Anda di halaman 1dari 16

MITOSIS AKAR BAWANG MERAH (Allium cepa L.

)
LAPORAN PRAKTIKUM

untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Genetika 1


yang Dibimbing Oleh Prof. Dr. Hj. Siti Zubaidah, M.Pd dan Andik Wijayanto, S.
Si, M. Si

disusun oleh:
Kelompok 16/Offering C 2017
Elistika Oktaviyani 170341615062
Fustatul Qur’ani Anam 170341615080

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Februari 2019
A. Rumusa Masalah
1. Bagaimana tahap-tahap pembelahan mitosis pada tudung akar bawang
merah (Allium cepa L.)?
2. Bagaimana karakteristik dari setiap fase mitosis yang teramati pada tudung
akar bawang merah (Allium cepa L.)?
3. Bagaimana pengaruh perbedaan waktu pemotongan akar bawang merah
(Allium cepa L.) terhadap tahap-tahap pembelahan mitosis yang teramati?

B. Tujuan
1. Mengamati tahap-tahap pembelahan mitosis pada tudung akar bawang
merah (Allium cepa L.).
2. Mengidentifikasi karakteristik dari setiap fase mitosis yang teramati pada
tudung akar bawang merah (Allium cepa L.).
3. Mengetahui pengaruh perbedaan waktu pemotongan akar bawang merah
(Allium cepa L.) terhadap tahap-tahap pembelahan mitosis yang teramati

C. Dasar Teori
Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan salah satu bahan dasar
pembuatan masakan. Menurut Abdullah, F.N, dkk (2017) tanaman ini sering
digunakan sebagai pengamatan mitosis karena jumlah kromosom yang sedikit
dan berukuran lebih besar serta pertumbuhannya yang sangat cepat, mudah
didapat, dan harganya yang terjangkau. Tanaman bawang memiliki ukuran
kromosom yang cukup besar sehingga sangat cocok digunakan untuk studi
eksperimental mitosis (Setyawan dan Sutikno (2000); Abdullah, F.N, dkk
(2017))
Pembelahan mitosis merupakan proses pembagian genom yang telah
digandakan oleh sel kedua sel identik yang dihasilkan oleh pembelahan sel.
Mitosis umumnya diikuti oleh sitokinesis yang membagi sitoplasma dan
membran sel, proses ini menghasilkan dua sel anakan yang identik yang
memiliki distribusi organel dan komponen sel yang nyaris sama
(Nurhartiningrum, E.S & Masruroh, F. 2016)
Pembelahan mitosis bertujuan untuk mempertahankan pasangan
kromosom yang sama melalui pembelahan inti secara berturut-turut.
Pembelahan mitosis terjadi pada sel somatik yang bersifat meristematik, yaitu
sel-sel hidup terutama sel-sel yang sedang tumbuh (ujung akar dan ujung
batang) (Novel, S.S. 2010) terdapat 4 fase yaitu profase, metafase, anafase, dan
telofase. Tahap profase benang-benang tampak memendek sehingga terlihat
tebal dan menjadi kromosom. Pada tahap metaphase benang spindle mulai
terbentuk dan kromosom terlihat menebal dan berada pada bidang tengah sel
(bidang equator). Tahap anaphase kromatid-kromatid memisah dibagian
sentromer dan tertarik kekutib yang bersebrangan. Sedangkan tahap telofase
masing-masing sel kromatid yang memisah berkumpul pada kedua kutub sel
dan kromatid berubah menjadi kromosom (Muhlisyah, N.dkk. 2014)

D. Alat dan Bahan


Alat: Bahan:
1. Mikroskop cahaya (6 buah) 1. Ujung akar bawang merah
2. Kaca benda (12 buah) (Allium cepa L.)
3. Kaca penutup (12 buah) 2. Kertas lensa (1 pack)
4. Pipet tetes (6 buah) 3. Kertas hisap (1 pack)
5. Pinset (6 buah) 4. Tisu (1 gulung)
6. Silet berkarat (6 buah) 5. Alkohol 70% (100 mL)
7. Botol vial (6 buah) 6. FAA (100 mL)
7. HCl 1 N (100 mL)
8. Acetocarmin (60 mL)
E. Langkah Kerja
1. Pembuatan alat untuk meredam akar bawang merah
Disiapkan 2 botol air mineral kosong ukuran 1 L

Dibuat lubang memanjang pada bagian tengah botol dengan arah dari atas ke
bawah botol (panjang lubang ± 22 cm, lebar lubang ± 5 cm)

Direbahkan botol yang telah dilubangi dengan bagian berlubang berada di


atas

Diisi botol yang sudah dilubangi dengan air, tapi tidak sampai penuh kira-kira
sampai 4/5 botol

2. Penumbuhan akar bawang merah

Disiapkan 3 siung bawang merah dan lidi

Dipilih bawang merah yang kondisinya masih baik (tidak busuk)

Ditusuk bawang merah menggunakan lidi dibagian atas bawang

Diletakkan bawang merah yang telah ditusuk ke dalam botol yang telah berisi
air

Dipastikan 1/3 bagian bawan merah terendam air

Direndam selama 6 hari hingga tumbuh akar

3. Perlakuan
Setelah akar bawang merah direndam selama 6 hari, akar bawang merah
dipotong (sepanjang 6 cm) tepat pukul 21.00, 00.00, dan 03.00

Direndam potongan akar bawang merah pada botol vial yang berisi larutan
FAA sampai waktu pengamatan
4. Pengambilan Data
Diambil potongan ujung akar bawang merah yang telah direndam dalam
larutan FAA dengan pinset dan meletakkannya di atas kaca benda

Direndam potongan akar bawang merah pada alkohol 70% selama 2 menit
diatas kaca benda, kemudian alkohol dihisap dengan kertas hisap

Direndam potongan akar bawang merah pada larutan HCl 1N selama 7 menit
diatas kaca benda,kemudian HCl dihisap dengan kertas hisap

Kemudian akan nampak bagian berwarna putih pada ujung akar. Dipotong
dan diletakkan pada bagian yang terlihat putih di atas kaca benda

Ditetesi potongan akar bawang dengan accetokarmin kemudian dicacah


sampai halus menggunakan silet berkarat

Ditutup preparat dengan kaca penutup dan sedikit ditekan dengan kertas hisap

Diamati fase-fase mitosis di bawah mikroskop cahaya pada perbesaran 40X10


dan menghitung pada 3 bidang pandang yang berbeda

Lalu dihitung sel yang mengalami fase pembelahan mitosis yang teramati

F. Data dan hasil


Waktu Gambar Fase Keterangan
pemotongan pembelahan
Profase - Kromosom
mulai
terlihat
- Kedua
kromatid
21.00 identik
dapat
terlihat

Perbesaran 40x10
Metafase - Sentromer-
sentromer
bergerak ke
arah bidang
pusat sel
(bidang
ekuatorial)

Perbesaran 40x10
Telofase - Sel
kromosom
yang
identik
berkumpul
di tiap
kutub,
membran
nukleus
mulai
Perbesaran 40x10 terbentuk
kembal
Profase - Kromosom
mulai
terlihat
- Kedua
kromatid
yang
identik
dapat
Perbesaran 40x10 terlihat

00.00 Anafase - Sentromer


membelah
menjadi 2,
sehingga
pasangan
kromatid
berpisah
dan
Perbesaran 40x10 bergerak ke
arah yang
berlawanan
Telofase - Set
kromosom
yang
identik
berkumpul
di tiap
kutub,
membran
Perbesaran 40x10 nukleus
mulai
terbentuk
Profase - Kromosom
mulai
terlihat
- Kedua
kromatid
yang
identik
dapat
terlihat

Perbesaran 40x10
03.00
Anafase - Sentromer-
sentromer
membelah
menjadi 2,
pasanagn
kromatid
terpisah ke
arah yang
berlawanan
Perbesaran 40x10

G. Analisis
Praktikum untuk mengetahui pembelahan mitosis pada akar bawang
merah dilakukan dengan memotong tudung akar bawang merah yang telah
direndam pada air biasa selama 6 hari pada jam 21.00, 00.00, dan 03.00.
Tudung akar dipotong sekitar 2 cm dan masukkan kedalam botol fial yang telah
diberi FAA. Akar yang talah direndam dalam FAA diambil dan ditarug dalam
kaca benda untuk direndam menggunakan alcohol 70% selama 2 menit, sisa
alcohol setelah 2 menit dihisap menggunakan kertas hisap dan akar direndam
dengan larutan HCl 1 N selama 7 menit. Setelah 7 menit pada ujung akar akan
Nampak bagian putih, kemudian dipotong dan ditetesi dengan acetokarmin
yang selanjutnya dicacah dan kemudian ditutup dengan kaca penutup untuk
selanjutnya diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 40x10.
Berdasarkan hasil pengamatan pada pemotongan jam 21.00 didapatkan
hasil terjadi pembelahan profase, metaphase, dan telofase. Pada jam 00.00
terjadi pembelahan profase, anaphase, dan telofase. Sedangkan pada
pemotongan jam 03.00 didapatkan hasil pembelahan profase, dan anafase.
Pembelahan fase profase jika kromosom mulai terlihat, pembelahan
fase metaphase jika sentromer-sentromer bergerak kearah pusat (bidang
equator), pembelahan fase anaphase jika sentromer membelah menjadi dua
sehingga pasangan kromatid berpisah dan bergerak kearah yang berlawanan
(menuju kearah kutub), sedangkan pembelahan dengan fase telofase jika set
kromosom yang identic berkumpul pada setiap kutub dan membrane nucleus
mulai terbentuk kembali.

H. Pembahaan
Mitosis merupakan pembelahan sel yang mana sel anakannya memiliki
sifat yang sama dengan induknya. Menurut Suryo (2008) fase pada mitosis
terdiri dari profase, metafase, anafase, dan telofase. Bawang merah termasuk
dalam divisi Spermatophyta. Tanaman ini dapat tumbuh dan berproduksi
dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi, hingga ketinggian +1.100
m dpl. Bawang merah terlebih dulu ditumbuhkan di medium air atau tanah
kemudian tunggu hingga mengeluarkan akar panjang. Potong ujung akar 10 cm
kemudian dimasukkan ke dalam botol vial yang berisi larutan FAA.
Pemotongan ujung akar dilakukan pada pukul 00.00 WIB sehari sebelum
praktikum. Menurut Rindyastuti dan Daryono (2009), lama fase mitosis secara
khusus diatur oleh gen dan bervariasi satu spesies dengan spesies lainnya,
begitupun pada tipe sel dan organ sehingga dapat disimpulkan bahwa
pemotongan ujung akar pada pukul 00.00 WIB dilakukan saat terjadi proses
pembelahan.
Setap waktu pemotongan akar bawang merah memiliki tahapan
pembelahan mitosis yang berbeda. Berdasarkan hasil pengamatan pada
pemotongan jam 21.00 didapatkan hasil terjadi pembelahan profase,
metaphase, dan telofase. Pada jam 00.00 terjadi pembelahan profase, anaphase,
dan telofase. Sedangkan pada pemotongan jam 03.00 didapatkan hasil
pembelahan profase, dan anafase.
Menurut Tamarin (2001) bahwa tahap profase memiliki karakteristik yaitu
adanya pemendekan dan penebalan kromatin sehingga kromosom individu
dapat teramati. Selanjutnya, menurut Campbell (2000), tahap metafase ditandai
dengan adanya kromosom yang terdiri dari sepasang kromatida menuju ke
tengah sel dan berkumpul pada bidang pembelahan (bidang ekuator), dan
menggantung pada serat gelendong melalui sentromer atau kinetokor.
Sedangkan menurut Fahruliansyah (2014), pada tahap anafase proses
pembagian kromatid di daerah ekuator dilanjutkan dengan membawa semua
kromosom itu ke kutub sel masing-masing. Selain itu, Fahruliansyah (2014)
juga berpendapat bahwa, pada tahap telofase, kromosom-kromosom anakan
akan menggumpal di dekat kutub masing-masing.

I. Kesimpulan
1. Tahap mitosis yang terjadi pada akar bawang merah terdiri dari 4 tahap yaitu
: profase, metafas, anafase, dan telofase.
2. Pada tahap profase, terdapat pemendekan dan penebalan kromatin. Pada
tahap metafase, kromosom terdiri dari sepasang kromatida. Pada tahap
anafase, terdapat proses pembagian kromatid di daerah ekuator. Dan pada
tahap telofase, kromosom anakan akan menggumpal.
3. Perbedaan waktu pemotongan akar bawang merah berpengaruh terhadap
tahap-tahap pembelahan mitosis

J. Diskusi
1. Berikut ini adalah larutan yang dipakai dalam praktikum mitosis akar
bawang merah:
 FAA
 Alkohol 70%
 HCl 1N
 Acetocarmin
a. Jelaskan fungsi larutan di atas!
Jawab:
- FAA : memfiksasi sel-sel ujung akar bawang merah sehingga
dalam proses pengamatan nanti masih terlihat utuh dan
mencegah plasmolisis sel
- Alkohol 70% : penyegar sediaan sel serta pembersih sisa larutan
FAA
- HCl 1N : faktor pelisis lamela tengah
- Acetokarmin : pewarnaan kromosom
b. Bagaimana proses biologis kerja dari larutan kimia diatas sehingga
dapat menjelaskan fungsi tersebut?
Jawab:
- Larutan FAA : akan menghambat atau menahan sel dari lisis,
plasmolisis, dan sebagainya
- Alkohol 70% : akan menetralkan FAA yang terdapat dalam akar
serta mengembalikan kesegaran sel
- HCl 1N : memperjelas bagian putih pada tudung akar dan akar
bawang yang direndam dengan HCl akan menjadi lunak
- Acetokarmin : akan diserap oleh sel-sel akar bawang merah
sehingga sel-sel akar bawang merah yang semula putih akan
menjadi berwarna
c. Mengapa konsentrasi alkohol yang dipakai adalah 70%? Jelaskan!
Jawab: Digunakan alkohol 70% karena alkohol dalam konsentrasi
ini merupakan larutan desifektan terbaik atau sebagai larutan yang
berfungsi membunuh bakteri atau mitkroba yang mungkin ada di
dalam akar bawang merah sehingga nantinya didapatkan bahan
amatan yang steril.

2. Mengapa dalam pencacahan akar bawang merah digunakan silet


berkarat? Jelaskan!
Jawab: karena untuk memudahkan dalam pencacahan akar bawang
supaya akar bawang bias lembut tanpa merusak sel-selnya. Karena pada
silet berkarat terdapat FeCl2 yang mampu mengoksidas air sehingga
mampu menyerap air pada watu pencacahan sehingga acetokarmin
mudah diserap oleh sel-sel akar bawang merah. Dengan demikian dapat
mengefektifkan proses penyerapan warna
3. a. Mengapa pada praktikum mitosis akar bawang merah yang dipakai
adalah tudung akar? Kemukakanlah pendapat saudara!
Jawab: Akar bawang digunakan untuk mempelajari mitosis dengan
alasan karena akar bawang memiliki kromosom yang besar, jumlah
kromosom tidak terlalu banyak, sehingga lebih memungkinkan untuk
mendapatkan hasil percobaan yang lebih baik, mudah didapatkan, dan
mudah dilakukan (membuat preparat dan meneliti jaringannya) dan
karena akar merupakan salah satu jaringan sel-sel penyusunnya adalah
sel-sel somatik, khusus pada ujung akar terdiri dari sel-sel yang bersifat
meristematik
b. Apabila bagian akar yang dipakai selain bagian tudung akar,
bagaimana hasilnya?
Jawab: Apabila yang dipakai bukan bagian tudung akar melainkan
bagian jaringan yang sudah dewasa maka tidak akan nampak peristiwa
mitosis terjadi
4. Mengapa pada praktikum mitosis digunakan bawang merah? Apakah
pengamatan mitosis tidak dapat menggunakan jenis tumbuhan yang
lain?
Jawab: pengamatan mitosis dapat meggunakan jenis tumbuhan lain
selai bawang merah. Pada praktikum kali ini pengamatan mitosis
menggunakan bawang merah karena jumlah kromosom yang sedikit
dan berukuran lebih besar serta pertumbuhannya yang sangat cepat,
mudah didapat, dan harganya yang terjangkau. Tanaman bawang
memiliki ukuran kromosom yang cukup besar sehingga sangat cocok
digunakan untuk studi eksperimental mitosis.
5. Jika ditemukan permasalahan-permasalahan berikut, jelaskan
kemungkinan penyebabnya dan berikan solusi yang tepat!
a. pada pengamatan dibawah mikroskop, sel-sel penyebarannya
banyak yang bertumpuk-tumpuk!
Jawab: Penyebabnya adalah ketidak sesuaian dalam proses
mencacah atau menggunakan metode squash dengan penjetan yang
pelan sehingga jaringan jaringan belum sepenuhnya rusak. Solusi
yang tepat adalah dengan memperhatikan apakah cacahan atau
sediaan yang dipenet susunan selnya sudah tipis atau masih terlalu
tebal
b. warna sel terlalu pucat atau terlalu pekat setelah diwarnai dengan
acetokarmin!
Jawab: Sel menjadi terlalu pucat karena pada saat penggerusan,
kaca penutup ditekan terlalu kuat sehingga acetocarmin banyak yang
keluar dari kaca penutup, akibatnya hanya sedikit acetocarmin yang
diserap oleh sel akar bawang merah
c. pada preparat hanya ditemukan beberapa fase saja dari keseluruhan
fase mitosis!
Jawab: Sel menjadi terlalu pekat karena pada saat penggerusan,
kaca penutup ditekan terlalu lemah sehingga acetocarmin banyak
terkumpul di preparat, bisa juga karena pemberian acetocarmin yang
terlalu banyak sehingga warna merah yang diserap sel akar bawang
merah juga menjadi banyak
6. Jelaskan alasan dilakukan pemotongan tudung akar pada pukul 00.00!
Jawab: pemotongan tudung akar dilakukan pada jam 00.00 karena pada
jam ini sel-sel pada daerah meristem titik tumbuh akar sedag aktif
membelah. Hal ini dikarenakan pada ujung akar bawang merah banyak
sel yang mengalami aktivitas pembelahan.
7. Terkait dengan ilmu genetika, jelaskan tujuan peristiwa mitosis pada
Makhluk Hidup!
Jawab: Menduplikasi kromosom sel. Langkah penting selama
pembelahan sel dan replikasi. Agar suatu organisme dapat memperbaiki
dan tumbuh, sel-sel yang harus mampu menduplikasi, terkait pada
penggandaan sel.
Daftar rujukan
Abdullah, F.N. Jaya, A.S. & Widayat. 2017. Penentuan Waktu Perendaman Sel
(Fase Mitosis) Akar Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.)
menggunakan Safranin untuk Mendukung Praktikum Biologi.
BIOLEUSER, 1(3):86-91
Campbell, dkk. Biologi. Jakarta: Erlangga. 2000.
Fahruliansyah. 2014. Laporan Praktikum Biologi Dasar 2 Pembelahan Mitosis
pada Akar Bawang Merah (Allium cepa)
Muhlisyah, N., Muthiadin, C,. & Wahidah, B.F. 2014. Preparasi Kromosom Fase
Mitosis Markisa Ungu (Passiflora edulis) Varietas Edulis Sulawesi
Selatan. Biogenesis Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2 (1): 48-55
Novel, S.S., Nuswantara. S.,& Syarif S. 2010. Genetika Laboratorium. Jakarta:
Trans Info Media.
Nurhartiningrum, E.S & Masruroh, F. 2016. Visualisasi Pembelahan Sel Mitosis
melalui Mandelbrot Set. SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016
Rindyastuti R dan Daryono BS. 2009. Identifikasi Papasan (Coccinia grandis (L.)
voigt) di Tiga Populasi di Yogyakarta. Jurnal Biologi Indonesia. vol 6
(1): 131- 142
Suryo. 2007. Genetika Strata I. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Tamarin. 2001. Principles of Genetics, Seventh Edition.USA : The McGraw−Hill
Companies
Lampiran
Gambar Keterangan

Profase pada jam 21.00 dengan


perbesaran 40X10

Metafase pada jam 21.00 dengan


perbesaran 40x10

Telofase pada jam 21.00 dengan


perbesaran 40x10

Profase pada jam 00.00 dengan


perbesaran 40x10
Anafase pada jam 00.00 dengan
perbesaran 40x10

Telofase pada jam 00.00 dengan


perbesaran 40x10

Profase pada jam 03.00 dengan


perbesaran 40x10

Anafase pada jam 03.00 dengan


perbesaran 40x10