Anda di halaman 1dari 22

I.

ILMU PENGETAHUAN

1. KONSEP PENGETAHUAN DAN ILMU

Pengetahuan (knowledge) adalah segenap apa yang kita ketahui


tentang suatu obyek tertentu termasuk kedalamnya adalah ilmu,
sehingga ilmu dikatakan merupakan bagian yang diketahui oleh
manusia. Pengetahuan memiliki pengertian dan batasan-batasan
terendiri secara spesifik yang berbeda dengan seni dan teknologi.
Pengetahuan merupakan khasanah kekayaan mental secara langsung
atau tidak langsung turut memperkaya kehidupan kita.
Manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang mengembangkan
pengetahuan ini secara sungguh-sungguh sebagai makhluk individu,
manusia terdiri atas substansi bathin yang menginspirasi spirit dan
mental dan substansi dzahir akan berkaitan dengan insani, dan ragawi.
Keempat substansi tersebut akan melahirkan aspek transedental,
idealita, sosialita, dan populasi yang merupakan pembentuk tatanan
suprastruktur dan infrastruktur dalam khasanah kolektivita dalam
lingkungannya.
Manusia itu dalam hidupnya mempunyai tujuan yang sangat mulia
dan lebih tinggi dari sekedar kelangsungan hidupnya. Inilah yang
menyebabkan manusia selalu berusaha mengembangkan
pengetahuannya yang selanjutnya akan mendorong manusia untuk
menjadi makhluk yang bersifat khas di muka bumi ini. Walaupun
demikian, manusia tetap memiliki keterbatasan dalam memahami
sepenuhnya tentang sikfat-sifat fenomena alam.
Pengetahuan yang dimiliki manusia memang mampu dikembangkan,
hal ini karena dua hal utama, yaitu : Pertama, manusia mempunyai
bahasa yang mampu mengomunikasikan informasi dan jalan pikiran
yang melatarbelakangi informasi tersebut. Kedua, adalah
kemampuannya berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu.
Secara garis besar, cara berfikir seperti itu disebut penalaran (pemikiran
logis dan analitis).

2. PENGETAHUAN NON ILMIAH

Pengetahuan non ilmiah (Pseudo Science) diperoleh terutama dengan


mengandalkan dugaan, perasaan, keyakinan, dan tanpa diikuti proses
pemikiran yang cermat. Oleh karenanya, pencarian pengetahuan dengan
cara ini prosentase kebenarannya rendah. Hingga sampai saat ini belum
ada metode tertentu atau khusus yang dapat digunakan untuk
mendekati kebenaran pengetahuan non ilmiah, namun pada umunya
manusia melakukan pendekatan terhadap suatu hal dengan melalui cara
seperti berikut ini.

1. Mitos
Merupakan gabungan dari pengamatan pengalaman namun sebagian
laiinya hanya berupa imajinasi, penalaran, dan hasrat ingin tahu yang
harus dipenuhi pada manusia.

2. Wahyu
Merupakan komunikasi antara sang pencipta dengan makhluknya
dan merupakan substansi pengetahuan yang disampaikan kepada
utusannya.

3. Otoritas dan tardisi


pengetahuan yang ada dan mapan sering digunkan oleh
pemimpin atau secara tradisi untuk menyatakan kebenaran.

4. Prasangka
Berupa dugaan yang kemungkinannya benar atau mungkin juga
salah.
5. Intuisi
Salah satu kegiatan berfikir tertentu yang non analitik (tanpa nalar),
tidak berdasarkan pada pola analitik rasional da empiris, dan
biasanya pendapat tersebut diperoleh dengan cepat tanpa melalui
proses yang dipikirkan terlebih dahulu. Dengan kata lain, intuit tidak
mempunyai logika atau pola pikir tertentu serta langkah yang
sistematik dan terkendali.

6. Penemuan kebetulan
Beberapa pengetahuan pada awalnya ditemukan secara kebetulan
dan beberapa diantaranya adalah sanagt berguna.

7. Cara coba-coba
Merupakan serangkaian percobaan asal atau coba-coba saja yang
tidak disasari oleh teori yang ada sebelumnya, sehingga tidak
memungkinkan diperolehnya kepastian pemecahan suatu masalah
atau hal yang diketahui.

3. PENGETAHUAN ILMIAH (SCIENCE)


Pencarian Pengetahuan secara ilmiah dilakukan berdasarkan dengan
beberapa cara , yaitu : Pemikiran rasional, pengalaman
empiris(fakta), maupun berdasarkan pengalaman sebelumnya.
Pengetahuan yang di, yaitu : Pemikiran rasional, pengalaman
empiris(fakta), maupun berdasarkan pengalaman sebelumnya.
Pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan cara atau
metode ilmiah disebut ilmu.

a. Fungsi ilmu pengetahuan


1. Menjelaskan (Explaining)
Fungsi menjelaskan, mempunyai empat bentuk :
 Deduktif : ilmu harus menjelaskan sesuatu berdasarkan
premis pangkal ilir yang telah ditetapkan
 Probabilistic : ilmu dapat menjelaskan berdasarkan pola
piker induktif dari sejumlah kasus yang jelas, sehingga
hanay dapat member kepastian (tidak mutlak) yang bersifat
kemugkinan besar atau hampir pasti
 Fungsonal : ilmu dapat menjelaskan letak suatu komponen
dalam suatu system secara keseluruhan
 Genetic : ilmu pengetahuan dapat menjelaskan suatu factor
berdasarkan gejala-gejala ayng sudah sering terjadi
sebelumnya.

2. Meramalkan (Prediction)
Ilmu harus dapat menjelaskan factor sebab akibat suatu
peristiwa atau kejadian

3. Mengendalikan (Controling)
Ilmu harus dapat mengendalikan gejala alam berdasarkan
suatu teori.

4. Criteria Ilmu Pengetahuan


Tidak semua ilmu pengetahuan dapat disebut ilmu, suatu konsep akan
merupakan suatu ilmu pengetahuan apabila cara mendapatkannya
memenuhi syarat-syarat berikut :

1. Logis atau masuk akal, yang diakui kebenarannya


2. Objektif, sesuai dengan objek kaji dan didukung oleh fakta empiris
3. Metodik, diperoleh dengan cara-cara tertentu yang penuh
keteraturan, dirancag, diamati, dan terkontrol.
4. Sistematik, ilmu pengetahuan disusun suatu system yang satu dan
yang lainnya saling berkaitan.
5. Berlaku umum atau Universal, ilmu pengetahuan berlaku untuk siapa
saja dan dimana saja
6. Kumulatif berkembang dan tentative. Ilmu pengetahuan selalu
bertambah dengan hadirnya ilmu pengetahuan baru.

5. Unsur Pembentuk Ilmu Pengetahuan

 Konsep : merupakan symbol-simbol yang membantu untuk


mengorganisasikan pengalaman.
 Hukum : Merupakan korelasi antara dua konsep atau lebih
yang dekat kaitannya dengan hal-hal yang terobservasi.
 Teori : Adalah kerangka konsepsi yang terorganisasi
menjadi suatu generalisasi yang dapat dijabarkan menjadi
hukum-hukum.

6. Sikap Ilmiah

1. Jujur
Seorang ilmuwan wajib melaporkan hasil penelitian atau
pengamatannya secara objektif dan jujur oleh karena tanggung
jawab yang dimilikinya.

2. Terbuka
Seorang ilmuwan harus mempunyai pandangan yang luas, cakupan
cakrawala ide yang dipikirannya sangat dalam, orientasinya jauh lebih
terbuka, dan menghargai pendapat orang lain.

3. Toleran
Seorang ilmuwan disebut bukan ilmuwan, yaitu orang yang
berperilaku sombong. Walaupun telah menemukan karya ilmu
pengetahuan, malah harus semakin rendah diri dan semakin
memahami.
4. Skeptic
5. Optimis
6. Kreatif dan inovatif
7. Bertanggung jawab
8. Pemberani.
II. PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

1. Sejarah Ilmu Pengetahuan Manusia

a. Zaman Purba
Zaman ini ditandai dengan ditemukannya alat-alat yang terbuat
dari batu dan tulang belulang. Manusia pada zaman ini telah
mengetahui cara bercocok tanam dan beternak meskipun masih
hidup berpindah-pindah.

b. Zaman Yunani (600-200SM)


Pada zaman ini, kemampuan berfikir manusia sudah mulai lebih
maju, oleh karena adanya penemuan alat bantu yang lebih baik,
dan mulai menggunakan akal sehat, sehingga mitos dengan
berbagai legendaya perlahan-lahan mulai ditinggalkan.

c. Zaman Pertengahan
Merupakan zaman keemasan islam, Dimana pengaruh bangsa
arab sangat menonjol. Banyak peninggalan pengetahuan Yunani
diterjemahkan serta penemuan tentang kedokteran yang ditulis
dalam bentuk buku dan dipakai sebagai acaun dalam dunia
pendidikan Islam dan Eropa. Zaman ini disebut dengan zaman
rasionalisme empiric, namun sudah mulai empiric, sehingga
memungkinkan terjadinya perluasan bisag kedokteran, farmasi,
astronomi, kimia, dan biologi. Penemuan penting yang tetap
digunakan sampai saat ini adalah penulisan bilangan (Angka Arab)
dan decimal yang menghasilkan ilmu aljabar.

d. Zaman modern
Dimulai pada abad ke 15. Banyak yang mengubah pola piker
sebelumnya terutama dengan penemuan empiris yang didukung
sepenuhnya oleh metode eksperimental dan alat bantu yang lebih
baik. Pada zaman ini juga menganut metode induksi yang
merupakan dasar dari perkembangan metode ilmiah sekarang
yang intinya adalah bahwa kesimpulan dilakukan berdasarkan
data pengamatan atau eksperimentasi yang diperoleh
berdasarkan fakta.
Kemudian berikutnya revolusi industry awal abad ke 19 memberi
dampak yang becasar terhadap alam semesta dan penghuninya.
Penambahan populasi manusia, kemampuan yang tersedia,
komunikasi anta bangsa, serta persyaratan hidup nyaman
menimbulkan peningkatan kebutuhan akan ruang, baik untuk
kehidupan, produksi, maupun untuk eksploitasi sumber daya alam
bagi penyediaan energy dan industry yang semakin bertambah.
Manusia modern dengan kondisi sedemikian seolah-olah telah
melepaskan diri dari lingkungan alamnya karena mereka sudah
menaggap mampu mengatur, mengubah, dan mengkondisikan
sesuai keinginannya, terutama di bidang ilmu pengetahauan.

2. Ruang Lingkup Perkembangan Science

1. Klasifikasi Ilmu Pengetahuan


a. Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Science)
Membahas hubungan antara manusia sebagai makhluk social
 Sosiologi : Studi tentang tigkah laku social
 Ekonomi : ilmu pengetahuan social yang berkaitan dengan
produksi, tukar menukar barang, pengelolaan dalam ruang
lingkup rumah tangga perusahaan atau Negara
 Sejarah : mempelajari tentang pencatatan rekan jejak atau
peristiwa-peristiwa yang telah terjadi pada suatu bangsa
atau Negara
 Etnologi : mempelajari tentang antropologi dari aspek
system sosiologi ekonomi dan pewarisan kebudayaan serta
perubahannya dalam masyarakat primitive.
 Psikologi : mempelajari tentang proses yang terjadi dalam
diri manusia dalam hal mental,sikap,tingkah laku, dan lain-
lain.

2. Ilmu Pengetahuan Alam (Natural Science)


Membahas tentang alam semesta beserta isinya, mulai dari
materi berskala yang sangat kecil, sampai materi yang sangat
besar.

 Fisika (Physics) :Mempelajari tentang fenomena alam


semesta dengan segala isinya.
 Kimia (Chemistry) : mempelajari benda hidup dan tidak
hidup dari aspek susunan materi dan perubahan-perubahan
secaa kimiawi yang bersifat tetap.
 Biologi (Biological Science) : mempelajari makhluk
hidup dan gejalanya.

3. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (Earth Science and Space)


 Geologi : mempelajari tentang struktur bumi, yang
menyangkut pembahasan tentang struktur, perubahan
materi, baik yang terdapat di permukaan tanah maupun
yang terdapat dalam perut bumi menggunakan konsep
dasar kimia dan fisika.
 Astronimo : mempelajari tentang semua benda-benda ruag
angkasa dan semua aspek yang berkaitan dengan alam
semesta.
 Geografi : mempelajari tentang muka bumi dan produk
ekonomi sehubungan dengan makhluk hidup terutama
manusia.
III. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

1. Hubungan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berhubungan erat.


Dapat dikatakan teknologi adalah terapan dari ilmu pengetahuan
untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Teknologi dalam arti sempit adalah suatu peristiwa industry,
sedangkan dalam arti luas adalah tindakan manusia untuk memenuhi
kebutuhanya dengan murah, mudah, efektif, efisien, dan lain-lain.

a. Hubungan Langsung diantaranya:

 Ditemukannya sifat gelombang electron, dimana penemuan


ini dikembangkan dalam pembuatan microskop sehingga
virus dan unsure kimia dapat dilihat
 Berkembangnya ilmu kimia dan biologi yang dapat
memanfaatkan organism dalam skala industry seperti
industry minuman yoghurt, bir, tempe, biogas, etanol, dan
lain-lain.

b. Hubugan Langsung Diantaranya :


 Teknologi Piramid di Mesir
 Teknologi bangunan purbakala seperti Candi Borobudur
 Bangunan tembok China
 Arsitektur bangunan menara Pisa di Italia

2. Penerapan Science dalam Teknologi

1. Model
Model adalah penggambaran permasalahan secara kuantitatif
sebagai simplifikasi suatu system untuk menggambarkan keadaan
sebenarnya, ada beberapa hal yang perlu diperlihatkan dalam
model :
 Realism : modal dinyatakan dengan kalimat, dan harus
sesuai dengan konsep ang diwakilinya
 General : digunakan dalam situasi yang berbeda
 Kemampuan : memiliki kemampuan meramalkan
perubahan yang akan terjadi.

2. Kriteria
Criteria adalah persyaratan atau batasan yang menggambarkan
tujuan atau sasaran dalam pengambilan keputusan.

3. Kendala
Kendalan adalah factor pembatas yang harus dipertimbangkan
dalam desain atau pengambilan keputusan

4. Optimasi
Yaitu pencapaian solusi terbaik apabila masalah tersebut telah
dirumuskan dalam bentuk model dengan memperhatikan criteria,
sarana dan memperhitungkan kendala.

3. Perkembangan Sains dan Teknologi

Perkembangan sain dan teknologi, dimulai pada masa lalu atau


masa zaman batu sampai pada zaman sekarang. Zaman dulu,
transportasi hanya dilakukan dengan jalan kaki atau berlari,
kemudian berkembang dengan menggunakan tenaga hewan seperti
kuda dan lain-lain, kemudian berkembang sampai pada mobil, kereta
api, bahkan sampai pada pesawat.
Penemuan sinar lampu oleh Farraday yang sekarang dikenal
dengan electron karena dipopulerkan dengan J.J Thomson sebagai
symbol kelistrikan yag kemudian dikembangkan oleh Thomas Alfa
Edison menjadi lampu listrik, pemanfaatan electron dalam dunia
teknologi selain untuk penerangan banayk juga dipakai di bidang lain,
seperti transportasi (Kereta Listrik), alat rumah tangga (Rice cooker,
kulkas, mesin cuci, dll), alat pendidikan (overhead, LCD), alat
komunikasi (Handphone, Laptop, TV, dll).
Dalam industry kayu, tentunya diharapkan kayu yang tahan
terhadap serangga dan tahan cuaca. Untuk keperluan itu, bahan kayu
diberi perlakuan khusus dengan cara direndam dengan cairan plastic
kemudian disinari dengan sinar radioaktif sehingga kayu terlapisi
dengan plastic, kayu akan bertambah keras dan tahan terhadap
serangga.

Hasil karya ilmu pengetahuan dan teknologi contohnya banyak


digunakan pada alat-alat di bidang komunikasi antara lain :

 Media cetak : Koran, majalah, leaflet


 Media elektronik : Radio, televise
 Satelit Komunikasi
 Telepon
 Telegraf
 Internet
IV. TEKNOLOGI

Secara etimologi, kata teknologi berasal dari perpaduan dua


buah akar kata yaitu “Techne atau Techton” dan “logops” keduanya
berasal dari bahasa Yunani. Akar kata yang pertama pada mulanya
berarti “keterampilan” dengan arti yang sama dalam bahasa
sansekerta. Sedangkan kata kedua yaitu logos yang berarti “Pikiran”
atau “alasan”. Perpaduan antara kedua akar kata memiliki arti
sebagai ilmu tentang keterampilan yang pada mulanya berhimpitan
dengan wilayah seni dan wilayah sains.

1. Perkembangan Teknologi

Teknologi berkembang dimulai sejak dulu kala sampai dengan


kemajuan peradaban manusia. Pada awalnya teknologi hanya bersifat
kebendaan dan berhubungan dengan tugas ekploitasi dan pengolahan
sumber daya alam berupa materi dan energi.
Spektrum jenis teknologi sekarang membentang dalam semua aspek
kehidupan dan penghidupan manusia. Apabila diurutkan maka
bentangan tersebut mencakup :
 Teknologi Eksploitasi : berburu, menangkap ikan, bertani,
beternak, dll
 Teknologi pengolahan : merebus, memanggang, fermentasi,
melebur bahan, dll
 Teknologi transportasi : menjinakkan hewan liar, membuat
rakit, kapal, perahu, mobil, dll
 Teknologi kenyamanan : mebuat pakaian, pagar, peralatan
rumah, dll
 Teknologi peningkatan potensi manusia : membuat
peralatan berburu, bertani, dll
Jenis teknologi yang disampaikan merupakan fokus dari
pengembanagn teknologi dewasa ini dan masa yang akan datang.
2. Perkembangan Tingkat Kepuasan

Sehubungan dengan pemenuhan tingkat kepuasan, maka kualitas


teknologi selalu ditingkatkan untuk mempertinggi nilai efisiensinya.
Menurut Rizal Astrawinata, nilai efisiensi yang didekati dengan data
mengenai daya sebagai berikut :

 Daya yang terkandung dalam produk


 Daya yang terdaur ulang
 Daya yang terbuang melalui aliran limbah

Adapun mengenai daya keluaran, jenisnya sangat bergantung pada


keberlangsungan suatu proses, kemudian daya lain adalah daya
masukan terdiri dari :

 Daya yang terkandung dalam bahan baku


 Daya yang terbawa oleh fluida kerja, arus listrik, arus panas,
dll.

Perkembangan teknologi harus terus berlangsung dalam


mempertinggi nilai nilai efisiensi, mereduksi produk samping berupa
bahan buangan atau limbah dengan cara mengolahnya sebelum
dibuang. Apabila pengembangan teknologi yang ramah lingkungan
tidak diupayakan, maka laju degradasi kualitas lingkungan akan
semakin besar, artinya kerusakan semakin parah dan kondisi ini tidak
boleh dibiarkan harus dapat direduksi.

3. Pendekatan Pemikiran

Jenis-jenis teknologi yang dikembangkan umat manusia adalah


implementasi praktis dari kecerdasan manusia. Hal lain yang berkaitan
dengan teknologi dengan metodologi praktisnya akan terus mengalami
penyempurnaan dan bahkan dapat berjalan diluar control manusia yang
melewati batas nilai-nilai luhur budaya. Sehingga
muncul efek samping sebagai akibat dari hasil rekayasa manusia dan
reaksi berantai dengan alam dan manusia tidak dapat
menghindariya. Karenanya, dihubungkan konsep terata dengan baik
dalam pengembangannya.
V. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

Saat ini perkembangan teknologi berjalan dengan sangat pesat, baik


dalam jumlah kuantitas, kualitas, maupun penggunaannya pada
berbagai aspek di alam semesta ini. Pembahasan tentang
perkembangan teknologi pada pokok bahasan ini hanya tentang
pengembangan pada empat bidang, yaitu:

 Teknologi material
 Nanoteknologi
 Bioteknologi molecular
 Teknologi informasi

1. Teknologi material

Teknologi material atau bahan bermula dari pidato Presiden


Ronald Reagen tahun 1986 yang mengemukakan suatu usulan
tentang Orient Express yag dapat lepas landas dari Washington
dan terbang ke Tokyo dalam waktu 2 jam.
Contoh lain mengenai ilmu bahan atau teknologi bahan atau
teknologi material adalah perangkat alat elektronik semi
konduktor dan super konduktor. Semi konduktor adalah bahan
yang berfungsi sebagai konduktor dan suhu yang semakin tinggi
pada suhu rendah dapat menghantarkan listrik dengan epsiensi
maksimal yang disebabkan oleh panas.

2. Nanoteknologi

 Tinjauan umum nanoteknologi


Secara filosofis, istilah nanoteknologi adalah
mendeskripsikan ilmu mengenai system serta peralatan
yang berproposi nanometer. Datu nanometer sama dengan
sepersejuta millimeter sehingga karena ukurannya yang
teramat kecil, maka tren dalam nanoteknologi condong
kepada pengembangan yang dimulai dari bawah keatas.

 Rahasia Dibalik Nanoteknologi


Nanoteknologi adalah teknologi yang menggunakan skala
nanometer, atau sepermilyar meter, merupakan teknologi
berbasis pengelolaan materi berukuran nano atau satu per
milyar meter, dan merupakan lompatan teknologi, untuk
mengubah dunia materi menjadi berbagai bentuk atau
model yang jauh lebih berharga dari sebelumnya.

 Revolusi Industri Nanoteknologi


Nanoteknologi diyakini sebagai sebuah konsep teknologi di
zaman modern ini akan melahirkan revolusi industry baru di
abad ke 21. Oleh karena beberapa cabang ilmu terapan dan
ilmu medis telah mengadopsi nanoteknologi dan nanosains
menjadi fondasi utamanya.

3. Bioteknologi Molekular (Life Science)


Ilmu bioteknologi molecular merupakan salah satu bidang IPTEKS
yang menjadi pusat perhatian para ilmuwan, bisnismen,
industriawan, dan lain lain. Bioteknologi secara umum merupakan
topic ilmiah yang telah merangsang banyak transformasi ilmu
pengetahuan di bisang kimia, pertanian, kedokteran, perikanan,
kelautan, dan lain-lain.

4. Teknologi Informasi
Computer sudah tidak lagi hanya untuk kebutuhan professional
saja, tetapi juga sudah merupakan kebutuhan atau penunjang
kegiatan masyarakat umum baik itu dalam kehidupan social
maupun penunjang studi.
VI. DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

1. Dampak Positif dan Negatif Teknologi


Teknologi akan menpengaruhi system ekonomi, politik, social,
budaya, religiusitas, dan lingkungan hidup manusia.

A. Dampak positif dan negative teknologi pada system social

Perkembangan teknologi memiliki andil yang sangat besar dalam


menggiring remaja-remaja ke arah dekandensi moral. Rusaknya
mental dan akhlak remaja diakibatkan oleh gaya hidup
masyarakat, menjamurkan situs internet yang menyajikan
gambar-gambar vulgar yang bisa diakses secara bebas menambah
deretan kerusakan pada mental anak-anak.

Perkembangan juga mempunyai pengaruh positif


 Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
 Melestarikan sejarah bangsa
 Meningkatkan karya seni

B. Dampak Teknologi pada Kehidupan Manusia

Teknologi merupakan hasil karya yang dipakai sebagai bekal


dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Teknologi
membantu aspek biologi pada manusia, diantaranya :
 Memperpanjang atau mengubah organ tubuh ,
memperkuat otot, menyambung indera, mengubah tekstur
rambut dan kulit, dan lain lain.

Adapula dampak negative teknologi pada kehidupan manusia :

 Persegaran dan pergantian manusia


 Kebebasan terkekang
 Kepribadian terhimpit
 Obyektivitas manusia
 Mentalitas teknologi
 Krisis teknologi
 Distorsi biokurtural
 Nilai etika dan moral bergeser

C. Dampak Teknologi pada Lingkungan


Dampak negative perkembangan teknologi terhadap lngkungan
sekarang menjadi sagat penting untuk dicermati dan diantisipasi.
Beberapa dampak negative teknologi terhadap lingkungan
sebagai berikut :

 Terkurasnya sumber daya


 Gangguan iklim
 Destabilisasi dan Dekompensasi lingkungan
 Konsumsi tinggi dan missal
 Pencemaran lingkungan

D. Isu Lingkungan Global

1. Pemanasan Global
Pemanasan globak sangat besar dampaknya pada lingkungan.
Dampak yang dialami berupa perubahan iklim di bumi dan
naiknya permukaan air laut. Naiknya permukaan air lain akan
menenggelamkan dataran rendah, meningkatnya erosi, dan
meningkatnya instrusi air laut. Untuk mengurangi bahaya
pemanasan global, emisili gas rumah kaca harus dikendalikan.
Usaha ini meliputi penghematan energy pada sector industry,
transportasi dan rumah tangga
2. Lubang Ozon
Penyebab utama lubang ozon adalah sekeompok zat kimia yang
disebut CFC sebagai zat buatan manusia yang digunakan untuk
gas pendorong, alat pendingin (kulkas, ac,dl). jika lubang ozon
semakin besar, maka sinar UV akan langsung masuk ke
permukaan bumi dengan menimbulkan kerusakan bagi makhluk
hidup yang ada. Oleh karena itu penggunaan CFC harus
dihentikan.

3. Hujan Asam
Kerusakan yang ditimbulkan oleh hujan asam adalah terjadinya
deposisi struktur materi pada hutan, tanaman pertanian, danau
dan kontruksi, bahkan sampai kematian pada organism. Untuk
menguragi dampak kerugian oleh hujan asam, maka perlu
dilakukan berbagai usaha antara lain :
 Menggunakan bahan bakar dengan kadar belerang rendah
 Melakukan penghematan diversifikasi energy.
VII. SENI dan KEINDAHAN

Seni pada mulanya diartikan sebagai ekspresi dari kreatifitadalam diri


manusia, sehingga sangat sulit untuk dinilai atau dijelaskan. Oleh karena
masing-masing individu Memiliki peraturan dan parameter yang
menuntun dirinya dalam mengukur makna keindahan dan ketinggian
nilai suatu karya seni.

Dalam kehidupan sehari-hari disadari atau tidak kita tidak lepas dari
seni . konsepsi seni ini melekat pada diri manusia dan seluruh aspek
kehidupan manusia, bahkan lahirnya manusia sendiri adalah suatu
konsepsi seni yang luar biasa, sehingga seni Akan Selalu ada dan
bersamaan dengan kebutuhan manusia.

1. Seni Untuk Memenuhi Kebutuhan Individu


 Kebutuhan Fisik
Perabot rumah tangga atau benda-benda yang diciptakan
manusia dalam kehidupan sehari-hari mempertimbangkan
nilai seni

 Kebutuhan emosional
Melalui seni, seseorang dapat mengungkapkan perasaan
dan menyalurkan daya imajinasinya atau menikmati seni
tersebut untuk menghibur hatinya.

2. Seni Untuk Kebutuhan Sosial


 Fungsi social seni di bidang agama
Seni dapat memiliki fungsi social terutama yang berkaitan
dengan tempat peribadatan. Factor artistic yang berkaitan
pada tempat-tempat peribadatan sangat diperlukan.
 Fungsi social di bidang pendidikan
 Fungsi social di bidang rekreasi
 Fungsi social di bidang komunikasi

3. Filosofi seni dan keindahan


Keindahan dapat mengundang keharuan, bertapa tidak. Setiap indah
memilii ketertiban, setiap yang tertib penuh dengan informasi,
seuatu yang penuh dengan informasi akan memiliki spectrum yang
luas untuk berkomunikasi dengan manusia melalui sensibilitas yang
dimilikinya.
Keindahan bagi masing-masing orag terkadag apresiasinya
bergantung pada pribadi yang bersagkutan, oleh karena disebabkan
sesuatu yang diapresiasi dapat dikatakan indah melalui namun orang
lain menganggapnya tidak. Demikian pula sebaliknya. Itulah karya
seni yang titik tolaknya tergantung pada presepsi atau rasionalitas
seseorang yang menilainya.