Anda di halaman 1dari 113

KATA PENGANTAR

A tAs tuntunan Ida sang Hyang Widhi Wasa/tuhan yang Maha Kuasa, buku ini dapat dirampungkan dalam tenggang waktu yang direncanakan. Pemikiran untuk menulis buku

yang diberi judul : “ Kebun Eka Premana” ini berawal dari hobby penulis menanam dan memelihara tumbuh-tumbuhan di sekitar rumah kemudian disertai kesadaran bahwa memelihara tanaman itu sangat penting, pertama untuk melestarian lingkungan, kedua untuk mengenali secara lebih jauh tentang berbagai manfaat dari tanaman tersebut, dan ketiga, menggunakannya untuk konsumsi sendiri (untuk obat, untuk keperluan upakara, ataupun untuk membuat lingkungan itu asri dan sejuk). Usaha menanam dan melestarikan tumbuh-tumbuhan/tanaman merupakan penerapan dari ajaran tri Hita Karana dan aplikasi dari ajaran Empu Kuturan tentang sad Kerthih (ada 6 hal yang harus disucikan), antara lain lingkungan (wana kerthih). terkait dengan hal tersebut hampir semua agama mengajarkan bahwa manusia wajib melindungi alam (lingungan), ternasuk di dalamnya alam tumbuh-tumbuhan. selain merupakan penerapan ajaran agama, menanam dan memelihara tumbuh-tumbuhan juga menunjang program penghijauan. tanaman-tanaman yang dikoleksi juga dapat dimanfaatkan

iii

untuk beryadnya dalam wujud berbagi kepada warga masyarakat sekitar yang memerlukannya. Pada saat ini, penulis mencoba berbagi dalam jangkauan yang lebih luas, dengan membuat foto dari tanaman-tanaman tersebut kemudian disusun dalam bentuk buku sehingga para pembaca nanti dapat ikut mengenal berbagai tanaman, mengetahui fungsinya dan tahu dimana mendapatkannya apabila diperlukan. Diharapkan buku ini dapat berguna sebagai referensi bagi masyarakat luas, seperti anak-anak sekolah yang perlu melakukan penelitian, para sarati Banten yang sering membuat upakara, ibu-ibu yang masih memanfaatkan obat- obatan herbal dan juga para pencinta tanaman. sebenarnya sudah banyak penulis buku yang menulis tentang tanaman, seperti Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Udayana telah menerbitkan buku yang diberi judul “taman Gumi Banten” memberi informasi tentang tanaman khusus untuk upakara. Dra I Gusti segotri Putra juga telah menulis buku tentang tanaman yang diberi judul” taru Premana” yang memberikan informasi tentang fungsi berbagai jenis tanaman. Gede Agus Budi Adnyana, dkk. telah menulis buku tentang tanamam khususnya yang mempunyai kekuatan magis dan mistik dalam bukunya yang berjudul: “tanaman Magis dan Mistik:

Kekuatan, Manfaat, dan Fungsinya” dan banyak lagi penulis lain yang memberikan informasi tentang tanaman yang dikaitkan dengan fungsinya sebagai pengobatan herbal dan tradisional, seperti Herlina Widyaningrum beserta tim solusi Alternatif yang menulis tentang tanaman Obat Nusantara. Buku ini disusun untuk memperingati hari ulang tahun diksa yang ke-2 yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2017. sifatnya hanya memberikan informasi secara global tentang tiga katagori tanaman yaitu pertama yang tergolong tanaman hias (ornamental plants), kedua yang tergolong tanaman upakara (ceremonial plants), dan ketiga adalah tanaman-tanaman yang tergolong tanaman obat (medical plants). Dalam penggolongan ini ada beberapa tanaman

iv

yang dapat dimasukkan sebagai tanaman hias juga sebagai tanaman upakara maupun tanaman obat. Jika anda membaca buku ini, sambil melihat-lihat gambar tumbuh-tumbuhan yang ditampilkan dalam setiap bab, anda juga dapat sambil menyanyikan lagu-lagu/tembang yang disajikan di bagian depan setiap bab, baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Bali. seperti misalnya, di bagian awal bab II disajikan lagu anak-anak, yang dapat dinyanyikan dengan lagu seperti :

“ Lihat kebunku…….”. Pada bab-bab berikutnya, tiap bab diawali dengan tembang Ginada dan sinom, disajikan bagi pembaca yang senang gaguritan. Perlu disampaikan bahwa dalam lagu- lagu (tembang) yang disajikan itu tidak lupa diselipi sedikit pengetahuan tentang ajaran agama Hindu yang sifatnya ringan dan sederhana, seperti misalnya konsep pangideran. Penulis berharap supaya para pembaca mendapat informasi tentang berbagai jenis tanaman dan pengetahuan tentang ajaran agama Hindu dan juga terhibur. “sambil menyelam minum air” kata orang bijak. Di bagian akhir buku ini juga dilampirkan informasi tentang upakara dan upacara “tumpek Wariga” suatu hari suci umat Hindu yang ada kaitannya dengan tumbuh-tumbuhan. semoga ada gunanya.

Payangan, 15 Maret 2017 ttd Ida Bhagawan Istri Suwitra Pradnya

v

KATA PENGANTAR

K EANEKArAGAMAN flora dan fauna adalah sumberdaya genetik tumbuhan dan hewan yang sering disebut sebagai plasma nutfah. Keberadaan plasma nutfah selalu menjadi

perhatian dunia mengingat nilai penting dan multiguna plasma nutfah tersebut untuk kesejahteraan manusia dan keseimbangan ekosistem alam semesta. Perhatian yang besar terhadap keberadaan plasma nutfah dapat dilihat dengan dicanangkannya program Millinium Development Goals (MDGs) dan dilanjutkan dengan program sustainable Development Goals (sDGs) serta program inovatif lainnya yang kesemuanya didasarkan atas kesepakatan Iternasional dalam Konvensi Keanekaragaman Hayati. Indonesia sebagai salah satu negara yang telah meratifikasi Konvensi Keanekaragaman Hayati sudah selayaknya melaksanakan perlindungan dan konservasi terhadap sumberdaya plasma nutfah terlebih lagi Indonesia telah dikenal sebagai negara Mega Biodiversitas. Berbagai aktivitas antropogenik (kegiatan yang dilakukan oleh manusia) telah memberikan tekanan yang besar terhadap keberadaan plasma nutfah Indonesia baik ragam

vi

maupun kualitasnya. selain tingginya keanekaragaman hayati, Indonesia juga dilewati oleh beberapa garis Wallacea yang memberikan ciri spesifik terhadap keberagaman sumberdaya hayati pada kawasan terentu. Ciri spesifik keanekaragaman hayati dapat dilihat dari habitasi yang sangat baik berbagai flora dan fauna di berbagai pulau di Indonesia. Misalnya di Kawasan timur Indonesia terkenal dengan habitasi pohon cendana, kemiri dan sebagainya. Di Bali, selain terdapat flora dan fauna yang beragam juga terdapat flora fauna yang spesifik seperti pohon wani, salak gula pasir, dan sebagainya. tekanan yang besar terhadap keberadaan plasma nutfah di Bali juga telah terjadi sehingga keberadaan plasma nutfah tersebut semakin langka dan nyaris mengalami kepunahan. Fenomena tersebut di atas mengisyaratkan kita semua bahwa perlindungan dan konservasi terhadap plasma nutfah merupakan keharusan dan mendesak untuk dilakukan. Kehilangan sumberdaya genetik adalah kerugian yang sangat besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan, keseimbangan ekosistem dan kesejahteraan manusia. tumbuhan yang beranekaragam adalah salah satu komponen lingkungan yang paling strategis. Hewan dan manusia tidak akan dapat melangsungkan hidupnya tanpa keberadaan tumbuhan. Leluhur kita secara arif telah berpesan bahwa tumbuhan adalah saudara manusia yang pertama, hanya tumbuhan yang mampu mengolah komponen anorganik seperti air dan karbondioksida menjadi bahan organik yakni karbohidrat yang akan dimanfaatkan oleh mahluk hidup lainnya. Ida Bhagawan Istri suwitra Pradnya ditengah-tengah kesibukan beliau memberikan kuliah, membimbing mahasiswa s1, s2, dan s3 di Fakultas Hukum Universitas Udayana serta memberikan pencerahaan di Asrham Prasanthi Puri juga telah menulis buku yang mengandung ajakan dan himbauan untuk melakukan perlindungan dan konservasi terhadap berbagai

vii

tumbuhan yang disadari telah memberikan manfaat besar bagi kehidupan dan kelestarian alam. Buku Kebun Eka Pramana yang ditulis oleh Ida Bhegawan Istri suwitra Pradnya adalah sebuah buku yang sangat penting dibaca dan dicermati oleh generasi penerus bangsa, karena buku tersebut tidak saja mengulas keanekaragaman tumbuhan juga memberikan petunjuk pemanfaatannya untuk tanaman hias, tanaman upakara, dan tanaman berkhasiat obat. Pusat Penelitian dan Pengembangan tumbuhan Pakan Universitas Udayana memberikan apresiasi yang sangat tinggi dengan diterbitkannya buku Kebun Eka Pramana ini dan terimakasih yang sebesar besanya karena telah memperluas khasanah pengetahuan tentang tumbuhan atau tanaman yang perlu dikembangkan untuk kelestarian alam dan lingkungan. semoga buku Kebun Eka Pramana ini dapat menjadi pelita dalam menelusuri multiguna tumbuhan lokal.

viii

Denpasar, 16 Maret 2017 Puslitbang tumbuhan Pakan Universitas Udayana Kepala,

ttd Prof. Dr. Ir. I Wayan suarna, M.s.

KATA SAMBUTAN

s AyA atas nama pribadi dan selaku pimpinan menyambut baik

terbitnya buku dari Ida Bhagawan Istri suwitra Pradnya yang

saat welaka nama beliau Prof. Dr. tjok Istri Putra Astiti,s.H.M.s,

salah seorang dosen senior Fakultas Hukum Universitas Udayana. Adapun judul buku yang Beliau terbitkan saat ini berjudul “KEBUN EKA PrEMANA, Koleksi tanaman Asrham Prasanthi Puri”, yang berlokasi di Banjar Badung, Desa Melinggih Kecamatan Payangan Kabupaten Gianyar, Bali. Buku ini terbit dirangkaikan juga dalam rangka memperingati hari ulang tahun diksa Beliau ke-2 yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2017. Buku ini menguraikan kecintaan Beliau terhadap berbagai tumbuhan baik dalam rangka melestarikan Lingkungan Hidup beserta fungsinya, maupun untuk mengenali secara lebih jauh tentang berbagai manfaat tanaman untuk obat, keperluan upakara, dan keasrian penempatannya. Pada pihak lain secara spiritual, buku ini juga dipersembahkan dalam rangka mengejawantahkan filosofi tri Hita Karana dan ajaran hampir semua agama yakni untuk welas asih dengan lingkungan (back to nature) melalui kegiatan melindungi dan mengasihi lingkungan alam, termasuk didalamnya terhadap alam tumbuh-tumbuhan. Dalam kaitan itu, narasi buku

ix

Beliau disampaikan secara sederhana untuk mudah dipahami para pembacanya. Berbagai foto tanaman, syair lagu yang memudahkan mengingat, mengetahui, dan memahami kegunaan beserta upaya menyayangi tanaman juga tertuang dalam buku ini. Mendasarkan hal di atas, buku ini kiranya sangat tepat untuk dibaca bagi kalangan spiritual dan praktisi di bidang upakara, serta mereka yang mempunyai perhatian dalam bidang Lingkungan Hidup. Banyak manfaat akan dapat dijumpai dan ditemukan dalam buku ini untuk mewujudkan hidup yang berkelanjutan. Oleh karena, manusia yang merusak dan/atau mencemarkan Lingkungan Hidup (termasuk tumbuh-tumbuhan) pada hakikatnya secara tidak sadar adalah telah merusak dan/atau mencemarkan dirinya sendiri (manusia itu sendiri). Akhir kata saya sampaikan selamat kepada Ida Bhegawan Istri suwitra Pradnya atas diterbitkannya buku untuk menambahkan koleksi karya ilmiah Beliau di bidang Hukum Adat. Ucapan selamat juga disampaikan, karena dalam usia 70 tahun dan kesibukan Beliau dalam melayani umat dan mahasiswa, masih mampu menghasilkan karya tulis untuk generasi masa ini maupun masa mendatang. semoga Ida sang Hyang Widhi Waça (tuhan yang Mahaesa) senantiasa melimpahkan kesehatan dan kesejahteraan agar dapat terus berkarya dan mengabdi bagi kesejahteraan umat manusia dan alam semesta (Moksartham Jagadita ya ca iti Dharma). terima kasih.

Denpasar, 17 Maret 2017 Fakultas hukum Univ. Udayana

Dekan, ttd

(Prof. Dr. I Made Arya Utama,s.H.M.Hum)

x

xi

xi

xii

xii

Daftar Isi

KATA PENGANTAR/SAMBUTAN ……

1 Kata Pengantar Penulis ……………

iii

2 Kata Pengantar Kepala Puslitbang

Tumbuhan Pakan ………………

….…

VI

3 Kata Sambutan Dekan Fakultas Hukum …………………

………

IX

4 Kata Sambutan Ketua PHDI Bali …

XI

DAFTAR ISI BAB-BAB …………………………………….

………………………………

XIII

BAB I

BAB II

BAB III

BAB IV

BAB V

PENDAHULUAN ………… TANAMAN HIAS ………… TANAMAN UPAKARA …… TANAMAN OBAT ………… PENUTUP ………………

1

5

37

63

89

REFERENSI …………………………… LAMPIRAN ……………………………… BIODATA PENULIS ………………

….

91

92

96

 

xiii

Bab-I

Pendahuluan

xiv

Bab-I

Pendahuluan

BAB I PENDAHULUAN

D ALAM susastra Hindu, tumbuh-tumbuhan merupakan

ciptaan Ida sang Hyang Widhi Wasa yang hanya dianugrahi

satu kemampuan, yaitu kemampuan bergerak (bayu), oleh

karenanya tumbuh-tumbuhan itu disebut eka premana. Walaupun hanya mempunyai satu kemampuan, akan tetapi keberadaan tumbuh-tumbuhan itu banyak membantu kehidupan makhluk ciptaan tuhan yang lainnya yaitu binatang dan manusia yang masing-masing dianugrahi dua kemampuan (bayu dan sabda) untuk binatang, dan tiga kemampuan ( bayu sabda, idep) untuk manusia, sehingga binatang juga disebut dwi premana dan manusia disebut tri premana. tanpa tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia tidak akan bisa hidup. Oleh karena itu, sudah sepantasnya manusia yang dianugrani kemampuan paling sempurna, terutama karena mempunyai “idep” (kemampuan untuk berpikir) berupaya melestarikan keberadaan tumbuh-tumbuhan tersebut. Dalam falsafah tri Hita Karana, menciptakan hubungan yang harmonis antara manusia dan tumbuh-tumbuhan (lingkungan hidup) merupakan salah satu penyebab tercapainya kebahagiaan. Hubungan yang harmonis tersebut dapat diwujudkan secara sekala dan niskala. secara niskala dengan melakukan ritual pada hari suci “tumpek Wariga” yang bermakna sebagai ungkapan rasa

1

Bab-I

Pendahuluan

terimakasih kepada Ida sang Hyang Widhi/tuhan yang Maha Esa yang telah menciptakan tumbuh-tumbuhan yang sangat membantu manusia dalam menjalani kehidupan. secara sekala dapat dilakukan dengan menanam dan memelihara tumbuh-tumbuhan secara baik, sehingga dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya masing-masing. Dalam rangka menciptakan hubungan yang harmonis secara sekala inilah penulis berupaya mengoleksi berbagai jenis tanaman di pekarangan rumah dan sekitarnya. Dengan menanam tumbuh- tumbuhan beraneka ragam, secara tidak disadari ternyata banyak manfaatnya baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat sekitar. Adapun manfaat nyata yang telah dirasakan, antara lain adalah : 1) suasana lingkungan menjadi sejuk dan nyaman sehingga kami sekeluarga betah tinggal di rumah, 2) binatang- binatang kecil seperti burung, kupu-kupu dan capung ikut datang menikmati suasana tersebut, 3) sangat membantu kalau penulis memerlukan daun-daunan, umbi-umbian serta berbagai macam bunga untuk keperluan upakara dan upacara, dan 4) juga memudahkan penulis kalau perlu membuat obat-obatan herbal untuk menjaga kesehatan. Memelihara dan memanfaatkan ciptaan Beliau sesuai fungsinya masing-masing (dalam hal ini tumbuh- tumbuhan) merupakan satu wujud bakti kehadapan-Nya. sebagai seorang sulinggih dan juga akademisi, lebih jauh penulis menyadari perlunya berbagi informasi kepada masyarakat yang lebih luas sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Untuk itulah buku ini disusun sebagai karya tulis yang dibuat sedikit unik, karena dalam masing-masing bab selain disajikan foto tumbuh-tumbuhan juga diawali dengan lagu /tembang baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Bali yang dapat dinikmati oleh anak-anak maupun orang dewasa. Dalam lagu-lagu tersebut juga diselipi dengan pengetahuan yang ringan tentang ajaran agama Hindu khususnya yang terkait dengan tumbuh-tumbuhan.

2

Bab-I

Pendahuluan

Bahan dan Metoda tumbuh-tumbuhan yang fotonya disajikan dalam buku ini adalah koleksi Penulis sekeluarga yang telah ditanam sejak tahun 2014. Foto/gambar tersebut kebanyakan masih menggunakan nama lokal, namun ada juga yang telah disertai nama lain (sinonim) dan nama ilmiahnya sepanjang yang Penulis telah ketahui. Hal tersebut terjadi karena kurangnya referensi dan keterbatasan pengetahuan Penulis tentang hal tersebut. Untuk memberikan nama lain dan nama ilmiahnya, Penulis memakai referensi buku-buku yang telah ditulis orang lain, baik yang secara langsung menulis tentang tanaman, maupun yang tidak langsung tentang tanaman, akan tetapi di dalamnya ada informasi tentang tanaman. selain itu, Penulis juga mendapatkan nama beberapa tanaman, terutama anggrek dengan mengakses di internet dan juga mewawancarai seseorang pengusaha tanaman anggrek. selanjutnya untuk memudahkan pembaca dalam mencari informasi tentang tumbuhan tertentu, Penulis mengupayakannya dengan menyajikan menurut abjad dan membuatnya dalam tiga katagori, yaitu katagori tanaman hias (ornamental plant), tanaman upakara (ceremonial plant), dan tanaman obat (medical plant) termasuk didalamnya tanaman untuk makanan (food plant). tanaman yang belum diketahui namanya baik lokal maupun nama lainnya dimasukkan dalam abjad X.

*****

3

4

BAB II TANAMAN HIAS

(Ornamental Plants)

Lihat kebunku, penuh dengan bunga Ada yang putih dan ada yang merah Ada yang kuning dan ada yang hitam (biru) Yang warna-warni ada di tengah (madya)

Yang warna putih terletak di purwa Warna yang merah ada di daksina Yang warna kuning ada di pascima Bunga yang hitam ada di uttara

Bunga yang putih simbol Hyang Iswara Yang warna merah simbol Dewa Brahma Bunga yang kuning simbol Mahadewa Hitam, warna-warni, Wisnu dan Siwa

5

Bab-II

Tanaman Hias

Bab-II Tanaman Hias U ---------------- S 6
Bab-II Tanaman Hias U ---------------- S 6
Bab-II Tanaman Hias U ---------------- S 6
Bab-II Tanaman Hias U ---------------- S 6
Bab-II Tanaman Hias U ---------------- S 6

U ---------------- S

6

A
A

No. 1 Anggrek (Anusmum)

A No. 1 Anggrek (Anusmum) No. 3 Anggrek (Phalaenopsis White) Bab-II Tanaman Hias No. 2 Anggrek

No. 3 Anggrek (Phalaenopsis White)

Bab-II

Tanaman Hias

No. 3 Anggrek (Phalaenopsis White) Bab-II Tanaman Hias No. 2 Anggrek (Phalaenopsis pink) No. 4 Anggrek

No. 2 Anggrek (Phalaenopsis pink)

White) Bab-II Tanaman Hias No. 2 Anggrek (Phalaenopsis pink) No. 4 Anggrek (Dendrobium Thongchai Gold Luxana)

No. 4 Anggrek (Dendrobium Thongchai Gold Luxana)

7

Bab-II

Tanaman Hias

Bab-II Tanaman Hias No. 5 Anggrek (Phalaenopsis black spot) No. 7 Anggrek Dendrobium Blue Planet 8

No. 5 Anggrek (Phalaenopsis black spot)

Bab-II Tanaman Hias No. 5 Anggrek (Phalaenopsis black spot) No. 7 Anggrek Dendrobium Blue Planet 8

No. 7 Anggrek Dendrobium Blue Planet

8

Tanaman Hias No. 5 Anggrek (Phalaenopsis black spot) No. 7 Anggrek Dendrobium Blue Planet 8 No.

No. 6 Anggrek

Tanaman Hias No. 5 Anggrek (Phalaenopsis black spot) No. 7 Anggrek Dendrobium Blue Planet 8 No.

No. 8 Anggrek

No. 9 Anggrek No. 11 Anggrek Bab-II Tanaman Hias No. 10 Anggrek No. 12 Anggrek

No. 9 Anggrek

No. 9 Anggrek No. 11 Anggrek Bab-II Tanaman Hias No. 10 Anggrek No. 12 Anggrek 9

No. 11 Anggrek

Bab-II

Tanaman Hias

No. 9 Anggrek No. 11 Anggrek Bab-II Tanaman Hias No. 10 Anggrek No. 12 Anggrek 9

No. 10 Anggrek

No. 9 Anggrek No. 11 Anggrek Bab-II Tanaman Hias No. 10 Anggrek No. 12 Anggrek 9

No. 12 Anggrek

9

Bab-II

Tanaman Hias

Bab-II Tanaman Hias No. 13 Anggrek Kalajengking No. 15 Anggrek 10 No. 14 Anggrek Catteleya Mantini

No. 13 Anggrek Kalajengking

Bab-II Tanaman Hias No. 13 Anggrek Kalajengking No. 15 Anggrek 10 No. 14 Anggrek Catteleya Mantini

No. 15 Anggrek

10

Bab-II Tanaman Hias No. 13 Anggrek Kalajengking No. 15 Anggrek 10 No. 14 Anggrek Catteleya Mantini

No. 14 Anggrek Catteleya Mantini

Bab-II Tanaman Hias No. 13 Anggrek Kalajengking No. 15 Anggrek 10 No. 14 Anggrek Catteleya Mantini

No. 16 Anggrek

No. 17 Alamanda merah (Allamanda Cathartica) B No. 19 Bregu (Palem waregu) Bab-II Tanaman Hias

No. 17 Alamanda merah (Allamanda Cathartica)

B
B

No. 19 Bregu (Palem waregu)

Bab-II

Tanaman Hias

B No. 19 Bregu (Palem waregu) Bab-II Tanaman Hias No. 18 Alamanda Kuning (Allamanda Cathartica) No.

No. 18 Alamanda Kuning (Allamanda Cathartica)

B No. 19 Bregu (Palem waregu) Bab-II Tanaman Hias No. 18 Alamanda Kuning (Allamanda Cathartica) No.

No. 20 Blatung Gada

11

Bab-II

Tanaman Hias

Bab-II Tanaman Hias No. 21 Buyung-buyung (Vernonia Cymasa) (Aseraceae) No. 23 Bromelia Ungu 12 No. 22

No. 21 Buyung-buyung (Vernonia Cymasa) (Aseraceae)

Hias No. 21 Buyung-buyung (Vernonia Cymasa) (Aseraceae) No. 23 Bromelia Ungu 12 No. 22 Bunga kuning

No. 23 Bromelia Ungu

12

Hias No. 21 Buyung-buyung (Vernonia Cymasa) (Aseraceae) No. 23 Bromelia Ungu 12 No. 22 Bunga kuning

No. 22

Bunga kuning

Hias No. 21 Buyung-buyung (Vernonia Cymasa) (Aseraceae) No. 23 Bromelia Ungu 12 No. 22 Bunga kuning

No. 24 Bromelia putih

Bab-II

Tanaman Hias

D H
D
H
Bab-II Tanaman Hias D H No. 25 Dani-dani J No. 26 Herbra merah No. 27 Jepun

No. 25 Dani-dani

J
J

No. 26 Herbra merah

Tanaman Hias D H No. 25 Dani-dani J No. 26 Herbra merah No. 27 Jepun Bali

No. 27 Jepun Bali (Plumeria Rubra) (Apocinaceae)

No. 28 Jepun jepang ( Apocinaceae)

13

Bab-II

Tanaman Hias

Bab-II Tanaman Hias No. 29 Jepun cendana (Plumeria Rubra) No. 31 Jepun (Flumeria Rubra) 14 No.

No. 29 Jepun cendana (Plumeria Rubra)

Bab-II Tanaman Hias No. 29 Jepun cendana (Plumeria Rubra) No. 31 Jepun (Flumeria Rubra) 14 No.

No. 31 Jepun (Flumeria Rubra)

14

cendana (Plumeria Rubra) No. 31 Jepun (Flumeria Rubra) 14 No. 30 Jepun (Plumeria Rubra) No. 32

No. 30 Jepun (Plumeria Rubra)

Rubra) No. 31 Jepun (Flumeria Rubra) 14 No. 30 Jepun (Plumeria Rubra) No. 32 Jempiring (Gardenia

No. 32 Jempiring (Gardenia Angusta) (Rubiceae)

K
K

No. 33 Keladi lurik (Araceae)

K No. 33 Keladi lurik (Araceae) No. 35 Keladi (Araceae) Bab-II Tanaman Hias No. 34 Keladi

No. 35 Keladi (Araceae)

Bab-II

Tanaman Hias

lurik (Araceae) No. 35 Keladi (Araceae) Bab-II Tanaman Hias No. 34 Keladi kupu-kupu (Araceae) No. 36

No. 34 Keladi kupu-kupu (Araceae)

lurik (Araceae) No. 35 Keladi (Araceae) Bab-II Tanaman Hias No. 34 Keladi kupu-kupu (Araceae) No. 36

No. 36 Keladi (Araceae)

15

Bab-II

Tanaman Hias

Bab-II Tanaman Hias No. 37 Keladi putih (Araceae) No. 39 Kembang kertas (Bougainvilles Spectabilis) 16 No.

No. 37 Keladi putih (Araceae)

Bab-II Tanaman Hias No. 37 Keladi putih (Araceae) No. 39 Kembang kertas (Bougainvilles Spectabilis) 16 No.

No. 39 Kembang kertas (Bougainvilles Spectabilis)

16

No. 39 Kembang kertas (Bougainvilles Spectabilis) 16 No. 38 Kusumawijaya No. 40 Kembang kertas (Bougainvilles

No. 38 Kusumawijaya

No. 39 Kembang kertas (Bougainvilles Spectabilis) 16 No. 38 Kusumawijaya No. 40 Kembang kertas (Bougainvilles Spectabilis)

No. 40 Kembang kertas (Bougainvilles Spectabilis)

No. 41 Kembang taram (Dahlia) No. 43 Kembang Ros kuning (Zinea) Bab-II Tanaman Hias No.

No. 41 Kembang taram (Dahlia)

No. 41 Kembang taram (Dahlia) No. 43 Kembang Ros kuning (Zinea) Bab-II Tanaman Hias No. 42

No. 43 Kembang Ros kuning (Zinea)

Bab-II

Tanaman Hias

(Dahlia) No. 43 Kembang Ros kuning (Zinea) Bab-II Tanaman Hias No. 42 Kembang ros merah (Zinia)

No. 42 Kembang ros merah (Zinia)

(Dahlia) No. 43 Kembang Ros kuning (Zinea) Bab-II Tanaman Hias No. 42 Kembang ros merah (Zinia)

No. 44 Kembang Desember

17

Kebun Eka Premana Tanaman Hias

Kebun Eka Premana Tanaman Hias No. 45 Kembang jaler Kecubung) (Solanaceae) L No. 47 Lilin kuning

No. 45 Kembang jaler Kecubung) (Solanaceae)

L
L

No. 47 Lilin kuning (Pachyahiys Lutea ) (Acanthaceae)

18

(Solanaceae) L No. 47 Lilin kuning (Pachyahiys Lutea ) (Acanthaceae) 18 No. 46 Kenyeri No. 48

No. 46 Kenyeri

(Solanaceae) L No. 47 Lilin kuning (Pachyahiys Lutea ) (Acanthaceae) 18 No. 46 Kenyeri No. 48

No. 48 Lidah Buaya (Aloevera)

Bab-II

Tanaman Hias

Bab-II Tanaman Hias 49. Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata) M No. 50 Mangkok (Nothopanax Seutellarium) No. 51

49. Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata)

M
M

No. 50 Mangkok (Nothopanax Seutellarium)

No. 51 Mawar merah (Roza Hybrid) (Rozaceae)

19

Bab-II

Tanaman Hias

Bab-II Tanaman Hias No. 52 Mawar kuning (Roza Hybrid) (Rozaceae) No. 54 Mawar putih (Rozaceae) 20

No. 52 Mawar kuning (Roza Hybrid) (Rozaceae)

Tanaman Hias No. 52 Mawar kuning (Roza Hybrid) (Rozaceae) No. 54 Mawar putih (Rozaceae) 20 No.

No. 54 Mawar putih (Rozaceae)

20

(Roza Hybrid) (Rozaceae) No. 54 Mawar putih (Rozaceae) 20 No. 53 Mawar Putih Bali (Rosa Hybrid)

No. 53 Mawar Putih Bali (Rosa Hybrid) (Rozaceae)

54 Mawar putih (Rozaceae) 20 No. 53 Mawar Putih Bali (Rosa Hybrid) (Rozaceae) No. 55 Melati

No. 55 Melati (Jasminum sambac) (Oleaceae)

N
N

No. 56 Nam-nam (Cynometa Cauliflora)

Bab-II

Tanaman Hias

N No. 56 Nam-nam (Cynometa Cauliflora) Bab-II Tanaman Hias No. 57 Nusa Indah P No. 58

No. 57 Nusa Indah

P
P

No. 58 Pucuk bang (Hibiscus Rosa Sineusis)

21

Bab-II

Tanaman Hias

Bab-II Tanaman Hias No. 59 Pudak pandan No. 61 Puring (Codiaeum variegatum) (Euphorbiaceae) 22 No. 60

No. 59 Pudak pandan

Bab-II Tanaman Hias No. 59 Pudak pandan No. 61 Puring (Codiaeum variegatum) (Euphorbiaceae) 22 No. 60

No. 61 Puring (Codiaeum variegatum) (Euphorbiaceae)

22

No. 61 Puring (Codiaeum variegatum) (Euphorbiaceae) 22 No. 60 Puring (Codiaeum variegatum) (Euphorbiaceae) No. 62

No. 60 Puring (Codiaeum variegatum) (Euphorbiaceae)

variegatum) (Euphorbiaceae) 22 No. 60 Puring (Codiaeum variegatum) (Euphorbiaceae) No. 62 Puring (Codiaeum Variegatum)

No. 62 Puring (Codiaeum Variegatum)

No. 63 Puring No. 65 Paku Tanjung (Diplazium Esculentum) Bab-II Tanaman Hias No. 64 Paku

No. 63 Puring

No. 63 Puring No. 65 Paku Tanjung (Diplazium Esculentum) Bab-II Tanaman Hias No. 64 Paku (Athyriaceae)

No. 65 Paku Tanjung (Diplazium Esculentum)

Bab-II

Tanaman Hias

65 Paku Tanjung (Diplazium Esculentum) Bab-II Tanaman Hias No. 64 Paku (Athyriaceae) No. 66 Pajeng-Pajeng/rumput Payung

No. 64 Paku (Athyriaceae)

Esculentum) Bab-II Tanaman Hias No. 64 Paku (Athyriaceae) No. 66 Pajeng-Pajeng/rumput Payung (Cyperus payrus) 23

No. 66 Pajeng-Pajeng/rumput Payung (Cyperus payrus)

23

Bab-II

Tanaman Hias

Bab-II Tanaman Hias No. 67 Pacah Oranya 24 No. 68 Pucuk lenter

No. 67 Pacah Oranya

24

Bab-II Tanaman Hias No. 67 Pacah Oranya 24 No. 68 Pucuk lenter

No. 68 Pucuk lenter

R
R

No. 69 Rejeki

S
S

No. 71 Simbar Manjangan

Bab-II

Tanaman Hias

R No. 69 Rejeki S No. 71 Simbar Manjangan Bab-II Tanaman Hias No. 70 Rumput Kucai

No. 70 Rumput Kucai

R No. 69 Rejeki S No. 71 Simbar Manjangan Bab-II Tanaman Hias No. 70 Rumput Kucai

No. 72 Soka merah (Ixora) (Rubiaceae)

25

Bab-II

Tanaman Hias

Bab-II Tanaman Hias No. 73 Suplir 26 No. 75 Siulan No. 74 Suplir No. 76 Sandat

No. 73 Suplir

Bab-II Tanaman Hias No. 73 Suplir 26 No. 75 Siulan No. 74 Suplir No. 76 Sandat

26

No. 75 Siulan

Bab-II Tanaman Hias No. 73 Suplir 26 No. 75 Siulan No. 74 Suplir No. 76 Sandat

No. 74 Suplir

Bab-II Tanaman Hias No. 73 Suplir 26 No. 75 Siulan No. 74 Suplir No. 76 Sandat

No. 76 Sandat (Kenanga) (Canangium odoratum)

No. 77 Sri Gading (Premna) (Verbenaceae) No. 79 Samblung (Sirih gading (Aureus tricolor) Bab-II Tanaman

No. 77 Sri Gading (Premna) (Verbenaceae)

No. 77 Sri Gading (Premna) (Verbenaceae) No. 79 Samblung (Sirih gading (Aureus tricolor) Bab-II Tanaman Hias

No. 79 Samblung (Sirih gading (Aureus tricolor)

Bab-II

Tanaman Hias

Samblung (Sirih gading (Aureus tricolor) Bab-II Tanaman Hias No. 78 Seruni (Chrysanthemum) No. 80 Soka kuning

No. 78 Seruni (Chrysanthemum)

(Sirih gading (Aureus tricolor) Bab-II Tanaman Hias No. 78 Seruni (Chrysanthemum) No. 80 Soka kuning (Rubiaceae)

No. 80 Soka kuning (Rubiaceae)

27

Bab-II

Tanaman Hias

T
T
Bab-II Tanaman Hias T No. 81 Tunjung putih (Nelumbium nelumbo) No. 83 Tunjung biru (Nelumbium nelumbo)

No. 81 Tunjung putih (Nelumbium nelumbo)

Tanaman Hias T No. 81 Tunjung putih (Nelumbium nelumbo) No. 83 Tunjung biru (Nelumbium nelumbo) 28

No. 83 Tunjung biru (Nelumbium nelumbo)

28

nelumbo) No. 83 Tunjung biru (Nelumbium nelumbo) 28 No. 82 Tunjung bang (Nelumbium nelumbo) No. 84

No. 82 Tunjung bang (Nelumbium nelumbo)

83 Tunjung biru (Nelumbium nelumbo) 28 No. 82 Tunjung bang (Nelumbium nelumbo) No. 84 Tunjung kuning

No. 84 Tunjung kuning (Nelumbium nelumbo)

No. 85 Tapak dara (Cathorantus Rosius) X No. 87 Bab-II Tanaman Hias No. 86 Trijata

No. 85 Tapak dara (Cathorantus Rosius)

X
X

No. 87

Bab-II

Tanaman Hias

No. 85 Tapak dara (Cathorantus Rosius) X No. 87 Bab-II Tanaman Hias No. 86 Trijata No.

No. 86 Trijata

No. 85 Tapak dara (Cathorantus Rosius) X No. 87 Bab-II Tanaman Hias No. 86 Trijata No.

No. 88

29

Bab-II

Tanaman Hias

Bab-II Tanaman Hias No. 89 30 No. 91 No. 90 No. 92

No. 89

Bab-II Tanaman Hias No. 89 30 No. 91 No. 90 No. 92

30

No. 91

Bab-II Tanaman Hias No. 89 30 No. 91 No. 90 No. 92

No. 90

Bab-II Tanaman Hias No. 89 30 No. 91 No. 90 No. 92

No. 92

No. 93 No. 95 Bab-II Tanaman Hias No. 94 Bambu Jepang (Florida beauty) No. 96

No. 93

No. 93 No. 95 Bab-II Tanaman Hias No. 94 Bambu Jepang (Florida beauty) No. 96 31

No. 95

Bab-II

Tanaman Hias

No. 93 No. 95 Bab-II Tanaman Hias No. 94 Bambu Jepang (Florida beauty) No. 96 31

No. 94 Bambu Jepang (Florida beauty)

No. 93 No. 95 Bab-II Tanaman Hias No. 94 Bambu Jepang (Florida beauty) No. 96 31

No. 96

31

Bab-II

Tanaman Hias

Bab-II Tanaman Hias No. 97 32 No. 99 No. 98 No. 100

No. 97

Bab-II Tanaman Hias No. 97 32 No. 99 No. 98 No. 100

32

No. 99

Bab-II Tanaman Hias No. 97 32 No. 99 No. 98 No. 100

No. 98

Bab-II Tanaman Hias No. 97 32 No. 99 No. 98 No. 100

No. 100

No. 101 No. 103 Bab-II Tanaman Hias No. 102 No. 104 33

No. 101

No. 101 No. 103 Bab-II Tanaman Hias No. 102 No. 104 33

No. 103

Bab-II

Tanaman Hias

No. 101 No. 103 Bab-II Tanaman Hias No. 102 No. 104 33

No. 102

No. 101 No. 103 Bab-II Tanaman Hias No. 102 No. 104 33

No. 104

33

Bab-II

Tanaman Hias

Bab-II Tanaman Hias No. 105 34 No. 107 No. 106 No. 108

No. 105

Bab-II Tanaman Hias No. 105 34 No. 107 No. 106 No. 108

34

No. 107

Bab-II Tanaman Hias No. 105 34 No. 107 No. 106 No. 108

No. 106

Bab-II Tanaman Hias No. 105 34 No. 107 No. 106 No. 108

No. 108

No. 109 No. 111 Bab-II Tanaman Hias No. 110 No. 112 35

No. 109

No. 109 No. 111 Bab-II Tanaman Hias No. 110 No. 112 35

No. 111

Bab-II

Tanaman Hias

No. 109 No. 111 Bab-II Tanaman Hias No. 110 No. 112 35

No. 110

No. 109 No. 111 Bab-II Tanaman Hias No. 110 No. 112 35

No. 112

35

Biru Putih Pink Hitam/Ungu Brumbun Merah Hijau Kuning Oranye
Biru
Putih
Pink
Hitam/Ungu
Brumbun
Merah
Hijau
Kuning
Oranye

36

BAB III TANAMAN UPAKARA

Sane mangkin kesatwayang Pariindik sarwa mentik Nganggen kidung gaguritan Ginadane mangge dumun Manyelehin sasorohan Sarwa mentik Wenten patpat keaturang —— Kaping siki marupa padang Kaping rwa mabun malilit Tur maumbi sorohanya Kaping tri marupa perdu Kekayonan kaping patpat Manda uning Wigunane magenepan —— Wenten mangge tetamanan Katon asri ngulangunin Wenten dados upakara Panca yadnyane puniku Wenten malih dados tamba Malih siki Ne dados ajeng-ajengan

37

—— Mangkin ngawit kauningang Entik-entikan puniki Sane mangge upakara Pejati lan suci iku Banten caru lan ayaban Dewa-dewi Banten ne munggah ring surya —— Taler banten ne tiosan Masarana sarwa mentik Ageng alit manut tattwa Ngiring mangkin mangda rungu Ring sarwa mentik punika Ne nulungin Iraga ngaryanin yadnya ——

38

A
A

No. 1 Andong bang (Curdyline Terminalis (Dracaenaceae)

A No. 1 Andong bang (Curdyline Terminalis (Dracaenaceae) No. 3 Asem (celagi) (Tamarindus Indika (Fabaceae) Bab-III

No. 3 Asem (celagi) (Tamarindus Indika (Fabaceae)

Bab-III

Tanaman Upakara

(Tamarindus Indika (Fabaceae) Bab-III Tanaman Upakara No. 2 Ancak No. 4 Andong hijau (Curdylineterminalis)

No. 2 Ancak

Indika (Fabaceae) Bab-III Tanaman Upakara No. 2 Ancak No. 4 Andong hijau (Curdylineterminalis) (Dracaenaceae) 39

No. 4 Andong hijau (Curdylineterminalis) (Dracaenaceae)

39

Bab-III

Tanaman Upakara

Bab-III Tanaman Upakara No. 5 Bayam Luwur (Amaranthaceae) No. 7 Blimbing wuluh (Averhoa Bilimbi) 40 B

No. 5 Bayam Luwur (Amaranthaceae)

Bab-III Tanaman Upakara No. 5 Bayam Luwur (Amaranthaceae) No. 7 Blimbing wuluh (Averhoa Bilimbi) 40 B

No. 7 Blimbing wuluh (Averhoa Bilimbi)

40

B
B

No. 6 Bingin (Beringin) (Ficus benjamina) (Moraceae)

wuluh (Averhoa Bilimbi) 40 B No. 6 Bingin (Beringin) (Ficus benjamina) (Moraceae) No. 8 Blimbing Besi

No. 8 Blimbing Besi (Averhoa Bilimbi)

Bab-III

Tanaman Upakara

Bab-III Tanaman Upakara No. 9 Buni (Antidesma bunius) (Euphorbiaceae) C No. 10 Cempaka (Michelia Champoca) (Magnoliaceae)

No. 9 Buni (Antidesma bunius) (Euphorbiaceae)

C
C

No. 10 Cempaka (Michelia Champoca) (Magnoliaceae)

Buni (Antidesma bunius) (Euphorbiaceae) C No. 10 Cempaka (Michelia Champoca) (Magnoliaceae) No. 11 Cendana (Sandalwood) 41

No. 11 Cendana (Sandalwood)

41

Bab-III

Tanaman Upakara

Bab-III Tanaman Upakara No. 12 Cabai rawit (Capsicum Frutescens) D No. 13 Dadap (Erythirna subumbrans) (Fabaceae)

No. 12 Cabai rawit (Capsicum Frutescens)

D
D

No. 13 Dadap (Erythirna subumbrans) (Fabaceae)

42

(Capsicum Frutescens) D No. 13 Dadap (Erythirna subumbrans) (Fabaceae) 42 No. 14 Duku (Ceruring) (Lansium domesticum)

No. 14 Duku (Ceruring) (Lansium domesticum)

No. 15 Delima (Punica Granatum (Punicaceae) Bab-III Tanaman Upakara No. 16 Delundung (Erythrina) (Fabaceae) G

No. 15 Delima (Punica Granatum (Punicaceae)

Bab-III

Tanaman Upakara

Delima (Punica Granatum (Punicaceae) Bab-III Tanaman Upakara No. 16 Delundung (Erythrina) (Fabaceae) G No. 17 Gadung

No. 16 Delundung (Erythrina) (Fabaceae)

G
G

No. 17 Gadung (sekapa) (Dioscorea Hispida)

43

Bab-III

Tanaman Upakara

Bab-III Tanaman Upakara No. 18 Intaran (Mimba) Azadiracta Indica) (Meliaceae) J No. 20 Jangu (Acorus Calamus)
No. 18 Intaran (Mimba) Azadiracta Indica) (Meliaceae) J
No. 18 Intaran (Mimba)
Azadiracta Indica)
(Meliaceae)
J

No. 20 Jangu (Acorus Calamus) (Acoraceae)

44

I
I

No. 19 Ilalang (ambengan) (Imperata Cilindrica)

(Acorus Calamus) (Acoraceae) 44 I No. 19 Ilalang (ambengan) (Imperata Cilindrica) No. 21 Jepun Bali putih

No. 21 Jepun Bali putih (Flumeria rubra)

No. 22 Jali-jali (Coix lachrima) Bab-III Tanaman Upakara No. 23 Jer uk Bali (Cytrus Nobilis)

No. 22 Jali-jali (Coix lachrima)

Bab-III

Tanaman Upakara

No. 22 Jali-jali (Coix lachrima) Bab-III Tanaman Upakara No. 23 Jer uk Bali (Cytrus Nobilis) No.

No. 23 Jer uk Bali (Cytrus Nobilis)

No. 22 Jali-jali (Coix lachrima) Bab-III Tanaman Upakara No. 23 Jer uk Bali (Cytrus Nobilis) No.

No. 24 Jambu

45

Bab-III

Tanaman Upakara

Bab-III Tanaman Upakara No. 25 Kayu Tulak (Schefflera Eliptica) (Ararliaceae) No. 27 Kemuning (Murraya nucifera)

No. 25 Kayu Tulak (Schefflera Eliptica) (Ararliaceae)

No. 25 Kayu Tulak (Schefflera Eliptica) (Ararliaceae) No. 27 Kemuning (Murraya nucifera) Paniculata) 46 K No.

No. 27 Kemuning (Murraya nucifera) Paniculata)

46

K
K

No. 26 Kayu sisih (Phyllanthus Buxifolius) (Euphorbiaceae)

nucifera) Paniculata) 46 K No. 26 Kayu sisih (Phyllanthus Buxifolius) (Euphorbiaceae) No. 28 Kela pa (Cocos

No. 28 Kela pa (Cocos (Arecaceae)

No. 29 Kelapa (hijau) (Cocos nucifera) (Arecaceae) No. 31 Kelapa bibit (Pujer) (Cocos nucifera) (Arecaceae)

No. 29 Kelapa (hijau) (Cocos nucifera) (Arecaceae)

No. 29 Kelapa (hijau) (Cocos nucifera) (Arecaceae) No. 31 Kelapa bibit (Pujer) (Cocos nucifera) (Arecaceae) Bab-III

No. 31 Kelapa bibit (Pujer) (Cocos nucifera) (Arecaceae)

Bab-III

Tanaman Upakara

(Pujer) (Cocos nucifera) (Arecaceae) Bab-III Tanaman Upakara No. 30 Kelapa bulan (Cocos nucifera) (Arecaceae) No. 32

No. 30

Kelapa bulan

(Cocos nucifera) (Arecaceae)

(Arecaceae) Bab-III Tanaman Upakara No. 30 Kelapa bulan (Cocos nucifera) (Arecaceae) No. 32 Kelor (Moringa Oleifera)

No. 32 Kelor (Moringa Oleifera)

47

Bab-III

Tanaman Upakara

Bab-III Tanaman Upakara No. 33 Kecarum (Kemanggi) (Ocimum basilicum) No. 35 Kelengkeng 48 No. 34 Kesimbukan

No. 33 Kecarum (Kemanggi) (Ocimum basilicum)

Tanaman Upakara No. 33 Kecarum (Kemanggi) (Ocimum basilicum) No. 35 Kelengkeng 48 No. 34 Kesimbukan (orang-aring)

No. 35 Kelengkeng

48

Kecarum (Kemanggi) (Ocimum basilicum) No. 35 Kelengkeng 48 No. 34 Kesimbukan (orang-aring) (Paedera foetida)

No. 34 Kesimbukan (orang-aring) (Paedera foetida) (Rubiaceae)

48 No. 34 Kesimbukan (orang-aring) (Paedera foetida) (Rubiaceae) No. 36 Keladi (Thyponium flagelliforme) (Araceae)

No. 36 Keladi (Thyponium flagelliforme) (Araceae)

No. 37 Kesegseg (Fortulaca) (Oleraceae) M No. 39 Majagau (Dysoxylum caulostachyum) (Meliaceae) Bab-III Tanaman Upakara

No. 37 Kesegseg (Fortulaca) (Oleraceae)

M
M

No. 39 Majagau (Dysoxylum caulostachyum) (Meliaceae)

Bab-III

Tanaman Upakara

caulostachyum) (Meliaceae) Bab-III Tanaman Upakara No. 38 Kembang kertas (Bougainville) No. 40 Maduri putih

No. 38 Kembang kertas (Bougainville)

caulostachyum) (Meliaceae) Bab-III Tanaman Upakara No. 38 Kembang kertas (Bougainville) No. 40 Maduri putih (atas) 49

No. 40 Maduri putih (atas)

49

Bab-III

Tanaman Upakara

Bab-III Tanaman Upakara No. 41 Mangga (Mangifera Indica) No. 42 Mawar putih Bali (Rosa Galica) No.

No. 41 Mangga (Mangifera Indica)

Bab-III Tanaman Upakara No. 41 Mangga (Mangifera Indica) No. 42 Mawar putih Bali (Rosa Galica) No.

No. 42 Mawar putih Bali (Rosa Galica)

(Mangifera Indica) No. 42 Mawar putih Bali (Rosa Galica) No. 43 Merak kuning (Kamerakan kuning) (Caesalpinia

No. 43 Merak kuning (Kamerakan kuning) (Caesalpinia pulcherrima) (Fabaceae)

50

N
N

No. 44a Nenas (Ananas Comosus)

P
P

No. 45 Puring (Codiaeum Varriegatum)

Bab-III

Tanaman Upakara

No. 45 Puring (Codiaeum Varriegatum) Bab-III Tanaman Upakara No. 44b Nenas (Ananas Comosus) No. 46 (Pandan

No. 44b

Nenas

(Ananas Comosus)

Varriegatum) Bab-III Tanaman Upakara No. 44b Nenas (Ananas Comosus) No. 46 (Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius) 51

No. 46 (Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius)

51

Bab-III

Tanaman Upakara

Bab-III Tanaman Upakara No. 47 Pisang gading (Musa Paradisiaca) No. 49 Plendo 52 (Malvaceae) No. 48

No. 47 Pisang gading (Musa Paradisiaca)

Tanaman Upakara No. 47 Pisang gading (Musa Paradisiaca) No. 49 Plendo 52 (Malvaceae) No. 48 Paku

No. 49 Plendo

52

(Malvaceae)

gading (Musa Paradisiaca) No. 49 Plendo 52 (Malvaceae) No. 48 Paku Pipid (Nephroepis) Cordifoia) (Dennstaediaceae)

No. 48 Paku Pipid (Nephroepis) Cordifoia) (Dennstaediaceae)

No. 49 Plendo 52 (Malvaceae) No. 48 Paku Pipid (Nephroepis) Cordifoia) (Dennstaediaceae) No. 50 Pudak Pandan

No. 50 Pudak Pandan (Pandanaceae)

No. 51 Pandan Maduwi (Pandanaceae) No. 53 Padang lepas Bab-III Tanaman Upakara No. 52 Pepaya

No. 51 Pandan Maduwi (Pandanaceae)

No. 51 Pandan Maduwi (Pandanaceae) No. 53 Padang lepas Bab-III Tanaman Upakara No. 52 Pepaya (Carica

No. 53 Padang lepas

Bab-III

Tanaman Upakara

(Pandanaceae) No. 53 Padang lepas Bab-III Tanaman Upakara No. 52 Pepaya (Carica papaya) No. 54 Pisang

No. 52 Pepaya (Carica papaya)

No. 53 Padang lepas Bab-III Tanaman Upakara No. 52 Pepaya (Carica papaya) No. 54 Pisang Emas

No. 54 Pisang Emas (Musa paradisiaca)

53

Bab-III

Tanaman Upakara

Bab-III Tanaman Upakara No. 55 Pepe (Sarcostemma) (Asclepiadaceae) No. 57 Puring (Codiaeum Variegatum) 54 No. 56

No. 55 Pepe (Sarcostemma) (Asclepiadaceae)

Tanaman Upakara No. 55 Pepe (Sarcostemma) (Asclepiadaceae) No. 57 Puring (Codiaeum Variegatum) 54 No. 56 Paku

No. 57 Puring (Codiaeum Variegatum)

54

(Asclepiadaceae) No. 57 Puring (Codiaeum Variegatum) 54 No. 56 Paku (Pakis) (Diplazium Esculentum) (Athyriaceae) No.

No. 56 Paku (Pakis) (Diplazium Esculentum) (Athyriaceae)

Variegatum) 54 No. 56 Paku (Pakis) (Diplazium Esculentum) (Athyriaceae) No. 58 Pancar galuh (Pacah) Ampatiens balsamina

No. 58 Pancar galuh (Pacah) Ampatiens balsamina

No. 59 Pucuk (Malvacaceae) Bab-III Tanaman Upakara No. 60 Pucuk lenter (Malvacaceae) No. 61 Pucuk

No. 59 Pucuk (Malvacaceae)

Bab-III

Tanaman Upakara

No. 59 Pucuk (Malvacaceae) Bab-III Tanaman Upakara No. 60 Pucuk lenter (Malvacaceae) No. 61 Pucuk Bang

No. 60 Pucuk lenter (Malvacaceae)

Bab-III Tanaman Upakara No. 60 Pucuk lenter (Malvacaceae) No. 61 Pucuk Bang (Impatiens balsamina) (Malvacaceae) 55

No. 61 Pucuk Bang (Impatiens balsamina) (Malvacaceae)

55

Bab-III

Tanaman Upakara

Bab-III Tanaman Upakara No. 62a Ratna (Gomphrena) S No. 63 Suji (Dracaena Angustifolia) 56 R No.

No. 62a Ratna (Gomphrena)

S
S

No. 63 Suji (Dracaena Angustifolia)

56

R
R

No. 62b Ratna (Gomphrena)

S No. 63 Suji (Dracaena Angustifolia) 56 R No. 62b Ratna (Gomphrena) No. 64 Selasih (Ocinum

No. 64 Selasih (Ocinum basilicum) (Dracaenaceae)

No. 65 Sirih hijau (Piper betle) No. 67 Sueg Bab-III Tanaman Upakara No. 66 Sente

No. 65 Sirih hijau (Piper betle)

No. 65 Sirih hijau (Piper betle) No. 67 Sueg Bab-III Tanaman Upakara No. 66 Sente hijau

No. 67 Sueg

Bab-III

Tanaman Upakara

hijau (Piper betle) No. 67 Sueg Bab-III Tanaman Upakara No. 66 Sente hijau No. 68 Sotong

No. 66 Sente hijau

hijau (Piper betle) No. 67 Sueg Bab-III Tanaman Upakara No. 66 Sente hijau No. 68 Sotong

No. 68 Sotong (Psidium Guajaya (Myraceae)

57

Bab-III

Tanaman Upakara

Bab-III Tanaman Upakara No. 69 Sandat (Kenanga) (Canangium Odoraum) No. 71 Sirih hitam (Daun karuk (Piper

No. 69 Sandat (Kenanga) (Canangium Odoraum)

Tanaman Upakara No. 69 Sandat (Kenanga) (Canangium Odoraum) No. 71 Sirih hitam (Daun karuk (Piper Betle)

No. 71 Sirih hitam (Daun karuk (Piper Betle)

58

Odoraum) No. 71 Sirih hitam (Daun karuk (Piper Betle) 58 No. 70 Salak (Zallaca) No. 72

No. 70 Salak (Zallaca)

No. 71 Sirih hitam (Daun karuk (Piper Betle) 58 No. 70 Salak (Zallaca) No. 72 Silik

No. 72 Silik bulat (Srikaya) (Annona Squamosa)

T
T

No. 73 Tabia bun (Piper Retrofractum)

T No. 73 Tabia bun (Piper Retrofractum) No. 75 Tebu (Sacharum afficinarrum) Bab-III Tanaman Upakara No.

No. 75 Tebu (Sacharum afficinarrum)

Bab-III

Tanaman Upakara

No. 75 Tebu (Sacharum afficinarrum) Bab-III Tanaman Upakara No. 74 Temen (Graptophyl- lum Pictum) (Acanthaceae) No.

No. 74 Temen (Graptophyl- lum Pictum) (Acanthaceae)

Bab-III Tanaman Upakara No. 74 Temen (Graptophyl- lum Pictum) (Acanthaceae) No. 76 Terong Bola (Solanum Sanitwongsel)

No. 76 Terong Bola (Solanum Sanitwongsel)

59

Bab-III

Tanaman Upakara

Bab-III Tanaman Upakara No. 77a Teleng (Clitoria ternatea) No. 78 Tebel-tebel (Hoya macrophylla) Asclepiadaceae) 60 No.

No. 77a Teleng (Clitoria ternatea)

Bab-III Tanaman Upakara No. 77a Teleng (Clitoria ternatea) No. 78 Tebel-tebel (Hoya macrophylla) Asclepiadaceae) 60 No.

No. 78 Tebel-tebel (Hoya macrophylla) Asclepiadaceae)

60

No. 78 Tebel-tebel (Hoya macrophylla) Asclepiadaceae) 60 No. 77b Teleng (Clitoria ternatea) No. 79 Tabia gede

No. 77b Teleng (Clitoria ternatea)

78 Tebel-tebel (Hoya macrophylla) Asclepiadaceae) 60 No. 77b Teleng (Clitoria ternatea) No. 79 Tabia gede (Tabia

No. 79 Tabia gede (Tabia lombok)

Bab-III

Tanaman Upakara

U
U
Bab-III Tanaman Upakara U No. 80 Ubi 61

No. 80 Ubi

61

62

BAB IV TANAMAN OBAT

Sane mangkin kelanturang Pariindik sarwa mentik Nganggen tembang sinom iku Wigunane mangda uning Ne dados tamba puniki Akah, babakan, lan daun Buah, sekar, tur umbinya Samian pada memargi Manut tutur Ring buku Taru Premana —— Mangkin pacang kauningang Ne madan punyan tulasi “Satwika tree”ne kaucap Satwika marti utami Dados tamba, minekadi Anggen nenangang pikayun Taler makta katentraman Kaucap ring Ayur Weda Ngiring tandur Ring genahe suang-suang

63

Bab-IV

Tanaman Obat

Bab-IV Tanaman Obat No. 1 Adas (Foeniculum vulgare mill) No. 3 Awar-awar (Ficus Septica) 64 A

No. 1 Adas (Foeniculum vulgare mill)

Bab-IV Tanaman Obat No. 1 Adas (Foeniculum vulgare mill) No. 3 Awar-awar (Ficus Septica) 64 A

No. 3 Awar-awar (Ficus Septica)

64

A
A

No. 2 Anti nyamuk (lavender (Lavandula Angustifolia

mill) No. 3 Awar-awar (Ficus Septica) 64 A No. 2 Anti nyamuk (lavender (Lavandula Angustifolia No.

No. 4 Ambengan (Ilalang)

Bab-IV

Tanaman Obat

Bab-IV Tanaman Obat No. 5 Asem (Celagi) B No. 6 Brotowali (Kantawali) (Tinosporacrispa) No. 7 Blimbing

No. 5 Asem (Celagi)

B
B
Bab-IV Tanaman Obat No. 5 Asem (Celagi) B No. 6 Brotowali (Kantawali) (Tinosporacrispa) No. 7 Blimbing
Bab-IV Tanaman Obat No. 5 Asem (Celagi) B No. 6 Brotowali (Kantawali) (Tinosporacrispa) No. 7 Blimbing

No. 6 Brotowali (Kantawali) (Tinosporacrispa)

No. 7 Blimbing Besi (Averha Caram

65

Bab-IV

Tanaman Obat

Bab-IV Tanaman Obat No. 8 Blimbing Wuluh (Averhoa Bilimbi) No. 10 Buyung-buyung (Vernnia cymosa) (Asteraceae) 66

No. 8 Blimbing Wuluh (Averhoa Bilimbi)

Bab-IV Tanaman Obat No. 8 Blimbing Wuluh (Averhoa Bilimbi) No. 10 Buyung-buyung (Vernnia cymosa) (Asteraceae) 66

No. 10 Buyung-buyung (Vernnia cymosa) (Asteraceae)

66

No. 10 Buyung-buyung (Vernnia cymosa) (Asteraceae) 66 No. 9 Bawang (Allium sativum) (Amaryllidaceae) No. 11 Bunga

No. 9 Bawang (Allium sativum) (Amaryllidaceae)

No. 10 Buyung-buyung (Vernnia cymosa) (Asteraceae) 66 No. 9 Bawang (Allium sativum) (Amaryllidaceae) No. 11 Bunga

No. 11 Bunga bintang

Bab-IV

Tanaman Obat

Bab-IV Tanaman Obat No. 12 Bulun Baon (Premna Integrifolia) C No. 13 Cendana (Sandalwood) No. 14

No. 12

Bulun Baon (Premna Integrifolia)

C
C

No. 13 Cendana (Sandalwood)

Obat No. 12 Bulun Baon (Premna Integrifolia) C No. 13 Cendana (Sandalwood) No. 14 Cabai Rawit

No. 14 Cabai Rawit (Capsicum rutecents)

67

Bab-IV

Tanaman Obat

Bab-IV Tanaman Obat No. 15 Ciplukan (Physalis Minina) (Solanaceae) 68

No. 15 Ciplukan (Physalis Minina) (Solanaceae)

68

D
D

No. 16 Delapan Dewa (Phytolacca Americana)

D No. 16 Delapan Dewa (Phytolacca Americana) No. 18 Daluman (Cincau) Cyclea Barbata) Bab-IV Tanaman Obat

No. 18 Daluman (Cincau) Cyclea Barbata)

Bab-IV

Tanaman Obat

No. 18 Daluman (Cincau) Cyclea Barbata) Bab-IV Tanaman Obat No. 17 Daun Delem (Nilam) (Pogostemon cablin)

No. 17 Daun Delem (Nilam) (Pogostemon cablin)

Tanaman Obat No. 17 Daun Delem (Nilam) (Pogostemon cablin) No. 19 Damuh lengis (Drymaria Cordata (Caryophillaceae)

No. 19 Damuh lengis (Drymaria Cordata (Caryophillaceae)

69

Bab-IV

Tanaman Obat

Bab-IV Tanaman Obat No. 20 Dewan Daru (Eugenia Uniflora) No. 21 Delima (Punica granatum) (Punicaceae) No.

No. 20 Dewan Daru (Eugenia Uniflora)

Bab-IV Tanaman Obat No. 20 Dewan Daru (Eugenia Uniflora) No. 21 Delima (Punica granatum) (Punicaceae) No.

No. 21 Delima (Punica granatum) (Punicaceae)

Daru (Eugenia Uniflora) No. 21 Delima (Punica granatum) (Punicaceae) No. 22 Dadap (Erythrina subumbrans) (Fabaceae) 70

No. 22 Dadap (Erythrina subumbrans) (Fabaceae)

70

G
G

No. 23 Gempur batu

G No. 23 Gempur batu No. 25 Ganda Rusa (Justicia Gendarussa) Bab-IV Tanaman Obat No. 24

No. 25 Ganda Rusa (Justicia Gendarussa)

Bab-IV

Tanaman Obat

No. 25 Ganda Rusa (Justicia Gendarussa) Bab-IV Tanaman Obat No. 24 Ginten (Jinten) (Coeus Amboinicus No.

No. 24 Ginten (Jinten) (Coeus Amboinicus

Bab-IV Tanaman Obat No. 24 Ginten (Jinten) (Coeus Amboinicus No. 26 Gamongan (Zingiber aromat icum) (Zingiberaceae)

No. 26 Gamongan (Zingiber aromat icum) (Zingiberaceae)

71

Bab-IV

Tanaman Obat

Bab-IV Tanaman Obat No. 27 Gendola I No. 28 Intaran (Mimba) (Azadirachta indica) (Meliaceae) 72

No. 27 Gendola

I
I

No. 28 Intaran (Mimba) (Azadirachta indica) (Meliaceae)

72

J
J

No. 29 Jeruk Nipis (Cytrus Aurantifolia)

J No. 29 Jeruk Nipis (Cytrus Aurantifolia) No. 31 Jaruju Bab-IV Tanaman Obat No. 30 Jeruk

No. 31 Jaruju

Bab-IV

Tanaman Obat

(Cytrus Aurantifolia) No. 31 Jaruju Bab-IV Tanaman Obat No. 30 Jeruk Limau (Cytrus) No. 32 Jangu

No. 30 Jeruk Limau (Cytrus)

Aurantifolia) No. 31 Jaruju Bab-IV Tanaman Obat No. 30 Jeruk Limau (Cytrus) No. 32 Jangu (Acorus

No. 32 Jangu (Acorus calamus) (Araceae)

73

Bab-IV

Tanaman Obat

Bab-IV Tanaman Obat No. 33 Kelor (Moringa Oleifera) No. 35 Kecarum (Kemanggi) (Ocimum basilicum) 74 K

No. 33 Kelor (Moringa Oleifera)

Bab-IV Tanaman Obat No. 33 Kelor (Moringa Oleifera) No. 35 Kecarum (Kemanggi) (Ocimum basilicum) 74 K

No. 35 Kecarum (Kemanggi) (Ocimum basilicum)

74

K
K

No. 34 Kayu Manis (Sauropus androgynus) (Euphorbiaceae)

No. 35 Kecarum (Kemanggi) (Ocimum basilicum) 74 K No. 34 Kayu Manis (Sauropus androgynus) (Euphorbiaceae) No.

No. 36 Kaswa

No. 37 Kumis kucing (Orthosiphon Aristatus) No. 39 Kambo-kambo Bab-IV Tanaman Obat No. 38 Kusambi

No. 37 Kumis kucing (Orthosiphon Aristatus)

No. 37 Kumis kucing (Orthosiphon Aristatus) No. 39 Kambo-kambo Bab-IV Tanaman Obat No. 38 Kusambi (Schleicera

No. 39 Kambo-kambo

Bab-IV

Tanaman Obat

(Orthosiphon Aristatus) No. 39 Kambo-kambo Bab-IV Tanaman Obat No. 38 Kusambi (Schleicera Oleosa) No. 40 Kecirenan

No. 38 Kusambi (Schleicera Oleosa)

(Orthosiphon Aristatus) No. 39 Kambo-kambo Bab-IV Tanaman Obat No. 38 Kusambi (Schleicera Oleosa) No. 40 Kecirenan

No. 40

Kecirenan

75

Bab-IV

Tanaman Obat

Bab-IV Tanaman Obat No. 41 Kalipiseh No. 42 Kecibling 76 No. 43 Kem

No. 41 Kalipiseh

Bab-IV Tanaman Obat No. 41 Kalipiseh No. 42 Kecibling 76 No. 43 Kem

No. 42 Kecibling

Bab-IV Tanaman Obat No. 41 Kalipiseh No. 42 Kecibling 76 No. 43 Kem

76

No. 43 Kem

L
L

No. 44 Lamtoro (Turi) (Sesbania grandiflora)

L No. 44 Lamtoro (Turi) (Sesbania grandiflora) No. 46 Legetan? (Synedrella nodiflora) Bab-IV Tanaman Obat No.

No. 46 Legetan? (Synedrella nodiflora)

Bab-IV

Tanaman Obat

No. 46 Legetan? (Synedrella nodiflora) Bab-IV Tanaman Obat No. 45 Lidah Buaya (Aloevera) No. 47 Liligundi

No. 45 Lidah Buaya (Aloevera)

nodiflora) Bab-IV Tanaman Obat No. 45 Lidah Buaya (Aloevera) No. 47 Liligundi (Vitex trifolia) (Verbenaceae) 77

No. 47 Liligundi (Vitex trifolia) (Verbenaceae)

77

Bab-IV

Tanaman Obat

Bab-IV Tanaman Obat No. 48 Meniran (Phylantus Urinaria) M No. 49 Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa) 78

No. 48 Meniran (Phylantus Urinaria)

M
M

No. 49 Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa)

No. 48 Meniran (Phylantus Urinaria) M No. 49 Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa) 78 No. 50 Mengkudu

78

No. 50

Mengkudu (Marinda Cetrifolia)

N
N

Bab-IV

Tanaman Obat

N Bab-IV Tanaman Obat No. 51 Nasi-nasi P No. 52 Pegagan (Kepiduh) (Centella Asiatica) No. 53

No. 51 Nasi-nasi

P
P
N Bab-IV Tanaman Obat No. 51 Nasi-nasi P No. 52 Pegagan (Kepiduh) (Centella Asiatica) No. 53

No. 52 Pegagan (Kepiduh) (Centella Asiatica)

No. 53 Patikan Kebo (Eiphorbia hirta)

79

Bab-IV

Tanaman Obat

Bab-IV Tanaman Obat No. 54 Pepe (Sarcostemma) (Asclepiadaceae) No. 55 Pulet (Urena Lobata) (Malvaceae) R No.

No. 54 Pepe (Sarcostemma) (Asclepiadaceae)

Tanaman Obat No. 54 Pepe (Sarcostemma) (Asclepiadaceae) No. 55 Pulet (Urena Lobata) (Malvaceae) R No. 56

No. 55 Pulet (Urena Lobata) (Malvaceae)

R
R

No. 56 Rumput bambu (Pogonatherum Crinitum)

80

S
S

No. 57 Sirih merah (Piper Betle)

S No. 57 Sirih merah (Piper Betle) No. 59 Sirih Hijau (Piper betle ) (Annona Muricata)

No. 59 Sirih Hijau (Piper betle ) (Annona Muricata)

Bab-IV

Tanaman Obat

Hijau (Piper betle ) (Annona Muricata) Bab-IV Tanaman Obat No. 58 Selasih miyik (Ocinum Basillicum) No.

No. 58 Selasih miyik (Ocinum Basillicum)

(Annona Muricata) Bab-IV Tanaman Obat No. 58 Selasih miyik (Ocinum Basillicum) No. 60 Silik (Zirsak) (Annona

No. 60 Silik (Zirsak) (Annona Muricata)

81

Bab-IV

Tanaman Obat

Bab-IV Tanaman Obat No. 61 Samiloto (Andrographis) No. 63 Sembung bikul (Sonchus Arvensis) (Malvaceae) 82 No.

No. 61 Samiloto (Andrographis)

Bab-IV Tanaman Obat No. 61 Samiloto (Andrographis) No. 63 Sembung bikul (Sonchus Arvensis) (Malvaceae) 82 No.

No. 63 Sembung bikul (Sonchus Arvensis) (Malvaceae)

82

No. 63 Sembung bikul (Sonchus Arvensis) (Malvaceae) 82 No. 62 Sotong (Psidium) No. 64 Selegui (Sidafolia)

No. 62 Sotong (Psidium)

No. 63 Sembung bikul (Sonchus Arvensis) (Malvaceae) 82 No. 62 Sotong (Psidium) No. 64 Selegui (Sidafolia)

No. 64 Selegui (Sidafolia) (Malvaceae)

No. 65 Selasih miik (Ocinum Basillicum) No. 67 Semanggi hijau (Hydrocotyle sibthorpioides) Bab-IV Tanaman Obat

No. 65 Selasih miik (Ocinum Basillicum)

No. 65 Selasih miik (Ocinum Basillicum) No. 67 Semanggi hijau (Hydrocotyle sibthorpioides) Bab-IV Tanaman Obat No.

No. 67 Semanggi hijau (Hydrocotyle sibthorpioides)

Bab-IV

Tanaman Obat

hijau (Hydrocotyle sibthorpioides) Bab-IV Tanaman Obat No. 66 Sembung (Blumea Balsamifera) No. 68 Semanggi merah

No. 66 Sembung (Blumea Balsamifera)

Bab-IV Tanaman Obat No. 66 Sembung (Blumea Balsamifera) No. 68 Semanggi merah (Hydrocotyle sibthorpioides) 83

No. 68 Semanggi merah (Hydrocotyle sibthorpioides)

83

Bab-IV

Tanaman Obat

Bab-IV Tanaman Obat No. 69 Sre (Sereh wangi) (Cyombopogon nardus) T No. 70 Temu Ireng (Curcuma

No. 69 Sre (Sereh wangi) (Cyombopogon nardus)

T
T

No. 70 Temu Ireng (Curcuma Aeruginosa)

84

Bab-IV Tanaman Obat No. 69 Sre (Sereh wangi) (Cyombopogon nardus) T No. 70 Temu Ireng (Curcuma

No. 71 Temu

No. 72 Temu (Curcuma ) No. 74 Temu (Curcuma) Bab-IV Tanaman Obat No. 73 Temu

No. 72 Temu (Curcuma )

No. 72 Temu (Curcuma ) No. 74 Temu (Curcuma) Bab-IV Tanaman Obat No. 73 Temu (Curcuma)

No. 74 Temu (Curcuma)

Bab-IV

Tanaman Obat

No. 72 Temu (Curcuma ) No. 74 Temu (Curcuma) Bab-IV Tanaman Obat No. 73 Temu (Curcuma)

No. 73 Temu (Curcuma)

No. 72 Temu (Curcuma ) No. 74 Temu (Curcuma) Bab-IV Tanaman Obat No. 73 Temu (Curcuma)

No. 75 Tulasi (Ocinum Basillicum)

85

Bab-IV

Tanaman Obat

Bab-IV Tanaman Obat No. 76 Tunjung 86 No. 78 Teki No. 77 Tabia Gede (lombok) (Capsicum

No. 76 Tunjung

Bab-IV Tanaman Obat No. 76 Tunjung 86 No. 78 Teki No. 77 Tabia Gede (lombok) (Capsicum

86

No. 78 Teki

Bab-IV Tanaman Obat No. 76 Tunjung 86 No. 78 Teki No. 77 Tabia Gede (lombok) (Capsicum

No. 77 Tabia Gede (lombok) (Capsicum Annum)

No. 76 Tunjung 86 No. 78 Teki No. 77 Tabia Gede (lombok) (Capsicum Annum) No. 79

No. 79 Tapak dara (Catharantus roseus cynaceae)

No. 80 Terong ? No. 82 Temen (Graptophyl-lum pictum) (Acanthaceae) Bab-IV Tanaman Obat No. 81

No. 80 Terong ?

No. 80 Terong ? No. 82 Temen (Graptophyl-lum pictum) (Acanthaceae) Bab-IV Tanaman Obat No. 81 Teleng

No. 82 Temen (Graptophyl-lum pictum) (Acanthaceae)

Bab-IV

Tanaman Obat

(Graptophyl-lum pictum) (Acanthaceae) Bab-IV Tanaman Obat No. 81 Teleng No. 83 Temu Tis (Curcuma xanthorriza)

No. 81 Teleng

pictum) (Acanthaceae) Bab-IV Tanaman Obat No. 81 Teleng No. 83 Temu Tis (Curcuma xanthorriza) (Zingiberaceae) 87

No. 83 Temu Tis (Curcuma xanthorriza) (Zingiberaceae)

87

Bab-IV

Tanaman Obat

U
U
Bab-IV Tanaman Obat U No. 84 Uyah-uyah ((Ficus Quercifoia) (Moraceae) W No. 85 Waru (Hibiscus Tiliaceus)

No. 84 Uyah-uyah ((Ficus Quercifoia) (Moraceae)

W
W
Bab-IV Tanaman Obat U No. 84 Uyah-uyah ((Ficus Quercifoia) (Moraceae) W No. 85 Waru (Hibiscus Tiliaceus)

No. 85 Waru (Hibiscus Tiliaceus) (Malvaceae)

88

BAB V

PENUTUP

Pidartane mangkin puputang Indik gunan sarwa mentik Ngiring ngaturang suksma Maring Ida Sang Hyang Widhi Ring tumpek wariga iki Taler madan tumpek bubuh Patut ngawe upakara Bubuh sumsum warna-warni Pacang katur Ring Ida Sang Hyang Sengkara

89

Contoh-contoh tanaman katagori Padang (rumput). Tanaman Mabun (malilit), Tanaman Perdu-perduan, dan Pepohonan.

Mabun (malilit), Tanaman Perdu-perduan, dan Pepohonan. Padang-padangan Mabun/Malilit Ambengan (ilalang)
Mabun (malilit), Tanaman Perdu-perduan, dan Pepohonan. Padang-padangan Mabun/Malilit Ambengan (ilalang)

Padang-padangan

Mabun/Malilit

Ambengan (ilalang)

Daluman (Cincau)

(Imperata Cylindrica)

(Cyclea Barbata)

(Cincau) (Imperata Cylindrica) (Cyclea Barbata) Perdu-perduan Andong (Cordyline stricta) 90 Pepohonan

Perdu-perduan Andong (Cordyline stricta)

90

Cylindrica) (Cyclea Barbata) Perdu-perduan Andong (Cordyline stricta) 90 Pepohonan Mangga (Mangifera Indica)

Pepohonan Mangga (Mangifera Indica)

Referensi

Andri Wang, 2002, Menuju Hidup sehat dan Panjang Umur:

Mampukah Manusia Hidup sampai 100 tahun? (Lihat Lampiran 1), Pt Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Chee Yoke Ling, 1994, Manusia wajib Melindungi Alam: Ajaran Agama Islam, Kristen, taoisme dan Hinduisme tentang Perlindungan Lingkungan, Konphalindo, Jakarta.

Gede Agus Budi Adnyana SPdBM Pd H, Kadek Agus Bayu Premana s Pd, Gede Darmika, 2014, tanaman Magis dan Mistik, Kekuatan, Manfaat, dan Fungsinya, Ganda Pura, Gianyar,

Herlina Widyaningrum & Tim Solusi Alternatif, 2011, Kitab tanaman Obat Nusantara Medpress, yogyakarta.

Inggit Puji Astuti, syamsul Hidayat, IBK Arinasa, 2000, traditional

Plant Usage in four Villages

tigawasa, and sembiran, Bali, Indonesia,

Catherine t. Mac Athur Foundation Botanical Gardens of Indonesia, Indonesian Institute of science, Bogor, Indonesia.

Junus Kartasubrata, 2010. sukses Budi Daya tanaman Obat, IPB Press, Bogor.

LPPM Unud, 2002, taman Gumi Banten

Padma Herbal Training Center, tt. Materi Pelatihan Pengenalan dan Pemanfaatan tanaman Obat, Buku I : Penyakit dan Pengobatannya. tabanan.

Padma Herbal Training Center, tt. Materi Pelatihan Pengenalan dan Pemanfaatan tanaman Obat, Buku II : Pengenalan tanaman Obat dan khsiatnya, tabanan.

Segotri Putra, I Gusti, Dra. 1999, taru Premana

Trubus l Oktober 1992 No 275 tahun XXIII

Trubus 1 Novamber 1992, No 276 tahun XXIII

Vaidya Bhagwan Dask & Sukasini Ramaswanoy, 2006, Ayur Weda, Ilmu Pengetahuan tradisional India, Paramita surabaya.

Yasant Lad dan Robert E Svoboda, 2000, Ayur Weda, Paramita, surabaya.

of Bali Aga : tenganan, spang,

the John D. and

91

LAMPIrAN:

UPAKARA DAN UPACARA TUMPEK WARIGA

t UMPEK Wariga merupakan salah satu hari suci umat Hindu yang jatuh tiap 210 hari (enam bulan), tepatnya pada hari sabtu Kliwon Uku Wariga, 25 hari sebelum Hari raya

Galungan. tumpek Wariga disebut juga tumpek Bubuh, tumpek Uduh, dan tumpek Pengarah/Pengatag. Disebut tumpek Bubuh karena upakaranya memakai bubuh sumsum berwarna warni (putih, merah, kuning dan hijau). Bubur warna putih simbul tumbuh- tumbuhan yang berumbi, malilit (seperti ubi dara, gadung, dll), bubuh warna merah simbul tumbuh-tumbuhan yang tergolong rerumputan (padang-padangan) seperti padi, ambengan, gandum, dll. Bubur warna kuning simbul tumbuh-tumbuhan yang tergolong perdu-perduan, dan bubur warna hijau untuk tumbuh-tumbuh yang tergolong pepohonan (seperti mangga, durian, kelapa dll.)

Upakara (banten) yang dipersembahkan:

Upakara munggah di Kemulan rong tengah berupa:

Pejati, Canang geti-geti, Penyeneng, Pasucian, Bubuh dengan alas limas 4 macam (Putih, merah, kuning dan hijau).

92

Banten Ayaban : tumpeng 7, rayunan maulam sarwa mentik, dan banten pangresikan (bea kaonan, pangulapan, prayascita)

Untuk tanaman: sasat gantung-gantungan, dan bubur beralas limas (cau) 4 warna (putih, merah, kuning, hijau.

Upacara dilaksanakan di sanggah/Pamerajan dihadapan Bhetara Hyang Guru. yang di puja adalah sang Hyang sengkara. selesai menghaturkan upakara, anggota keluarga orang yang melaksanakan upacara nyurud ayu (ngayab upakara tersebut). setelah itu diambil banten dapetannya saja diedarkan dan diayabkan kepada tumbuh-tumbuhan yang dimiliki baik berupa

rumput-rumputan, perdu-perduan, umbi-umbian (yang menjalar),

dan pepohonan yang berbuah seperi kelapa, mangga,dll.

Mengapa orang yang melaksanakan upacara ikut ngayab? Karena di buana alit (tubuh orang yang melaksanakan upacara juga ada tumbuh-tumbuhan yaitu bulu-bulu yang tumbuh di beberapa tempat tubuh manusia. Hal ini sering tidak dipahami di masyarakat.

Mengapa disebut tumpek Uduh? Dari kata uduh menjadi nguduhang berarti memerintahkan. Di sini Ida sang Hyang Widhi menugaskan sang Hyang sangkara (manifestasi-Nya) untuk menciptakan tumbuh-tumbuhan, dan oleh karena itu, manusia dalam pelaksanaan upacara tum,pek Uduh memuja sang Hyang sangkara.

Mengapa disebut tumpek Pengarah? Mapengarah berarti memberitahu/meminta. tradisi di masyarakat dalam upacara tumpek Wariga sang pelaksana upacara membertahu/meminta agar tanaman berbuah lebat.

93

(sumber: Drs. Ida Bagus Putu sudarsana, MBA,MM, 2003, Ajaran Agama Hindu” Acara Agama” yayasan Darma Acarya)

Menurut tradisi di masyarakat ketika perayaan tumpek Wariga/ tumpek Ngatag, tumbuh-tumbuhan yang diupacarai hanyalah tumbuh-tumbuh yang berbuah seperti kelapa, mangga, dll. Ada kalanya pada waktu ngatag, tumbuh-tumbuhan itu ditoreh atau diketok-ketok sambil mengucapkan kata-kata sebagai berikut: “

“Kaki-kaki buin selae lemeng Galungane, Ingetang kaki mabuah apang nged, nged, nged”.

(Kakek, lagi 25 hari Galungan. Ingat berbuah yang lebat).

Kebiasaan menoreh ataupun mengetok-ngetok tumbuh- tumbuhan pada saat ngatag tampaknya kurang mencermin-kan hubungan yang harmonis antara manusia dan tumbuh-tumbuhan, padahal menurut ajaran tri Hita Karana manusia diharapkan bersikap sih (sayang) terhadap tumbuh-tumbuhan (lingkungan). Untuk menunjukkan hubungan yang lebih harmonis, di bawah ini disajikan sebuah lagu untuk ngatag sbb: (ditembangkan seperti “Jenggot Uban”)

94

i

i

i

i

a

i

u

a

i

ka ki

ka ki

e

ne

gap

gap

an

ka ki

ka ki

buin

sla

e

di

na

a….o… i….a… i… i… u… a… i… i… a Bu buh sum sum war na ne ma ge ne pan Ga lu nga ne Bu da Kli won Du ngu lan

a….a….a….a….i… i… u……a….i….i….a

A

da

pu tih ba rak ku ning lan ga dang

I

nge tang

ja

ka ki ma bu

wah e nged

i… o….e….o.….i… o…e… o….i

E

ne

da har a pang ma bwah enged

La kar ang gon ti yang ma yad nya

(tembangkanlah sambil memasang sasat gantung-gantungan dan ngayabang banten bubur sumsumnya)

95

Biodata Penulis

Biodata Penulis P ENULIs waktu walaka adalah Prof. Dr. tjokorda Istri Putra Astiti, sH.Ms, lahir di

P ENULIs waktu walaka adalah Prof. Dr. tjokorda Istri Putra Astiti, sH.Ms, lahir di Puri

Agung Payangan Gianyar pada tanggal 17 Nopember 1945. se- karang berdomisili di Ashram Pra- santhi Puri, Banjar Badung, Ke- camatan Payangan.

Penulis menyelesaikan pen- didikan s1 di Fakultas Hukum Universitas Udayana, tamat tahun 1974. Melanjutkan s2 di IPB jurusan sosiologi Pedesaan (1986), tamat s3 di IPB Jurusan sosiologi Pedesaan. 1994. Diangkat menjadi Dosen tahun 1975 dan dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Fakultas Hukum Universitas Udayana tahun 1997.

Penulis mengajar dan membimbing pada Program s1, s2 dan s3. sebagai peserta dan narasumber dalam berbagai pertemuan ilmiah di tingkat lokal, regional, nasional dan internasional. selain mengikuti pendidikan formal penulis juga pernah mengikuti beberapa kursus dan pelatihan antara lain: Pelatihan Belajar-Mengajar dan teknik Evaluasi, Akta Mengajar V, teknik PBL (Problem Base Learning), Metode Penelitian Hukum, Penulisan Artikel Hukum, Penulisan Buku Ajar, Praktisi Agama Hindu, sarati Banten, Kepemangkuan, Kesulinggihan, dan Pengobatan Herbal.

96

Pengalaman menduduki jabatan antara lain: Ketua Dewan redaksi Majalah Kertha Patrika, Ketua Pusat studi Wanita Unud, Ketua Unit Penjaminan Mutu Program Pascasarjana Universitas Udayana, Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Udayana, sebagai tim Ahli Pembangunan Propinsi Bali, dan sebagai anggota sabha Walaka PHDI Pusat. terakhir, sebagai sulinggih sejak 1 Juli 2015.

Beberapa buku dan karya tulis yang pernah dihasilkan, antara lain : “Pemberdayaan Awig-awig menuju Ajeg Bali; Desa Adat Menggugat dan Digugat”; “ Makna Purusha dan Predhana dalam Agama Hindu dan Hukum Adat Bali”; “Pemberdayaan Awig-awig Menuju Ajeg Bali”; “Warna-warni Pemikiran tentang Adat dan Budaya Bali”; “Awig-awig sebagai sarana Pelestarian Lingkungan Hidup” (artikel dalam buku ; Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup”; “Peranan Awig-awig subak dalam Penglolaan Lingkungan Hidup” (artikel dalam jurnal Hukum Lingkungan); “tourism Development and Customary Land Law in Bali: the Case of the tenganan Pagringsingan Village” (artikel dalam southwestern Journal of International Law); “reflecting on tourism Activity in Bali: A Discourse on Communal right, Culture and Hindu Values (artikel dalam buku: sustainable tourism and Law), dan lain-lain.

Hobby : memelihara tanaman

97

98 Tulasi

98

Tulasi