Anda di halaman 1dari 10

CRITICAL JOURNAL REVIEW

Studi Masyarakat Indonesia

“Sosial dan Kebudayaan Kelompok Minoritas di Indonesia (studi


kasus kelompok “batin sembilan” di Provinsi Jambi)”

Dosen pengampu : Drs.Muhammad Arif M.Pd.

DISUSUN OLEH :

Nama : ADE WIRANDA

Nim : 3173131004

Kelas : Pend. Geografi C/2017

PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018

1
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan karunia, berupa nafas serta kemudahan kepada saya dalam menyusun
tugas ini dengan tepat waktu. Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima
kasih kepada Bapak Drs.Muhammad Arif M.Pd.. selaku dosen pada
matakuliah “STUDI MASYARAKAT INDONESIA” yang telah memberikan
kesempatan kepada saya untuk menyusun makalah ini.
Saya sadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan dan harapan Bapak. Saya sangat berharap makalah ini dapat
berguna dalam rangka menambah wawasan ilmu serta pengetahuan kita. Akan
tetapi, dengan segala kekurangan dan keterbatasan makalah ini. Oleh sebab itu,
kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah
kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna
di dunia ini tanpa saran yang membangun.
Demikianlah makalah yang saya buat, diharapkan Bapak dapat menerima
nya. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam tulisan maupun kata – kata.
Wassalamualaikum Wr.Wb

Medan, Oktober 2018

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i


DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................. 1
BAB II RINGKASAN REVIEW JURNAL ........................................................ 2
2.1. Identitas Jurnal ............................................................................................. 2
2.2 Kajian Teori/Konsep yang digunakan ........................................................... 2
2.3 Metode yang digunakan ................................................................................ 3
BAB III PEMBAHASAN REVIEWJURNAL ................................................... 4
3.1. Analisis ReviewJurnal .................................................................................. 4
3.1.1. Kelebihan Jurnal .................................................................................... 4
3.1.2. Kekurangan Jurnal ................................................................................. 4
3.2. Evaluasi Review Jurnal ................................................................................ 4
BAB IV PENUTUP ............................................................................................... 6
4.1. Kesimpulan ................................................................................................... 6
4.2. Saran ............................................................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 7

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Lingkungan manusia terbatas dan ruang itu ternyata penuh dengan hal-hal
abstrak dan konkret yang ditemui dan dialami oleh manusia. Disamping hal
tersebut, ada juga unsur dan wujud yang diwarisi serta dipelajari dari nenek
moyang. Peradaban selalu dinamis dan mudah bereaksi terhadap kegiatan yang
ada di lingkungan pada waktu tertentu. Kelompok manusia atau masyarakat dan
individu pribadi menginterpretasikan suatu peristiwa berbeda dengan kelompok
atau individu yang berlatar belakang lain atau berpola pikir yang berbeda. Hal ini
artinya kita hidup dalam suatu lingkungan yang membentuk sikap individu,
kebudayaan masyarakat, dan lingkungan alam.

Sumatera merupakan pulau yang memiliki sejumlah suku terasing dan


mempunyai cirikhas tradisional. Suku yang terkenal di Sumatera adalah Aceh,
Batak, Minangkabau danMelayu. Ada sejumlah kelompok minoritas di Sumatera
sebelah timur di kawasan hutan luasdi provinsi Jambi. Suku minoritas di
pedalaman hutan provinsi Jambi dan sekitarnya dikenaldengan nama umum orang
”Batin Sembilan” yang benar-benar memiliki tradisi sendiri. MatSyuroh (2008:
48) Suku Pedalaman atau Suku Terasing mempunyai adat istiadat, sosial
dankebudayaan tersendiri yang sulit beradaptasi dengan masyarakat modern
meskipun dalamdaerah yang sama. Slamet Rosyadi (2010:115) menyebutkan
bahwa orang hutan pedalamanpada umumnya hidup dari hasil hutan dan berburu
binatang dengan cara memnah atautombak.

1
BAB II
RINGKASAN REVIEW JURNAL

2.1. Identitas Jurnal

Judul : Sosial dan Kebudayaan Kelompok Minoritas di


Indonesia (studi kasus kelompok “batin sembilan” di
Provinsi Jambi)
Penulis : Mat Syuroh
Nama Jurnal :-
Vol/No : Volume 24, Nomor 1
ISBN/ISSN :-
Penerbit : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas
Diponegoro
Tahun terbit : 2013

2.2 Kajian Teori/Konsep yang digunakan


Lingkungan manusia terbatas dan ruang itu ternyata penuh dengan hal-hal
abstrak dankonkret yang ditemui dan dialami oleh manusia. Disamping hal
tersebut, ada juga unsur danwujud yang diwarisi serta dipelajari dari nenek
moyang. Peradaban selalu dinamis danmudah bereaksi terhadap kegiatan yang ada
di lingkungan pada waktu tertentu. Kelompokmanusia atau masyarakat dan
individu pribadi menginterpretasikan suatu peristiwa berbedadengan kelompok
atau individu yang berlatar belakang lain atau berpola pikir yang berbeda. Hal ini
artinya kita hidup dalam suatu lingkungan yang membentuk sikap
individu,kebudayaan masyarakat, dan lingkungan alam.Menurut Comte bahwa
kondisi-kondisi sosial ternyata memodifikasi bekerjanyahukum-hukum fisiologis,
maka fisika sosial harus menyelenggarakan observasiobservasinyasendiri
(Cassirer 1987:100).
Di Indonesia terdapat tiga ratus lebih kelompok suku bangsa yang sifat
hidupnya cukupberbeda yang signifikan dari kelompok lain. Disamping hal itu
mereka mempunyai identitasyang berbeda dan menggunakan lebih dari dua ratus

2
bahasa khas.Kira-kira dua ratus tiga puluh juta penduduk Indonesia tersebar di
lebih dari empat belasribu pulau dan sekitar 1,8 persen jumlah penduduknya hidup
dengan cara tradisional.Aktivitas kehidupannya jauh berbeda dengan kelompok
manusia lain. Masyarakat Indonesiamenganut bermacam-macam agama dan
sejumlah besar kepercayaan tradisional terdapat didaerah yang terpencil.
Kepercayaan-kepercayaan tradisional sering diakulturasikan dengananimisme.

2.3 Metode yang digunakan


Penelitian ini dilaksanakan di kawasan Bukit Dua Belas, provinsi Jambi.
Penulismelakukan penelitian pada saat penulis menjadi Kepala Daerah Musi
Banyuasin yangberbatasan dengan provinsi Jambi. Cara dan alat yang dipakai
berdasarkan prosedur penelitiankualitatif. Penulis menggunakan hipotesis
antropologi sosial Radcliffe-Brown dan Malinowski.Metode pengumpulan data
yang digunakan adalah observasi partisipasi, wawancara,dokumentasi, penelitian
arsip, serta studi pustaka. Studi lapangan yang dilakukan menggunakanmetode
diskriptif kualitatif.
Seluruh data diperoleh melalui cara, (1) observasi partisipan yang
bertujuan untukmendapat data yang alamiah, agar segala gerak–gerik subyek
dalam penelitian ini dapatdigambarkan berdasarkan perilaku–perilaku yang
dicermati di lapangan. Tingkat akurasinyasangat ditentukan oleh jalinan hubungan
yang terbina melalui respon timbal balik antara penulisdengan subyek penelitian;
dan (2) interview, teknik ini dilaksanakan dengan memberikankeleluasaan kepada
responden untuk memberikan jawaban (free response interview).Dalam usaha
memperoleh kedalaman makna dalam suatu wawancara (indept interview),penulis
memanfaatkan situasi–situasi khusus yang memungkinan dengan
mengajukanpertanyaan–pertanyaan yang berhubungan fokus wawancara
sebelumnya.Data yang terakumulasi dianalisis secara kualitatif–interpretative
dengan langkahoperasional, reduksi data, display data, pengujian kembali
(verifikasi), dan konklusi. Dalammenganalisis data hingga tahap menyimpulkan
digunakan prinsip–prinsip berpikir induktif.Dengan kata lain, induksi merupakan
proses pengorganisasian fakta–fakta atau hasil–hasilpengamatan yang terpisah–
pisah menjadi suatu rangkaian hubungan (Azwar 1998:46).

3
BAB III
PEMBAHASAN REVIEWJURNAL

3.1. Analisis ReviewJurnal

3.1.1. Kelebihan Jurnal


 Jurnal ini sangat bagus, dari segi pemaparan materi lengkap mulai dari
objek yang diteliti, lokasi, menggunakan metode-metode dan lain-lain.
 Diberikan juga gambar pada setiap penjelasannya sehingga lebih
mempermudah pembaca atau reviewer dalam memahaminya.
 Identitas juga cukup lengkap diberikan.

3.1.2. Kekurangan Jurnal


 Pada identitas jurnal issn nya tidak dibuat sehingga bisa meragukan
apakah jurnal ini resmi atau tidak
 Penggunaan bahasa cukup sulit dipahami

3.2. Evaluasi Review Jurnal


Perubahan sosial muncul dari perubahan luar atau di dalam. Apabila
terjadiperubahan pada struktur masyarakat maka otomatis fungsi-fungsi atau
tugas individudalam masyarakat ikut berubah. Koentjaraningrat
menggambarkan kosmos individu yangterkait perilaku individu di peradaban
tertentu (Cassirer 1987:63).Beberapa hipotesis disampaikan oleh ilmuwan
humaniora, dan kita bisa mengamatimetodenstreit yang saling membuktikan
kebenaran yang diusulkan pihak lain, termasuk didalam ilmu antropologi.
Menurut pendapat pakar sosial, bidang kajian dan interpretasi
lapanganantropologi tidak selalu tetap, tetapi selalu didasarkan teori. Hipotesis-
hipotesis itu seperti,teori kultur dan teori kepribadian (psycho analytic/neo-
behaviorist), difusioniskesejarahan,teori kulturkreis, neo-evolusi, teori evolusi,
struktur-fungsialisme danstrukturalisme (Pelto 1970:19 ).Menurut Malinowski
proses observasi masyarakat sangat penting untukmemahami bagaimana
kebudayaan masyarakat tradisional bisa memenuhi kebutuhan hidupmereka
(Kuper 1983: 17 ). Emeritus Professor Antropologi di London School of

4
EconomicsJean La Fontaine mengatakan bahwa social anthropology is what is
known as participantobservation, which essentially means direct observation,
living with the community beingstudied and learning to speak its language (La
Fontaine 1985:16)Teori diatas merupakan landasan ilmiah yang dilakukan
dalam penelitian tentanglingkungan hidup kelompok “Batin Sembilan” seperti
sejarah, strutur kehidupan. karakter,sosial, kebudayaan, kebutuhan hidup,
sistem kekerabatan dan lain-lain yang berhubungandengan ekologi masyarakat
“Batin Sembilan”.Di Sumatera terdapat suku terasing yang dikenal dengan
kelompok “BatinSembilan”.yang tinggal di pedalaman hutan Bukit Dua Belas
di provinsi Jambi, yangmemiliki gaya hidup primitif dan tradisional, yaitu
hunters and gatherers, serta hidup yang berpindah-pindah.

5
BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Di provinsi Jambi terdapat suku yang belum berakulturasi dengan
masyarakatpasca tradisional. Mereka dikenal dengan nama umum kelompok
”Batin Sembilan”, Merekatinggal berpindah-pindah dari rawa dekat laut, sampai
kaki bukit provinsi Jambi. Merekamemakai pola hidup tradisional dengan mata
pencaharian untuk memenuhi kebutuhannya tergantung dengan Hutan, mereka
meramu tumbuh-tumbuhan, umbi-umbiandan buah-buahan serta berburu binatang
hutan seperti Babi, Rusa dan Kijang. Sosial dankebudayaan mereka terjalin
dengan kuat sesuai adat tradisional secara turun temurun.Dalam pemenuhan
kebutuhan antar kelompok maupun individu mereka melakukan tukarmenukar
benda kebutuhan, kecuali dengan masyarakat pasca tradisional di pinggiranlokasi
mereka menggunakan Uang sebagai alat tukar atau alat jual beli. Mereka
menjualhasil hutan seperti; menyan, buah petanang, beberapa jenis getah, obat
alami dan lain-lainyang diperoleh dari hutan kepada orang luar (orang terang).
Kadang kala menukarkan hasilhutan barang-barang keprluan hidup seperti
munyak tanah, minyak kelapa serta alat-alat terbuatdari besi seperti parang dan
kampak dengan orang luar (orang terang). Kelompok ”BatinSembilan”
digambarkan sebagai orang yang tanpa dosa dan kebudayaannya yang unikdengan
kebudayaan dan kosmologi sangat berbeda dari masyarakat biasa.

4.2. Saran
Saran yang saya dapat agar para pembaca mampu memahami jurnal yang
saya review dengan mencari referensi lain guna memberikan pemahaman yang
luas. Untuk itu saya meminta saran pada pembaca untuk hasil jurnal yang telah
saya review, jika ada kekurangan yang di temui saya meminta saran dan masukan
guna untuk dapat memahami kesalahan dan memperbaiki lebih baik lagi
selanjutnya.

6
DAFTAR PUSTAKA

Syuroh Mat. 2013. Sosial dan Kebudayaan Kelompok Minoritas di Indonesia


(studi kasus kelompok “batin sembilan” di Provinsi Jambi). Yogyakarta. Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro