Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155 Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153
LABORATORIUM UJI TANAH

ATTERBERG LIMITS

I. Latar Belakang

Apabila tanah berbutir halus mengandung mineral lempung. Maka tanah tersebut
dapat diremas-remas (remolded) tanpa menimbulkan retakan. Sifat kohesif ini
disebabkan karena adanya air yang terserap (adsorbed water) di sekeliling permukaan
dari partikel lempung. Bergantung pada kadar air, tanah dapat berbentuk cair, plastis,
semi padat, atau padat. Kedudukan fisik tanah berbutir halus pada kadar air tertentu
disebut konsistensi. Konsistensi bergantung pada gaya tarik antara partikel mineral
lempung. Sembarang pengurangan kadar air menghasilkan berkurangnya tebal lapisan
kation yang menyebabkan bertambahnya gaya tarik partikel. Bila tanah dalam
kedudukan plastis, besarnya jaringan gaya antar partikel akan sedemikian hingga
partikel bebas menggelincir antara satu dengan yang lain, dengan kohesi yang tetap
terpelihara. Pengurangan kadar air menghasilkan pengurangan volume tanah.
Atterberg (1911) memberikan cara untuk menggambarakan batas-batas
konsitensi dari tanah berbutir halus dengan mempertimbangkan hubungan kadar air
tanah. Batas-batas tersebut adalah batas cair (liquid limits), batas plastis(plastic limits),
dan batas susut(shrinkage limits).

Padat Semipadat Plastis Cair

Batas Batas Batas Cair


susut Plastis
Gambar 1. Batas-batas Atterberg

MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS

Gambar.
LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153

II. Pembagian dan Pegujian Batas-Batas Atterberg

Berikut ini adalah pembagian dan pengujian batas-batas Atterberg:

A. Pengujian Batas Cair (Liquid Limit)

A.1. Latar Belakang

Batas cair adalah kadar air dimana batas suatu tanah berubah dari keadaan cair
menjadi keadaan plastis. Di dalam laboratorium, liquid limit didefinisikan sebagai kadar
air dimana contoh tanah yang telah dimasukkan pada alat cassagrande (gambar A.1),
dibuat celah di tengahnya dengan standard grooving tool. Dengan menjalankan alat
pemutar dengan kecepatan 2 ketukan per detik, mangkuk kemudian dinaik-turunkan
dari ketinggia 0,3937 in (10 mm), sehingga pada ketukan ke-25 contoh tanah yang
digores dengan grooving tool merapat sepanjang 0,5 inch. Alat ini dikembangkan oleh
cassagrande dan besarnya batas cair ditentukan kadar air pada ketukan ke-25, adapun
rumus kadar airnya adalah:

w1  w2
W 100%
w2  w3

Dengan:
W = kadar air
w1 = berat tanah basah + container Gambar A.1.cassagrande dan grovingtool
w2 = berat tanah kering + container
w3 = berat container
Kadar air dari tanah, dalam persen, dan jumlah pukulan untuk masing-masing
hasil uji digambarkan di atas kertas grafik semi-log. Hubungan anatara kadar air dan log
N dapat dianggap sebagai suatu garis lurus. Garis lurus tersebut dinamakan sebagai
kurva aliran (Flow Curve).

MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS


LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153
A.3. Peralatan dan Bahan

a. Alat

Adapun alat yang digunakan dalam pengujian adalah:

 Cassagrande
 Grooving tool (alat pembuat alur)
 Pelat kaca 45x45x0,9
 Container 5 buah
 Spatula
 Ayakan no. 40
 Botol tempat air suling
 Palu karet
 Timbangan dengan ketelitian 0.01 gr
 Alat tulis
 Oven temp. (105-110)˚C
 Disikator

b. Bahan

Adapun bahan yang digunakan dalam pengujian adalah:

 Tanah jenis lempung atau lanau dari lapangan.


 Air suling

B.4. Pelaksanaan Pengujian

a. Persiapan

adapun persiapan yang dilakukan sebelum pengujian adalah:

a.i. Persiapan Tanah

Persiapan tanah dilakukan sehari sebelum melakukan pengujian, langkah-


langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Keringkan Tanah jenis lempung atau lanau hingga mencapai


berat tetap.

2. Tumbuklah tanah tanah dengan palu karet, lalu diayak dengan ayakan no.40
(0,420 mm)

MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS


LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153
a.i Persiapan Alat

Adapun persiapan yang dilakukan sebelum melakukan pengujian adalah:

1. Memastikan kebersihan alat–alat


2. Mempersiapkan botol penyemprot dan air suling
3. Menimbang berat container- container kosong (W3)

b. Prosedur Pelaksanaan pengujian Batas Cair (Liquid Limit)

Adapun prosedur pelaksanaan pengujian Batas Cair (Liquid Limit) adalah:

1. Letakkan 100 gram tanah yang telah diayak diatas pelat kaca.
2. Dengan menggunakan spatula aduklah tanah dengan menambah air suling
sedikit demi sedikit.
3. Atur alat cassagrande agar tinggi jatuh mangkok sudah tepat 1 cm di atas
landasannya.
4. Setelah campuran tanah merata, ambil sebagian tanah dan letakkan diatas
mangkok cassagrande, ratakan permukaannya hingga sejajar dengan dasar alat,
bagian yang paling tebal harus ±1 cm.
5. Buatlah alur dengan menggunakan grooving tool hingga membagi tanah menjadi
2 bagian yang simetris. Posisi alat pembuat alur harus tegak lurus permukaan
mangkok (gambar A.2).

Gambar A.2. Pembuatan alur dengan groovingtool


6. Putar tangkai pemutar cassagrande dengan kecepatan 2 putaran per detik.
Pemutaran dilakukan hingga bagian dasar tanah saling bersinggungan akibat

MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.


1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS
LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153

ketukan ( gambar A.3). Catat jumlah ketukan saat tanah bersinggungan.Jika


jumlah ketukan < 10 maka tambah tanah atau keringkan untuk beberapa waktu,
jika jumlah ketukan > 50 maka tambahkan air.

Gambar A.3.Pinggiran tanah menyatu

7. Ambillah tanah langsung dari mangkok pada alur, kemudian masukkan ke dalam
container kosong (W3) yang telah ditimbang dan dicatat beratnya. Berat container
+ tanah basah adalah (W1), Beri label pada cawan.
8. Bersihkan alat lalu ulangi langkah 4 sampai 9 minimal 3 kali berturut-turut
dengan kadar air yang berbeda, sehingga akan diperoleh perbedaan jumlah
pukulan sebesar 8-10.
9. Masukkan container - container ke dalam oven berisi tanah yang telah ditimbang
selama kurang lebih ±24 jam.
10. Setelah ±24 jam dalam oven, container berisi tanah dikeluarkan dan ditimbang.
Berat container + berat tanah kering adalah (W2).

MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS


LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153

A.5. Hasil Pengujian dan Analisa

Hari, Tanggal pelaksanaan : Senin, 16 April 2018

Waktu Pelaksanaan : 15.20-18.00 WIB

Lokasi : Politeknik Negeri Medan (Laboratorium Sipil)

Nama : Mia Livia Arsita

Kelompok : II (dua)

a. Hasil Pengujian dan Analisa dari pengujian Liquid Limit

No. Container 1 2 3 4

Jumlah pukulan 14 25 40 53

Berat Container + tanah basah W1 (gr) 46,6 41,6 56,8 45,4

Berat container +tanah kering W2 (gr) 37,8 34,4 45,2 37,6

Berat air W1 - W2 (gr) 8,8 7,2 11,6 7,8

Berat container W3 (gr) 21 21 20,2 21

Berat tanah kering W2 - W3 (gr) 16,8 14,2 24,2 16,6

w1  w2
Kadar air W= x100% 52,38 50,7 49,3 46,98
w2  w3

MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS


LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153
GRAFIK KADAR AIR TERHADAP KETUKAN

 Jadi kadar air yang didapat adalah 51 %

A.6. Dokumentasi

Berat Cawan Berat Cawan + Tanah Basah Berat Cawan + Tanah Basah

MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS


LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153

Berat Cawan Berat Cawan + Tanah Basah Berat Cawan + Tanah Basah

Tanah pada Pembuatan alur pada tanah Tanah setelah diketuk


cassagrande dengan grooving tool

MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : HAND BORING


LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153
B. Pengujian Batas Plastis (Plastic Limit)

B.1. Latar Belakang

Batas plastis (ASTM D-4318, 1998) didefinisikan sebagai kadar air di dalam tanah
pada fase antara plastis dan semi padat. seperti telah diuraikan sebelumnya, apabila
kadar air di dalam tanah berkurang, maka tanah menjadi lebih keras dan memiliki
kemampuan untuk menahan perubahan bentuk. Perubahan tanah dari cair menjadi
padat tersebut akan melalui fase yang dinamakan semi padat. Pengujian batas plastis
dimaksudkan untuk menentukan besarnya kadar air di dalam contoh tanah pada saat
tanah akan berubah dari fase plastis menjadi fase semi padat atau sebaliknya. Batas
Plastis (Plastic Limit) merupakan karakteristik dari tanah berbutir halus (lempung) yang
sangat penting. Batas ini melukiskan kemampuan tanah untuk berdeformasi pada
volume yang tepat tanpa retakan atau remahan.
Di dalam laboratorium, plastic limit didefinisikan sebagai kadar air pada batas
dimana contoh tanah didigulung membentuk elipsoida pada pelat kaca hingga mencapai
diameter kurang lebih ⅛ inch (3.2 mm) menjadi retak-retak..
Dari percobaan ini dapat ditentukan Plastic Index (IP) yang merupakan perbedaan
antara batas cair dan batas plastis suatu tanah. Liquid Index (LI), dimana:

IP = WL – Wp

Kadar air tanah dalam keadaan aslinya biasanya terletak antara batas plastis dan
batas cair. Rumus yang digunakan sama seperti persamaan
w1  w2
W  100%
w2  w3

dengan :
W = kadar air
w1 = berat tanah basah + container
w2 = berat tanah kering + container
w3 = berat container

MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.


1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS
LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153
B.2. Tujuan

Adapun tujuan dari pengujian batas plastis (Plastis Limit) adalah untuk
menentukan kadar air suatu tanah pada keadaan batas plastis dan menentukan Plastic
Index (IP) dari tanah.

B.3. Peralatan dan Bahan

a. Peralatan

Adapun peralatan yang digunakan adalah:

 Ayakan no.40 (0.420 mm)


 Pelat kaca
 Container dari bahan anti korosi
 Oven temp. (105-110)˚C
 Timbangan dengan ketelitian 0.01 gr
 Spatula
 Cawan keramik
 Alat tulis
 Botol tempat air suling

b. Bahan

Adapun bahan yang digunakan adalah:

 Tanah lolos ayakan no. 40 (0,420 mm) sebagian dari penelitian batas cair
 Air suling

B.4. Pelaksanaan Pengujian

a. Persiapan

Adapun persiapan yang dilakukan sebelum melakukan pengujian adalah:

1. Membersihkan alat–alat yang akan digunakan


2. Mempersiapkan tanah lolos saringan No.40 ASTM.
3. Mengisi botol air suling dengan air suling.
4. Menimbang berat container (W3)
b. Prosedur Pelaksanaan
Adapun prosedur pelaksanaan pengujian Batas Plastis (Plastic Limit) adalah:

MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS


LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153
1. Contoh tanah lolos ayakan no. 40 (0,420 mm) (sebagian dari penelitian batas
cair) sebanyak ±20 gram, diletakkan didalam cawan keramik dan diaduk dengan
spatula sehingga merata kadar airnya.
2. Buat bola-bola tanah seberat ± 8 gram atau memiliki diameter 1 cm, lalu digulung
diatas plat kaca dengan jari. Penggulungan dengan telapak tangan dengan
kecepatan 80-90 gulungan permenit.

Gambar B.1. Penggulungan tanah

3. Penggulungan dilakukan terus sampai benda uji membentuk batang lidi dengan
diameter 9 mm. Bila pada waktu penggulungan benda uji retak sebelum
mencapai diameter 3 mm, maka benda uji disatukan kembali dan ditambah
sedikit air dan diaduk hingga kadar airnya merata.
4. Apabila ternyata penggulungan bola-bola itu dapat mencapai diameter lebih kecil
dari 3 mm tanpa menunjukkan retakan-retakan sejarak ±2,5 cm, maka untuk
tanah perlu dibiarkan beberapa saat diudara agar kadar airnya berkurang.
5. Pengadukan dan penggulungan diulangi terus sampai retakan-retakan itu terjadi
tepat pada saat gulungan mempunyai diameter 3 mm, yang selanjutnya batang-
batang tanah tersebut diteliti kadar airnya. Hal ini dilakukan ganda masing-
masing seberat ± 3 gram.
6. Contoh tanah yang retak-retak pada diameter 3 mm dimasukkan ke dalam
container yang sudah ditimbang beratnya. Berat container + tanah basah adalah
(W1), beri label pada container.
7. Masukkan container ke dalam oven berisi tanah yang telah ditimbang selama
kurang lebih ±24 jam.

MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS


LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153
8. Setelah ±24 jam dalam oven, container berisi tanah dikeluarkan dan ditimbang.
Berat container + berat tanah kering adalah (W2).

B.5. Hasil Pengujian dan Analisa


Hari, Tanggal pelaksanaan : Senin, 16 April 2018

Waktu Pelaksanaan : 15.20-18.00 WIB

Lokasi : Politeknik Negeri Medan (Laboratorium Sipil)

Nama : Mia Livia Arsita

Kelompok : II (dua)

a. Hasil dan Analisa Pengujian Liquid Limit

No. Container 1 2

Berat Container + tanah basah W1 (gr) 29,01 27,88

Berat container +tanah kering W2 (gr) 26,68 25,87

Berat air W1 - W2 (gr) 2,33 2,01

Berat container W3 (gr) 20,87 20,87

Berat tanah kering W2 - W3 (gr) 2,33 2,01

Kadar air W p=
w1  w2 40,1 40,1
x100%
w2  w3

Kadar Air Rata-rata 40,1 %

MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS


LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153

b. Hasil dan Analisa Indeks Plastis Ip


Diketahui :
WL = 50,1 %
Wp = 40,1 %
IP = WL – Wp
IP = 51 – 40,1
IP = 10,9

B.6 Dokumentasi

Pencampuran tanah Penimbangan container


dengan air

Pembuatan bola- Pembuatan bola-


bola tanah bola tanah
MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS

LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH


POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153
Penggulungan Penggulungan
tanah tanah

Penimbangan container +
tanah basah

Pengovenan tanah Penimbangan container +


tanah kering
MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS

LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH


POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153
C. Pengujian Batas Susut (Shrinkage Limit)

C.1. Latar Belakang

Suatu tanah akan menyusut apabila air yang dikandungnya secara perlahan-lahan
hilang dalam tanah. Dengan hilangnya air secara terus menerus, tanah akan mencapai
suatu tingkat keseimbangan di mana penambahan kehilangan air tidak akan
menyebabkan perubahan volume. Kadar air, dinyatakan dalam persen, dimana
perubahan volume suatu massa tanah berhenti didefenisikan sebagai batas susut
(Shringkage limit).
Pengujian Shrinkage Limit terdiri dari dua pengujian yaitu pengujian Linear
Shrinkage Limit dan Volumetric Shrinkage Limit. Linear Shrinkage Limit merupakan
prosentase dari panjang asli dari contoh tanah yang diuji. Alat yang digunakan adalah
shrinkage mould (gambar C.1), adapun rumusnya adalah sebagai berikut:

Sedangkan Volumetric Shrinkage Limit diuji dengan menggunakan shrinkage dish


(gambar C.2) berdiameter kira-kira 1.75 inch (44,4 mm) dan tinggi kira-kira 0,5 inch
(12,7 mm). Adapun rumus yang digunakan pada pengujian ini adalah:

Gambar C.1 Shrinkagen dish. Gambar C.2. Shrinkage mould

MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS

LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH


POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153
C.2. Tujuan

Adapun tujuan dari pengujian Batas Susut (Shrinkage Limit) adalah untuk
menentukan kadar air suatu tanah pada keadaan batas susut secara Linier dan
Volumetric.

C.3. Peralatan dan Bahan


a. Alat
Adapun alat yang digunakan dalam pengujian adalah:
 Kuas
 Ayakan no.40
 Shrinkage dish
 Shrinkage mould
 Mistar
 Glass plate
 Evaporating dish
 Coated dish
 Spatula
 Cawan
 Oven temp. (105-110)˚C
 Container
 Timbangan ketelitian 0.01 gr

b. Bahan
Adapun bahan yang dibutuhkan dalam pengujian adalah:
 Air suling
 Air raksa
 Minyak/Oli
 Tanah lolos ayakan no. 40 (0,420 mm) sebagian dari penelitian batas cair.

MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS


LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153
C.4. Pelaksanaan Pengujian

a. Persiapan

Adapun persiapan yang dilakukan sebelum melakukan pengujian adalah:

1. Membersihkan alat–alat yang akan digunakan


2. Mempersiapkan tanah lolos saringan No.40 ASTM.
3. Mengisi botol air suling dengan air suling.
4. Menimbang berat Shrinkage dish (W3).

b. Prosedur Pelaksanaan
1) Prosedur Pelaksanaan Linear Shrinkage Limit

Adapun prosedur pelaksanaan pengujian Linear Shrinkage Limit adalah:

1. Berilah oli atau minyak di sekeliling Shrinkage mould dengan kuas agar contoh
tanah yang diuji tidak melekat pada cetakan.
2. Ambil ± 150 gr contoh tanah yang melalui ayakan No. 40 seperti yang
diisyaratkan pada persiapan contoh tanah untuk plastis limit.
3. Masukkan campuran tanah tersebut ke dakam cetakan dan ratakan dengan
spatula, usahakan tidak ada udara yang terperangkap. Bersihkan tanah yang
melekat pada pinggirnya dengan lap basah, lalu ditimbang (W1) .
4. Cetakan yang telah terisi benda uji keringkan dalam oven mula-mula pada
temperature 60-65˚C, kemudian 105-110˚C sampai benar - benar kering.
5. Dinginkan cetakan tersebut dan panjang dari batang tanah tersebut lalu diukur
dan ditimbang (W2). Bila dalam pengeringan tanah melengkung, hati-hati
keluarkanlah dari cetakan ukur lengkungan bagian atas dan bagian bawah, harga
rata-rata dari pengukuran tersebut diambil sebagai panjang contoh tanah kering
yang diuji.

MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS


LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153
2) Prosedur Pelaksanaan Shrinkage Limit Volumetrik
Adapun prosedur pelaksanaan pengujian Linear Shrinkage Limit adalah:

1. Ambil contoh tanah yang melalui ayakan No. 40 seperti


yang disyaratkan pada persiapan contoh tanah untuk plastis limit.
2. Masukkan campuran tanah tersebut ke dalam Shrinkage
dish yang sudah diolesi minyak atau oli. Jangan lupa untuk mengetuk-
ngetuk Shrinkage dish agar sampel tanah mengisi penuh seluruh
bagian Shrinkage dish dan permukaannya rata.
3. Timbanglah sampel tanah dan Shrinkage dish tersebut
(W1).
4. Diamkan Shrinkage dish dan sampel tanah di udara
terbuka kurang lebih selama 18 jam agar tidak mengalami retak-retak
akibat pemanasan secara tiba-tiba.
5. Setelah 18 jam, masukkan sampel tanah dimasukkan ke
dalam oven.
6. Setelah sekitar ±24 jam di oven, shrinkage dish dan
tanah kering dikeluarkan dari oven. Timbang lagi (W 2), dan kemudian
hitung volume tanah basah dan volume tanah kering.
* Menghitung volume tanah basah :

 Timbang Shrinkage dish (w1)


 Masukkan raksa ke dalam Shrinkage dish sampai penuh, lalu
permukaan raksa diratakan dengan pelat kaca agar sejajar dengan
pinggiran Shrinkage dish
 Kemudian Shrinkage beserta isinya ditimbang (w2)
 Volume tanah basah adalah:

wHg w2  w1
Vw  
 Hg  Hg

MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS


LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153

** Menghitung volume tanah kering :


 Masukkan raksa ke dalam coated dish sampai penuh dan ratakan
dengan pelat kaca. Timbang coated dish beserta isinya dan
diperoleh berat air raksa dalam shrinkage dish (wHg+S)
 Masukkan contoh tanah kering ke dalam shrinkage dish yang berisi
raksa dengan menekannya secara hati–hati dengan pelat kaca
berkaki tiga sehingga permukaan sampel tanah benar–benar berada
tepat di permukaan air raksa – sebagian raksa akan tumpah keluar.
Proses ini disebut sub-merging soil cake (gambar C.3).

Gambar C.3 sub-mergingsoil cake


 Mengeluarkan sampel tanah dan menimbang kembali shrinkage
dish + raksa yang tersisa (wHg)
 Volume tanah kering adalah:

wHg  s  wHg
Vw 
 Hg

MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS


LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153
C.5. Hasil Pengujian dan Analisa
Hari, Tanggal pelaksanaan : Senin, 20 April 2018

Waktu Pelaksanaan : 15.20-18.00 WIB

Lokasi : Politeknik Negeri Medan (Laboratorium Sipil)

Nama : Mia Livia Arsita

Kelompok : II (dua)

a. Analisa Pengujian Shrinkage Limit

No. Contoh nomor Linear Volumetrik

1 Berat dish+ tanah basah (W1) (gr) 418,15 30,61

2 Berat dish+ tanah kering (W2) (gr) 400,8 24,48

3 Berat dish (W3) (gr) 366,56 12,01

4 Volume dish (cm3) 31,66 10,20

5 Berat air (gr) 18,7 6,41

6 Berat tanah kering (gr) 382,1 12,42

7 Kadar air (%) 50,67 49,75

8 Berat air raksa tumpah (gr) - 6,4


9 Volume tanah kering (cm3) - 11,69

10 - 37,75

11 Panjang contoh semula (cm) 14 -

12 Panjang setelah kering (cm) 12,8 -

13 8,571 -

MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.


1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS
LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153
Keterangan :

 Linear Shrinkage Limit

 Volumetric Shrinkage Limit

C.6. Dokumentasi

Penimbangan Penimbangan Penimbangan


Shrinkage mould Shrinkage mould + Shrinkage mould +
tanah basah tanah kering
MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS


LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153

Penimbangan Penimbangan Penimbangan


Shrinkage dish Shrinkage dish + tanah Shrinkage dish+ tanah
basah kering

Penimbangan Coated Penimbangan Penimbangan air raksa


dish berisi air raksa Shrinkage dish + air yang tumpah
raksa
MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS

LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH


POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153
III. Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari pengujian batas-batas Atterberg adalah:

1. Berdasarkan pengujian batas cair (Liquid Limit), didapat batas cairnya adalah 51
%.
2. Berdasarkan pengujian batas plastis (Plastic Limit), didapat batas plastisnya
adalah 40,1 %
3. Berdasarkan pengujian batas susut (Shrinkage Limit), didapat batas susutnya
adalah 37,75 %.
4. Indeks plastis (Plasticity Index) yang diperoleh dari pengujian adalah 10.9

5. Didapat dari hasil Liquid and Plastic Limit Determination tanah termasuk
kedalam tipe IV yaitu INORGANIC SILTS OF LOW COMPRESSIBILITY.
IV. Saran
Adapun saran dari hasil pelaksanaan pengujian batas-batas Atterberg adalah adalah:
1) Pada pengujian batas cair (liquid limit) pemutaran handle pada cassagrande
harus dilakukan secara konstan hingga pinggir kedua tanah menyatu.

MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS

LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM UJI TANAH


POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Indonesia, http://www.polmed.ac.id
email : sipil_polmed@yahoo.co.id Telp. Jurusan Sipil (061)8225153, Fax : 061-8225153

2) Pada pengujian batas plastis (plastic limit) penggulungan contoh tanah


diusahakan dilakukan dalam kecepatan sesuai prosedur yaitu 80-90 gulungan
permenit dan posisi tangan pada penggulungan tidak terlalu kuat menekan
contoh tanah agar tanah tidak cepat hancur atau putus.
3) Pada pengujian batas susut (shrinkage limit) usahakan pada saat menutup kaca
pada pengujian volumetric dilakukan secara rata, agar pada saat air raksa keluar
tidak masuk udara.
4) pada Setiap cawan harus diberi tanda dengan benar.
5) Keadaan tanah keluar dari oven harus benar-benar dingin untuk ditimbang.
6) Usahakan menimbang sampel dilakukan secara berulang sampai mencapai berat
tetap.
7) Jika contoh tanah tidak langsung ditimbang keluar dari oven, masukkan contoh
tanah kedalam desikator agar tanah tidak terpengaruh udara dari luar.
MIA LIVIA ARSITA SUBJEK : SOIL TESTING HAL.

1605022016 / SI-4E TOPIK : ATTERBERG LIMITS