Anda di halaman 1dari 37

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPPK13)

Satuan Pendidikan : SD Negeri 2 Karangsari


Kelas/Semester : V (Lima)/I (Satu)
Tema : 2. Udara Bersih bagi Kesehatan
Subtema : 2. Pentingnya Udara Bersih bagi Kesehatan
Pembelajaran ke- : 2 (Dua)
Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan
Waktu Pelaksanaan : Kamis, 14 September 2017

Disusun Oleh:
Laksmi Evasufi W. F
(K7114507)
Program Studi S-1 PGSD

UPT DINAS PENDIDIKAN DAN OLAHRAGA


UNIT KECAMATAN KEBUMEN
KABUPATEN KEBUMEN
2017
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP K13)

Satuan Pendidikan : SD Negeri 2 Karangsari


Mata Pelajaran : Tematik / Kurikulum 2013
Kelas / Semester :V
Tema : 2. Udara Bersih bagi Kesehatan
Subtema : 2. Pentingnya Udara Bersih bagi Pernapasan
Pembelajaran Ke- :2
Alokasi Waktu : 1 x Pembelajaran

A. KOMPETENSI INTI

1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.


2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya
diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru.
3. Memahami pengetahuan factual dengan cara mengamati (mendengar
melihat,membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin.
4. tahu tentang dirinya mahluk ciptaan tuhan dan kegiatannya dan benda-benda
yang dijumpainya dirumah dan disekolah.
5. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan
sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak
sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan
berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

BAHASA INDONESIA
No. Kompetensi Dasar No. Indikator

3.2 Mengklasifikasikan informasi 3.2.1 Menyebutkan informasi terkait


yang didapat dari buku ke dengan pertanyaan apa, siapa,
dalam aspek : apa, di mana, kapan, di mana, bagaimana, dan
kapan, siapa, mengapa, dan mengapa.
bagaimana.
4.2 Menyajikan hasil klasifikasi
informasi yang didapat dari
buku yang dikelompokan
dalam aspek: apa, di mana,
kapan, siapa, mengapa, dan
bagaimana menggunakan
kosakata baku.

IPA

No. Kompetensi Dasar No. Indikator

3.2 Menjelaskan organ pernapasan 3.2.1 Menemukan informasi dari teks


dan fungsinya pada hewan dan bacaan tentang berbagai
manusia serta cara menjaga penyakit yang berhubungan
kesehatan organ. dengan organ pernapasan
manusia.
3.2.2 Membuat bagan penyebab dan
gejala terjadinya gangguan
pernapasan.
4.2 Membuat model sederhana
organ pernapasan manusia.
SBdP

3.3 Memahami pola lantai dalam 3.3.1 Menyebutkan karya tari daerah
tari kreasi daerah beserta properti
3.3.2 Menyusun kliping tari daerah
menggunakan properti
4.3 Mempraktikkan pola lantai 4.3.1 Menampilkan karya tari daerah
dalam tari kreasi daerah menggunakan properti
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui diskusi kelompok dan membaca teks tentang “Kakek Husin”, siswa
dapat menyebutkan informasi terkait dengan pertanyaan apa, siapa, dimana,
bagaiman, dan mengapa dengan tepat.
2. Melalui diskusi kelompok kegiatan membaca teks tentang “Kakek Husin”,
siswa dapat menemukan informasi dari teks bacaan tentang penyakit yang
berhubungan dengan organ pernapasan manusia dengan benar.
3. Melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi serta membaca teks mengenai
berbagai macam penyakit organ pernapasan manusia, siswa dapat membuat
bagan penyebab dan gejala dari berbagai penyakit yang berhubungan dengan
organ pernapasan dengan tepat.
4. Melalui kegiatan pengamatan gambar dan video serta penjelasan guru
mengenai tari daerah, siswa dapat menyebutkan karya tari daerah
menggunakan properti dengan tepat.
5. Melalui kegiatan penugasan mengenai kliping tari daerah, siswa dapat
menyusun kliping tari daerah menggunakan properti dengan benar.
6. Melalui penayangan video dan demonstrasi guru mengenai gerakan tari
daerah menggunakan properti, siswa dapat menampilkan karya tari daerah
menggunakan properti dengan benar.
E. MATERI PEMBELAJARAN
1. Pemetaan Materi Pembelajaran

2. Materi Pembelajaran
a. Teks bacaan “Kakek Husin”
b. Gangguan saluran pernapasan:
1) Asma 5) Tonsilitis
2) TBC 6) Influenza
3) Bronkitis 7) Batuk karena merokok dan
4) Kanker Paru-Paru debu
8) Pneumonia
( Selengkapnya materi terlampir)
F. PENDEKATAN, MODEL, DAN METODE PEMBELAJARAN
1. Pendekatan
Pendekatan pembelajaran yang digunakan antara lain pendekatan saintifik
(mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengomunikasikan).

2. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran Kooperatif
Tipe Mind Mapping
Langkah-langkah :
a. Menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
b. Mengemukakan konsep
c. Mengorganisasikan siswa dalam kelompok belajar
d. Mendiskusikan konsep dengan bentuk diagram/bagan
e. Mempresentasikan
f. Kesimpulan
3. Metode Pembelajaran
a. Metode Ceramah
b. Metode Tanya Jawab
c. Metode Penugasan
d. Metode Diskusi
e. Metode Pengamatan
G. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
1. Media Pembelajaran
a. Teks bacaan “Kakek Husin”
b. Teks bacaan tentang berbagai macam penyakit organ pernafasan manusia
c. LKS
2. Sumber Belajar
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2017). Buku
Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Tema 2 Udara Bersih bagi
Kesehatan Buku Siswa SD/MI Kelas V. Jakarta : Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. Halaman 52-56.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2017). Buku
Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Tema 2 Udara Bersih bagi
Kesehatan Buku Guru SD/MI Kelas V. Jakarta : Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. Halaman 49-54.

H. LANGKAH PEMBELAJARAN
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu

Kegiatan 1. Pengkondisian : 15 Menit


Awal Guru melakukan pengkondisian kelas dengan
menyiapkan dan merapikan siswa saat berbaris di depan
kelas.
2. Salam Pembuka :
Guru mengucapkan salam, mengajak siswa mengawali
kegiatan belajar mengajar dengan berdoa.
“Assalamualaikum wr.wb”
“Selamat pagi anak – anak, bagaimana kabar kalian
hari ini?”

3. Berdoa :
Guru mengajak siswa untuk berdoa.
“Untuk mengawali kegiatan pembelajaran kita pada
pagi hari ini, marilah kita berdoa bersama terlebih
dahulu. Silahkan ketua kelas memimpin teman-
temannya untuk berdoa bersama-sama.”
4. Mengecek kehadiran siswa.
“ Coba anak-anak, tengok kanan kiri kalian. Siapa
teman kalian yang tidak berangkat pada hari ini?”
5. Apersepsi :
Guru menggali pengetahuan awal siswa dengan
bertanya jawab dengan siswa mengenai materi yang
akan dipelajari yaitu penyakit organ pernafasan.
“Pernahkah kalian mengalami sakit batuk?Kenapa
kalian bisa batuk? Apa penyebabnya?”
6. Orientasi :
Guru menyampaikan tema dan tujuan pembelajaran
yang hendak dicapai serta memberikan acuan tentang
proses pembelajaran yang akan dilaksanakan.
“Pada pertemuan kali ini, kita akan mempelajarai
tentang penyakit yang berhubungan dengan organ
pernafasan. Setelah kita mempelajarinya ibu berharap
kalian dapat menjaga kesehatan dan kebersihan agar
kalian tidak gampang terserang penyakit”.
Langkah 1 Mind Mapping : Menyampaikan
kompetensi yang ingin dicapai
7. Motivasi
Sebelum memulai pembelajaran pada hari ini mari kita
tepuk semangat terlebih dahulu dan yel-yel kelas 5”.
1. Siswa dengan bimbingan guru membaca teks bacaan
Kegiatan 165
tentang “Kakek Husin”. ( mengamati )
Inti Menit
2. Siswa bersama guru bertanya jawab tentang isi dari teks
bacaan “Kakek Husin”. ( menanya )
3. Dengan bimbingan guru, siswa menggarisbawahi kata-
kata yang penting dalam teks bacaan.
4. Siswa memperhatikan penjelasan dari guru mengenai
penyakit yang berhubungan dengan organ pernafasan
berdasarkan cerita.
Langkah 2 Mind Mapping : Mengemukakan konsep
5. Siswa duduk secara berkelompok dengan jumlah
anggota 4-5 siswa pada setiap kelompoknya.
Langkah 2 Mind Mapping : Mengorganisasikan
siswa dalam kelompok belajar
6. Guru membagikan LKS berisi tugas membuat bagan
beserta lembar teks referensi mengenai berbagai
penyakit yang berhubungan dengan organ pernafasan.
7. Siswa mendiskusikan LKS yang telah dibagikan kepada
masing masing kelompok, guru membimbing jalannya
diskusi. (menalar)
8. Siswa membuat bagan/diagram/model tentang penyebab
dan gejala terjadinya gangguan pada alat pernafasan dari
teks bacaan. ( mencoba )
Langkah 4 Mind Mapping : Mendiskusikan konsep
dengan bentuk diagram/bagan
9. Guru menunjuk beberapa siswa untuk maju kedepan
kelas dan secara bergantian menunjukan dan
menceritakan bagan/diagram/model yang telah dibuat.
(mengkomunikasikan)
Langkah 5 Mind Mapping : Mempresentasikan hasil
diskusi
10. Kemudian hasil pekerjaan dibahas secara bersama-sama,
dan siswa lain diminta untuk mengomentari.
(mengkomunikasikan)
11. Guru menjelaskan prosedur menggabungkan semua
bagan menjadi satu bagan besar di kertas yang sudah
disediakan kepada siswa.
1. Siswa bersama guru menyimpulkan materi yang telah
Kegiatan
dipelajari, siswa mencatatnya.
Penutup
Langkah 4 Mind Mapping : Kesimpulan
2. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
bertanya tentang materi yang belum jelas.
3. Guru mengadakan tindak lanjut untuk siswa dari hasil
evaluasi. Untuk nilai siswa yang kurang dari KKM
melaksanakan remidi sedangkan untuk nilai siswa yang
lebih atau sama dengan KKM melaksanakan pengayaan
minggu depan.
4. Guru memberi tugas kepada siswa untuk dikerjakan di
rumah (PR) berupa bagan berbagai penyakit yang
berhubungan dengan organ pernafasan.
5. Siswa bersama guru mengakhiri pembelajaran. Berdo’a
bersama dipimpin oleh ketua kelas.
6. Guru memberi pesan moral dan salam.
“Anak-anak, hati-hati di jalan! Jangan lupa kerjakan
tugas di rumah. Semangatlah belajar agar cita-cita
kalian dapat tercapai. Assalamu’alaikum wr.wb.,
selamat siang anak-anak!”.

I. PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT


a. Penilaian
1. Teknik Penilaian
a. Sikap : Pengamatan / Observasi
b. Pengetahuan : Tes Tertulis dan Non Tes (Bagan)
c. Kerampilan : Tertulis dan kinerja
2. Instrumen Penilaian
a. Sikap : Lembar Pengamatan / Observasi
Perubahan Tingkah Laku
No. Nama Siswa Percaya Diri Disiplin Kerjasama
BT MT MB SM BT MT MB SM BT MT MB SM
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Keterangan :
BT : Belum Terlihat
MT : Mulai Terlihat
MB : Mulai Berkembang
SM : Sudah Membudaya
Berilah tanda ( √ ) pada kolom yang sesuai.

b. Keterampilan : Rubrik

c. Pengetahuan : Soal Tes dan Non Tes (Bagan)


Membuat Bagan Penyakit Pada Organ Pernafasan Manusia

b. Tindak Lanjut
a. Kegiatan Remidi dilaksanakan apabila nilai siswa kurang dari KKM (nilai
siswa < ) dengan cara memberikan soal remidial yang berkaitan dengan
materi yang dipelajari.
b. Kegiatan Pengayaan dilaksanakan apabila nilai siswa lebih dari sama
dengan KKM (nilai siswa ≥ ) dengan cara memberikan kegiatan
pengayaan yang berkaitan dengan materi yang dipelajari.

Kebumen, 14 September 2017

Mengetahui,
Guru Pamong Praktikan / Mahasiswa PPL

TURMIASIH, S.Pd.SD LAKSMI EVASUFI W.F


NIP : 19780503 200801 2 034 NIM : K7114507

Kepala Sekolah

SETYANA WIDYASTUTI, S.Pd.


NIP : 19620523 198201 2 005
LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1 : Silabus
Lampiran 2 : Materi Pembelajaran
Lampiran 3 : Lembar kerja siswa
Lampiran 4 : Lembar Evaluasi
Lampiran 5 : Kunci Jawaban Evaluasi
Lampiran 6 : Lembar Remidial
Lampiran 7 : Kunci Jawababan Remidial
Lampiran 8 : Lembar Pengayaan
Lampiran 9 : Instrumen Penilaian
Kelompok .....
Nama Anggota:
1.
2.
LEMBAR KERJA SISWA 3.
Satuan Pendidikan : SD Negeri 2 Karangsari 4.
Mata Pelajaran : Tematik / Kurikulum 2013
Kelas / Semester :V
Tema : 2. Udara Bersih bagi Kesehatan
Subtema : 2. Pentingnya Udara Bersih bagi Pernapasan
Pembelajaran Ke- :2
Alokasi Waktu : 15 Menit

Buatlah bagan mengenai beberapa hal di bawah ini:


1. Penyebab penyakit A
2. Gejala penyakit A
3. Penularan penyakit A

PENYEBAB

NAMA PENYAKIT
GEJALA adalah PENULARAN
Kelompok .....
Nama Anggota:
1.
2.
LEMBAR KERJA SISWA 3.
Satuan Pendidikan : SD Negeri 2 Karangsari 4.

Mata Pelajaran : Tematik / Kurikulum 2013


Kelas / Semester :V
Tema : 2. Udara Bersih bagi Kesehatan
Subtema : 2. Pentingnya Udara Bersih bagi Pernapasan
Pembelajaran Ke- :2
Alokasi Waktu : 15 Menit

Buatlah bagan mengenai beberapa hal di bawah ini:


1. Penyebab Bronkitis
2. Gejala Bronkitis
3. Penularan Bronkitis

PENYEBAB

GEJALA BRONKITIS adalah


PENULARAN
Kelompok .....
Nama Anggota:
1.
2.
LEMBAR KERJA SISWA 3.
Satuan Pendidikan : SD Negeri 2 Karangsari 4.
Mata Pelajaran : Tematik / Kurikulum 2013
Kelas / Semester :V
Tema : 2. Udara Bersih bagi Kesehatan
Subtema : 2. Pentingnya Udara Bersih bagi Pernapasan
Pembelajaran Ke- :2
Alokasi Waktu : 15 Menit

Buatlah bagan mengenai beberapa hal di bawah ini:


1. Penyebab Tuberkulosis (TBC)
2. Gejala Tuberkulosis (TBC)
3. Penularan Tuberkulosis (TBC)

PENYEBAB

TBC adalah
GEJALA PENULARAN
Kelompok .....
Nama Anggota:
1.
2.
LEMBAR KERJA SISWA 3.
4.
Satuan Pendidikan : SD Negeri 2 Karangsari
Mata Pelajaran : Tematik / Kurikulum 2013
Kelas / Semester :V
Tema : 2. Udara Bersih bagi Kesehatan
Subtema : 2. Pentingnya Udara Bersih bagi Pernapasan
Pembelajaran Ke- :2
Alokasi Waktu : 15 Menit

Buatlah bagan mengenai beberapa hal di bawah ini:


1. Penyebab Batuk karena asap
2. Gejala Batuk karena asap
3. Penularan Batuk karena asap

PENYEBAB

GEJALA Batuk adalah


PENULARAN
Kelompok .....
Nama Anggota:
1.
2.
LEMBAR KERJA SISWA 3.
4.
Satuan Pendidikan : SD Negeri 2 Karangsari
Mata Pelajaran : Tematik / Kurikulum 2013
Kelas / Semester :V
Tema : 2. Udara Bersih bagi Kesehatan
Subtema : 2. Pentingnya Udara Bersih bagi Pernapasan
Pembelajaran Ke- :2
Alokasi Waktu : 15 Menit

Buatlah bagan mengenai beberapa hal di bawah ini:


1. Penyebab Pneumonia
2. Gejala Pneumonia
3. Penularan Pneumonia

PENYEBAB

Pneumonia
GEJALA adalah PENULARAN
Kelompok .....
Nama Anggota:
1.
2.
LEMBAR KERJA SISWA 3.
4.
Satuan Pendidikan : SD Negeri 2 Karangsari
Mata Pelajaran : Tematik / Kurikulum 2013
Kelas / Semester :V
Tema : 2. Udara Bersih bagi Kesehatan
Subtema : 2. Pentingnya Udara Bersih bagi Pernapasan
Pembelajaran Ke- :2
Alokasi Waktu : 15 Menit

Buatlah bagan mengenai beberapa hal di bawah ini:


1. Penyebab Tonsilitis
2. Gejala Tonsilitis
3. Penularan Tonsilitis

PENYEBAB

Tonsilitis
GEJALA adalah PENULARAN
Kelompok .....
Nama Anggota:
1.
2.
LEMBAR KERJA SISWA 3.
Satuan Pendidikan : SD Negeri 2 Karangsari 4.
Mata Pelajaran : Tematik / Kurikulum 2013
Kelas / Semester :V
Tema : 2. Udara Bersih bagi Kesehatan
Subtema : 2. Pentingnya Udara Bersih bagi Pernapasan
Pembelajaran Ke- :2
Alokasi Waktu : 15 Menit

Buatlah bagan mengenai beberapa hal di bawah ini:


1. Penyebab Kanker Paru-Paru
2. Gejala Kanker Paru-Paru
3. Penularan Kanker Paru-Paru

PENYEBAB

KANKER PARU-
GEJALA PARU adalah PENULARAN
TUBERKULOSIS (TBC)

TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.


Penderita TBC, paru-parunya terdapat bintil-bintil kecil pada
dinding alveolusnya sehingga mengganggu proses penyerapan
oksigen. Penyakit ini dapat menular melalui benda-benda yang
digunakan bersama, seperti sendok, gelas, dan sikat gigi. Untuk
menghindari penularan TBC, sebaiknya penderita menggunakan
peralatan makan dan sikat gigi tersendiri. TBC adalah penyakit
yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penderita TBC, paru-parunya
terdapat bintil-bintil kecil pada dinding alveolusnya sehingga
mengganggu proses penyerapan oksigen. Penyakit ini dapat
menular melalui benda-benda yang digunakan bersama, seperti
sendok, gelas, dan sikat gigi. Untuk menghindari penularan TBC,
sebaiknya penderita menggunakan peralatan makan dan sikat gigi
tersendiri. Gejalanya penderita tuberkulosis yaitu berat badan
turun drastis, keluar keringat di malam hari, batuk berbulan-bulan,
dll.
BATUK KARENA ROKOK DAN DEBU

Rokok banyak mengandung zat kimia berbahaya yang


terkandung dalam rokok dan asap rokok. Rokok tidak hanya
berbahaya bagi si perokok tetapi juga orang-orang di sekitarnya.
Mereka tidak merokok tetapi menghirup asap rokok. Orang seperti
itu disebut perokok pasif. Perokok pasif berisiko sama dengan
perokok aktif, misalnya sakit mata, sakit kepala, dan kanker paru-
paru. Gangguan paling ringan yangdisebabkan oleh asap rokok
adalah batuk dan sesak napas. Untuk itu bagi perokok sebaiknya
mencari tempat terbuka atau di tempat khusus untuk merokok.
Sedangkan bagi yang bukan perokok berusaha tidak berada dalam
satu ruang dengan orang yang sedang merokok.
Selain itu, debu juga bisa menyebabkan gangguan pada
organ pernafasan manusia. Sesak napas merupakan gangguan
pernapasan karena udara yang tercemar oleh asap. Asap dapat
berasal dari pembakaran sampah, kendaraan bermotor, dan rokok.
Selain asap, debu juga dapat mengakibatkan sesak napas.
INFLUENZA
Influenza adalah
peradangan pada selaput rongga
hidung yang disebabkan oleh
infeksi virus influenza. Penyakit ini
sangat mudah menular melalui
udara. Tubuh kita akan sangat
mudah terserang influenza bila
dalam kondisi lemah atau
kekurangan vitamin. Maka untuk
mencegahnya kita harus menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat
dengan cara memakan makanan yang bergizi. Orang yang
terserang flu akan mengalami demam, menggigil, batuk, sakit
kepala, bersin-bersin, serta nyeri punggung. Lendir yang keluar
dari hidung menutup lubang hidung sehingga udara terhalang
masuk dan mengganggu pernapasan. Sehingga bila kalian sedang
flu, jangan membuang ingus di sembarang tempat, agar tidak
menularkan bibit penyakit influenza. Influenza adalah peradangan
pada selaput rongga hidung yang disebabkan oleh infeksi virus
influenza. Penyakit ini sangat mudah menular melalui udara.
Tubuh kita akan sangat mudah terserang influenza bila dalam
kondisi lemah atau kekurangan vitamin. Maka untuk mencegahnya
kita harus menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dengan cara
memakan makanan yang bergizi. Selain itu, bila kalian sedang flu,
jangan membuang ingus di sembarang tempat, agar tidak
menularkan bibit penyakit influenza.
BRONKITIS
Bronkitis adalah
infeksi pada saluran
pernapasan utama dari
paru-paru atau bronkus
yang menyebabkan
terjadinya peradangan
atau inflamasi pada
saluran tersebut.
Bronkitis terbagi menjadi dua jenis. Pertama, bronkitis akut
yang bertahan selama dua hingga tiga minggu. Bronkitis akut
adalah salah satu infeksi sistem pernapasan yang paling umum
terjadi dan paling sering menyerang anak-anak berusia di bawah 5
tahun. Penularan bronkitis akut sama seperti penularan virus flu,
yaitu melalui bersin-bersin, menyisih hidung, batuk-batuk. Kedua,
bronkitis kronis adalah infeksi bronkus yang bertahan setidaknya
tiga bulan dalam satu tahun dan berulang pada tahun berikutnya.
Bronkitis kronis lebih sering terjadi pada orang dewasa di atas usia
40 tahun.
Gejala yang diakibatkan oleh bronkitis:
 Batuk-batuk disertai lendir  Hidung beringus atau
berwarna kuning keabu- tersumbat.
abuan atau hijau.  Sakit atau rasa tidak
 Sakit pada tenggorokan. nyaman pada dada.
 Sesak napas.  Demam ringan.
TONSILITIS

Radang amandel adalah peradangan yang terjadi


pada amandel atau tonsil. Kondisi yang dinamakan juga dengan
tonsilitis ini sebagian besar dialami oleh anak-anak.
Amandel atau tonsil merupakan dua kelenjar kecil yang terdapat
di dalam tenggorokan. Organ ini berfungsi sebagai pencegah
infeksi, terutama pada anak-anak. Penyebab radang
amandel atau tonsilitis pada umumnya adalah virus dan
selebihnya disebabkan oleh bakteri. Mereka yang menderita
tonsilitis akan mengalami sakit kepala, demam, nyeri
tenggorokan saat menelan, sakit telinga, dan batuk. Penularan
bakteri atau virus tersebut bisa terjadi melalui: Kontak langsung,
misalnya ketika tanpa sengaja Anda turut menghirup percikan
air liur akibat bersin atau batuk di udara yang dikeluarkan oleh
penderita penyakit ini. Kontak tidak langsung, misalnya ketika
Anda tanpa sengaja memegang permukaan benda yang telah
terkontaminasi virus atau bakteri, kemudian memegang mulut
atau hidung Anda.
PNEUMONIA
Pneumonia atau dikenal
juga dengan istilah paru-
paru basah adalah
infeksi yang memicu
inflamasi pada kantong-
kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Pada
pengidap pneumonia, sekumpulan kantong-kantong udara kecil
(alveolus) di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru akan
membengkak dan dipenuhi cairan. Gejala-gejala umum yang
biasanya muncul meliputi berkeringat dan menggigil, batuk
kering atau batuk dengan dahak kental berwarna kuning, hijau,
atau disertai darah, napas terengah-engah dan pendek, rasa
sakit pada dada ketika menarik napas, muntah, diare.
Bakteri merupakan penyebab utama pneumonia. Namun,
penyakit ini juga bisa dipicu oleh virus serta faktor lain, seperti:
virus pemicu flu atau pilek juga bisa menyebabkan pneumonia.
Pneumonia ini paling sering dialami oleh balita. Pneumonia
yang disebabkan oleh jamur, yang paling sering dialami oleh
orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang menurun
atau penyakit kronis. Kemudian pneumonia yang dipicu karena
pengidap menghirup objek asing, misalnya makanan/minuman
dan ludah. Lokasi penularan juga bisa memengaruhi jenis
kuman penyebab pneumonia. Penularan melalui kontak dengan
pasien seperti peralatan makan, dll.
KANKER PARU-PARU

Kanker paru-paru adalah keadaan dimana sel-sel tumbuh


secara tidak terkendali di dalam paru-paru. Kanker paru-paru
merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi.
Meskipun begitu, kanker paru-paru termasuk salah satu jenis
kanker yang paling bisa dicegah. Kondisi ini kebanyakan
diderita oleh para perokok aktif dan pasif. Pada tahap awal,
tidak ada tanda atau gejala kanker paru-paru yang jelas. Tapi
kemudian gejala seperti batuk secara berkelanjutan hingga
mengalami batuk darah, selalu merasa kehabisan napas,
kelelahan tanpa alasan, perubahan pada bentuk jari, yaitu ujung
jari menjadi cembung, dan penurunan berat badan akan
muncul. Penyebab utama dari kanker paru-paru adalah
merokok, baik pada perokok aktif maupun pada perokok pasif.
Tapi orang yang tidak merokok maupun terkena pajanan asap
rokok juga dapat menderita kanker paru-paru.
Nama :
No. Absen:

LEMBAR EVALUASI
Satuan Pendidikan : SD Negeri 2 Karangsari
Mata Pelajaran : Tematik / Kurikulum 2013
Kelas / Semester :V
Tema : 2. Udara Bersih bagi Kesehatan
Subtema : 2. Pentingnya Udara Bersih bagi Pernapasan
Pembelajaran Ke- :2
Alokasi Waktu : 15 Menit

I. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang
paling tepat!
1. Gangguan pernapasan yang dapat disebabkan oleh udara yang tercemar
dan udara dingin yaitu ....
a. bronkitis c. asma
b. TBC d. influenza
2. Gangguan pernapasan yang disebabkan oleh virus, yaitu ....
a. asma c. influenza
b. batuk karena asap d. sesak napas
3. Gangguan pernapasan yang menyerang batang tenggorokan adalah ....
a. bronkitis c. asma
b. TBC d. influenza
4. Gambar di samping menunjukkan adanya
gangguan pernafasan yang disebut ....
a. influenza
b. pneumonia
c. bronkitis
d. kanker paru-paru
5. Gangguan pernapasan yang disebabkan oleh kantong kecil paru-paru berisi
cairan adalah ....
a. bronkitis c. asma
b. pneumonia d. tonsilitis
6. Gangguan pernapasan yang disebabkan oleh peradangan pada amandel
disebut dengan ...
a. bronkitis c. asma
b. pneumonia d. tonsilitis
7. Dibawah ini yang merupakan tindakan menghindari sesak nafas akibat
asap rokok, kecuali ....
a. tidak satu ruangan dengan perokok
b. mencari tempat terbuka
c. tidak bersentuhan dengan perokok
d. menyiapkan ruangan khusus perokok
8. Penularan TBC melalui ....
a. peralatan makan pasien
b. udara dan saat pasien bersin
c. ruangan yang digunakan pasien
d. bersentuhan dengan kulit pasien
9. Penularan Influenza melalui ....
a. peralatan makan pasien
b. udara dan saat pasien bersin
c. ruangan yang digunakan pasien
d. bersentuhan dengan kulit pasien
10. Yang bukan merupakan gejala penyakit asma adalah ....
a. dahak berwarna hijau keunguan
b. batuk terutama malam dan dini hari
c. sesak napas
d. napas berbunyi nyaring
II. Jawablah dengan singkat dan tepat!
1. Ketika kamu terserang pilek, ibu selalu menyarankan agar sewaktu bersin
kamu menutup hidungmu. Tahukah kamu mengapa kamu harus menutup
hidung saat bersin?
Jawab:
-------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------
2. Pada saat musim hujan dan udara dingin, Pak Antono sering mengalami
sesak napas. Apa kira-kira penyakit Pak Antono? Bagaimana posisi tidur
yang nyaman untuk Pak Antono?
Jawab:
-------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------
KUNCI JAWABAN LEMBAR EVALUASI
I. Pilihan Ganda
1. C 6. D
2. C 7. C
3. A 8. A
4. D 9. B
5. B 10. A

II. Uraian
1. Karena saat bersin, semua virus dalam tubuh keluar. Jika bersin tidak
ditutupi maka virus tersebut akan menyebar dan menular ke orang di
sekeliling.
2. Penyakit pak Antono adalah asma. Posisi tidur paling nyaman untuk Pak
Antono adalah dalam keadaan duduk.
PEDOMAN PENSKORAN

I. Pilihan Ganda:
Skor maksimal 10 x 1 = 10
II. Uraian:
Skor maksimal 2 x 5 = 10
Total skor maksimal 10 + 10 = 20

𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ


Nilai = x 100
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
INSTRUMEN PENILAIAN
SIKAP
Perubahan Tingkah Laku
No. Nama Siswa Percaya Diri Disiplin Kerjasama
BT MT MB SM BT MT MB SM BT MT MB SM
1 Aisha Setia Amanda
2 Aliyah Hisanah
3 Ananda Chesylia Y
4 Arfi Merliyani
5 Bekti Aji Pangestu
6 Dwi Nugrahaeni
7 Farah Eliana Putri
8 Fitra Adi Nugroho
9 Fitra Nur Hidayat
10 Gifafi Al Irham
11 Hisyam At’hal Nur R
12 Kalila Setia Amorita
13 Laela Nur Latifah
14 Lili Suryani Kasanah
15 M Gilang Febriansyah
16 Mohammad Febrianto
17 Muhammad Fajri A
18 Nanditha V D M
19 Naura Putri Azura
20 Nayla Mumtaz R
21 Nisaul Hidayah
22 Oktavia Adya Safitri
23 Prian Angga Prasetio
24 Ridho Narima
25 Ummul Latifah
26 Wijaya Kharistian
27 Yusuf Raihan Wafa
28 Zulfa Dwi Nurtika
Skor Kuantitatif (angka skala 100)

Keterangan :
BT : Belum Terlihat
MT : Mulai Terlihat
MB : Mulai Berkembang
SM : Sangat Menonjol
Berilah dengan centang () pada kolom yang sesuai
INSTRUMEN PENILAIAN
Lembar Evaluasi
No. Nama Siswa Nilai Ket.
1 Aisha Setia Amanda
2 Aliyah Hisanah
3 Ananda Chesylia Y
4 Arfi Merliyani
5 Bekti Aji Pangestu
6 Dwi Nugrahaeni
7 Farah Eliana Putri
8 Fitra Adi Nugroho
9 Fitra Nur Hidayat
10 Gifafi Al Irham
11 Hisyam At’hal Nur R
12 Kalila Setia Amorita
13 Laela Nur Latifah
14 Lili Suryani Kasanah
15 M Gilang Febriansyah
16 Mohammad Febrianto
17 Muhammad Fajri A
18 Nanditha V D M
19 Naura Putri Azura
20 Nayla Mumtaz R
21 Nisaul Hidayah
22 Oktavia Adya Safitri
23 Prian Angga Prasetio
24 Ridho Narima
25 Ummul Latifah
26 Wijaya Kharistian
27 Yusuf Raihan Wafa
28 Zulfa Dwi Nurtika
Skor Kuantitatif (angka skala 100)
Nama :
No. Absen:

LEMBAR REMIDI
Satuan Pendidikan : SD Negeri 2 Karangsari
Mata Pelajaran : Tematik / Kurikulum 2013
Kelas / Semester :V
Tema : 2. Udara Bersih bagi Kesehatan
Subtema : 2. Pentingnya Udara Bersih bagi Pernapasan
Pembelajaran Ke- :2
Alokasi Waktu : 10 Menit

Mengerjakan ulang lembar evaluasi


LAMPIRAN