Anda di halaman 1dari 8

1.

Penelitian Eksperimen
Penelitian ekperimental (experimental research) menurut Sukmadinata
(2017: 212), merupakan pendekatan penelitian kuantitatif yang digunakan
untuk mengukur pengaruh suatu atau beberapa variabel terhadap variabel lain.
Dalam metode eksperimen, peneliti harus melakukan tiga persyaratan yaitu
kegiatan mengontrol, kegiatan memanipulasi, dan observasi. Dalam penelitian
eksperimen peneliti membagi objek atau subjek yang diteliti menjadi 2
kelompok yaitu kelompok treatment yang mendapatkan perlakuan dan
kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan. Pendekatan penelitian
ini banyak digunakan dalam penelitian-penelitian sains atau ilmu kealaman,
sebab memang awal pengembangannya adalah dalam bidang tersebut.
Penelitian-penelitian dalam bidang sains baik fisika, kimia maupun biologi
hampir seluruhnya ditujukan untuk menguji pengaruh atau hubungan sebab-
akibat dari suatu atau beberapa hal atau variabel. Penelitian eksperimen juga
banyak digunakan dalam penelitian bidang sosial dan humanoira, termasuk
pendidikan dan kurikulum-pembelajaran. Penelitian ekperimental merupakan
pendekatan yang cukup khas. Kekhasan tersebut diperlihatkan oleh dua hal,
pertama penelitian eksperimen menguji secara langsung pengaruh suatu
variabel terhadap variabel lain, kedua menguji hipotesis hubungan sebab-akibat
(Sukmadinata, 2017: 212).
a. Prinsip Dasar Penelitian Eksperimen
(1) Replikasi merupakan pengulangan eksperimen agar menghasilkan
taksiran yang lebih baik.
(2) Randomisasi, memungkinkan penelitu untuk melanjutkan langkah-
langkah berikutnya dengan soal independensi sebagai suatu kenyataan,
ini berarti pengacakan tidak menjamin kerja independensi melainkan
hanya memperkecil korelasi antar pengamatan.
(3) Kelas Kontrol merupakan langkah-langkah yang berbentuk
penyeimbangan, pemblokan dan pengelompokkan unit-unit eksperimen
yang digunakan dalam desain.
b. Karakteristik Penelitian Eksperimen
Berikut ini disajikan beberapa karaketistik penelitian eksperimen,
yaitu:
(1) Memanipulasi/merubah secara sistematis keadaan tertentu.
(2) Mengontrol variabel yaitu mengendalikan kondisi-kondisi penelitian
ketika berlangsungnya manipulasi.
(3) Melakukan observasi yaitu mengukur dan mengamati hasil manipulasi.
c. Tujuan
Penelitian eksperimen bertujuan (Zuriah, 2006: 58).
1) Menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian.
2) Memprediksi kejadian atau peristiwa di dalam latar eksperimen.
3) Menarik generalisasi hubungan antarvariabel.
d. Jenis Penelitian Eksperimen
Menurut Muri, Y (2014: 78-79) penelitian eksperimen dapat
dibedakan atas tiga tingkatan, yaitu
1) Pre experiment, yaitu penelitian eksperimen yang pada prinsipnya
hanya menggunakan satu kelompok. Ini berarti bahwa dalam tipe
penelitian tidak ada kelompok kontrol. Karena pre experiment tidak
memenuhi syarat penelitian eksperimen yang sesungguhnya.
Tipe penelitian ini antara lain
(a) The one shot case study
Prosedur desain penelitian one-shot study adalah sebagai berikut.
Sekolompok subjek dikenai perlakuan tertentu (sebagai variabel
bebas) kemudian dilakukan pengukuran terhadap variabel bebas.
Desain penelitian ini secara visual dapat digambarkan sebagai
berikut
SUBJEK PRA PERLAKUAN PASCA
1 KELOMPOK - X O

(b) The onegroup pretest-posttest design


Prosedur desain penelitian ini adalah: a) dilakukan pengukuran
variabel tergantung dari satu kelompok subjek (pretest), b) subjek
diberi perlakuan untuk jangka waktu tertentu (exposure), c)
dilakukan pengukuran ke-2 (posttest) terhadap variabel bebas, dan
d) hasil pengukuran pretest dibandingkan dengan hasil pengukuran
posttest.
Prosedur one group pretest-posttest design dapat digambarkan
sebagai berikut
SUBJEK PRA PERLAKUAN PASCA
1 KELOMPOK O X O

(c) The static group comparison design


Desain ketiga adalah static group comparison yang merupakan
modifikasi dari desain b. Dalam desain ini terdapat dua kelompok
yang dipilih sebagai objek penelitian. Kelompok pertama mendapat
perlakuan. Kelompok kedua ini berfungsi sebagai kelompok
pembanding/pengontrol. Desainnya adalah sebagai berikut:
SUBJEK PRA PERLAKUAN PASCA
KEL. EKSPERIMEN O X O
KEL. KONTROL - - O

2) Quasi experiment, merupakan salah satu tipe penelitian eksperimen


dimana peneliti tidak melakukan randomisasi (randomnes) dalam
penentuan subjek kelompok penelitian, namun hasil yang dicapai cukup
berarti, baik ditinjau dari validitas internal maupun eksternal. Desain
penelitian jenis ini dapat digambarkan sebagai berikut:
SUBJEK PRA PERLAKUAN PASCA
KEL. EKSPERIMEN O X O
KEL. KONTROL O - O

Beberapa jenis penelitian yang termasuk kategori ini adalah:


(a) The nonrandomized control group pretest-posttest design
(b) The time series experiment
(c) The control group time series
(d) The equivalent time samples design
3) True experiment, yaitu suatu jenis penelitian eksperimen yang
sesungguhnya . Desain ini memiliki karakteristik dilibatkannya
kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang ditentukan secara
accak. Ada tiga jenis desain penelitian yang termasuk desain
eksperimental sungguhan, yaitu: 1) pasca-tes dengan kelompok
eksperimen dan kontrol yang diacak, 2) pra-tes dan pasca-tes dengan
kelompok eksperimen dan kontrol yang diacak, dan 3) gabungan desain
pertama dan kedua.
a. Pasca-test dengan pemilihan kelompok secara acak
Pada rancangan ini kelompok eksperimen diberi perlakuan
sedangkan kelompok kontrol tidak. Pengukuran hanya diberiken
satu kali yaitu setelah perlakuan diberikan kepada kelompok
eksperimen. Desain ini dapat digambarkan sebagai berikut:
SUBJEK PRA PERLAKUAN PASCA
KEL. EKSPERIMEN. (R) - X O
KEL. KONTROL (R) - - O

b. Pra dan Pasca test dengan pemilihan kelompok secara acak


Dalam rancangan ini ada dua kelompok yang dipilih secara acak.
Kelompok pertama diberi perlakuan (kel.eksperimen) dan
kelompok kedua tidak diberi perlakuan (kel.kontrol). observasi atau
pengukuran dilakukan untuk kedua kelompok baik sebelum maupun
sesudah pemberian perlakuan. Desain ini dapat digambarkan berikut
ini.
SUBJEK PRA PERLAKUAN PASCA
KEL. EKSPERIMEN. (R) O X O
KEL. KONTROL (R) O - O

c. Desain Solomon
Desain yang merupakan penggabungan desain Pasca-test dengan
pemilihan kelompok secara acak dan Pra dan Pasca test dengan
pemilihan kelompok secara acak disebut Solomon atau Randomized
Solomon Four-Group Design. Ada empat kelompok yang dilibatkan
dalam penelitian ini: dua kelompok kontrol dan dua kelompok
eksperimental. Pada satu pasangan kelompok eksperimen dan
kontrol diawali dengan pra-test, sedangkan pada paasangan yang
lain tidak. Gambar dari desain Solomon adalah sebagai berikut.
SUBJEK PRA PERLAKUAN PASCA
KEL. EKSP.1 (R) - X O
KEL. KONTROL 1 (R) - - O
KEL. EKSP.2 (R) O X O
KEL. KONTROL 1 (R) O - O

e. Kelemahan dan Keuntungan Penelitian Eksperimen


Walaupun dalam penelitian eksperimen peneliti dapat mengontrol
variabe; yang diteliti dan situasi pelaksaaan penelitian, namun tidak berarti
bahwa tipe penelitian eksperimen tidak mempunyai kelemahan disamping
keuntungannya. Lebih lagi kalau peneliti kurang tepat memilih rancangan
penelitian yang akan digunakan. Secara umum dapat dikatakan beberapa
kelemahan penelitian eksperimen (Muri.Y, 2014: 79-80).
1) Situasi lingkungan secara artifical
Setiap melakukan eksperimen peneliti selalu dihadapkan pada situasi
yang dibuat, dikontrol, dan bukan dalam latar alami (natural setting)
yang sesungguhnya atau keadaan riil yang sebenarnya. Tingkah laku
sosial ditempatkan dalam suatu lingkungan yang dibuat dan penuh
kontrol, seperti di laboratorium.
2) Adanya efek peneliti sendiri (experimenter effect)
Dengan rancangan yang dibuat khusus untuk membuktikan atau
menemukan sesuatu, peneliti mengharapkan sesuatu yang ingin
dicapainya, penghargaan peneliti akan efek eksperimen akan membawa
pengaruh pada pencapaian hasil. Peneliti bersikap reaktif tentang
eksperimen yang dilakukannya.
Rosenthal (1966) membuktikan bahwa peneliti (experimenter) yang
menceritakan apa yang diharapkannya dari suatu eksperimen lebih
menyelaraskan dengan hipotesis penelitiannya daripada peneiti yang
tidak menceritakan aapa yang diharapkannya.
3) Meletakkan objek penelitian di laboratorium memang dapat dikontrol
dengan baik; tetapi kalau melakukan eksperimen ilmu sosial di
lingkungan alami akan sangat sulit mengontrol variabel extraneous,
sehingga memberi pengaruh pada variabel terkait.
Adapun beberapa keuntungan penelitian eksperimen yaitu:
1) Dapat ditentukan pengaruh atau akibat variabel bebas terhadap variabel
terikat atau pengaruh variabel yang lain terhadap variabel terikat.
2) Dengan dapat dilakukannya kontrol terhadap berbagai variabel dan
kondisi penelitian, maka pembuktian hipotesis menjadi lebih baik dan
ukuran sampel lebih kecil. Di samping itu, temuan penelitian lebih
akurat dan teliti.
3) Eksperimen memberikan dan menyediakan kesempatan kepada peneliti
untuk mempelajari perubahan sepanjang waktu penelitian (dengan
melakukan analisis longitudinal).
f. Prosedur
Langkah-langkah penelitian eksperimen sebagai berikut:
1) Memilih dan merumuskan masalah, termasuk akan menguji-cobakan
perlakuan apa, dampak-dampak apa yang ingin dilihat.
2) Memilih subyek yang akan dikenai perlakuan dan subyek yang tidak
dikenai perlakuan.
3) Memilih desain penelitian eksperimen.
4) Mengembangkan instrumren pengukuran (instrumen untuk
mengumpulkan data)
5) Melaksanakan prosedur penelitian dan pengumpulan data
6) Menganalisis data
7) Perumusan kesimpulan
Zuriah, Nurul. 2006. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara