Anda di halaman 1dari 5

ASAM KARBOKSILAT POLIFUNGSIONAL

A. Keasaman Asam-Asam Dwibasa


Suatu asam dwibasa ialah asam yang bereaksi dengan dua ekivalen basa (1,0 mol asam bereaksi
dengan 2,0 mol basa). Istilah asam diprotic (dua proton yang bersifat asam) mungkin merupakan
istilah yang lebih tepat.
Dengan asam dwi-basa apa saja (anorganik maupun organic), ion hydrogen yang pertama lebih
mudah dibuang daripada yang pertama. Jadi, 𝐾1 (tetapan keasaman untuk ionisasi 𝐻 + pertama)
lebih besar daripada 𝐾2 (tetapan untuk ionisasi 𝐻 + kedua), dan harga 𝑝𝐾1 lebih kecil daripada
𝑝𝐾2 selisih antara 𝑝𝐾1 dan 𝑝𝐾2 berkurang bila jarak antara gugus-gugus karboksilat bertambah
besar.

- +
HO 2 CCH 2 CO 2 H + H2 O HO 2 CCH 2 CO 2 + H3 O
asam malonat
pK1 = 2,83

- - O CCH CO - +
HO 2CCH 2 CO 2 + H2 O 2 2 2 + H3 O
pK2 = 5,69

B. Pembentukan Anhidrida oleh Asam Dwibasa

Anhidrida asam karboksilat mempunyai struktur dua molekul asam karboksilat yang digabung menjadi
satu dengan melepaskan air.
O O

RC OH HO CR

dua asam karboksilat suatu anhidrida


O O
RC O CR

O O

RC OH HO CR

Meskipun sepintas lalu kelihatan masuk akal, memanaskan sebagian besar asam karboksilat untuk
melepaskan air tidak menghasilkan anhidrida. Kekecualian ialah asam dikarboksilat yang dapat membentuk
anhidrida siklik beranggota –lima atau –enam. Dwiasam ini menghasilkan anhidrida bila dipanaskan sampai
200-300°C, namun kondisi yang lebih lembut dapat digunakan jika ditambahkan anhidrida asetat.
Anhidrida asetat bereaksi dengan dwiasam untuk membentuk anhidrida siklik dan asam asetat. Penyulingan
asam asetat mendorong reaksi menjadi lengkap (Fessenden, 1982).

Anhidrida alifatik yang penting adalah anhidrida asetat. Kurang lebih satu juta ton diproduksi setiap
tahunnya, terutama untuk menghasilkan asam asetat dari reaksinya dengan alkohol. Penggunaan lain adalah
dalam pembuatan selulosa asetat dan aspirin.

Asam anhidrida lebih reaktif dibandingkan ester, tetapi reaksinya dengan nukleofil kurang reaktif
dibandingkan asil halida. Beberapa reaksi anhidrida asetat yang khas adalah

O O
OH H
H3C C OH + H3C C OH

O O O O
RO H
H3C C O C CH3 H3C C OR + H3C C OH
o
anhidrida asetat td 139,5 C
O O
H2N H
H3C C NH2 + H3C C OH
Air menghidrolisis anhidrida kembali menjadi asam. Reaksinya dengan alkohol menghasilkan ester,
sedangkan dengan ammonia menghasilkan amida. Dalam setiap reaksi, selalu dihasilkan satu ekivalen
asam (Harold Hart, 1983).

O O
O O O
H2C C OH
+ H3C C O C CH3 O
+ 2 H3C
H2C C OH OH
anhidrida asetat
asam aset at
O O
asam suksinat
anhidrida asetat (95%)

C. Dekarboksilasi asam β-keto dan β-dwiasam

Memanaskan sebagian besar asam karboksilat dengan begitu saja tidak akan menghasilkan sesuatu raksi
kimia. Namun suatu asam karboksilat dengan suatu gugus β-karbonil akan mengalami dekarboksilasi
(kehilangan CO2) bila dipanaskan. (Temperature tergantung menurut keperluan masing-masing senyawa).

Umum:

O O O
kalor
RC CH2 COH RC CH3 + CO 2
suatu asam β-keto suatu keton

O O O
kalor
CH 3C CH2 COH CH 3 C CH3 + CO 2
+
H CO 2H NH3
NH4 Cl
NH3 + C C
180
O2 C CHCH 2 CO 2H
HO2C H asam aspartat
asam fumarat
Dekarboksilasi berlangsung lewat suatu keadaan transisi siklik:

Perhatikan bahwa keadaan transisi siklik memerlukan hanya suatu gugus karbonil beta terhadap gugus
karboksil. Gugus karbonil ini tidak memerlukan suatu gugus keto. Suatu β-dwiasam juga mengalami
dekarboksilasi bila dipanaskan. Dekarboksilasi asam-asam malonat tersubstitusi adalah penting
khususnya dalam sintesis organik.

O O O
kalor
H CO CH COH H3CH 2 CH 2 C COH + CO 2
CH 2CH 3 asam butanoat
asam etilmalonat

Beberapa asam α-karbonil, seperti asam oksalat, dapat juga menjalani dekarboksilasi. Dekarboksilasi
asam α-keto lazim dalam system biologis dalam mana reaksi dikatalis oleh enzim.

O O o
150
COH COH HCO2H + CO2
asam oksalat asam format

O O O
enzim
CCH3 COH CHCH3 + CO2
asam piruvat asetaldehida

terbentuk dalam

metabolisme glukosa

(Fessenden, 1982)

D. Asam Karboksilat takjenuh-α,β


Suatu ikatan rangkap terpencil (terisolasi) dalam suatu asam karboksilat takjenuh bersifat bebas
(tidak bergantung) pada gugus karboksil. Namun, suatu ikatan rangkap terkonjugasi dan gugus
karboksil, dapat bereaksi adisi-1,4. Reaksi-reaksi ini berlangsung dengan cara yang sama seperti
aldehida atau keton tak jenuh-α,β.
.. .. -
:O :O :
..
:C N: + H2C CH C OH NCH 2 CHC COH ..

..
:O
.. -
NCH 2 CH 2 C CO.. :

+
H CO 2 H NH3
.. NH 4 Cl
NH3 + C C
180
O2 C CHCH 2 CO 2 H
HO 2 C H asam aspart at
asam fumarat

Anda mungkin juga menyukai