Anda di halaman 1dari 41

PERSEPSI DAN EMOSI

dr. Mutiara Anissa, Sp.KJ


Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa
FK Baiturrahmah
Definisi Persepsi
• Persepsi : pengamatan tentang objek, peristiwa atau
hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan
informasi dan menafsirkan pesan. (Rahmat, 2007)

• Persepsi : suatu proses yang melibatkan pengetahuan yang


telah dimiliki (yang disimpan dalam ingatan) untuk
mendeteksi atau memperoleh dan menginterpretasi
stimulus (rangsangan ) yang diterima oleh alat indera
seperti mata, telinga dan hidung. ( Matlin, 1989)

• Persepsi : proses menginterpretasi/menafsirkan informasi


yang diperoleh melalui sistem indra manusia ( Donsu, 2017)
• Persepsi membuat seseorang mampu
memahami keadaan lingkungan sekitar dan
dirinya sendiri.

• Persepsi 
– Berbeda antara satu orang dengan orang lain
– Bersifat positif dan negatif
Proses Persepsi
• Stimulus  alat indera saraf sensoris  otak

Proses fisik Proses fisiologis

Menyadari dan menginterpretasi stimulus

Proses psikologis
Sistem Indera
Syarat Terjadinya Persepsi

• Adanya objek yang dipersepsi (stimulus)


• Adanya perhatian
• Adanya alat indera/reseptor yaitu alat untuk
menerima stimulus
• Saraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan
stimulus ke otak, yang kemudian sebagai alat
untuk mengadakan respon.
Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi
• Eksternal
– Objek yang diamati
– Kebutuhan individu
• Internal
– Sistem indera dan saraf
– Perhatian
Apakah yang anda lihat?
Perhatian
• Proses dimana kita memilih objek/stimulus
yang kita tangkap  atensi selektif
• Stimulus yangg diperhatikan jelas disadari
oleh individu.
• Jenis perhatian :
– spontan – tdk spontan
– sempit – luas
– terpusat – terbagi
– statis – dinamis
GANGGUAN PERSEPSI
• Gangguan persepsi adalah ketidakmampuan manusia dalam
membedakan antara rangsang yang timbul dari sumber
internal seperti pikiran, perasaan, sensasi somatik dengan
impuls dan stimulus eksternal.
• Salah satu gejala gangguan jiwa
– Menimbulkan gangguan perilaku  terganggunya interaksi
sosial.
• Penyebab : gangguan pada otak
– kerusakan langsung pada otak  epilepsi, stroke
– Keracunan obat-obatan  alkohol
– obat yang bersifat halusinogenik  amfetamin (ectasi,
sabu-sabu)
MACAM-MACAM
GANGGUAN PERSEPSI
1. Halusinasi
• Halusinasi adalah persepsi tanpa adanya rangsang
apapun pada pancaindra seseorang.
• Halusinasi terjadi pada keadaan sadar
• Penyebab : organik, fungsional, psikotik
(Skizofrenia paranoid, gangguan waham)
• Jenis halusinasi :
– Halusinasi hipnogogik (menjelang tidur)
– Halusinsi hipnopompik (saat terbangun tidur)
– Halusinasi auditorik
– Halusinasi visual
– Halusinasi penciuman
– Halusinasi pengecapan
– Halusinasi taktil
– Halusinasi liliput
2. Ilusi

• lnterpretasi yang salah atau menyimpang


tentang stimulus yang ada.

• Misal : pasien melihat ular tenyata kayu


3. Depersonalisasi
• Perasaan subyektif dengan gambaran seseorang
mengalami atau merasakan diri sendiri (atau
tubuhnya) sebagai tidak nyata atau khayali (asing,
tidak dikenali)
• Merasa ruhnya terlepas dari badannya

4. Derealisasi
• Perasaan subyektif bahwa lingkungannya menjadi
asing, tidak nyata.
5. Gangguan Psikofisiologik

• Gangguan pada tubuh yang disarafi oleh susunan


saraf yang berhubungan dengan kehidupan dan
disebabkan oleh gangguan emosi
• Dapat berupa :
• Kulit : dematitis, urtikaria
• Otot : low back pain, ketegangan otot
• Sistem pernafasan : asma
• Jantung : dada berdebar-debar, hipertensi
• Saluran cerna : konstipasi, diare
• Mata : berkunang-kunang
6. Agnosia

• Ketidakmampuan untuk mengenal dan


mengartikan persepsi, baik sebagian maupun total
sebagai akibat kerusakanotak
• Contoh :
• Agnosia visual : Pasien dapat melihat objeknya,
namun tidak dapat mengenalinya atau
menyebutkan namanya.
• Agnosia jari : keadaan pasien yang tidak mampu
mengidentifikasi jarinya atau jari orang lain.
Emosi ???
DEFINISI EMOSI MENURUT AHLI
• Daniel Goleman : setiap kegiatan atau
pergolakan perasaan, pikiran, nafsu,
setiap keadaan mental yang hebat dan
meluap-luap.

• Chaplin : suatu keadaan yang terangsang


. dari organisme yang mencakup perubahan
yang disadari, yang sifatnya mendalam
dari perubahan perilaku tersebut.
Definisi Emosi
• Emosi : suasana perasaan yg dihayati secara
sadar, melibatkan pikiran, persepsi dan
perilaku
– Mood : suasana perasaan yg menetap dan bersifat
pervasif dan bertahan lama, mewarnai persepsi
seseorang thdp kehidupannya .
– Afek : respon emosional sesaat, dinilai dari
ekspresi wajah, pembicaraan, sikap dan gerak
gerik. (Buku Ajar Psikiatri, FKUI)
Emosi & Perasaan
• Emosi mempunyai intensitas lebih kuat dari
perasaan
• Emosi dapat menimbulkan gangguan organik,
sedang perasaan tidak dapat
Fungsi Emosi
• Fungsi adaptif
• Komunikasi
• Hubungan sosial
• Perkembangan Moral dan sosial
• Sumber kesenangan dan sakit
4 Komponen Emosi
• Stimulus - yg mendorong reaksi
• Perasaaan – pengalaman yg disadari baik
positif atau negatif yang membuat kita
menjadi awas
• Rangsangan fisiologis – respon tubuh
• Respon perilaku – tindakan yang
dilakukan
Emotion: Moore Than a Feeling
Sebuah keadaan perasaan yang
melibatkan pola perubahan wajah
dan tubuh, penilaian kognitif, dan
keyakinan

Perubahan Pengaruh
Fisiologis : Budaya :

pd otot mempertajam
tubuh dan
EMOSI pengalaman dan
wajah ekspresi emosi

Proses Kognitif :
interpretasi terhadap situasi emosional
Teori -Teori Emosi

1. Logika Umum (common sense)


2. Teori James-Lange
3. Teori Cannon-Bard
4. Teori 2 Faktor Schacter-Singer
5. Facial Feedback Hypothesis
6. Lazarus’ Cognitive Theory
1. Common Sense
Stimulus mendorong emosi menghasilkan
perasaan emosi, dan kemudian perasaan ini
menghasilkan perubahan fisiologis dan perilaku.

Takut
2. Teori James-Lange
Stimulus memprovokasi emosi secara langsung utk
menghasilkan perubahan fisiologis dan perilaku, dan
kemudian peristiwa ini menghasilkan perasaan
emosi.

Takut
3. Teori Cannon-Bard
Stimulus memprovokasi emosi mengaktifkan pusat
otak yang disebut "thalamus", yang secara
bersamaan mengirimkan pesan ke korteks,
menghasilkan perasaan emosi, untuk organ, gairah,
dan otot rangka, dan perilaku

Takut
4. Teori 2 Faktor Schacter-Singer
Kita memiliki perasaan emosi ketika ada dua faktor yang
hadir yaitu: kita secara dibangkitkan secara fisiologis, dan
kita menafsirkan suau emosi tertentu didasarkan pada
situasi yg dihadapi
“Hii.. Anjingnya galak”

Takut
5. Facial Feedback 6. Lazarus’ Cognitive
Hypothesis Theory

• Ekspresi wajah
tidak hanya •Berdasarkan
merefleksikan "penilaian kognitif",
perasaan, namun
juga kita memutuskan jika
mempengaruhi situasi positif, negatif,
perasaan kita.
• Suatu proses di atau netral.
mana otot-otot Sebuah penilaian
wajah positif atau negatif
mengirimkan
pesan mengenai memicu gairah baik
emosi dasar yang fisiologis dan rasa
sedang dikirimkan
ke otak. emosi
10 Emosi Dasar :
1. Joy = gembira 6. Interest – Excitement =
tertarik
2. Surprise = terkejut
7. Sadness = sedih
3. Anger = marah
8. Disgust = jijik
4. Contempt = mengejek
9. Fear = takut
5. Shame = malu
10. Guilt = merasa salah
OTAK dan EMOSI
Otak Dan
Emosi
 Kemampuan untuk mengenali emosi tertentu dikendalikan oleh
bagian spesifik dari otak. Kedua cerebral hemisphere (sisi otak)
mengendalikan tugas emosional yg berbeda.
 Otak kanan: mengenali ekspresi emosi dan memperoses
perasaan emosional.
 Otak kiri: memproses makna emosional.

 Peran Amygdala  emosi takut


 Mengevaluasi informasi sensorik, kemudian menentukan
kepentingan emosionalnya dan membuat keputusan untuk
mendekati atau menjauhi suatu situasi (Fight or Flight)
 Peran Prefrontal Cortex

Otak Dan  Bagian kanan: menarik diri atau


Emosi melarikan diri
 Bagian kiri: memotivasi untuk
mendekati orang lain
 Prefrontal cortex kiri lebih aktif  lebih
banyak emosi +, tingkat kepuasan lebih
tinggi, kemampuan mengatasi emosi -,
kemampuan menekan emosi.
 Pengaturan emosi

 Mirror Neurons (modeling and emphaty)


 Syaraf yang membantu kita untuk mengenali perasaanyang
sedang terjadi pada orang lain, memahami tujuan orang
lain, menirukan tindakan orang lain dan membaca emosi
orang lain.
 Setelah signal dari amygdala dan prefrontal
Hormon cortex langkah selanjutnya adalah 
Dan Emosi pelepasan hormon.

 Saat merasa emosi kuat (stress), sistem


saraf akan memerintahkan kelenjar
adrenalin melepaskan 2 hormon:
epinephrine dan norepinephrine 
menyebakan kita lebih siaga/awas (pupil
mata melebar, detak jantung meningkat,
tekanan darah meningkat. Sedangkan
aktivitas bagian pencernaan melambat.
Kognisi dan Emosi
• The brain’s shortcut for emotions

Thalamus

Instant fear
response

Visual
cortex

Amygdala

Slightly slower
interpretation: To pounding heart
“This is a snake!
Get away.”
Kognisi dan Emosi
 Respon emosional bukan disebabkan
oleh perilaku orang lain, namun cara
individu menginterpretasikan perilaku
individu lain pada umumnya.

 Emosi dihasilkan dan dipengaruhi oleh:


 Keyakinan
 Persepsi terhadap situasi
 Harapan
How The  Atribusi
Mind Mold  Contoh: Terjebak kemacetan, respon
Emotion emosi bisa berbeda tergantung situasi.
Kognisi dan Emosi
• Kognisi mempengaruhi
emosi dan juga sebaliknya.
• Beberapa emosi tergantung
sepenuhnya pada
perkembangan dari
kapasitas kognisi/intelektual
individu.
• Contoh: anak batita tidak
memiliki
• perasaan malu atau
bersalah.
• Pikiran dapat mempengaruhi
emosi.
Pengaruh emosi pada belajar
 Emosi yg positif dpt mempercepat proses belajar
dan mencapai hasil belajar yg lebih baik.
Sebaliknya, emosi yg negatif dpt memperlambat
belajar atau bahkan menghentikannya sama sekali.
SELAMAT BELAJAR