Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb
Dengan Rahmat Allah yang maha kuasa maka telah tersusun buku Pedoman Organisasi
Radiologi RSU dr. G.L Tobing. Buku ini merupakan pedoman dalam pelaksaan kegiatan
manajemen di Instalasi radiologi dan Diagnostik Imajing.

Struktur organisasi Rumah Sakit dan susunan organisasi di Instalasi Radiologi dan
Diagnostik Imajing, susunan tenaga dan kualifikasi yang harus dipenuhi,tata hubungan kerja
antara pimpinan dan staf, antara rekan kerja dengan Instalasi terkait dapat kita temui di dalam
buku pedoman ini. Dengan buku pedoman pengorganisasian Instalasi kerja radiologi dan
Diagnostik Imajing diharapkan proses pelaksanaan kerja dalam lingkungan RSU dr. G.L Tobing
dapat berjalan dengan baik sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Saran, kritik dan masukan yang membangun kami harapkan demi kesempurnaan buku
ini.Kami sampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu terselesainya buku ini Semoga buku Pedoman Pengorganisasian Instalasi Kerja
radiologi dan Diagnostik Imajing ini dapat bermanfaat dalam pelaksanaan kerja di lingkungan
RSU dr. G.L Tobing khususnya Instalasi kerja Radiologi dan Diagnostik Imajing.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Tanjung Morawa, 6 Maret 2018


Kepala Instalasi Radiologi dan Diagnostik Imajing

dr. Henny Maisarah Sipahutar,Sp.Rad

i
DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar…………………………………………………………………….. i

Daftar Isi..................................... ............................................................................. ii

DEFINISI…………………………………………………………………………. 1

BAB I STRUKTUR ORGANISASI............................................................. 3

BAB II PELATIHAN DAN KUALIFIKASI……………………………… 4

BAB III KENDALI KETIDAKSESUAIAN DAN TINDAKAN 5


PEMBETULAN…………………………………………………….

BAB IV KENDALI DOKUMEN DAN REKAMAN………………………. 6

BAB V PELAKSANAAN RADIODIAGNOSTIK……………………… 7

BAB VI AUDIT DAN PENGKAJIAN KUALITAS………………………. 8

ii
DEFINISI
Dalam Program Jaminan Kualitas ini yang dimaksud dengan :

1. Radiologi adalah cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan Penggunaan semua
modalitas yang menggunakan Radiasi untuk diagnosis dan prosedur terapi dengan
menggunakan panduan Radiologi, termasuk teknik pencitraan dan Penggunaan Radiasi
dengan sinar-X dan zat radioaktif.
2. Instalasi radiologi adalah suatu fasilitas yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan
pelayanan radiologi, baik dengan peralatan radiasi pengion maupun bukan radiasi pengion.
3. Radiodiagnostik adalah pemanfaatan radiasi pengion dengan pesawat sinar-X untuk tujuan
diagnostik.
4. Pesawat sinar-X adalah sumber radiasi yang didesain untuk tujuan diagnostik yang terdiri
dari sistem sinar-X dan subsistem sinar-X atau komponen.
5. Sistem sinar-X adalah seperangkat komponen untuk menghasilkan radiasi pengion dengan
cara terkendali, yang meliputi sekurang-kurangnya generator tegangan tinggi, panel kontrol,
tabung sinar-X, kolimator, dan peralatan penunjang lainnya.
6. Pesawat Sinar-X Terpasang Tetap adalah pesawat sinar-X yang terpasang secara tetap
dalam ruangan yang digunakan untuk pemeriksaan umum secara rutin.
7. kVp (kilovolt peak) adalah nilai maksimum perbedaan potensial yang melintas didalam
tabung sinar-X selama terjadi sinar-X.
8. mAs (miliampere second) adalah arus tabung dalam miliamper dikalikan dengan waktu
ekspos atau penyinaran dalam satuan detik.
9. Focus Film Distance (FFD) adalah jarak antara titik fokus tabung pesawat sinar-X dengan
film.
10. Jaminan Kualitas adalah suatu perangkat manajemen yang bertujuan untuk meyakinkan
bahwa setiap penyinaran yang dilakukan di radiologi adalah perlu dan sesuai dengan
ketentuan medis, dan dilaksanakan :
a. Menurut aturan klinis;
b. Oleh personel yang kompeten dalam bidangnya; dengan menggunakan peralatan yang
terpilih dan berfungsi dengan baik;
11. Ketidak sesuaian adalah Suatu keadaan ketidakcukupan dalam karakteristik, dokumentasi,
atau prosedur yang mengakibatkan kualitas suatu barang, jasa, dan proses atau kegiatan tidak
dapat diterima atau tidak dapat ditetapkan.
12. Tindakan pembetulan adalah Tindakan yang diambil untuk memperbaiki keadaan yang
merugikan kualitas dan untuk menghindari pengulangan kesalahan.
13. Prosedur adalah Dokumen yang memberi pengarahan administratif bagi pegawai RSUB.
Prosedur menguraikan garis besar tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk
melaksanakan sistem manajemen organisasi Prosedur tidak digunakan untuk merinci cara-
cara pelaksanaan tugas-tugas teknis.

1
14. Dokumen adalah setiap tulisan atau informasi bergambar yang
menerangkan,mendefinisikan, menetapkan, melaporkan atau menyatakan suatu kegiatan,
persyaratan, prosedur atau hasil.
15. Rekaman adalah data atau informasi baik dalam bentuk tertulis, audio visual, maupun video
yang didapat setelah suatu pekerjaan dilakukan. Contoh: logbook, rekaman audio / video
data, laporan kegiatan, hasil perhitungan, surat perintah kerja dan dokumen lainnya yang
berkaitan, berita acara, surat menyurat, dan sebagainya.
16. Panel Kontrol adalah panel yang terletak pada ruang kontrol dan berfungsi untuk
mengendalikan pesawat sinar-X dari ruang kontrol.
17. Lampu Peringatan Radiasi adalah lampu berwarna merah yang akan menyala ketika
penyinaran dilakukan.
18. Pemegang Izin adalah pimpinan instalasi atau orang lain yang ditunjuk untuk mewakilinya
dan bertanggung jawab pada pimpinannya.
19. Petugas Proteksi Radiasi selanjutnya disingkat PPR adalah petugas yang ditunjuk oleh
pengusaha Instalasi dan oleh Badan Pengawas dinyatakan mampu melaksanakan pekerjaan
yang berhubungan dengan proteksi radiasi.
20. Dokter Spesialis Radiologi adalah dokter dengan spesialisasi di bidang Radiologi, yang
menggunakan Radiasi Pengion dan non pengion untuk membuat diagnosis dan melakukan
terapi Intervensi.
21. Penata Radiodiagnostik/Radiografer adalah tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi
dengan diberikan tugas, wewenang, dan tanggung jawab secara penuh untuk melakukan
kegiatan Radiologi Diagnostik dan Intervensional.
22. Badan Pengawas Tenaga Nuklir selanjutnya disingkat BAPETEN adalah Badan Pengawas
yang bertugas melaksanakan pengawasan terhadap segala kegiatan pemanfaatan tenaga
nuklir.

2
BAB I
STRUKTUR ORGANISASI
Struktur Organisasi

Kepala RSU dr. G.L Tobing selaku pengusaha Instalasi bersedia menyusun organisasi
atau tim jaminan kualitas radiodiagnostik. Struktur organisasi tim jaminan kualitas
radiodiagnostik RSU dr. G.L Tobing adalah sebagai berikut:

Gambar1. Struktur organisasi Program Jaminan Kualitas RSU dr. G.L Tobing.

Ka. Sub Divisi


Penunjang Medis

dr. Imelda Susianty Petugas Proteksi


Radiasi (PPR)
Ka. Instalasi Radiologi Nuryatno, Spd,M.Kes

dr. Henny Maisara Sipahutar,


Sp.Rad

Dokter Spesialis Radiologi Koordinator Radiologi


dr. Henny Maisara Sipahutar, Irmaya Retno Sari,Am.Rad
Sp.Rad

Pelayanan Foto Rontgen Administrasi


David Julius Panggabean,Am.Rad

Tugas, Kewajiban dan Tanggung jawab

1. Ka.Sub Divisi Penunjang Medis bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan jaminan
kualitas yang dilakukan oleh tim jaminan kualitas radiodiagnostik RSU dr. G.L Tobing, dan
berkoordinasi langsung dengan PPR.
2. Petugas Proteksi Radiasi mempunyai fungsi untuk menjamin keselamatan, baik pekerja,
pasien dan lingkungan dari bahaya radiasi.
3. Koordinator Radiologi bertanggung jawab untuk melakukan jaminan kualitas (Quality
Assurance) pesawat radiologi.
4. Pelayanan Foto Rontgen atau Radiografer membantu Koordinator dalam penyelenggarakan
operasional radiologi dan bertanggung jawab terhadap kelancaran pelayanan radiologi serta
turut melaksanakan pelayanan.
3
BAB II
PELATIHAN DAN KUALIFIKASI

Sebuah radiologi harus memiliki sumber daya manusia yang benar-benar mampu
melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar, tentu setiap personilnya harus memiliki
kualifikasi pendidikan formal yang cukup serta ditambah dengan mengikuti pelatihan-pelatihan
serta pendidikan lanjutan.

Di Instalasi Radiodiagnostik Bagian Radiologi Rumah Sakit Umum dr. G.L Tobing, petugas
atau personil radiodiagnostik yang ada dengan kualifikasinya adalah sebagai berikut :

1. Dokter konsultan radiologi, adalah dokter spesialis radiologi yang telah memperoleh brevet
dari perhimpunan profesi radiologi atau PDSRI ditambah dengan pendidikan khusus
radiodiagnostik selama dua tahun.
2. Penata radiodiagnostik / Radiografer, adalah petugas berjenjang D3 radiodiagnostik yang
menjalani tiga tahun pendidikan radiografer umum.
3. Petugas Proteksi Radiasi bidang kesehatan, adalah petugas yang telah menjalani pendidikan
tentang proteksi radiasi dan dinyatakan lulus serta telah mendapatkan SIB (surat izin
bekerja) dari BAPETEN.
Untuk meningkatkan kemampuan personil secara memadai sehingga berkemampuan
menjalankan kewajiban atau tanggung jawab yang ditugaskan dan mengerti keselamatan dari
kegiatan yang mereka lakukan, maka pengusaha instalasi akan mengikut sertakan para personil
untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh instansi-instansi seperti BATAN,
BAPETEN, Departemen Kesehatan atau Instansi lain yang ada kaitannya dengan Program
Jaminan Kualitas Instalasi Radiodiagnostik.
Pelatihan-pelatihan perlu dilakukan secara berkala dengan periode tertentu untuk memastikan
bahwa kemampuan atau keahlian personil tetap terjaga seiring dengan waktu dan perkembangan
teknologi maupun peraturan perundang-undangan. Adapun jenis pelatihan yang diikuti dan
dilakukan oleh personil Radiodiagnostik antara lain dosimetry, proteksi radiasi bidang kesehatan,
program jaminan kualitas, dan pelatihan pengoperasian serta perkembangan ilmu radiologi
lainnya sesuai kebutuhan.

4
BAB III
KENDALI KETIDAKSESUAIAN DAN TINDAKAN PEMBETULAN
Untuk menjamin kegiatan pelayanan radiodiagnsotik tetap berjalan dengan baik dan
keselamatan tetap terjaga, maka kendali ketidaksesuaian dan tindakan pembetulan harus
dilakukan dengan sungguh-sungguh. Kendali tersebut meliputi atas barang, jasa dan proses.
Barang, jasa dan proses tersebut perlu diidentifikasikan untuk memudahkan investigasi
penyebab ketidaksesuaian, dan tindakan perbaikan harus diambil untuk mencegah
ketidaksesuaian tersebut terjadi kembali di masa yang akan datang.
Prosedur ketidaksesuaian dan tindakan pembetulan perlu dibuat agar terdapat
keseragaman pemahaman atas pencegahan ketidaksesuaian dan tindakan pembetulan oleh setiap
personil radiodiagnostik di Radiologi. Prosedur tersebut harus menjelaskan tentang spesifikasi
teknis dari alat radiodiagnostik, proses pengecekan harian, mingguan, bulanan serta tahunan
untuk perawatan dan perbaikan pesawat radiodiagnostik.
Potensi-potensi yang memungkinkan terjadinya ketidaksesuaian dapat dipetakan menjadi
tiga bagian, sebagai berikut :
1. Manusia, yaitu berupa kesalahan dari pihak operator, petugas, dokter radiologi, teknisi
atau personil radiodiagnostik lainnya maupun pasien itu sendiri. Ketidaksesuaian bisa
berupa kesalahan pengoperasian, kesalahan dalam membaca data pasien dan
sebagainya.
2. Mesin, yaitu berupa kesalahan parameter, spesifikasi maupun hal-hal teknis lainnya.
3. Antar muka antara mesin dan manusia yang berupa, petunjuk pelaksanaan, prosedur
kerja, spesifikasi teknis mesin, dan dokumen lain yang berhubungan dengan
pengopersian Radiodiagnostik.
Setiap ketidaksesuaian akan dicatat dan dilaporkan kepada Koordinator Radiologi, dalam hal ini
sebagai penanggung jawab terhadap program jaminan kualitas untuk kemudian dilakukan
tindakan khusus dalam mengatasi ketidaksesuaian. Tindakan khusus yang akan diambil
disesuaikan dengan ketidaksesuaian yang terjadi, dan dijelaskan pada prosedur kerja.

5
BAB IV
KENDALI DOKUMEN DAN REKAMAN
Dalam melaksanakan program jaminan kualitas di Radiologi Rumah Sakit Umum dr. G.L
Tobing akan memunculkan banyak dokumen dan rekaman, untuk itu perlu adanya sebuah
prosedur yang mengatur kendali atas dokumen dan rekaman tersebut sehingga tetap valid dan up
to date, sedangkan personil yang ditugaskan adalah orang yang tertentu dan diberi akses pada
informasi yang sesuai. Dalam hal ini Koordinator Radiologi sebagai ketua program jaminan
kualitas bertanggung jawab atas terselenggaranya dokumentasi yang berhubungan dengan PJK
Radiodiagnostik.
Rekaman-rekaman yang berhubungan dengan personil dan rekaman yang menguraikan
status, karakteristik barang dan jasa, menguraikan kinerja mengenai kualitas harus direview,
disetujui, dan dipelihara. Semua rekaman harus jelas, lengkap, dan dapat diidentifikasikan.
Sistem perekaman harus ditetapkan untuk menyediakan identifikasi, pengumpulan, pembuatan
indeks, pengarsipan, penyimpanan, pemeliharaan, penarikan, dan penghapusan rekaman. Waktu
penyimpanan rekaman harus ditetapkan secara konsisten sesuai dengan jenis rekaman dan
material yang ditentukan.
Jenis-jenis dokumen bisa berupa dokumen mesin, yang menjelaskan spesifikasi teknis
alat, dokumen prosedur kerja, dokumen PJK Radiodiagnostik., dan lain sebagainya. Sedangkan
rekaman dapat berupa data-data pasien, data pengukuran mesin, dan lain-lain yang berhubungan
dengan operasional Radiodiagnostik.

6
BAB V
PELAKSANAAN RADIODIAGNOSTIK
Setiap kegiatan yang dilakukan pada radiologi harus direncanakan terlebih dahulu serta
dilaksanakan sesuai dengan prosedur, petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis yang berlaku dan
tereview secara berkala untuk menjamin kecukupan dan efektifitasnya.
Prosedur kerja yang telah dibuat meliputi prosedur pengoperasian dalam keadaan normal
dan prosedur kerja dalam keadaan darurat serta petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis.
Prosedur-prosedur tersebut akan menjelaskan secara rinci setiap pekerjaan atau proses
operasional Radiodiagnostik. Jika di kemudian hari terdapat penambahan peralatan operasional
Radiodiagnostik maka perlu dibuatkan prosedur kerja untuk alat tersebut. Sehingga setiap jenis
pekerjaan atau proses dalam instalasi Radiologi akan memiliki standar pengoperasian dan untuk
kemudahan dalam evaluasi maupun audit kualitas.

7
BAB VI
AUDIT DAN PENGKAJIAN KUALITAS
Dalam rangka meningkatkan kinerja personil Instalasi Radiologi RSU dr. G.L Tobing,
mengembangkan efektifitas manajemen dan memantau kualitas alat radiodiagnostik, jasa dan
proses, maka perlu dilakukan langkah-langkah audit dan pengkajian kualitas secara berkala
sebagai bagian dari pelaksanaan program jaminan kualitas di RSU dr. G.L Tobing. Audit dan
pengkajian kualitas bisa dilakukan baik dari pihak manajemen sendiri maupun dari pihak
independen.
Dasar dalam penilaian audit dan pengkajian kualitas adalah standar dan prosedur yang
telah dibuat. Dengan memperhatikan kendala dan permasalahan yang ada di lapangan akan
didapatkan kelemahan dan hambatan untuk kemudian dilakukan perbaikan, baik dari sisi
manajemen, kinerja personil maupun kualitas peralatan radiodiagnostik.
Materi audit dan pengkajian kualitas akan meliputi mesin, manusia dan antar muka mesin
dan manusia. Sedangkan jadwal audit ditentukan pihak manejemen, dan dilakukan setiap periode
tertentu.
Semua tindakan audit dan pengkajian kualitas dilakukan untuk tujuan keselamatan nuklir
dan tercapainya program jaminan kualitas Radiodiagnostik Radiologi RSU dr. G.L Tobing
Tanjung Morawa.

Ditetapkan di : Tanjung Morawa


Pada Tanggal : 8 Maret 2018
Rumah Sakit Umum dr. G.L Tobing

dr. NOVI FITRIANI


Kepala