia memang membeli laxative
secara regular. Bagaimana anda sebagai seorang farmasis untuk mengatasi
persoalan ini? Apa yang anda pikirkan dari situasi tersebut?
Seorang farmasis terlebih dahulu menanyakan keadaan remaja tersebut apakah
konstipasinya telah terjadi selama seminggu atau kurang dari seminggu. Jika
konstipasinya berlangsung kurang dari seminggu maka seorang farmasis dapat
memberikan laxative kepada remaja tersebut dan memberikan informasi mengenai
terapi non farmakologisnya seperti mengonsumsi cukup air mineral dan
mengonsumsi cukup buah maupun sayuran yang kaya akan serat. Tetapi jika
konstipasi tidak juga sembuh dalam waktu lebih dari seminggu sebaiknya hentikan
penggunaan laxative dan segera konsultasikan ke dokter.
2. Seorang pecandu dating ke apotek untuk membeli spuitinsulin 1 ml. Apa yang
anda nasehatkan pada orang tersebut? Bagaimana kira-kira reaksi orang tersebut?
Hal pertama yang dilakukan farmasis adalah menanyakan dengan sopan untuk apa
spoit tersebut digunakan. Apabila memberikan jawaban yang tidak sesuai, berikan
informasi kepada pasien tersebut bahwa apoteker yang bekerja di apotek member
batas dalam pembelian spoit insulin 1 ml selama selang waktu tertentu walaupun
hal tersebut tidak tercantum dala UU. Contohnya : maaf saya tidak bisa memenuhi
permintaan anda hari ini, saya tidak diperkenankan untuk menjual lebih dari 2 unit
spit dalam waktu dekatatau kurang lebih dalam sebulan kecuali ada resep dari
dokter. Hal ini sesuai dengan ketetapan yang ada di apotek.
3. Anda menerima resep pethidine injeksi dari RS dan yang menulisnya adalah
perawat. Bagaimana anda menjelaskan kepada dokter? Bagaimana dokter akan
bereaksi?
Seorang farmasis harus melihat pada resep tersebut apakah ada tanda tangan
dokter atau tidak. Jika tidak terdapat tanda tangan dokter ataupun arahan dari
dokter, resep tidak boleh diberikan, sebab perawat tidak boleh memberika resep
kecuali ada arahan dari dokternya ataupun mengatasnamakan dokter
penanggungjawabnya. Jika terdapat tanda tangan dokter atau arahan dari dokter
apoteker terlebih dahulu menghubungi dokter dan bisa memberikan resep tersebut
kepada pasien.
4. Anda bekerja di industry farmasi. Bos anda meminta merealese obat yang tidak
memenuhi persyaratan. Bagaimana anda menyampaikan kepada menejer anda?
Saya akan menyampaikan kepada menejer saya bahwa obat-obatan yang tidak
memenuhi persyaratan tidak bisa direlease, karena dikhawatirkan obat-obat yang
tidak memenuhi persyaratan akan memberika masalah dan efek samping yang
lebih besar pada pasiennya.
5. Seorang ibu menemukan obat di kamar anaknya. Anda melihat adanya
penyalahgunaan obat. Bagaimana anda mengatasi situasi ini? Bagaimana orang tua
tersebut akan bereaksi?
 Cara saya menangani situasi ini adalah dengan cara mengkomunikasikan
dengan orang tua korban atau anak. Bahwa anak mereka telah menggunakan
obat terlarangng, dan disampaikan secara baik- baik tanpa membuat orang tua
tersebut panic dan menyarankan agar orang tua mendampingi anaknya dalam
menyelesaiakn masalh ini.
 Sikap orang tua adalah hal pertama yang dilakukan memarahinya saat pertama
kali anak tersebut diketahui menggunakan obat terlarang. Ini akan membuatnya
sadar bahwa perilakunya salah dan membuat orang tuanya kecewa. Namun
jangan memarahinya terus menerus cukup diawal saja. Ingatkan kepada anak
harus belajar konsekuensi dari penggunaan narkoba dan merasakan efek
jeranya. Cara terbaiknya adalah menunjukkan anak hal-hal positif yang
dicerminkan melalui perilaku orang tua. Ajak anak berbicara, mengobrol dan
mempelajari sesuatu, bencanda gurau, sajikan makanan kesukaannya, ceritakan
masa lalu yang menyenagkan. Buatlah bahwa dirinya sadar bahwa kedua orang
tua menganggap keberadaan anak sangat berarti dan tidak mau kehilangannya.
Salain itu, dirinya menyesal melakukan hal tidak terpuji yang membuat hati
ayah dan bunya sakit.
6. Seorang bapak datang ke apotek. Dia marah-marah karena anda member obat yang
salah kekuatan/dosisnya. Bagaimana anda menanganinya? Apa reaksi bapak
tersebut?
 Saya (sebagai seorang farmasis) menengani masalh ini, terlebih dahulu dengan
melihat/ mencek kembali dosis obat yang telah diberikan dengan menanyakan
kembali apa penyakit yang diderita oleh pasien tersebut. Apabila terbukti
memang benar adanya kesalahan dalam pemberian dosisi obat, sebaiknya
apoteker mengganti obat yang telah diberikan dengan dosis obat yang lebih
tepat dan meminta maaf kepada bapak tersebut mengenai kesalahan ini.
 Reaksi bapak tersebut mungkin dengan melihat apoteker memberikan respon
yang baik (tidak ikut marah-marah) bapak tersebut akan mau menerima dan
memaafkan apoteker yang mengakui kesalahannya.
7. Ada seorang ibu datang ke apotek membeli sebotol obat batuk codipront. Selang
10 menit dia kembali mengatakan bahwa obatnya jatuh pecah karena tas sobek.
Ibu tersebut mengklaim minta tukar. Apa yang anda lakukan?
Saya (sebagai seorang apoteker) harus menanyakan kembali apakah obat yang
diberi tersebut tadi benar jatuh dan pecah atau tidak, karena obat bentuk ini
mengandung codeion yang dimana tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan untuk
menghindari efek yang tidak diinginkan. Apabila terbukti benar obat tersebut jatuh
dan pecah maka dari pihak apotek memberikan izin kepaada ibu (pembeli) untuk
membeli kembali obat tersebut.

Anda mungkin juga menyukai