Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA PADA PASIEN “Tn.

NS” DENGAN
HARGA DIRI RENDAH
DI PUSKESMAS BANGLI

I. IDENTITAS KLIEN
Nama : Tn. NS Tanggal Pengkajian : 25 September 2017
Umur : 25 tahun
Alamat : Br. Gulian Kawan, Kabupaten Bangli
Pendidikan : SLB
Agama : Hindu
Status : Belum Menikah
Pekerjaan :-
Jenis Kelamin : Laki-laki

II. RIWAYAT MASUK RUMAH SAKIT


1. Keluhan utama
Saat pengkajian keluarga pasien mengatakan bahwa pasien dirujuk ke Rumah Sakit
Jiwa Provinsi Bali di Bangli karena pergi keluar dengan telanjang bulat.

III.FAKTOR PREDISPOSISI
1. Pernah mengalami gangguan jiwa dimasa lalu ? [√]ya [ ] tidak
Jelaskan :
Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali
di Bangli (keluarga lupa tahun berapa, keluarga hanya menyebutkan ketika pasien
kecil) dan menjalani rawat inap selama 1 minggu.
2. Pengobatan sebelumnya ?
[ ] berhasil [ ] kurang berhasil [√] tidak berhasil
Jelaskan :
Keluarga pasien mengatakan ketika pasien dirawat di Rumah Sakit Jiwa, pasien
diberikan obat penenang. Pasien mau tenang tapi itu hanya terjadi di hari pertama
saja. Keluarga pasien mengatakan bahwa setelah itu pasien sulit untuk dirawat,
minum obat tidak mau, selalu berontak, dan pmenjauh jika diberikan obat. Keluarga
pasien mengatakan bahwa pasien tidak mengalami perubahan apapun.
3. Riwayat Trauma
Pelaku/usia Korban/usia Saksi/usia

Aniaya fisik - - - - - -
Aniaya seksual - - - - - -
Penolakan - - - - - -
Kekerasan dalam keluarga - - - - - -
Tindakan kriminal - - - - - -
Jelaskan : Tidak ada masalah keperawatan
Masalah/ Diagnosa Keperawatan :
1. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan -
2. Berduka antisipasi -
3. Berduka disfungsional -
4. Respon paska trauma -
5. Sindroma trauma perkosaan -
6. Resiko tinggi kekerasan -
7. Ketidakefektifan penatalaksanaan regiment terapeutik -
8. Lain-lain, jelaskan .................................................................................................
 .............................................................................................................................
 .............................................................................................................................
 .............................................................................................................................

4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa?


[ ] ya [√] tidak
Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan
5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan
Saat pengkajian keluarga pasien mengatakan bahwa sewaktu kecil pasien tidak
mempunyai pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan, karena pasien sudah
sakit sejak waktu masih bayi. Setelah itu pasien selalu diperhatikan oleh keluarga.
Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

IV. PEMERIKSAAN FISIK


1. Ukuran vital :
TD : 120/90 mmHg
N : 80 x/menit
S : 36,90C
R :18 x/menit
2. Ukuran : TB : 170 cm BB : 65 kg IMT : tidak terkaji
Jelaskan : -
3. Keluhan fisik [ ] Ya [ √ ] Tidak
Jelaskan :
Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

V. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL
1. Genogram :

25 thn

Gambar 1. Genogram Tn. NS di Banjar Gulian Kawan, Kabupaten Bangli


Puskesmas Bangli 1

Keterangan :
= meninggal

= laki-laki masih hidup


= perempuan masih hidup
= hubungan perkawinan
= pasien
=tinggal serumah

= cerai
Jelaskan :
Saat pengkajian keluarga pasien mengatakan bahwa kakek dan nenek Tn. NS dari
kedua belah pihak sudah meninggal dunia. Ayah dari Tn.NS mempunyai empat
saudara, ayah pasien merupakan anak laki-laki satu-satunya dan sisanya perempuan.
Semuanya sudah menikah. Bapak dari Tn.NS bersaudara betiga, bapak pasien
merupakan anak kedua, kaka dari bapak pasien laki-laki dan adik dari bapak pasien
perempuan. Semaunya sudah menikah. Pasien bersaudara bertiga, anak pertama laki-
laki berumur 27 tahun, pasien merupakan anak kedua, sedangkan adik pasien
perempuan kelas 3 SMP beumur 14 tahun. Keluarga pasien mengatakan bahwa di
keluarganya tidak mempunyai riwayat gangguan jiwa. Dirumah pasien terdapat 2
KK.
Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan
2. Konsep Diri
a. Gambaran diri
Pasien mengatakkan merasa malu karena kepalanya botak, sehingga iya merasa
tidak tampan lagi, pasien selalu menutupi kepalanya dengan topi dan tidak mau
memperlihatkannya
Masalah keperawatan: gangguan citra tubuh
b. Identitas diri
Keluarga pasien mengatakan pasien hanya duduk di tempat yang biasa ia duduki,
sesekali berjalan-jalan disekitar rumahnya. Tidak ada kegiatan lainnya.
c. Peran
Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien tidak mempunyai tugas apapun
dengan keadaan pasien yang seperti ini.
d. Ideal Diri
Keluarga pasien berharap bahwa pasien cepat sembuh walaupun harapannya
kecil, tetapi pasien tidak pernah bosan untuk selalu bersyukur dan meminta
kepada yang di atas.
e. Harga Diri
Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien selalu menjauh dengan orang yang
baru ia kenal, terlihat malu-malu dan jarang ada kontak mata walaupun dengan
keluarga. tampak dari perilaku pasien
Masalah / Diagnosa Keperawatan : Harga diri rendah kronis
3. Hubungan Sosial
a. Keluarga pasien mengatakan bahwa orang yang berarti dalam hidup pasien adalah
keluarga, karena bagaimanapun juga pasien masih mempunyai keluarga yang
sangat mendukung dan menyayanginya.
b. Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien tidak pernah mengikuti
kegiatan/organisasi apapun karena keadaannya sejak bayi
Masalah Keperawatan : Kerusakan interaksi sosial
4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan
Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien tidak begitu peduli dengan nilai dan
keyakinannya. Jika ada hari raya pasien tetap dibiarkan dirumah, pasien tidak
pernah sembahyang, keluarga hanya menyiasati dengan nunas tirta saja

b. Kegiatan ibadah
Keluarga pasien mengatakan klien jarang beribadah dan khususnya mengerjakan
kegiatan persembahyangan
Masalah Keperawatan: tidak ada masalah

VI. STATUS MENTAL


1. Penampilan :
Pasien nampak bersih dan rapi karena keluarga selau memperhatikan kebersihan
pasien. Baju yang dikenakan sudah sesuai, sopan, rambut tertata rapi dan kulit
nampak bersih. Resleting terkunci dan bajunya berganti dari pertemuan pertama dan
pertemuan kedua.
Masalah Keperawatan : -

2. Pembicaraan : Saat diajak berbicara, Cara bicara klien teratur dan lancar seperti biasa

Masalah keperawatan : Kerusakan komunikasi verbal


3. Aktivitas motorik/psikomotor : Saat berkomunikasi dengan pasien, pasien tampak
gelisah sambil malu-malu, tidak ada yang mencolok dalam pergerakan yang
ditunjukkan selama pengkajian dengan pasien
Masalah Keperawatan : -
4. Alam perasaan : Tidak dapat dikaji. Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien biasa-
biasa saja. Jika ada yang menganggu pasien juga bersikap biasa.
Masalah keperawatan : -

5. Afek/ emosi : Selama pengkajian, pasien mampu menunjukkan roman muka yang
sesuai dengan perasaannya saat itu. Selain itu pasien juga mampu bereaksi bila ada
yang menganggu pasien menurut pasien muka pasien akan langsung berubah menjadi
tegang
Masalah Keperawatan : -
6. Interaksi selama wawancara : Selama pengkajian, pasien tidak kooperatif, kontak
mata kurang, mudah tersinggung dengan perkataan, tidak mau terbuka. Dengan
keluarga pasien, bersikap terbuka, kontak mata ada, kooperatif
Masalah Keperawatan : Harga diri rendah kronis
7. Persepsi
[ ]Pendengaran [ ]Pengelihatan [ ]Perabaan
[ ]Pengecapan [ ]Penghidu
Jelaskan : Klien mengatakan tidak pernah mendengar bisikan-bisikan atau suara-suara
yang aneh, Klien tidak mengalami kerusakan persepsi halusinasi.
Masalah Keperawatan : -
8. Proses pikir
 Sirkumstansial  Tangensial  Kehilangan asosiasi
 Flight of ideas  Blocking Pengulangan pembicaraan/ preservarasi
Jelaskan : Saat melakukan wawancara dengan pasien, pasien hanya mengatakan
beberapa patah kata, pasien bereaksi dengan emosi, malu-malu, senyum-senyum
sendiri. Saat melakukan wawancara dengan keluarga, keluarga tampak tidak
mempunyai masalah dalam proses pikir
Masalah Keperawatan : -
9. Isi pikir
 Obsesi  Hipokondria  Ide yang terkait
 Phobia  Depersonalisasi  Pikiran magis
Waham
 Agama  Somatik  Kebesaran  Curiga
 Nihilistik  Sisip pikir  Siar pikir  Kontrol pikir
Jelaskan : Saat melakukan wawancara, Klien mengatakan ingin kembali bekerja
seperti biasa, jika ia sudah sembuh dan keluar dari RSJ Bangli.
Masalah Keperawatan : -
10. Tingkat kesadaran
 Bingung  Sedasi  Stupor
Disorientasi:
 Waktu  Tempat  Orang
Jelaskan : Selama pengkajian, pasien tidak tampak bingung maupun kacau. Pasien
tidak mengalami sedasi maupun stupor. Orientasi pasien terhadap waktu, tempat dan
orang tidak jelas
Masalah keperawatan : -
11. Memori :
Pasien tidak dapat dikaji. Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien tidak mengingat
apa-apa
Masalah Keperawatan : -
12. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Pasien tidak dapat dilakukan wawancara, pasien tidak mempunyai tingkat konsentrasi
dan tidak bisa berhitung
Masalah Keperawatan : -
13. Kemampuan penilaian
Pasien tidak dapat dilakukan wawancara. Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien
tidak dapat menilai kemampuan yang dimiliki
Masalah keperawatan : -
14. Daya tilik diri
Pasien tidak dapat dilakukan wawancara
Masalah Keperawatan : -

VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Makan :
Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien tidak mampu makan dan minum sendiri,
pasien disuapi oleh keluarga. Makan 3xsehari dengan porsi satu piring dan habis
dimakan oleh pasien. Pasien minum air perhari 5-6 gelas

2. Defekasi/berkemih :
Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien bisa untuk BAK dan BAB sendiri tetapi
harus dipantau. Pasien biasa BAB 1x dalam sehari pada pagi hari, dan BAK 7-8 kali
dalam sehari

3. Mandi :
Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien mandi dimandikan oleh keluarga. Pasien
mandi 1x sehari yaitu pada sore hari.
4. Berpakaian/berhias :
Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien tidak mampu memilih, mengambil dan
mengenakan pakaian dan alas kaki dengan benar. Semua dilakukan oleh keluarga
pasien
5. Istirahat dan tidur
 Tidur siang lama : 13.00 – 14.00 (kadang-kadang dan
tidak menentu)
 Tidur malam lama : 21.00 – 05.00
 Aktivitas sebelum/setelah tidur : Keluarga pasien mengatakan tidak ada
aktivitas baik itu sebelum maupun sesudah tidur
6. Penggunaan obat :
Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien tidak meminum obat apapun. Pasien sudah
putus obat sejak lama (keluarga lupa kapan tepatnya)
7. Pemeliharaan kesehatan :
Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien tidak pernah dikontrol lagi, dan sudah
putus obat sejak lama
8. Aktivitas di dalam rumah
Ya Tidak
Mempersiapkan makanan √

Menjaga kerapian rumah √

Mencuci pakaian √

Mengatur kebutuhan biaya sehari-hari √

9. Aktivitas di luar rumah :


Keluarga pasien mengatakan terkadang pasien pergi ke luar rumah untuk sekedar
jalan-jalan tetapi masih dalam batas pantauan
Masalah Keperawatan : -

VIII. MEKANISME KOPING


Adaptif Maladaptif
 Bicara dengan orang lain  Minum alcohol
 Mampu menyelesaikan masalah [ ] Reaksi lambat
 Teknik relokasi  Berkerja berlebihan
 Aktivitas konstruktif [ ] Menghindar
 Olahraga [ ] Mencederai diri
 Lainnya  Reaksi berlebih
Lainnya (Mengamuk dan membanting barang)
Jelaskan :
Keluarga pasien mengatakan pasien selalu menceritakan masalah yang dialami
Masalah Keperawatan : -

IX. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien tidak mempunyai masalah dalam lingkup
apapun, karena pasien jarang bercerita dan bahkan sulit untuk bercerita. Keluarga pasien
mengatakan bahwa keluarga pasien mempunyai masalah dengan perekonomian.

X. KURANG PENGETAHUAN TENTANG


Keluarga pasien mengatakan bahwa keluarga pasien kurang mengetahui tentang penyakit
jiwa, penyebabnya apa saja dan bagaimana penyakit jiwa itu bisa terjadi
XI. ASPEK MEDIK
1. Diagnosa medik : Retardasi mental
2. Terapi medik : Tidak ada terapi medik
XII. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN
1. Harga diri rendah kronis
2. Kerusakan interaksi sosial
3. Gangguan citra tubuh
XIII. POHON MASALAH

Kerusakan interaksi sosial Akibat


HARGA DIRI RENDAH Core Problem

Gangguan citra tubuh Penyebab

XIV. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Harga diri rendah kronis
2. Kerusakan interaksi social
3. Gangguan citra tubuh
XV. RENCANA KEPERAWATAN
Berdasarkan daftar diagnosa yang telah ditemukan, dan karena adanya keterbatasan waktu, maka kami melakukan intervensi
berdasarkan diagnosa prioritas yang telah didapat yaitu Harga diri rendah

NO WAKTU Diagnosa Tujuan Kriteria Hasil Intervensi Rasional


Keperawatan
1 25 Harga Diri TUM :
September Rendah Kronis Klien dapat
2017 berhubungan dengan
orang lain secara
optimal.
TUK 1 : Setelah 1x15 menit 1. Sapa pasien dengan ramah Hubungan saling percaya
Pasien dapat membina diharapkan pasien mampu : dan baik secara verbal dan merupakan dasar untuk
1. Mau menjawab salam
hubungan saling non verbal kelancaran hubungan
2. Mau berjabat tangan
percaya. 3. Mau menyebutkan 2. Berjabat tangan sambil interaksi selanjutnya.
identitas seperti nama dan tersenyum
lain-lain 3. Perkenalkan diri dengan
4. Ekspresi wajah senang
sopan
dan tersenyum kepada
4. Tanyakan nama lengkap
perawat
pasien dan nama panggilan
5. Ada kontak mata
6. Mau duduk yang disukai
berdampingan dengan 5. Ajak pasien untuk duduk
perawat berdampingan
7. Menunjukkan rasa senang
6. Jelaskan tujuan pertemuan
dan ramah ketika
7. Tunjukkan sikap empati dan
berjumpa dengan perawat
menerima keluarga apa
8. Mau mengutarakan
adanya
masalah yang dihadapi
8. Beri perhatian pada pasien
dan perhatikan kebutuhan
dasar keluarga
9. Jujur dan menepati janji
2 25 TUK 2 : Setelah 1x15 menit (a) Diskusikan 1. Untuk mengajak pasien
September Klien dapat diharapkan pasien mampu : kemampuan dan mengetahui masalah
a. Daftar kemampuan
2017 mengidentifikasi aspek positif yang yang ada
yang dimiliki klien di
kemampuan dan aspek dimiliki klien, buat
RS, rumah, sekolah
positif yang dimiliki. daftarnya.
dan tempat kerja. (b) Setiap bertemu klien
2. Agar pasien mengetahui
b. Daftar positif keluarga
dihindarkan dari
tentang keadaan yang
klien
memberi penilaian
c. Daftar positif sedang pasien hadapi
negatif
lingkungan klien 3. Agar saling percaya
(c) Utamakan memberi
antara pasien dan
pujian yang realistik
perawat
pada kemampuan
dan aspek positif
klien.
3. 25 TUK 3 : Setelah 1x15 menit (a) Diskusikan dengan 1. Dengan Pasien
September Klien dapat menilai diharapkan keluarga mampu : klien kemampuan yang mengetahui kemampuan
2017 kemampuan yang a. Klien menilai masih digunakan selama maka pasien dapat
digunakan kemampuan yang sakit melakukan aktivitas di
dapat digunakan di rumah sakit
rumah sakit (b) Diskusikan kemampuan
b. Klien menilai
yang dapat dilanjutkan 2. Dengan Pasien
kemampuan yang
pengguanaan di rumah mengetahui kemampuan
dapat digunakan
sakit maka pasien dapat
dirumah
melakukan aktivitas yang
(c) Berikan pujian
disukai

3. membina hubungan
saling percaya
4 25 TUK 4 : Setelah 1X15 interaksi Pasien (a) Minta klien untuk 1. Dapat mengetahui
September Klien dapat menetapkan dapat melaksanakan memilih satu kegiatan kemajuan dari Pasien
2017 dan merencanakan hubungan sosial secara yang mau dilakukan di
kegiatan sesuai dengan bertahap dengan: rumah sakit.
(b) Bantu klien
kemampuan yang a. Klien memiliki 2. Dukungan mengenai
melakukannya jika
dimiliki. kemampuan yang interaksi sangat Pasien
perlu beri contoh.
akan dilatih agar dapat
b. Klien mencoba
meningkatkan
c. Susun jadwal harian
(c) Beri pujian atas
komunikasi Pasien
keberhasilan klien.
terhadap orang lain
(d) Diskusikan jadwal
kegiatan haria atas 3. Dapat meningkatkan
kegiatan yang telah rasa percaya diri Pasien
dilatih. Catatan : ulangi
untuk kemampuan lain 4. Mengetahui seberapa
sampai semuanya jauh Pasien
selesai mengetahui manfaat
(e) Rencanakan bersama
aktivitas
klien aktivitas yang
dapat dilakukan setiap
hari sesuai kemampuan,
buat jadwal.
-Kegiatan mandiri
5. Jadwal harian dapat
5 25 TUK 5 : Setelah 1X15 menit interaksi (a) Beri kesempatan pada 1. Mengukur tingkat
September Klien dapat melakukan Pasien dapat mengungkapkan pasien untuk mencoba kemampuan pasien
2017 kegiatan sesuai kondisi perasaan setelah berhubungan kegiatan yang telah
sakit dan dengan orang lain untuk: direncanakan.
(b) Beri pujian atas
kemampuannya. a. Klien melakukan 2. Menambah rasa
keberhasilan klien
kegiatan yang telah percaya diri
(c) Diskusikan
dilatih (mandiri,
kemungkinan
dengan bantuan atau 3. Meningkatkan
pelaksanaan di rumah
tergantung) kemampuan pasien
b. Klien mampu
melakukan beberapa
kegiatan mandiri

6 25 TUK 6 Setalah 1X15 pertemuan (a) Beri pendidikan 1. Dukungan keluarga


September Klien dapat keluarga dapat menjelaskan kesehatan pada keluarga diperlukan untuk
2017 memanfaatkan sistem tentang: tentang cara merawat mengatasi perilaku
pendukung yang ada a. Keluarga dapat klien dengan harga diri dari Pasien
memberi dukungan rendah.
(b) Bantu keluarga
dan pujian 2. Anggota keluarga
b. Keluarga memahami memberikan dukungan
dapat meningkatkan
jadwal kegiatan harian selama klien dirawat
pengetahuan
klien sehingga mengetahui
penanganan jika
(c) Bantu keluarga terjadi ulangan
menyiapkan lingkungan penyakit dari Pasien
di rumah.
3. Keluarga merupakan
(d) Jelaskan cara
orang terdekat dari
pelaksanaan jadwal
Pasien, sehingga
kegiatan klien di rumah
(e) Anjurkan memberi memudahkan
pujian pada klien setiap interaksi
berhasil 4. Memandirikan
keluarga dalam
merawat Pasien
5. Dukungan keluarga
sangat berarti dalam
meningkatkan
keyakinan dari dalam
diri Pasien

7 25 TUK 7 Setalah 1x15 menit interaksi, 1. Diskusikan dengan Pasien 1. Meningkatkan


September Pasien dapat Pasien menyebutkan: tentang manfaat dan kesadaran Pasien
2017 memanfaatkan obat 1. Manfaat minum obat kerugisn tidak minum dalam kepatuhan
minimal 6 benar 2. Kerugian tidak minum obat, nama, warna, dosis, minum obat
obat cara, efek terapi dan efek
3. Nama,warna dosis, samping penggunaan obat
efak terapi dan efek 2. Pantau Pasien saan 2. Mengetahui keinginan
samping obat penggunaan obat dalam proses
penyembuhan
3. Anjurkan Pasien minta 3. Kesadaran dalam
sendiri obat pada perawat penggunaan atau
agar dapat merasakan manfaat dari
manfaatnya meminum obat secara
teratur
4. Beri pujian jika Pasien 4. Meningkatkan rasa
menggunakan obat percaya diri Pasien
dengan benar
5. Diskusikan akibat 7.5 Pasien dapat mengetahui
berhenti minum obat akibat dari tidak patuh
tanpa konsultasi dengan minum obat
dokter

XVI. IMPLEMENTASI
Tanggal Dx. Keperawatan Implementasi Tindakan Respon Nama Dan
Tanda Tangan
dan Jam Keperawatan
25 Harga diri rendah SP 1 Subjektif:
September perkenalkan nama saya ayu saya“Nama saya Tono Suprianto senang dipanggil Tono,
2017 senang di panggil ayu, nama mas siaparumahnya di Pagak”
dan senang di panggil apa?” rumahnya
dimana?” Objektif:
4. Pasien mau menjawab salam
5. Pasien mau duduk berdampingan dengan perawat
6. Pasien mau mengungkapkan persaannya

Apa yang mas lakukan ketika bangunSubjektif:


tidur? setelah bangun tidur klien membereskan tempat tidur
kemudian mandi dan selanjutnya menyiapkan untuk
sarapan.
Objektif:
klien tampak sibuk menyapu dan mengepel lantai, klien
bercerita dan mengemukakan semua yang ingin klien
lakukan.

Apa yang mas lakukan jika memilikiSubjektif:


masalah? jika saya ada masalah selalu di pendam dan tidak pernah
mau menceritakan masalahnya kepada orang lain. Klien
mengatakan keluarganya jarang mengunjunginya.

Objektif:
Klien tidak bingung lagi, klien mampu menjawab ketika
ditanya mengapa dia merasa dirinya tidak dihargai. Klien
mau menceritakan masalahnya kepada orang lain. Klien
mampu menjawab semua pertanyaan yang diajukan.

Subjektif:
Kalau disini mas apa yang dilakukan?
saya selalu mandi, menyapu, mengepel, makan
objektif:
pasien tampak tetap melakukan kegiatannya

selain itu biasanya mas ngpain lagi?


Subjektif:
Saya diajak bermain dengan teman saya
Objektif:

Pasien tampak menatap perawat


Bagaiman perasaan mas setelah kita
latihan berkenalan?
Subjektif:
Saya merasa senang bisa berkenalan dengan orang lain.
Objektif:
6. Pasien mau berjabat tangan
7. Pasien mau berkenalan
Menanyakan Kepada Keluarga
Tentang: Subjektif:
- Pengertian harga diri rendah Keluarga menyatakan tidak tau tentang:
- Tanda dan gejala - Pengertian harga diri rendah
- Penyebab dan akibat harga diri- Tanda dan gejala
rendah - Penyebab dan akibat harga diri rendah
- Cara merawat Pasien harga diri- Cara merawat Pasien harga diri rendah
rendah
Objektif:
Keluarga pasien tampak kebingungan
Menurut mas apa saja manfaat minum
obat? Dan kerugiannya kalo tidak Subjektif:
minum obat mas? Saya tidak tau .
Objektif:
Setelah diberi penjelasan pasien tampak mengerti
XVII EVALUASI

NO Tanggal / Jam Tindakan EVALUASI

1 25 September Bina hubungan saling percaya. S:


2017/ 16:00
1. Pasien mengatakan namanya Tono Suprianto senang
WITA
dipanggil Tono, rumahnya di Pagak
O:
1. Pasien mau menjawab salam
2. Pasien mau duduk berdampingan dengan perawat
3. Pasien mau mengungkapkan persaannya
A:
Tujuan tercapai
P:
Lanjutkan Intervensi selanjutnya

2 25 September Klien dapat mengidentifikasi S:


kemampuan dan aspek positif yang
2017/ 16:00 setelah bangun tidur saya membereskan tempat tidur kemudian
dimiliki.
WITA mandi dan selanjutnya menyiapkan untuk sarapan.
O:
klien tampak sibuk menyapu dan mengepel lantai, klien bercerita
dan mengemukakan semua yang ingin klien lakukan.

A: Tujuan Tercapai

P: Lanjutkan Intervensi selanjutnya


3 25 September Klien dapat menilai kemampuan yang S:
digunakan
2017/ 16:00 saya selalu mandi, menyapu, mengepel, makan
WITA O: pasien tampak melakukan aktivitasnya
A: Tujuan tercapai
P: Lanjutkan Intervensi selanjutnya

4 25 September Klien dapat menetapkan dan S:


merencanakan kegiatan sesuai dengan
2017/ 16:00 kemampuan yang dimiliki. Saya diajak bermain dengan teman saya
WITA O:
Pasien tampak menatap perawat
A: Tujuan Tercapai
P: Lanjutkan Intervensi selanjutnya
5 25 September Klien dapat melakukan kegiatan sesuai S:
2017/ 16:00 kondisi sakit dan kemampuannya 1.Pasien mengatakan merasa senang bias berkenalan dengan orang
WITA lain.
2. O:
1. Pasien mau berjabat tangan
2. Pasien mau berkenalan
A: Tujuan Tercapai
P: Lanjutkan Intervensi Selanjutnya

6 25 September Klien dapat memanfaatkan sistem S: Keluarga menyatakan tidak tau tentang:
pendukung yang ada
2017/ 16:00 - Pengertian harga diri rendah
WITA - Tanda dan gejala
- Penyebab dan akibat harga diri rendah
- Cara merawat Pasien harga diri rendah
Setelah diberi penjelasan keluarga pasien mengatakan mengerti
O: Keluarga pasien tampak pengerti
A: Tujuan tercapai
P: lanjutkan intervensi selanjutnya

7 25 September dapat memanfaatkan obat dengan baik S: Pasien menyatakan tidak tau
2017/ 16:00 O: setelah pasien diberikan pejelasan pasien tampak mengerti
WITA A: Tujuan Tercapai
P: Rencanakan pasien pulang