Anda di halaman 1dari 30

Farmakoterapi

Parkinson
Farrah Bintang Sabiti,M.Farm.,Apt
Outline
• Definisi
• Patofisiologi
• Manifestasi klinik
• Managament therapy : tujuan terapi, sasaran
terapi, prinsip terapi, strategi terapi
• Evaluasi hasil therapy
What is Parkinson
Disease?
Penyakit gangguan syaraf kronis
dan progresif yang ditandai
dengan gemetar, kekakuan,
berkurangnya kecepatan gerakan,
dan ekspresi wajah kosong seperti
topeng dengan saliva berlebihan.
Epidemiology
Patopisiology
Manifestasi Klinik
Gejala Otonomik,
Gejala Motorik
Sensorik
• Penurunan ketrampilan • Konstipasi
manual • Fatigue
• Dysarthria • Nyeri
• Dysphagia • Paresthesia
• Fastinating gait • Diaforesis
• Hypomimia • seborea
• Hypophonia

Ansietas,
apatis,demensia,depresi,psik
osis, gangguan tidur, bingung
Tujuan terapi

Untuk meningkatkan kemampuan motorik


dan non motorik sehingga dapat
meningkatkan kualitas hidup pasien
Sasaran terapi

Keseimbangan neurotransmiter dengan


memperbaiki keseimbangan antara aktivitas
dopaminergik dan asetilkolinergik didalam
striatium dan mencegah degenerasi syaraf
lebih lanjut.
Prinsip Umum Terapi Parkinsons

Terapi dimulai dengan titrasi dosis


(start low and go slow)

Terapi dijaga pada dosis efektif


terendah

Jika diperlukan, dilakukan


penghentian terapi secara bertahap
Strategi terapi

Mengaktifkan reseptor dopamin atau


meingkatkan ketersediaan dopamin
pada tempat aksinya direseptor
pascasinaptik atau menekan aksi
kolinergik
Therapy
Terapi Farmakologi
• Levodopa
Levodopa prekursor dopamin yang dapat
melewati blood brain barrier dan dapat
diambil oleh syaraf dopaminergik
disubtantia nigra untuk diubah mjd dopamin
dengan bantuan dopa dekarboksilase.
• Levodopa efektif untuk parkinsons dan menjadi terapi
utama pada pasien dengan menunjukan gejala utama
(bradikinase&kekakuan)
• L-Dopa dikombinasikan dg carbidopa karena u/
mencegah metabolisme perifer L-Dopa, dopamin dg
menghambat dopa decarboxylase sehingga dg
dikombinasikan carbidopa dpt meningkatkan
bioavaibylitas cerebral L-dopa&menurunkan dopamin
perifer yg menimbulkan efek buruk
• E.S dopaminergik jangka pendek jarang terjadi namun
long term dpt menyebabkan komplikasi motorik
(diskinesia& fluktuasi motorik)
• Diet tinggi protein dapat menghambat absorpsi L-Dopa.
• Adanya makanan dan penggunaan antikolinergik dapat
menghambat pengosongan lambung sehingga
menyebabkan peningkatan degradasi L-Dopa
dilambung, serta menurunkan kadar L-Dopa yang
diabsorpsi, penggunaan dengan sediaan besi dapat
menurunkan absorpsi L-Dopa/carbidopa.
• Carbidopa dan benserazid

Inhibitor dopa karboksilase perifer yang


berfungsi untuk mencegah pembentukan
dopamin diluar otak. Dopamin yang diluar
otak bersifat emetogenik maka perlu
diberikan kombinasi dengan L- Dopa atau
benzerazine
Terapi Farmakologi
• Agonis dopamin Etc: bromocriptine (parlodel),
pergolide (permax), pramiprexole(mirapex),
ropinirole (requip)

Mengaktivkan reseptor dopamin striatal


secara tidak selektif (baik disentral
maupun perifer)
• Pergolid menyebabkan valvulopathy
jantung. Karena itu pergolid digunakan
sebagai lini kedua setelah agonis dopamin
non ergot.
• Dosis pergolid tidak boleh lebih dari
5mg/hari.
• Jika terdapat ESO dapat diganti agonis
dopamin lain atau berbeda golongan.
Terapi Farmakologi
• Inhibitor MAO-B etc : selegilin,

Menghambat metabolisme dopamin


sehingga meningkatkan kadar dopamin di
striatum.
• Inhibitor MAOB efektif memperbaiki gejala motorik
,memperbaiki kemampuan beraktivitas sehari hari.
• MAO-B inhibitor merupakan lini pertama utk pasien
memiliki gejala parkinson ringan.
• MAO-B Inhb juga bisa sebagai terapi tambahan pada
parkinson stadium lanjut.
• Selegiline dan rasagiline memiliki mx menghambat
monoamin oksidase B yang mengubah DA menjadi
metabolit tidak aktif sehingga meningkatkan
ketersediaan DA pada sinaps pusat dan memperpanjang
masa kerja DA.
• Dosis selegiline sehari 2x5mg diberika pada pagihari
dan dosis kedua dberikan sianghari krn utk menghindari
eso insomnia.
Therapy lain
• Inhibitor COMT (Cathechol-O-Methyltransferase)
etc: entacapone, tolcapone
• Inhibitor COMT digunakan dapat mengurangi
degradasi L-Dopa, mengurangi efek off time L-
Dopa (memperpanjang waktu paruh).
• entecapone untuk pasien mengalami efek
fluktuasi motorik karena L-Dopa maka
dikombinasi L-Dopa/Carbidoba/entecapone
Continue….
• Menghambat COMT yang mengubah L-Dopa menjadi
bentuk tidak aktif 3-0-metildopa (3-OMD).
• COMT inhibitor untuk menurunkan dosis L-Dopa yang
digunakan utk meningkatkan perbaikan motorik dan
mengurangi off time (keadaan dimana gejala parkinson
muncul kembali ketika efek pengobatan turun)
• Entecapone/tolcapone dapat mengurangi komplikasi
motorik akibat penggunaan L-Dopa.
• Entecapone digunakan sehari 1x 20mg maksimal 1600
mg/hari.
• ESO : urine berwarna coklat/jingga dan diare
Therapy lain
• Triheksifenidil ---- mengembalikan keseimbangan
kolinergik dopaminergik
• Amantandin---- antiviral yang memiliki efek antiparkinson
dengan meningkatkan pelepasan dopamin atau
menghambat re uptake dopamin.
• Amantandin diberikan 200-300mg/hari dalam dosis
ternagi, pemberian amantandi mampu mengurangi
durasi dyskinesia hingga 50%.
• ESO--- halusinasi, insomnia.
Profil penggunaan Antiparkinsons Tunggal