Anda di halaman 1dari 9

DUKUNGAN EMOSIONAL KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN WBP

PEREMPUAN DI LEMBAGA PEMASAYRAKATAN KLAS II B TEGAL


Dinik Rostikarini1, Wisnu Widyantoro2, Arif Rakhman3
1
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti
Mandala Husada
23
Bagian Kelilmuan Keperawatan, Program Studi Pendidikan Profesi Ners Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Bhakti Mandala Husada
e-mail: drostikarini@gmail.com

ABSTRAK
Kehidupan Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B
Tegal merupakan bentuk dari konsekwensi hukum atas perilaku melanggar hukum yang pernah
dilakukan. Berbagai permasalahan di alami WBP perempuan dalam menjalani kehidupannya di
Lembaga Pemasyarakatan, diantaranya perubahan hidup, hilangnya kebebasan dan hak-hak yang
semakin terbatas, hingga label penjahat yang melekat pada diri mereka. Dukungan emosional
keluarga berpengaruh penting terhadap WBP perempuan yang sedang mengalami masalah saat
menjalani hukuman di dalam Lapas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan
emosional keluarga dengan tingkat kecemasan pada WBP perempuan di Lembaga
Pemasyarakatan Klas II B Tegal. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif. Populasinya
adalah seluruh WBP perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Tegal. Teknik
pengambilan sampel pada penelitian adalah total sampling dengan seluruh WBP perempuan di
Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Tegal sebanyak 30 responden. Alat pengumpulan data
berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji chi-square diperoleh p- value = 0,470
> (α = 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan emosional
keluarga dengan tingkat kecemasan WBP perempuan di Lambaga Pemasyarakatan Klas II B
Tegal. Hal ini dikarenakan kondisi psikologis dan keterbatasan kemampuan WBP perempuan
dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
Kata Kunci : Dukungan emosional keluarga, tingkat kecemasan, WBP perempuan.

Abstract : The life of a Female inmates Correctional Institution in Class II B Penitentiary Tegal
is a form of legal consequence for unlawful behavior that has been done. These issues naturally
female inmate in living her life in Prison, including a change of life, loss of freedom and rights
are more limited, until the villain label attached to them. The emotional support of the family has
an important effect on the inmate of female who are experiencing problems while serving a
sentence in prisons. The purpose of this study to determine the relationship of emotional support
family with anxiety level on female inmate in Correctional Institution in Class II B Penitentiary
Tegal. The type of this research is descriptive correlative. The population is all female inmate in
Correctional Institution in Class II B Penitentiary B Tegal. The sampling technique in this
research is the total sampling with all female inmate in Correctional Institution in Class II B
Penitentiary B Tegal as much as 30 respondents. Data collection tool in the form of
questionnaires. The results showed that Chi-square test results obtained p-value = 0.470> (α =
0.05) which means there is no significant relationship between the emotional support of the
family with the level of anxiety of female inmate in Correctional Institution in Class II B

1
Penitentiary Tegal. This is due to the psychological condition and the limited ability of female
inmate in interacting with their social environment.
Keywords: Family emotional support, anxiety level, female inmate

PENDAHULUAN Dukungan keluarga dapat berupa dukungan


keluarga internal seperti, dukungan dari
Sandi, Halim, dan Manurung (2015), suami atau istri, dukungan dari saudara
menyampaikan bahwa WBP tidak hidup kandung, dukungan dari anak. Sedangkan
dengan keluarganya di Lapas dan waktu dukungan eksternal seperti, dukungan dari
kunjungan untuk bertemu keluarga bagi sahabat, tetangga, sekolah besar, tempat
WBP juga dibatasi. Setiap hari terdapat ibadah dan praktisi kesehatan. Dukungan
jadwal kunjungan bagi narapidana dan emosional keluarga ini memperlihatkan
tahanan. Tidak terdapat kamar khusus bagi adanya dukungan dari keluarga terhadap
WBP yang dikunjungi oleh pasanganya.
anggota keluarganya. Komunikasi dan
Bagi WBP berada dalam Lembaga interaksi antara anggota keluarga diperlukan
Pemasyarakatan berarti kehilangan untuk memahami situasi anggota keluarga
kebebasan fisik, kehilangan kontrol atas lainnya.
hidup, kehilangan keluarga, kurangnya
stimulasi, kehilangan keamanan, kehilangan Andrian (2005), mengatakan bahwa dari
hubungan heteroseksual, dan diberikan cap keempat jenis dukungan keluarga, dukungan
jahat (stigma) dan terjadi degredasi atau emosional merupakan dukungan yang paling
penurunan derajat dan harga diri manusia besar pengaruhnya terhadap kepatuhan
serta gangguan psikologis termasuk seseorang dalam usaha meningkatkan
kecemasan. derajat kesehatanya. Dukungan emosional
lebih membantu terhadap penguasaan emosi
Allender dan Spadley (2005), pasien, pasien lebih semangat, dan lebih
menyebutkan bahwa WBP perempuan sabar. Dukungan emosional yang dapat
membutuhkan pelayanan kesehatan khusus diwujudkan antara lain meliputi pemberian
karena rentan terpapar oleh masalah perhatian untuk rneningkatkan derajat
psikososial, mereka juga merupakan kesehatan yang diinginkan. Isnaini,
populasi minor didalam lapas. Selain itu isu Hariyono, dan Utami (2011) mengemukakan
kemiskinan, reproduksi dan masalah di penelitianya bahwa dukungan keluarga
keluarga juga sangat dekat dengan WBP sangat berperan penting terhadap tingkat
perempuan. Hal ini yang membuat WBP kecemasan WBP dalam menjalani
perempuan menjadi sangat rentan terjadinya kehidupannya di Lapas. Kemudian oleh
gangguan kejiwaan. Astuti, Kuntari, dan Desrini (2009) bahwa
Friedman (2010) menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat dukungan sosial
dukungan keluarga merupakan suatu yang keluarga para narapidana penyalahgunaa
bersifat mendukung, selalu siap memberikan NAPZA di Lapas Narkotika Yogyakarta
pertolongan dan bantuan jika diperlukan. maka tingkat kecemasan narapidana akan
menurun. Mutti dan Martina (2016) juga

2
menjelaskan dalam penelitianya bahwa badan, sering merasa sedih, dan kalau
keluarga sebagai tempat yang aman dan malam dan mengatakan susah tidur. Setelah
damai bagi anggota keluarga yang sedang dikaji lebih dalam mereka banyak yang
mengalami permasalahan sehingga dapat mengakui kalau dari keluarga tidak ada yang
menjaga perasaan WBP dan dapat mengunjungi atau jarang berkunjung di
membantu pemulihan dan pengawasan Lapas, keluarga sulit untuk dihubungi,
terhadap emosi. keluarga tidak pernah berkirim kabar, dan
ada yang menerima surat gugatan cerai dari
WBP yang sedang menjalani masa Pengadilan Agama ketika mereka berada di
pidana di Lapas Tegal merupakan tempat dalam Lapas. Mereka beranggapan keluarga
yang memungkinkan untuk munculnya sudah tidak perhatian lagi dan hidupnya
berbagai masalah psikososial, yang tidak berguna.
memungkinkan akan menambah
permasalahan-permasalahan lama yang METODE PENELITIAN
dibawa oleh WBP sebelum mereka masuk
menjalani masa pidana. Perbedaan latar Jenis penelitian yang digunakan
belakang kehidupan yang meliputi adalah kuantitatif. Penelitian yang
digunakan adalah studi korelasi
perbedaan dalam tingkat pendidikan, status
(corerelation study) yang pada hakikatnya
perkawinan, keadaan sosio ekonomi dan
yang merupakan penelitian atau penelaahan
budaya, agama, ras, dan genetik merupakan
hubungan antara dua variabel pada suatu
multi faktor yang bisa mempengaruhi dan
meningkatkan kondisi kecemasan serta situasi atau sekelompok subjek. Pendekatan
reaksi emosional individu terhadap berbagai yang digunakan adalah cross sectional
masalah kehidupan. WBP perempuan juga adalah adalah suatu penelitian untuk
mengatakan bahwa mereka ingin segera mempelajari dinamika korelasi antara
faktor-faktor resiko dengan efek, dengan
pulang, keterbatasan fasilitas, sulit tidur,
cara pendekatan, observasi atau
keluarga jarang berkunjung, kurang
pengumpulan data sekaligus pada suatu saat.
bersernangat dan keluarga kurang peduli
Hal ini tidak berarti bahwa semua subjek
terhadap mereka selama berada di Lapas.
penelitian diamati pada waktu yang sama
Hal ini berdasarkan observasi yang (Notoatmodjo, 2010).
telah diakukan sebelumnya. pada tanggal 20
Alat penelitian yang digunakan
November 2017 ditemukan WBP yang
sering melamun dengan pandangan kosong, adalah kuesioner, suatu bentuk atau
terdapat WBP yang kurang perhatian/kurang dokumen yang berisi beberapa item
konsentrasi dalam menjawab apabila diberi pertanyaan atau pernyataan yang dibuat
pertanyaan, tidak tanggap terhadap berdasarkan indikator-indikator variabel.
Kuesioner pada dasarnya diberikan untuk
kebersihan sekitarnya yang membuat
mengetahui respon subyek terhadap setiap
inisiatif WBP menurun. Terdapat keluhan
item pernyataan dengan cara meminta
WBP juga mengenai kurangnya nafsu
subyek menuliskan menuliskan responnya
makan, dan sering mengeluh tidak enak
setiap pernyataan tersebut (Dharma, 2015)
3
Pada penelitian ini populasi yang HASIL DAN PEMBAHASAN
digunakan adalah seluruh Warga Binaan Tabel 4.1 Distribusi Frekueensi
Pemasyarakatan Perempuan Di Lembaga Dukungan Emosional Keluarga pada WBP
Pemasyarakatan Kelas II B Tegal dengan Perempuan Di Lembaga Pemasyarakatan
jumlah 30 orang. Penelitian ini dilakukan di Kelas II B Tegal Bulan Maret 2018
Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tegal
dengan alamat Jalan Yos Sudarso No 02 Dukungan Emosional
Kelurahan Tegalsari Kecamatan Tegal Barat Keluarga n %
Kota Tegal. Waktu penelitian dilaksanakan
kurang 1 3.3
pada tanggal 16 - 27 Maret 2018. Agar
karakteristik sampel tidak menyimpang dari cukup 12 40.0
populasinya, maka sebelum dilakukan baik 17 56.7
pengambilan sampel dilakukan penentuan Total 30 100.0
kriteria inklusi dan ekslusi (Notoatmodjo,
2010). Kriteria inklusi adalah kriteria atau Berdasarkan tabel 4.1 menunjukkan
ciri yang perlu dipenuhi oleh setiap anggota bahwa dukungan emosional keluarga WBP
populasi yang dapat diambil sebagai sampel Perempuan di Lembaga Pemasyarakatan
(Notoatmodjo, 2010). Kelas II B Tegal dalam kategori baik yaitu
Kriteria insklusi yaitu WBP Perempuan di dibuktikan dengan 17 responden (56,7%).
Lapas Tegal, WBP Perempuan di Lapas
Tegal yang bisa membaca dan menulis, Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi
WBP Perempuan di Lapas Tegal masih Tingkat Kecemasan WBP Perempuan di
memiliki anggota keluarga, WBP Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tegal.
Perempuan di Lapas Tegal yang berusia ≥
Tingkat Kecemasan n %
18 tahun. Kriteria ekslusi adalah ciri-ciri
anggota populasi yang tidak dapat diambil ringan 16 53.3
sebagai sampel (Notoatmodjo, 2010). sedang 12 40
Kriteria ekslusi dalam penelitian ini berat 2 6.7
adalahWBP Perempuan di Lembaga
Total 30 100
Pemasyarakatan Kelas II B Tegal yang tidak
pernah dikunjungi sama sekali dan WBP
Perempuan di Lapas Tegal yang tidak Berdasarkan tabel 4.3 menunjukkan
bersedia menjadi responden. Sampel yang bahwa tingkat kecemasan WBP Perempuan
digunakan adalah seluruhnya dari jumlah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B
populasi yang mewakili suatu populasi Tegal dalam kategori ringan yaitu
(Saryono, 2011). Sampel yang akan di dibuktikan 16 responden (53,3%).
gunakan adalah seluruh WBP perempuan di
Lembaga Pemasyarakata Kelas II B Tegal Tabel 4.4 hasil analisa hubungan
berjumlah 30 orang. antara dukungan emosional keluarga dengan
tingkat kecemasan WBP Perempuan di
Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tegal

4
Dukungan Tingkat kecemasan
emosional X2 pValue
Ringan Sedang Berat Total
keluarga
Baik n 7 8 2 17 3,554 0,470
Dukungan emosional keluarga
% 23,3 26,7 6,7 56,7 merupakan cara untuk menunjukkan kasih
Sedang n 8 4 0 12
% 26,7 13,3 0 40 sayang, kepedulian dan penghargaan untuk
Kurang n 1 0 0 1
% 3,3 0 0 3,3 orang lain. (Sarafino, 2010). Hasil penelitian
Total n 16 12 2 30
% 53,3 40,0 6,7 100 ini sejalan dengan Ulhaq dan Martina (2016)
tentang dukungan keluarga dengan tingkat
Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan
kecemasan narapidana di Rumah Tahanan
bahwa hasil pengujian hipotesis penelitian
Negara Banda Aceh yang menyatakan
menunjukkan bahwa Ho ditolak dengan
dukungan keluarga dalam kategori baik
pValue 0,470. Bahwa tidak ada hubungan
sebanyak 21 responden (55,3%). Hasil
dukungan emosional keluarga dengan
penelitian yang dilakukan di Lembaga
tingkat kecemasan Warga Binaan
Pemasyarakatan Kelas II B Tegal
Pemasyarakatan Perempuan Klas II B Tegal.
menunjukkan adanya dukungan emosional
Disebutkan bahwa dukungan emosional
dalam kategori baik yaitu sebesar 17
keluarga kategori baik dengan tingkat
responden (56,7%). Hal ini ditunjukkan
kecemasan WBP Perempuan di Lembaga
dengan responden yang keluarganya selalu
Pemasyarakatan Kelas II B Tegal dalam
mensuport responden, baik secara material
kategori ringan yaitu dibuktikan 7
ataupun spiritual. Keluarga memberikan
responden, kecemasan kategori sedang 8
perhatian, komunikasi yang terjalin baik,
responden dan kecemasan berat 2
semangat yang diberikan lainnya. Hasil
responden.
penelitian juga menunjukkan bahwa WBP
perempuan di Lembaga Pemasyarakatan
Berdasarkan hasil uji statistic
Kelas II B Tegal mendapatkan dukungan
menggunakan Chi-Square, diperoleh nilai p
emosional keluarga kriteria kurang sebanyak
value = 0,470. Nilai p ini lebih besar dari
1 responden (3,3%). Hal ini ditunjukkan
nilai α (α= 0,05) maka Ho diterima. Hal
dimana oleh keluarga tidak mensuport
tersebut menunjukkan bahwa tidak ada
responden, tidak adanya perhatian keluarga,
hubungan antara Dukungan Emosional
dan komunikasi dengan responden juga
Keluarga dengan tingkat kecemasan pada
tidak lancar.
WBP perempuan di Lembaga
Pemasyarakatan Kelas II B Tegal.
Dari hasil penelitian menunjukkan
Berdasarkan data yang diperoleh melalui
bahwa tingkat kecemasan WBP perempuan
penelitian pada 30 responden perempuan di
di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B
Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tegal
tegal pada kategori kecemasan ringan yaitu
menunjukkan bahwa responden yang
sebanyak 16 responden (53,3%), kategori
memiliki dukungan emosional keluarga
kecemasan sedang sebanyak 12 responden
yang baik berjumlah 17 responden dengan
(40%) dan kategori kecemasan berat
presentase 56,7% dan dukungan emosional
sebanyak 2 responden (6,7%). Kecemasan
keluarga kriteria kurang sebanyak 1
adalah kekhawatiran yang tidak jelas dan
responden dengan presentase 3,3%.

5
menebar, yang berkaitan dengan perasaan Responden memiliki gejala vegetatif berupa
tidak pasti dan tidak berdaya. Keadaan pusing/ sakit kepala. Responden memiliki
emosi ini tidak memiliki obyek yang perilaku sewaktu wawancara yaitu gelisah,
spesifik. Perasaan cemas dialami secara mengerutkan dahi atau kening, dan muka
subyektif dan di komunikasikan secara tegang.
interpersonal (Stuart & Sundeen, 2007).
Hasil penelitian menunjukkan hasil yang Hasil pengujian hipotesis penelitian
sama dengan penelitian yang dilakukan oleh menunjukkan bahwa Ho ditolak dengan
Putri, Erwina dan Adha (2014) dengan pValue 0,470. Bahwa tidak ada hubungan
mendapatkan hasil yang sama bahwa tingkat dukungan emosional keluarga dengan
kecemasan narapidana di Lembaga tingkat kecemasan Warga Binaan
Pemasyarakatan Kelas II A Muara Padang Pemasyarakatan Perempuan Kelas II B
dalam kategori baik sebanyak 115 Tegal. Dukungan emosional WBP
responden (48,5%). Hasil penelitian perempuan di Lembaga Pemasyarakatan
menunjukkan bahwa WBP perempuan di Kelas II B Tegal rata rata dalam kategori
Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tegal baik. Akan tetapi terdapat WBP perempuan
dengan tingkat kecemasan kategori berat yang memiliki tingkat kecemasan yang
sebanyak 2 responden. Hal ini ditunjukkan berat. Hal tersebut dipengaruhi bahwa
responden merasa bahwa dirinya cemas, stigma buruk terhadap WBP perempuan
memiliki firasat buruk dan takut akan yang berkembang dimasyarakat sangat
pikirannya sendiri. Responden mengalami mempengaruhi keadaan psikologis mereka.
ketegangan, merasa tegang, gelisah dan
mudah tersinggun. Responden takut akan Anggapan WBP perempun selama
gelap, terhadap orang asing dan takut bila ini adalah bahwa masyarakat akan menolak
ditinggal sendiri. Reponden mengalami mereka setelah bebas. Hal tersebut juga
susah tidur, terbangun saat malam hari, dan sangat mempengaruhi kondisi kesehatan
tidur tidak pulas. Terjadi gangguan mental WBP perempuan. Kondisi pribadi
kecerdasan berupa mudah lupa dan sulit WBP perempuan itu sendiri juga
konsentrasi. Responden memiliki perasan mempengaruhi kondisi WBP perempuan
depresi dimana hilangnya minat dan sedih. selama berada di Lapas. Dimana mereka
Responden terdapat keluhan somatik berupa memliki ketakutan ketakutan yang kadang
suara tidak stabil. Responden memiliki tidak beralasan. Ketidakmampuan WBP
gelajala sensorik, dimana respnden merasa perempuan dalam bersosialisasi dengan
lemah. Tidak terdapat gejala kardiovaskuler. lingkungan sekitar juga menyumbang peran
Responden memiliki gejala pernafasan yaitu dalam mempengaruhi tingkat kecemasan
sering menarik nafas panjang. Responden WBP perempuan (Andriawati, 2012).
memiliki gejala gastrointestinal berupa
obstipasi, berat badan menurun dan nyeri Dari hasil penelitian menunjukan
lambung saat sebelum dan sesudah makan. dukungan emosional keluarga dalam
Responden tidak memiliki gejala uroginal. kategori yang baik dengan tingkat

6
kecemasan ringan sebanyak 7 responden, responden itu sendiri. Dimana WBP
kecemasan sedang sebanyak 8 responden perempuan memiliki sikap pesimis dalam
dan kecemasan berat sebanyak 2 responden. dirinya, sikap tersebut karena WBP
Kemudian dukungan emosional keluarga perempuan berpandangan bahwa setelah
kategori cukup kurang dengan tingkat dirinya keluar dari Lapas maka orang lain
kecemasan ringan sebanyak 8 responden dan disekitarnya seperti teman –temannya,
kecemasan sedang sebanyak 4 responden. tetangga, dan kerabat yang lain akan
Untuk dukungan emosional keluarga dengan berpikir negatif pada dirinya. Pandangan
kategori yang kurang dengan tingkat yang buruk pada dirinya akan membuat
kecemasan ringan ditemukan hanya 1 kecemasan tersendiri bagi WBP perempuan.
responden. Menurut Dalami (2009), Ketakutan yang dirasakan responden pada
kecemasan merupakan respon emosional dirinya setelah keluar dari Lapas terhadap
terhadap penilaian individu yang subyektif, terjadinya penolakan dari lingkungan
yang mempengaruhi alam bawah sadar dan sekitarnya akan sangat mempengaruhi
tidak diketahui secara khusus penyebabnya, tingkat kecemasannya. Kecemasan kategori
selain itu dukungan emosional keluarga berat terhadap WBP perempuan muncul
memberikan nasehat, saran, dukungan juga bisa dikarenakan responden menyesal
jasmani maupun rohani. Dukungan akan perbuatannya, responden merasa
emosional keluarga juga diberikan keluarga, kehilangan keluarga, teman, kegiatan sehari-
yang meliputi dukungan yang diwujudkan harinya, dan keinginannya yang belum
dalam bentuk afeksi, adanya kepercayaan, tercapai sementara dirinya harus menjalani
perhatian, mendengarkan dan didengarkan. hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Kelas
II B Tegal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
WBP perempuan di Lembaga SIMPULAN
Pemasyarakatan Kelas II B Tegal dengan
Berdasarkan penelitian dan analisis
dukungan emosional keluarga kategori baik
data yang telah dilakukan, sesuai dengan
dengan tingkat kecemasan berat sebanyak 2
tujuan yang telah ditentukan dapat diambil
responden. Berdasarkan kuisioner
didapatkan hasil bahwa responden beberapa simpulan sebagai berikut yaitu
mengalami kecemasan yang berpengaruh dukungan emosional keluarga yang
terhadap kesehatan tubuhnya. Hasil diberikan kepada WBP perempuan di
observasi menemukan bahwa WBP Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tegal
perempuan yang memiliki dukungan tergolong baik. Tingkat kecemasan WBP
Perempuan di Lembaga Pemasyarakatan
emosional keluarga dengan kategori baik
Kelas II B Tegal pada kategori kecemasan
namun tingkat kecemasan kategori berat
ringan. Disimpulkan bahwa tidak ada
dikarenakan kecemasan berat yang dialami
oleh narapidana dipengarui oleh diri hubungan antara dukungan emosional
resonden itu sendiri. Faktor tersebut keluarga dengan tingkat kecemasan WBP
diantaranya yaitu perasaan takut terhadap Perempuan di Lembaga Pemasyarakatan
tidak adanya penerimaan dan penolakan diri Kelas II B Tegal tidak memiliki hubungan.

7
DAFTAR PUSTAKA Fakultas Kesehatan Masyarakat.
Universitas Ahmad Dahlan.
Ade, Abdul, & Idawati, (2015), Hubungan Yogyakarta Volume 5 No 2. Juni
Lamanya Masa Tahanan Dengan 2011
Perilaku Sex Narapidana Narkoba di Kunjoro, Z. (2010). Konsep dan proses
Lembaga Pemasyarakatan. Jurusan keperawatan keluarga, Yogyakarta
Keperawatan Poltekkes : Graha Ilmu
Tanjungkarang pada tanggal 1 April
2015 Lumiu, S.E, Josef SB, Ponidjan, T.T,
(2013), Hubungan Dukungan
Chaplin, JP. (2005). Kamus lengkap Keluarga dengan Tingkat Kecemasan
psikologi. Jakarta : Rajawali Pre Akibat Hospitalisasi Pada Anak Di
Dharma, (2011). Metodologi Penelitian UsiaSekolah Di IRNA E BLU RSUP
Keperawatan : Pedoman Prof Dr.R.D. Kandau
Melaksanakan Dan Menerapkan Manado.Program Studi Ilmu
Hasil Penelitan. Jakarta: CV Trans Keperawatan Fakultas Kedokteran
Info Media Sam Ratulangi Manado, Volume 1
Etty, Maria. (2004). Mengelola emosi, tips Nomor 1 Agustus 2013
praktis mengelola kebahagiaan. Murtadha & Muthahhari. (1995). Falsafah
Jakarta: PT. GramediaWidiasarana akhlak. Bandung: Pustaka Hidayah
Indonesia
Nelvice, Elita, V. Dewi, V.Y.I, (2013).
Friedman, M., (2010). Keperawatan Hubungan Antara Dukungan
Keluarga: Teori Dan Praktik. Jakarta Keluarga dengan Harga Diri Remaja
: EGC Jurnal Keperawtaan, Volume
di Lembaga Pemasyarakatan.
IX, No 1, April 2015 Program Studi Ilmu Keperwatan
Handayani dan Wahyuni. (2012). Hubungan Univertias Riau. Volume 1 No. 03
dukungan keluarga dengan Kepatuhan Oktober 2013.
Lansia Dalam mengikuti Potter and Perry. (2009). Buku ajar
Kesehatannya di Wilayah Puskesmas fundamental keperawatan. Jakarta
Melur Pekanbaru. Diakses tanggal 5 Selatan : Media
April, 2017. Dari
www.digilib.ui.ac.id/file?=pdf/abstrak Ramaiah, Savitri. (2003). Psikolog II:
-95790.pdf. Anxiety. Be A Profesional Sosial
Worker.
Isnaini. Y, Hariyono, W. Utami, I.K, (2011),
Hubungan Antara Dukungan Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2004).
Keluarga dengan Kenginan Untuk Health psychology : Biopsychosocial
sembuh Pada Penyalahgunaan Interactions (7thed.). United States of
NAPZA Di Lembaga Pemasyrakatan America : John Willey & Sons Inc.
Wirogunan Kota Yogyakarta,

8
Thoits, Peggy A.(1986). Sosial support as Vigne, N., Naser, R., Brooks, L., & Castro,
copping assistence. Journal Of J. (2005). Examining the effect of
Consulting and Clinical Psychology. incarceration and in - prison family
54.416-423 contack on prisoners’ family
relationships. JOURNAL OF
Utari, D., Fitria, N., Rafiyah,I. (2012). CONTEMPORARY CRIMINAL
Gambaran tingkat kecemasan pada JUSTICE 21 (4), 314 - 155 .
warga binaan menjelang bebas di Diperoleh tanggal 23 Oktober 2013
Lembaga Pemsyarakatan Wanita Klas dari
II A Bandung. skripsi Universitas https://www.ncjrs.gov/App/publicatio
Padjajaran. ns/abstract.aspx?ID=233570