Anda di halaman 1dari 9

Bagian Pertama: Dasar-Dasar Komunikasi Bisnis

Bab 1 Memahami Komunikasi Bisnis


Pokok bahasan
A. Pengertian Komunikasi Bisnis
B. Bentuk Dasar Komunikasi
C. Proses Komunikasi
D. Munculnya Kesalahpahaman Komunikai
E. Bagaimana Memperbaiki Komunikasi

Tujuan pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini mahasiswa dapat:
• Menjelaskan pengertian komunikasi bisnis
• Membedakan komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal
• Menjelaskan proses terjadinya komunikasi
• Mengidentifikasi sebab-sebab munculnya kesalahpahaman dalam komunikasi
• Menjelaskan dan memperbaiki komunikasi
• Menjelaskan dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi

Pendahuluan
Dalam dunia bisnis, komunikasi merupakan salah satu faktor penting dalam usaha pencapaian
tujuan organisasi. Secara garis besar, ada dua bentuk komunikasi yang paling mendasar yaitu
komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Komunikasi verbal berkaitan dengan
komunikasi yang dilakukan secara tertulis dan lisan. Sedangkan komunikasi nonverbal
berkaitan dengan komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan bahasa isyarat, simbol,
seragam, ekspresi wajah, lambang perusahaan, jarak saat berbicara dan warna.

Ada lima tahap proses terbentuknya komunikasi yang perlu diperhatikan yaitu: ide atau
gagasan, mengubah ide ke dalam sebuah pesan, menyampaikan pesan, menerima pesan,
menafsirkan pesan dan kemudian memberikan respon yang dilanjutkan dengan umpan balik
sebagai sebagai tanda bahwa pesan tersebut dapat dimengerti oleh penerima pesan.

Dalam komunikasi sering muncul kesalahpahaman dalam mengembangkan pesan, dalam


menyampaikan pesan, dalam menerima pesan, maupun dalam menafsirkan sebuah pesan.
Kesalahpahaman ini dapat diatasi dengan memperhatikan persepsi lawan bicara, ketepatan
penyampaiannya, kredibilitas pengirim pesan, dan kemampuan pengendalian pesan.

A. Pengertian Komunikasi Bisnis

Menurut Himstreet dan Baty dalam Business Communications: Principles and Methods,
Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui suatu sistem
yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol, sinyal-sinyal, maupun perilaku atau tindakan.
Komunikasi menurut Bovee, adalah Suatu proses pengiriman dan Penerimaan pesan.

Dalam dunia praktis dikenal antara lain komunikasi antar pribadi, komunkasi lintas budaya,
dan komunikasi bisnis.

1
Komunikasi antarpribadi merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan oleh dua orang
atau lebih dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami kedua belah pihak dan
cenderung lebih fleksibel (luwes) dan informal.

Komunikasi lintas budaya merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan antar dua orang
atau lebih yang masing-masing memiliki budaya yang berbeda, misalnya karena perbedaan
geografis tempat tinggal. Komunikasi dapat terjadi pada tingat antardaerah, antarwilayah, dan
antarnegara

Komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup
berbagai macam bentuk komunikasi, baik verbal maupun nonverbal untuk mecapai tujuan
tertentu. Dalam dunia bisnis, komunikator harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik,
dan mampu menggunakan berbagai macam alat atau media komunikasi untuk menyampaikan
pesan-pesan bisnis kepada pihak lain secara efektif dan efisien agar tujuan bisnis yang
diinginkan mampu dicapai. Komunikator harus paham cara menyusun kata-kata sehingga
membentuk arti atau makna, bisa mengajak peserta/audiens berperan aktif dalam diskusi,
menyelipkan humor untuk menghidupkan suasana, mengatur ruangan untuk diskusi, dan
memilih media komunikasi yang tepat baik lisan aupun tulisan. Komunikator juga harus bisa
menggunakan gerakan-gerakan isyarat atau bahasa tubuh untuk memperkuat penyampaian
pesan bisnis.

Beberapa perbedaan Komunikasi Antarpribadi dengan Komunikasi Bisnis


Uraian Komunikasi Antarpribadi Komunikasi Bisnis
Orientasi/tujuan Kepentingan pribadi Kepentingan bisnis
Pokok bahasan Masalah pribadi Masalah bisnis
Bahasa yang digunakan Informal, bahasa campuran Formal, baku
Format penulisan Tdk standar, feksibel Standar
Gaya penulisan Tidak standar Standar
Kertas surat yang digunakan Tanpa kop surat/ kepala surat Dengan kop surat/ kepala surat
Stempel/cap Tanpa stempel Dengan stempel
Contoh Surat Keluarga Surat bisnis

B. Bentuk Dasar Komunikasi

Pada dasarnya ada dua bentuk dasar komunikasi dalam dunia bisnis yaitu: komunikasi verbal
dan komunikasi nonverbal.

Written v.s. Oral Communications


Written Oral
Tangible, Verifiable, More permanent, More precise, More Less secure, Known receipt, Quicker response, Consumes
care is taken with the written word less time, Quicker feedback

Komunikasi Verbal
Komunikasi Verbal merupakan salah satu bentuk komunikasi yang lazim digunakan dalam
dunia bisnis untuk menyampaikan pesan-pesan bisnis kepada pihak lain baik secara tertulis
(written) maupun lisan (oral). Bentuk komunikasi verbal ini memiliki struktur yang teratur
dan terorganisasi dengan baik, sehingga tujuan pencapaian pesan-pesan bisnis dapat tercapai
dengan baik. Contohnya: membuat dan mengirim surat teguran kepada nasabah yang
menunggak pembayarannya, membuat dan mengirim surat penawaran harga barang kepada
pihak lain, membuat dan mengirim surat konfirmasi barang kepada pelanggan, membuat dan
mengirim surat pemesan barang (order) kepada pihak lain, berdiskusi dalam suatu tim kerja

2
(teamwork), melakukan wawancara kerja dengan para pelamar kerja, mengadakan briefing
dengan staf karyawan, dan melakukan presentasi proposal pengembangan perusahaan.

Penyampaian pesan-pesan bisnis dapat dilakukan secara tertulis dan atau lisan. Sedangkan
penerimaan pesan-pesan bisnis dapat dilakukan melalui bacaan dan pendengaran.

a. Berbicara dan menulis


Pesan bisnis secara lisan lebih sering digunakan daripada pesan tertulis, alasannya karena
dianggap lebih mudah, praktis dan cepat dalam penyampainnya. Namun untuk pesanpesan
yang sangat penting dan kompleks lebih baik disampaikan secara tertulis.

b. Mendengar dan membaca


Orang yang terlibat dalam dunia bisnis cenderung menyukai memperoleh atau mendapatkan
informasi daripada menyampaikannya. Untuk itu mereka memerlukan keterampilan
mendengar dan membaca yang baik. Mendengar dan membaca memiliki pendekatan yang
sama yaitu: mencatat informasi, artinya seseorang harus fokus pada pembicaraanyang sedang
berlangsung dan bahan yang sedang dibacanya. Kedua, merupakan bagian penting dari proses
mendengar adalah menafsirkan dan menilai informasi. Lakukan penyaringan informasi,
kemudian mencari ide pokok, ide pendukung secara rinci untuk informasi yang penting dari
hasil penyaringan.

Komunikasi Nonverbal
Komunikasi nonverbal tentang berbagai macam perasaan orang, baik rasa senang, benci
cinta, rindu, maupun berbagai macam perasaan lainnya. Bentuk komunikasi nonverbal ini
memiliki sifat yang kurang terstruktur, sehingga sulit untuk dipelajari.

Merupakan bentuk komunikasi dengan menggunakan gerakan-gerakan tubuh (body


language) sebagai alat komunikasi. Contoh: Mengerutkan dahi untuk menunjukan sedang
berpikir keras, menggelengkan kepala untuk menunjukan tanda tidak setuju. Komunikasi
nonverbal sangat penting terutama yang berkaitan dengan penyampaian perasaan dan emosi
seseorang. Keterbatasan komunikasi nonverbal adalah tidak dapat digunakan untuk
membahas suatu kejadian masa lalu, ide, atau abstraksi, karena tidak bisa menggunakan
ekspresi wajah atau bahasa tubuh untuk menerangkannya.

Pentingnya Komunikasi Nonverbal


Menurut Thil Bovee dalam buku “Excellence in Business Communication”, tujuan
komunikasi Nonverbal adalah: Memberikan informasi; Mengatur alur suatu percakapan;
Mengekspresikan emosi; Memberi sifat melengkapi, menentang, atau mengembangkan
pesan-pesan verbal; Mengendalikan atau mempengaruhi orang lain; Mempermudah tugas-
tugas khusus, misalnya memberi contoh cara mengayunkan tongkat golf yang baik dan benar.

Komunikasi nonverbal memiliki pengaruh yang lebih besar daripada komunikasi verbal.
Salah satu keunggulan atau kebaikan komunikasi nonverbal adalah kesahihannya
(reliabilitas). Komunikasi nonverbal penting artinya terutama dalam menyampaikan perasaan
dan emosi, mendeteksi kecurangan atau kejujuran, serta sifatnya yang efesien.

Tujuan komunikasi nonverbal


Tujuan komunikasi nonverbal menurut Thil dan Bovee dalam Excellence in Business
Communications yaitu:
• Memberikan informasi
3
• Mengatur alur suatu percakapan
• Mengekspresikan emosi
• Memberi sifat melengkapi, menentang atau mengembangakn pesan-pesan verbal
• Mengendalikan atau mempengaruhi orang lain
• Mempermudah tugas-tugas khusus

C. Proses Komunikasi

Menurut Bovee dan Thill dalam buku Business Communication Today proses komunikasi
terdiri dari beberapa tahap, sebagai berikut:

Tahap Pertama: Pengirim mempunyai suatu ide atau gagasan


Sebelum proses penyampaian pesan dapat dilakukan, maka pengirim pesan harus
menyiapkan ide apa yang ingin disampaikan kepada pihak lain (audiens). Pesan adalah
rumusan berwujud dari gagasan yang dikirim kepada penerima. Persepsi adalah hal yang unik,
ide yang disampaikan seseorang mungkin akan ditafsirkan secara berbeda oleh orang lain.
Seorang komunikator yang baik harus dapat menyaring hal-hal yang tidak penting atau tidak
relevan, dan memusatkan perhatian pada hal-hal yang memang penting dan relevan. Dalam
dunia komunikasi, proses tersebut dikenal sebagai abstraksi (abstraction).

Tahap Kedua: Pengirim mengubah ide menjadi suatu pesan


Dalam suatu proses komunikasi, tidak semua ide dapat diterima atau dimengerti dengan
sempurna. Agar ide dapat diterima dan dimengerti secara sempurna, pengirim pesa harus
memperhatikan beberapa hal, yaitu subjek (apa yang ingin disampaikan), maksud (tujuan),
audiens, gaya personal, dan latar belakang budaya.

Tahap Ketiga: Pengirim menyampaikan pesan


Saluran komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan terkadang relative pendek,
namun ada juga yang cukup panjang. Panjang-pendeknya saluran komunikasi yang
digunakan akan berpengaruh terhadap efektivitas penyampaian pesan. Bila pesan yang
panjang disampaiakn secara lisan, pesan tersebut bisa bertentangan dengan pesan aslinya. Di
samping itu, dalam menyampaikan suatu pesan, berbagai media komunikasi dapat digunakan,
media tulisan maupun lisan. Oleh karena itu, perlu diperhatikan jenis atau sifat pesan yang
akan disampaikan. Selain itu, pengirim juga harus memilih simbol yang digunakan untuk
mengirim pesan.

Tahap Keempat: Penerima menerima pesan


Komunikasi antaraseseorang dengan orang lain akan terjadi, bila pengirim mengirimkan
suatu pesan dan penerima menrima pesan tersebut. Jika seseorang mengirim sepucuk surat,
komunikasi baru bisa terjalin bila penerima surat telah membaca dan memahami isinya.

Tahap Kelima: Penerima menafsirkan pesan


Setelah penerima menerima suatu pesan, tahap berikutnya adalah bagaimana ia dapat
manafsirkan pesan dan menerjemahkan simbol yang digunakan dalam pesan untuk
menginterpretasikan arti. Suatu pesan yang disampaikan pengirim harus mudah dimengerti
dan tersimpan di dalam benak pikiran si penerima pesan. Selanjutnya, suatu pesan baru dapat
ditafsirkan secara benar bila penerima pesan telah memahami isi pesan sebagaimana yang
dimaksud oleh pengirim pesan.

4
Tahap Keenam: Penerima memberi tanggapan dan mengirim umpan balik
kepada pengirim pesan
Umpan balik (feedback) adalah penghubung akhir dalam suatu proses komunikasi. Feedback
merupakan tanggapan penerima pesan yang memungkinkan pengirim untuk menilai
efektivitas suatu pesan. Setelah menerima pesan, penerima akan memberi tanggapan dengan
cara tertentu terhadap pengirim pesan.

Umpan balik memegang peranan penting dalam proses komunikasi, karena memberikan
kemungkinan bagi pengirim untuk menilai efektivitas suatu pesan. Selain itu, adanya umpan
balik dapat menunjukkan adanya faktor-faktor penghambat komunikai, misalnya perbedaan
latar belakang, perbedaan penafsiran kata-kata, dan perbedaan reaksi secara emosional.

D. Munculnya Kesalahpahaman Komunikasi

Tidak semua proses komunikasi itu dapat berjalan dengan lancar. Salah satu ketidaklancaran
proses komunikasi yang dilakukan adalah munculnya kesalahpahaman. Hal ini disebabkan
oleh adanya faktor-faktor penghambat komunikasi antara pengirim dan penerima pesan.
Faktor-faktor penghambat komunikasi tersebut dapat dikelompokkan ke dalam empat
masalah utama. Masalah tersebut adalah:

Masalah dalam mengembangkan pesan


Sumber masalah potensial dalam mengembangkan suatu pesan adalah dalam
memformulasikan suatu pesan. Masalah dalam mengembangkan suatu pesan dapat mencakup
antara lain munculnya keragu-raguan tentang isi pesan, kurang terbiasa dengan situasi yang
ada atau masih asing dengan audiens, adanya pertentangan emosional, atau kesulitan dalam
mengekspresikan ide atau gagasan.

Masalah dalam menyampaikan pesan


Komunikasi dapat juaga terganggu karena munculnya masalah dalam mendapatkan pesan
dari pengirim ke penerima. Masalah dalam penyampaian pesan yang paling jelas adalah
faktor fisik. Misalnya, pada saat menggunakan sound system terdapat sambungan kabel yang
kurang baik (antara tersambung dan tidak, sehingga muncul suatu grak-grek), kualitas suara
sound system yang kurang baik, lampu penerangan tiba-tiba padam, audiens terhalang oleh
pilar (tiang bangunan), dan tidasan surat yang tak terbaca.

Jika anda sedang menyampaikan presentasi makalah atau kertas kerja, sebaiknya memilih
tempat yang memungkinkan audiens dapat melihat dan mendengar dengan jelas apa yang
disampaikan.

Masalah lain yang muncul dalam penyampaian suatu pesan adalah bila dua buah pesan yang
disampaikan mempunyai arti yang saling berlawanan atau bermakna ganda. Bila dua buah
pesan disampaikan melalui saluran penghubung yang cukup panjang. Orang terakhir yang
menerima pesan mungkin hanya dapat menangkap sebagian kecil saja dari orang yang
pertama atau bahkan pesan yang disampaikan bisa jadi bertentangan dengan pesan aslinya.

Masalah yang sering timbul terkait dengan sarana fisik untuk komunikasi
Masalah yang muncul dalam penerimaan suatu pesan antara lain adanya persaingan antara
penglihatan dengan suara, kursi yang tidak nyaman, lampu yang kurang teran, dan kondisi
lain yang dapat mengganggu konsentrasi penerima.

5
Dalam beberapa kasus, gangguan atau masalah penerimaan pesan dapat muncul berkaitan
dengan kesehatan si penerima pesan. Mislnya, pendengaran yang kurang baik, penglihatan
yang mulai kabur atau bahkan sakit kepala, juga dapat mengganggu penerima dalam
menerima suatu pesan. Meskipun hal tersebut tidak memblok (menghambat) jalur
komunikasi secara total, tetapi dapat mengurangi konsentrasi si penerima pesan. Barangkali
gangguan yang paling umum terjadi adalah kurangnya konsentrasi selama melakukan
komunikasi.

Masalah dalam menerima pesan


Masalah yang muncul dalam penerimaan suatu pesan antara lain adanya persaingan antara
penglihatan dengan suara, kursi yang tidak nyaman, lampu yang kurang teran, dan kondisi
lain yang dapat mengganggu konsentrasi penerima.

Dalam beberapa kasus, gangguan atau masalah penerimaan pesan dapat muncul berkaitan
dengan kesehatan si penerima pesan. Mislnya, pendengaran yang kurang baik, penglihatan
yang mulai kabur atau bahkan sakit kepala, juga dapat mengganggu penerima dalam
menerima suatu pesan. Meskipun hal tersebut tidak memblok (menghambat) jalur
komunikasi secara total, tetapi dapat mengurangi konsentrasi si penerima pesan. Barangkali
gangguan yang paling umum terjadi adalah kurangnya konsentrasi selama melakukan
komunikasi.

Masalah dalam menafsirkan pesan


Meskipun suatu pesan mungkin hilang selama proses penyampaian pesan terjadi, namun
masalah terbesar adalah pada mata rantai terakhir, di mana suatu pesan ditafsirkan oleh
penerima pesan. Perbedaan latar belakang, perbendaharaan bahasa, dan pernyataan emosional,
dapat menimbulkan munculnya kesalahpahaman antara pengirim dan penerima pesan. Antara
lain disebabkan oleh:

a. Perbedaan latar belakang


Secara umum kemampuan menyerap informasi tergantung pengalaman masa lalu
yang dan biasanya berlangsung lama. Oleh karena itu, bila belajar sesuatu yang baru
orang cenderung mencoba mencocokannya dengan pola yang telah ada. Jika
informasi yang baru tidak cocok, terdapat kecenderungan merubah, bukan menata
kembali pola yang ada.

Orang yang memiliki harapan dan latar belakang yang sama dengan lawan bicaranya,
secara otomatis cocok dalam kerangka berpikir. Lain halnya dengan orang yang
memiliki latar belakang yang berbeda, maka apa yang dikatakan akan mendapat
penafsiran dari sudut pandang yang berbeda pula.

b. Perbedaan penafsiran
Masalah dalam penafsiran pesan sebenarnya terletak pada bahasa yang menggunakan
kata-kata sebagai simbol untuk menggambarkan suatu kenyataan. Karena latar
belakang yang berbeda; asal-usul daerah, budaya, pendidikan, usia, dll menyebabkan
pengertian dan pemahaman yang berbeda pula terhadap kata yang sama. Misal kata
“roti”, pemahaman kata roti bisa dilihat dari beberapa sisi yang berbeda. Mulai dari
jenis roti, rasa, hingga pembuatnya, memiliki pemahaman yang berbeda. Bahkan
dibeberapa daerah di Indonesia kata “roti” diartikan sama dengan “kue”.

c. Perbedaan reaksi emosional

6
Seseorang mungkin akan bereaksi berbeda terhadap kata yang sama dalam keadaan
yang berbeda sehingga kata yang jelas dalam suatu kondisi bisa jadi sangat
membingungkan dalam situasi yang berbeda, bergantung pada kondisi emosional
antara penerima dan pengirim pesan.

Setiap pesan paling tidak mencakup dua hal: isi dan hubungan. “Isi” berkaitan dengan
subjek suatu pesan, sementara “hubungan” memberikan sifat interaksi antara pengirim
dan penerima pesan. Komunikasi dapat terganggu jika penerima bereaksi secara
negatif. Sebagai contoh pimpinan kepada bawahannya: “tolong ambilkan laporan
bulanan di meja saya pukul 18.00”. Ternyata perintah tersebut membuat karyawan
merasa berat hati karena tidak bisa segera pulang ke rumah untuk bertemu
keluarganya. Dalam arti “isi” karyawan harus melakukan perintah atasan, dalam arti
“hubungan” karyawan tidak memiliki kebebasan atau kekuatan. Meskipun menerima
dan memahami pesan dengan baik, namun komunikasi terganggu karena reaksi
emosional karyawan.

E. Bagaimana Memperbaiki Komunikasi

Komunikasi yang terjadi bisa saja tidak efektif, dan tidak mencapai sasaran dengan baik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan komunikator agar komunikasi menjadi efektif yaitu:

Persepsi
Komunikator harus dapat memprediksi apakah pesan-pesan yang akan disampaikan dapat
diterima oleh penerima pesan. Bila prediksinya tepat, audiens akan membaca dan menerima
tanggapannya dengan benar. Audien sebagai penerima pesan, lalu akan mengantisipasi reaksi
mereka, dengan tetap melakukan penyesuaian untuk menghindari kesalahpahaman dalam
komunikasi yang dilakukan.

Ketepatan
Secara umum, audiens mempunyai suatu kerangka berpikir. Agar komunikasi yang dilakukan
mencapai sasaran, maka seseorang perlu mengekspresikan sesuatu sesuai dengan apa yang
ada dalam kerangka berpikir mereka. Apabila hal itu diabaikan, maka yang muncul adalah
miscommunications.

Kredibiltas
Komunikator perlu memiliki suatu keyakinan bahwa para audiensnya adalah orang-orang
yang dapat dipercaya. Demikian juga sebaliknya, komunikator harus mempunyai suatu
keyakinan akan inti pesan dan maksud yang ingin mereka sampaikan.

Pengendalian
Audiens akan memberikan suatu reaksi atau tanggapan terhadap pesan yang disampaikan.
Reaksi mereka dapat membuat komunikator tertawa, menangis, bertindak, mengubah pikiran,
atau lemah lembut. Hal ini ditentukan oleh intensitas reaksi yang dilontarkan audiens
terhadap apa yang disampaikan oleh komunikator. Sebaliknya, reaksi audiens tergantung
pada berhasil atau tidaknya komunikator mengendalikan audiensnya saat melakukan
komunikasi.

Keharmonisan

7
Komunikator yang baik tentu akan selalu dapat menjaga hubungan persahabatan yang baik
dengan audiens, sehingga komunikasi dapat berjalan lancar dan mencapai tujuanya. Seorang
komunikator yang baik juga akan menghormati dan berhasil memberi kesan yang baik
kepada audiensnya.

Komunikasi yang efektif dapat mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi dengan
memperhatikan tiga hal sebagai berikut:

Membuat suatu pesan secara lebih berhati-hati


Langkah pertama yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi adalah memperhatikan
maksud dan tujuan berkomunikasi dan audiens yang dituju. Katakan apa yang dikehendaki
audiens, gunakan bahasa yang jelas, dan mudah dipahami, tidak bertele-tele, jelaskan poin
yang penting, dan jangan lupa tekankan dan telaah ulang poin-poin yang penting.

Minimalkan gangguan dalam proses komunikasi


Melalui pemilihan saluran komunikasi yang hati-hati, komunikator dapat membuat
audiensnya lebih mudh memusatkan perhatian pada pesan yang disampaikan. Penyampaian
pesan dengan cara lisan akan efektif bila lokasi atau tempat penyampaian pesan memiliki
kondisi yang teratur, rapi dan nyaman, ruangan yang sejuk, dan sebagainya.

Mempermudah upaya umpan balik antara si pengirim dan si penerima pesan


Agar pemberian umpan balik tersebut memberikan suatu manfaat yang cukup berarti, cara
dan waktu penyampaiannya harus direncanakan dengan baik. Kalau komunikator
menghendaki umpan balik yang cepat, dapat dipilih sarana komunikasi yang cepat, misalnya
melalui tatap muka atau melalui telepon. Tetapi, bila mpan balik yang cepat terlalu
dipentingkan, sarana tulisan (surat) dapat menjadi alternatif yang baik untuk menyampaikan
pesan.

Daftar Istilah Penting

Abstraction Feedback
Body Language Interpersonal Communication
Business Communications Miscommunication
Communications Process Nonverval Communications
Content Relationship
Cross-Cultural Communications Verbal Communications

8
PUSTAKA

Businness Communications, Mary Ellen Guffey, Kathleen Rhodes, Patricia Rogin, edisi
keempat, 2006.
Courtland L, Bovee / john V Thill, Komunikasi Bisnis , Edisi kedelapan, Copyright © 2006
Lembaga Manajemen FEUMB 2008.
Drs Mohama Wahdi, MBA, Edisi pertama, 2011.
Katz, Bernard. 1994. Turning Practical Communication into Business Power. (Terjemahan).
Jakarta: PT. Pustaka Binaman Pressindo.
Luthans, Fred. 1973. Organizational Behavior. New York: McGraw-Hill.
Pace, R. Wayne and Don F. Faules. 1998. Komunikasi Organisasi: Strategi Meningkatkan
Kinerja Perusahaan. (Terjemahan). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Purwanto, Djoko. 2011. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Rakhmat, Jalaluddin. 1993. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Robbins, Stephen P. 1996. Organizational Behavior: Concepts, Controversies, Applications.
(Terjemahan). Seventh edition. Jakarta: PT. Prenhallindo.