Anda di halaman 1dari 2

Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyrafil

anbiyaa’i wal mursaliin sayyidinaa wamaulaanaa Muhammadin wa ‘alaa


aalihi wa shahbihi ajma’iin, amma ba’du.

Harta Halal Adalah Obat Penawar


Harta yang halal adalah makanan yang bisa menjadi obat penawar, tidak
memberi mudharat pada jasmani dan ruhani dan pastinya menjaga diri dari
ancaman api Neraka. Allah S.W.T. berfirman:

ً ‫آتُوا النِِّساء صدُقاتِ ِه َّن نِحْ لةً ف ِإ ْن ِط ْبن ل ُك ْم ع ْن ش ْي ٍء ِم ْنهُ ن ْف‬


َ ُ‫سا ف ُكلُوه‬
‫هنِيئ ًا م ِريئ ًا‬
“Berikanlah oleh kalian mahar kepada wanita yang kamu nikahi sebagai
pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan
kepada kalian sebagian dari mahar itu dengan senang hati, maka
makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang baik lagi baik
akibatnya.” (Qs. An Nisa’: 4)

Imam Ibnu Jarir al-Thabari menafsirkan akhir ayat di atas dengan berkata:
“Makna firman Allah: Maka makanlah pemberian itu niscaya menjadi obat
yang menawarkan. sedangkan ‘Al Mari’ ialah yang tidak menimbulkan efek
samping pasca dimakan, mudah dicerna dan tidak menimbulkan peyakit
atau gangguan.”

Ketika memakan harta halal memberikan efek manfaat yang besar maka
memakan dari harta yang haram pun akan memberi efek mudharat yang
besar pula yaitu menyebab ibadah dan do’a yang tertolak, membahayakan
tubuh, dan sebab masuk Neraka.

Hal tersebut disebabkan karena makanan itu manjadi bahan baku tubuh.
Sedangkan tubuh yang tumbuh dari makanan yang haram akan merasa
enggan untuk beribadah dan taat kepada Allah. Ia justru siap dalam
melakukan maksiat kepada-Nya. Setiap gerak-gerik dan aktifitasnya
cenderung kepada hal-hal yang diharamkan. Tubuh yang semacam inilah
yang pantas masuk neraka. Karenanya, mengkonsumsi barang haram
tidak hanya menghalangi diterimanya doa dan ibadah, melainkan juga
pelakunya pantas masuk neraka.

Sesungguhnya harta dan rezeki yang haram akan mendorong orang pada
perilaku yang akan mencelakakan dirinya sendiri dan menyebabkan dirinya
akan terjerumus ke dalam siksa api neraka. Oleh karena itu, kalau kita
ingin memiliki perlaku yang baik, maka salah satu yang perlu diperhatikan
adalah mengupayakan makanan-makanan yang dikonsumsi betul-betul
makanan yang halal, baik substansi atau bendanya maupun cara
mendapatkannya.

Demikianlah beberapa dampak postitif dari harta halal dan hal ini
menunjukkan betapa pentingnya bagi seseorang untuk mencukupkan diri
dengan harta halal. Kebalikan dari dampak positif tersebut merupakan
dampak negatif dari harta haram.