Anda di halaman 1dari 5

LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK

Sebenarnya ada banyak sekali jenis lembaga keuangan bukan bank, tapi ada tujuh yang biasa kita
jumpai di Indonesia, yaitu:

1. Pegadaian

Lembaga keuangan bukan bank yang bernama pegadaian ini dikenal memiliki tagline ‘mengatasi
masalah tanpa masalah’. Pegadaian merupakan perusahaan umum milik pemerintah (BUMN)
yang memberikan pinjaman dengan jaminan dan tanpa jaminan non-bank yang diakui oleh
negara melalui OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Biasanya pegadaian banyak digunakan oleh orang
yang ingin mengajukan pinjaman dengan cara menjaminkan barang berharga seperti emas
perhiasan hingga sertifikat kepemilikan sepeda motor atau mobil. Saat ini PT Pegadaian juga
membuka layanan syariah demi melayani masyarakat yang menghindari praktik riba atau
pinjaman yang sifatnya tidak wajar.

Pegadaian banyak digunakan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah karena pegadaian tidak
merinci persoalan tentang penggunaan uang pinjaman. Ada setidaknya 5 produk dan layanan
pegadaian yang paling sering digunakan, yaitu:

 Gadai konvensional merupakan layanan yang diberikan untuk mendapat fasilitas dana
dengan cara menggadaikan barang atau dokumen penting (surat berharga). Bunga yang
diberikan mulai dari 0,75% hingga 1,5% per bulan.
 Gadai syariah merupakan produk atau layanan yang tidak jauh berbeda dengan gadai
konvensional, hanya saja gadai syariah menggunakan sisten ujrah atau sewa tempat,
bukan sewa modal yang digunakan untuk sistem bunga.
 Gadai emas merupakan layanan yang diberikan pegadaian kepada kamu yang ingin
memperoleh logam mulia (emas) dalam bentuk tunai maupun dengan cara mencicil.
 Jasa taksiran dan sertifikasi logam mulia merupakan produk pegadaian yang memberikan
layanan pengujian terhadap suatu barang bergerak maupun tidak bergerak dan
memberikan sertifikasi seperti sertifikasi untuk logam mulia agar terhindari dari praktik
penipuan.
 Jasa penitipan merupakan jasa menyimpan dan menitipkan suatu barang berharga seperti
sertifikat dan emas dengan membayar sewa tempat.

2. Koperasi Simpan Pinjam

Beralih ke koperasi simpan pinjam yang merupakan lembaga keuangan bukan bank berbentuk
koperasi yang menghimpun dana dari para anggotanya kemudian menyalurkannya kembali
kepada anggota serta non-anggota. Bunga yang diberikan oleh koperasi simpan pinjam umumnya
lebih besar dibanding bank dan pegadaian atau bank. Namun kamu akan menerima bagi hasil
atau disebut Sisa Hasil Usaha (SHU) atas keuntungan koperasi tersebut. Maklum, dalam
koperasi, berlaku sistem keanggotaan. Layanan pinjaman hanya diberikan kepada anggota.

Syarat mengajukan pinjamannya juga tidak repot, kamu hanya perlu mengisi formulir pinjaman
dan melampirkan fotokopi KTP, slip gaji, rekening listrik, dan agunan. Kekurangannya adalah
kamu tidak bisa meminjam jumlah dana dalam skala besar karena dana di koperasi simpan
pinjam sangat terbatas.

3. Perusahaan Modal Ventura

Lembaga keuangan bukan bank yang satu ini merupakan perusahaan yang berperan untuk
memberikan modal kepada perusahaan lain yang memiliki kegiatan beresiko tinggi tetapi
membutuhkan modal besar untuk membangunnya dan memiliki prospek bisnis yang baik.
Bentuk pembiayaannya bisa beragam, mulai dari obligasi hingga pinjaman yang bersifat khusus.
Tentunya peminjaman ini harus dengan syarat pengembalian yang sudah disepakati oleh kedua
belah pihak.

4. Perusahaan Sewa Guna (leasing) atau Multifinance

Perusahaan sewa guna yang sering disebut dengan leasing ini adalah lembaga keuangan bukan
bank yang memiliki sistem kontrak sewa yang digabungkan dengan pembelian secara angsuran,
baik itu kepada perorangan maupun perusahaan. Meski semua fasilitas dan kegunaan barang bisa
kamu gunakan, tapi sebelum pembayaran lunas, hak barang masih menjadi pihak leasing.

Lembaga ini kadang disebut multifinance atau pembiayaan (finance). Perusahaan pembiayaan
yang cukup terkenal di Indonesia adalah:

 PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk


 PT. Summit Oto Finance
 PT. Astra Credit Companies (ACC)
 PT. Federal International Finance (FIF)
 PT. Indomobil Finance Indonesia
 BCA Finance
 BFI FInance
 Smart Finance
 Dan masih banyak lagi
Di HaloMoney.co.id kamu bisa membandingkan sekaligus mengajukan kredit multiguna dari
BFI Finance dan Smart Finance dengan cara mengagunkan surat kepemilikan mobil atau motor.

5. Dana Pensiun

Perusahaan dana pensiun merupakan jenis badan usaha yang memiliki kegiatan menyediakan
dana pensiun atau jaminan masa tua dengan cara mengumpulkan dana melalui pemotongan gaji
pegawai setiap bulannya ketika orang tersebut masih aktif bekerja, Dana yang terkumpul akan
dibayarkan kembali ketika kamu telah pensiun.

Dana pensiun ini bertujuan agar nantinya ketika kamu sudah pensiun, kamu tak perlu lagi
memikirkan uang ketika sudah tak lagi bekerja. Bisa dikatakan kalau dana pensiun ini sifatnya
seperti tabungan jangka panjang. Contoh perusahaan dana pensiun yang paling terkenal di
Indonesia adalag PT Taspen dan Perum Asabri.

6. Pasar Modal

Mungkin kamu lebih mengenal bursa efek dibanding pasar modal. Tapi keduanya sama
saja kok. Pasar modal merupakan lembaga keuangan bukan bank yang menjadi tempat jual beli
surat-surat berharga jangka panjang. Pasar modal akan mempertemukan para pencari dana
(emiten) dan para penanam modal (investor).

Di pasar modal, perusahaan yang mencari dana akan menjual surat berharga seperti surat
penyertaan modal (saham) dan obligasi (surat hutang jangka panjang) guna mendapatkan dana
dari investor. Dan investor perusahaan maupun individu akan membeli saham melalui
perusahaan sekuritas.

Di Indonesia, sebelumnya ada dua pasar saham yang terpercaya yakni Bursa Efek Jakarta dan
Bursa Efek Surabaya. Sekarang sudah digabung menjadi satu, bernama Bursa Efek Indonesia
yang berkantor di komplek SCBD Sudirman.
7. Perusahaan Asuransi

Tera khir ada perusahaan asuransi yang menghimpun dana melalui penarikan premi atau
sejumlah dana setiap bulannya selama jangka waktu tertentu (masa kontrak) sesuai dengan
perjanjian kedua belah pihak yang tercantum dalam polis asuransi. Ketika terjadi suatu resiko
kepada dirimu, maka kamu akan mendapat ganti rugi (klaim) dana yang jumlahnya berbeda-beda
tergantung dari besaran premi.

Tujuan utama dari adanya asuransi adalah agar keuanganmu tidak akan terganggu ketika terjadi
suatu resiko kepada dirimu. Jenis asuransi yang ada di Indonesia adalah asuransi kesehatan,
asuransi perjalanan, asuransi kendaraan, asuransi jiwa, asuransi pendidikan, asuransi kebakaran,
dan asuransi bangunan.

8. Layanan Keuangan Digital

Saat ini layanan keuangan digital di Indonesia semakin marak. Layanan ini bisa saja digolongkan
sebagai lembaga keuangan bukan bank. Namun ketentuan resminya harus menunggu peraturan
Menteri Keuangan untuk memasukkannya ke golongan lembaga keuangan bukan bank.