Anda di halaman 1dari 29

BUKU PANDUAN / SOP

PRAKTIK LABORATORIUM

KESEIMBANGAN
CAIRAN DAN ELEKTROLIT

OLEH
ERNI TRI INDARTI, S.Kep,Ns

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan


STIKES SATRIA BHAKTI NGANJUK
Jl. Panglima Sudirman VI Nganjuk 64412 Telp./fax.(0358)326110
TINDAKAN KEPERAWATAN
PEMENUHAN KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT

1; PENINGKATAN ASUPAN CAIRAN PER ORAL

; Tindakan ini dilakukan pada klien yang mengalami atau beresiko mengalami kekurangan
volume cairan (mis. Klien yang menderita diare, demam tinggi, atau baru pulih dari
pemberian anestesi)
; Dalam pemberiannya, pasien umumnya mendapat makanan/cairan dengan konsentrasi
rendah
; Jika dapat ditoleransi, selanjutnya pasien akan mendapat makanan/minuman dengan jumlah
dan konsentrasi yang lebih tinggi hingga memenuhi kebutuhan diet yang diharapkan

2; PEMBATASAN ASUPAN CAIRAN PER ORAL

; Pembatasan cairan per oral diperlukan pada klien yang mengalami retensi cairan (mis.
Klien yang menderita gagal ginjal, gagal jantung, atau SIADH)

3; PEMBERIAN MAKANAN

; Pada kondisi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, diperlukan asupan makanan yang
sesuai kebutuhan diet guna memulihkan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh
; Sebagi contoh, pada klien yang mendapat furosemid (diuretic), dapat diberikan banyak
pisang dan jeruk guna mencegah hipokalemia, sedangkan pada pasien yang kekurangan zat
besi dapat diberikan sayuran dan daging
SOP
TERAPI INTRAVENA
(PEMASANGAN INFUS)

DEFINISI
Fungsi vena merupakan teknik yang mencakup penusukan vena melalui transkutan dengan
stilet tajam yang kaku, seperti angiokateter atau dengan jarum yang disambungkan.

TUJUAN PEMBERIAN TERAPI INTRAVENA


1; Mempertahankan atau mengganti cairan tubuh yang mengandung air, elektrolit, vitamin,
protein, lemak, dan kalori yang tidak dapat dipertahankan secara adekuat melalui oral.
2; Memperbaiki keseimbangan asam basa
3; Memperbaiki volume komponen-komponen darah
4; Memberi jalan masuk untuk pemberian obat-obatan ke dalam tubuh
5; Memonitor tekanan vena sentral (CVP)
6; Memberikan nutrisi pada saat system pencernaan diistirhatkan.

ASIMILASI FISIOLOGIS CAIRAN INFUS


Prinsip
1; sel (misal: eritosit, neuron) dikelilingi oleh membrane semi permiabel.
2; tekanan osmotic adalah tekanan menarik yang dihasilkan pada saat air bergerak masuk melalui
membrane semi permiabel dari daerah yang berkonsentrasi rendah ke larutan yang memiliki
konsentrasi tinggi (misal: ion natrium, glukosa darah). Hasil akhir adalah dilusi dan
penyeimbangan antara intrasel dan ekstra sel.
3; yang termasuk cairan ekstrasel adalah plasma dan cairan interstisial.

Tipe-tipe cairan
1; Isotonik
suatu cairan yang memiliki tekanan osmotik yang sama dengan yang ada didalam plasma.
a; NaCl normal 0.9%
b; RL
c; Komponen-komponen darah (albumin 5%, plasma)
d; Dextrose 5% dalam air (D 5 W)

2; Hipotonik
Suatu larutan yang memiliki tekanan osmotik yang lebik kecil dari pada yang ada di dalam
plasma darah. Pemberian cairan ini umumnya menyebabkan dilusi konsentrasi larutan plasma
yang mendorong air masuk kedalam sel untk memperbaiki keseimbangan di intra sel dan
ekstrasel, sel-sel tersebut akan membesar atau membengkak.
a; D 2,5%
b; NaCl 0.45%
c; NaCl 0.2%

3; Hipertonik
Suatu larutan yang memiliki tekanan osmotik yang lebih tinggi dari pada yang ada didalam
plasma darah. Pemberian cairan ini meningkatkan konsentrasi larutan plasma dan mendorong
air masuk ke dalam sel untuk memperbaiki keseimbangan osmotic, sel kemudian akan
menyusut.
a; Dextrose 5% dalam NaCl 0.9%
b; Dextrose 5% dalam NaCl 0.45% ( hanya sedikit hipertonis karena Dextrose dengan cepat
dimetabolisme dan hanya sementara mempengaruhi tekana osmotik)
c; Dextrose 10% dalam air
d; Dextrose 20% dalam air
e; NaCl 3% dan 5%
f; Larutan hiperalimentasi
g; Dextrose 5% dalam RL
h; Albumin 25%

Komposisi cairan
1; Larutan NaCl berisi air dan elektrolit (Na+, Cl-)
2; larutan Dextrose, berisi air atau garam dan kalori
3; RL berisi air dan elektrolit (Na+, Cl-, K+, Ca++,, laktat)
4; Balans isotonic, isi bervariasi: air, elektrolit, kalori (Na+, Cl-, K+, HCO3,, Glukonat, Mg++)
5; Whole blood (darah lengkap) dan komponen darah
6; Plasma expander, berisi albumin, dextran. Fraksi protein plasma 5% plasmanat, hespan yang
dapat meningkatkan tekanan osmotic, menarik cairan dari interstisial kedalam sirkulasi dan
meningkatkan volume darah sementara.
7; hiperalimentasi parenteral (cairan, elektrolit, asam amino dan kalori)

Hal-hal yang harus diperhatikan dengan tipe-tipe infuse


1; D 5 W
a; Digunakan untuk mengganti air (cairan hipotonik) yang hilang, memberikan suplay kalori,
juga dapat dibarengi dengan pemberian obat-obatan atau berfungsi untuk mempertahankan
vena dalam keadaan terbuka dengan infuse tersebut.
b; Hati-hati terhadap terjadinya intoksikasi cairan (hiponatremia, sindrom pelepasan hormone
antidiuretik yang tidak semestinya) jangan digunakan dalam waktu yang bersamaan dengan
pemberian trasfusi darah atau komponen darah.
2; NaCl 0.9%
a; Digunakan untuk menggantikan garam (cairan isotonik) yang hilang, diberikan dengan
komponen darah, atau untuk pasien dalam kondisi syok hemodinamik.
b; Hati-hati terhadap kelebihan isotonic (mis: gagal jantung, gagal ginjal)
3; Ringer Laktat
Digunakan untuk menggantikan cairan isotonik yang hilang, elektrolit tertentu, dan untuk
mengatasi asidosis metabolic tingkat sedang.

TIPE-TIPE PEMBERIAN TERAPI INTRAVENA


IV push
IV push (IV bolus) adalah memberikan obat dari jarum suntik secara langsung kedalam
saluran/jalan infuse.

Indikasi:
1; pada keadaan emergency resusitasi jantung paru, memungkinkan pemberian obat langsung
kedalam intravena.
2; untuk mendapat respon yang cepat terhadap pemberian obat (furosemid, digoksin).
3; Untuk memasukkan dosis obat dalam jumlah besar secara terus-menerus melalui infuse
(lidocain, xylocain).
4; Untuk menurunkan ketidaknyamanan pasien dengan mengurangi kebutuhan akan injeksi
intramuskuler.
5; Untuk mencegah masalah yang mungkin muncul apabila beberapa obat dicampur dalam satu
botol.
6; Untuk memasukkan obat yang tidak dapat diberikan secara oral (mis: pada pasein koma) atau
intramuskuler (mis: pada pasien dengan gangguan/masalah koagulasi).

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DAN DIREKOMENDASIKAN


1; Sebelum pemberian obat
a; Pastikan bahwa obat sesuai dengan anjuran.
b; Larutkan obat sesuai dengan indikasi. Banyak obat yang dapat mengiritasi vena dan
memerlukan pengenceran yang sesuai.
c; Pastikan kecepatan pemberiannya dengan benar.
d; Jika akan memberikan obat melalui selang infuse yang sama, akan lebih baik jika
dilakukan pembilasan dahulu dengan cairan fisiologis (NaCl 0.9%).
e; Kaji kondisi pasien dan toleransinya tehadap obat yang diberikan.
f; Kaji kepatenan jalan infuse dengan mengetahui keberadaan dari aliran darah.
- Perlahankan kecepatan infuse
- Lakukan aspirasi dengan jarum suntik sebelum memasukkan obat.
- Tekan selang infuse secara perlahan.
g; Perhatikan waktu pemangsangan infuse. Ganti tempat pemasangan infuse apabila terdapat
tanda-tanda komplikasi. (mis: phlebitis, ekstravasi,dll)
2; Perhatikan respon pasien tehadap obat.
a; Adakah efek samping mayor yang timbul (anaphilaksis, respiratory distress, takhikardi,
bradikardi, atau kejang)?
b; Adakah efek samping monor yang timbul (mual, pucat, kulit kemerahan, atau bingung)?
c; Hentikan pengobatan dan konsulkan ke dokter apabila terjadi hal-hal tersebut.

JENIS IV
1; Continous Infus ( infuse berlanjut) menggunakan alat control.
Continous Infus dapat diberikan secara tradisional melalui cairan yang digantung dengan atau
tanpa pengaturan kecepatan aliran. Infuse melalui intravena, intra arteri, dan intra thecal
(spinal) dapat dilengkapi dengan menggunakan pompa khusus yang ditanam maupun yang
eksternal.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan:
A; Keuntungan
1; Mampu untuk menginfus/ memasukkan cairan dalam jumlah besar dan kecil dengan
akurat.
2; Adanya alarm menandakan adanya masalah seperti adanya udara diselang infuse atau
adanya penyumbatan.
3; Mengurangi waktu perawatan untuk memastikan kecepatan aliran infuse.
B; Kerugian
1; Memerlukan selang khusus
2; Biaya lebih mahal
3; Pompa infuse akan dilanjutkan untuk menginfus kecuali ada infiltrasi.
C; Tanggung jawab perawat
1; Efektifitas penggunaan pengaturan infuse secara mekanis sama dengan perawat
yang memerlukannya.
2; Perawat harus waspada terhadap tejadinya komplikasi (adanya infiltrasi atau
infeksi)
3; Perawat harus benar-benar mengikuti aturan yang diberikan oleh perusahaan yang
menproduksi alat tersebut.
4; lakukan pemeriksaan ulang terhadap kecepatan aliran infuse.
5; Pastikan udara yang ada dalam selang telah dikeluarkan sebelum dihubungkan ke
pasien.
6; Jelaskan tujuan penggunaan alat dan alarm kepada pasien dan keluarga.
2; Infuse sementara ( intermittent infusions)
Infuse sementara dapat diberikan melalui “heparin lock”, “piggybag” untuk infuse yang
continue atau untuk terapi jangka panjang melalui perangkat infuse.

PERAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN TERAPI INTRAVENA


Memilih Vena
1; Pertama lakukan verifikasi order yang ada untuk terapi IV.
2; Jelaskan prosedur yang akan dilakukan kepada pasien.
3; Pilih vena yang layak untuk dilakukan Venipuncture.
a; Bagian belakang tangan- vena metacarpal. Jika memungkinkan jangan lakukan pada vena
digitalis.
1; Keuntungan dilakukan venipuncute di sisi ini adalah memungkinkan lengan bergerak
bebas.
2; Jika kemudian timbul masalah pada sisi ini, gunakan vena lain diatasnya.
b; Lengan bawah –vena basilica atau cephalica.
c; Siku bagian dalam – fossa antecubital- median basilica dan median cephalic untuk infuse
jangka pendek.
d; Ekstremitas bawah
1; Kaki – vena pleksus dorsum, arkus vena dorsalis, vena medical marginalig.
2; Mata kaki – vena saphena magma.
e; Vena sentralis digunakan:
1; Jika obat dan infuse hipertonik atau sangat mengiritasi, membutuhkan kecepatan, dilusi
volume yang tinggi untuk mencegah reaksi sistemik dan kerusakan vena local (mis:
kemoterapi, hiperalimentasi).
2; Jika aliran darah prefer dikurangi atau jika pembuluh darah perifer idak dapat dimasuki
(mis: pada pasien obesitas).
3; Jika diinginkan monitor CVP.
4; Jika diinginkan terapi cairan jangka sedang atau jangka panjang.

CARA MEMUNCULKAN VENA


1; Palpasi daerah yang akan dipasang infuse.
2; Anjurkan pasien untuk mengepalkan tangannya (jika yang akan digunakan lengan).
3; Pijat tempat yang akan diinfus.
4; Gunakan torniket sedikitnya 5-15 cm diatas tempat yang akan di insersi, kencangkan torniket.
5; Alternatif lain adalah dengan menggunakan tensimeter, pasang tensimeter sedikit dibawat
tekanan sistolik.
6; Raba vena tersebut, untuk meyakinkan keadaan vena.
7; Biarkan ekstremitas tersebut selama beberapa menit.
8; Gunakan kapas alkohol atau handuk hangat untuk melembabkan tempat yang akan diinsersi.

KOMPLIKASI YANG DAPAT TIMBUL DARI TERAPI IV


1; Infiltrasi (ekstravasasi)
2; Tromboplebitis
3; Bakteremia
4; Emboli udara
5; Perdarahan
6; dll

Keputakaan
Perry, P.1993. Fundamentals of nursing. CV. Mosby Company. St. Louis. Missouri.
Nettina, S.M., 1996. Manual of nursing prctise. Lippincott. Philadelpia.
Elis, J.R. et al.,1996. Moduler for basic nursing sklii. Lippincott. Philadelpia
Sorensen & Luckman. 1994. Medical Surgical Nursing. Mosby Company. St. Louis.
SOP
KETRAMPILAN PEMASANGAN INFUS

A. Tahap Preinteraksi
1. Persiapan Alat
a; Infuse set

b; Cairan infuse

c; Standart infuse

d; Sarung tangan bersih

e; Tourniquet

f; Jarum infuse/kateter pungsi vena yang sesuai


g; Pengalas

h; Gunting dan plester yang telah dipotong dan siap digunakan

i; Pompa elektronik (bila diperlukan)


j; Lidi kapas
k; Betadine (povidon iodine)

l; Kapas alcohol
m; Alcohol

n; Kassa 2x2 cm/balutan transparan

o; Sarung tangan sekali pakai


p; Perlak dan alas

q; Bengkok.

2; Analisa Perasaan
3; Cuci tangan

B; Tahap Orientasi
1; Berikan salam, panggil klien dengan namanya
2; Memperkenalkan diri
3; Jelaskan tujuan, prosedur, dan lamanya tindakan pada klien/keluarga.

C; Tahap Kerja
1; Cuci tangan
2; Mendekatkan alat-alat ke samping klien
3; Beri kesempatan klien bertanya sebelum kegiatan dilakukan.
4; Menanyakan keluhan utama
5; Jaga privacy klien
6; Buka kemasan steril dengan menggunakan teknik aseptik
7; Untuk pemberian cairan IV
a; Periksa larutan terhadap warna, kejernihan dan tanggal kedaluarsa. Pastikan aditif
yang diresepkan seperti kalium dan vitamin telah ditambahkan.
b; Bila menggunakan larutan IV dalam botol, lepaskan penutup logam dan lempeng
karet di bawah penutup. Untuk kantung larutan IV plastik lepaskan lapisan plastik.
c; Buka set infus, pertahankan sterilitas pada kedua ujung
d; Pasang klem rol sekitar 2-4 cm (1-2 inci) di bawah bilik drip dan pindahkan klem
rol pada posisi off
e; Tusukkan set infus ke dalam kantung atau botol cairan
 Lepaskan penutup pelindung kantung IV tanpa menyentuh lubangnya
 Lepaskan penutup pelindung dari paku penusuk selang, jangan menyentuh
paku penusuk dan tusukan paku ke dalam lubang kantung IV. Atau tusukan
penusuk ke penyumbat karet hitam dari botol. Bersihkan karet penyumbat
dengan antiseptik sebelum menusukkan paku penusuk.
f; Isi selang infus
 Tekan bilik drip dan lepaskan, biarkan terisi 1/3 sampai ½ penuh
 Lepaskan pelindung jarum dan klem rol untuk memungkinkan cairan
memenuhi bilik drip melalui selang ke adapter jarum.
 Pastikan selang bersih dari udara dan gelembung udara
 Kencangkan klem sampai infuse tidak menetes
8; Gantungkan infuse set yang sudah terisi cairan ke gantungan
9; Pilih jarum IV atau over the needle catheter yang tepat ukurannya
10; Atur pasien pada posisi semi fowler atau supine jika tidak memungkinkan.
11; Bebaskan lengan pasien dari lengan baju/kemeja.
12; Pilih tempat vena yang akan ditusuk
13; Letakkan pengalas dibawah lengan klien
14; Bila terdapat banyak rambut pada tempat penusukan, guntinglah
15; letakkan torniket 5-15 cm diatas tempat tusukan
16; Kencangkan tornikuet/ manset tensimeter (tekanan dibawah tekanan sistolik)
17; Pakai sarung tangan sekali pakai, pelindung mata dan masker.
18; Letakkan ujung adapter jarum perangkat infus dekat dengan kassa steril atau handuk
19; Pilih vena yang terdilatasi baik. Metode untuk membantu mendilatasi vena meliputi:
a; Menggosok ekstremitas dari distal ke proksimal di bawah tempat vena.
b; Anjurkan pasien untuk membuka dan mengepalkan jari tangan beberapa kali,
palpasi dan pastikan tekanan yang akan ditusuk.
c; Menepuk perlahan diatas vena
d; Memasang kompres hangat pada ekstremitas yang akan dipasang infuse
20; Bersihkan kulit dengan cermat menggunakan kapas alcohol, lalu diulangi dengan
menggunakan kapas betadin. Arah melingkar dari dalam keluar lokasi yang akan ditusuk.
21; Lakukan pungsi vena. Tahan vena dengan meletakkan ibu jari di atas vena dan dengan
meregangkan kulit berlawanan arah dengan arah penusukan 5-7,5 cm ke arah distal tempat
penusukan. Pegang jarum pada posisi 300 pada vena yang akan ditusuk, setelah pasti masuk
lalu tusuk perlahan dengan pasti.
22; Rendahkan posisi jarum sejajar pada kulit dan tarik jarum sedikit lalu teruskan plastik IV
catheter kedalam vena.
23; Tekan dengan ujung jari plastic IV kateter
24; Tarik jarum infuse keluar
25; Sambungkan plastik IV chateter dengan ujung selang infuse.
26; Lepaskan manset/torniket
27; Buka klem infuse sampai cairan mengalir lancar
28; Amankan jarum IV
29; Letakkan kassa steril kecil (2x2 cm) atau hansaplas di atas tempat insersi dan Pasang
plester kecil (1,25 cm) dibawah kateter dengan sisi yang lengket menghadap ke atas dan
silangkan plester ke atas kateter
30; Bila digunakan balutan kassa, oleskan salep povidon yodin di tempat pungsi vena. Dan
pasang balutan transparan di atas tempat tusukan IV searah pertumbuhan rambut.
31; Letakkan loop selang infus pada balutan menggunakan plester 2,5 cm.
32; Fiksasi keseliruhan
33; Atur tetesan infuse sesuai dengan ketentuan.
34; Pasang stiker yang sudah diberi tanggal, waktu pemasangan dan ukuran jarum
35; Bereskan peralatan
36; Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan

D; Tahap Terminasi
1; Evaluasi hasil kegiatan
2; Beri reinforcement positif pada klien
3; Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
4; Akhiri kegiatan
5; Dokumentasi tindakan yang telah dilakukan ( catat juga jenis larutan, letak insersi,
kecepatan aliran, ukuran dan tipe jarum, kapan infus dimulai)

CHECKLIST PENILAIAN KETRAMPILAN PEMASANGAN INFUS

Nama Mhs :
Tanggal :
Nama Penguji :
Nilai
ASPEK YANG DINILAI
0 1 2
A. Tahap Preinteraksi
1. Persiapan Alat
a; Infuse set

b; Cairan infuse

c; Standart infuse

d; Sarung tangan bersih

e; Tourniquet
f; Jarum infuse/kateter pungsi vena yang sesuai

g; Pengalas

h; Gunting dan plester yang telah dipotong dan siap digunakan

i; Pompa elektronik (bila diperlukan)

j; Lidi kapas

k; Betadine (povidon iodine)

l; Kapas alcohol

m; Alcohol

n; Kassa 2x2 cm/balutan transparan

o; Sarung tangan sekali pakai

p; Perlak dan alas

q; Bengkok.

2; Analisa Perasaan
3; Cuci tangan

B; Tahap Orientasi
1; Berikan salam, panggil klien dengan namanya
2; Memperkenalkan diri
3; Jelaskan tujuan, prosedur, dan lamanya tindakan pada klien/keluarga.

C; Tahap Kerja
1; Cuci tangan
2; Mendekatkan alat-alat ke samping klien
3; Beri kesempatan klien bertanya sebelum kegiatan dilakukan.
4; Menanyakan keluhan utama
5; Jaga privacy klien
6; Buka kemasan steril dengan menggunakan teknik aseptik
7; Untuk pemberian cairan IV
a; Periksa larutan terhadap warna, kejernihan dan tanggal kedaluarsa.
Pastikan aditif yang diresepkan seperti kalium dan vitamin telah
ditambahkan.
b; Bila menggunakan larutan IV dalam botol, lepaskan penutup logam dan
lempeng karet di bawah penutup. Untuk kantung larutan IV plastik
lepaskan lapisan plastik.
c; Buka set infus, pertahankan sterilitas pada kedua ujung
d; Pasang klem rol sekitar 2-4 cm (1-2 inci) di bawah bilik drip dan
pindahkan klem rol pada posisi off
e; Tusukkan set infus ke dalam kantung atau botol cairan
 Lepaskan penutup pelindung kantung IV tanpa menyentuh
lubangnya
 Lepaskan penutup pelindung dari paku penusuk selang, jangan
menyentuh paku penusuk dan tusukan paku ke dalam lubang
kantung IV. Atau tusukan penusuk ke penyumbat karet hitam dari
botol. Bersihkan karet penyumbat dengan antiseptik sebelum
menusukkan paku penusuk.
f; Isi selang infus
 Tekan bilik drip dan lepaskan, biarkan terisi 1/3 sampai ½ penuh
 Lepaskan pelindung jarum dan klem rol untuk memungkinkan
cairan memenuhi bilik drip melalui selang ke adapter jarum.
 Pastikan selang bersih dari udara dan gelembung udara
 Kencangkan klem sampai infuse tidak menetes
8; Gantungkan infuse set yang sudah terisi cairan ke gantungan
9; Pilih jarum IV atau over the needle catheter yang tepat ukurannya
10; Atur pasien pada posisi semi fowler atau supine jika tidak memungkinkan.
11; Bebaskan lengan pasien dari lengan baju/kemeja.
12; Pilih tempat vena yang akan ditusuk
13; Letakkan pengalas dibawah lengan klien
14; Bila terdapat banyak rambut pada tempat penusukan, guntinglah
15; letakkan torniket 5-15 cm diatas tempat tusukan
16; Kencangkan tornikuet/ manset tensimeter (tekanan dibawah tekanan sistolik)
17; Pakai sarung tangan sekali pakai, pelindung mata dan masker.
18; Letakkan ujung adapter jarum perangkat infus dekat dengan kassa steril atau
handuk
19; Pilih vena yang terdilatasi baik. Metode untuk membantu mendilatasi vena
meliputi:
a; Menggosok ekstremitas dari distal ke proksimal di bawah tempat vena.
b; Anjurkan pasien untuk membuka dan mengepalkan jari tangan beberapa
kali, palpasi dan pastikan tekanan yang akan ditusuk.
c; Menepuk perlahan diatas vena
d; Memasang kompres hangat pada ekstremitas yang akan dipasang infuse
20; Bersihkan kulit dengan cermat menggunakan kapas alcohol, lalu diulangi dengan
menggunakan kapas betadin. Arah melingkar dari dalam keluar lokasi yang akan
ditusuk.
21; Lakukan pungsi vena. Tahan vena dengan meletakkan ibu jari di atas vena dan
dengan meregangkan kulit berlawanan arah dengan arah penusukan 5-7,5 cm ke
arah distal tempat penusukan. Pegang jarum pada posisi 300 pada vena yang akan
ditusuk, setelah pasti masuk lalu tusuk perlahan dengan pasti.
22; Rendahkan posisi jarum sejajar pada kulit dan tarik jarum sedikit lalu teruskan
plastik IV catheter kedalam vena.
23; Tekan dengan ujung jari plastic IV kateter
24; Tarik jarum infuse keluar
25; Sambungkan plastik IV chateter dengan ujung selang infuse.
26; Lepaskan manset/torniket
27; Buka klem infuse sampai cairan mengalir lancar
28; Amankan jarum IV
29; Letakkan kassa steril kecil (2x2 cm) atau hansaplas di atas tempat insersi dan
Pasang plester kecil (1,25 cm) dibawah kateter dengan sisi yang lengket
menghadap ke atas dan silangkan plester ke atas kateter
30; Bila digunakan balutan kassa, oleskan salep povidon yodin di tempat pungsi vena.
Dan pasang balutan transparan di atas tempat tusukan IV searah pertumbuhan
rambut.
31; Letakkan loop selang infus pada balutan menggunakan plester 2,5 cm.
32; Fiksasi keseluruhan
33; Atur tetesan infuse sesuai dengan ketentuan.
34; Pasang stiker yang sudah diberi tanggal, waktu pemasangan dan ukuran jarum
35; Bereskan peralatan
36; Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan

D; Tahap Terminasi
1; Evaluasi hasil kegiatan
2; Beri reinforcement positif pada klien
3; Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
4; Akhiri kegiatan
5; Dokumentasi tindakan yang telah dilakukan ( catat juga jenis larutan, letak insersi,
kecepatan aliran, ukuran dan tipe jarum, kapan infus dimulai)

TOTAL NILAI

Keterangan
0 = Tidak dilakukan sama sekali
1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna
2 = Dilakukan dengan sempurna
Nilai Batas Lulus = 75%

NILAI =
x 100%

Nganjuk,……………………
Evaluator

……………………………

SOP
TRANSFUSI DARAH

 Transfuse darah adalah tindakan memasukkan keseluruhan darah atau komponen darah ke
dalam sirkulasi vena
 Transfuse darah dilakukan untuk menambahkan darah atau komponen darah ke dalam tubuh

 Secara umum, ada emapat golongan darah yang ditentukan berdasarkan antigennya ( A, B, AB,
dan O )
 Antigen – antigen tersebut, terutama A dan B, dapat menyebabkan reaksi antibody yang
disebut aglutinogen
 Karenanya ketidaksesuaian pemberian darah dapat menyebabkan reaksi hemolisis.

 Selain itu, darah juga dikelompokkan dalam enam factor resus, yaitu resus C, D, E, c, d, dan e

 Resus D memiliki efek antigen yang lebih kuat dibandingkan resus yang lain sehingga disebut
sebagai resus positif
 Transfuse darah umumnya dilakukan dengan menggunkan dua jenis set pemberian, yaitu set Y
dan set transfuse satu jalur
 Set Y digunakan untuk memberikan whole blood sehingga kita bisa menambahkan cairan NaCl
pada jalur lainnya
 Umumnya, salin normal (NaCl 0,9%) diberikan sebelum transfuse darah karena dapat
mengembalikan isotonisitas darah ke kondisi semula
 Adapun cairan lainnya, seperti Ringer, Dextrose, dan beberapa obat lain, dapat menyebabkan
hemolisis dan mengakibatkan penggumpalan sel darah merah
 Karena sel darah merah umumnya mengandung debris, set infuse dilengkapi dengan filter
sehingga makroagregat dapat tersaring dan tidak masuk ke dalam pembuluh darah
 Secara umum, pemberian transfuse darah dapat menyebabkan berbagai reaksi dalam tubuh
seperti terlihat pada Tabel

REAKSI/PENYEBAB KLINIS/ TANDA

Reaksi hemolisis : Menggigil, demam, sakit kepala, nyeri


punggung, sesak nafas, nyeri dada, takikardi,
Darah klien dan darah transfuse tidak hipotensi
kompatibel

Reaksi demam : Demam, menggigil, hangat, kulit kemerahan,


sakit kepala,nyeri otot, cemas
Sensitivitas darah klien terhadap sel darah
putih, trombosit, atau protein plasma darah
transfuse
Reaksi alergi (ringan) : Kemerahan, gatal, urtikaria, mengi

Sensitivitas terhadap protein plasma yang


diinfuskan
Reaksi alergi (berat): dispnea, nyeri dada, kolaps sirkulasi, henti
jantung
Reaksi antigen-antibodi

Hipervolemia : Batuk, dispnea, kongesti paru, distensi vena


leher, takikardi, hipertensi
Pemberian darah melebihi kemampuan
sirkulasi
Sepsis : Demam tinggi, menggigil, muntah, diare,
hipotensi
Darah yang diberikan terkontaminasi
Tujuan : melaksanakan tindakan pengobatan dan memenuhi kebutuhan klien akan darah sesuai
dengan program pengobatan.
Dilakukan pada :
 Klien yang banyak kehilangan darah

 Klien dengan penyakit kelainan darah tertentu (misalnya anemia, leukemia)

TAHAP PRA INTERAKSI


1; Cek status klien

2; Siapkan peralatan

a; Transfusi set

b; Cairan NaCl

c; Persediaan darah yang sesuai dengan golongan darah klien, sesuai dengan kebutuhan

d; Sarung tangan bersih.


3; Analisa perasaan

4; Cuci tangan.

TAHAP ORIENTASI
1; Berikan salam dan panggil klien dengan nama yang disukai.

2; Jelaskan tujuan, prosedur dan lamanya kegiatan

3; Inform concent

TAHAP KERJA
1; Berikan kesempatan pada klien untuk bertanya

2; Tanyakan keluhan utama klien

3; Jaga privacy

4; Gunakan sarung tangan

5; Buat jalur intravena, gunakan selang infuse yang memiliki filter dengan tipe Y

6; Berikan cairan NaCl terlebih dahulu, kemudian darahnya.

7; Atur tetesan darah per menit sesuai dengan program.

8; Lepas sarung tangan

9; Bereskan peralatan.

TAHAP TERMINASI
1; Evaluasi hasil yang dicapai (Subjektif dan Objektif)

2; Berikan Reinforcement positif

3; Kontrak pertemuan selanjutnya

4; Akhiri pertemuan dengan cara yang baik

5; Cuci tangan

6; Dokumentasi
CHECKLIST PENILAIAN KETRAMPILAN
PEMASANGAN TRANSFUSI DARAH

Nama mahasiswa :
Tanggal :
Nama penguji :

NILAI

ASPEK YANG DINILAI 0 1 2

TAHAP PRA INTERAKSI

1; Cek status klien


2; Siapkan peralatan

a; Transfusi set

b; Cairan NaCl

c; Persediaan darah yang sesuai dengan golongan darah klien, sesuai


dengan kebutuhan

d; Sarung tangan bersih.

3; Analisa perasaan

4; Cuci tangan.

TAHAP ORIENTASI

1; Berikan salam dan panggil klien dengan nama yang disukai.


2; Jelaskan tujuan, prosedur dan lamanya kegiatan

3; Inform concent

TAHAP KERJA

1; Berikan kesempatan pada klien untuk bertanya

2; Tanyakan keluhan utama klien

3; Jaga privacy

4; Gunakan sarung tangan

5; Buat jalur intravena, gunakan selang infuse yang memiliki filter dengan tipe
Y

6; Berikan cairan NaCl terlebih dahulu, kemudian darahnya.

7; Atur tetesan darah per menit sesuai dengan program.

8; Lepas sarung tangan

9; Bereskan peralatan.

TAHAP TERMINASI

1; Evaluasi hasil yang dicapai (Subjektif dan Objektif)

2; Berikan Reinforcement positif

3; Kontrak pertemuan selanjutnya

4; Akhiri pertemuan dengan cara yang baik

5; Cuci tangan

6; Dokumentasi

Keterangan
0 = Tidak dilakukan sama sekali
1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna
2 = Dilakukan dengan sempurna
Nilai Batas Lulus = 75%

NILAI =

x 100%

Nganjuk,……………………
Evaluator

………………………………

SOP
MENGHITUNG TETESAN INFUS

PENGERTIAN
Menghitung kecepatan infuse untuk mencegah ketidaktepatan pemberian cairan

TUJUAN
; Mencegah terjadinya kolaps kardiovaskuler dan sirkulasi pada klien dehidrasi dan syok

; Mencegah kelebihan cairan pada klien

PERSIAPAN ALAT
; Kertas dan pensil

; Jam dengan jarum detik

Prosedur pelaksanaan
1; Baca program dokter dan ikuti ” lima benar/ enam benar“ untuk memastikan larutan yang benar

2; Cari tahu kalibrasi dalam tetes per milliliter dari set infuse ( sesuai petunjuk pada bungkus )

; Tetesan Mikro ( mikrodrip ) : 1 cc = 60 tetes

Slang mikrodrip juga disebut slang pediatric, umumnya memberikan 60 tetes/cc dan
digunakan untuk pemberian dengan volume kecil atau volume dalam jumalh yang sangat
tepat
; Tetesan Makro ( makrodrip ) :

1 cc = 15 tetes
1 cc = 20 tetes
Tergantung dari label dan jenis infus set
3; Pilih salah satu rumus berikut

 Milliliter per jam

cc/jam = jumlah total cairan infuse (cc)


lama waktu penginfusan (jam)
contoh :
jika cairan infuse yang tersedia 3000 cc dan habis diberikan dalam 24 jam, berapa cc/jam
cairan yang diberikan?
Jawab:
3000cc = 125 ml/jam
24 jam
 Tetes per menit

Jumlah total cairan infuse (cc) x factor tetesan


Lama waktu penginfusan (menit)
Contoh :
Jika dibutuhkan cairan infuse 1000 cc dalam 8 jam dengan tetesan 20 tetes per menit, maka
cairan tersebut harus diberikan berapa tetes permenit ?

Jawab :
1000 cc x 20
8 x 60 menit
20000 = 41 tetes/menit
480 menit
4; Tetapkan kecepatan aliran dengan menghitung tetesan pada balik drip selama 1 menit dengan
jam, kemudian atur klem pengatur untuk menaikkan atau menurunkan kecepatan infuse.
Periksa kecepatan ini setiap jam
5; Dokumentasikan pada catatan perawat mengenai larutan dan waktu

SOP
MELAKUKAN PENGGANTIAN BALUTAN INFUS

 Penggantian balutan infuse dilakukan dalam waktu 24-72 jam

 Penggantian balutan (kassa atau pembalut transparan) dilakukan menurut prosedur berikut

Persiapan Alat dan Bahan


1; Basin/bengkok

2; Pinset 2 buah

3; Sarung tangan bersih

4; Pengalas

5; Gunting plester

6; Kassa steril ukuran 2 x 2

7; Povidon-iodin (bethadin)

8; Lidi kapas

9; Plester

10; Kapas alcohol

Prosedur
1; Siapkan pasien dan lingkungan

2; Cuci tangan

3; Siapkan alat

4; Pakai sarung tangan

5; Lepaskan balutan infuse, bersihkan bekas plester dengan alcohol/bensin

6; Usapkan bethadin pada area pemasangan infuse

7; Pasang kassa yang baru dan plester

8; Bereskan alat

9; Lepas sarung tangan

10; Cuci tangan


CHECKLIST PENILAIAN KETRAMPILAN
MELAKUKAN PENGGANTIAN BALUTAN INFUS

Nama Mahasiswa :
Tanggal :
Nama Penguji :

NILAI

ASPEK YANG DINILAI 0 1 2

TAHAP PRA INTERAKSI

1; Cek status klien


2; Siapkan peralatan

3; Analisa perasaan

4; Cuci tangan.

TAHAP ORIENTASI

1. Berikan salam dan panggil klien dengan nama yang disukai.

2. Jelaskan tujuan, prosedur dan lamanya kegiatan

3. Inform concent

TAHAP KERJA

1; Pakai sarung tangan

2; Lepaskan balutan infuse, bersihkan bekas plester dengan alcohol/bensin

3; Usapkan bethadin pada area pemasangan infuse

4; Pasang kassa yang baru dan plester

5; Bereskan alat

TAHAP TERMINASI

1; Evaluasi hasil yang dicapai (Subjektif dan Objektif)

2; Berikan Reinforcement positif

3; Kontrak pertemuan selanjutnya

4; Akhiri pertemuan dengan cara yang baik

5; Cuci tangan

6; Dokumentai

Keterangan
0 = Tidak dilakukan sama sekali
1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna
2 = Dilakukan dengan sempurna
Nilai Batas Lulus = 75%

NILAI =

x 100%
Nganjuk,……………………
Evaluator

……………………………

SOP
MENGUKUR BALANCE CAIRAN
PENGERTIAN
Suatu tindakan mengukur jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh (asupan/intake) dan mengukur
jumlah cairan yang keluar dari tubuh (haluaran/output).

TUJUAN
 Menentukan status keseimbangan cairan tubuh klien

 Menentukan tingkat dehidrasi klien

PROSEDUR PELAKSANAAN
1; Tentukan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh klien (input) terdiri dari :

 Air minum

 Air dalam makanan

 Air hasil oksidasi (metabolisme)

 Cairan intravena

2; Tentukan jumlah cairan yang keluar dari tubuh klien (output) terdiri dari:

 Urine

 Insensible Water Loss (IWL) : paru dan kulit

 Keringat

 Feces

 Muntah

3; Tentukan keseimbangan cairan tubuh klien dengan menggunakan rumus:

Keseimbangan cairan tubuh = asupan (input) – haluaran (output)

Hal – hal yang perlu diperhatikan


1; Kebutuhan cairan hari ini (dalam 24 jam)

= (30xBB)+(15xBB)-balance cairan kemarin-nutrisi oral kemarin


2; Rata – rata cairan per hari
 Air minum : 1500 – 2500 ml

 Air dari makanan : 750 ml

 Air hasil oksidasi : 200 ml

3; Rata –rata haluaran cairan per hari

 Urine : 1400 – 500 ml

Atau
Urine pada dewasa : 1-1,5 cc/KgBB/jam
Urine pada Anak-anak: 0,5-1 cc/KgBB/jam
 IWL

- Paru : 350 – 400 ml


- Kulit : 350 – 400 ml
 Keringat : 100 ml

 Feses : 100 – 200 ml

4; IWL

 Dewasa : 15 cc/kgBB/hari

 Anak : (30-usia[tahun]) cc/kgBB/hari

 Jika ada kenaikan suhu : IWL = 200 (suhu badan sekarang – 36,8⁰ C