Anda di halaman 1dari 1

INFEKSI NOSOKOMIAL

I. PENGERTIAN

Nosokomial berasal dari kata yunani nosocomium yang berarti “rumah saki”. Jadi
nosokomial artinya yang berasal dari rumah sakit, semntara kata infeksi artinya terkena
hama penyakit. Jadi infeksi noskomial adalah infeksi yang didapat dari rumah sakit atau
ketika penderita itu dirawat dirumah sakit. (Nugraheni, 2012)
Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat dirumah sakit atau di fasilitas kesehatan
lainya. Infeksi nosokomial didapatkan selama pengobatan medis (Black,2012)
II. PENYEBAB
1. Agen infeksi
Bakteri, virus, jamur dan parasit dapat menyebabkan infeksi nosokomial. Infeksi ini
dapat disebabkan oleh mikrorganisme yang didapat dari orang lain / dari pasien itu
sendiri. Kebnaykan infeksi yang terjadi dirumah sakit ini lebih disebabkan karena
factor eksternal yaitu penyakit yang penyebaranya melalui makanan, udara atau
benda dan bahan-bahan yang tidak steril (Ibrahim,2011)
2. Respon tubuh pasien
Faktor terpenting yang mempengaruhi tingkat respon pasien adalah
 Umur
Peningkatan infeksi nosokomial juga sesuai dengan umur dimana pada usia >
65 tahun kejadian infeksi tiga kali lebih sering terjadi daripada usia muda.
 Status imunitas pasien
Kondisi ini lebih diperberat bila penderita penyakit kronis, yaitu penyakit
yang terjadi secara menahun / dalam waktu yang lama pengobatanya pun
membutuhkan waktu yang lama.
 Obesitas dan malnutrisi
III. Cara penularan infeksi nosokomial
Menurut James H Hughes dalam Hasbi Ibrahim (2011) cara penularannya ada 4 :
1. Kontak langsung antara pasien atau orang yang merawat pasien
2. Lingkungan, disaat lingkungan menjadi terkontaminasi dan tidak didesinfeksi atau
disterilkam, contoh : perawatan luka pasca operasi
3. Udara
4. Hewan/serangga yang membawa kuman
5. Makanan dan minuman
IV. Pencegahan infeksi nosokomial
1. Membatasi hubungan dengan pasien dengan cara mencuci tangan, penggunaan sarung
tangan, tindakan septik dan aseptic, sterilisasi dan desikfektan
2. Melindungi pasien dengan penggunaan antibiotic, nutrisi yang cukup, dan vaksinasi.
3. Pengawasan infeksi dan mengontrol penyebaranya seperti meningkatan keamanan
dalam ruang operasi atau area yang beresiko tinggi terkena infeksi.