Anda di halaman 1dari 7

Lembar Kegiatan Peserta Peluang

Didik (LKPD 2) Dua Kejadian


Matematika || Kelas XI || Semester 2 Saling Bebas

Tujuan Pembelajaran: Kelompok : Kelas :


1. Siswa dapat menentukan peluang kejadian Nama Anggota Kelompok:
bersyarat dari suatu percobaan acak. 1.2.
2. Siswa dapat menentukan dua kejadian tidak saling bebas
setelah Petunjuk
dapat menentukan peluang kejadian bersyarat dari suatu Pengisian:
percobaan acak.

1. Berdo’alah terlebih dahulu sebelum mengerjakan LKS.


2. Kerjakan LKS dengan cara berkelompok.

3. Kerjakanlah dengan teliti dan urut. Alokasi Waktu : 40


menit

Kegiatan 2
Menentukan Peluang Kejadian Bersyarat

Ikutilah langkah-langkah berikut ini untuk menentukan peluang kejadian bersyarat (conditional events)
dan peluang dua kejadian tidak saling bebas (dependent events).
1. Perhatikan ilustrasi percobaan berikut ini.
Dua kartu diambil satu persatu dari tumpukan kartu bridge. Misalkan A
kejadian munculnya As pada pengambilan pertama dan B kejadian
munculnya kartu As, Queen, King pada pengambilan kedua.

Percobaan di atas, divisualisasikan dalam diagram Venn 𝐴 ∩ 𝐵 berikut.

S . 3♥ 2♥ B
9♦
3♠
2
10♦ ♠ 7
6 ♠
K♥ 5 ♠
5 10 Q♥ K♣ ♠ 2♦
♥ ♠ Q 𝑅𝑢𝑎𝑛𝑔 𝑆𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝐴𝑤𝑎𝑙
4 Q♦
3
♠ Q♠ K♦
A ♣ 5 J♦
♣ ♣ 9
J♠ 𝐾𝑒𝑗𝑎𝑑𝑖𝑎𝑛 𝐴 ∩ 𝐵
7 ♠
A♥ 2 6
♥ K♠ A♠ ♣ ♣
3♦ A♦ A ♣ 6♦
8
5♦ ♠ 8 7
10 J♣ 4♣ ♣ ♣

8♦
4♦ 9 7♦
4♥6♥ 8♥ 9♥ 10♥J♥ ♣

2. Tentukan �(𝐴).

�(𝐴) = 𝑛(𝐴) = 4 = 1
𝑛(𝑆)5213
3. Tentukan �(𝐵).
Peluang Kejadian Majemuk || Kejadian Bersayarat 1
Lembar Kegiatan Peserta Peluang
Didik (LKPD 2) Dua Kejadian
Matematika || Kelas XI || Semester 2 Saling Bebas

�(𝐵) = 𝑛(𝐵) = 12 = 3
𝑛(𝑆)5213

Peluang Kejadian Majemuk || Kejadian Bersayarat 2


4. Tentukan �(𝐴 ∩ 𝐵).

�(𝐴 ∩ 𝐵) = 𝑛(𝐴 ∩ 𝐵) = 4 = 1
𝑛(𝑆) 5213
5. Tentukan �(𝐴|𝐵).
Karena kejadian B terjadi lebih dahulu maka Ruang Sampel S diatas berkurang
menjadi himpunan B yang digambarkan dalam diagram Venn berikut ini.

B
K♥
Q♥ K♣
Q♦ Q
Q♠ K♦
A ♣
𝑅𝑢𝑎𝑛𝑔 𝑆𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝐵𝑎𝑟𝑢

A♥
K♠ A♠ 𝐾𝑒𝑗𝑎𝑑𝑖𝑎𝑛 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑦𝑎𝑟𝑎𝑡 𝐴|𝐵
A♦ A

�(𝐴|𝐵) = 4 = 𝑛(𝐴 ∩ 𝐵)
12 𝑛(𝐵)

𝑛(𝐴 ∩
= 𝐵)𝑛(𝑆)
1
𝑘𝑎𝑙𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑒𝑏𝑢𝑡 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑛(𝑆)
𝑛(𝐵)
𝑛(𝑆)

= �(𝐴 ∩ 𝐵)
�(𝐵)

𝒂𝒕𝒖𝒓𝒂𝒏 𝑝𝑒𝑙𝑢𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑒𝑗𝑎𝑑𝑖𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑦𝑎𝑟𝑎𝑡


Jadi, �(𝐴|𝐵) =
�(𝐴∩𝐵) �(𝐵)

6. Gunakan informasi pada langkah 2, 3, 4 dan aturan peluang kejadian bersyarat di


atas untuk menentukan �(𝐴|𝐵). Bandingkan hasilnya dengan nilai yang sudah kalian
peroleh di langkah 5.

1
�(𝐴 ∩ 𝐵) = 13 = 1
�(𝐴|𝐵) =
�(𝐵) 3 3
13
7. Tentukan �(𝐴 ∩ 𝐵) dari aturan peluang kejadian bersyarat yang sudah kalian dapatkan
�(𝐴 ∩ 𝐵) = �(𝐵) × �(𝐴|𝐵)

di atas.

Aturan di atas merupakan peluang kejadian A dan B yang tidak saling bebas.

8. Bagaimanakah hubungan ( A|B ) dengan P(A) (sama/ tidak sama).

P(A|B ) ≠ P(A )

Hubungan tersebut menyatakan secara matematis bahwa terjadinya kejadian B


mempengaruhi terjadinya kejadian A atau dengan kata lain dua kejadian A dan B tidak
saling bebas.

Setelah kalian menyelesaikan langkah-langkah kegiatan di atas, hal-hal apa sajakah yang
dapat kalian simpulkan? Tuliskan simpulan kalian pada kolom dibawah ini.

Simpulan

 Peluang bersyarat kejadian A jika diketahui kejadian B telah terjadi


dinyatakan dengan P( A|B ) dan ditentukan oleh:
P ( A ∩B)
P ( A|B )=
P(B)
 Apabila kejadian A dan B dua kejadian yang tidak saling bebas maka
berlaku
P ( A ∩ B ) =P ( A|B ) × P (B)
 Dua kejadian A dan B adalah dua kejadian yang tidak saling bebas jika
dan hanya jika
P ( A|B ) ≠ P ( A ) dan P ( B| A ) ≠ P (B)

Latihan

Kejadian Bersyarat & Kejadian Tidak Saling Bebas

1. Sebuah kartu diambil dari delapan kartu identik yang sudah diberi nomor
bilangan bulat dari 1 sampai 8. Berapakah peluang kartu yang terambil
bernomor prima jika diketahui kartu yang terambil bernomor ganjil.
2. Dalam sebuah kantong berisi 5 kelereng merah, 3 kelereng putih dan 2 kelereng
hijau. Jika dari dalam kantong diambil dua kelereng sekaligus. Tentukan peluang
terambil kelereng itu berwarna merah dan yang lain berwarna hijau.

Jawaban

1. Misalkan : A = kejadian terambilnya kartu bernomor


prima
B = kejadian terambilnya kartu bernomor
ganjil
A = {2,3,5,7}, n (A)
= 3 B = {1,3,5,7},
n (B) = 3
A∩B = {3,5,7}, n (A ∩ B) = 3
n( A ∩ B) 3
P ( A|B )= =
n( B) 4
Jadi peluang kartu yang terambil 3bernomor prima jika diketahui kartu yang
terambil bernomor ganjil adalah 4
2. Cara 1
Pengambilan dua kelereng sekakaligus dapat diartikan: pengambilan pertama merah
dan pengambilan kedua hijau, atau pengambilan pertama hijau dan pengambilan
kedua merah.
Misalkan : M = kejadian terambilnya kelereng merah
H = kejadian terambilnya kelereng hijau
Kemungkinan I :
( ) = 5 dan ( | )= 2

1 10 2 9
1 ( )= 10
2
dan 1 ( | ) = 59
( ∩ )={ 1 ( ) × 2( | )} + { 1( ) × 2( | )}
5 2 2 5

= 1 )+ 1
( 0 ∙9 ( 0 ∙9 )
1 1 2

= 9 +9 = 9
Jadi, peluang2terambil kelereng itu berwarna merah dan yang lain berwarna
hijau adalah 9

Cara 2
Menggunakan aturan kombinasi
Banyaknya cara mengambil satu bola berwarna merah dan satu bola berwarna hijau
adalah
5! 2!
2
4! 1!
C15 C12  1!  1!  
10! 45 9
C2 10
8!
2!
Jadi, peluang terambil kelereng itu berwarna merah dan yang lain berwarna hijau
adalah 29
Thank you for using www.freepdfconvert.com service!

Only two pages are converted. Please Sign Up to convert all pages.

https://www.freepdfconvert.com/membership