Anda di halaman 1dari 4

1.

AMAX AUTOMOBILES

AMAX automobiles merupakan perusahaan mobil dengan tiga lini produk lini. Lini
A ditunjukan untuk segmen masyarakat tingkat atas, Lini B untuk tingkat menengah ke
atas, Lini C adalah segmen untuk masyarakat banyak. Setiap Lini produk dijual dengan
merek yang berbeda dan menggunakan system distribusi yang berbeda. Lini A, B, dan C,
masing masing dijual oleh divisi A, B, dan C.

Beberapa komponen merupakan komponen umum bagi ketiga divisi tersebut.


Beberapa komponen ini diperoleh dari luar perusahaan, dan sisanya diproduksi oleh
perusahaan. Selain itu, ada pertukaran teknologi dan metodologi produksi diantara divisi-
divisi tersebut. Khususnya dalam hal inovasi produk, dimana divisi A memberikan input
bagi Divisi B dan divisi C. Di lain pihak, inovasi proses dihasilkan oleh Divisi C dan
diadopsi oleh Divisi A dan B.

Pertanyaan

Bagaimana sebaiknya AMAX diorganisasikan dan dikendalikan ?

Sebaiknya AMAX diorganisasikan dan dikendalikan dengan cara menerapkan sistem


divisionalisasi namun harus ada batasan wewenang pada unit bisnis. Selain itu, AMAX
sebaiknya mengukur kinerja manajemen dan kinerja ekonomis. Yang terakhir berfokus
pada Margin kontribusi.

Dengan adanya suatu divisionalisasi, yang merupakan proses pemberian wewenang


dalam bidang produksi dan pemasaran produk tertentu kepada suatu pusat
pertanggungjawaban atau proses pembentukan pusat-pusat laba atau melimpahkan
kewenangan yang lebih luas kepada manajer-manajer yang beroperasi, yaitu memiliki
kendali atas pengembangan produk, proses produksi, dan pemasaran.

Berfokus pada pusat laba (profit center) yang memberikan informasi siap pakai bagi
manajemen atas (top management) mengenai profitabilitas. Langkah utama dalam
membuat pusat laba adalah menetukan titik terendah dalam organisasi dimana kedua
kondisi diatas terpenuhi.

Berfokus pada margin laba yang memacu para manajer untuk memperkenalkan
produk-produk baru.
Berfokus pada bottom line (laba/rugi akhir) yang memacu para manajer untuk
menghasilkan keuntungan yang maksimum dari produk yang sekarang.

Mengukur kinerja proses manufaktur seperti pengendalian kualitas, penjadwalan


produk, dan keputusan membuat atau membeli.

Mengukur profitabilitas dengan cara mengukur kinerja manajemen yang digunakan


untuk perencanaan, koordinasi, dan mengontrol kegiatan sehari-hari dari pusat laba dan
sebagai alat untuk memberikan motivasi yang tepat bagi manajer.

Ketika kinerja finansial suatu pusat pertanggungjawaban diukur dalam ruang lingkup
laba. Kemudian fungsi – fungsi produksi dan pemasaran dapat dijadikan sebagai pusat
laba. Lalu setelah itu berfokus pada pengelolaan unit – unit bisnis sebagai pusat laba.
Maka pusat inin disebut sebagai pusat laba. Hampir semua unit bisnis diciptakan sebagai
pusat laba karena manajer yang bertanggung jawab atas unit tersebut memiliki kendali
atas pengembangan produk. Pendekatan pusat laba juga membantu untuk mengukur
profitabilitas lini – lini perusahaan dengan lebih akurat dan juga dapat
mengidentifikasikan dan mengeleminasi beberapa lini perusahaan nirlabanya.
Menjadikan unit organisasi sebagai pusat laba juga dapat memberikan manfaat – manfaat
yang menguntungkan. Sangatlah berguna untuk memikirkan pengolahaan suatu pusat
laba dalam hal pengendalian atas tiga jenis keputusan perolehan.

Jika seorang manajer lini bisnis mengendalikan ketiga aktivitas tersebut biasanya
tidak akan kesulitan dalam melaksanakan tanggung jawab laba dan mengukur kinerja.
Sourcing dan pemasaran untuk lini produk tunggal dipecah ke dalam dua unit bisnis atau
lebih sehingga memisahkan kontribusi tiap – tiap unit bisnis demi kesuksesan lini produk
secara keseluruhan. Pada umumnya semakin besar tingkat integrasi dalam suatu
perusahaan maka semakin sulit melaksanakan tanggung jawab dalam lini pusat laba
tunggal untuk ketiga aktivitas tersebut dalam lini produk yang ada, yaitu akan lebih sulit
jika keputusan produksi.
2. INDUS CORPORATION
Indus merupakan perusahaan yang beroperasi dipasar pasar utama yang masing
masing independen satu sama lain. Maksudnya, keputusan pembelian oleh konsumen
dibuat secara independen. Keunggulan kompetitif perusahaan pada setiap pasar yang ada
menjadi penggerak (dan pemimpin) dalam inovasi produk. Perusahaan dihadapkan pada
situasi konsumen /produksi sebagai berikut :
Kasus A : Konsumen pada umumnya lebih sensitive terhadap kinerja dibandingkan
terhadap harga. Selain itu juga, terdapat sedikit sinergi produksi diantara berbagai lini
produk yang ada.
Kasus B : Konsumen pada umumnya lebih sensitive terhadap kinerja dibandingkan
terhadap harga. Meskipun demikian, terdapat sinergi produksi yang signifikan diantara
berbagai lini produk yang ada.
Kasus C : Konsumen sama-sama sensitive terhadap kinerja dan harga produk. Meskipun
demikian, hanya sedikit sinergi yang ada diantara lini lini produk tersebut.
Kasus D : Konsumen sama-sama sensitive terhadap kinerja dan harga produk. Meskipun
demikian, terdapat sinergi produksi yang signifikan diantara berbagai lini produk yang
ada.
Pertanyaan
Untuk setiap kasus, bagaimana organisasi dan pengendalian dalam Indus ?

Kasus A : Menurut pendapat kami, organisasi harus meningkatkan kinerja karyawan


dengan cara memotivasi karyawannya supaya menghasilkan produk yang berkualitas
sesuai yang dinginkan konsumen,sehingga dapat mengurangi tingkat pengerjaan ulang
barang-barang yang cacat. Organisasi dapat meningkatkan inovasi karyawan untuk
menumbuhkan sinergi produksi di seluruh lini produk yang ada dan menerapkan sistem
manajemen yang lintas batas bukan yang berbasis fungsional, agar sinergi produksi dapat
terjalin dengan baik.

Kasus B : Menurut pendapat kami, organisasi harus meningkatkan kinerja karyawan


dengan cara memotivasi karyawannya supaya menghasilkan produk yang berkualitas
sesuai yang dinginkan konsumen, sehingga dapat mengurangi tingkat pengerjaan ulang
barang-barang yang cacat. Dalam kasus ini, ada sinergi produksi yang cukup besar di
seluruh lini produk yang ada.

Kasus C : Menurut pendapat kami, organisasi harus meningkatkan kinerja karyawan


dengan cara memotivasi karyawannya, sehingga karyawan dapat mempertahankan dan
meningkatkan lagi inovasi mereka.
Kasus D : Menurut pendapat kami, ada sinergi produksi yang cukup besar di seluruh lini
produk yang ada. Ini berarti bahwa informasi yang berubah dalam organisasi baik,
organisasi harus menekan biaya produknya untuk mengurangi harga produk.Dalam hal
ini, sehingga karyawan dapat meningkatkan inovasi mereka, organisasi harus menekan
biaya produknya sehingga organisasi dapat menurunkan harga produk.

Sistem pengendalian manajemen dapat dibagi dalam 4 jenis :

1. Pengendalian Pencegahan (preventive controls)


Pengendalian pemecahan dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kesalahan.
Pengendalian ini dirancang untuk mencegah hasil yang tidak diinginkan sebelum
kejadian itu terjadi. Contoh pengendalian pencegahan meliputi : kejujuran, personel
yang kompeten, pemisahan fungsi, review pengawasan dan pengendalian ganda.
2. Pengendalian Deteksi (detective controls)
Sesuai dengan namanya pengendalian deteksi dimaksudkan untuk menditeksi suatu
kesalahan yang telah terjadi. Rekonsilasi bank atas pencocokan saldo pada buku bank
dengan saldo kas buku organisasi merupakan kunci pengendalian deteksi atas saldo
kas.
3. Pengendalian Koreksi (corrective controls)
Pengendalian koreksi merupakan koreksi masalah – masalah yang teridentifikasi oleh
pengendalian deteksi. Tujuannya adalah agar supaya kesalahan yang telah terjadi
tidak terulang kembali. Apabila masalah atau kesalahan terdeteksi oleh auditor, maka
wujud pengendalian koreksinya adalah dalam bentuk pelaksanaan tindak lanjut dari
rekomendasi auditor.
4. Pengendalian Pengarahan (directive controls)
Pengendalian pengarahan adalah pengendalian yang dilakukan pada saat kegiatan
seddang berlangsung dengan tujuan agar kegiatan dilaksanakan sesuai dengan
kebijakan atau ketentuan yang berlaku. Contoh atas pengendalian ini adalah kegiatan
supervisi yang dilakukan oleh mandor terhadap aktivitas pekerja.

Dalam Indus Corporation, sistem pengendalian manajemen yang digunakan adalah


pengendalian deteksi dan pengendalian koreksi. Pengendalian deteksi dimaksudkan untuk
mendeteksi suatu kesalahan yang telah terjadi, yaitu mendeteksi sebab – sebab konsumen
lebih sensitif terhadap kinerja dan terhadap harga dan juga mendeteksi adanya sinergi
produksi diantara lini – lini produk yang ada. Pengendalian koreksi melakukan koreksi
masalah – masalah yang teridentifikasi oleh pengendalian deteksi. Dan tujuannya adalah agar
supaya kesalahan yang telah terjadi tidak terulang kembali.