Anda di halaman 1dari 3

PENANGANAN PENYAKIT MIGRAIN

No. Dokumen : 440/ /UKP/22/ /2016


SO
P
No Revisi :0

Tgl. Terbit : 02 Mei 2016

Halaman : 1/3

UPT Puskesmas dr. Devirinna Simanjuntak


Sainihuta Nip: 19810319 201001 2 018
1.Pengertian Migrain adalah suatu istilah yang digunakan untuk nyeri kepala primer
dengan kualitas vaskular (berdenyut), diawali unilateral yang diikuti oleh
mual, fotofobia, fonofobia, gangguan tidur dan depresi. Serangan seringkali
berulang dan cenderung tidak akan bertambah parah setelah bertahun-tahun.
2.Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan penyakit
Migrain
3.Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor 440/ /SK/22/ /2016
4.Referensi Permenkes no. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di
FKTP
5.Prosedur 1. Alat
a. Termometer
b. Tensimeter
c. Stetoscope
2. Bahan : -
6.Langkah- 1. Anamnesis
langkah a. Nyeri hanya pada satu sisi kepala, namun sebagian merasakan
nyeri pada kedua sisi kepala.
b. Sakit kepala berdenyut atau serasa ditusuk-tusuk.
c. Rasa nyerinya semakin parah dengan aktivitas fisik.
d. Rasa nyerinya sedemikian rupa sehingga tidak dapat melakukan
aktivitas sehari-hari.
e. Mual dengan atau tanpa muntah.
f. Fotofobia atau fonofobia.
g. Sakit kepalanya mereda secara bertahap pada siang hari dan
setelah bangun tidur, kebanyakan pasien melaporkan merasa
lelah dan lemah setelah serangan.
h. Sekitar 60 % penderita melaporkan gejala prodormal, seringkali
terjadi beberapa jam atau beberapa hari sebelum onset dimulai.
Faktor Predisposisi Migrain
a. Menstruasi biasa pada hari pertama menstruasi atau
sebelumnya/ perubahan hormonal.
b. Puasa dan terlambat makan
c. Makanan misalnya akohol, coklat, susu, keju dan buah-buahan.
d. Cahaya kilat atau berkelip.
e. Banyak tidur atau kurang tidur
f. Faktor herediter
g. Faktor kepribadian

2. Pemeriksaan fisik:
Tanda vital normal, pem. Neurologis normal

3. Pemeriksaan penunjang :
1. Pemeriksaan Laboratorium hanya dilakukan jika terdapat hal-
hal sebagai berikut:
a. Kelainan struktural, metabolik dan penyebab lain yang
dapat menyerupai gejala migren
b. Dilakukan untuk menyingkirkan penyakit penyerta yang
dapat menyebabkan komplikasi
c. Menentukan dasar pengobatan dan untuk menyingkirkan
kontraindikasi obat-obatan yang diberikan
2. Pencitraan (dilakukan di rumah sakit rujukan)
3. Neuroimaging diindikasikan pada hal-hal sebagai berikut:
a. Sakit kepala yang pertama atau yang terparah seumur hidup
penderita
b. Perubahan pada frekuensi keparahan atau gambaran klinis
pada migren
c. Pemeriksaan neurologis yang abnormal
d. Sakit kepala yang progresif atau persisten
e. Gejala-gejala neurologis yang tidak memenuhi kriteria
migrain dengan aura atau hal-hal lain yang memerlukan
pemeriksaan lebih lanjut
f. Defisit neurologis yang persisten
g. Hemikrania yang selalu pada sisi yang sama dan berkaitan
dengan gejala-gejala neurologis yang kontralateral
h. Respon yang tidak adekuat terhadap terapi rutin
i. Gejala klinis yang tidak biasa

4. Penegakan diagnosa Migrain berdasarkan anamnesa dan


pemeriksaan fisik.
Kriteria migrain:
Nyeri kepala episodik dalam waktu 4-72 jam dengan gejala dua
dari nyeri kepala unilateral, berdenyut, bertambah berat dengan
gerakan, intensitas sedang sampai berat ditambah satu dari mual
atau muntah, fonofobia atau fotofobia

5. Diagnosa Banding Migrain


a. Arteriovenous Malformations
b. Atypical Facial Pain
c. Cerebral Aneurysms

2/3
d. Childhood Migraine Variants
e. Chronic Paroxysmal Hemicrania
f. Cluster-type hedache (nyeri kepala kluster)

6. Komplikasi Migrain
a. Stroke iskemik dapat terjadi sebagai komplikasi yang jarang
namun sangat serius dari migren..
b. Pada migren komplikata dapat menyebabkan hemiparesis.

7. Penatalaksanaan Migrain:
a. Pada saat serangan pasien dianjurkan untuk menghindari
stimulasi sensoris berlebihan.
b. Aspirin 600-900mg
c. Ibuprofen 200-400mg
d. Domperidon sebagai anti emetik

8. Konseling Migrain :
a. Pasien dan keluarga dapat berusaha mengontrol serangan.
b. Keluarga menasehati pasien untuk beristirahat dan menghindari
pemicu, serta berolahraga secara teratur.
c. Keluarga menasehati pasien jika merokok untuk berhenti
merokok karena merokok dapat memicu sakit kepala atau
membuat sakit kepala menjadi lebih parah.

9. Dirujuk bila :
Pasien perlu dirujuk jika migren terus berlanjut dan tidak hilang
dengan pengobatan analgesik non-spesifik. Pasien dirujuk ke
layanan sekunder (dokter spesialis saraf).
7.Hal-hal yang -
perlu
diperhatikan

8.Unit Terkait 1. Poliklinik umum


2. Pustu dan Poskesdes

9.Dokumen Rekam Medik


terkait

10 Rekaman No Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai diberlakukan


Historis
Perubahan

3/3