Anda di halaman 1dari 1

Nama : Anggy Ardiya Cahyani

NIM : 211317040
Kelas : IPA B
Teknologi Pengelolaan Pencemaran Air
Lumpur Aktif

Sistem lumpur aktif termasuk salah satu jenis pengolahan biologis, dimana
mikroorganismenya berada dalam pertumbuhan tersuspensi. Prosesnya bersifat aerobik,
artinya memerlukan oksigen untuk reaksi biologisnya. Kebutuhan oksigen dapat dipenuhi
dengan cara mengalirkan udara atau oksigen murni ke dalam rekator biologis, sehingga
cairan reaktor (mixed liquor) dapat melarutkan oksigen lebih besar dari 2,0 mg/liter. Jumlah
ini merupakan kebutuhan minimum yang diperlukan oleh mikroba di dalam lumpur aktif.
Di dalam sistem biologis ini, mikroorganisme hidup dan tumbuh secara koloni. Koloni
ini berupa gumpalan-gumpalan kecil (flocs) yang merupakan padatan mudah
terendapkan. Dalam keadaan tersuspensi koloni ini menyerupai lumpur sehingga disebut
lumpur aktif (activated sludge). Tambahan kata aktif diberikan karena selain mereduksi
substrat (buangan), juga mempunyai permukaan yang dapat menyerap substrat secara aktif.
Secara prinsip satuan operasi proses lumpur aktif tanpa daur ulang, air buangan
dalam keadaan tersuspensi. Di dalam reaktor konsentrasi zat organik akan berkurang karena
adanya aktivitas mikroorganisme. Kondisi aerobik dicapai dengan aerasi yang juga berfungsi
untuk menjaga kandungan rekator senantias tersuspensi dengan baik. Secara kontinu
keluaraan dari reaktor (overflow) dialirkan ke dalam tangki pengendap, untuk
memisahkan fraksi padat dan cair. Pemisahan fraksi padat ini dapat dilakukan secara gravitasi
karena berat jenis padatan lebih besar daripada air.
Banyak modifikasi telah dilakukan terhadap sistem lumpur aktif, tetapi secara
keseluruhan sistem pengolahan dengan lumpur aktif dapat dicirikan dengan tanda-tanda
sebagai berikut :
1. Menggunakan lumpur mikroorganisme yang dapat mengkonversi zat organik terlarut
dalam air buangan menjadi biomassa baru dan zat anorganik.
2. Pengolahan dengan lumpur aktif memungkinkan terjadinya pengendapan sehingga
keluaran hanya sedikit mengandung padatan mikroba.
3. Pengolahan dengan lumpur aktif mendaur ulang sebagian lumpur mikroorganisme
dari tangki pengendap ke reaktor aerasi, kecuali pada reaktor aliran yang teraduk baik
(continuous stirred tank), kadang-kadang mikroorganisme tidak perlu didaur ulang.
4. Kinerja pengolahan dengan lumpur aktif bergantung pada waktu tinggal sel rata-
rata di dalam reaktor (mean cell residence time).

Sumber:
https://www.researchgate.net/publication/309354693_Prinsip_Pengendalian_Pencemaran_Bad
an_Air_dan_Teknologi_Pengolahan_Air_Limbah, (Diakses Pada 18/03/2019 pukul 21.23).