Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 1

(PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER)

Laporan
disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah PLC 1

oleh:

Faris Achmad Fajar


(NIM 216341033)

PROGRAM STUDI TEKNIK MEKATRONIKA


JURUSAN TEKNIK OTOMASI MANUFAKTUR DAN MEKATRONIKA
POLITEKNIK MANUFAKTUR NEGERI BANDUNG
2018
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Tujuan
a. Memahami mengenai PLC.
b. Mengetahui dan memahami macam-macam PLC.
c. Mahasiswa mampu mengoperasikan mesin yang dikendalikan
menggunakan PLC Omron.
d. Mahasiswa mampu membuat program menggunakan menggunakan
software CX-Programmer.
1.2 Pengertian PLC (Programmable Logic Controller)
PLC (Programmable Logic Controller) adalah sebuah rangkaian elektronik
yang dapat mengerjakan berbagai fungsi-fungsi kontrol pada level-level kompleks.
Alat ini mempunyai kemampuan untuk menyimpan intruksi-intruksi dari fungsi
kontrol sehingga dapat melaksanakan suatu perintah kerja yang sekuensial
(berurutan), perhtungan aritmatik, waktu maupun sarana komunikasi untuk
mengontrol baik itu sebuah mesin ataupun proses pangerjaan. PLC dapat
diprogram, dikontrol, dan dioperasikan oleh operator karena alat tersebut mampu
menerima masukan dari luar dan menghasilkan keluaran untuk mengendalikan
suatu sistem. PLC umumnya digambarkan dengan garis dan peralatan pada suatu
diagram ladder. Hasil diagram tersebut pada komputer menggambarkan hubungan
yang diperlukan untuk suatu proses. PLC akan mengoperasikan semua sistem yang
mempunyai output.
Bahasa pemrograman yang digunakan salam PLC sebenarnya beragam
tergantung dari pabrikan yang membuatnya. Tetapi yang umumnya digunakan
adalah:
1. Ladder Diagram.
2. Statemen List.
3. Function Block.
4. Structure Text.
Dalam praktikum ini sendiri, bahasa pemrograman yang digunakan adalah
Ladder Diagram karena bahasa tersebut yang paling populer dan sering digunakan
dalam membuat program PLC.

2.2 Bagian-bagian Pada PLC


PLC sesungguhnya merupakan sistem mikrokontroler khusus untuk
industri, artinya seperangkat perangkat lunak dan keras yang diadaptasi untuk
keperluan aplikasi dalam dunia industri. Elemen-elemen sebuah PLC terdiri atas :
a. Central Processing Unit
CPU merupakan bagian utama dan merupakan otak dari PLC. CPU ini
berfungsi untuk melakukan komunikasi dengan PC atau console,
interkoneksi pada setiap bagian PLC, mengeksekusi program-program,
serta mengatur input dan output sistem.
Terdiri dari 3 bagian penting :
• Mikroprosesor, merupakan pusat pengolahan operasi matematika
dan logika
• Memori, tempat penyimpanan data
• Power supply, sebagai sumber untuk PLC, bisa AC atau DC.

b. Programmer/Monitor (PM)
Sebuah device yang digunakan untuk komunikasi dengan circuit dalam
sebuah PLC. Contohnya adalah sebuah PC (Personal Computer)

c. I/O module
Input modul memiliki terminal yang menghubungkan sinyal dari luar PLC
menuju ke dalam PLC, seperti sensor atau transducer. Untuk jumlahnya itu
ada yang terbatas atau dibatasi, dan ada juga yang bisa ditambah.
Output modul juga memiliki terminal yang menghubungkan sinyal dari
dalam PLC ke luar PLC, dan nantinya dapat dihubungkan dengan berbagai
aktuator, seperti lampu, solenoid, motor bahkan relay.
2.3 PLC Omron CP1H
Omron memiliki beberapa tipe PLC dengan spesifikasi yang berbeda, seperti
C200 Series, CP Series, CJ Series, dan CS Series. Dengan beberapa jenis CPU serta
komunikasi yang berbeda.
PLC Omron tipe CP1H merupakan jenis PLC Compact Module. PLC Omron
tipe CP1H memiliki spesifikasi:

Mengetik Model catu daya AC Model catu daya DC


Model CP1H - [] [] [] - A CP1H - [] [] [] - D
Sumber Daya listrik 100 sampai 240 VAC 50/60 Hz 24 VDC
85 264 VAC 20,4 sampai 26,4 VDC
(Dengan 4 atau lebih Unit Ekspansi
Rentang voltase
dan
operasi
Unit I / O Ekspansi: 21,6 sampai
26,4 VDC)
Konsumsi daya 100 VA maks. (CP1H - [] [] [] - A) 50 W maks. (CP1H - [] [] [] - D)
100 sampai 120 input VAC: 30 maks. (Untuk mulai dingin di
20 maks. (Untuk mulai dingin di kamar
kamar suhu)
suhu) 20 ms maks.
Arus masuk 8 ms maks.
sekarang * 200 sampai 240 input VAC:
40 maks. (Untuk mulai dingin di
kamar
suhu),
8 ms maks.
Catu daya eksternal 300 mA pada 24 VDC Tidak ada
20 MΩ min. (Di 500 VDC) antara Tidak ada isolasi antara primer dan
Resistansi isolasi Terminal AC eksternal dan terminal sekunder
GR Untuk catu daya DC
2.300 VAC pada 50/60 Hz selama 1 Tidak ada isolasi antara primer dan
menit antara sekunder
Kekuatan dielektrik Terminal AC dan GR eksternal, Untuk catu daya DC
kebocoran
Saat ini: 5 mA maks.
Kebisingan Sesuai dengan IEC 61000-4-4. 2 kV (jalur catu daya)
kekebalan
Sesuai dengan JIS C60068-2-6. Amplitudo 10 sampai 57 Hz, 0,075 mm, 57
Resistansi getaran
sampai 150 Hz,
Percepatan: 9,8 m / s 2 di X, Y, dan Z arah masing-masing 80 menit. Sapu
waktu:
8 menit × 10 sapuan = total waktu 80 menit)
Sesuai dengan JIS C60068-2-27. 147 m / s 2 tiga kali masing-masing dalam
Shock resistance
arah X, Y, dan Z
Ambient beroperasi 0 sampai 55 ° C
suhu
Ambient 10% sampai 90% (tanpa kondensasi)
kelembaban
Ambient beroperasi Tidak ada gas korosif
lingkungan Hidup
Penyimpanan -20 sampai 75 ° C (tidak termasuk baterai.)
sekitar
suhu
Power holding time 10 ms min. 2 ms min.

Saat akan mengirimkan program atau men-download program dari PC ke


PLC maka kita bisa menggunakan USB Port Communication.
Saat kita menghubungkan USB cable ke PC, maka PC kita akan meminta
source driver-nya, oleh karena itu kita harus meng-install driver USB Cable
tersebut, dengan cara sebagai berikut :
a. Saat USB cable terhubung ke PC, maka akan muncul message
b. Klik message tersebut, lalu akan muncul tampilan Found New Hardware
Wizard
c. Click Next to Continue
d. Pilih “Install from a list or spesific location (advanced)”
e. Click Next to Continue
f. Pilih “Include this location in ......”
Click Browse dan pilih C:\Program Files\Omron\CX-
Server\USB\Win\Inf
Click Next
g. Akan muncul tampilan Hardware Installation, click “Continue Anyway”
h. Click Finish
i. Untuk memastikan bahwa driver-nya ter-install dengan baik, maka periksa
di Device Manager.
Jika sudah menginstal driver USB, maka langkah selanjutnya yang perlu
diketahui adalah untuk mengupload program yaitu sebagai berikut:
1. Compile program yang telah dibuat untuk memastikan bahwa
program tersebut tidak terdapat sesuatu yang Error. (Tekan F7)

2. Hubungkan PC dan hardware PLC menggunakan kabel USB yang


sesuai. Lalu klik perintah Work Online untuk menghubungkan ke
sistem PLC. (Tekan CTRL+W)

3. Setelah melakukan Work Online, maka software akan menampilkan


message box berikut ini. Pilih Yes dan ikuti langkah berikutnya
dengan tetap memilih Yes

4. Transfer program yang telah dibuat ke Hardware PLC (Tekan


CTRL+T)
2.4 Software CX-Programmer
CX-Programmer merupakan software khusus untuk pemrograman PLC
OMRON. CX-Programmer ini sendiri merupakan salah satu software bagian dari
CX-One. Dengan CX-Programmer ini, macam-macam PLC buatan OMRON dapat
di program. Salah satu fitur yang ada dalam software ini yaitu adanya fitur simulasi
tanpa harus terhubung dengan PLC, sehingga program yang telah dibuat dapat
disimulasikan dengan mudah. Simulasi tersebut juga dapat dihubungkan dengan
HMI PLC Omron yang telah dibuat dengan menggunakan CX-Designer. Software
inilah yang digunakan pada praktikum kali ini.
Ada beberapa function yang dapat kita gunakan pada software ini , yaitu:

a. SET dan RSET


Mengaktifkan Bit pada SET akan menghasilkan kondisi ON. Kondisi akan
kembali OFF jika bit pada RSET diaktifkan.
b. KEEP
Berfungsi untuk mempertahankan status bit (ON atau OFF) dengan kondisi
latching, sama seperti SET dan RSET.

c. IL dan ILC (Interlock)


Jika kondisi IL adalah OFF, maka semua output yang terletak antara IL dan ILC
akan menghasikan kondisi OFF atau reset. Akan tetapi apabila kondisi IL adalah
ON maka output antara IL dan ILC bekerja normal kembali.

d. CNT
Instruksi Counter digunakan untuk menghitung input yang masuk ke dalam
counter tersebut.

Cara kerja instruksi counter adalah, ketika counter (CNT 0000) mendapat
input sebanyak dari set value maka akan mengaktifkan contact C0000 sehingga
output (1.00) akan aktif. Sedangkan untuk me-reset counter bisa menggunakan
input 0.01.
e. MOV
Move adalah intruksi untuk memindahkan data dari 1 lokasi (sourcing word) ke
lokasi data 2 (Destination). Lokasi yang ingin dipindahkan dapat berupa nilai
ataupun memori. Untuk membuat intruksi MOV ketik I pada Cx-Programmer dan
tulis MOV #5 W0 untuk memindahkan nilai 5 hexa ke dalam memori W0, MOV
&10 W0 untuk memindahkan nilai 10 desimal ke alamat W0, dan MOV W0 W1
untuk memindahkan nilai memori di W0 ke Memori W1.
ket:
MOV : intruksi move dalam cx designer
# : menandakan Nilai dalam bentuk Hexadesimal
& : menandakan nilai dalam bentuk Desimal.

f. TIM
Cara kerja dari instruksi Timer adalah, ketika Timer (TIM 0000) mendapatkan
input selama set value akan mengaktifkan contact-contactnya (T0000).
Catatan: dalam satu program alamat nomer Counter dan Timer tidak boleh
sama. Misal, jika alamat nomer counter 0000 maka alamat Timer tidak boleh
menggunakan alamat 0000. Set value timer adalah set x 10. Sehingga misal set
value yang diinginkan 10 detik maka penulisan set value-nya adalah 10 detik x 10
= #100
BAB 2
ISI

2.1 Program Lampu Flip-Flop 2 Lampu


a. Time Chart
S1

LAMPU 1

LAMPU 2

b. Program

c. Analisa Program
Saat tombol S1 diberi trigger ON, maka coil K1 akan aktif dan ter-self-holding
oleh saklar K1. Setelah saklar K1 terhubung, maka lampu 1 (L1) dan timer 1 (T1)
akan aktif. L1 akan menyala selama waktu yang telah ditentukan oleh T1, saat
waktu pada T1 habis maka kontak NC T1 akan terputus dan mematikan L1. Setelah
itu, kontak NO T1 akan terhubung dan menyalakan L2 sekaligus mengaktifkan T2.
Maka L2 akan menyala selama waktu yang ditentukan oleh T2. Setelah T2
waktunya habis, kontak NC T2 akan terputus sebentar, kemudian terhubung
kembali, dan akan mengulangi proses flip-flop.
2.2 Program Lampu Flip-Flop 3 Lampu
a. Time Chart
S1

LAMPU 1

LAMPU 2

LAMPU 3

b. Program

c. Analisa Program
Prinsip dasarnya sama seperti program Flip-Flop 2 lampu sebelumnya, timer
berikutnya akan memutus lampu sebelumnya, dan timer terakhir yang akan
membuat lampu aktif mengulang.
2.3 Program Lampu Flip-Flop 3 Lampu Dengan Variasi
a. Time Chart
S1

LAMPU 1

LAMPU 2

LAMPU 3

b. Program

c. Analisa Program
Saat S1 diberi trigger ON coil K1 akan aktif dan tertahan, kemudian akan
mengakitkan L3 dan L1 serta T1. Setelah T1 selesai menghitung giliran L1 dan L2
yang menya, serta mengaktifkan juga T2. Setelah T2 selesai menghitung, giliran L2
dan L3 yang menyala dan akan mengaktifkan T3. Setelah T3 selesai menghitung,
T3 akan mereset program dan mengulang dari awal kembali.
2.4 Program Lampu Lalu Lintas
a. Time Chart
S1
Merah
Q3 10 Detik
Kuning
Q2 6 Detik
Hijau
Q1 4 Detik

b. Program

c. Analisa Program
Prinsip kerjanya sama seperti program lampu flip-flop 3 lampu biasa, namun
hanya intensitas waktu per lampunya saja yang menjadi factor pembeda pada
program ini. Seperti terlihat pada time chat, Q3 10 detik, Q2 6 detik, dan Q1 4 detik.
2.5 Program Variasi Lampu Lalu Lintas
a. Time Chart

b. Program
c. Analisa Program
Prinsip kerjanya dan waktu yang diberikan sama seperti program lampu lalu
lintas sebelumnya, namun pada program ini setiap warna ditambah satu lampu. Dan
pada langkah terakhir lampu hijau dan merah menyala bersamaan selama satu detik,
dan setelah itu program berulang kembali.
2.6 Program Pengoperasian Sebuah Silo
a. Time Chart

b. Program
c. Analisa Program
Saat tombol Start ditekan, Pompa 1 dan Timer 1 akan aktif. Setelah Timer
menghitung selama 10 detik, kontak NO nya akan terhubung dan mengaktifkan
Pompa 2 dan Timer 2. Pompa 2 akan mati setelah Timer 2 selesai menghitung
selama 2 detik dan kontak NC nya terputus. Kemudain dengan Timer 3 Pompa 1
masih aktif selama 2 detik setelah Pompa 2 dan Timer 2 berhenti. Setelah Pompa 1
dan Timer 3 berhenti, kontak NO Timer 3 akan terhubung dan mengaktifkan Mixer
dan Timer 4. Setelah Timer 4 selesai menghitung selama 5 detik, kontak NO dan
NC nya akan berganti, dan membuat Mixer berhenti dan menyalakan Timer 5.
Kemudian Timer 5 akan menghitung selama 2 detik sebagai delay, kemudian akan
menyalakan Drain Valve dan Timer 7 yang diberi waktu total 12 detik untuk Drain
Vavle. Delay 2 detik dan menyalanya drain valve ini diatur oleh Timer 6 yang
ditotalkan memakan waktu 3 detik. Setelah 3 detik berjalan, Pompa 3 dan Timer 8
akan aktif, setelah Timer 8 selesai menghitung selama 10 detik, kontak NC nya
akan terputus dan mematikan Pompa 3, dan satu detik berselang Timer 7 selesai
menghitung dan memutuskan kontak NC nya, yang otomatis mematikan Drain
Valve dan mereset proses kembali kewal dengan mengaktifkan koil Reset dengan
terhubungnya kontak NO Timer 7.
2.7 Program Pengoprasian Silo dengan Fitur Sensor
a. Time Chart

b. Program
c. Analisa Program
Pertama tombol Start ditekan akan mengaktifkan koil K1 yang kemudian
menghubungkan kontak NO nya. Setelah kontak NO K1 terhubung, koil POMPA
1 akan aktif. Kemudian cairan akan terdeteksi oleh sensor LS2 dan kontak NO LS2
akan terhubung akan mengaktifkan koil POMPA 2. Saat koil POMPA 2 aktif,
kontak POMPA 2 akan terhubung juga dan mengaktifkan T1, yang akan
menghitung selama 5 detik, setelah itu POMPA 1 akan mati. Kemudian cairan akan
terus naik dan terdeteksi oleh sensor LS3. Saat koil LS3 aktif, kontak NO nya akan
terhubung dan mengaktifkan koil MIXER. Saat koil MIXER aktif, maka kontak
NO nya akan terhubung dan kontak NC nya akan terputus, yang kemudian
mengaktifkan T2 dan mematikan POMPA 2. Setelah T2 menghitung selama 15
detik, MIXER akan berhenti dan kontak T2 akan menyalakan koil DRAIN VALVE.
Saat koil DRAIN VALVE aktif, maka kontak NO nya akan terhubung dan
mengaktifkan T3. Setelah T3 selesai menghitung selama 12 detik, kontaknya akan
berganti kemudian mengaktifkan POMPA 3. Setelah POMPA 3 aktif, cairan akan
keluar, dan saat mencapai level sensor LS1 maka proses akan kembali ke awal,
dengan output dari LS1 akan mengaktifkan koil RESET.
2.8 Program Pengoperasian Mesin Bor
a. Program

b. Analisa Program
Sensor benda kerja mendeteksi benda dan menghubungkan kontak sensor,
kemudian tombol START ditekan, maka silinder akan bergerak maju mencekam
benda kerja. Setelah silinder bergerak keluar, sensor silinder LS2 akan mendeteksi
silinder yang keluar dan membuat silinder mesin bor turun untuk memulai proses
pengeboran. Saat silinder mesin bor bergerak keluar, sensor LS4 mesin bor akan
mendeteksi silinder keluar, maka kontak NO LS4 akan terhubung dan mengaktifkan
Timer selama 10 detik. Setelah Timer selesai menghitung, kontak Timer akan
berganti dan akan membuat silinder mesin bor mundur dan proses pengeboran
selesai, dan LS3 akan mendeteksi silinder mesin bor telah mundur. Kontak NO LS3
akan terhubung dan membuat silinder pencekam benda kerja akan mundur kembali.
2.9 Program Pengoprasian Mesin Stamping
a. Program

b. Analisa Program
Saat sensor 1 aktif, kontaknya akan terhubung. Kemudian setelah menekan
tombol start, silinder 1 akan bergerak keluar mendorong benda kerja menuju ke
sensor 3. Saat sensor 3 aktif, kontaknya akan terhubung dan membuat silinder
mesin bor akan bergerak keluar dan memulai proses pengeboran selama 5 detik,
serta membuat silinder 1 kembali bergerak mundur ke keadaan awal. Setelah timer
selesai menghitung, kontaknya akan berganti, dan menyudahi proses pengeboran
kemudian silinder bor akan mundur ke keadaan semula. Saat koil untuk silinder bor
bergerak mundur aktif, maka silinder 2 akan mendorong benda kerja menuju sensor
2. Saat sensor 2 telah mendeteksi benda kerja, silinder 2 akan bergerak mundur ke
posisi semula dan benda kerja sudah boleh diambil.
BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
PLC merupakan sebuah perangkat keras yang pada masa sekarang sering
digunakan dalam dunia industri. PLC dapat mengendalikan suatu perangkat,
dengan cara memasukan program tertentu sesuai dengan kebutuhan penggunanya
pada perangkat tersebut. Program dibuat dengan berbagai jenis bahasa
pemrograman, salah satunya dengan Ladder Diagram.
Pada pemrograman PLC mahasiswa harus mengetahui alamat tersendiri dari
PLC yang digunakan, pada dasarnya PLC memiliki alamat input maupun output.
Pembuatan program untuk sebuah perangkat dapat dilakukan menggunakan
software. Biasanya suatu merk PLC memiliki software tersendiri untuk PLC
merknya, seperti Mitsubishi menggunakan software Gx-Works dan Omron
menggunakan software CX-Programmer.

3.2 Saran
a. Sebisa mungkin pahami dengan cermat mengenai pemrograman untuk PLC,
baik menggunakan Omron maupun Mitshubishi.
b. Diusahakan mencoba membuat program dan wiring ke plan yang tersedia
dilakukan sendiri agar kita menjadi terbiasa.
c. Latihan kembali logika pemrograman yang akan berguna di industri nanti.