Anda di halaman 1dari 4

SOAL LATIHAN BAB 14

Tuliskan B jika menurut anda kalimat berikut Benar dan S jika Salah.

1. Untuk bisa digolongkana sebagai aset tetap, suatu pengeluaran harus memenuhi
kriteria berikut:
 Mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun
 Jumlahnya cukup material B (Hal 343)
2. Mobil yang dimiliki suatu show room, seluruhnya merupakan inventory (barang
dagangan) B (Hal 343)
3. Biaya penyusutan aset tetap merupakan alokasi dari biaya penggunaan aset tetap
selama masa manfaatnya, secara sistematis dan teratur. B (Hal 343)
4. Capital expenditure adalah suatu pengeluaran modal baik jumlahnya material maupun
immaterial, dan mempunyai manfaat lebih dari satu tahun. S (Hal 343)
5. Revenue expenditure merupakan pengeluaran yang dilakukan perusahaan dalam
rangka menghasilkan pendapatan dan dibebankan ke dalam laba rugi pada saat
terjadinya beban tersebut. B (Hal 343)
6. Pembelian 1 set komputer seharga Rp 5.000.000, oleh pertamina ataupun oleh sebuah
perusahaan kecil harus dicatat sebagai capital expenditure. S (Hal 343)
7. Fixed tangible assets adalah aset tetap yang tidak mempunyai wujud/bentuk,sehingga
tidak bisa dilihat dan tidak bisa diraba, misalnya: tanah, gedung. S (Hal 344)
8. Natural resources (sumber alam), seperti pertambangan minyak, batubara merupakan
beberapa contoh dari fixed tangible assets. B (Hal 344)
9. Salah satu tujuan pemeriksaan aset tetap adalah:
“untuk memeriksa apakah disposal dari aset tetap sudah dicatat dengan benar di buku
perusahaan dan telah diotorisasi oleh pejabat perusahaan yang berwenang” B (Hal
345)
10. Kerugian dari trade-in atas aset tetap sejenis dicatat sebagai loss on trade-in,
sedangkan keuntungan dari trade-in dicatat sebagai pengurangan dari harga perolehan
aset tetap yang bru. B (Hal 345)
11. Waktu yang digunakan akuntan publik untuk memeriksa aset tetap biasanya lebih
banyak dibandingkan dengan waktu yang digunakaan untuk memeriksa persediaan
atau piutang. S (Hal 345)
12. Dalam memeriksa aset tetap, prosedur cut-off bukan merupakan hal yang penting
seperti pemeriksaan atas cut-off transactions dalam pemeriksaan pembelian dan
penjualan inventory. B (Hal 345)
13. Jika tahun sebelumnya perusahaan sudah di audit oleh kantor akuntan lain, saldo awal
aset tetap bisa dicocokan dengan laporan akuntan terdahulu dan kertas kerja
pemeriksaan akuntan tersebut B (Hal 345)
14. Bukti pemilikan aset tetap yang harus diperiksa, antara lain:
 IMB, sertifikat tanah dan SIPB untuk tanah dan gedung
 BPKB dan STNK untuk mobil dan motor B (Hal 346)
15. Salah satu prosedur pemeriksaan aset tetap adalah:
“Buat analisis tentang perkiraan rapair dan maintenance sehingga kita dapat
mengetahui apakah ada pengeluaran yang seharusnya masuk dalam kelompok capil
expenditures tetapi dicatat sebagai revenue expenditure” B (Hal 346)
16. Salah satu contoh internal control yang baik atas aset tetap adalah adanya kebijakan
tertulis dari manajemen mengenai capitalization dan depreciation policy. B (Hal 346)
17. Dalam melalukan pemeriksaan fisik aset tetap (inventarisasi) secara test basis, ada
dua pendapat :
a) Yang dites hanya penambahan dalam tahun berjalan yang jumlahnya besar.
b) Diutamakan penambahan yang besar serta beberapa aset tetap yang lama.
18. Salah satu audit objektif dalam pemeriksaan aset tetap adalah untuk menentukan
apakalah nilainya dicantumkan dalam laporan posisi keuangan (neraca) berdasarkan
cost or market which ever is lower .
19. Untuk memeriksa apakah property,plant,machinery and equpment yang tercantum di
laporan posisi keuangan (neraca) betul-betul ada dan dimiliki perusahaan, auditor
harus melakukan physical check (test basis) dan memeriksa surat-surat pemilikan dari
aset tetap tersebut.
20. Waktu auditor memeriksa surat-surat pemilikan mobil (STNK,BPKB dan lain-lain)
ternyata surat-surat tersebut bukan atas nama perusahaan yang diperiksa.Tapi ada
bukti-bukti pembayaran atas transaksi pembelian mobil tersebut yang diotorisasi
pejabat perusahaan yang berwenang. Dalam hal ini auditor harus menganggap bahwa
mobil tersebut bukan milik perusahaan yang diperiksa.
21. Dalam melakukan physical check atas aset tetap, biasanya auditor akan bisa
menemukan seandainya ada barang-barang yang rusak atau hilang tapi masih dicatat
dalam pembukuan.
22. Kesalahan dalam bentuk tidak membukukan”disposal of fixed assets”lebih sering
terjadi dibandingkan dengan “tidak mencatat penambahan aset tetap”.
23. Dalam memeriksa depreciation dari aset tetap, auditor harus melakukan tes atas
perhitungan depreciation tersebut dan check apakah depreciantion rate dan method
yang digunakan konsisten dengan tahun sebelumnya.
24. Perusahaan-perusahaan asing yang didirikan dan beroperasi di Indonesia akan
menyusutkan nilai tanah yang tercantum di laporan posisi keuangan (neraca) selama
masa kegunaannya,karena mereka hanya mendapatkan hak milik dari tanah tersebut.
25. Dalam notes to financial statement harus dijelaskan antara lain metode
penyusutan,estimated useful livesnya,cost,accunulated despreciation dan net book
value-nya dan harus dijelaskan juga seandainya ada aset tetap yang dijadikan jaminan.
SOAL LATIHAN BAB 12
Tuliskan B jika menurut anda kalimat berikut Benar dan S jika Salah.

1. Dalam suatu perusahaan industri, persediaan terdiri atas barang dalam proses dan
barang jadi.
2. Kesalahan dalam menentukan persediaan pada akhir periode akan mengakibatkan
kesalahan dalam perhitungan beban pokok penjualan dan laba perusahaan hanya
untuk periode tersebut.
3. Consignment-out merupakan bagian dari persediaan suatu perusahaan, sedangkan
conignment-in bukan merupakan persediaan perusahaan. B (Hal 298)
4. Salah satu tujuan pemeriksaan persediaan adalah untuk memeriksa apakah persediaan
yang tercantum di laporan posisi keuangan (neraca) betul-betul ada dan dimiliki oleh
perusahaan pada tanggal laporan posisi keuangan (neraca). B (Hal 300)
5. Salah satu ciri dari internal control yang baik atas persediaan adalah digunakannya
sistem anggaran (budget) untuk pembelian, produksi, penjualan dan penerimaan serta
pengeluaran kas. B (Hal 301)
6. Barang yang harga jualnya sudah pasti (logam muia) atau cepat rusak (hasil pertanian
seperti sayuran dan buah-buahan) bisa dinilai berdasarkan harga jual. B (Hal 301)
7. Dalam keadaan inflasi, pengunaan FIFO akan menghasilakn laba yang paling rendah
dibandingkan dengan perusahaan LIFO dan Avrage cost. S (Hal 301)
8. Untuk menghindari kerepotan dalam melaksanakn stock opname, perusahaan bisa saja
menghitung jumlah persediaan akhir dengan mengunakan gross pofit method, karena
metode tersebut sesuai dengan standar akuntansi keuangan.
9. Perpetual system biasanya digunakan pada perusahaan yang sejenis persediaannya
banyak tetapi Nilai persediaan perunitnya kecil. S (Hal 302)
10. Jika ada persediaan yang dijadikan jaminan kredit yang diperoleh perusahaan dari
bank, hal tersebut harus dijelaskan dalam catatan atas loporan keuangan. B (Hal 302)
11. Untuk memeriksa kewajaran dari nilai persediaan yang tercantum dilaporan posisis
keuanagan (neraca), auditor harus memeriksa kewajaran dari jumlah (quantity)
persediaan dalam unit costnya.
12. Untuk memeriksa kewajaran unit cost dari raw material, work in prosess dan finisshed
goods, auditor harus melakukan tes atau suplier invoice.
13. Untuk memeriksa apakah invintory dilaporan posisi keuangan (neraca) berdasarkan
“lower of cost or market” auditor harus membandingkannya dengan “latest invoice
price”
14. Pencantuman nilai inventory dilaporan posisi keuangan (neraca) berdasarkan “
replacefent cost” adalah sesuai dengan standar akutansi yang berlaku umum di
indonesia.
15. Untuk memeriksa kewajaran quaantity inventory, auditor harus melakukan
pemeriksaan secara fisik dari inventory tersebut, sedapat mungkin 100%.
16. Dalam melakukan oberpasi atas inventory taking, auditor bertidak sebagai pimpinan
tim dan auditorlah yang harus menyususn “physcal inventory instruction”.
17. Obserpasi dan inventory “taking harus dilakukan pada tanggal laporan posisi
keuangan (neraca) atau segera setelah/sebelum tanggal laporan posisi keuangan
(neraca).
18. Jika auditor tidak melakukan obserpasi atas inventory taking, dia bisa melakukan
prosedur alternatif untuk memeriksa kewajaran kuantitas inventory, yaitu dengan
melakukan tes atas catatan akuntansi klien, misalnya: kartu stock dan buku besar
persediaan.
19. Untuk menegtahui apakah ada persediaan yang dijadiak jaminan, cara satu-satunya
yang dapat dilakukan auditor adalah memeriksa notulen rapat (minutes of meetng)
direksi.
20. Dalam menghitung landed cost dari barang inpor, beberapa unsurnya antara lain cif,
bea masuk dan PPH 22.
21. Jika perusahaan mengunakan standard cost, seluruh variance yang timbul harus
dibebankan kebeban pokok penjuaan.
22. Salah satu bentuk window dressing yang bisa dilakukan perusahaan adalah mencatat
sales comitmmen sebagai penjualan, walaupun penyerahan barang baru dilakukan
diperiode berikutnya.
23. Dalam menentukan jumlah persediaan per tanggal laporan posisis keuangan (neraca),
aditor tidak perlu memeperhatikan apakah syarat pengiriman barang FOB shipping
poin destianation poin.
24. Jika syarat pengiriman barang adalah FOB syipping poin, maka hak milik dari barang
akan berpidah dari penjual kepembeli pada saat barang tiba digudang pembeli.
25. Jika perusahaan menghitung beban pokok penjualannya dengan mengunakan variabel
costing, hal tersebut tidak sesuai dngan akuntansi yang berlaku umum di indonesia.