Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Rumah sakit merupakan sebuah institusi perawatan kesehatan profesional
yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli
kesehatan lainnya (Sabarguna, 2008). Suatu rumah sakit memerlukan
pengorganisasian untuk melancarkan jalan sukses. Organisasi rumah sakit
memiliki pemimpin dan staf-staf yang bergerak dibidangnya agar organisasi
di rumah sakit mampu mejalankan pelayanan yang optimal. Pengorganisasian
dalam manajemen keperawatan mempunyai banyak aktifitas penting, antara
lain bagaimana asuhan keperawatan dikelola secara efektif dan efisien untuk
sejumlah pasien di rumah sakit dengan jumlah staf keperawatan dan fasilitas
yang ada. Untuk diperlukan pembagian tugas, kerja sama, dan koordinasi
sehingga semua pasien mendapatkan pelayanan yang optimal.
Manajemen merupakan suatu proses merancang dan memelihara suatu
lingkungan dimana orang – orang yang bekerja sama didalam suatu kelompok
dalam mencapai tujuan tang telah ditetapkan dengan seefisien mungkin
(Nursalam, 2013). Manajemen keperawatan adalah suatu proses bekerja
melalui anggota staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan
secara profesional (Nursalam, 2015).
Pemimpin adalah seseorang yang mempergunakan wewenang dan
kepemimpinannya mengarahkan mengarahkan bawahan untuk mengerjakan
sebagian pekerjaannya dalam mencapai tujuan organisasi. Sedangkan
kepemimpinan adalah cara seseorang pemimpin dalam mempengaruhi
perilaku bawahan, agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif untuk
mencapai tujuan organisasi (Hasibuan, 2014)
Oleh karena itu perlu adanya manajer keperawatan disebuah ruangan
utntuk menetapkan kerangka kerja, yaitu dengan cara: mengelompokan dan
membagi kegitan yang harus dilakukan, menentukan jalinan hubungan kerja
antara tenaga dan menciptakan hubungan antara kepala-staf melalui
penugasan,delegasi dan wewenang. Dalam model pengembangan praktik
keperawatan profesional peran dan fungsikepala ruang merupakan hal yang
sangat penting sehingga kompetensi kepemimpinan dan manajemen yang

1
mutlak dibutuhkan karena kemampuan itu manajer kepala ruang akan diuji
untuk menata pengorganisasian staf dan menentukan sistem pemberian
asuhan keperawatan kepada pasien sebagai refleksi pelaksanaan praktik
keperawatan profesional. Peran dan fungsi kepala ruang sangatlah penting
dalam melakukan pengaturan organisasi dalam sebuah bangsal di suatu rumah
sakit. Peran dan fungsi kepala ruang antara lain mengidentifikasi masalah,
merencanakan fungsi ketenagaan, merencanakan pengorganisasian,
melakukan pengarahan dan melakukan pengendalian organisasi. Sedangkan
menajer sendiri yang berarti seseorang yang tanggung jawab utamanya adalah
melakukan proses manajemen dalam suatu organisasi memiliki tugas dan
fungsi antara lain peran interpersonal, peran pemberi informasi serta peran
pengambilan keputusan.
Manajemen pelayanan keperawatan merupakan transformasi dari sumber
daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan pelayanan keperawatan melalui
pelaksanaan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengaturan
ketenagakerjaan, pengarahan, evaluasi dan pengendalian mutu.

B. Tujuan
1. Tujuan umum
Setelah melakukan praktik manajemen keperawatan selama 5 minggu di
ruang Madinah RS Islam A. Yani Surabaya, mahasiswa mampu
menganalisis pelaksanaan kepemimpinan dan manajemen keperawatan di
ruangan Madinah RS Islam A. Yani Surabaya, berdasarkan teori yang
telah dipelajari.
2. Tujuan khusus
Setelah melakukan praktik manajemen keperawatan di ruangan
mahasiswa mampu :
a. Melakukan kajian situasi di unit pelayanan (6 M = Man, Methode,
Material, Marketing, Money, Machine)
b. Melakukan analisis SWOT
c. Mengidentifikasi permasalah dan menentukan prioritas masalah
d. Menyusun strategi penyelesaian masalah dan menentukan prioritas
strategi penyelesaian masalah.
e. Menyusun Plan Of Action (POA) strategi penyusunan masalah
f. Mendemostrasikan pengorganisme pelyanan keperawatan sesuai
kondisi unit.

2
g. Mendemonstrasikan pengelolaan staf
h. Mendemonstrasikan pengarahan organisasional
i. Berperan sebagai kepala ruangan, ketua tim atau perawat
pelaksana:
1) Mengumpulkan data, menganalisis data dan memahami data
masalah dalam pengorganisasian asuhan keperawatan
2) Mengorganisasikan pelaksanaan kegiatan keperawatan
3) Melakukan ussaha-usaha koordinasi kegiatan keperawatan
4) Memilih dan menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai di
ruangan
5) Memperkenalkan perubahan kecil yang bermanfaat untuk
ruangan
6) Mengidentifikasi masalah yang terjadi
7) Merencanakan beberapa alternatif pemecahan masalah
8) Mengusulkan dan menerapkan alternatif tersebut kepada
manajer keperawatan
9) Mengevaluasi hasil penerapan alternatif pemecahan masalah
10) Melaksanakan asuhan keperawatan.

C. Manfaat
1. Bagi Mahasiswa
a. Tercapainya pengalaman dalam pengolahan suatu ruang rawat inap
sehingga dapat memodifikasi metode penugasan yang akan
dilaksanakan.
b. Mahasiswa dapat mengumpulkan data dalam penerapan model
yang diaplikasikan di ruang Madinah
c. Mahasiswa dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan
penerapan model MAKP di ruang Madinah
d. Mahasiswa dapat menganilisi maslah dengan metode SWOT dan
menyusun rencana strategi
e. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman dalam menerapkan
model asuhan keperawatan profesional di ruang Madinah
2. Bagi Perawat Ruangan
a. Melalui praktik manajemen keprawatan dapat diketahui masalah-
masalah yang ada di ruang Madinah yang berkaitan dengan
pelaksanaan MAKP.
b. Tercapainya tingkat kepuasan kerja yang optimal
c. Terbinanya hubungan yang baik antara perawat dengan perawat,
perawat dengan tim kesehatan lain, dan perawat dengan pasien
serta keluarga
d. Tumbuh dan terbinanya akuntabilitas disiplin dari perawat.

3
4