Anda di halaman 1dari 10

Critical Jurnal Review

GEOGRAFI PARIWISATA
“Strategi Pengembangan Ekowisata Melalui Konsep Community
Based Tourism (Cbt) Dan Manfaat Sosial Dan Ekonomi Bagi
Masyarakat Di Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul”

Oleh :

TAMIMA AZRI ADILA


NIM : 3161131050
C REGULER 2016
Dosen Pengampu: Dr. SUGIHARTO, M.Si.

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Karunia
dan rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Geografi Pariwisata
ini dengan baik dan tepat waktu. Adapun judul jurnal yang akan saya kritik yaitu “Strategi
Pengembangan Ekowisata Melalui Konsep Community Based Tourism (Cbt) Dan Manfaat
Sosial Dan Ekonomi Bagi Masyarakat Di Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul”.
Pembuatan Critical Jurnal Review ini bertujuan sebagai tugas individu mata kuliah
kuliah Geografi Pariwisata.
Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Sugiharto selaku dosen
pengampu yang telah membimbing saya dalam pembuatan Critical Jurnal Review ini.
Critical Jurnal Review ini saya yakini jauh dari kesempurnaan dan masih banyak
kekurangannya seperti pepatah yang mengatakan “tak ada gading yang tak retak”, baik isi
maupun penyusunannya. Atas semua itu dengan rendah hati saya harapkan kritik dan saran
yang membangun guna menyempurnakan tugas Critical Jurnal Review ini. Semoga tugas
Critical Jurnal Review ini dapat bermanfaat.

Lubuk Pakam, Oktober 2018

Tamima Azri Adila

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................i


DAFTAR ISI............................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ........................................................................................................... 1
1.2. Tujuan......................................................................................................................... 1
BAB II RINGKASAN JURNAL ............................................................................................. 2
2.1. Identitas Jurnal ........................................................................................................... 2
2.2. Ringkasan Jurnal ........................................................................................................ 2
A. Pendahuluan........................................................................................................... 2
B. Kajian Teori ........................................................................................................... 3
C. Metodologi Penelitian............................................................................................ 3
D. Pembahasan ........................................................................................................... 3
E. Simpulan dan Saran ............................................................................................... 4
BAB III KEUNGGULAN & KELEMAHAN JURNAL ....................................................... 6
3.1. Keunggulan Jurnal ...................................................................................................... 6
3.2. Kelamahan Jurnal ....................................................................................................... 6
BAB IV PENUTUP ................................................................................................................... 7
4.1. Kesimpulan................................................................................................................. 7
4.2. Saran ........................................................................................................................... 7

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pariwisata merupakan bentuk kegiatan yg relatif baru; banyak pemerintah dan
sektor swasta yg hanya memiliki pengalaman terbatas untuktk mengembangkannya,
perencanaan pariwisata memberikan pedoman untuk pengembangannya Pariwisata
cukup rumit, multisektoral dan bentuk aktivitas yg mencakup sektor pertanian, kelautan,
pengolahan, kehutanan, beragam fasilitas/infrastruktur dan jasa publik. Perencanaan
sangat mensyaratkan keterpaduan semua sektor ini dalam pengembangan pariwisata
Pada umumnya pariwisata menawarkan produk yg mampu memberikan pengalaman bagi
wisatawan, dan pengalaman tersebut dihasilkan dari pemanfaatan fasilitas dan jasa
atraksi.Perencanaan sangat diperlukan agar pengembangan produk dan kebutuhan pasar
dapat sejalan.Pariwisata dapat memberikan keuntungan ekonomi secara langsung
maupun tidak langsung pada tingkat optimal, jika pengembangannya didasarkan pada
perencanaan yang matang. Alasan lain untuk mensyaratkan peran-serta masyarakat di
dalam pembangunan pariwisata adalah karena hanya dengan demikian kesadaran
mereka untuk memelihara dan menjaga kelangsungan hidup objek wisata dan
keberhasilan pembangunan itu dapat dijamin. Pemerintah dalam hal ini telah
mencetuskan berbagai kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat tentang arti penting pariwisata dalam pembangunan nasional.Kampanye
Sapta Pesona misalnya dapat dipandang sebagai upaya untuk mendorong lebih besar
peran-serta masyarakat dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan pariwisata..

1.2 Tujuan
Tujuan penulisan dalam pembuatan tugas Critical Jurnal Review ini adalah untuk
memenuhi salah satu tugas individu mata kuliah Geografi Pariwisata dan untuk melatih
mahasiswa berpikir kritis.

1
BAB II
RINGKASAN JURNAL

2.1. Identitas Jurnal


Identitas Jurnal Utama
Nama Penulis : Ismi Atikah Jamalina, Dyah Titis Kusuma Wardan
Judul Artikel : Strategi Pengembangan Ekowisata Melalui Konsep
Community Based Tourism (Cbt) Dan Manfaat Sosial Dan
Ekonomi Bagi Masyarakat Di Desa Wisata Nglanggeran,
Patuk, Gunung Kidul
Nama Jurnal : Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan
Nomor Volume : Volume 18, Nomor 1
Tahun : 2017
ISSN :-

2.2. Ringkasan Jurnal


A. Pendahuluan
Pariwisata merupakan sektor yang paling dinamis di berbagai negara.
Terutama di negara-negara berkembang, pariwisata merupakan salah satu sektor
terbesar penyumbang devisa negara. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah
satu provinsi yang memiliki jumlah kunjungan wisatawan terbanyak sejak 5 tahun
terakhir. DIY selalu berupaya mengembangkan berbagai potensi yang ada demi
mencapai target sebagai daerah tujuan wisata utama di Jawa Tengah. Salah satu
kabupaten yang sedang gencar mempromosikan pariwisatanya adalah Kabupaten
Gunung Kidul.Kabupaten Gunung Kidul mempunyai slogan HANDAYANI yang
merupakan singkatan dari (Hijau – Aman – Normatif – Dinamis – Yakin – Asah Asih
Asuh – Nilai Tambah – Indah) mulai menata diri dan mempromosikan daerahnya
lewat berbagai objek wisata yang kebanyakan merupakan wisata berbasis alam. Salah
satu destinasi wisata yang sedang diminati banyak wisatawan berkunjung ke Gunung
Kidul adalah di Desa Wisata Nglanggeran yang terletak di kawasan Baturagung
bagian utara Kabupaten Gunung Kidul. Desa Wisata Nglanggeran menawarkan paket
lengkap sebuah perjalanan wisata meliputi educational tourism, cultural tourism,
adventure tourism, agro tourism, dan green tourism yang dikemas secara menarik
oleh pihak pengelola, dalam hal ini masyarakat setempat dengan memanfaatkan daya

2
tarik 3 destinasi unggulannya yaitu, Gunung Api Purba, Embung Nglanggeran dan
Air Terjun Kedung Kandang.
Apa manfaat sosial ekonomi dari penerapan konsep CBT, serta sejauh mana
keberhasilan penerapan konsep CBT pada Desa Wisata Nglanggeran dan strategi apa
yang diperlukan untuk pengembangan Kawasan Desa Wisata Nglanggeran.

B. Kajian Teori
Dalam peraturan Undang-Undang No.10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan
pasal 4 menyatakan bahwa pariwisata bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan
ekonomi, kesejahteraan masyarakat, menghapus kemiskinan, mengatasi
pengangguran, melestarikan alam dan sumber daya, dan memajukan kebudayaan.
Sektor pariwisata diharapkan dapat menghasilkan multiplier effect yang tinggi dalam
perekonomian melebihi sektor-sektor unggulan lain.

C. Metodologi Penelitian
Penelitian akan dilakukan di Desa Wisata Nglanggeran Kecamatan Patuk
Kabupaten Gunung Kidul. Lokasi dipilih karena Desa Wisata Nglanggeran
merupakan salah satu desa wisata yang sudah menerapkan konsep Community Based
Tourism . Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data primer dan data
sekunder. Penelitian ini menggunakan analisis statistika deskriptif untuk
mendeskripsiskan atau menggambarkan objek yang diteliti melalui data sampel atau
populasi tanpa melakukan analisis (Sugiyono, 2007).

D. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang melibatkan sampel 35 responden diatas,
keberaadaan Desa Wisata Nglanggeran bisa dikatergorikan SB (Sangat Berhasil)
memberikan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat di Desa Wisata Nglanggeran,
Total jawaban SS (Sangat Setuju) berjumlah 113 atau 80,71% responden sangat
setuju merasakan manfaat sosial ekonomi dari keberadaan Desa Wisata Nglanggeran
ini. Sedangkan sisanya 19,28% responden merasa setuju dengan total jawaban S
(Setuju) berjumlah 27 orang.Secara keseluruhan total masyarakat yang terlibat
langsung dalam pengelolaan Desa Wisata Nglanggeran adalah 154 orang. Diluar itu
masih ada lagi kelompok-kelompok masyarakat yang diberdayakan dengan adanya
Desa Wisata Nglanggeran ini.

3
Tercapainya indikator-indikator sosial ekonomi sebagai aspek utama
pengembangan konsep Community Based Tourism yang ada di Desa Wisata
Nglanggeran meliputi:
1) Adanya dana pengembangan komunitas melalui omset yang didapat pengelola.
2) Terciptanya lapangan pekerjaan
3) Adanya pendapatan masyarakat dari sektor pariwisata karena terbukanya ruang
usaha baru. Meningkatkan kualitas hidup karena meningkatnya pendapatan
masyarakat lewat adanya kegiatan kepariwisataan di Desa Wisata Nglanggeran.
4) Menanamkan rasa bangga terhadap desanya.
5) Pembagian tugas laki-laki dan perempuan sesuai porsinya masing-masing.
6) Memberikan ruang bagi generasi tua dan tua untuk bekerjasama dalam proses
pengembangan, dan bersama-sama menjalankan kegiatan kepariwisataan di Desa
Wisata Nglanggeran. Membangun kekuatan organisasi komunitas, seperti
POKDARWIS Karang Taruna Desa Nglanggeran.
7) Meningkatnya kesadaran masyarakan untuk lebih konservatif terhadap lingkungan.
Berdasarkan tingkat ketercapaian seluruh indikator diatas, dapat dikatakan
bahwa penerapan konsep Community Based Tourism telah berhasil dikembangkan
pada Desa Wisata Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Dapat
diketahui faktor-faktor penghambat pengembangan Desa Wisata Nglanggeran, yaitu
dari segi price (harga), product (produk), people (SDM), facility (fasilitas), place
(lokasi), dan promotion (promosi).

E. Simpulan dan Saran


Berdasarkan tingkat ketercapaian seluruh indikator diatas, dapat dikatakan
bahwa penerapan konsep Community Based Tourism telah berhasil dikembangkan
pada Desa Wisata Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Faktor
penghambat terbesar berasal dari faktor sebagai berikut:
a. Sumber daya manusia yang tidak mampu berbahasa Inggris dan wisatawan yang
kurang konservatif menghambat pengembangan pariwisata di Nglanggeran.
b. Dari sisi produk, kurang mengoptimalkan hasil olahan kuliner yang berbahan dasar
singkong, coklat, pisang dan susu kambing yang merupakan produk andalan
daerah setempat.
c. Wisata berbasis alam sangat dipengaruhi cuaca
d. Ketersediaan lahan parkir sangat minim, serta akses jalan terlalu sempit.

4
e. Promosi masih menggunakan bahasa Indonesia dan kurangnya promosi terhadap
objek Air Terjun Kedung Kadang
Adapun strategi yang akan dilakukan adalah segi price (harga), product
(produk), people (SDM), facility (fasilitas), place (lokasi), dan promotion (promosi).

5
BAB III
KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN JURNAL

3.1. Keunggulan Jurnal


Keunggulan dari jurnal yang Strategi Pengembangan Ekowisata Melalui Konsep
Community Based Tourism (Cbt) Dan Manfaat Sosial Dan Ekonomi Bagi Masyarakat
Di Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul yaitu penulisan jurnal sesuai dengan
EYD, tata cara penulisan yang rapi, isi jurnal yang mudah dipahami, pembahasan
mengenai metodologi penelitian sangatlah lengkap dan detail serta penelitian
menggunakan prosedur praktek yang baik dan teratur, Jurnal ini menyajikan hasil
penelitian yang diperoleh dengan cara menggunakan langkah-langkah real secara
langsung dan bukan hanya teori penelitian saja.

3.2. Kelemahan Jurnal


Kelemahan dari jurnal yang berjudul Komunikasi Antarbudaya Dalam
Masyarakat Multikultur yaitu tidak terteranya ISSN, masih terdapatnya kata-kata yang
masih bersalahan penulisannya.

BAB IV
6
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Perencanaan sangat mensyaratkan keterpaduan semua sektor ini dalam
pengembangan pariwisata Pada umumnya pariwisata menawarkan produk yg mampu
memberikan pengalaman bagi wisatawan, dan pengalaman tersebut dihasilkan dari
pemanfaatan fasilitas dan jasa atraksi.Perencanaan sangat diperlukan agar
pengembangan produk dan kebutuhan pasar dapat sejalan.Pariwisata dapat memberikan
keuntungan ekonomi secara langsung maupun tidak langsung pada tingkat optimal, jika
pengembangannya didasarkan pada perencanaan yang matang.

4.2. Saran
Saran saya terhadap kita yaitu sebaiknya kita belajar lebih dalam lagi mengenai
materi Geografi Pariwisata agar pemahaman kita lebih luas dan tidak kesusahan lagi
dalam mengerjakan tugas apapun, salah satunya tugas critical jurnal review ini.