Anda di halaman 1dari 24

1

Saya bukan coach


Saya bukan motivator
Saya adalah APOTEKER !!!
Cukup panggil APOTEKER ANDY
Yang ingin menjadi juragan apotek
Yang ingin belajar, praktek, dan berbagi
Dan maju bersama – sama kawan – kawan apoteker indonesia untuk membangun
indonesia ini.

Ebook kedua ini saya persembahkan untuk istri saya, Astri Fatmah., S.Farm., Apt.
I Love U

Kontak : Fb Andy eko wibowo (add dan follow status status bermanfaat tentang
apotek)
HP : 085729420847
Kesibukan : Dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta & Mendampingi istri
menjalankan Apotek Indah Farma

2
Financial Literacy for Apotek

DAFTAR ISI

MENGECEK KARYAWAN TATA BUKU BENAR MELAKUKAN PENCATATAN DALAM ROSETTA STONE 4

KONDISI UANG NYATA HARUS SAMA DENGAN YANG ADA DI ENDING CASH 6

MAKNA DARI OPERATIONAL CASH FLOW (O), INVESMENT CASH FLOW (I), AND FINANCE CASH FLOW (F) 7

MAKNA LABA /HARIAN YANG HARUS SAMA DENGAN LABA DI INCOME STATMENT 9

MANA YANG LEBIH PENTING, UANG CASH (OCF) ATAU LABA ? 11

Kaitan lainnya antara OCF, ICF, dan laba bersih 13

TIMBANGAN APOTEK KITA 14

KAPAN WAKTU YANG TEPAT UNTUK BERHUTANG ? 15

APOTEK ORGANIK, TUMBUH BESAR TANPA BERHUTANG 17

PERBEDAAN UANG DARI HUTANG BANK DENGAN UANG DARI INVESTOR BESERTA SEGALA RESIKONYA 19

INVESTASI ATAU OPERASIONAL? 21

RINGKASAN PENTINGNYA 22

3
Financial Literacy for Apotek

MENGECEK KARYAWAN TATA BUKU BENAR MELAKUKAN PENCATATAN


DALAM ROSETTA STONE

Rosetta stone mempermudah kita semua dalam mengecek kebenaran karyawan tata buku
dalam melakukan pencatatan. Cukup lihat berat timbangan dan laba harian, apabila
keduanya sinkron/sama, kemungkinan besar karyawan anda benar dalam melakukan
posting annya.

Berat timbangan diatas haruslah sama, jika kiri nilainya 1,280,000, maka kanan juga
nilainya haruslah 1,280,000.

4
Financial Literacy for Apotek

Laba /harian di area hijau (neraca aktiva pasiva) nilainya haruslah sama dengan yang ada di
income statement.
Bila kedua nya terpenuhi, maka karyawan tata buku anda benar dalam memasukkan data.

5
Financial Literacy for Apotek

KONDISI UANG NYATA HARUS SAMA DENGAN YANG ADA DI ENDING


CASH

Kondisi uang nyata haruslah sama dengan yang ada di ending cash, bila tidak maka ada
beberapa kemungkinan :
1. Ada transaksi yang belum di input dalam rosetta stone
2. Ada kesalahan alokasi yang harusnya di uang cash, ada di kolom lain seperti di
piutang , persediaan, hutang dll
3. Di kolom OIF belum diberi inisial jenis perubahaan uang cashnya apakah O, I, atau F
4. Owner ngambil uangnya sambil siul siul pura pura enggak tahu, wkwkwkwkk…

6
Financial Literacy for Apotek

MAKNA DARI OPERATIONAL CASH FLOW (O), INVESMENT CASH FLOW


(I), AND FINANCE CASH FLOW (F)

Laporan arus kas (Cash flow report) dalam tata buku di bagi menjadi 3 yakni laporan arus
kas berkaitan dengan operasional usaha (Operational cashflow/OCF), berkaitan dengan
investasi usaha (invesment cashflow/ICF), dan berkaitan dengan pinjam meminjam usaha
/finance usaha (Finance cash flow /FCF).

untuk apotek anda, harusnya kondisi dikatakan baik apabila selalu seperti ini :

OCF WAJIB +
ICF 0 atau -
FCF 0 jika tidak ada hutang bank atau – jika ada
hutang bank

Kenapa demikian, tabel di lembar berikutnya sedikit menjelaskan alasannya.

7
Financial Literacy for Apotek

OCF (Operating  Positif artinya semua pendapatan dari Selalu positif maka sangat bagus karena pendapatan usaha yang berupa
cash flow) kegiatan operasional lebih besar dari uang cash lebih besar
pengeluaran operasional

 Negatif artinya pendapatan perusahaan dari Selalu negatif, maka sangat buruk, karena pengeluaran operasional selalu
kegiatan operasional lebih kecil dari lebih kecil dari pemasukkan, uang cash berkurang terus menurus. Apa di
pengeluaran operasional kondisi ini perusahaan meraih keuntungan?bisa jadi ya!!(why???*)
ICF (Investing  Positif artinya perusahaan mendapatkan Bisa jadi buruk jika terus menerus terjadi, artinya perusahaan butuh uang
cash flow) uang dari penjualan aset tetap cash /kekurangan uang cash dan menjual assetnya untuk
mendapatkannya
 Negatif artinya perusahaan mengeluarkan Bisa jadi buruk bisa jadi baik, buruk jika ternyata secara jasmani selalu
uang untuk membeli aset tetap melakukan pembelian asset namun secara rohani tidak terjadi kenaikan
cash setelah pembelian asset tersebut atau tidak produktif. Bisa berarti
baik, bila sebaliknya.
FCF (Financing  Positif artinya perusahaan mendapat Bila terus menerus berarti buruk, artinya usaha apotek kekurangan modal
cash flow) sumber dana seperti dari dan mencari pinjaman dari pihak ketiga terus menerus.
 Negatif penambahan modal

artinya perusahaan melakukan Bila terus menerus artinya baik, karena usaha apotek memiliki
pembayaran hutang kemampuan dalam melunasi hutang jangka panjangnya.

*OCF bisa selalu negatif tapi tetap selalu mendapatkan laba/keuntungan, bisakah??bisa saja, bila ketika penjualan tempo (piut ang)
lebih besar secara signifikan daripada penjualan cash dengan jatuh tempo yang lama dan terkadang piutang tidak dilunasi.

8
Financial Literacy for Apotek

MAKNA LABA /HARIAN YANG HARUS SAMA DENGAN LABA DI INCOME


STATMENT

Laba dalam rosetta stone tersebut di paling bawah (yang berwarna merah baik di kolom
laba/harian maupun kolom income statment) adalah laba bersih. So.....laba tersebut sudah
dikurangi oleh biaya biaya.
Apa yang terbaik di laba ini?? LABA HARUS SELALU POSITIF DONG!!! Seberapa besar laba
yang baik??? Pertanyaan menarik untuk dijawab karena ini adalah pertanyaan inti dari setiap
usaha termasuk usaha apotek. Bagaimana pengusaha bergerak, juga karena ingin meraih ini.
Begini kawan – kawan owner apotek ! Ini konsep kanuragan yang klo kawan – kawan
memahami dan mempraktekkan bakal kaya, hehehe..Sesungguhnya apa sih gol bisnis apotek
itu sesungguhnya? Omzet? Laba bersih?
Jadi kawan – kawan owner, goal usaha apotek itu haruslah Free cash money!! Target Usaha
apotek itu adalah uang bebas yang dapat diambil diakhir bulan. Itu dulu!!! Mau berapa juta
yang kawan – kawan ingin ambil di akhir bulan atau setiap bulannya, ditentukan dulu.
Setelah menentukan free cash money, maka tentukan pula prosentasenya yang diambil dari
laba bersih apakah 50%, 80% atau berapa persen. Agar, ada laba bersih yang tertahan menjadi
laba ditahan sehingga menambah modal usaha kita dan dapat membesarkan apotek kita
(nambah persediaan, atau nambah investasi).

So.....Dengan kita menentukan dua hal tersebut, kita akan dapat melihat realitanya yang
mungkin dan dapat menjawab pertanyaan awal kita tadi, laba / harian akan kita anggap bai k
bila nilainya berapa??? Hehehehe...

Misal kita mentarget setiap bulannya pada tahun 2017 , free cash money yang akan kita ambil
tiap akhir bulannya adalah 5 juta rupiah, dan free cash money tersebut merupakan 50 % dari
laba bersih kita (berarti laba bersih kita haruslah 10 juta). Maka di kolom rosetta stone,
laba/harian akan dianggap baik apabila nilainya lebih dari 10 juta pada akhir bulan (benar
kan???).

Intermezzo tapi penting,

9
Financial Literacy for Apotek

Dari sini jugalah kita juga menentukan berapa target omzet bulanan kita!!!
Seperti ini, misal biaya operasional kita 5 juta, dan margin keuntungan kita adalah 20 % (rata –
rata), maka kita akan dapat memperoleh target omzet :

Omzet : Rp 75.000.000,00
HPP ( omzet – 20%omzet) : Rp 60.000.000,00 -
Laba kotor : Rp 15.000.000,00
Operasional : Rp 5.000.000,00 -
Laba bersih : Rp 10.000.000,00

Nah.....so...., klo kita sebagai owner apotek memiliki omzet tersebut, dan dengan operasional
sebesar itu, maka kita sudah bisa mengambil free cash money 5 juta, dengan catatan seluruh
omzet berupa cash tidak piutang,dan dapat mengatur pembelian persediaan.
Tinggal bagaimana kita menggerakkan organisasi apotek kita untuk meraih omzet senilai 75
juta/bulan atau 2,5 juta/hari bila apotek buka 30 hari. Misal kawan – kawan ingin rata – rata
transaksi 20.000/transaksi, maka tinggal butuh kunjungan perharinya 125 orang. Dan jika teman
– teman ingin mendatangkan kunjungan 125 orang dengan mudah (maaf, bukan mudah,
dengan creatif dan efisien) bagaimana caranya? Saya banyak trik – trik dan beberapa sudah
pernah saya lakukan dan berhasil, akan saya bahas di buku saya selanjutnya “Bisnis model
apotek masa kini”.
Untuk buku ini, kita fokus ke akutansi dan finance nya dulu ya...

10
Financial Literacy for Apotek

MANA YANG LEBIH PENTING, UANG CASH (OCF) ATAU LABA ?

Ada sebuah kasus, dimana suatu apotek mendapatkan pesanan dari dinas terkait yaitu obat
albendazole 20 Karton senilai 50 juta. Apotek mengambil margin keuntungan 20 %. Pada hari H
setelah obat dibayar cash oleh apotek dari suplier, dinas terkait juga mengambilnya dengan
janji akan dibayar tempo selama 2 bulan. Apa yang terjadi?
“Apotek telah berhasil mencetak laba sebesar 10 juta namun uang cashnya g ada karena
masuk ke dalam piutang semua”
Ada sebuah kasus lagi, dimana suatu apotek asuransi kesehatan melayani resep resep
asuransi kesehatan yang obatnya di klaim ke kantor asuransi kesehatan nantinya melalui input
software. Setiap bulannya apotek BPJS tersebut mencetak penjualan dari produk – produk
resep asuransi kesehatan sebesar 100 juta. Untuk mengajukan permohonan klaim tersebut,
semua resep harus diinput dalam software khusus yang mana software tersebut harus
diverifikasi oleh orang asuransi kesehatan setiap akhir bulan. Dan uangnya akan cair setengah
bulan berikutnya. So......selama bulan januari , uang akan cair bulan februari, begitupula
seturusnya sehingga pengusaha mencetak laba namun tidak segera menerima uang cash
karena dalam bentuk piutang.
Tiba – tiba saja, terjadi peraturan pemerintah yang berbeda terkait dengan aturan harga obat
asuransi kesehatan dimana per Mei 2016 bebrapa harga obat turun dan beberapa obat tidak
terklaim, sementara itu untuk menyikapi perubahan tersebut software harus diganti terlebih
dahulu sehingga apotek tidak bisa segera menginputkan data resep klaim ke software.
Penggantian software ternyata memakan waktu lama menunggu dari pusat, ke provinsi, lalu
kekabupaten. Al hasil butuh waktu hampir 4 bulan sendiri dalam mengganti software.
Sementara, pasien harus minta untuk selalu dilayani. Setelah 4 bulan, apotek harus bekerja
ekstra keras dalam menginput resep yang tidak terinput dalam waktu 4 bulan tadi dengan
penuh penyesuaian harga yang turun dan beberapa obat yang ternyata sudah dilayani tapi tidak
terklaim terkait aturan baru.
Apa pengusaha mencetak laba/profit? Ya....
Apakah pengusaha menerima uang cash (100 juta x 5 bulan) selama 5 bulan tersebut?? 500
juta??
Tidak.....Apa yang terjadi bila apotek tidak memiliki pasokan uang cash tersebut?
Kolabs..gulung tikar!!
Apa apotek mengalami defect/kehilangan uang cash karena ada piutang tidak tertagihkan? Bisa
jadi ya.....dan itu yang benar – benar merugikan, sama halnya dengan barang hilang.
Dua hal diatas adalah kejadian nyata yang pernah dialami. So pertanyaannya adalah, lebih
penting mana antara uang cash dengan laba /profit?
Ada sebuah idiom yang mengatakan laba hanyalah angka sedangkan uang cash berwujud
nyata/cash adalah keniscayaan.

11
Financial Literacy for Apotek

Namun yang terpenting adalah profit/laba yang berwujud uang cash secara nyata.
Sehingga ada sebuah parameter yang menarik yang berkaitan antara OCF (Operational cash
flow) dengan laba bersih. Parameter ini menandakan kesehatan apotek teman – teman semua.

OCF positif

OCF +
OCF + Laba +
Laba - Apotek sehat siap growing
Tidak normal Beli persediaan yang pareto/yang banyak terjual
Tambah produk baru

Laba bersih negatif Laba bersih positif

OCF - OCF -
Laba - Laba +
Tidak normal Tidak normal

OCF negatif

12
Financial Literacy for Apotek

Kaitan Lainnya Antara OCF, ICF, Dan Laba Bersih

1. OCF harus positif, jika tidak, apotek kita ada dalam masalah, karena uang cash
berkurang (bobot bisnis berkurang)
Biasanya kasus yang terjadi adalah pembelian persediaan lebih besar daripada
penjualan apotek sehingga pada waktu tertentu pelunasan hutang akan lebih besar
daripada uang yang masuk. Kasus lainnya, operasional terlalu membesar dikarenakan
berbagai hal, misal karena karyawan keluar masuk, maka biaya recruitmen dan
pelatihan yang tidak konsisten. Misal lagi, biaya marketing yang tidak diperhitungkan.

2. OCF harus lebih besar daripada laba bersih, jika tidak, apotek kita ada dalam
masalah, karena laba bersih kita berada dalam bentuk piutang semuanya.
Biasanya kasus yang terjadi di apotek yang bisnis to bisnis dengan klinik, bidan,
perawat, atau dokter. Biasanya apotek jenis ini memberi fasilitas kemudahan bagi
konsumen untuk melakukan pembayaran secara tempo. Biasanya juga terjadi pada
apotek yang bekerja sama dengan asuransi pemerintahan.

3. OCF harus lebih besar daripada ICF, jika tidak, apotek kita terlalu membuang
buang uang untuk membeli asset tetap (investasi) padahal asset tetap tidak
menghasilkan uang yang sebanding

Biasanya ini justru terjadi sama apoteker yang baru berdiri yang inginnya mbuat apotek
bagus seperti apotek franchise (ruangan harus didesain arsitek, ruangan ber ac), harus
pakai software mahal, dll. Padahal pemasukkan belum ada. Lebih – lebih nanti jika
menggunakan alasan beli mobil dimasukkan dalam kolom investasi, nah lho....beneran
investasi? Atau gaya?

4. Naiknya OCF harus senantiasa diikuti dengan naiknya laba bersih, jika tidak, 90%
kemungkinannya ada yang nilep uang perusahaan.
Biasanya terjadi justru oleh UMKM yang keuangan apotek bercampur dengan keuangan
pribadi. Sebisa mungkin, bila sudah pakai rosetta stone, semua tercatat ya....

13
Financial Literacy for Apotek

TIMBANGAN APOTEK KITA

Berat timbangan bisnis kita dapat diukur dari tahun ke tahun menggunakan roseta stone ini.
Apakah bertambah berat atau malah menjadi ringan? Semakin berat apotek kita maka semakin
besar perkembangannya, dan tentunya semakin banyak kebermanfaatannya untuk orang lain.

Tahun Total Asset


2015 12.000.000
2016 34.000.000
2017 60.000.000

Makin lama, harusnya apotek harus bertambah berat, itu artinya apotek kita berkembang
semakin besar, dan dengan kata lain semakin banyak masyarakat yang mengambil manfaat
dari apotek kita. Namun, harus diperhatikan pula, pertambahan berat apotek kita itu dari mana
pertambahannya?

Apakah beratnya berasal dari timbunan laba yang tidak diambil (laba ditahan) atau berasal dari
hutang. Apa perbedaannya ?

14
Financial Literacy for Apotek

KAPAN WAKTU YANG TEPAT UNTUK BERHUTANG ?

Ada sebuah idiom dalam hutang (Hutang pihak ketiga) adalah cicilan hutang itu pasti,
sementara pemasukan/penjualan di apotek adalah tidak pasti.
Maka, bila anda menginginkan pertambahan modal melalui hutang, maka anda harus
memahami akan idiomnya tersebut. So....dari idiom tersebut, maka jawaban dari waktu yang
tepat untuk berhutang adalah saat ANDA BISA MEMASTIKAN PEMASUKAN/PENJUALAN DI
APOTEK KONSTAN SEHINGGA LABA YANG DIPEROLEH SETIAP BULANNYA JAUH
LEBIH BESAR DARIPADA CICILAN BULANANNYA.
So...apakah kawan - kawan bisa memastikannya? Jika belum bisa memastikan
pemasukan/penjualan di apotek, maka kawan – kawan belum boleh berhutang.
Misal, kawan – kawan ingin melakukan pengembangan usaha apotek dengan berhutang, maka
kawan – kawan harus melihat rosetta stone dibagian laba di akhir bulan selama satu tahun
kebelakang.

Lihat laba di akhir bulan selama satu tahun kebelakang, apakah masih tersisa jika diambil untuk
membayar pokok hutang + bunga tiap bulannya nantinya. Jika kawan – kawan berhutang,
namun laba di akhir bulan selama satu tahun kebelakang tidak mencukupi untuk digunakan
untuk mencicil, maka sama halnya kawan – kawan hanya mengembalikan uang hutang tersebut
dan membayar bunga nya, dan diakhir pelunasan hutang, bisa jadi berat bisnis malah
berkurang dari sebelum berhutang, terkait ketika kita selain mencicil pokok, juga harus
membayar bunga. Dan bunga ini harus diingat, menggerogoti laba kita.

15
Financial Literacy for Apotek

Contoh kasus :

Diatas adalah tabel plafond hutang dari salah satu bank. Misal kita akan meminjam uang
300.000.000 dan akan melakukan pencicilan selama 5 tahun. Dari tabel terlihat bahwa setiap
bulannya kita akan melakukan PEMBAYARAN sebesar Rupiah 6.673.334. Yang perlu digaris
bawahi adalah Uang sejumlah 6.673.334 ini terdiri dari pokok + bunga (Misal 4.000.000 pokok +
2.673.334 bunga). Maka, ketika kita melakukan pelunasan di bulan pertama, sisa hutang kita
bukan 300 juta – 6.673.334, AKAN TETAPI sisa hutang kita adalah 300 juta – 4.000.000 = 296
juta. HAL INI HARUS TEMAN – TEMAN KETAHUI YA!~!!!!
DAN YANG LEBIH TIDAK MENYENANGKANNYA LAGI, KETIKA TEMAN – TEMAN
BERHUTANG 300 juta, uang yang didapatkan itu tidak penuh 300 juta, karena dikurangi biaya
asuransi, biaya notaris, dan biaya lain – lainnya yang kira – kira besarnya sekitar 5%-10% (coba
buktikan sendiri jika tidak percaya).
Kita lanjut ke kasus, Bila kawan – kawan ingin meminjam uang diatas, maka kawan – kawan
harus melihat laba bulanan di rosetta stone selama 1 tahun kebelakang, apakah nilainya lebih
dari 6.673.334 atau tidak. Jika tidak, saya sarankan untuk jangan berhutang. (bukan metode
ilmiah, tapi ini aturan saya buat sendiri, silahkan mau ikut atau tidak).

16
Financial Literacy for Apotek

APOTEK ORGANIK, TUMBUH BESAR TANPA BERHUTANG

BISA?
Islam menghindari judi, riba, dan ghoror. Hutang Bank sangat dekat dari riba tersebut. Namun
mau tidak mau, kita harus mengakui, Tambahan Modal adalah keniscayaan bagi pengusaha.
Berikut akan coba saya paparkan konsep larangan islam tersebut dengan konsep pendekatan
akuntansi.
Apotek organik tumbuh, berat timbangannya bertambah berat sedikit demi sedikit, namun lebih
kuat daripada ketika apotek tumbuh dengan hutang bank.
Apotek organik tumbuh, berat timbangannya bertambah dari laba bulanan yang tidak diambil,
namun ditahan dimasukkan modal, lebih kuat !!! karena pertambahan berat diimbangi secara
alami dengan pertambahan loyalitas konsumen/konstannya kenaikan penjualan, kematangan
organisasi, dan kematangan owner.
Lantas, bagaimana cara meningkatkan tambahan modal tanpa hutang?
Sebelum saya jabarkan, syarat utama owner apotek harus matang mentalitasnya tentang arti
sebuah uang perusahaan, DILARANG MENCAMPUR ADUKKAN UANG PRIBADI DENGAN
UANG APOTEK, DAN BODONNYA, UANG APOTEK YANG ADA TIDAK BOLEH
DIKELUARKAN UNTUK KEPERLUAN ANEH ANEH. UANG APOTEK UTAMANYA HARUS
DIGUNAKAN UNTUK MEMBELI PERSEDIAAN.
Cara meningkatkan tambahan modal tanpa hutang :
1. Jangan ambil free cash money, masukkan laba bulanan ke dalam laba ditahan. Atau
tentukan free cash money berapa persen dari laba bersih, sisanya masukkan ke laba
ditahan.
2. Mindset semakin banyak persediaan akan semakin tinggi omzetnya nampaknya
memang benar untuk kasus di apotek dengan OCF positif dan laba bersih positif,
dengan catatan persediaan obat – obat fast moving/pareto, dan persediaan obat
lengkap tapi sedikit sedikit. Gunakan bisnis model canvas untuk membidik persediaan
apa yang harus dibeli berdasarkan jenis konsumennya.
3. Gunakan cash gap, perpanjanglah jatuh tempo pelunasan hutang. Semakin panjang
jatuh tempo pelunasan hutang, maka kemampuan anda membeli barang akan semakin
besar. Usahakan komposisi seperti ini :
Uang cash = hutang dagang (asumsi jatuh tempo pembayaran 1 bulan). Tapi ingat,
jangan sampai uang yang sudah siap untuk digunakan pelunasan hutang, digunakan
untuk memutarkan barang lagi atau malah untuk operasional. FATAL !!!
4. Jika bisa, atur konsumen membayar terlebih dahulu. Bila konsumen deposit uang
sekian, maka dapat diskon untuk pembelian obat apapun selama satu bulan. Bisa
dilakukan untuk pelanggan dengan penyakit kronis.
5. Perbanyak obat – obat yang konsiyasi. Persediaan konsiyasi sangat dapat
meningkatkan pendapatan. Namun juga harus hati – hati, karena bila hilang, ruginya
menyakitkan.

17
Financial Literacy for Apotek

6. Mencari investor yang memahami aturan investasi.


7. Menguangkan waste (sampah – sampah) yang dihasilkan apotek (kardus obat dan
kertas kertas administrasi) untuk pembiayaan promosi atau operasional
8. Menggunakan traffic di apotek kawan – kawan, tawarkan kepada pihak yang butuh
trafic, misal sponsor, usaha yang butuh trafik. Contoh : desain apotek jelek, di sekitar
tempat teman – teman ternyata ada desain interior namun masih sepi, tawarkan
aja,”mas mau enggak, klo apotek saya didesain trus nanti mas pajang promosi di bagian
strategis apotek saya?, trafic saya perharinya sekian lho mas!!”. Contoh lagi,
“mas...warung makannya masih sepi ya, mau enggak klo emas nyediaan makanan
seminggu sekali untuk dua karyawan saya, nanti mas boleh promosi di apotek atau
nyebar diskon, atau nyebar leafleat, atau saya pajang di TV promosi saya??”. Coba
tawarkan ke banyak warung, berapa biaya operasional yang tercover? Klo enggak ada
yang mau, cari sampai ada yang mau.

18
Financial Literacy for Apotek

PERBEDAAN UANG DARI HUTANG BANK DENGAN UANG DARI INVESTOR


BESERTA SEGALA RESIKONYA

Ada dua jenis kelamin uang yang dapat digunakan dalam modal usaha yakni uang berasal dari
hutang bank dan uang berasal dari investor. Dua jenis kelamin uang tersebut berbeda, yang
dari hutang bank nanti di kolom rosetta stone masukknya ke kolom hutang bank, dan uang yang
dari investor masuknya ke tambahan modal. Apa perbedaan dari dua jenis kelamin ini??

HUTANG
Uang dengan jenis kelamin ini wajib untuk dikembalikan, baik usaha apotek mengalami
keuntungan ataupun kerugian. Bagaimana cara pengembalian tergantung kesepakatan akad.
Apabila pihak ketiga yang memberi hutang adalah bank, biasanya terdapat bunga. Hak pemberi
hutang hanyalah menerima pengembalian uang saat jatuh tempo + bunga. Resiko berhutang
adalah untung ataupun tidak untung, wajib mengembalikan uang, dan bila hutang pada bank
maka terdapat bunga. Sisi positifnya berhutang adalah pemberi hutang tidak turut campur
dalam internal usaha apotek. Sebagai pengusaha yang bertanggung jawab, ketika berhutang
harus memberikan agunan (jaminan) dengan akad jika tidak bisa melunasi hutang sesuai jatuh
tempo, silahkan ambil jaminannya.

MODAL TAMBAHAN INVESTOR


Uang dengan jenis kelamin ini tidak wajib dikembalikan, bila usaha apotek mengalami kerugian.
Namun uang dengan jenis kelamin ini dikembalikan dengan uang bagi hasil laba bersih. Resiko
mendapatkan uang dari investor adalah apotek berbagi kepemilikan dengan investor, dan
investor berhak untuk terlibat dalam pengambilan keputusan bisnis owner. Dan bila kita
sekaligus bisnis operasional, investor berhak mendekte gerak dari jalannya pekerjaan kita
sebagai operasional. Sisi positif dari modal tambahan yang diperoleh dari investor adalah
apabila usaha rugi, ataupun gulung tikar, investor tidak berhak menuntut uang kembalian. Tapi,
investor mana yang mau rugi setelah memberikan uang nya ke apotek kita? Maka pasti gerak
internal kita sebagai yang menjalankan roda bisnis akan tidak sebebas ketika tanpa modal
investor, karena investor pasti akan mengarah arahkan atau melakukan intervensi kedalam
bisnis kita dan sah. Sebagai pengusaha yang bertanggung jawab, ketika mendapatkan modal
dari investor harus membuat surat perjanjian di notaris dengan perjanjian yang logis dan
bertanggung jawab. Mentalitas menerima tambahan modal dari investor juga harus dibangun,
Carilah guru untuk membentuk mentalitas pengusaha dengan dana investor, carilah tahu
atttitude attitude yang harus dimiliki pengusaha kepada investor.

19
Financial Literacy for Apotek

MODAL DARI HUTANG MODAL DARI INVESTOR


Wajib dikembalikan baik untung atau rugi
Tidak wajib dikembalikan bila rugi
Pemberi hutang tidak intervensi Pemberi modal bisa melakukan intervensi
usaha
Pengembalian dalam bentuk pokok , bisa Pengembalian dalam bentuk bagi hasil (free
ditambah bunga atau tidak cash money)
Terdapat jaminan/agunan Surat notaris, Tidak terdapat jaminan, sulit
mencari investor bila integritas dan kinerja
kita belum terbukti

20
Financial Literacy for Apotek

INVESTASI ATAU OPERASIONAL?

Jebakan – jebakan yang sering terjadi adalah kata – kata investasi. Ketika uang sudah
terkumpul banyak, beberapa jebakan terbungkus kalimat investasi akan sangat menggiurkan.
Orang awam akan sangat susah membedakan investasi dan operasi. Baik apoteker pemula
ataupun apoteker yang sudah lama, terkadang tidak memiliki pemahaman yang kuat akan hal
ini, saya pun, mungkin bisa jadi belum sepenuhnya memahami investasi atau operasional.
Jika teman – teman membeli barang, dan barang tersebut mampu menghasilkan
uang/mendukung untuk menghasilkan uang, itu disebut investasi
Jika teman – teman membeli barang, namun setiap periode tertentu mengeluarkan uang untuk
barang tersebut, itu disebut operasional

Jika teman – teman membeli barang, dan barang itu memiliki potensi untuk menghasilkan uang,
namun tidak terjadi menghasilkan uang, anda sedang membeli barang yang berpotensi
investasi namun belum menghasilkan uang, misal quota internet, apakah sudah menghasilkan
uang atau operasional?
Bila memang bingung apakah teman – teman mengeluarkan uang untuk berinvestasi atau
operasional, jadikanlah ke operasional saja. !!! Masuk ke pengeluaran !!!
Itu investasi dalam istilah kecil yakni membeli barang/alat untuk apotek kita. Bagaimana dengan
investasi dalam pengertian luas??? Berinvestasilah di empat hal property, emas, bisnis, dan
paper asset. Beberapa pakar tidak merekomendasikan paper asset. Belajarlah hal ini ke orang
orang yang tepat.

21
Financial Literacy for Apotek

RINGKASAN PENTINGNYA

Oke kawan – kawan apoteker, sekarang kawan – kawan setidaknya sudah mampu membaca
rosetta stone dan sedikit pemahaman –pemahaman yang harus teman – teman lakukan.
Secara lengkap, pemahaman – pemahaman yang harus dilakukan dapat teman – teman baca
di Finansial Literasi for Apotek volume 3. Sebelum volume 3 terbit, sebaiknya teman – teman
praktekkin dulu ilmu ini, dan di otak atik apa yang harus dilakukan dengan apotek teman –
teman.
Dari ilmu yang sudah kita pelajari dari volume satu sampai volume 2 ini, saya akan
meringkasnya :
1. Laporan keuangan harus di laporkan setiap hari bisa melalui whatsaapp atau google
drive yang bisa dapat kita buka dimana saja. Untuk masalah teknologi produktiftas yang
dapat digunakan untuk kemajuan bisnis kita akan saya bahas di ebook selanjutnya
“Tools productivity for owner apotek”.

Apa saja yang dilaporkan :

Uang cash :
Persediaan :
Piutang :
Investasi :
Hutang dagang :
Hutang bank :
Hutang pajak :
Modal :
Laba ditahan :
Laba /hari :
Penjualan :
HPP :
Biaya :
OCF :
ICF :
FCF :
Begin cash :
Perubahan :
Ending cash :

22
Financial Literacy for Apotek

dan ada satu yang dilaporkan lagi adalah target bisnis model kita sudah tercapai atau
belum seperti
Target omzet total :....................
Omzet saat ini :
Jumlah transaksi :
Rata rata penjualan/transaksi :
Jumlah pelanggan yang kembali :
Jumlah pelanggan baru :
Jumlah barang habis :
jumlah pembeli tidak mendapatkan keinginannya :

target omzet golongan produk A


omzet golongan produk A
dst

Untuk laporan ini akan saya jelaskan secara detail di “Bisnis model apotek masa kini”.

23
Financial Literacy for Apotek

BIODATA PENULIS

Nama lengkap saya Andy Eko Wibowo, sering dipanggil itheng. Dibilang dosen ya dosen, tapi kok edan,
g pantes jadi dosen….dosen kok koplak..tapi tetap saja dosen yang berharap
bisa berkontribusi, Saat ini mengajar di Farmasi Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta.

Di bilang owner apotek kok iya, tapi dibilang owner beneran kok
bukan….karena yang ngelola istri. Simpelnya sih, saya dosen yang seneng nulis,
sedikit melek teknologi, dan sedikit mbantu kerjaan istri ngelola apotek. Bukan
apoteker yang ideal bahkan enggak ada ideal idealnya sama sekali, menghindari
sekali perdebatan idealism apotek karena kita sudah disumpah masing masing,
dan karena itu saya lebih berfikir berkontribusi kepada yang bisa dilakukan
apoteker dan belum dilakukan tapi penting dilakukan, contohnya nulis ebook
ini.

Produk – produk yang andy jual apa aja? Ya dagangan apotek, harga alkes murah (syukur syukur mau
nglarisi) dan rencana mau merambah ke dunia permainan anak seperti mainan odong odong, wkwkwk…
(mohon doanya!!). Oh iya, saya juga jualan lulur cendani punya kang mas tetangga saya yang keren dan
ganteng, mas ariyadi. Intinya, saya jualan apa yang bisa saya jual dan nyari uang dengan apa yang bisa
cari uang. Misal teman – teman juga tertarik dengan jualan saya, yuk kerjasama !!! hehehe….

24

Anda mungkin juga menyukai