Anda di halaman 1dari 6

Tugas Sistem Pendukung

keputusan
Resume Jurnal Sistem Pendukung Keputusan
Rancang Bangun Sistem Pendukung Keputusan Kelompok
untuk Amnesis, Diagnosis dan Terapi Gangguan Jiwa

Disusun Oleh :

Kartika Lestari (09071002055)


IF 7A

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2010
Jurnal Sistem Pendukung Keputusan
Rancang Bangun Sistem Pendukung Keputusan Kelompok
untuk Amnesis, Diagnosis dan Terapi Gangguan Jiwa
Oleh : Sri Kusumadewi , Sri Hartati, Retantyo Wardoyo , Agus Harjoko
Resume :
Selama ini Diagnosa gangguan kejiwaan dilakukan dengan
berdasarkan panduan diagnosis gangguan kejiwaan yang disebut
dengan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM).
Di Indonesia, untuk melakukan diagnosis terhadap gangguan
kejiwaan digunakan panduan berupa Pedoman Penggolongan dan
Diagnosis Gangguan Jiwa III (PPDGJ III). Namun. Apabila muncul
gejala-gejala baru yang belum diakomodasi oleh panduan tersebut,
maka setiap psikiater akan memberikan persepsi sesuai dengan
pengetahuan dan pengaamannya sendiri. Oleh karena itu, dengan
berkembangnya teknologi informasi perlu kiranya dibentuk suatu
sistem yang mampu memberikan pengetahuan berdasarkan
kompromi dari berbagai pihak (dalam hal ini psikiater atau psikolog
klinis) untuk melakukan diagnosis apabila gejala-gejala yang dialami
oleh pasien belum terakomodasi di dalam panduan tersebut.
Tujuan adanya penelitian ini adalah untuk membagun suatu
sistem berbasis web yang berfungsi sebagai Clinical Group Decision
Support System (CGDSS) untuk diagnosis gangguan jiwa
nonpsitotis. Proses diagnosis didasarkan pada basis pengetahuan
yang dibentuk berdasarkan kompromi dari para pengambil
keputusan (psikiater atau psikolog klinis) melalui konsep fuzzy multi
attribute decision making (FMADM).
Hasil dari penelitian ini adalah berupa :
a. Analisis kebutuhan sistem
Pada analisis kebutuhan sistem dibahas beberapa kebutuhan
dan atau persyaratan terkait dengan input, proses, output, dan
antarmuka sistem yang akan dibangun yang diperoleh berdasarkan
hasil wawancara dengan para psikiater, psikolog (baik klinis maupun
non klinis), dan dokter di bidang farmakologi.
Kebutuhan input : Data pengguna sistem, Data gangguan jiwa,
Data gejala gangguan jiwa, Data hubungan gejala dan gangguan
jiwa, Preferensi dengan format tertentu untuk membentuk basis
pengetahuan berdasarkan FMADM, Data farmakoterapi, Data
psikoterapi, Data psikososial dan medik umum, Data pendukung
inferensi, Data pasien, Data rekam medik pasien, Data konferensi,
Data forum, Data polling, Data berita dan informasi
Kebutuhan proses : Proses manajemen pengetahuan, Proses
manajemen inferensi, Proses manajemen data pasien, Proses
anamnesis, diagnosis dan terapi, Proses manajemen pengguna,
Proses manajemen informasi, Proses manajemen konferensi, Proses
display informasi umum, Proses login untuk masuk ke sistem.
Kebutuhan output : berupa informasi informasi seperti informasi
jenis gangguan, gejala gangguan jiwa, aturan menggunakan PPDGJ
III, kondisi dalam aturan CGDSS, preferensi, farmakoterapi,
psikoterapi, hasil anamnesis terhadap pasien, hasil diagnosis
terhadap pasien, hasil terapi terhadap pasien, Laporan rekam medik
yang berisi hasil anamnesis, diagnosis, dan terapi.
Kebutuhan perangkat lunak dan perangkat keras : Sistem
yang akan dibangun dapat bekerja dengan optimal apabila
dioperasikan dengan menggunakan perangkat keras dan perangkat
lunak dengan spesifikasi minimal yang telah ditentukan.
Kebutuhan antarmuka : Sistem dibangun berbasis web, dengan 2
model antarmuka yang digunakan yaitu model dialog dan model
pengisian formulir. Model menu berbentuk pohon hirarki yang
bertujuan untuk menyeleksi sejumlah pilihan dari setiap menu yang
jumlahnya relatif sedikit Model pengisian formulir bertujuan untuk
mengisi data-data (yang biasanya akan disimpan dalam basisdata)
melalui formulir yang tervisualisasi).

b. Perancangan sistem
Diagram Konteks : Diagram konteksny meliputi : Sistem memiliki
5 entitas luar, yaitu admin, pengguna umum,pengguna biasa,
pengambil keputusan level-1, dan pengambil keputusan level-2.
Admin adalahadministrator yang bertugas memelihara sistem dan
melakukan manipulasi data yang bersifatumum seperti data kota,
pekerjaan atau data medik yang diambil dari ICD-10. Pengguna
umum adalah siapapun yang mengakses sistem ini dan tidak
membutuhkan login untuk masuk. Pengguna biasa adalah pengguna
sistem yang tidak memiliki akses sebagai pengambil keputusan.
Pengguna biasa antara lain terdiri-dari residen, psikolog selain
psikolog klinis, mahasiswa S2 psikologi, dokter selain psikiater.
Pengambil keputusan terbagi atas 2 level, yaitu level-1 dan level-2
(koordinator pengambil keputusan). Pengambil keputusan terdiri-
dari para psikiater atau psikolog klinis.
Perancangan Basis Data : Sistem basisdata yang dibangun
terdiri-atas 47 tabel, antara lain: tabel Login, Gangguan,Gejala,
Gangguan_Umum, GejalaGangguan, Konsekuen_PPDGJ, Standar,
Anteseden, P_Ordered, P_Utility, P_SelectedSubset,
P_FuzzySelectedSubset, Matriks, MADM, KlasObat, GolObat, Generik,
BrandObat, PerusahaanObat, Kemasan, Satuan, HubObat,
AturanObat, Psikoterapi, HubTerapi, Pasien, Periksa, Diagnosis,
Medik, Psikososial, GangguanPasien,MedikPasien, PsikososialPasien,
ObatPasien, TerapiPasien, GolForum, Forum,
KomentarForum, Polling, JawabPolling, Konferensi, Informasi, Berita,
PPDGJ3, Pekerjaan, Kota, dan BukuTamu

c. Hasil
Sistem berhasil dibangun dengan tampilan sebagai berikut
Menu utama untuk system

Pengujian dilakukan dalam 2 bentuk. Pertama, pengujian


terhadap validitas sistem(disebut: CGDSS) apabila dibandingkan
dengan gold standard (PPDGJ III). Kedua, pengujianterhadap kinerja
sistem berdasarkan evaluasi yang diberikan oleh para pengguna
(psikiater,psikolog, atau pengguna lain yang berkepentingan).
Sebanyak 301 kondisi telah diujikan untuk ke-30 jenis gangguan.
Hasil pengujian menunjukkan sebanyak 280 hasil diagnosis dengan
CGDSS sesuai dengan gold standard (PPDGJ III) dan 21 hasis
diagnosis dengan CGDSS tidak sesuai dengan PPDGJ III. Sehingga
dapat dikatakan bahwa 93% hasil diagnosis sesuai dengan gold
standard. Pengujian sistem juga dilakukan dengan cara memberi
kesempatan kepada para pengguna(psikiater, psikolog, dan dokter
di bidang farmakologi) untuk mengevaluasi kinerja sistem. Hasil
evaluasi untuk setiap sub sistem dengan Nilai rata-rata untuk
semua sub sistem adalah 4,321. Berdasarkan hasil tersebut dapat
disimpulkan bahwa para pengguna memberikan nilai BAIK untuk
CGDSS yang telah dibangun.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, akhirnya dapat
disimpulkan bahwa:
a. Sistem yang dibangun telah memiliki basis pengetahuan yang
cukup lengkap untuk
melakukan diagnosis gangguan jiwa non-psikotis.
b. Sistem yang telah dibangun memberikan kemudahan bagi para
psikiater dan
psikolog klinis untuk melakukan anamnesis, diagnosis dan terapi
bagi para pasien.