Anda di halaman 1dari 11

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG

KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI KECAMATAN PAMULANG

Sri Haryanto

Program Studi S1 Keperawatan


Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang
Email : koesharrykoes@yahoo.co.id

ABSTRAK
Latar Belakang: Kebersihan lingkungan adalah suatu usaha pengendalian faktor-
faktor lingkungan untuk mencegah timbulnya suatu penyakit dan penularannya yang
disebabkan oleh faktor lingkungan tersebut. Kebersihan lingkungan sangat erat kaitannya
dengan kesehatan masyarakat sekitarnya, berbagai permasalahan sering disebabkan kurangnya
informasi yang diterima oleh masyarakat. Tujuan: mengetahui gambaran pengetahuan
keluarga di Kecamatan Pamulang tentang kebersihan lingkungan lingkungan. Metode:
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang menggambarkan pengetahuan keluarga
tentang kebersihan lingkungan yang dilaksanakan pada tahun 2013 pada 99 KK. Metode
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pengamatan
(observasi) dan wawancara (kuesioner). Hasil: Masyarakat Kecamatan Pamulang memiliki
pengetahuan baik tentang kebersihan lingkungan 40 responden (40,4 %), yang memiliki
pengetahuan cukup berjumlah 53 responden (53,5 %) dan yang memiliki pengetahuan kurang
baik tentang kebersihan lingkungan berjumlah 6 responden (6,1%). Kesimpulan: Sebagian
besar keluarga di Kecamatan Pamulang memiliki pengetahuan baik tentang kebersihan
lingkungan.

Kata Kunci: Pengetahuan Keluarga, Kebersihan Lingkungan

ABSTRACT
Background: Sanitation is a public health efforts focused on controlling the various
environmental factors such that the emergence of the disease can be avoided. So it can be said
that sanitation is an effort to control environmental factors to prevent the onset of a disease
and its transmission caused by environmental factors. Objective: to determine the description
of family knowledge on environmental sanitation. Mehods: This study used a descriptive
method that describes the family knowledge, on sanitation was conducted in 2013 in the
Pamulang district with a total of 99 respondents. This study used a questionnaire as a
research instrument. Results: People coastal Pamulang district which have good knowledge
about the sanitation of 40 respondents (40,4 %), which has sufficient knowledge totaled 53
respondents (53,5 %) and who have poor knowledge about sanitation amounted to 6
respondents (6,1%). Conclusion: Most families in the District Pamulang have good
knowledge about the cleanliness of the environment.

Keywords : Family Knowledge , Environmental Sanitation


LATAR BELAKANG

Rencana pembangunan kesehatan kesakitan yang disebabkan oleh buruknya

menuju Indonesia sehat diawali dengan kesehatan lingkungan ini diperkirakan

tinjauan tentang keadaan, masalah dan masih akan meningkat di masa yang akan

kecenderungannya dalam bidang kesehatan datang seiring dengan semakin banyaknya

di Indonesia. Menurut survey kesehatan kawasan-kawasan kumuh, baik dipekotaan

rumah tangga 1995 dikatakan bahwa maupun di daerah semi urban. Usaha

penyakit yang erat hubungannya dengan kesehatan lingkungan di Indonesia mulai

perilaku dan lingkungan masih termasuk dirilis sejak tahun 1882 dimana pada saat

dalam sepuluh besar penyakit yang diderita itu telah berhasil disusun undang-undang

oleh penduduk di Indonesia. tentang hygiene. Tetapi sampai saat ini

Hingga saat ini masih ada kesehatan lingkungan di Indonesia masih

masyarakat yang belum membiasakan diri dirasakan belum memenuhi kebutuhan

untuk buang air besar pada tempat yang sanitasi dasar yaitu sanitasi minimal yang

benar, masih membuang sampah diperlukan agar dapat memenuhi krieria

sembarangan, serta memperluas lahan kesehatan pemukiman. Kriteria tersebut

pertanian dan perikanan dengan melakukan antara lain adalah perbaikan perumahan,

penebangan hutan tak terkendali tanpa jamban, sarana penyediaan air minum,

mempertimbangkan keseimbangan pembuangan sampah dan air limbah

lingkungan sehingga menyebabkan (Sumijatun dkk, 2005).

terjadinya ledakan pembiakan nyamuk dan Kebersihan lingkungan adalah

hewan penular penyakit lainnya sehingga usaha kesehatan masyarakat yang

akan memperburuk situasi. Angka menitikberatkan pada pengawasan terhadap


berbagai faktor lingkungan sedemikian Tantangan pembangunan

rupa sehingga munculnya penyakit dapat kebersihan lingkungan di Indonesia adalah

dihindari. Sehingga dapat dikatakan bahwa masalah sosial budaya dan perilaku

kebersihan lingkungan adalah suatu usaha penduduk yang terbiasa buang air besar

pengendalian faktor-faktor lingkungan (BAB) disembarang tempat, khususnya ke

untuk mencegah timbulnya suatu penyakit badan air yang juga digunakan untuk

dan penularannya yang disebabkan oleh mencuci dan mandi (Depkes RI 2008

faktor lingkungan tersebut, sehingga STBM).

derajat kesehatan masyarakat dapat Rendahnya kesadaran dari

optimal. Hal mendasar yang menyebabkan masyarakat di Indonesia terhadap

sulitnya pelaksanaan upaya kebersihan kebersihan lingkungan karena umumnya

lingkungan di daerah pesisir dan kepulauan masyarakat di Indonesia hanya memikirkan

ialah rendahnya pemahaman mengenai dan fokus untuk berusaha memenuhi

pentingnya upaya kebersihan lingkungan kebutuhan keluarga, maka penulis ingin

serta kemampuan finansial yang kurang untuk melakukan penelitian tentang

mencukupi bagi setiap rumah tangga untuk gambaran pengetahuan keluarga tentang

mengupayakan kebersihan lingkungan kebersihan lingkungan di Kecamatan

rumah tangga yang memenuhi syarat. Pamulang yang bertujuan untuk

Kebersihan lingkungan sangat erat mengetahui bagaimana gambaran

kaitannya dengan kesehatan masyarakat kebersihan lingkungan keluarga di

sekitarnya, berbagai permasalahan sering Kecamatan Pamulang. Tujuan dari

disebabkan kurangnya informasi yang penelitian ini yaitu untuk mengetahui

diterima oleh masyarakat pesisir pantai. pengetahuan keluarga di Kecamatan


Pamulang tentang kebersihan lingkungan HASIL

lingkungan. Tabel 1 Distribusi Karakteristik Responden

Karakteristik
n %
Responden
METODE
Jenis Kelamin
Jenis penelitian ini adalah
Laki-laki 38 38,3
Perempuan 61 61,7
penelitian deskriptif yang menggambarkan

tentang pengetahuan tentang kebersihan Umur


20-30 22 22,2
lingkungan masyarakat Kecamatan 31-40 21 21,2
41-50 28 28,3
Pamulang. Penelitian ini dilaksanakan di >50 28 28,3

Kecamatan Pamulang pada bulan Januari Pekerjaan


Tani 10 10,1
2013. Penentuan populasi berdasarkan data
Nelayan 46 46,3
sekunder yang diperoleh dari pengambilan Pedagang 19 19,1
Sopir 2 2,1
data di kantor Kelurahan Pamulang pada Swasta 12 12,1
PNS 1 1,1
2012 yaitu sebanyak 2033 KK dengan Montir 1 1,1
jumlah sampel sebanyak 99 responden. Buruh 8 8,1

Metode pengumpulan data yang Tingkat pendidikan


Tidak tamat SD 8 8,1
digunakan dalam penelitian ini Tamat SD 39 39,3
Tamat SMP 26 26,3
menggunakan metode pengamatan Tamat SMA/SMK 25 25,2
Tamat PT 1 1,1
(observasi) dan wawancara (kuesioner).

Dari hasil yang didapatkan

responden lebih banyak perempuan 61

responden (61,7%) dibandingkan laki-

laki 38 responden (38,3%). Responden


pada umumnya yaitu kelompok umur 41- Pengetahuan

50 tahun dan > 50 tahun dengan jumlah 28 Pengetahuan n %


responden (28,2 %) yang merupakan Baik 40 40,4
Cukup 53 53,5
kepala rumah tangga atau ibu rumah tangga Kurang 6 6,1
Total 99 100
yang dianggap tahu tentang kebiasaan dan

keadaan lingkungan sekitar rumah. Pada pengetahuan menunjukan

Jumlah pekerjaan yang paling bahwa dari 99 responden yang menjadi

banyak yaitu nelayan 46 responden sampel, responden yang memiliki

(46,3%) dengan tingkat pendidikan terakhir pengetahuan baik dari 15 pertanyaan

tamat SD 39 responden (39,3%). kuesioner tentang pengetahuan yang

diberikan berjumlah 40 responden (40,4%),

Tabel Distribusi Responden yang memiliki pengetahuan cukup

Tabel 2. Distribusi Responden berjumlah 53 responden (53,5%), dan

Berdasarkan Pertanyaan Tentang responden yang memiliki pengetahuan

kurang berjumlah 6 responden (6,1%).

DISKUSI

Hasil dalam penelitian ini menunjukan diberikan berjumlah 40 responden (40,4%),

bahwa tingkat pengetahuan dari keluarga yang memiliki pengetahuan cukup

sebagian besar baik. Pada pengetahuan berjumlah 53 responden (53,5%), dan

menunjukan bahwa dari 99 responden yang responden yang memiliki pengetahuan

menjadi sampel, responden yang memiliki kurang berjumlah 6 responden (6,1%).

pengetahuan baik dari 15 pertanyaan Menurut Notoatmodjo kesehatan

kuesioner tentang pengetahuan yang lingkungan adalah suatu kondisi atau


keadaan lingkungan yang optimum lingkungannya agar dapat menjamin

sehingga berpengaruh positif terhadap keadaan sehat dari manusia. Ruang

terwujudnya status kesehatan yang lingkupnya mencakup penyediaan air

optimum pula. Menurut Walter R.L minum, air buangan dan pengendalian

kesehatan lingkungan adalah hubungan pencemaran, pengelolaan sampah padat,

timbal balik antara manusia dan pengendalian vector, pencegahan dan

lingkungan yang berakibat atau pengendalian pencemaran tanah dan

mempengaruhi derajat kesehatan manusia. ekskreta manusia, hygiene makanan,

Menurut WHO kesehatan lingkungan pengendalian pencemaran udara,

adalah suatu keseimbangan ekologi yang pengendalian radiasi, kesehatan kerja,

harus ada diantara manusia dan pengendalian kebisingan perumahan dan

lingkungannya agar dapat menjamin permukiman, perencanaan daerah

keadaan sehat dari manusia. Menurut perkotaan, kesehatan lingkungan

Susanna D, dkk kesehatan lingkungan transportasi udara, laut dan darat,

adalah ilmu yang mempelajari hubungan pencegahan kecelakaan, rekreasi umum

interaktif antara komunitas dengan dan pariwisata, tindakan sanitasi yang

perubahan lingkungan yang memiliki berhubungan dengan epidemik dan

potensi bahaya/menimbulkan gangguan bencana

kesehatan/penyakit serta mencari upaya

penanggulanganya (Sumijatun dkk, 2005) Indikator Kesehatan Lingkungan

Menurut WHO, kesehatan lingkungan Dari berbagai permasalahan yang ada

adalah suatu keseimbangan ekologis yang mengenai kesehatan lingkungan di negara

harus ada antara manusia dengan berkembang, ada lima area penting yang
perlu untuk dipahami yaitu perumahan,

penyediaan air bersih, penanganan sampah, b. Penyediaan Air Bersih

penanganan tinja dan pembuangan air Air merupakan salah satu unsur

limbah. yang sangat penting dalam kehidupan

manusia. Didalam tubuh manusia

a. Perumahan sendiri sebagian besar terdiri atas air.

Rumah merupakan salah satu Menurut proporsinya tubuh orang

persyaratan bagi kehidupan manusia. dewasa mengandung air sekitar 55-60%,

Karena sebagian besar waktu kehidupan anak-anak 65% dan bayi 80%. Menurut

manusia dihabiskan dirumah. perhitungan WHO dinegara maju tiap

Persyaratan rumah sehat menjadi sangat orang memerlukan sekitar 60-120 liter

penting. (Sumijatun dkk, 2005). per hari. Sedangkan dinegara

Perumahan yang baik terdiri dari berkembang termasuk Indonesia

kumpulan rumah yang dilengkapi memerlukan 30-60 liter air perhari. Air

dengan berbagai fasilitas pendukungnya yang dikonsumsi juga harus melewati

seperti sarana jalan, saluran air kotor, syarat-syarat kesehatan yang telah

tempat sampah, sumber air bersih, ditentukan. (Sumijatun dkk, 2005)

lampu jalan, lapangan tempat bermain c. Pembuangan Kotoran Manusia

anak-anak, sekolah, tempat ibadah, balai Permasalahan pembuangan kotoran

pertemuan dan pusat kesehatan manusia (tinja) semakin meningkat

masyarakat serta bebas banjir. (Chandra dengan adanya penambahan penduduk

budiman, 2006). yang tidak sebanding dengan area

pemukiman. Ditinjau dari segi ilmu


kesehatan masyarakat ,masalah Sampah ialah segala sesuatu yang

pembuangan tinja merupakan masalah tidak lagi dikehendaki oleh yang punya

yang urgen untuk di atasi, karna tinja dan bersifat padat. Sampah ini ada yang

dapat menyebarkan penyakit, antara lain mudah membusuk dan adapula yang

tifus, disentri, kolera, dan bermacam- tidak mudah membusuk. Yang

macam cacing seperti cacing gelang, membusuk terutama terdiri atas zat-zat

kremi, tambang dan pita. Untuk organik seperti sisa sayuran, sisa daging,

mengurangi kontaminasi tinja terhadap daun dan lain-lain. Sedangkan yang

lingkungan, maka perlu adanya tidak membusuk dapat berupa plastik,

persyaratan yang harus dipenuhi. kertas, karet, logam ataupun abu, bahan

(Sumijatun dkk, 2005). bangunan bekas dan lain-lain. (Salmet

Soemira juli, 2009)

d. Penanganan Sampah

Menurut para ahli kesehatan Terciptanya masyarakat sehat yang

masyarakat di Amerika, sampah mandiri dan berkemampuan akan

(limbah) adalah sesutau yang tidak menjadi harapan tersendiri saat mereka

digunakan, tidak dipakai, tidak berhasil mengaplikasikan kesehatan

disenangi atau sesuatu yang dibuang, lingkungan dengan baik. Jika

berasal dari kegiatan manusia dan tidak masyarakat sehat, maka hal ini akan

terjadi dengan sendirinaya. Sampah menciptakan generasi yang mandiri

terdiri dari 3 jenis yaitu sampah padat, terutama secara finansial karena jiwa

cair dan gas. (Sumijatun dkk, 2005). dan badan yang sehat tentunya akan

memberikan semangat tersendiri serta


rasa fokus bagi mereka dalam bekerja. lingkungannya tetap bersih dapat

Mereka tidak akan terbebani untuk dilakukan dengan program pembersihan

berobat ke dokter sehingga konsentrasi massal di daerah yang memungkinkan

dalam bekerja akan semakin meningkat. tempat berkumpulnya sumber penyakit

Ketika mereka sudah mandiri secara seperti tempat pembuangan sampah

finansial, maka mereka berkemampuan akhir, sungai, gorong-gorong, hingga

untuk mengaktulisasikan diri dalam rumah masing-masing warga dapat

kehidupan masing-masing. mewujudkan terbangunnya komunitas

Saat menggerakkan masyarakat pecinta kebersihan.

agar sadar pentingnya kebersihan bagi

kehidupan, mereka memerlukan contoh KESIMPULAN

konkret yang bisa dilihat dari program Sebagian besar keluarga di

pemerintah dalam mendukung Kecamatan Pamulang memiliki

kesehatan lingkungan juga menjadi pengetahuan baik tentang kebersihan

bentuk dukungan pemerintah agar lingkungan berjumlah 40 responden

masyarakatnya tetap berfokus pada (40,4%), yang memiliki pengetahuan

penciptaan lingkungan yang lebih baik. cukup berjumlah 53 responden (53,5 %)

Pelaksanaan beberapa aktivitas dan yang memiliki pengetahuan kurang

dalam menggalang kesadaran baik tentang kebersihan lingkungan

masyarakat untuk menjaga berjumlah 6 responden (6,1%).


DAFTAR PUSTAKA

Chandra budiman, Pengantar Kesehatan Perilaku Kesehatan. Jakarta.

Lingkungan, Jakarta : EGC, 2006. Prabu, 2009, kesehatan lingkungan

Depkes RI, 2008. Strategi Nasional (online), http//:

Kebersihan lingkungan Total putraprabu.wordpress.com,

Berbasis Masyarakat (diakses 1 agustus 2012)

Entjang Indan, Ilmu Kesehatan Slamet, 2009, Kesehatan Lingkungan,

Masyarakat, Bandung : Citra Jogjakarta : Gadjah Mada

aditya bakri, 2000 University Press,

Hidayat Alimul Aziz A , 2007, Metode Sumijatun dkk, 2005, konsep dasar

Penelitian Kebidanan dan Tehnik keperawatan komunitas, jakarta :

Analisis Data, Jakarta : Medika EGC.

Salemba. Suparyanto Dr, M.Kes, 2010, Konsep dasar

Katiandagho, 2013. Hubungan Antara pengetahuan (online),

Pengetahuan Dan Sikap Dengan www.google.com (diakses 2

Tindakan Kebersihan lingkungan agustus 2012)

Masyarakat di Kelurahan Yani Achir S. Hamid, 2007, Buku

Bunaken Kecamatan Kepulauan Ajar Riset Keperawatan: Konsep, Etika,

Bunaken Kota Manado. Manado dan Instrumentasi, Jakarta: EGC.

(jurnal) Vol 2 No 3 tahun 2014

jurnal media kesehatan. diakses

tanggal 20 Oktober 2014

Notoatmodjo, S. 2007. Pendidikan dan