Anda di halaman 1dari 7

Iklan

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya saya bisa
menyelesaikan makalah penulisan ilmiah yang membahas tentang Pemenuhan Kebutuhan Gizi Ibu
Hamil. Pada penulisan makalah ini, saya berusaha menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah
dimengerti oleh semua orang, sehingga lebih mudah dipahami oleh pembaca. Makalah penulisan ilmiah
ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama mahasiswa di bidang kesehatan.

Saya menyadari dalm penyusunan makalah ini tidaklah sempurna, masih banyak kekurangan dan
kelemahan didalam penulisan makalah saya, baik dalam segi bahasa dan pengolahan maupun dalam
penyusunan. Untuk itu, kami sangat mengharapkan saran yang sifatnya membangun demi mencapainya
suatu kesempurnaan dalam makalah ini.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i

Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1

B. Rumusan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1

C. Tujuan dan Manfaat . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1

BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Gizi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3
B. Pengaruh Gizi Pada Kehamilan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3

C. Kebutuhan Gizi Ibu Selama Hamil . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8

B. Saran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8

DAFTAR PUSTAKA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sering kali kita temukan banyak ibu hamil meninggal atau bayi meninggal dikarenakan kekurangan gizi
pada masa kehamilan. Masa kehamilan merupakan masa dimana seorang wanita memerlukan berbagai
unsur gizi yang jauh lebih banyak daripada yang diperlukan dalam keadaan normal. Jika ibu mengalami
kekurangan gizi akan menimbulkan masalah baik pada ibu maupun janin yang dikandungnya serta
kurang gizi dapat mempengaruhi pertumbuhan dan dapat menimbulkan keguguran, cacat bawaan, dan
berat bayi rendah. Oleh karena itu, perhatian terhadap gizi dan pengawasan berat badan selama hamil
merupakan suatu hal penting dalam pengawasan kesehatan pada masa kehamilan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang dapat disajikan adalah

1. Apakah definisi dari gizi ?

2. Bagaimana pengaruh gizi pada kehamilan ?

3. Apa kebutuhan gizi ibu selama hamil ?

C. Tujuan dan Manfaat

1. Tujuan

Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah


a. Ingin mengetahui definisi dari gizi

b. Ingin mengetahui pengaruh gizi pada kehamilan

c. Ingin mengetahui kebutuhan gizi ibu selama hamil

2. Manfaat

Manfaat dari penyusunan makalah ini adalah

a. Dapat sebagai tambahan materi atau sumber referensi bagi perguruan tinggi

b. Dapat sebagai tambahan untuk pemenuhan tugas bagi mahasiswa

c. Dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi masyarakat

BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Gizi

Gizi berasal dari bahasa arab “Al-Gizzai” yang artinya makanan dan manfaatnya untuk kesehatan. Gizi
adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses
digesti, absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan
untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta
menghasilkan energi.

B. Pengaruh Gizi Pada Kehamilan

Keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil mempengaruhi status gizi ibu dan bayi. Pertumbuhan dan
perkembangan janin sangat dipengaruhi oleh asupan gizi ibu, karena kebutuhan gizi janin berasal dari
ibu. Berbagai resiko dapat terjadi jika ibu mengalami kekurangan gizi, diantaranya adalah perdarahan,
abortus, bayi lahir mati, bayi lahir dengan berat rendah, kelainan kongenital, retardasi mental, dan lain
sebagainya. Penelitian yang dilakukan terhadap 216 wanita hamil di sebuah klinik di Boston menujukkan
bahwa ibu hamil dengan gizi kurang dan buruk dapat melahirkan bayi dengan kondisi fisik kurang,
beberapa bayi lahir meninggal, meninggal setelah beberapa hari lahir, dan sebagian besar lahir dengan
cacat bawaan (Pudjiadi, 2005).

Perempuan yang mengalami kekurangan gizi sebelum hamil atau selama minggu pertama kehamilan
memiliki resiko lebih tinggi melahirkan bayi yang mengalami kerusakan otak dan sumsum tulang karena
pembentukan sistem saraf sangat peka pada 2-5 minggu pertama. Ketika seorang perempuan mengalami
kekurangan gizi pada trimester terakhir maka cenderung akan melahirkan bayi dengan berat badan lahir
rendah (kurang dari 2500 gram), hal ini dikarenakan pada masa ini janin akan tumbuh dengan sangat
cepat dan terjadi penimbunan jaringan lemak (Arisman, 2004).

C. Kebutuhan Gizi Ibu Selama Hamil

Kebutuhan gizi ibu hamil meningkat karena selain diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu juga
diperlukan untuk janin yang dikandungnya. Pemenuhan gizi selama hamil juga diperlukan untuk
persiapan ASI serta tumbuh kembang bayi. Salah satu indikator terpenuhinya kebutuhan gizi selama
hamil adalah adanya penambahan berat badan ibu. Kebutuhan gizi ibu hamil pada setiap trimester
berbeda, hal ini disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan janin serta kesehatan ibu.
Pemenuhan kebutuhan gizi pada trimester pertama lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas.
Hal ini dikarenakan pada masa ini sedang terjadi pembentukan sistem saraf, otak, jantung dan organ
reproduksi janin, selain itu pada masa ini tidak sedikit ibu yang mengalami mual muntah sehingga tidak
memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan gizi secara kuantitas. Pemenuhan kebutuhan dizi pada
trimester II dan III, selain memperhatikan kualitas juga harus terpenuhi secara kuantitas (Kasdu, 2006).

Bahan pangan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil harus meliputi enam
kelompok, yaitu makanan yang mengandung protein, baik hewani maupun nabati, susu, sumber
karbohidrat baik dari roti ataupun biji-bijian, buah dan sayur yang tinggi kandungan vitamin C, sayuran
berwarna hijau tua, serta buah dan sayur lain. Berikut kebutuhan zat gizi yang cukup penting bagi ibu
hamil :

1. Energi

Umumnya seorang ibu hamil akan bertambah berat badannya sampai 12,5 kg, tergantung dari berat
badan sebelum hamil. Ibu hamil akan sangat membutuhkan yang namanya kalori. Biasanya ibu hamil
kebutuhan akan kalori semakin meningkat. Kalori inilah yang dibutuhkan dalam perkembangan janin,
pembentukan plasenta, pembuluh darah dan jaringan yang baru. Ada sekitar 300 kalori yang dibutuhkan
oleh ibu hamil selama masa kehamilannya.

2. Protein

Gizi yang tidak kalah pentingnya dan sangat diperlukan bagi ibu hamil adalah zat protein. Ada sekitar 75
gram protein tiap harinya yang dibutuhkan oleh ibu hamil, fungsinya untuk perkembangan jaringan pada
janin. Pemenuhan protein bersumber hewani lebih besar daripada kebutuhan protein nabati, sehinggan
ikan, telur, daging, maupun susu perlu lebih banyak dikonsumsi dibandingkan tempe, tahu, kacang-
kacangan. Hal ini disebabkan karena struktur protein hewani lebih mudah dicerna daripada protein
nabati.

3. Vitamin A
Fungsi dari Vitamin A untuk penglihatan, pertumbuhan dan perkembangan embrio. Dampak yang terjadi
pada ibu hamil apabila kekurangan vitamin A adalah bayi akan terlahir prematur yang memiliki berat
rendah. Jadi vitamin A itu sangat penting untuk gizi ibu hamil. Vitamin ini bisa diperoleh lewat sayur-
sayuran seperti wortel dan juga terdapat pada mentega, kuning telur maupun susu. Vitamin A
dibutuhkan oleh ibu hamil namun tidak boleh berlebihan karena dapat menimbulkan cacat bawaan.

4. Vitamin B12

Vitamin B12 bersama dengan asam folat berperan dalam sintesis DNA dan memudahkan pertumbuhan
sel. Vitamin ini juga penting untuk keberfungsian sel sumsum tulang, sistem persarafan, dan saluran
cerna. Bahan makanan sumber vitamin B12 adalah hati, telur, ikan, kerang, daging, unggas, susu, dan
keju.

5. Asam Folat

Asam folat sangat dibutuhkan oleh ibu hamil karena akan membantu perkembagan embrio dan juga
mencegah terjadinya cacat otak dan tulang belakang. Dampak yang terjadi apabila kekurangan asam
folat adalah akan mengakibatkan kelahiran prematur sehingga berat badan bayi lahir begitu rendah
begitu pula dengan pertumbuhan janinnya. Oleh karena itu, gizi ibu hamil asam folat yang dibutuhkan
sekitar 600 mg dan ini bisa anda dapatkan dengan mengkonsumsi kacang-kacangan, buncis, asparagus,
brokoli, ragi, sayuran berwarna hijau, jus jeruk dan roti gandum.

6. Vitamin D

Kekurangan vitamin D pada ibu hamil akan mengakibatkan gangguan metabolisme kalsium pada ibu dan
janin. Gangguan dapat berupa hipokalsemi, tetani pada bayi baru lahir, dan osteomalasia pada ibu.
Sumber vitamin D yang utama adalah sinar matahari. Kekurangan vitamin D banyak terjadi pada ibu
hamil yang bermukim di daerah yang hanya sedikit bersentuhan dengan sinar matahari.

7. Zat Besi

Gizi ibu hamil yang diperlukan selanjutnya adalah zat besi. Untuk memproduksi hemoglobin dibutuhkan
zat sekitar 27 mg sehari selama masa kehamilan. Hemoglobin sendiri merupakan protein di sel darah
merah yang mempunyai peranan penting yaitu menyalurkan oksigen keseluruh jaringan tubuh.
Kekurangan zat besi pada masa kehamilan akan mengalami kelelahan dan rentan infeksi, bahkan juga
dapat berisiko kelahiran prematur pada bayi. Zat besi bisa kita dapatkan dari kacang-kacangan, ikan,
daging merah ataupun binatang unggas.

8. Yodium
Yodium dapat diperoleh dari air minum dan sumber bahan makanan laut. Kekurangan yodium pada ibu
hamil akan mengakibatkan janin mengalami hipotiroid yang selanjutnya berkembang menjadi
kretinisme. Kerusakan saraf sebagai akibat dari hipotiroid dapat menyebabkan retardasi mental.
Kekurangan yodium juga dapat mengakibatkan bayi lahir meninggal, aborsi, serta meningkatkan
kematian bayi dan perinatal. Koreksi yodium hendaknya sebelum atau selama 3 bulan pertama
kehamilan. Kebutuhan Yodium dapat dipenuhi dengan mengonsumsi garam beryodium serta konsumsi
bahan makanan yang bersumber dari laut.

9. Kalsium

Sumber utama kalsium adalah susu dan hasil olahannya, udang, dan sarden. Kalsium dibutuhkan oleh
ibu hamil untuk membantu pembuluh darah berkontraksi dan berdilatasi serta mengantarkan sinyal
saraf, kontraksi otot dan sekresi hormon. Kalsium juga sangat baik untuk menguatkan tulang dan gigi.
Selain untuk tulang, kalsium juga dibutuhkan untuk mencegah preeklamsia atau tekanan darah tinggi
pada ibu hamil yang dapat menyebabkan kejang pada ibu, prematurias, bahkan kematian. Diperlukan
1000 mg kalsium setiap harinya untuk kebutuhan gizi ibu hamil. Kekurangan kalsium saat hamil akan
berdampak pada ibunya, karena kalsium yang dibutuhkan oleh bayi terambil atau diserap dari tulang ibu.

10. Serat

Kebutuhan serat bagi ibu hamil juga harus diperhatikan, karena selain memberikan rasa kenyang lebih
lama, serta juga dibutuhkan untuk memperlancar sistem pencernaan sehingga dapat mencegah
sembelit. Serat dapat diperoleh dari sayuran, buah-buahan, serealia atau padi-padian, kacang-kacangan,
gandum, beras, dan olahannya (Kasdu, 2006).

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui
proses digesti, absobsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak
digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta
menghasilkan energi. Keadaan ibu sebelum dan selama hamil mempengaruhi status gizi ibu dan bayi.
Pertumbuhan dan perkembangan janin sangat dipengaruhi oleh asupan gizi ibu, karena kebutuhan gizi
janin berasal dari ibu. Bahan pangan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil harus
meliputi enam kelompok, yaitu makanan yang mengandung protein, baik hewani maupun nabati, susu
dan olahannya, sumber karbohidrat baik dari roti ataupun biji-bijian, buah dan sayur yang tinggi
kandungan vitamin C, sayuran berwarna hijau tua, serta buah dan sayur lain.

B. Saran

Agar ibu selalu dalam keadaan sehat dan janin yang dikandung dapat tumbuh dan berkembang dengan
baik, maka sebaiknya para ibu hamil dapat memenuhi semua nutrisinya selama hamil.

DAFTAR PUSTAKA

Sulistyoningsih,Hariyani.2011.Gizi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Yogyakarta: Graha Ilmu

Iklan