Anda di halaman 1dari 19

IV.

PELAKSANAAN

PELAKSANAAN KEPERAWATAN PADA PASIEN TN. NS


DENGAN SUSP. MENINGITIS
DI RUANG JAMBU RSUD KLUNGKUNG
TANGGAL 7 S/D 10 APRIL 2018

No. Dx
WAKTU Pelaksanaan Evaluasi Respon Paraf
Kep.
7/4/2018 1,2 - Melakukan pengkajian nyeri secara DS : pasien mengeluh nyeri, Mahasiswa
Pk. 17.30 komprehensif termasuk lokasi, P = pasien mengatakan tidak mengetahui penyebab nyeri
karakteristik, durasi frekuensi, Q = pasien mengatakan nyeri menusuk – nusuk
kualitas dan faktor presipitasi R = Pasien mengatakan nyeri di semua bagian kepala
- Mengkaji tipe dan sumber nyeri untuk
S = Pasien mengatakan skala nyeri 8 dari 1-10 skala nyeri
menentukan intervensi
yang diberikan
- Meobservasi reaksi nonverbal dan
T = pasien mengatakan nyeri terus – menerus
ketidaknyamanan
- Menentukan lokasi, karakteristik, Pasien mengeluh mual
kualitas, dan derajat nyeri sebelum Frekuensi terus menerus
pemberian obat DO : Pasien terlihat gelisah dan tidak nyaman, sumber
- Melakukan pengkajian lengkap rasa
nyeri oleh karena curiga meningitis, faktor penyebab mual
mual termasuk frekuensi, durasi,
pasien yaitu faktor psikologis
tingkat mual, dan faktor yang
Mual menyebabkan pasien susah makan, lemas, dan pola
menyebabkan pasien mual.
91
- Mengevaluasi efek mual terhadap tidur terganggu
nafsu makan pasien, aktivitas sehari-
hari, dan pola tidur pasien
Pk. 18.00 2,3 - Mengkolaborasi pemberian DS : pasien mengatakan akan mencoba makan sedikit tapi Mahasiswa
antiemetik sering
Ranitidine 40 mg
DO : pasien kooperatif, obat ranitidine 40 mg iv masuk
- Mengajurkan makan sedikit tapi
tidak ada reaksi alergi
sering dan dalam keadaan hangat
- Menganjurkan pasien mengurangi
jumlah makanan yang bisa
menimbulkan mual.
- Menganjurkan pasien untuk
meningkatkan protein dan vitamin C
- Meyakinkan diet yang dimakan
mengandung tinggi serat untuk
mencegah konstipasi

Pk. 18.10 1 - Monitor vital sign DS : - Mahasiswa


DO :TD = 100/60 mmhg HR = 88 x/menit
RR = 20 x/menit Tax = 36,6 C
Pk. 18.30 1 - Menggunakan teknik komunikasi DS : pasien mengatakan sakit kepala ini yang paling parah Mahasiswa
terapeutik untuk mengetahui sampai masuk rumah sakit atau opname
pengalaman nyeri pasien Pasien mengatakan bila nyeri membeli obat tanpa resep
- Mengevaluasi pengalaman nyeri masa
dokter atau datang ke bidan memeriksakannya
92
lampau DO :
- Mengevaluasi bersama pasien dan tim
Kontrol nyeri pasien di masa lalu tidak efektif
kesehatan lain tentang
ketidakefektifan kontrol nyeri masa
Iampau
Pk. 18.45 1 - Membantu pasien dan keluarga untuk DS : - Mahasiswa
mencari dan menemukan dukungan DO : pasien dan keluarga kooperatif
- Mengontrol lingkungan yang dapat
mempengaruhi nyeri seperti suhu
ruangan, pencahayaan dan kebisingan
- Mengurangi faktor presipitasi nyeri
Pk. 19.00 1 - Memilih dan melakukan penanganan DS : Pasien mengatakan memilih memadukan pengobatan Mahasiswa
nyeri (farmakologi, non farmakologi farmakologi dan menerapkan Teknik relaksasi nafas dalam
dan inter personal) DO :
- Mengajarkan tentang teknik non
Pasien dan keluarga kooperatif
farmakologi
Pk. 19.15 1 - Mengecek instruksi dokter tentang DS : pasien mengatakan meminum obat kapsul 3x1 sehari Mahasiswa
jenis obat, dosis, dan frekuensi setelah makan pagi, siang, dan malam
- Mengecek riwayat alergi
Pasien mengatakan tidak ada reaksi alergi seperti gatal dan
- Memiilih analgesik yang diperlukan
sesak nafas setelah minum obat
atau kombinasi dari analgesik ketika
DO :
pemberian lebih dari satu
- Menentukan pilihan analgesik Pasien meminum obat kapsul
tergantung tipe dan beratnya nyeri (Amitripilin 12,5, Paracetamol 400mg, diazepam 2 mg
- Menentukan analgesik pilihan, rute
93
pemberian, dan dosis optimal yang telah dipuyer)
- Memilih rute pemberian secara IV,
Reaksi alergi negative
IM untuk pengobatan nyeri secara
Pasien belum memerlukan terapi injeksi analgetik
teratur
- Memberikan anaIgetik untuk
mengurangi nyeri
Pk. 19.30 3 - Mengkaji kemampuan pasien untuk DS : Pasien mengatakan hanya mau minumsusu dan telur, Mahasiswa
mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan tidak mau makan bubur yang disediakan di rumah sakit
- Mengkaji Adanya alergi makanan
Pasien mengatakan tidak ada alergi makanan
- Memonitor lingkungan selama makan
- Memonitor turgor kulit Pasien mengatakan mual
- Memonitor kekeringan, rambut
DO : Pasien tidak menghabiskan porsi makan yang
kusam, dan mudah patah
disediakan rumah sakit
- Memonitor mual dan muntah
- Memonitor kadar albumin, total Pasien berada dibangsal kelas 3 sehingga tidak nyaman
protein, Hb, dan kadar Ht Kekeringan (-) rambut kusam (-) mudah patah (-)
- Meonitor pucat, kemerahan, dan
Pasien muntah (-)
kekeringan jaringan konjungtiva
HB pasien normal 15,7 g/dl
- Memonitor kalori dan intake nutrisi
Pucat (+) kemerahan (+) kunjungtiva kering (-)
Pk. 19.45 3 - Mengajarkan pasien bagaimana DS : pasien hanya mau minum susu dan telur, namun Mahasiswa
membuat catatan makanan harian. pasien dari sekarang akan mencoba makan makanan yang
- Memnerikan informasi tentang
disediakan oleh rumah sakit
kebutuhan nutrisi
DO : pasien dan keluarga kooperatif

Pk. 19.50 2 - Melakukan akupresure point P6 3 jari DS : pasien mengatakan masih merasa mual, pasien akan Mahasiswa

94
dibawah pergelangan tangan pasien. mencobanya untuk mengontrol mualnya
Lakukan selama 2-3 menit DO : pasien terlihat pucat dan lemas

Pk. 20.00 Operan jaga sore ke jaga malam


Pk. 21.00 1,2 - Mengevaluasi keefektifan kontrol DS : pasien mengatakan setelah melakukan Teknik Perawat
nyeri relaksasi napas dalam nyeri dirasakan berkurang Jambu
- Meningkatkan istirahat
DO : pasien kooperatif
- Memonitor penerimaan pasien
tentang manajemen nyeri
- Memberikan istirahat dan tidur yang
adekuat untuk mengurangi mual
Pk. 21.30 3 - Mengkolaborasi dengan ahli gizi DS : - Perawat
untuk menentukan jumlah kalori dan DO : diit pasien Bubur 1900 kkal jambu
nutrisi yang dibutuhkan pasien.
- Memberikan makanan yang terpilih
(sudah dikonsultasikan dengan ahli
gizi)
8/4/2018 1 - Memonitor vital sign DS : - Perawat
Pk. 06.00 DO :TD = 100/60 mmhg HR = 84 x/menit Jambu
RR = 20 x/menit Tax = 36,5 C
pk. 06.30 2,3 - Mengkolaborasi pemberian DS : pasien mengatakan sudah mau makan sedikit sedikit Perawat
antiemetik DO : pasien kooperatif, obat ranitidine 40 mg iv masuk Jambu
Ranitidine 40 mg
tidak ada reaksi alergi
- Mengajurkan makan sedikit tapi
sering dan dalam keadaan hangat
95
- Menganjurkan pasien mengurangi
jumlah makanan yang bisa
menimbulkan mual.
- Menganjurkan pasien untuk
meningkatkan protein dan vitamin C
- Meyakinkan diet yang dimakan
mengandung tinggi serat untuk
mencegah konstipasi
Pk. 07.00 1 - Mengecek instruksi dokter tentang DS : pasien mengatakan meminum obat kapsul 3x1 sehari Perawat
jenis obat, dosis, dan frekuensi setelah makan pagi, siang, dan malam jambu
- Mengecek riwayat alergi
Pasien mengatakan tidak ada reaksi alergi seperti gatal dan
- Memiilih analgesik yang diperlukan
sesak nafas setelah minum obat
atau kombinasi dari analgesik ketika
DO :
pemberian lebih dari satu
- Menentukan pilihan analgesik Pasien meminum obat kapsul
tergantung tipe dan beratnya nyeri (Amitripilin 12,5, Paracetamol 400mg, diazepam 2 mg
- Menentukan analgesik pilihan, rute
yang telah dipuyer)
pemberian, dan dosis optimal
Reaksi alergi negative
- Memilih rute pemberian secara IV,
Pasien belum memerlukan terapi injeksi analgetik
IM untuk pengobatan nyeri secara
teratur
- Memberikan anaIgetik untuk
mengurangi nyeri
Pk. 08.00 Operan jaga malam ke jaga pagi
Pk. 10.00 1,2 - Melakukan pengkajian nyeri secara DS : pasien mengatakan nyeri sudah berkurang, Perawat
96
komprehensif termasuk lokasi, P = pasien mengatakan penyebab nyeri adanya gangguan jambu
karakteristik, durasi frekuensi, infeksi di otaknya
kualitas dan faktor presipitasi Q = pasien mengatakan nyeri menusuk – nusuk
- Mengkaji tipe dan sumber nyeri untuk
R = Pasien mengatakan nyeri di semua bagian kepala
menentukan intervensi
S = Pasien mengatakan skala nyeri 5 dari 1-10 skala nyeri
- Meobservasi reaksi nonverbal dan
yang diberikan
ketidaknyamanan
- Menentukan lokasi, karakteristik, T = pasien mengatakan nyeri hilang timbul
kualitas, dan derajat nyeri sebelum Pasien mengeluh mual
pemberian obat Frekuensi kadang – kadang timbul bisa sangat mengganggu
- Melakukan pengkajian lengkap rasa
DO : Pasien sedikit gelisah dan tidak nyaman, sumber
mual termasuk frekuensi, durasi,
nyeri oleh karena curiga meningitis, faktor penyebab mual
tingkat mual, dan faktor yang
pasien yaitu faktor psikologis, Mual menyebabkan pasien
menyebabkan pasien mual.
susah makan, lemas, dan pola tidur terganggu
- Mengevaluasi efek mual terhadap
nafsu makan pasien, aktivitas sehari-
hari, dan pola tidur pasien
Pk. 11.00 1 - Memonitor vital sign DS : - Perawat
DO :TD = 110/60 mmhg HR = 80 x/menit Jambu
RR = 20 x/menit Tax = 36,2 C
Pk. 13.00 1 - Mengecek instruksi dokter tentang DS : pasien mengatakan meminum obat kapsul 3x1 sehari Perawat
jenis obat, dosis, dan frekuensi setelah makan pagi, siang, dan malam jambu
- Mengecek riwayat alergi
Pasien mengatakan tidak ada reaksi alergi seperti gatal dan
- Memiilih analgesik yang diperlukan
sesak nafas setelah minum obat
97
atau kombinasi dari analgesik ketika DO :
pemberian lebih dari satu Pasien meminum obat kapsul
- Menentukan pilihan analgesik
(Amitripilin 12,5, Paracetamol 400mg, diazepam 2 mg
tergantung tipe dan beratnya nyeri
yang telah dipuyer)
- Menentukan analgesik pilihan, rute
Reaksi alergi negative
pemberian, dan dosis optimal
- Memilih rute pemberian secara IV, Pasien belum memerlukan terapi injeksi analgetik
IM untuk pengobatan nyeri secara
teratur
- Memberikan anaIgetik untuk
mengurangi nyeri
Pk. 14.00 Operan jaga pagi ke jaga sore

Pk. 10.00 1,2 - Melakukan pengkajian nyeri secara DS : pasien mengatakan nyeri sudah berkurang, Mahasiswa
komprehensif termasuk lokasi, P = pasien mengatakan penyebab nyeri adanya gangguan
karakteristik, durasi frekuensi, infeksi di otaknya
kualitas dan faktor presipitasi Q = pasien mengatakan nyeri menusuk – nusuk
- Mengkaji tipe dan sumber nyeri untuk
R = Pasien mengatakan nyeri di semua bagian kepala
menentukan intervensi
S = Pasien mengatakan skala nyeri 5 dari 1-10 skala nyeri
- Meobservasi reaksi nonverbal dan
yang diberikan
ketidaknyamanan
- Menentukan lokasi, karakteristik, T = pasien mengatakan nyeri hilang timbul
kualitas, dan derajat nyeri sebelum Pasien mengeluh mual
pemberian obat Frekuensi kadang – kadang timbul bisa sangat mengganggu
- Melakukan pengkajian lengkap rasa
DO : Pasien sedikit gelisah dan tidak nyaman, sumber
98
mual termasuk frekuensi, durasi, nyeri oleh karena curiga meningitis, faktor penyebab mual
tingkat mual, dan faktor yang pasien yaitu faktor psikologis, Mual menyebabkan pasien
menyebabkan pasien mual. susah makan, lemas, dan pola tidur terganggu
- Mengevaluasi efek mual terhadap
nafsu makan pasien, aktivitas sehari-
hari, dan pola tidur pasien
Pk. 16.00 1 - Memonitor vital sign DS : - Mahasiswa
DO : TD = 100/60 mmhg HR = 80 x/menit
RR = 20 x/menit Tax = 36,6 C

Pk. 17.00 2 - Melakukan akupresure point P6 3 jari DS : pasien mengatakan masih merasa mual, pasien akan Mahasiswa
dibawah pergelangan tangan pasien. mencobanya untuk mengontrol mualnya
Lakukan selama 2-3 menit DO : pasien terlihat pucat dan lemas
Pk. 18.00 2,3 - Mengkolaborasi pemberian DS : pasien mengatakan sudah makan sedikit tapi sering Mahasiswa
antiemetic DO : pasien kooperatif, obat ranitidine 40 mg iv masuk
Ranitidine 40 mg
tidak ada reaksi alergi
- Mengajurkan makan sedikit tapi
sering dan dalam keadaan hangat
- Menganjurkan pasien mengurangi
jumlah makanan yang bisa
menimbulkan mual.
- Menganjurkan pasien untuk
meningkatkan protein dan vitamin C
- Meyakinkan diet yang dimakan
mengandung tinggi serat untuk
99
mencegah konstipasi
Pk. 19.00 1 - Mengecek instruksi dokter tentang DS : pasien mengatakan meminum obat kapsul 3x1 sehari Mahasiswa
jenis obat, dosis, dan frekuensi setelah makan pagi, siang, dan malam
- Mengecek riwayat alergi
Pasien mengatakan tidak ada reaksi alergi seperti gatal dan
- Memiilih analgesik yang diperlukan
sesak nafas setelah minum obat
atau kombinasi dari analgesik ketika
DO :
pemberian lebih dari satu
- Menentukan pilihan analgesik Pasien meminum obat kapsul
tergantung tipe dan beratnya nyeri (Amitripilin 12,5, Paracetamol 400mg, diazepam 2 mg
- Menentukan analgesik pilihan, rute
yang telah dipuyer)
pemberian, dan dosis optimal
Reaksi alergi negative
- Memilih rute pemberian secara IV,
Pasien belum memerlukan terapi injeksi analgetik
IM untuk pengobatan nyeri secara
teratur
- Memberikan anaIgetik untuk
mengurangi nyeri
Pk. 19.30 3 - Mengkaji kemampuan pasien untuk DS : Pasien mengatakan sudah mau makan bubur yang Mahasiswa
mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan disediakan di rumah sakit
- Mengkaji Adanya alergi makanan
Pasien mengatakan tidak ada alergi makanan
- Memonitor lingkungan selama makan
- Memonitor turgor kulit Pasien mengatakan mual
- Memonitor kekeringan, rambut
DO : Pasien tidak menghabiskan porsi makan yang
kusam, dan mudah patah
disediakan rumah sakit, pasien makan ½ porsi makan
- Memonitor mual dan muntah
- Meonitor pucat, kemerahan, dan Pasien berada dibangsal kelas 3 sehingga tidak nyaman
kekeringan jaringan konjungtiva Kekeringan (-) rambut kusam (-) mudah patah (-)

100
- Memonitor kalori dan intake nutrisi Pasien muntah (-)
Pucat (+) kemerahan (+) kunjungtiva kering (-)
Pk. 20.00 Operan jaga malam ke jaga pagi
Pk. 21.30 3 - Mengkolaborasi dengan ahli gizi DS : - Perawat
untuk menentukan jumlah kalori dan DO : diit pasien Bubur 1900 kkal jambu
nutrisi yang dibutuhkan pasien.
- Memberikan makanan yang terpilih
(sudah dikonsultasikan dengan ahli
gizi)
9/4/2018 1 - Memonitor vital sign DS : - Perawat
Pk.06.00 DO :TD = 120/70 mmhg HR = 80 x/menit RR = 20 jambu
x/menit Tax = 36,8 C
pk. 06.30 2,3 - Mengkolaborasi pemberian DS : pasien mengatakan sudah bisa makan ½ porsi, dan Perawat
antiemetik sudah makan Jambu
Ranitidine 40 mg
DO : pasien kooperatif, obat ranitidine 40 mg iv masuk
- Mengajurkan makan sedikit tapi
tidak ada reaksi alergi
sering dan dalam keadaan hangat
- Menganjurkan pasien mengurangi
jumlah makanan yang bisa
menimbulkan mual.
- Menganjurkan pasien untuk
meningkatkan protein dan vitamin C
- Meyakinkan diet yang dimakan
mengandung tinggi serat untuk

101
mencegah konstipasi
Pk. 07.00 1 - Mengecek instruksi dokter tentang DS : pasien mengatakan meminum obat kapsul 3x1 sehari
jenis obat, dosis, dan frekuensi setelah makan pagi, siang, dan malam
- Mengecek riwayat alergi
Pasien mengatakan tidak ada reaksi alergi seperti gatal dan
- Memiilih analgesik yang diperlukan
sesak nafas setelah minum obat
atau kombinasi dari analgesik ketika
DO :
pemberian lebih dari satu
- Menentukan pilihan analgesik Pasien meminum obat kapsul
tergantung tipe dan beratnya nyeri (Amitripilin 12,5, Paracetamol 400mg, diazepam 2 mg
- Menentukan analgesik pilihan, rute
yang telah dipuyer)
pemberian, dan dosis optimal
Reaksi alergi negative
- Memilih rute pemberian secara IV,
Pasien belum memerlukan terapi injeksi analgetik
IM untuk pengobatan nyeri secara
teratur
- Memberikan anaIgetik untuk
mengurangi nyeri
Pk. 08.00 Operan jaga malam ke jaga pagi -
Pk. 10.00 1,2 - Melakukan pengkajian nyeri secara DS : pasien mengatakan nyeri sudah berkurang, Perawat
komprehensif termasuk lokasi, P = pasien mengatakan penyebab nyeri oleh karena adanya jambu
karakteristik, durasi frekuensi, infeksi otak
kualitas dan faktor presipitasi Q = pasien mengatakan nyeri menusuk – nusuk
- Mengkaji tipe dan sumber nyeri untuk
R = Pasien mengatakan nyeri di semua bagian kepala
menentukan intervensi
S = Pasien mengatakan skala nyeri 3 dari 1-10 skala nyeri
- Meobservasi reaksi nonverbal dan
yang diberikan
ketidaknyamanan
102
- Menentukan lokasi, karakteristik, T = pasien mengatakan nyeri hilang timbul
kualitas, dan derajat nyeri sebelum Pasien mengeluh mual
pemberian obat Frekuensi kadang - kadang
- Melakukan pengkajian lengkap rasa
DO : Pasien terlihat mulai nyaman, sumber nyeri oleh
mual termasuk frekuensi, durasi,
karena curiga meningitis, faktor penyebab mual pasien
tingkat mual, dan faktor yang
yaitu faktor psikologis
menyebabkan pasien mual.
Mual menyebabkan pasien susah makan, lemas, dan pola
- Mengevaluasi efek mual terhadap
tidur terganggu
nafsu makan pasien, aktivitas sehari-
hari, dan pola tidur pasien

Pk. 11.00 1 - Memonitor vital sign DS : - Perawat


DO :TD = 110/70 mmhg HR = 74 x/menit Jambu
- RR = 20 x/menit Tax = 36,4 C
Pk. 13.00 1 - Mengecek instruksi dokter tentang DS : pasien mengatakan meminum obat kapsul 3x1 sehari Perawat
jenis obat, dosis, dan frekuensi setelah makan pagi, siang, dan malam jambu
- Mengecek riwayat alergi
Pasien mengatakan tidak ada reaksi alergi seperti gatal dan
- Memiilih analgesik yang diperlukan
sesak nafas setelah minum obat
atau kombinasi dari analgesik ketika
DO :
pemberian lebih dari satu
- Menentukan pilihan analgesik Pasien meminum obat kapsul
tergantung tipe dan beratnya nyeri (Amitripilin 12,5, Paracetamol 400mg, diazepam 2 mg
- Menentukan analgesik pilihan, rute
yang telah dipuyer)
pemberian, dan dosis optimal
Reaksi alergi negative
- Memilih rute pemberian secara IV,
103
IM untuk pengobatan nyeri secara Pasien belum memerlukan terapi injeksi analgetik
teratur
- Memberikan anaIgetik untuk
mengurangi nyeri

Pk. 14.00 Operan jaga pagi ke jaga sore -


Pk. 15.00 1,2 - Melakukan pengkajian nyeri secara DS : pasien mengeluh nyeri berkurang dan bisa dikontrol, Mahasiswa
komprehensif termasuk lokasi, P = pasien mengatakan mengetahui penyebab nyerinya
karakteristik, durasi frekuensi, Q = pasien mengatakan nyeri menusuk – nusuk
kualitas dan faktor presipitasi R = Pasien mengatakan nyeri di semua bagian kepala
- Mengkaji tipe dan sumber nyeri untuk
S = Pasien mengatakan skala nyeri 1 - 3dari 1-10 skala
menentukan intervensi
nyeri yang diberikan
- Meobservasi reaksi nonverbal dan
T = pasien mengatakan nyeri hilang timbul
ketidaknyamanan
- Menentukan lokasi, karakteristik, Pasien mengeluh mual
kualitas, dan derajat nyeri sebelum Frekuensi terus menerus
pemberian obat DO : Pasien mulai terlihat nyaman, sumber nyeri oleh
- Melakukan pengkajian lengkap rasa
karena curiga meningitis, faktor penyebab mual pasien
mual termasuk frekuensi, durasi,
yaitu faktor psikologis, Mual menyebabkan pasien susah
tingkat mual, dan faktor yang
makan, lemas, dan pola tidur terganggu
menyebabkan pasien mual.
- Mengevaluasi efek mual terhadap
nafsu makan pasien, aktivitas sehari-
hari, dan pola tidur pasien
104
-
Pk. 16.00 1 - Memonitor vital sign DS : - Mahasiswa
DO :TD = 100/60 mmhg HR = 76 x/menit
- RR = 20 x/menit Tax = 36,6 C
Pk. 17.00 2 - Melakukan akupresure point P6 3 jari DS : pasien mengatakan kadang – kadang merasa mual , Mahasiswa
dibawah pergelangan tangan pasien. pasien akan mencobanya untuk mengontrol mualnya
Lakukan selama 2-3 menit DO : pasien terlihat pucat dan lemas
Pk. 18.00 2,3 - Mengkolaborasi pemberian DS : pasien mengatakan akan mencoba makan sedikit tapi Mahasiswa
antiemetik sering
Ranitidine 40 mg
DO : pasien kooperatif, obat ranitidine 40 mg iv masuk
- Mengajurkan makan sedikit tapi
tidak ada reaksi alergi
sering dan dalam keadaan hangat
- Menganjurkan pasien mengurangi
jumlah makanan yang bisa
menimbulkan mual.
- Menganjurkan pasien untuk
meningkatkan protein dan vitamin C
- Meyakinkan diet yang dimakan
mengandung tinggi serat untuk
mencegah konstipasi
-
Pk. 19.00 1 - Mengecek instruksi dokter tentang DS : pasien mengatakan meminum obat kapsul 3x1 sehari Mahasiswa
jenis obat, dosis, dan frekuensi setelah makan pagi, siang, dan malam
- Mengecek riwayat alergi
Pasien mengatakan tidak ada reaksi alergi seperti gatal dan
- Memiilih analgesik yang diperlukan
sesak nafas setelah minum obat
105
atau kombinasi dari analgesik ketika DO :
pemberian lebih dari satu Pasien meminum obat kapsul
- Menentukan pilihan analgesik
(Amitripilin 12,5, Paracetamol 400mg, diazepam 2 mg
tergantung tipe dan beratnya nyeri
yang telah dipuyer)
- Menentukan analgesik pilihan, rute
Reaksi alergi negative
pemberian, dan dosis optimal
- Memilih rute pemberian secara IV, Pasien belum memerlukan terapi injeksi analgetik
IM untuk pengobatan nyeri secara
teratur
- Memberikan anaIgetik untuk
mengurangi nyeri
Pk. 19.30 3 - Mengkaji kemampuan pasien untuk DS : Pasien mengatakan sudah makan bubur yang Mahasiswa
mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan disediakan di rumah sakit, Pasien mengatakan tidak ada
- Mengkaji Adanya alergi makanan
alergi makanan, Pasien mengatakan mual berkurang
- Memonitor lingkungan selama makan
- Memonitor turgor kulit DO : Pasien menghabiskan porsi makan yang disediakan
- Memonitor kekeringan, rambut
rumah sakit, Pasien berada dibangsal kelas 3 sehingga tidak
kusam, dan mudah patah
nyaman
- Memonitor mual dan muntah
- Meonitor pucat, kemerahan, dan Kekeringan (-) rambut kusam (-) mudah patah (-)
kekeringan jaringan konjungtiva Pasien muntah (-)
- Memonitor kalori dan intake nutrisi
Pucat (+) kemerahan (+) kunjungtiva kering (-)
Pk. 20.00 Operan jaga malam ke jaga pagi
Pk. 21.30 3 - Mengkolaborasi dengan ahli gizi DS : - Perawat
untuk menentukan jumlah kalori dan DO : diit pasien Bubur 1900 kkal jambu
nutrisi yang dibutuhkan pasien.
106
- Memberikan makanan yang terpilih
(sudah dikonsultasikan dengan ahli
gizi)
10/4/2018 1 - Memonitor vital sign DS : - Perawat
Pk. 06.00 DO :TD = 100/60 mmhg HR = 76 x/menit jambu
- RR = 20 x/menit Tax = 37,1 C

pk. 06.30 2,3 - Mengkolaborasi pemberian DS : pasien mengatakan sudah bisa mengontrol makannya Perawat
antiemetik DO : pasien kooperatif, obat ranitidine 40 mg iv masuk Jambu
Ranitidine 40 mg
tidak ada reaksi alergi
- Mengajurkan makan sedikit tapi
sering dan dalam keadaan hangat
- Menganjurkan pasien mengurangi
jumlah makanan yang bisa
menimbulkan mual.
- Menganjurkan pasien untuk
meningkatkan protein dan vitamin C
- Meyakinkan diet yang dimakan
mengandung tinggi serat untuk
mencegah konstipasi
Pk. 07.00 1 - Mengecek instruksi dokter tentang DS : pasien mengatakan meminum obat kapsul 3x1 sehari Perawat
jenis obat, dosis, dan frekuensi setelah makan pagi, siang, dan malam jambu
- Mengecek riwayat alergi
Pasien mengatakan tidak ada reaksi alergi seperti gatal dan
- Memiilih analgesik yang diperlukan
sesak nafas setelah minum obat
atau kombinasi dari analgesik ketika
107
pemberian lebih dari satu DO :
- Menentukan pilihan analgesik
Pasien meminum obat kapsul
tergantung tipe dan beratnya nyeri
(Amitripilin 12,5, Paracetamol 400mg, diazepam 2 mg
- Menentukan analgesik pilihan, rute
yang telah dipuyer)
pemberian, dan dosis optimal
- Memilih rute pemberian secara IV, Reaksi alergi negative
IM untuk pengobatan nyeri secara Pasien belum memerlukan terapi injeksi analgetik
teratur
- Memberikan anaIgetik untuk
mengurangi nyeri

Pk. 08.00 Operan jaga malam ke jaga pagi -

Pk. 11.00 1 - Memonitor vital sign DS : - Perawat


DO :TD = 110/60 mmhg HR = 74 x/menit jambu
- RR = 20 x/menit Tax = 36,6 C

Pk. 13.00 1 - Mengecek instruksi dokter tentang DS : pasien mengatakan meminum obat kapsul 3x1 sehari Perawat
jenis obat, dosis, dan frekuensi setelah makan pagi, siang, dan malam jambu
- Mengecek riwayat alergi
Pasien mengatakan tidak ada reaksi alergi seperti gatal dan
- Memiilih analgesik yang diperlukan
sesak nafas setelah minum obat
atau kombinasi dari analgesik ketika
DO :
pemberian lebih dari satu
- Menentukan pilihan analgesik Pasien meminum obat kapsul
tergantung tipe dan beratnya nyeri (Amitripilin 12,5, Paracetamol 400mg, diazepam 2 mg
- Menentukan analgesik pilihan, rute
108
pemberian, dan dosis optimal yang telah dipuyer)
- Memilih rute pemberian secara IV,
Reaksi alergi negative
IM untuk pengobatan nyeri secara
Pasien belum memerlukan terapi injeksi analgetik
teratur
- Memberikan anaIgetik untuk
mengurangi nyeri
Pk. 14.00 Operan jaga pagi ke jaga sore

Pk. 16.00 1 - Memonitor vital sign DS : - Mahasiswa


DO :TD = 120/80 mmhg HR = 80 x/menit
- RR = 20 x/menit Tax = 36,9 C

Pk 17.00 EVALUASI Mahasiswa

109