Anda di halaman 1dari 24

Pertanyaan dan Soal – Soal:

1. Jelaskan yang dimaksud uniform system of a accounts pada usaha perhotelan!


Jawab:
Uniform system of account merupakan penetapan format standard dan klasifikasi
perkiraan yang mengarah pada kepemilikan individu dalam penyiapan dan penyajian
laporan keuangan pada bidang perhotelan.

2. Sebutkan konsep dari uniform system of accounts pada usaha perhotelan!


Jawab:
Konsep dasar dan penting dari uniform system of accounts yaitu :
1. Membagi departemen – departemen berdasarkan fungsional di usaha hotel. Minimal
departemen pada hotel dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :
a. Departemen operasi merupakan departemen yang memberikan kontribusi
pendapatan seperti room, food & beverage , telephone, laundry dan lain-lain.
b. Departemen overhead merupakan departemen pendukung seperti administration
& general, marketing.
c. Departemen alokasi , merupakan departemen yang berfungsi mengalokasikan
beban pada masing-masing departemen seperti departemen personalia
mengalokasikan beban gaji karyawan.
2. Setiap Departemen dalam organisasi akan dibebani oleh gaji karyawan dan
pengeluaran departemennya
3. Memberikan keseragaman dalam departemen dan dalam klasifikasi aktiva, hutang,
penghasilan dan biaya
4. Memberikan kemampuan untuk membandingkan hasil operasi.
5. Memberikan kemampuan untuk melatih pengendalian anggaran yang kuat, dimana
pengendalian anggaran merupakan alat untuk mengendalikan hasil departemen.

3. Bagaimana peranan uniform system of accounts pada akuntansi perhotelan?


Jawab:
Standarisasi dalam Uniform system of account membantu pemakai laporan keuangan
internal dan eksternal untuk membandingkan posisi keuangan dan kinerja operasi pada
jenis kepemilikan yang sama dalam industri hotel. Untuk tujuan internal (kegunaannya
bagi manajemen) uniform system of account member turnkey sistem akuntansi dan
menjelaskan setiap perubahan kebutuhan manajemen.

4. Jelaskan sejarah perkembangan dari uniform system of accounts, berikut perubahan yang
terjadi!
Jawab:
Edisi pertama dari Uniform System of Accounts diterbitkan oleh Hotel Association of
New York pada tahun 1926. Edisi ini merupakan bentuk hasil usaha teroganisir pertama
kalinya yang sukses dalam menciptakan system akuntansi pertangungjawaban yang
seragam dalam industry hotel dan merupakan satu – satunya dan pertama dalam segala
bidang industry. Perintis Uniform System of Accounts adalah para anggota dari Hotel
Association of New York. Anggota Hotel Association of New York adalah komite pemilik
(Proprietor’s Commite), komite akuntan (Accountants’ Committee), dan lembaga
akuntansi (Accounting Societies). Hotel Accountant Association of New York menjadi
pelopor pembentukan organisasi yang sekarang dikenal dengan nama International
Association of Hospitality Accountants.
Tahun 1961, The American Hotel & Motel Association (AH & MA) menetapkan The
National Association of Accountants untuk mengembangkan uniform system of account
untuk hotel dan motel kecil. Kemudian tahun 1979, The Committee on Financial
Management of the American Hotel & Motel Association merevisi Uniform System of
Accounts, guna mencerminkan atau merefleksikan perubahan penggunaan terminology
industry penginapan (lodging industry).
Tahun 1986 dilakukan revisi, dan ini merupakan edisi kedelapan, dengan perubahan
spesifik pada distribusi pengeluaran, meningkatkan fungsi marketing, pemrosesan data,
sumber daya manusia dan transportasi. Edisi ini diterbitkan oleh The Hotel Association of
New York City. Tahun 1996 dikeluarkan lagi edisi ke Sembilan yang diterbitkan oleh The
Educational Institute of The American Hotel & Motel Association, dengan sebutan baru
yaitu Uniform System of Accounts for the Lodging Industry (USALI). Pada edisi ini,
revisi dan perbaikan dilakukan dengan melengkapai Expense Dictionary dan Chart of
Accounts. Di samping itu hal lain yang dibahas dalam edisi ini adalah penjelasan dan
rumus analisa rasio, informasi statistic departemental, pengendalian anggaran operasi
serta analisa breakeven point (BEP).
5. Jelaskan cara menyusun akun, sertakan pula contohnya!
Jawab:
Adapun cara menyusun akun (Chart of Account) yang baik menurut AICPA (Amrican
Institute of Sertified Accountant) adalah:
1. Membantu mempermudah penyusunan laporan akuntansi keuangan dan laporan
akuntansi manajemen secara ekonomis.
2. Mencakup rekening – rekening yang diperlukan untuk menggambarkan dengan baik
dan teliti tentang: harta, hutang,, modal, pendapatan, harga pokok penjualan, biaya
penjualan, biaya administrasi & umum, dan pendapatan dan biaya diluar operasi.
Bagan akan akun dibuat secar terperinci. Hal ini digunakan untuk memuaskan
manajemen di dalam melakukan pengawasan operasi perusahaan.
3. Menguraikan secara detail dan teliti tetapi singkat apa yang harus dimuat didalam
setiap rekening.
4. Memberikan batasan sejelas – jelasnya antara pos aktiva, hutang, modal, pendapatan,
biaya, dan pendapatan & biaya diluar operasi pokok perusahaan.
5. Membuat rekening – rekening control atau buku pembantu sesuai dengan kebutuhan
perusahaan.

Contohnya:
Neraca Saldo
Per 01 Januari 2015
Indonesia Rupiah (IDR)
Kode Saldo
Keterangan
Perkiraan Debit Kredit
100.000 Aktiva
100.100 Aktiva Lancar
101.000 Kas
101.001 Kas ~ IDR 125.500.000
101.002 Kas ~ SGD 118.500.000
$SGD 23.700
102.000 Bank
102.001 Bank BCA 426.000.000
102.002 Bank Bll 244.000.000
102.003 Bank HSBC 732.000.000
102.004 Bank BNI Syariah ~SGD 325.000.000
$SGD 65.000
102.005 Bank Mandiri ~ SGD 600.000.000
$SGD 120.000
103.000 Piutang Dagang
103.001 Piutang Dagang ~ IDR 125.000.000
103.002 Piutang Dagang ~ SGD 115.000.000
$SGD 23.000
104.000 Persediaan Barang Dagang
Persediaan Barang Dagang 1.688.070.000
105.000 Biaya Dibayar Dimuka
105.001 Sewa Dibayar Dimuka 0
105.002 Asuransi Dibayar Dimuka 0
106.000 Aktiva Tetap
106.001 Bangunan / Gedung 415.200.000
106.002 Akum. Penyusutan Gedung 54.400.000
106.003 Kendaraan 240.000.000
106.004 Akum. Penyusutan Kendaraan 53.750.000
106.005 Peralatan Kantor 360.000.000
106.006 Akum. Peny. Peralatan Kantor 81.725.000
200.000 Pasiva
200.100 Hutang Jangka Pendek
201.000 Hutang Dagang
201.001 Hutang Dagang ~ IDR 185.650.000
201.002 Hutang Dagang ~ SGD 95.650.000
$SGD 19.130
202.000 Hutang Lain – lain
202.001 Hutang Karyawan 11.500.000
202.002 Hutang Lain - lain 24.560.000
203.000 Pendapatan Diterima
Dimuka
203.001 Sewa Diterima Dimuka 15.000.000
210.000 Hutang Jangka Panjang
210.001 Hutang Obligasi 0
210.002 Hutang Bank 677.730.000
300.000 Modal
300.001 Modal 2.645.000.000
300.002 Laba/Rugi Ditahan 1.669.305.000
300.003 Laba/Rugi Bulan Berjalan 0
400.000 Penghasilan Usaha
400.001 Penjualan
400.002 Potongan Penjualan
500.000 Biaya Operasional
500.001 Pembelian
500.002 Potongan Pembelian
500.003 Ongkos Angkut Pembelian
600.000 Biaya Administrasi & Umum
600.001 Biaya Gaji Karyawan
600.002 Biaya Tunjangan
600.003 Biaya Peralatan Kantor
600.004 Biaya Transportasi/Perjalanan
Dinas
600.005 Biaya Listrik
600.006 Biaya Air
600.007 Biaya Asuransi
600.008 Biaya Koran
600.009 Biaya Serba – Serbi
600.010 Biaya Sewa
600.011 Biaya Jamuan / Sumbangan
600.012 Biaya Iklan
600.013 Biaya Keamanan dan Kebersihan
600.014 Biaya Pemeliharaan Kantor
600.015 Biaya Peny. Bangunan/Gedung
600.016 Biaya Peny. Kendaraan
600.017 Biaya Peny. Peralatan Kantor
700.000 Pendapatan Diluar Usaha
700.001 Pendapatan Jasa Giro
700.002 Pendapatan Lain – Lain
700.003 Laba/Rugi Selisih Kurs
801.000 Biaya Diluar Usaha
801.001 Biaya Bunga
801.002 Biaya Lain – Lain
888.888 Selisih Persediaan Barang Dagangan
999.999 Ikhtisar Laba/Rugi
TOTAL 5.514.270.000 5.514.270.000

6. Jelaskan dan beri contoh cara yang bisa dipakai untuk menyusun kode rekening!
Jawab:
Kode rekening harus disusun secara konsisten. Ada beberapa cara yang dapat digunakan
dalam memberikan kode yaitu dengan angka, huruf ataupun kombinasi keduanya. Tidak
memandang cara mana yang digunakan, kode yang digunakan harus dapat memenuhi
syarat sebagai berikut:
a. Memungkinkan adanya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode.
b. Harus mudah diingat.
c. Memudahkan bagi pihak yang menggunakan.

Metode pemberian kode rekening yaitu:


1. Kode Angka Atau Alphabet Urut (Numerical Or Alphabetic – Sequence Code)
Dalam metode ini, rekening buku besar diberi kode angka atau huruf yang berurutan.
Kelemahan metode ini adalah jika terjadi perluasan jumlah rekening, hal ini akan
mengakibatkan perubahan menyeluruh terhadap kode rekening yang mempunyai kode
angka yang lebih besar, contoh kode angka urut:
1. Kas dan bank.
2. Investasi sementara.
3. Piutang.
4. Cadangan kerugian piutang.
5. Dll.
Pemberian kode dengan kode angka urut mempunyai karakteristik:
1. Rekening diberi kode dengan angka urut, dari angka kecil ke angka besar.
2. Jumlah angka (digit) dalam kode tidak sama. Rekening dengan kode 1 sampai 9
memiliki 1 angka dalam kode rekeningnya, sedangkan rekening dengan kode 10
sampai dengan 99 memiliki 2 angka , sedangkan rekening dan kode 100 sampai
999 memiliki 3 angka dalam kode rekeningnya,dan seterusnya.
3. Perluasan klasifikasi pada suatu rekening akan mengakibatkan perubahan kode
semua rekening yang kodenya lebih besar dari kode rekening yang mengalami
perluasan. Sebagai contoh, jika rekening 21 Beban yang ditangguhkan dalam
daftar rekening diatas dirinci lebih lanjut menjadi 3 rekening : 21 Beban
organisasi,22 Rugi Trial-Run,dan 23 Beban Promosi, maka rekening-rekening
yang sebelumnya berkode diatas rekening yang dipecah tersebut (kode 22 dan
selanjutnya) semuanya akan mengalami perubahan kode.

2. Kode Angka Blok (Block Numerical Code)


Dalam metode pemberian kode ini, rekening buku besar dikelompokkan menjadi
beberapa golongan dan setiap golongan disediakan satu blok angka yang berurutan
untuk memberi kodenya. Penggunaan Kode Angka Blok ini dapat mengatasi
kelemahan Kode Angka urut, yang jika terjadi perluasan klasifikasi pada suatu
rekening mengakibatkan perubahan kode semua rekening yang kodenya lebih besar
dari kode rekening yang mengalami perluasan.
Untuk menghadapi kemungkinan perluasaan rekening, dalam setiap blok angka
disediakan angka cadangan perluasan,sehingga perluasaan kode rekening hanya akan
mempengaruhi pemberian kode rekening dalam blok yang bersangkutan.
Contoh Kode Angka Blok adalah sebagai berikut :
Rekening buku besar digolongkan menjadi golongan dan setiap golongan disediakan
satu blok angka yang berurutan :
1-24 Aktiva Lancar 25-39 Investasi Jangka Panjang
40-69 Aktiva Tetap Berwujud 70-79 Aktiva Tidak Berwujud
80-99 Aktiva Lain-lain 100-124 Utang Lancar
125-129 Utang Jangka Panjang 130-139 Modal
140-169 Pendapatan Penjualan 170-199 Harga Pokok Penjualan
200-299 Biaya Produksi 300-349 Biaya Administrasi dan Umum
350-399 Biaya Pemasaran 400-449 Penghasil Di Luar Usaha
450-499 Biaya Di Luar Usaha 500 Rugi – Laba
Pemberian kode dengan Kode Angka Blok ini memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. Rekening diberi kode dengan blok angka yang berurutan, dari angka kecil ke
angka besar.
2. Jumlah angka (digit) dalam kode tidak sama. Rekening berkode angka dalam blok
sampai dengan 9 memiliki 1 angka dalam kodenya. Dalam blok 10 sampai dengan
99 memiliki 2 angka dalam kodenya, dan yang dalam blok 100 sampai dengan
999 memiliki 3 angka dalam kodenya, dan seterusnya.
3. Perusahaan klasifikasi pada suatu rekening ditampung dengan menyediakan angka
cadangan dalam setiap blok yang diperkirakan akan mengalami perluasan
klasifikasi. Sebagai contoh, untuk klasifikasi rekening Utang Jangka Panjang
disediakan angka 125 sampai dengan 129, karena diperkirakan jumlah rekening
yang termasuk dalam klasifikasi ini tidak akan lebih dari 5 rekening, Untuk
sementara baru 3 angka yang dipakai untuk memberi kode , yaitu angka 125,126,
dan 127 Angka 128 dan 129 disediakan untuk menampung perluasan klasifikasi
utang jangka panjang, yang diperkirakan oleh analisis sistemnya tidak lebih dari 2
rekening tambahan. Jika misalnya analisis sistem memperkirakan kemungkinan
tambahan rekening akibat perluasan klasifikasi utang jangka panjang berjumlah
10 rekening, maka blok angka yang disediakan untuk klasifikasi utang jangka
panjang adalah 125 sampai dengan 139, bukan hanya 125 sampai dengan 129.

3. Kode Angka Kelompok (Grup Numerical Code)


Terbentuk dari dua atau lebih subcodes yang dikombinasikan menjadi satu kode.
Kode Angka Kelompok ini mempunyai Karakteristik sebagai berikut :
1. Rekening diberi Kode angka atau kombinasi angka dan huruf.
2. Jumlah angka dan /atau huruf dalam kode mempunyai arti tertentu.
3. Posisi angka dan /atau huruf dalam kode mempunyai arti tertentu.
4. Perluasan Klasifikasi dilakukan dengan memberi cadangan angka dan / atau huruf
ke kanan.
Sebagai contoh adalah pemakaian Kode Angka Kelompok untuk memberi kode
rekening biaya guna menghasilkan informasi biaya yang menggambarkan :
1. Hubungan biaya dengan pusat pertanggungjawaban dalam perusahaan , yang
dibagi menurut hirarkhi berikut ini : Direksi, Departemen, Bagian
2. Jenis Biaya
Berdasarkan data tersebut di atas dapat ditentukan bahwa jumlah angka dalam kode
adalah 5, dengan rincian 3 angka pertama untuk menunjukkan hubungan biaya dengan
struktur organisasi (ada 3 jenjang organisasi), dan 2 angka sisanya untuk
menunjukkan jenis biaya (karena jumlah jenis biaya diperkirakan tidak akan lebih dari
100, sehingga hanya diperlukan 2 angka saja).
Rincian jenis biaya beserta kodenya adalah sebagai berikut :
01 Biaya bahan baku
02 Biaya bahan penolong
03 Biaya bahan bakar
04 Biaya suku cadang
05 Biaya upah
06 Biaya kesejahteraan karyawan
07 Biaya asuransi tenaga kerja
08 Biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap
09 Biaya depresiasi aktiva tetap
10 Biaya asuransi aktiva tetap
11 Biaya akuntan dan konsultan
12 Biaya iklan
13 Biaya pembungkus
14 Biaya telepon dan telegraf
15 Biaya lain-lain
Berdasarkan kode tersebut di atas, biaya asuransi tenaga kerja yang dikeluarkan oleh
Bagian Pulp diberi kode 21107.
Biaya bahan bakar yang dikonsumsi oleh Bagian Listrik dan Air dicatat dalam
rekening yang berkode 22203.

4. Kode Angka Decimal (Decimal Code)


Desimal berarti persepuluhan. Kode Angka Desimal memberi kode angka terhadap
klasifikasi yang membagi kelompok menjadi maksimum 10 sub kelompok dan
membagi subkelompok menjadi maksimum 10 golongan yang lebih kecil dari
subkelompok tersebut. Sebagai contoh adalah sebagai berikut :
I. Persediaan
1. Persediaan Suku Cadang
2. Persediaan Bahan Penolong
3. Persediaan Bahan Baku
4. Persediaan Lain-Lain
Pemberian kode dengan Kode Angka Desimal ini memiliki karakteristik sebagai
berikut :
a. Rekening diberi dengan angka yang berurutan, dari angka kecil ke angka besar.
b. Jumlah angka (digit) dalam kode tidak sama. Klasifikasi besar memiliki jumlah
angka yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan klasifikasi rinciannya.
c. Perluasan klasifikasi pada suatu rekening dilakukan dengan maksimum
pemecahan tidak lebih dari 10. Pemberian kode perluasannya dilakukan dengan
menambahkan 1 angka di sebelah kanannya.

5. Kode Angka Urut Didahului Dengan Huruf (Numerical Sequence Preceded By


An Alphabetic Reference)
Metode ini menggunakan kode berupa kombinasi angka dan Huruf. Setiap rekening
diberi kode angka yang di mukanya dicantumkan huruf singkatan kelompok rekening
tersebut. Misalnya : AL 101, ATL 112, MO 245
AL merupakan singkatan dari aktiva lancar, ATL singkatan aktiva tidak lancar , dan
MO singkatan dari modal.
3 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Merancang Kode Rekening
Dalam merancang kerangka kode rekening, berbagai pertimbangan berikut ini perlu
diperhitungkan :
1. Rerangka kode harus sesuai logis memenuhi kebutuhan pemakai dan metode
pengolahan data yang digunakan. Kode sembarang, seperti SSR untuk
menunjukkan Sempati Air dalam kode penerbangan, membingungkan para
penumpang pesawat.
2. Setiap kode harus mewakili secara unik unsur yang diberi kode. Kode untuk
rekening piutang kepada Risa Rimendi harus hanya menunjukkan rekening
debitur tersebut, bukan debitur yang lain.
3. Desain kode harus mudah disesuaikan dengan tuntutan perubahan. Jika struktur
kode harus diubah setiap kali menghadapi tuntutan perubahan, hal ini akan
memerlukan biaya perubahan dan membingungkan pemakai
Kasus dan Latihan:

1. Berdasar contoh kode rekening yang ada di The Legend Hotel, maka buatkan master
perkiraan tersebut pada program MYOB Accounting atau Accurate.
Jawab:
https://forum-ukm.blogspot.com/2017/01/daftar-nama-dan-kode-rekeningakun-
dalam.html?m=1
Kode Rekening The Legend Hotel
ASET
AKTIVA LANCAR
100 Kas
101 Kas Kecil
102 Bank A
103 Kas dalam USD
104 Deposito Berjangka
110 Investasi Jangka Pendek /Marketable Securities
111 PT MMN
112 PT KBL
120 Piutang
121 Rekening Tamu
122 City Ledgers
1. Kartu Kredit
2. Perusahaan
3. Pemerintah
123 Paid – out
124 Antarperusahaan
125 Pemilik (holding company)
126 Piutang Lain – lain
130 Notes Receivables
131 Piutang dari Pemilik
132 Lain - lain
140 Persediaan
141 Makanan
142 Minuman Keras (liquor)
143 Minuman Ringan dan Bir
144 Anggur
145 Material dan Supplies
146 Gas LPG
147 Alat Tulis Kantor
148 Lain – lain
150 Pembayaran di Muka
151 Pembayaran Di Muka Asuransi
152 Pembayaran Di Muka Pajak
153 Pembayaran Di Muka Kontrak/Sewa
154 Pembayaran Bunga
155 Pembayaran Di Muka Lain – Lain
AKTIVA JANGKA PANJANG (AKTIVA TETAP)
160 Piutang Jangka Panjang
165 Investasi Jangka Panjang
170 Property and Equipment
1. Tanah
2. Gedung dan Perlengkapan Gedung
3. Furniture and Fixtures
4. Mesin dan Peralatan
5. Perlengkapan Data Processing
6. Kendaraan Hotel
7. Tembikar
8. Glassware
9. Silverware
10. Lena
11. Pakaian Seragam
190 Aktiva Tetap Lain – Lain
191 Security Deposit
192 Biaya Prapembukuan
UTANG
UTANG LANCAR
200 Utang
1. Utang Dagang
2. Utang Gaji dan Upah
3. Utang Jasa Layanan
4. Utang Pajak Pembangunan I
5. Utang Pajak Penghasilan Badan
6. Utang Deviden
7. Utang Antarperusahaan
8. Utang Pajak Atas gaji dan Upah
9. Utang Jamsostek
10. Utang pajak Bumi dan Bangunan
11. Pendapatan Diterima Lebih Dahulu
220 Uang Muka (advance deposit)
221 Uang Muka Pemesanan Kamar
222 Uang Muka Pesta Perjamuan
230 Utang yang Diperhitungkan
231 Gaji dan Upah
232 Telepon dan Faksimile
233 Listrik
234 PDAM
235 Gas LPG
236 Porsi Utang Jangka yang Jatuh Tempo
UTANG JANGKA PANJANG
250 Utang Jangka Panjang
251 Utang Hipotek
252 Utang Antar Perusahaan
260 Akumulasi Penyusutan, Penyisihan, dan Amortisasi
1. Gedung dan Perlengkapan Gedung
2. Furniture and Fixture
3. Mesin dan Peralatan
4. Perlengkapan Data Processing
5. Kendaraan
6. Tembikar
7. Glassware
8. Silverware
9. Lena
10. Pakaian Seragam
11. Piutang Ragu – Ragu
12. Dana Pensiun
13. Tunjangan Hari Raya/Jasa Produksi
14. Amortisasi Biaya Prapembukuan
MODAL
UNTUK PERSEROAN TERBATAS (PT)
300 MODAL
310 Modal Pemilik / Sekutu
320 Prive Pemilik / Sekutu
330 Laba Yang Ditahan
331 Rugi – Laba tahun Berjalan
332 Laba yang Belum Didistribusikan
PENDAPATAN
400 Pendapatan Kamar
401 Transient – Regular
402 Konvensu – Group
403 Day – Use
410 Pendapatan Lain – Lain
411 Penyesuaian Pendapatan
420 Pendapatan Makanan
421 Restoran A
422 Room Service
423 Pendapatan Lain
424 Penyesuaian Pendapatan
430 Pendapatan Minuman
431 Restoran A
432 Bar A
433 Pendapatan Lain
434 Penyesuaian Pendapatan
440 Telekomunikasi (Telepon, Faksimile, dan Internet)
441 Lokal
442 SLJJ
443 Internasional
444 Internet
445 Faksimile
446 Penyesuaian Pendapatan
450 Pendapatan Binatu
451 Binatu – Tamu
452 Dry Cleaning
453 Penyesuaian Pendapatan
460 Penyewaan Ruangan
461 Ruangan Kantor
462 Ruangan Pertokoan
470 Pendapatan Lain – Lain
471 Komisi
472 Penjualan Barang Bekas
BIAYA DAN HARGA POKOK
BIAYA OPERASIONAL DEPARTEMEN
510 Kamar – Kantor Depan
511 Gaji dan Upah
512 Pemesanan Kamar
513 Komisi
514 Pakaian Seragam
515 Kesejahteraan Karyawan
516 Alat Tulis Kantor
517 Biaya Lain
520 Kamar – Tata Graham
521 Gaji dan Upah
522 Tembikar dan Gelas
523 Pakaian Seragam
524 Lena
525 Kesejahteraan Karyawan
526 Bahan Pembersih
527 Alat Tulis Kantor
528 Biaya Lain
530 Harga Pokok Makanan dan Minuman
531 Harga Pokok Makanan Konsumsian
532 Penyesuaian Untuk Harga Pokok Makanan Konsumsian
533 Harga Pokok Minuman Konsumsian
534 Penyesuaian Harga Pokok Minuman Konsumsian
540 Makanan dan Minuman
1. Gaji dan Upah
2. Tembikar (Chinaware) dan Gelas (Glassware)
3. Pakaian Seragam
4. Lena
5. Kesejahteraan Karyawan
6. Bahan Pembersih
7. Peralatan dari Perak
8. Binatu Untuk Lena
9. Pertunjukkan Music
10. Gas LPJ
11. Alat Tulis Kantor
12. Biaya Pemeliharaan Peralatan
550 Telekomunikasi (Telepon, Faksimile, dan Internet)
551 Gaji dan Upah
552 Pakaian Seragam
553 Kesejahteraan Karyawan
554 Alat Tulis Kantor
555 Biaya Telepon dan Internet
565 Biaya Pemeliharaan Peralatan
560 Biaya Binatu dan Dry Cleaning
561 Gaji dan Upah
562 Pakaian Seragam
563 Kesejahteraan Karyawan
564 Alat Tulis Kantor
565 Biaya Bahan Kimia
570 Biaya Kolam Renang
571 Gaji dan Upah
572 Pakaian Seragam
573 Kesejahteraan Karyawan
574 Alat Tulis Kantor
575 Biaya Listrik
576 Biaya Pemeliharaan Peralatan
577 Biaya Bahan Dipakai Habis Untuk Kolam Renang
BIAYA OPERASIONAL TIDAK TERDISTRIBUSIKAN
610 Biaya Pemrosesan Data (Data Processing)
611 Gaji dan Upah
612 Pakaian Seragam
613 Kesejahteraan Karyawan
614 Alat Tulis Kantor
615 Pemeliharaan Hardware
616 Pemeliharaan Software
617 Biaya Lain
620 Biaya Sumber Daya Manusia
621 Gaji dan Upah
622 Pakaian Seragam
623 Kesejahteraan Karyawan
624 Alat Tulis Kantor
625 Biaya Kesehatan
626 Biaya Hubungan Industrial
627 Biaya Perekrutan
628 Biaya Pelatihan
629 Biaya Transportasi
630 Biaya Administrasi dan Umum
1. Gaji dan Upah
2. Pakaian Seragam
3. Kesejahteraan Karyawan
4. Alat Tulis Kantor
5. Biaya Komisi Kartu Kredit
6. Sumbangan
7. Biaya Asuransi Umum
8. Biaya Penagihan Kartu Kredit
9. Biaya Over/Short
10. Biaya Rapat
11. Biaya Perjalanan dan Perjamuan
12. Biaya Penyisihan Piutang Ragu – Ragu
13. Biaya Tenaga Professional
640 Biaya Pemasaran
1. Gaji dan Upah
2. Pakaian Seragam
3. Kesejahteraan Karyawan
4. Alat Tulis Kantor
5. Biaya Komisi
6. Biaya Pencetakan Grafis Untuk In-house
7. Biaya Surat – Menyurat
8. Biaya Advertesi
9. Biaya Iuran Pemasaran
10. Biaya Sales Calls
11. Biaya Cetakan Untuk Promosi
650 Biaya Pemeliharaan dan Energy
1. Gaji dan upah
2. Pakaian seragam
3. Kesejahteraan karyawan
4. Alat tulis kantor
5. Pemeliharaan gedung
6. Peralatan listrik dan mekanik
7. Tirai dan konden
8. Pemeliharaan taman
9. Peralatan teknik
10. Pemeliharaan tangga berjalan dan elevator
11. Pemeliharaan mebeler
12. Pengecatan dan dekorasi ulang
13. Penanganan limbah dapur
14. Pembasmi hama
15. Bahan dipakai habis pemeliharaan
16. Premium, solar, oli
17. Gas
18. Listrik
19. Air
20. Biaya lain
BEBAN TETAP
700 Management Fees
710 Biaya Sewa atau Leasing
711 Tanah
712 Gedung
713 Peralatan
714 Peralatan Telepon
715 Peralatan Data Processing
716 Lisensi Software
717 Kendaraan
720 Pajak
721 Pajak Bumi dan Bangunan
722 Pajak Penghasilan Badan
723 Pajak lainnya
730 Biaya Asuransi
731 Gedung dan perelengkapan gedung
732 Kendaraan hotel
733 Asuransi lainnya
740 Biaya Bunga
741 Bunga Kredit Jangka Panjang
742 Bunga Lainnya
750 Depresiasi Amortisasi dan Penyisihan
1. Gedung dan perlengkapan gedung
2. Mesin dan peralatan
3. Perlengkapan data processing
4. Kendaraan
5. Furniture and fixtures
6. Tembikar
7. Glassware
8. Silverware
9. Lena
10. Pakaian seragam
11. Leasing modal
12. Amortisasi biaya prapembukaan
770 Rugi/Laba Penjualan Aktiva Tetap
790 Pajak Atas Gaji, Upah dan Kesejahteraan Karyawan
791 Gaji dan upah
792 Jamsostek
793 Dana pensiun
794 Makanan dan minuman karyawan
795 Pakaian seragam
796 Tunjangan hari raya/jasa produksi
797 Tunjangan kesehatan
798 Pajak lainnya

2. Presentasikan hasil pembuatan master perkiraan tersebut dalam program MYOB


Accounting atau Accurate!
Jawab:
Keterangan :
1. Buka aplikasi MYOB dan klik Create
2. Pengisian data perusahaan
3. Mengisi periode akuntansi yang akan digunakan oleh perusahaan seperti tahun,
bulan dan jumlah periode
4. Menampilkan informasi akuntansi sesuai dengan peraturan yang telah ada
5. Klik kotak “I would like to import to list of account provided by my accountant
ofter I’m done creating my company file “
6. Akan tampil jendela informasi lokasi file penyimpanan file, jika ingin megubah
lokasi penyimpanan file maka klik :Change , jika tidak bisa langsung next
7. Setelah itu langsung klik “command center” lalu lalu akan muncul menu utama
dari MYOB
8. Klik “ file – import data – Account – Account Information – Muncul “ Duplicate
Record- ganti Update Existing Record – continue – Pilih file-open - Pilih Import-
Ok
9. Klik Account- account list- klik new – kemudian ketik no perkiraan pada account
number selanjutnya isi name account –ok

3. Analisis kelemahan dan kekurangan dari pembuatan master kode rekening berdasarkan
program MYOB Accounting atau Accurate
Jawab:
MYOB accounting mempunyai keunggulan dan juga kekurangan yaitu:
Keunggulan MYOB:
1. Kemudahan penggunaannya, artinya pengguna dapat mempergunakannya walaupun
yang bersangkutan tidak memiliki latar belakang pembukuan sama sekali.
2. Accounting Power, sehingga pengelolaan informasi dengan menggunakan software
ini cukup dapat diandalkan.
3. Feature Job dan Category yang dapat digunakan untuk pengelolaan proyek.
4. Departementalisasi
5. Proses instalasi dan maintenance yang murah
6. Tenaga kerja yang paham MYOB cukup banyak
7. Dapat digunakan untuk memantau 3 tahun periode pembukuan
8. Nilai investasi yang relative murah
9. Jangka waktu implementaso yang relative cepat

Kekurangan MYOB:
1. Database MYOB merupakan database yang dikunci, pengguna tidak dapat melakukan
modifikasi laporan, modifikasi field, sehingga customization apabila diperlukan sulit.
2. MYOB merupakan software buatan luar negeri sehingga tidak ada fitur perpajakan
didalamnya.
3. Tidak ada module fixed assets, sehingga apabila perusahaan memerlukan modul
untuk mengelola assets yang dimiliki maka tidak dapat dipenuhi
4. Kelemahan Multi Warehouse yang mangakibatkan pengelolaan atas barang
konsinyasi relative sulit dikelola di dalam MYOB
5. Tidak dapat digunakan untuk mengelola perusahaan dengan multi company, artinya
laporan konsolidasi tidak dapat diharapkan dapat dibuat dengan menggunakan
MYOB.

Anda mungkin juga menyukai