Anda di halaman 1dari 4

NAMA = M.

FEBRIAN BACHTIAR

NIM = 162210101096

KELAS =B

1. Milrinone Lactate

Farmakokinetik = Milrinone diabsorpsi dengan cepat hingga hampir mendekati


sempurna setelah pemberian oral. Bioavailabilitas milrinone
sebesar 92%. Volume ditribusi milrinone yang diberikan
secara injeksi IV dengan dosis 12,5 mcg/kg-125 mcg/kg
sebesar 0,38 L/kg. Sementara itu, milrinone yang diberikan
secara infus intravena dengan dosis 0,20 mcg/kg/menit-0,70
mcg/kg/menit memiliki volume distribusi sebesar 0,45 L/kg.
Sekitar 70-80% milrinone terikat dengan protein plasma.
Sebagaian besar reaksi metabolisme pada milrinone adalah
reaksi O-glukuronidasi. Milrinone diekskresikan bersama urin
dengan nilai klirens sebesar 0,13 L/kg jam untuk pemberian
secara injeksi intravena dan 0,14 L/kg jam pada pemberian
dengan infus intravena.

Farmakodinamik = Milrinone termasuk senyawa ionotropik positif yang memiliki


efek vasodilator. Milrinone menghambat aktivitas cAMP
fosfodiesterase.

Indikasi = Diberikan secara intravena dalam jangka pendek pada pasien


dengan gagal jantung yang tidak menunjukkan perbaikan
kondisi setelah diberikan terapi konvensional

Kontraindikasi = Milrinone lactate sebaiknya tidak diberikan kepada pasien yang


mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap obat tersebut,
yang menderita infark miokard akut, hipotensi, arterial fibrasi,
dan gagal ginjal serta kepada ibu hamil

Efek samping obat= sakit kepala, masalah pernapasan, nyeri dada, bengkak
kemerahan dan nyeri pada area injeksi, muncul reaksi alergi

Interaksi Milrinone= Milrinone menurunkan laju ekskresi Abacavir, Acarbose,


Acetaminophen, Acetarsol, Aclidinium, dan Acrivastine
sehingga konsentrasi obat-obatan tersebut dalam darah tetap
tinggi. Aceclofenac, Aspirin, dan Acyclovir menurunkan laju
ekskresi Milrinone sehingga konsentrasi Milrinone dalam
darah tetap tinggi.
Nama Generik = Milrinone Lactate

Nama Dagang Produsen Bentuk Sediaan Dosis

Coritrope Sanifi Aventis Larutan 50 mcg/kg BB


secara IV dengan
lambat selama > 10
menit.Pemeliharaan:
0,59-1,13 mg/kg
BB/hari (0,375-0,75
mcg/kg BB/menit
secara IV intravena

2. Pentoxifylline

Farmakokinetika = Pentoxifylline diabsorbsi hingga mendekati sempurna setelah


pemberian oral. Sekitar 70% pentoxifylline terikat dengan
protein plasma. Waktu paruh pentoxifylline sebesar 0,4-0,8
jam. Pentoxifylline diekskresikan bersama urin melalui ginjal.

Farmakodinamika = Pentoxifylline menghambat eritrosit fosfodieterase sehingga


terjadi peningkatan aktivitas cAMP eritrosit sehingga
membran eritrosit menjadi lebih stabil dan resisten dari proses
deformitas. Pentoxifylline juga menurunkan viskositas darah
dengan menurunkan konsentrasi konsentrasi fibrinogen
plasma dan meningkatkan aktivitas fibrinolitik.

Indikasi = pasien yang mengalami gangguan sirkulasi atau oklusi arteri


perifer

Kontraindikasi = tidak dianjurkan untuk diberikan pada pasien yang mengalami


hipersensitifitas, pendarahan serebral atau retinal ekstensif,
sklerosis koroner dan hipertensi, infark miokard. Pasien yang
menunjukkan gejala intoleransi terhadap pentoxifyllin

Efek samping = gangguan gastrointestinal, reaksi hipersensitivitas, pusing, sakit


kepala, dispnea, hipotensi, mulut kering, ansietas,kebingungan
mental, hidung tersumbat, epitaksis,pruritus,ruam kulit,
urtikaria, angioedema, penglihatan kabur, konjungtivitas,
skotoma, kemerahan pada wajah, mual, dan lambung terasa
perih dan segah.

Interaksi Obat = Pentoxifilline dapat meningkatkan efikasi teraupetik (R)-


warfarin dan (S)-warfarin serta 4-hydroxycoumarin.
Pentoxifylline yang dikombinasikan dengan 2,5-
dimethoxy-4-ethylamphetamine memilki efek samping
yang lebih parah dibandingkan effek samping obat-obat
tersebut yang diberikan sendirian. Konsentrasi 3-isobutyl-
1-methyl-7H-xanthine dalam serum meningkat apabila
dikombinasikan dengan pentoxifylline. Metabolisme
pentoxifylline menurun apabila dikombinasikan dengan 6-
deoxyerythronolide B.

Nama generik = Pentoxifylline

Nama Dagang Produsen Bentuk Dosis


Sediaan

REOTAL SR Kalbe Larutan, Oral:Awal;sehari3x1kapl;pemeliharaan,


[pentoxifylline Farma kaplet sehari 2x1 kapl.infus IV;dosis awal,
20mg/ml sehari 100mg (1amp) dalam 250-500 ml
injeksi;400 larutan infus (NaCl 0,9% larutan
mg/tab SR] glukosa atau fruktosa 5%) diberikan
selama 90-180 menit; dosis dapat
ditingkatkan 50 mg per hari sampai
maksimum 400 mg per hari. Infus intra-
arterial: sehari 100-300 mg (1-3 amp)
dalam 20-50 ml larutan NaCl 0,9%
diberikan 10-30 menit. Injeksi: dosis
awal;sehari 100 mg,IV secara perlahan
(minimal 5 menit); penderita dalam
keadaan berbaring dianjurkan untuk
diberikan dosis pendahuluan 50 mg
dilarutkan dalam 5 ml larutan 0,9%
NaCl

TARONTAL Benofarm Larutan, Tablet: sehari 3x 100-200 mg atau 2-3x


Tablet 400 mg. Injeksi:sekali pemberian IV per
[pentoxifylline infus pada pagi dan sore hari, masing-
100mg;400mg/ masing 200 mg atau 300 mg dalam 250-
tab;100mg, 500 ml larutan infus selama 120-180
1000mg/5ml menit. Pemberian injeksi IV bolus 5 ml
injeksi] injeksi 100 mg disuntikkan perlahan-
lahan selama 5 menit dengan posisi
pasien berbaring.

TRENXY Danpac Larutan Infus intravena sehari 2x 200 atau 300


Pharma mg dalam 250-500 ml cairan infus
[pentoxifylline selama 120-180 menit. Injeksi IV 5 ml
300mg/15 ml] diberikan perlahan selama 5 menit.
DAFTAR PUSTAKA