Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

ANALISIS INTERNAL DAN EKSTERNAL MANAJEMEN STRATEGI

KENTUCKY FRIED CHICKEN

Oleh :
RIDHO RAHMAN / 00482
RIRIT ARDELA / 02496
SHINTA PERMATA SARI / 00484
STEPHANIE / 02558

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2010
PROFIL PERUSAHAAN

KFC (dulu dikenal dengan nama Kentucky Fried Chicken) adalah


suatu merek dagang waralaba dariYum! Brands, Inc., yang bermarkas
di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Didirikan oleh Col. Harland Sanders,
KFC dikenal terutama karena ayam gorengnya, yang biasa disajikan
dalam bucket.
Col. Sanders mulai menjual ayam gorengnya di pom bensin miliknya
pada tahun 1939 di Corbin, Kentucky yang selanjutnya pindah ke sebuah motel. Ia
menutup usahanya pada akhir 1940-ansewaktu jalan tol Interstate melalui
kotanya. Pada awal 1950-an, ia mulai berkeliling Amerika Serikat dan bertemu
dengan Pete Harman di Salt Lake City, Utah, dan pada tahun 1952 bersama-sama
mendirikan restoran Kentucky Fried Chicken yang pertama di dunia (restoran
pertamanya tidak menggunakan nama tersebut). Sanders menjual seluruh
waralaba KFC pada tahun 1964 senilai 2 juta USD, yang sejak itu telah dijual
kembali sebanyak tiga kali. Pemilik terakhir adalah PepsiCo, yang
menggabungkannya ke dalam divisi perusahaan Tricon Global Restaurants yang
sekarang dikenal sebagai Yum! Brands, Inc. Pada tahun 1997, Tricon terpisah dari
PepsiCo.
Di Indonesia, pemegang hak waralaba tunggal KFC adalah PT.
Fastfood Indonesia, Tbk yang didirikan oleh Kelompok Usaha Gelael pada
tahun 1978, dan terdaftar sebagai perusahaan publik sejak tahun1994. Restoran
KFC pertama di Indonesia dibuka pada bulan Oktober 1979 di Jalan Malawai,
Jakarta.
ANALISIS INTERNAL

1. Perkembangan Pemasaran, Operasional, dan Sumber Daya manusia


Kentucky Fried Chicken (KFC) adalah jagonya ayam goreng. Jagoan
ini bukanlah sekedar pujian. Lihat saja, realitasnya pun sulit terbantahkan. Dari
sisi penjualan, restoran cepat saji ini memang tiada yang bisa mengungguli.
Hingga akhir Oktober silam, jaringan waralaba milik kelompok PT. Fastfood
Indonesia ini berhasil meraup omzet Rp 1 triliun – hampir menyamai rekor
penjualan selama 2005 yang mencapai Rp 1,03 triliun.
Dengan pencapaian sebesar itu, tak pelak, KFC layak menguasai
pangsa industri fastfood di negeri ini hingga sebesar 40%. Kedigdayaan
tersebut bisa dicapainya terutama karena ditopang oleh strategi pemasaran
yang sangat kuat. Jaringan gerainya menggurita dimana-mana, nyaris tiada
tempat strategis yang tidak dirambah. Hingga september lalu, gerai KFC –
yang mulai beroperasi sejak 1979 – sudah sebanyak 250 unit dan tersebar di
seluruh penjuru nusantara.
Agar bisa tetap bertahan di puncak klasemen, KFC bertekad terus
memperkuat lini pemasarannya. Dalam setiap bulan, KFC berhasil menjaring
6,5 juta pembeli. Dengan metode seperti itulah, KFC berhasil mengembangkan
sayapnya di sejumlah daerah. Tapi, menjadi yang terkuat hanya dengan
mengandalkan jaringan pemasaran saja, tentu belum cukup. Guna menjaga
loyalitas pelanggan, juga perlu dukungan dari segenap kalangan yang
menangani produksi, terutama menyangkut kualitas produk dan rasa.
Terutama, soal bumbu yang menjadi ciri khasnya.

Strategi KFC dalam mempertahankan posisinya sebagai market leader


master.
Dalam kondisi perekonomian yang sedang mengalami krisis ini, KFC
sebagai market leader menerapkan strategi moble defense yaitu strategi
pertahanan bergerak. Dalam kondisi bertahan, tetap meningkatkan penjualan
dan menekan biaya. KFC tetap melakukan perluasan pada pasar yang potensial
sebagai pertahanan atau pun penyerangan di masa depan. Strategi promosi dan
pemasaran diarahkan untuk meningkatkan penjualan dan transaksi seketika itu
juga, didukung dengan strategi produk berupa paket-paket hemat serta
penetapan harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan pesaingnya dan
distribusi melalui layanan pesan antar ditingkatkan dengan penambahan
armada. Strategi-strategi tersebut dijalankan untuk merealisasikan visi
perusahaannya, yaitu untuk mempertahankan kepemimpinannya dan agar
dikenal sebagai brand yang paling digemari dalam usaha restoran cepat saji di
Indonesia.

2. Pemasaran, Operasional, dan SDM KFC


KFC kembali memberikan layanan kemudahan kepada customernya.
Jika sebelumnya pelanggan menikmati layanan KFC melalui nomor telepon
tiap store, sekarang KFC memberikan kemudahan dengan meluncurkan
layanan pesan antar (home delivery) call center 14022. Layanan ini, sudah
dapat di akses di hampir seluruh wilayah Indonesia selama 24 jam setiap hari.
KFC sekarang merupakan market leader dari restoran fast-food di
Indonesia. Salah satu kunci sukses KFC berasal dari strategi pemasarannya,
dimana mereka memanfaatkan elemen musik dalam memperkuat brand image
di mata target pasarnya.
KFC cukup jeli dalam memahami perilaku target pasarnya, yang
sebagian besar adalah remaja. Remaja SMU biasanya sedang senang-
senangnya bermusik ataupun menikmati musik. Biasanya mereka selalu
update terhadap perkembangan terbaru di kancah musik Indonesia maupun
Internasional.
Target pasar inilah yang berusaha dirangkul oleh KFC dengan
melakukan strategi pemasaran melalui musik. KFC membentuk KFC music
factory dimana KFC mengorbitkan artis atau band indie yang potensial untuk
berbicara dikancah musik Indonesia. Hingga kini, KFC sudah mengeluarkan 3
album kompilasi KFC music hit list 1-3 yang merupakan album kompilasi dari
musisi-musisi jebolan KFC music factory, diantaranya yaitu BONUS, PIXEL,
ANTIQUE, JULIETTE, dll. Bahkan, KFC music factory juga berhasil
menelurkan album solo artis yang direspon cukup bagus oleh pasar.
PT. Fast Food Indonesia Tbk, pemilik waralaba KFC akan
mengembangkan konsep baru pada gerai miliknya menjadi berdiri sendiri
(free standing) pada tahun ini. Kinerja perseroan dalam pertumbuhan
penjualan toko yang sama menjadikannya salah satu KFC Franchise Market
terbaik di Asia dengan pertumbuhan rata-rata 8,5 % pada tahun 2007 dan akan
terus mempertahankan posisi ini. Pengembangan merek yang kontinu melalui
strategi pemasaran yang inovatif, keunggulan operasional, dan pertumbuhan 2
digit yang konsisten dalam penjualan dan pengembangan restoran, telah
menganugrahi perseroan ini berbagai penghargaan dari Asia Franchise
Business Unit dari Yum! Restaurants International
Perseroan berkomitmen tinggi untuk mempertahankan visi
kepemimpinan dalam industri restoran cepat saji, dengan terus memberikan
kepuasan Yum! Di wajah konsumen. Dukungan dari para pemegang saham,
keahlian manajemen yang terbina baik, dedikasi dan loyalitas karyawan, dan
yang terpenting adalah kontinuitas kunjungan konsumen, memastikan
perseroan dapat mencapai visi ini. Perseroan percaya bahwa dengan
menciptakan dan mengembangkan budaya yang mendalam dan kuat, dimana
setiap karyawan memberikan perbedaan, menghidupkan customer and sales
mania di restoran-restoran KFC, memberikan perbedaan merek KFC yang
sangat kompetitif, menjalin kesinambungan proses dan hubungan antara
karyawan, dan meraih hasil-hasil yang konsisten, akan secara pasti
membangun KFC, bukan saja menjadi merek yang paling digemari di
Indonesia, juga KFC sebagai sebuah perusahaan yang hebat.
ANALISIS EKSTERNAL

Persaingan Restoran FastFood


a. Burger King
Burger King Corporation adalah rangkaian rumah makan siap saji
internasional yang menjual burger, kentang goreng dan minuman ringan. Selain
itu mereka juga mengelola sekitar 200 rumah makan di Australia dengan nama
Hungry Jack's. Sejarah perusahaan Restoran pertama Burger King dinamai Insta
Burger King dan dibuka pada tahun 1954 di Miami, Florida, Amerika Serikat oleh
James McLamore dan David Edgerton, keduanya adalah alumni dari Cornell
University School of Hotel Administration. Di Indonesia, burger king sempat
ditutup pada 1980-an dan dibuka kembali pada April 2007 dengan gerai
terbesarnya di Asia Tenggara.
b. Mc.Donals
Sampai dengan tahun 2008 banyak sekali restoran – restoran yang telah
dan mulai bermunculan di Indonesia ini. Tetapi apabila kita melihat lebih dalam
lagi dari tahun ke tahun, restoran fastfood yang mendominasi hanya itu itu saja.
Contohnya adalah Mc Donald. Perusahaan ini sangatlah laris di negara Indonesia
ini. Produk yang mereka tawarkan pun menarik. Mulai dari makanan sampai
dengan service yang mereka tawarkan. Produk yang mereka tawarkan adalah
seperti ayam, nasi, kentang goreng, hamburger, dan juga mainan serta jasa pesan
antar.
Di luar negeri seperti di USA, Mc D tidak menjual nasi, sambal, serta
bubur ayam. Hal ini karena kekreatifan strategi penjualan para orang di dalam
tubuh perusahaan ini untuk mengikuti kebiasaan dari suatu negara. Sebagai
contoh adalah Mc Donald Indonesia yang beradaptasi dengan kebudayaan
Indonesia. Di USA, kebiasaan untuk memakan fast food hanya hamburger dan
kentang goreang saja tanpa nasi, ayam, dan sambal. Seperti yang bisa dilihat
bahwa di Indonesia ini mayoritas orang – orang golongan menengah yang kurang
begitu tertarik denganA nasi dan ayam. Mc D melihat ini sebagai peluang dan
akhirnya mereka mengadaptasi budaya Indonesia yang makanan pokoknya adalah
nasi serta dengan lauk ayam serta disajikan dengan sambal tomat dan cabai.
Selain itu, kekreatifan perusahaan ini bisa dilihat dari jasa layan antar yang
mereka ciptakan. Mereka melihat apa yang dibutuhkan pelanggan karena pada
dasarnya banyak orang yang sibuk dengan pekerjaan ataupun mahasiswa yang
sibuk dengan tugasnya sehingga tidak sempat mencari makan diluar. Atas
pertimbangan ini Mc Donald mengadakan jasa layan antar dengan menghubungi
14045. Manajemen dari service ini sangatlah baik mulai dari pencatatan sampai
dengan pengiriman ke tempat tujuan.
Perbedaanny dengan Kentucky Fried Chicken diantaranya, banyak dari
masyarakat mengatakan bahwa Mc Donald jagonya hamburger tetapi KFC
jagonya ayam. Hal ini telah dibuktikan oleh banyak orang bahwa produk yang
terbuat dari ayam lebih enak dari KFC mulai dari ayam, crispy stripe, golden
crispie, sampai dengan kebab dengan daging ayam khas KFC. Orang kreatif
penemu resep unggulan ini adalah Colonel Sanders yang mempunyai nama
panjang Harland D. Sanders. KFC juga ada jasa layan antar tetapi tidak sehebat
Mc Donald yaitu 24 jam sehari non stop dan KFC hanya sampai jam 10 mSampai
dengan tahun 2008 banyak sekali restoran – restoran yang telah dan mulai
bermunculan di Indonesia ini. Tetapi apabila kita melihat lebih dalam lagi dari
tahun ke tahun, restoran fastfood yang mendominasi hanya itu itu saja. Contohnya
adalah Mc Donald. Perusahaan ini sangatlah laris di negara Indonesia ini. Produk
yang mereka tawarkan pun menarik. Mulai dari makanan sampai dengan service
yang mereka tawarkan. Produk yang mereka tawarkan adalah seperti ayam, nasi,
kentang goreng, hamburger, dan juga mainan serta jasa pesan antar.
Di luar negeri seperti di USA, Mc D tidak menjual nasi, sambal, serta
bubur ayam. Hal ini karena kekreatifan strategi penjualan para orang di dalam
tubuh perusahaan ini untuk mengikuti kebiasaan dari suatu negara. Sebagai
contoh adalah Mc Donald Indonesia yang beradaptasi dengan kebudayaan
Indonesia. Di USA, kebiasaan untuk memakan fast food hanya hamburger dan
kentang goreang saja tanpa nasi, ayam, dan sambal. Seperti yang bisa dilihat
bahwa di Indonesia ini mayoritas orang – orang golongan menengah yang kurang
begitu tertarik denganA nasi dan ayam. Mc D melihat ini sebagai peluang dan
akhirnya mereka mengadaptasi budaya Indonesia yang makanan pokoknya adalah
nasi serta dengan lauk ayam serta disajikan dengan sambal tomat dan cabai.
Selain itu, kekreatifan perusahaan ini bisa dilihat dari jasa layan antar yang
mereka ciptakan. Mereka melihat apa yang dibutuhkan pelanggan karena pada
dasarnya banyak orang yang sibuk dengan pekerjaan ataupun mahasiswa yang
sibuk dengan tugasnya sehingga tidak sempat mencari makan diluar. Atas
pertimbangan ini Mc Donald mengadakan jasa layan antar dengan menghubungi
14045. Manajemen dari service ini sangatlah baik mulai dari pencatatan sampai
dengan pengiriman ke tempat tujuan.
Perbedaanny dengan Kentucky Fried Chicken diantaranya, banyak dari
masyarakat mengatakan bahwa Mc Donald jagonya hamburger tetapi KFC
jagonya ayam. Hal ini telah dibuktikan oleh banyak orang bahwa produk yang
terbuat dari ayam lebih enak dari KFC mulai dari ayam, crispy stripe, golden
crispie, sampai dengan kebab dengan daging ayam khas KFC. Orang kreatif
penemu resep unggulan ini adalah Colonel Sanders yang mempunyai nama
panjang Harland D. Sanders. KFC juga ada jasa layan antar tetapi tidak sehebat
Mc Donald yaitu 24 jam sehari non stop dan KFC hanya sampalam. Karena
banyaknya permintaan, pada tahun 2008 KFC memulai untuk membuka pesan
antar 24 jam sehari untuk memenuhi kepuasan konsumen.
Sebenarnya banyak sekali pesaing dari mereka ini seperti Popeye,
Wendy’s, California Fried Chicken, A&W. Tapi mereka tidak bisa ikut menjadi
dominan, hal ini karena tingkat inovasi mereka di product dan resep kurang
sehingga pelanggan mungkin bosan dengan menu yang itu – itu saja.

Perumusan Strategi

Matrix TOWS
Strengths Weakness

1. Merupakan 1. Harga yang


pemimpin pasar kurang kompetitif,
(Market Leader) dari sehingga dapat
restoran – restoran mengurangi
Fast Food di kemampuan
Indonesia. perusahaan untuk
2. Terdapat meningkatkan
beberapa Outlet pendapatan.
perusahaan didalam 2. Belum tersedianya
satu daerah. outlet perusahaan di
3. Adanya daerah-daerah pada
pengakuan atas merk suatu wilayah.
(brand recognition). Misalnya, belum
4. Kesuksesan adanya outlet KFC di
dalam Padang Panjang dan
periklanannya, Solok pada provinsi
seperti adanya kata Sumatera Barat.
“Jagonya Ayam” 3. Harga produk
dalam setiap belum terjangkau oleh
pemasarannya. semua kalangan
5. Adanya 4. Perusahaan belum
kerjasama dengan memiliki sistem
perusahaan lain, online
seperti dengan Pepsi. 5. Tidak ada booking
6. Tempat pada perayaan hari-
penjualan yang hari besar
bersih dan 6. Kurangnya
tersedianya WIFI pelayanan yang
dibeberapa outlet mengharuskan
7. Perusahaan yang konsumen
telah mengglobal. menyediakan sendiri
8. Pendapatan tidak apa yang ia ingin
hanya dari penjualan konsumsi.
makanan cepat saji, 7. Tata letak yang
tapi juga dari kurang efisien
investasi properti, 8. Tidak adanya
franchiser of pembeda tempat
restaurant. pemesanan
9. Adanya sistem 9. Outlet perusahaan
delivery order yang kurang luas
mudah digunakan
oleh konsumennya
yaitu dengan
menelpon 14022.
Opportunities

1. Mengembangkan 1. Melakukan 1. Merubah menu di


pangsa pasar terutama promosi dan beberapa negara,
untuk generasi muda periklanan bersama- menambahkan
2. Menciptakan sama dengan pepsi beberapa makanan
produk baru. untuk menarik dengan rasa lokal dan
3. Cepat melakukan penggemar pepsi. menghilangkan
inovasi 2. Menjaga beberapa makanan
4. Loyalitas kebersihan yang tidak populer.
pelanggan lingkungan 2. Pengembangan
5. Kebijakan (restoran) dan produk baru yang
Pemerintah menjaga keamanan, harganya bisa
6. Semakin banyak menggunakan menjangkau semua
keluarga yang penyanyi yang kalangan
menghabiskan waktu populer untuk 3. Memilih secara
makan di luar menarik para remaja. cermat franchiser
7. Bisnis makanan 3. Memberikan yang baru dan
merupakan bisnis kesan yang mengevaluasinya
yang menjanjikan. profesional saat secara teratur dan
8. Pelanggan memasuki pasar periodik.
menginginkan baru.
makanan yang 4. Memberikan
disajikan dalam waktu pelayanan yang
cepat. cepat melalui sistem
Delivery
5. Menambah
pemasukan dengan
adanya kebijakan
pemerintah
6. Memberikan
pelayanan yang
cepat
7. Menyediakan
paket khusus pada
event-event tertentu

Threat

1. Adanya fluktuasi 1. Menetapkan dan 1. Mengembangkan


terhadap nilai mata memperbaiki nama produk baru yang
uang asing. baik diantara fokus pada makanan
2. Persaingan ketat. kompetitor promosi organik dan sehat
3. Persamaan strategi secara agresif. 2. Menambahkan
dengan perusahaan 2. Dalam lebih banyak tipe baru
lain seperti melakukan pengiklanannya, dari makanan cepat
pembentukan format KFC berusaha saji yang dapat
baru ataupun dalam memberikan membedakannya
mengembangkan gambaran bahwa dengan kompetitors.
menu makanan. KFC tidak hanya 3. Meningkatkan
4. Adanya tekanan menghemat waktu penjualan dengan
dari beberapa pihak pelanggan yang menambahkan
mengenai makanan berharga, namun bermacam-macam
cepat saji dengan juga meningkatkan paket dengan harga
masalah obesitas. energi pelanggan. yang menarik
5. Bagi konsumen 3. Mengubah lini konsumen agar
yang sadar akan gizi, produk pepsi dengan membeli lebih dari
makanan cepat saji yang lebih sehat satu kali.
merupakan makanan (Diet, etc) 4. Promosi secara
yang kurang sehat. 4. Menyediakan teratur; Memberikan
6. Adanya ancaman makanan segar kesan pada KFC
dari kompetitor local dengan tempat yang dengan pelayanan
di negara yang bersih. yang lebih baik dan
berbeda-beda. 5. Memberikan pengalaman makan
kesan yang yang menyenangkan.
profesional saat
memasuki pasar baru
dan memberikan
peningkatan layanan
yang berkelanjutan.
Matriks EFAS dan IFAS pada KFC
Internal Factor Analysis Summary ( IFAS)
Internal Strategic Factors Weight Rating Weighted Score Comments

Strenghts

S1 Pertumbuhan Penjualan 0,15 x 3 0,45 Peningkatan Penjualan


S2 Brand Image 0,15 x 4 0,60 Penilaian Terhadap Produk
Sangat Baik
S3 Loyalitas Konsumen 0,17 x 3 0,51 Banyak Konsumen
Menggunakan Produk ini
S4 Keadaan Distribusi dan 0,16 x 3 0,48 Pemasaran Yang Luas dan
Pangsa Pasar bahan baku yang tercukupi
S5 SDM yang besar dan terlatih 0,12x 2 0,24 Karyawan Yang
Berpengalaman

Weakness

W1 Ketersediaan bahan 0,21 x 3 0,63 Mengendalikan persediaan yang


baku baik dan berkualitas
W2 Biaya produksi 0,15 x 2 0,30 Meminimalkan biaya produksi agar
yang tinggi tidak terlalu tinggi
W3 Inovasi dan 0,17 x 3 0,51 Melakukan Inovasi secara cepat dan
ekspansi yang menemukan ide-ide yang baru untuk
lambat dalam menciptakan suatu produk yang
mengatasi pesaing berbeda dari pesaing.
dan memenuhi
keinginan pasar
W4 KFC hanya berbasis 0,13 x 2 0,26 Sebaiknya melakukan diversifikasi
pada kategori terhadap produk.
makanan dan belum
merambah ke sektor
lain
W5 Bagan struktur 0,15 x 3 0,45 Menyusun struktur organisasi
organisasi yang dengan baik
tidak mencakup
semua jabatan yang
ada
External Factor Analysis Summary (EFAS)
External Strategic Factors Weight Rating Weighted Score Comments

Opportunity

O1 Segmen Pasar 0,25 x 3 0,75 Pangsa pasar untuk produk ini


sudah semakin luas ( semua
kalangan masyarakat)
O2 Pertumbuhan Pasar0,20 x 3 0,60 Pertumbuhan pasar semakin
meningkat.
O3 Respon Terhadap 0,21 x 3 0.63 Meningkatnya penjualan produk
Promosi
O4 Pendistribusian 0,25 x 3 0,75 Distribusi terkendali dan
produk yang pemasaran yang luas
mudah ke berbagai
daerah
O5 Pengembangan 0,20 x 3 0,60 Meluncurkan produk baru untuk
produk baru jenis pangsa pasar yang ada
makanan

Threats

T1 Masuknya 0,22 X 3 0,66 Mempertahankan kualitas dan


pesaing baru mengembangkan produk
T2 Tingginya harga 0,21 x 3 0,63 Berusaha mendapatkan biaya
bahan mentah yang rendah
T3 Perubahan selera 0,20 x 4 0,80 Mempertahankan citra rasa suatu
konsumen produk
T4 Persaingan 0,23 X 3 0,69 Tetap menjaga kualitas produk
produk ayam
T5 Perang harga dan 0,19 x 3 0,57 Mengikuti naik turun nya nilai
fluktuasi nilai rupiah
tukar asing
Strategic Factor Analysis Summary (SFAS)
Weighted InterKey Strategic Factors Weight Rating Score Short mediate
Long Comments

S2 Brand Image 0,15 x 4 0,60 Penilaian Terhadap Produk Sangat


Baik
S3 Loyalitas 0,17 x 3 0,51 Banyak Konsumen Menggunakan
Konsumen Produk ini
W1 Ketersediaan 0,21 x 3 0,63 Mengendalikan persediaan yang
bahan baku baik dan berkualitas
O1 Segmen Pasar 0,25 x 3 0,75 Pangsa pasar untuk produk ini
sudah semakin luas ( semua
kalangan masyarakat)
T3 Perubahan 0,20 x 4 0,80 Mempertahankan citra rasa suatu
selera produk
konsumen
Rating yang digunakan:
1 = kurang berpengaruh .
2 = cukup berpengaruh.
3 = berpengaruh
4= sangat berpengaruh

Matrixs Space KFC


• Competitive Advantage

• Industry Strength

• Environmental Stability
• Financial Strength