Anda di halaman 1dari 5

I.

Intervensi Keperawatan
Dx Kep Tgl/ Tujuan Intervensi Keperawatan & Ttd
Jam Rasionalisasi
(nyeri 225/03/ Tujuan: setelah dilakukan intervensi 1x24 jam  NOC: Kontrol Nyeri
akut) 2019 Pasien mengalami penurunan skala nyeri: no indikator 1 2 3 4 5
09.45/1 1 Mengenali kapan
 Mengatakan skala nyeri berkurang
2/ 2011 nyeri terjadi
03.35 2 Menggunakan
tindakaan
pengurangan nyeeri
tanpa analgesik
3 Melaporkan
perubahan terhaadap
nyeri pada tenaga
profesional
4 Melaporkan nyeri
yang terkontrol

NIC: Manajemen Nyeri


 Lakukan pengkajian nyeri yang
komprehensif
R: untuk mengetahui lokasi, karakteristik,
onset/ durasi, frekuensi, kualitas, intensitas
atau beratnya nyeri dan faktor pencetus
 Pastikan perawatan analgesic bagi pasien
dengan pemantauan
R: agar pemberian obat analgesic sesuai
dengan resep dokter, ketika nyeri sudah
tidak dirasakan pemerian analgesik dapat
dihentikan
 Tentukan kebutuhan frekuensi untuk
melakukan pengkajian
R: agar dapat mengukur tingkat
ketidaknyamanan pasien sebelum dan
sesudah intervensi serta untuk melakukan
monitor
 Kendalikan factor lingkungan pasien
R: mengurangi aktor penyebab
ketidaknyamanan pasien seperti suhu
ruangan, pencahayaan dan suara bising)
 Ajarkan penggunaan teknik non farmakologi
R: dapat menjadi salah satu cara pasien
untuk mengurangi rasa tidak nyaman
seperti hypnosis, teknik relaksasi, terapi
aktivitas, terapi pijatan, dll.
(Risiko 25/03/2 Tujuan : Setelah dilakukan tindakan NOC : Kontrol Risiko
Infeksi) 2019 keperawatan diharapkan klien tidak No Indikator 1 2 3 4 5
11.00 Mengidentifikasi
menunjukkan tanda-tanda infeksi, dengan 1.
03.35
kriteria hasil: faktor risiko
Memonitor faktor
 Tidak terjadi peningkatan leukosit darah 2.
risiko di lingkungan
 Skala nyeri menurun dari sebelumnya Memonitor faktor
3.
 Tidak terjadi kenaikan suhu tubuh risiko individu
Menghindari
4. paparan ancaman
kesehatan
Memonitor
5. perubahan status
kesehatan

NIC : Kontrol Infeksi


 Bersihkan lingkungan dengan baik setelah
digunakan setiap pasien
R: agar tidak terjadi penyebaran agen yang
dapat menyebabkan infeksi
 Ganti peralatan perawatan per pasien
sesuai protokol
R: untuk meningkatkan keselamatan
pasien, agar alat-alat yang digunakan tetap
steril dan meminimalisir terjadinya infeksi
 Batasi jumlah pengunjung
R: pengunjung membawa agen mikroba
dari luar sehingga dengan jumlah
pengunjun ang semakin anya, semakin
tinggi pula risiko terjadinya infeksi pada
pasien yang berada di dalam ruang
perawatan
 Pakai sarung tangan steril dengan tepat
R: untuk mengurangi risiko infeksi pada
pasien dan menghindari risiko terjadinya
infeksi pada tenaga kesehatan (APD)
 Cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan
R: megurangi risiko persearan agen infeksi
 Dorong untuk beristirahat
R: agar metabolisme tubuh pasien berjalan
dengan baik

II. Implementasi
Dx Tgl/
Implementasi Ttd
Kep Jam
1 25/03/ Kaji tingkat nyeri yang dirasakan oleh pasien
2019
07.45
1 08.00 Kaji TTV pasien
1 10.00 Kolaborasi pemberian obat analgesik
2 10.10 Kolaborasi pemberian antibiotik
2 10.15 Mengontrol lingkungan pasien yang dapat
menyebabkan terjadinya infeksi
III. Evaluasi
Dx Tgl/
Evaluasi Ttd
Kep Jam
1 25/03/ S:
 Pasien mengatakan masih sedikit pusing
2019
 Skala nyeri 2
13.00
O:
 Keadaan umum cukup
 TD : 110/70
 S: 36
 Nadi 84
 Pasien terpasang infus RL
A:
Masalah sebagian teratasi
P:
 Internvensi dilanjutkan
2 25/03/ S:
 Pasien mengatakan sedikit pusing
2019
13.00 O:
 Keadaan umum cukup
 TD : 110/70
 S: 36
 Nadi 84
 Pasien terpasang infus RL
 Perdarahan pervagina (+) flek sedikit
A:
Masalah teratasi sebagian
P:
 Intervensi dapat dilanjutkan