Anda di halaman 1dari 13

REKAYASA IDE

.” UPAYA PENINGKATKAN KEPEDULIAN MASYARAKAT DALAM


MEWUJUDKAN KELUARGA KECIL YANG BAHAGIA SEJAHTERA
MELALUI PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB)”

DOSEN PENGAMPU : Drs.Muhammad Arif M.Pd.

MATA KULIAH : STUDI MASYARAKAT INDONESIA

Kelompok 9
Nama Kelompok : NIM:
1. Ade Wiranda 3173131004
2. Darlina Siallagan 3173331007
3. Rizky Aulia Rahman 3171131025

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan karunia berupa nafas serta kemudahan kepada saya dalam menyusun
tugas ini dengan tepat waktu dan telah menolong hambanya menyelesaikan
rekayasa ide ini yang berjudul “upaya peningkatkan kepedulian masyarakat
dalam mewujudkan keluarga kecil yang bahagia sejahtera melalui program
keluarga berencana (kb)” dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongannya
mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Dan tidak
lupa ucapan terima kasih kepada Bapak Drs.Muhammad Arif M.Pd.
sebagai dosen pengampu yang telah memberikan tugas ini kepada saya, sebagai
pelatihan dan penambahan wawasan, sertaberbagai pihak yang telah membantu
saya menyelesaikan tugas ini dengan baik.

Adapun rekayasa ide ini disusun untuk memenuhi salah satu mata kuliah
Kependudukan dan Demografi, yang mana dalam mengajukan gagasannya ini
berdasarkan pemahaman dan apa yang diketahui penulis.
Pada kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih atas perhatiannya
terhadap rekaysa ide ini . Saya berharap semoga rekayasa ide ini bermanfaat bagi
diri saya sendiri dan kepada para pembacanya .

Medan, November 2018

Kelompok 9

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i

DAFTAR ISI...........................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1

1.2 Latar Belakang...............................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................1

1.3 Tujuan Penulisan............................................................................................2

1.4 Manfaat Penulisan..........................................................................................2

BAB II IDENTIFIKASI PERMASALAHAN.....................................................3

2.1 Ada berbagai permasalahan KB di Jawa Timur diantaranya adalah:.............3

2.1.1 Rendahnya partisipasi pria dalam ber-KB..............................................3

2.1.2 Masih kurang maksimalnya akses dan kualitas pelayanan KB..................4

BAB III PEMBAHASAN/GAGASAN IDE.........................................................5

3.1 Pola Kebijakan KB berbasis masyarakat........................................................5

3.2 Program Pengembangan Kebijakan Kependudukan......................................5

3.3 Program Penguatan Pelembagaan Keluarga Kecil.........................................5

3.4 Program Kesehatan Reproduksi Remaja........................................................6

3.5 Program Pengembangan Keluarga Berencana...............................................7

3.6 Program Penataan Administrasi Kependudukan............................................7

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN...............................................................9

4.1 Kesimpulan...................................................................................................9

4.2 Saran..............................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................10

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.2 Latar Belakang

Gerakan KB Nasional adalah gerakan masyarakat yang menghimpun dan


mengajak segenap potensi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam
melembagakan dan membudayakan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera
(NKKBS) dalam rangka meningkatkan mutu sumber daya manusia. Tujuan
gerakan KB Nasional adalah mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera yang
menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian
kelahiran dan pertumbuhan penduduk Indonesia.
Aseptor KB (peserta keluarga berencana/family planning participant) ialah
PUS yang mana salah seorang menggunakan salah satu cara/ alat kontrasepsi
untuk pencegahan kehamilan, baik melalui program maupun non program.
Tujuan umum dari program KB adalah menurunkan angka kelahiran dan
meningkatkan kesehatan ibu sehingga di dalam keluarganya akan berkembang
Norama Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS). Sasaran dalam program ini
adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang ditetapkan berdasarkan survei PUS yang
dilaksanakan sekali dalam satu tahun dan pelaksanaannya di koordinasikan oleh
Petugas Lapangan KB (PLKB).
Dilihat dari permasalahan yang penulis temukan dapat diketahui bahwa
pelaksanaan program KB yang ada tidak sejalan dengan semestinya. Selain
ditandai dengan pertumbuhan penduduk yang terus mengalami peningkatan, juga
masalah pelaksanaan program KB yang belum tersosialisasi dengan baik. Untuk
itu perlu adanya usaha dari Pemerintah Desa untuk menekan pertumbuhan
penduduk melalui upaya peningkatkan kepedulian masyarakat dalam mewujudkan
keluarga kecil yang bahagia sejahtera melalui program keluarga berencana (kb).

1.2 Rumusan Masalah


Menjelaskan Organisasi-organisasi KB di Indonesia

3
1. Ruang lingkup program KB
2. Upaya atau Strategi pendekatan dan cara operasional program KB
3. Dampak program KB terhadap pencegahan kelahiran

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui seberapa penting peran
keluarga berencana dan memberikan solusi mengenai kegiatan keluarga
berencana agar lebih efektif dan berguna.

1.4 Manfaat Penulisan


Manfaat dari penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui upaya atau
strategi pendekatan, cara operasional, dan dampak program KB dalam upaya
peningkatkan kepedulian masyarakat.

4
BAB II

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN

2.1 Ada berbagai permasalahan KB di Jawa Timur diantaranya adalah:

2.1.1 Rendahnya partisipasi pria dalam ber-KB


Pencapaian kesertaan KB pria dapat dikatakan masih sangat rendah,
khususnya pada masyarakat pedesaan. Rendahnya kesertaan KB pria dalam
pelaksanaan program KB dan Kesehatan Reproduksi (KR) harus segera diatasi,
mengingat pria merupakan penentu proses reproduksi itu sendiri. Pria
merupakan partner reproduksi dan seksual, pria terlibat langsung dalam
fertilitas dan kebanyakan pria adalah penanggung jawab sosial ekonomi
keluarga (Hariastuti, 2008). Menurut Hariastuti, 2008 penyebab rendahnya
partisipasi pria dalam ber-KB disebabkan beberapa hal diantaranya kebijakan
dari tingkat yang lebih atas belum dapat sepenuhnya diterapkan di lapangan
karena kondisi sarana dan prasarana yang kurang mendukung, misalnya
keterbatasan kemampuan petugas pelayanan maupun tidak terpenuhinya standar
pelayanan yang berkualitas. Hal lain perlu mendapat sorotan serius yaitu pola-
pola kerja dengan paradigma lama program KB yang mengacu pada pencapaian
target melalui penerapan ancaman, serta pandangan skeptis terhadap
kemampuan masyarakat untuk mengadopsi informasi program. Pendekatan
seperti ini akhirnya menyebabkan petugas di lini lapangan tidak memiliki
cukup motivasi untuk menerapkan metode KIE, KIP/konseling sebagai
perwujudan penghargaan terhadap hak-hak reproduksi. Selain itu, Akses
terhadap pelayanan salah satu unsur pokok yang sangat erat hubungannya
dengan kepuasan individu dan keberhasilan pencapaian program (BKKBN,
2009). Analisa hasil penelitian yang telah dilaksanakan, menunjukan bahwa alat
kontrasepsi pria yang selama ini ada cukup terjangkau baik dari segi biaya
maupun ketersediaannya. Meskipun demikian dibeberapa tempat sarana
pelayanan KB pria masih sulit ditemukan karena kendala geografis yang tidak
mendukung serta kurangnya kualitas pelayanan.

5
2.1.2 Masih kurang maksimalnya akses dan kualitas pelayanan KB
Saat ini di Jawa Timur belum semua fasilitas pelayanan kesehatan primer dapat
melayani KB dan kesehatan reproduksi. Di samping hal tersebut, masih banyak
pasangan usia subur yang menggunakan kontrasepsi yang kurang efektif dan
efisien untuk jangka panjang (Soekarno, 2009).

Salah satu contoh kurang maksimalnya akses dan kualitas pelayanan


KB adalah Hilangnya sejumlah petugas tersebut merupakan konsekuensi dari
perubahan struktur kelembagaan dan adanya petugas yang pensiun atau
meninggal. Padahal, penyuluh lapangan KB dan penyuluh KB (PLKB dan
PLB) merupakan ujung tombak keberhasilan program keluarga berencana.
Pasalnya, dalam tugasnya mereka dibekali pendidikan dan pelatihan khusus
(Winarni, 2005). Kondisi ini semakin diperkuat dengan pasca otonomi daerah,
para penyuluh lapangan berstatus sarjana dialihkan oleh pemerintah daerah
untuk pembangunan sektor lain, sehingga terjadi kekurangan tenaga
PLKB/PKB (Wirawan, 2008).

6
BAB III

PEMBAHASAN/GAGASAN IDE
.

Dengan demikian perlu dilakukan upaya atau langkah-langkah strategis


untuk meningkatkan pembangunan KB agar tidak terjadi ledakan penduduk
dan angka kemiskina yang semakin tinggi. Serta perlu adanya peningkatkan
kepedulian masyarakat dalam mewujudkan keluarga kecil yang bahagia
sejahtera melalui program keluarga berencana (kb) melalui program-program
sebagai berikut:

3.1 Pola Kebijakan KB berbasis masyarakat

Pola kebijakan Kb yang berbasis masyarakat adalah pola peningkatan KB


yang didasarkan pada kepentingan dan kebutuhan masyarakat (Anonymous,
2009). Pola ini harus dilakukan dengan dukungan dan partisipasi sepenuhnya
dari masyarakat karena subjek dalam pola ini adalah masyarakat sehingga
dituntut peran serta masyarakat dalam pola ini. Langkah-langkah dalam pola
kebijakan KB berbasis masyarakat diantaranya adalah Program
Pengembangan Kebijakan Kependudukan, Program Penguatan Pelembagaan
Keluarga Kecil, Program Kesehatan Reproduksi Remaja, Program
Pengembangan Keluarga Berencana, dan Program Penataan Administrasi
Kependudukan

3.2 Program Pengembangan Kebijakan Kependudukan

Program ini bertujuan untuk menyeserasikan kebijakan kependudukan yang


berkelanjutan. Kegiatan pokoknya adalah :

a. Pengembangan kebijakan dan program pembangunan yang berwawasan


kependudukan meliputi aspek kuantitas, kualitas, dan mobilitas;

b. Pengintegrasian faktor kependudukan ke dalam pembangunan sektor


lainnya.

7
3.3 Program Penguatan Pelembagaan Keluarga Kecil

Keluarga merupakan tonggak utama untuk kemajuan masyarakat (Suyono,


2006). Oleh karena itu pelembagaan keluarga kecil mutlak diperlukan untuk
meningkatkan upaya pembangunan KB (Mariyah, 1989). Program ini
bertujuan untuk menata administrasi kependudukan dalam upaya mendorong
terakomodasinya hak-hak penduduk, tertib administrasi penduduk,
tersedianya data dan informasi penduduk yang akurat dan terpadu. Kegiatan
pokoknya adalah :

a. Penyempurnaan sistem pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, dan


pengelolaan informasi kependudukan melalui Sistem Administrasi
Kependudukan (SAK);

b. Penataan kelembagaan administrasi kependudukan yang berkelanjutan;

c. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam bidang administrasi informasi


kependudukan.

3.4 Program Kesehatan Reproduksi Remaja

Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi ternyata masih sangat


rendah. Menurut data Puslitbang Sistem dan Kebijakan Kesehatan, 83,7
persen remaja kurang memahami kesehatan reproduksi. Hanya 3,6 persen
yang tahu pentingnya kesehatan reproduksi ketidaktahuan remaja tentang
kesehatan reproduksi itulah yang diduga memicu tingginya angka aborsi di
Jatim. Oleh karena itu Program ini bertujuan untuk meningkatkan
pemahaman, pengetahuan, sikap dan perilaku positif remaja tentang
kesehatan dan hak-hak reproduksi. Kegiatan pokoknya adalah :

a. Pengembangan kebijakan pelayanan kesehatan reproduksi remaja;

b. Penyelenggaraan promosi kesehatan reproduksi remaja, pemahaman dan


pencegahan HIV/AIDS dan bahaya NAPZA;

8
c. Penguatan dukungan dan partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan
program kesehatan reproduksi remaja yang mandiri.

3.5 Program Pengembangan Keluarga Berencana

KB adalah singkatan dari Keluarga Berencana. Menurut Kamus


Besar Bahasa Indonesia (1997), maksud daripada ini adalah: “Gerakan
untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi
kelahiran. Dengan kata lain KB adalah perencanaan jumlah keluarga.
Program ini bertujuan untuk memenuhi permintaan masyarakat akan
pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi yang berkualitas. Kegiatan
pokoknya adalah :

a. Pengembangan kebijakan tentang pelayanan KB, komunikasi, informasi,


dan edukasi (KIE) peran serta masyarakat dalam KB dan kesehatan
reproduksi;

b. Peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi;

c. Peningkatan penggunaan kontrasepsi yang efektif dan efisien;

d. Penyediaan alat, obat dan cara kontrasepsi dengan memprioritaskan


keluarga miskin serta kelompok rentan lainnya; dan

e. Penyelenggaraan promosi dan pemenuhan hak-hak dan kesehatan


reproduksi.

3.6 Program Penataan Administrasi Kependudukan

Program ini bertujuan untuk menata administrasi kependudukan dalam upaya


mendorong terakomodasinya hak-hak penduduk, tertib administrasi
penduduk, tersedianya data dan informasi penduduk yang akurat dan terpadu.
Kegiatan pokoknya adalah :

9
a. Penyempurnaan sistem pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, dan
pengelolaan informasi kependudukan melalui Sistem Administrasi
Kependudukan (SAK);

b. Penataan kelembagaan administrasi kependudukan yang berkelanjutan;

c. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam bidang administrasi informasi


kependudukan.

10
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

1. Alasan mengapa KB sangat penting diantaranya adalah: Masih


tingginya laju pertumbuhan dan jumlah penduduk, . Masih kurang
maksimalnya akses dan kualitas pelayanan KB, Rendahnya
partisipasi pria dalam ber-KB, Kurangnya pengetahuan dan kesadaran
pasangan usia subur dan remaja tentang hak-hak reproduksi dan
kesehatan reproduksi, Masih lemahnya ekonomi dan ketahanan
keluarga, dan Masih tingginya tingkat kelahiran penduduk.

2. Pola Kebijakan KB berbasis masyarakat yang dapat diantaranya


adalah: Program Penguatan Pelembagaan Keluarga Kecil Berkualitas,
Program Kesehatan Reproduksi Remaja, Program Pengembangan
Keluarga Berencana, Program Penataan Administrasi Kependudukan,
Program Pengembangan Kebijakan Kependudukan

4.2 Saran

1. Masyarakat diharapkan lebih rajin untuk ikut serta dalam program


KB, agar bisa menciptakan keluarga yang sejahtera.

2. Pola kebijakan KB yang dapat dilakukan pemerintah harus selalu


berbasiskan masyarakat.

11
DAFTAR PUSTAKA

https://zaifbio.wordpress.com

Mariyah, Emiliana.1989. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan


Kontrasepsi pada Masyarakat . Tesis Program Pascasarjana S2 Gadjah Mada.

Sriudayani,Ida Ayu. 2003. Peran Perempuan Dalam pengambilan Keputusan di


Dalam Keluarga Untuk Bidang KB-KR.Jakarta: Lembaga Puslitbang Ks-PKP
BKKBN, http://www.pikas.bkkbn.go.id/ditfor/research

Winarni Endah.2005. Partisipasi Pria Dalam ber-KB ( Sumber data : SDKI 2002-
2003); Jakarta, Lembaga Puslitbang KB-KR BKKBN,
bkbppekg.wordpress.com/strategi-kebijakan

12