Anda di halaman 1dari 25

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULASI PERSEPSI HALUSINASI

DI SUSUN OLEH:

Oleh Kelompok 10

1. Cecep Ivan Dwi nurcahyo (14.401.17.010)

2. Cindy Aulia Poetri (14.401.17.019)

3. M.Taufik Hidayatullah (14.401.17.056)

4. Okie Purnomo Hadi (14.401.17.069)

5. Shifwatul Jayyidah Luthfi (14.401.17.078)

AKADEMI KESEHATAN RUSTIDA

KRIKILAN-GLENMORE-BANYUWANGI

2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah swt atas segala limpahan rahmat serta hidayahNya
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul” Terapi Aktivitas Kelompok
“stimulasi persepsi halusinasi” tepat pada waktunya. Tak lupa sholawat serta salam
senantiasa kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sehingga dapat berada di zaman
terang benderang ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, tetapi kami berharap
makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca.
Kami mengucapkan terimakasih kepada :

1. Dr. Nany wulandari selaku direktur utama RSJ Dr. Radjiman Widiodiningrat
2. Vivi soegiyanti S.Kep Ns. selaku CI ruangan sedap malam
3. Bapak Eko Prabowo, S.Kep, Ns. M.Kes Dosen mata kuliah Keperawatan Jiwa
Akademi Kesehatan Rustida Krikilan
4. Sumarman, S.kep. Ns. M.Kes selaku pembimbing akademi

Yang telah membimbing kami dalam menulis makalah ini dengan sabar. Kami berharap
makalh ini dapat memberikan pengaruh yang baik untuk pembaca.Kami menyadarai bahwa
makalah ini tidak luput dari kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun
dari pembaca sangat kami harapkan demi penyempurnaan dan perbaikan makalah

ii
iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Program terapi aktivitas kelompok yaitu salah satu asuhan keperawatan dengan
gangguan jiwa tidak hanya berfokus pada aspek psikologis, fisik, dan sosial tapi juga
kognitif. Terapi modalitas yang dapat diterapkan salah satunya yaitu terapi Aktivitas
Kelompok Stimulasi Persepsi.
Terapi kelompok yaitu psikoterapi yang dapat dilakukan sekelompok klien dengan
bersama-sama denganmelakukan diskusi yang dipimpin dan diarahkan oleh seorang
terapis.
Pengertian TAK stimulasi persepsi adalah terapi yang bertujuan membantu klien yang
mengalami penurunan orientasi, menstimulasi persepsi dalam upaya memotivasi proses
berpikir, afektif dan mengurangi perilaku maladaftif.
Pengertian yang lain menurut Budi Anna Keliat dan Akemat (2005) TAK stimulasi
persepsi adalah terapi yang menggunakan aktivitas sebagai stimulus dan terkait dengan
pengalaman dan/atau kehidupan untuk didiskusikan dalam kelompok. Hasil diskusi
kelompok berupa kesepakatan persepsi atau alternative penyelesaian masalah.
B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan terapi aktivitas kelompok persepsi halusinasi ?

2. Apa saja yang ada dalam terapi aktivitas kelompok persepsi halusinasi?
3. Bagaimana proses keperawatan dalam terapi aktivitas kelompok persepsi
halusinasi?
C. Tujuan

1. Supaya mahasiswa mengerti dan memahami tentang terapi aktivitas kelompok


persepsi halusinasi
2. Supaya mahasiswa mengerti dan memahami Apa saja yang ada dalam terapi
aktivitas kelompok persepsi halusinasi
3. Supaya mahasiwa mengerti dan memahami proses keperawatan terapi aktivitas
kelompok persepsi halusinasi

3
D. Manfaat

1. Bagi Penulis

Supaya mendapatkan pengetahuan tentang terapi aktivitas kelompok persepsi


halusinasi Bagi Pembaca
2. Supaya mengetahui pentingnya memahami terapi aktivitas kelompok persepsi
halusinasi
3. Bagi Instituti

Dapat memahami tentang terapi aktivitas kelompok persepsi halusinasi dengan


menambah referensi bagi Akes Rustida

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi Halusinasi

1. Pengertian Halusinasi

Halusinasi yaitu gejala gangguan sensori persepsi dialami oleh pasien dengan
gangguan jiwa. Pasien merasakan sensasi berupa suara, penglihaan, pengecapan,
perabaan, atau penghidupan tanpa stimulus nyata. (Kaliet, 2011)
Halusinasiyaitu merupakan persepsi yang salah dan atau(misalnya tanpa stimulus
eksternal) persepsi sensori yang tidak sesuai dengan kenyataan seperti melihat
bayangan dan suara-suara yang sebenarnya tidak ada. Pencerapan tanpa adanya
rangsang apapun dari panca indra, dimana orang tersebut sadar dan dalam keadaan
terbangun yang disebabkan oleh psikotik, gangguan fungsional, organic atau
histerik. (Wijayanigsih, 2015)
2. Tujuan

Tujuan Umum

Adapun tujuan dari TAK stimulasi persepsi adalah pasien mempunyai kemampuan
untuk menyelesaikan masalah yang diakibatkan oleh paparan stimulus kepadanya.
Tujuan khusus:

a. Pasien dapat mengenal halusinasi

b. Pasien bisa mengontrol halusinasi dengan menghardik.

c. Pasien bisa mengontrol halusinasi dengan berkomunikasi dengan orang lain.


d. Pasien dapat mengontrol halusinasi dengan aktivitas terjadwal.

e. Pasien dapat mengontrol halusinasi dengan meminum obat.

5
3. Pengorganisasian

waktu Jenis Petugas

Leader Co leader fasilitator Observer

Rabu, 20 TAK 1 Shifwatul JL M, taufik H Oky Anita Sugiartanti


Maret 2019 Purnomo H.
Cindy aulia
pukul 15.00

Rabu, 20 TAK 2 M, taufik H Shifwatul Anita Cindy aulia


Maret 2019 JL Sugiartanti
Oky Purnomo
pukul 15.45

Kamis, 21 TAK 3 Anita Shifwatul Cindy aulia Oky Purnomo


Maret 2019 Sugiartanti JL
M, taufik H
pukul 15.00

4. Waktu dan Metode

Sesi 1 dan sesi 2


Hari/tanggal : Rabu, 20 Maret 2019

Jam : 15.00 wib

Tempat : R. Sedap malam

Metode :Diskusi dalam Kelompok

Sesi 3

Hari/tanggal : Kamis, 21 Maret 2019

Jam : 15.00 wib

Tempat : R. Sedap malam

Metode :Diskusi dalam Kelompok

6
5. Media dan Alat

a. Papan nama sejumlah pasien dan terapis dalam TAK.

b. Whiteboard

c. Spidol

d. Formulir/jadwal kegiatan

e. Contoh obat

6. Setting Tempat

P P F P P

L
O

CL

P P F P P

OP

Keterangan Gambar

L : Leader

CL : Co Leader

F : Fasilitator

O : Observer

P : Pasien

Op : Operator

7
7. Pembagian Tugas

a. Peran Leader

1) Memimpin jalannya kegiatan

2) Menyampaikan tujuan dan waktu permainan

3) Menjelaskan cara dan peraturan kegiatan

4) Memberi respon yang sesuai dengan perilaku klien

5) Meminta tanggapan kepada klien atas permainan yang telah dilakukan

6) Memberi reinforcement positif pada klien

7) Menyimpulkan kegiatan (Lilik, 2011)

b. Peran Co-Leader

1) Membantu tugas leader

2) Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader

3) Mengingatkan leader tentang kegiatan

4) Bersama leader menjadi contoh kegiatan

c. Peran Observer

1) Mengobservasi jalannya acara

2) Mencatat jumlah klien yang hadir

3) Mencatat perilaku verbal dan non verbal selama kegiatan dilakukan


4) Mencatat tanggapan tanggapan yang dikemukakan klien

5) Mencatat penyimpangan acara terapi aktivitas

6) Membuat laporan hasil kegiatan

d. Peran Fasilitator

1) Memfasilitasi jalannya kegiatan

2) Memfasilitasi klien yang kurang aktif

3) Mampu memotivasi klien untuk kesuksesan acara

4) Dapat mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi dari dalam /luar


kelompok

8
8. Peran Pasien

Kriteria Pasien:

a. Klien yang kooperatif dengan riwayat halusinasi, waham dan ilusi

b. Klien dengan gangguan stimulasi persepsi: halusinasi dapat berinteraksi dengan


orang lain
c. Klien yang sehat secara fisik dan bertoleransi terhadap aktivitas

d. Klien tidak membahayakan diri dan orang lain

e. Klien yang telah diberitahu oleh terapis sebelumnya.

f. Klien dapat berkomunikasi verbal dengan baik (Lilik, 2011)

9. Peserta TAK
No Nama peserta Masalah keperawatan

1 Titik Dwi GSP = halusinasi pendengaran

2 Dian Kori GSP = halusinasi pendengaran

3 Muji Lestari GSP = halusinasi pendengaran

4 Mesiha GSP = halusinasi pendengaran

5 Lailatul Fida GSP = halusinasi

10. Tata tertib


1. perserta TAK harus hadir paling lambat 5 menit sebelum acara dimulai
2. selama kegiatan berlangsung semua anggota kelompok tidak boleh
diperbolehkan meninggalkan ruangan
3. selama kegiatan berlangsung semua anggota kelompok tidak mengganggu
anggota yang lain
4. selama kegiatan berlangsung semua anggota kelompok tidak berkenankan
makan, minum dan merokok
5. setiap anggota kelompok yang akan berbicara harap mengancungkan tangan dan
berbicara dipersilahkan oleh leader

9
6. bagi peserta yang akan pergi ke toilet, dipersilahkan sebelum acara mulai
7. peserta tidak diperbolehkan membicarakan hal-hal lain diluar topik TAK
8. peserta yang melanggar aturan diperingatkan dan tidak diperkenankan mengikuti
permainan selanjutnya

11. Proses Keperawatan

TAK STIMULASI PERSEPSI MENGONTROL HALUSINASI PADA SESI I


: Mengenal Halusinasi

A. Tujuan

1. Klien mengenal halusinasi

2. Klien mengenal waktu terjadinya halusinasi

3. Klien mengenal frekuensi halusinasi

4. Klien mengenal perassan bila mengalami halusinasi

B. Setting

1. Kelompok berada diruang yang tenang

2. Klien duduk melingkar

C. Alat

1. Sound system

2. Spidol

3. Papan tulis (white borad)

D. Metode

1. Diskusi

2. Tanya jawab

E. Langkah – langkah kegiatan

1. Persiapan

a. Memilih klien sesuai dengan indikasi dengan klien yang mengalami


perubahan sensori persepsi; halusinasi
b. Membuat kontrak dengan klien

10
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

2. Orientasi

a. Salam terapeutik: terapis mengucapkan salam

b. Evaluasi validasi : terapis menanyakan mengenai perasaan klien hari ini

c. Kontrak :

1)Terapis menjelaskan tujuan kegiatan


2)Terapis menjelaskan aturan main:
a) Masing-masing klien mengenalkan diri, nama panggilan
b) jika klien meninggalkan kelompok, harus meminta izin kepada
terapis
c) lama kegiatan 45 menit

d) setiap klien harus mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir

3. Kerja

a. Terapis memperkenalkan diri (nama dan nama panggilan). Terapis


meminta klien untuk memperkenalkan nama dan nama panggilan secara
berurutan, dimulai dari klien yang ada di sebelah kiri terapis, searah
jarum jam.
b. Terapis menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu masing-
masing klien membagi pengalaman tentang halusinasi yang mereka
alami dengan menceritakan :
1) Isi halusinasi

2) Waktu terjadinya

3) Frekuensi halusinasi

4) Perasaan yang timbul saat mengalami halusinasi.

c. Meminta klien untuk menceritakan halusinasi yang dialami klien secara


berurutan dimulai dari klien yang ada di sebelah kiri terapis, seterusnya
bergiliran searah jarum jam.
d. Saat seorang klien menceritakan pengalaman hausinasi, setelah cerita
selesai terapis mempersilakan klien lain untuk bertanya sebanyak-
banyaknya 3 pertanyaan.

11
e. Melakukan kegiatan (b) hingga semua klien selesai mendapat giliran.

f. Setiap kali klien bisa menceritakan halusinasinya, terapis memberikan


pujian.

4. Terminasi

a. Evaluasi

1) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK


2) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan anggota kelompok
b. Rencana tindak lanjut
1) Terapis menganjurkan kepada peserta jika mengalami halusinansi
segera menghubungi perawat atau teman lain.
c. Kontrak yang akan datang
1) Terapis membuat kesepakatan bersama klien dalam kegiatan TAK
berikutnya yaitu belajar mengontrol halusinasi.
2) Terapis membuat kesepakatan bersama klien waktu dan tempat
TAK.
F. Evaluasi dan dokumentasi

no Aspek yang dinilai Nama peserta TAK

P1 P2 P3 P4 P5

1 Menyebutkan isi
halusinasi
2 Menyebutkan waktu
halusinasi
3 Menyebutkan frekuensi
halusinasi
4 Menyebutkan perasaan
bila halusinasi timbul
Jumlah

12
Keterangan :

1. Di bawah judul nama klien, tulis nama panggilan klien yang ikut TAK
2. Untuk tiap klien semua aspek dinilai dengan memberi tanda chek list jika
ditemukan pada klien atau tanda silang jika tidak ditemukan
3. Jumlah kemampuan yang ditemukan jika 3atau 4 klien mampu, dan jika 0,1
atau 2 klien tidak mampu.
4. Jika klien tidak mampu melakukan sesi pertama , maka klien tidak bisa
mengikuti sesi selanjutnya

TAK STIMULASI PERSEPSI MENGONTROL HALUSINASI PADA SESI I I:


Mengontrol Halusinasi: menghardik

A. Tujuan

1. Klien dapat menjelaskan cara yang selama ini dilakukan mangatasi


halusinansi .
2. Klien dapat memahami dinamika halusinasi.

3. Klien dapat memahami cara menghardik halusinasi .

4. Klien dapat memperagakan cara menghardik halusinasi.

B. Setting

1. Klien duduk melingkar .

2. Kelompok di tempat yang tenang.

C. Alat
1. Sound system

D. Metode

1. Diskusi

2. Tanya jawab.

3. Stimulasi.

13
E. Langkah langkah kegiatan

1. Persiapan

a. mempersiapkan alat

b. mempersiapkan tempat pertemuan.

2. Orientasi

a. Salam terapeutik : terapis mengucapkan salam .

b. Evaluasi/validasi:

1) Terapis menanyakan perasaan klien hari ini.

2) Terapis menanyakan pengalaman halusinasi yang telah


terjadi

c. Kontrak

1) Terapis menjelaskan tujuan kegiatan

2) Terapis menjelaskan atusan main:

a) Lama kegiatan 45 menit.

b) Setiap klien harus mengikuti kegiatan dari awal dan akhir.

c) Jika klien meninggalkan kelompok, klien harus meminta izin .


3. Kerja

a. Terapis meminta massing masing klien secara berurutan searah dengan


jarum jam menceritakan pa yang dilakukan jika mangalami halusinasi dan
apakah itu bisa mengatasi halusinasinya.
b. Setiap selasai klien menceritakan pengalamanya,terapis memberikan
pujian dan mengajak peserta lain memberikan tepuk tangan .
c. Terapis menjelaskan kepada klien cara mengatasi halusinasi dengan
menghardik saat halusinasi muncul .
d. Terapis memperagakan cara menghardik halusinasi

e. Terapis meminta masing masing klien memperagakan menghardik


halusinasi dimulai dari peserta disebelah kiri terapis berurutan searah
jarum jam sampai semua peserta mendapatkan giliran
14
f. Terapis memberikan pujian dan megajak semua klien bertepuk tangan saat
setiap klien selesai memperagakan menghardik halusinasi
4.Terminasi

a. Evaluasi

1) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK

2) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok

b. Rencana tindak lanjut

1) Terapis menganjurkan klien untuk menerapkan cara yang sudah


dipelajari jika halusinasi muncul
c. Kontrak yang akan datang

1) Terapis membuat kesepakatan dengan klien TAK berikutnya


dengan cara belajar mengontrol halusinasi dengan cara lain

2) Terapis membuat kesepakatan waktu dan tempat TAK

F. Evaluasi dan Dokumentasi

NO Aspek yang Nama peserta TAK


Dinilai
P1 P2 P3 P4 P5

1. Menyebutkan
cara yang
selama ini
digunakan
mengatasi
halusinasi

2. Menyebutkan efektifitas
cara
3. Menyebutkan
cara mengatasi
halusinasi
dengan
menghardik
4. Memperagakan
menghardik
halusinasi
Jumlah

15
Keterangan :

1. Di bawah judul nama klien, tulis nama panggilan klien yang ikut TAK
2. Untuk tiap klien semua aspek dinilai dengan memberi tanda chek list jika
ditemukan pada klien atau tanda silang jika tidak ditemukan
3. Jumlah kemampuan yang ditemukan jika 3atau 4 klien mampu, dan jika 0,1
atau 2 klien tidak mampu.
4. Jika klien tidak mampu melakukan sesi kedua , maka klien tidak bisa
mengikuti sesi selanjutnya

16
TAK STIMULASI PERSEPSI MENGONTROL HALUSINASI PADA SESI III:
Menyusun jadwal kegiatan

A. Tujuan

1. Klien bisa memahami pentingnya melaksanakan aktivitas untuk mencegah


munculnya halusinasi
2. Klien bisa menyusun jadwal aktivitas dari pagi hingga tidur malam

B. Setting

1. Klien duduk melingkar mengelilingi meja

2. Lingkungan tenang dan nyaman

C. Alat

1. Kertas HVS sejumlah peserta

2. Pensil

3. Spidol

4. White board

D. Metode

1. Diskusi

2. Latihan

E. Langkah – langkah kegiatan

1. Persiapan

a. Terapis mempersiapkan alat dari tempat TAK

b. Terapis membuat kontrak dengan klien

2. Orientasi

a. Salam terapeutik : terapis mengucapkan salam

b. Evaluasi / validasi :

1) Terapis menanyakan keadaan klien hari ini

17
2) Terapis dapat menanyakan pengalaman klien dengan cara
menerapkan menghardik halusinasi
c. Kontrak:

1) Terapis menjelaskan tujuan kegiatan

2) Terapis menjelaskan aturan peraminan

a) Klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir

b) Jika klien meninggalkan kelompok harus meminta izin kepada


terapis
c) Waktu TAK adalah 90 menit

3. Kerja

a. Terapis menjelaskan langkah-langkah kegiatan

b. Terapis membagikan kertas satu lembar dan masing – masing sebuah


pensil untuk masing – masing klien
c. Terapis menjelaskan tentang pentingnya aktivitas yang teratur untuk
mencegah terjadinya halusinasi
d. Terapis memberikancontoh cara menyusun jadwal dengan
menggambarkannya dipapan tulis
e. Terapis meminta masing – masing klien menyusun jadwal aktivitas dari
bangun pagi sampai dengan tidur malam
f. Terapis membimbing klien hingga berhasil menyusun jadwal
g. Terapis memberikan pujian kepada masinng – masing klien setelah
berhasil menyusun jadwal
4. Terminasi
a. Evaluasi

1) Terapis menanyakan perasaan klien sesudah menyusun jadwal


2) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok

b. Tindak lanjut : terapis menganjurkan klien untuk melakukan jadwal


aktivitas tersebut
c. Kontrak yang akan datang

1) Terapis membuat kesepakatan dengan klien TAK berikutnya

18
2) Terapis membuat kesepakatan waktu dan tempat TAK

19
F. Evaluasi dan Dokumentasi

NO Aspek yang Dinilai Nama peserta TAK

P1 P2 P3 P4 P5

1. Menyebutkan
pentingnya aktivitas
mencegah halusinasi
2. Membuat jadwal
kegiatan harian
Jumlah

Keterangan :

1. Di bawah judul nama klien, tulis nama panggilan klien yang ikut TAK
2. Untuk tiap klien semua aspek dinilai dengan memberi tanda chek list jika
ditemukan pada klien atau tanda silang jika tidak ditemukan
3. Jumlah kemampuan yang ditemukan jika 3atau 4 klien mampu, dan jika 0,1
atau 2 klien tidak mampu.
4. Jika klien tidak mampu melakukan sesi ketiga, maka klien tidak bisa
mengikuti sesi selanjutnya

20
BAB 3

EVALUASI DAN DOKUMENTASI

Sesi 1

no Aspek yang dinilai Nama peserta TAK

P1 P2 P3 P4 P5

1 Menyebutkan isi
halusinasi
2 Menyebutkan waktu
halusinasi
3 Menyebutkan
frekuensi halusinasi
4 Menyebutkan
perasaan bila
halusinasi timbul
Jumlah

Keterangan :

21
Sesi 2

NO Aspek yang Nama peserta TAK


Dinilai
P1 P2 P3 P4 P5

1. Menyebutkan cara
yang selama ini
digunakan
mengatasi
halusinasi
2. Menyebutkan cara
efektifitas

3. Menyebutkan cara
mengatasi
halusinasi dengan
menghardik
4. Memperagakan
menghardik
halusinasi
Jumlah

Keterangan :

22
BAB 4

PENUTUP

1. KESIMPULAN

Peserta terdiri 5 orang,

2. SARAN

a. bagi rumah sakit


Bagi rumah sakit sebagai bahan acuan tambahan dalam proses penanganan pasien
yang mengalami masalah kjiwaan khususnya perubahan persepsi sensori halusinasi
b. bagi klien
Sebagai bahan yang dapat digunakan meningkatkan kemampuan klien dalam orientasi
terhadap realita
c. bagi mahasiswa
Sebagai bahan pembelajaran dalam melaksanakan TAK dalam rangka menangani
klien dengan gangguan jiwa baik di RSJ Dr.Radjiman Widiodiningrat Lawang
maupun masyarakat

23
BAB 5

DAFTAR PUSTAKA

Kaliet, B. A. (2011). Keperawatan Kesehatan Jiwa Komunikasi. Jakarta: EGC.

Lilik. (2011). Keperawatan Jiwa. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Wijayanigsih. (2015). Panduan Lengkap Praktek Klinik Keperawatan Jiwa. Jakarta: Trans
Info Media.

24