Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN HASIL PENELITIAN

Hubungan antara Kedisiplinan Menjalankan Sholat Wajib dengan


Prokrastinasi Akademik pada Mahasantri Asrama
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Dosen:

Dr. Sururin M. Ag

Penyusun:

Ginda Veriantari (11160700000059)

Fakultas Psikologi

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Jalan Kerta Mukti, Cireundeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 15419

2018
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan salah satu pergurun tinggi negri yang berbasis
Islami yang terletak di Ciputat, Tangerang Selatan. Sebagai Universitas islam, lembaga ini
berkomitmen pada pembentuknan insan yang berintegritas dan cerdas secara intelektual, spiritual,
sosial dan moral. Komitmen UIN Syarif Hidayatullah dalam membangun pendidikan juga
nampak dalam misinya, yaitu menjadikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai pusat
keunggulan dibidang studi islam dan sains yang memperoleh pengakuan Internasional. Ada 12
Fakultas dan 1 sekolah pasca sarjana di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga menyediakan 5 asrama bagi mahasiswa/i yang
umumnya digunakan untuk mahasiswa/i baru yang rantauan atau berasal dari luar
JABODETABE. Ke-5 asrama yang juga serig disebut ma’had itu adalah: 1) Asrama Putri
Syarifah Muda’im, 2) Asrama Putri Kedokteran Syarifah Khodijah, 3) Ma’had Putra Syeikh
Nawawi, 4) Asrama putra Syeikh Abdul Karim, dan 5) Asrama Kedokteran Putra Syeikh Asnawi.
Sedangkan mahasiswa/i yangberdomisili di ke-5 asrama tersebut dijuluki sebagi Mahasantri.
Perbedaan mencolok yang terjadi di lingkungan Asrama dan kos-kosan mahasiswa pada
umumnya adalah soal peraturan dan kegiatannya yang cukup padat. Seperti Lughoh ketika ba’da
Shubuh dan pelajaran pembinaan setiap usai Magrob berjama’ah. Dalam segi pertauran, ke-5
asrama tersebut hampir tidak ada perbedaan, bagi kaum putri, jam akhir berada d luar lingkungan
asrama adalah jam 22.00 WIB. Sedangkan bagi kaum putra, dilarang masuk lingkungan asrama
ketika sudah bergabti hari di jam 00.00 WIB
Adanya pelajaran dan kegiatan tambahan yang wajib diikuti mahasantri, terkadang
membuat tugas seorang mahasantri bertambah. Namun demikian adanya peraturan dan kegiatan
tambahan yang ada di asrama, membuat seorang mahasantri, lebih disiplin dari biasanya yang
tanpa tuntutan. Beberapa Mahasantri mungkin tertekan dengan beberapa peraturan, namun
sebagian lainnya, mengganggap hal positif dan menilai baik atas peraturan yang telah ditetapkan.
Salah satunya adalah kewajiban menjalankan sholat jama’ah diawal waktu pada sholat-sholat
tertentu seperti magrib, shubuh dan ‘isya.
Individu yang mempunyai kecenderungan untuk menunda, atau tidak segera memulai
suatu kerja, ketika menghadapi suatu kerja ataupun ketika menghadapi suatu tugas disebut sebagai
seorang yang melakukan prokrastinasi. Sedangkan prokrastinasi akademik adalah perilaku
menunda-nunda dalam mengerjakan atau menyelesaikan tugas akademik. Tugas-tugas akademik
tersebut diantaranya tugas menulis, membaca, belajar menghadapi ujian, menghadiri pertemuan
1
(kuliah), tugas administratif, dan kinerja akademik secara keseluruhan. Seorang mahasiswa
memiliki konsekuensi dalam menghadapi tuntutan dan tekanan untuk membaca literatur,
menyerahkan tugas, ataupun melakukan penyajian materi secara konstan. Sebagian mahasantri di
dalam menyikapi tuntutan itu masih melakukan penundaan pengerjaan tugas sampai mendekati
tenggang waktu penyerahan atau sampai mendapat teguran terkait kelambanan mereka.
Perilaku menunda menyebabkan beberapa masalah yang muncul pada mahasantri yang
bersangkutan, yakni rusaknya motivasi mental dan disiplin sehingga banyak sekali waktu
terbuang sia-sia dan kinerja akademik buruk, motivasi belajar rendah, kognisi yang irrassional,
obsesif dan kompulsif, rendahnya harga diri, kepercayaan diri, atau bahkan sampai ke tahap
kecemasan yang tinggi. Prokrastinasi dapat dihindari dengan cara lebih meningkatkan
kedisiplinan. Menurut Hurlock (Sulistirtanti, 2008) disiplin adalah cara untuk mendidik individu
untuk mengembangkan kontrol diri dan arah diri serta mampu menyesuaikan diri dengan harapan
yang diterima di lingkungan sosialnya sehingga individu dapat bertindak dan mengambil
keputusan dengan bijaksana.
Adapun kedisiplinan banyak macamnya, yakni disiplin dalam menggunakan waktu,
disiplin dalam beribadah, disiplin dalam masyarakat, dan disiplin dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara. Dari beberapa macam disiplin tersebut kedisiplinan dalam beribadah misalnya
melaksanakan sholah wajib selain mencakup kedisiplinan dalam beribadah, juga dapat mencakup
kedisiplinan dalam hal penggunaan waktu. Menurut Haryono (2011), menunaikan shalat tepat
waktu berarti melatih diri untuk disiplin. Bila kita mulai dari disiplin shalat, maka kita akan
terbiasa melakukan disiplin-disiplin dalam kegiatan lainnya. Berdasarkan latarbelakang tersebut
peneliti bertujuan ingin mengkaji lebih dalam hubungan antara kedisiplinan melaksanakan sholat
wajib dengan prokrastinasi akademik.
Berdasarkan latar belakang masalah, maka penulis tertarik untuk meneliti dan membahas
skripsi dengan judul Hubungan antara Kedisiplinan Menjalankan Sholat Wajib dengan
Prokrastinasi Akademik pada Mahasantri Asrama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka dapat di identifikasikan
beberapa permasalahan yang ada, diantaranya:
1. Beberpa mahasantri masih kurang disiplin dengan sholat lima waktu
2. Beberapa Mahasantri sering menunda-nunda pekerjaannya termasuk tugas kuliah

2
C. Perumusan Masalah
Perumusan masalah pada penelitian ini adalah: “Bagaimana hubungan antara kedisiplinan
menjalankan sholat wajib dengan prokrastinasi akademik pada mahasantri Asrama UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta”.

D. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mrngrtahui bagaimana hubungan antara
kedisiplinan menjalankan sholat wajib dengan prokrastinasi akademik pada mahasantri Asrama
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

E. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat baik
Pengurus asrama, mahsantri asrama, peneliti, maupun peneliti lain.
1. Pengurus asrama
Penelitian ini diharapkan mampu membuat pengurus Asrama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
lebih fleksibel terhadap peraturan asrama, dan lebih tegas kepada sanksi yang ingin
diterapkan.
2. Mahasantri Asrama
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk lebih dapat mengerti tentang peraturan
asrama serta dampaknya dan hal-hal yang sebaiknya dikerjakan sebagai tugas umum
mahasiswa.
3. Bagi peneliti
Selesainya penelitian bukan berarti selesainya kreativitas peneliti, anggaplah penelitian dan
hasil penelitian yang di dapat merupakan awal mula seorang peneliti memulai kreativitasnya
4. Bagi peneliti lain
Penelitian yang peneliti lakukan masih kurang sempurna, bagi peneliti lain alangkah baiknya
mengembangkan kreatifitasnya tiada henti dan menarik untuk di teliti

3
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Kedisiplinan
1. Definisi kedisiplinan
Definisi Menurut Setyobroto (2003) disiplin yang baik adalah disiplin dari diri sendiri
atau self discipline yaitu disiplin yang timbul karena penuh kesadaran dan penguasaan diri,
jadi yang mengawasi tindakan apabila menyimpang adalah diri sendiri. Penanaman disiplin
harus dilandasi pengertian yang intinya menanamkan kepatuhan yang didasarkan atas
pemahaman dan kesadaran, rasa tanggung jawab serta kesanggupan menguasai diri dan lebih
mengutamakan kepentingan orang lain. Menurut Haryanto (2005) shalat adalah beberapa
ucapan atau rangkaian ucapan dan perbuatan (gerakan) yang dimulai dengan takbir dan
diakhiri dengan salam, yang dengannya beribadah kepada Allah SWT dan menurut syarat-
syarat yang telah ditentukan oleh agama. Menurut Ash Shiddieq (2000) ketentuan shalat wajib
bagi umat Islam adalah dalam sehari semalam terdiri dari shalat subuh, shalat dzuhur, shalat
ashar, shalat maghrib dan shalat isya’.
Drajat (Yudistira & Susbudianto, 2005) berpendapat bahwa shalat lima waktu
merupakan pelatihan pembinaan disiplin dan kontrol diri. Ketaatan melaksanakan shalat lima
waktu yang ditentukan, begitu waktu shalat tiba. Orang taat beribadah akan segera tergugah
hatinya untuk melaksanakan kewajiban shalat. Oleh karena itu, berdasarkan beberapa uraian
di atas dapat disimpulkan bahwa kedisipilinan melaksanakan shalat wajib adalah suatu
kepatuhan dan kesanggupan menjalankan ibadah shalat dalam sehari semalam sebanyak lima
kali dan harus dikerjakan pada waktunya masing-masing dan tidak satupun yang ditinggalkan
yaitu shalat subuh, shalat dzuhur, shalat ashar, shalat maghrib dan shalat isya' yang timbul
karena penuh kesadaran, penguasaan diri dan rasa tanggung jawab.

2. Aspek-aspek kedisiplinan
Aspek Kedisiplinan Melaksanakan Sholat Wajib Menurut Tasmara (1999) ada tiga
aspek kedisiplinan dalam mengerjakan shalat, yaitu:
a. Ketepatan Waktu Shalat tanpa adanya usaha untuk mendisiplinkan diri untuk menepati
waktu-waktu shalat yang telah ditentukan, akan menyebabkan sering terlambat dan
kemudian muncul rasa malas untuk mengerjakannya dan hal tersebut menandakan
kegagalan dalam mencapai keteraturan shalat.
b. Tanggung Jawab. Tanggung jawab dalam melaksanakan shalat akan melahirkan suatu niat
yang kuat dan ikhlas. Apabila hal tersebut telah tercapai maka melaksanakan shalat
merupakan sesuatu yang ringan bahkan menyenangkan. Sebaliknya akan terasa sulit dan
4
berat untuk melaksanakan shalat apabila dikerjakan dengan hati yang tidak ikhlas atau
terpaksa.
c. Kemauan atau Kehendak Tanpa adanya kehendak yang kuat dari dorongan internal, maka
tidak ada motivasi untuk melaksanakan sesuatu dan mudah terpengaruh oleh faktor
eksternal.

3. Faktor-faktor Kedisiplinan
Faktor-faktor Kedisiplinan Melaksanakan Sholat Wajib Menurut Khalili (2007) ada
beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kedisiplinan melaksanakan shalat, yaitu sebagai
berikut:
a. Lingkungan keluarga dan kurangnya perhatian orangtua Tidak adanya perhatian ayah dan
ibu terhadap anak-anak dalam lingkungan rumah berkaitan dengan masalah agama
memberikan pengaruh yang cukup besar bagi anak-anaknya, terutama dalam hal sholat.
b. Tidak adanya pengetahuan yang mencukupi tentang sholat Tidak adanya pengetahuan
tentang makna dan arti sholat, pemahaman yang dangkal tentang pengaruhnya dalam
pribadi dan penghidupan, tidak adanya pengetahuan tentang kedudukan sholat dalam
Islam merupakan beberapa faktor yang menjauhkan para remaja dari kewajiban Ilahi.
c. Kemalasan Sebagian besar remaja dan pemuda tidak mudah melakukan suatu aktivitas
kecuali jika aktivitas tersebut menyenangkan hati mereka, ataupun mereka telah terbiasa
melakukannya.
d. Bergaul dengan teman-teman yang amoral Teman yang baik memiliki pengaruh yang
amat besar dalam mendorong manusia menuju kehidupan yang bahagia. Dan sebaliknya,
teman yang buruk akan menjerumuskan manusia ke dalam jurang penyimpangan moral.
e. Kerusakan moral Faktor lain yang menyebabakan seseorang enggan untuk melaksanakan
sholat dan berbagai tuntunan agama lainnya adalah karena mereka mengalami kerusakan
moral. Misalnya tidak adanya perhatian terhadap nilai-nilai agama.
f. Anggapan bahwa sholat mengganggu aktivitas individual Ada sebagian orang, yang
dikarenakan pada saat tiba waktu sholat mereka tengah sibuk melakukan pekerjaan
individualnya, mereka tidak memiliki kesempatan untuk menjalankan sholat pada awal
waktu.
g. Sombong dan takafur Seseorang yang memiliki sifat sombong mengira bahwa tatkala ia
harus bersujud kepada Allah, ia akan menjadi kecil dan hina. Oleh karena itu, demi
mempertahankan kesombongannya, ia tidak sudi untuk merendahkan diri dan
menghormati siapa pun, termasuk Allah SWT.

5
h. Kebiasaan menunda pekerjaan Sebagian remaja yang baru beberapa tahun memasuki usia
balig dan berkewajiban untuk menjalankan berbagai hukum agama, mereka enggan untuk
melaksanakan berbagai hukum tersebut dengan alasan akan dikerjakan nanti.
i. Lemah ideologi Sebagian orang menjalankan tuntunan agama bukan berdasarkan pada
ideologi dan pengetahuan yang jelas, yang disertai dengan rasa cinta terhadap tuntunan
agama. Kelemahan ideologi ini, dan perbuatan yang tidak berdasarkan pada logika,
menyebabkan mereka tidak memperhatikan berbagai permasalahan agama, dan tidak
memiliki ikatan yang kuat dengan tuntutan agama.
j. Perilaku buruk sebagian tokoh agama Banyak remaja yang konsisten terhadap ajaran
agama, namun dikarenakan ulah seseorang yang berpakaian ala ustadz, dengan seketika
mereka meninggalkan agama.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi
kedisiplinan dalam melaksanakan shalat wajib adalah lingkungan keluarga dan kurangnya
perhatian orangtua, tidak adanya pengetahuan yang mencukupi tentang sholat, kemalasan,
bergaul dengan teman-teman yang amoral, kerusakan moral, anggapan bahwa sholat
mengganggu aktivitas individual, sombong dan takabur, kebiasaan menunda pekerjaan, lemah
ideologi, dan perilaku buruk sebagian tokoh agama.

B. Prokrastinasi Akademik
1. Definisi Prokrastinasi Akademik
Istilah prokrastinasi berasal dari bahasa latin procrastinare, dari kata pro yang artinya
maju, ke depan, bergerak maju, dan crastinus yang berarti besok atau menjadi hari esok. Jadi,
dari asal katanya prokrastinasi adalah menunda hingga hari esok atau lebih suka melakukan
pekerjaannya besok.
Pertama kali istilah prokrastinasi digunakan oleh Brown Holtzman untuk
menggambarkan sesuatu kecenderungan menunda-nunda suatu tugas atau pekerjaan
(Hayyinah 2004). Secara umum proskratinasi didefinisikan sebagai kecenderungan perilaku
untuk memulai sesuatu dengan lambat dan membawa konsekuesi yang bagi seorang yang
melakukannya (Dewitte dan Schouwenberg dalam Delying, 2008). Prokrastinasi akademik
adalah jenis penundaan yang dilakukan pada jenis tugas formal yang berhubungan dengan
akademik atau kinerja akademik (Aitken dalam Ferrari dkk., 1995). Jeremy Hsieh (dalam
Hayyinah, 2004) menganggap prokrastinasi akademik sebagai suatu kecenderungan sifat yang
dimiliki oleh pelajar yang sering menghadapi tugas-tugas yang mempunyai batas waktu.

6
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi
Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik dapat
dikategorikan menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
a. Faktor internal, yaitu faktor-faktor yang ada pada diri indIndividu yang melakukan
prokrastinasi, meliputi:
1) Kondisi fisik individu
Faktor dari dalam yang turut mempengaruhi prokrastinasi pada individu adalah
keadaan fisik dan kondisi kesehatan seseorang.
2) Kondisi psikologis individu.
Millgran dan Tenne menemukan bahwa kepribadian khususnya ciri kepribadian locus
of control mempengaruhi seberapa banyak orang melakukan prokrastinasi
b. Faktor eksternal, yaitu faktor-faktor yang terdapat diluar diri individu yang mempengaruhi
prokrastinasi. Faktor itu antara lain:
1) Gaya pengasuhan orang tua.
Hasil penelitian Ferrari menemukan bahwa tingkat pengasuhan otoriter ayah
menyebabkan munculnya kecenderungan perilaku prokrastinasi
2) Kondisi lingkungan.
Prokrastinasi akademik lebih banyak dilakukan pada lingkungan yang rendah
pengawasan dari pada lingkungan yang penuh pengawasan. Pergaulan siswa pun turut
mempengaruhinya

3. Aspek-aspek Prokrastinasi Akademik


Ferrari, dkk dan Stell mengatakan bahwa sebagai suatu perilaku penundaan,
prokrastinasi akademik dapat termanifestasikan dalam indikator tertentu yang dapat diukur
dan diamati, ciri-ciri tersebut berupa:
a. Perceived time, seseorang yang cenderung prokrastinasi adalah orang-orang yang gagal
menepati deadline. Mereka berorientasi pada masa sekarang dan tidak
mempertimbangkan masa mendatang. Prokrastinator tahu bahwa tugas yang dihadapinya
harus segera diselesaikan, tetapi ia menunda-nunda untuk mengerjakannya atau menunda
menyelesaikannya jika ia sudah memulai pekerjaannya tersebut. Hal ini mengakibatkan
individu tersebut gagal memprediksikan waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas.
b. Intention-action, celah antara keinginan dan tindakan. Perbedaan antara keinginan dengan
tindakan senyatanya ini terwujud pada kegagalan siswa dalam mengerjakan tugas
akademik walaupun siswa tersebut punya keinginan untuk mengerjakannya. Ini terkait
pula dengan kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual. Prokrastinator
7
mempunyai kesulitan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan batas waktu. Seorang siswa
mungkin telah merencanakan untuk mulai mengerjakan tugasnya pada waktu yang telah
ia tentukan sendiri, akan tetapi saat waktunya sudah tiba dia tidak juga melakukan sesuatu
sesuai dengan apa yang telah ia rencanakan sehingga menyebabkan keterlambatan atau
bahkan kegagalan dalam menyelesaikan tugas secara memadai
c. Emotional distress, adanya perasaan cemas saat melakukan prokrastinasi. Perilaku
menunda-nunda akan membawa perasaan tidak nyaman pada pelakunya, konsekuensi
negatif yang ditimbulkan memicu kecemasan dalam diri pelaku prokrastinasi. Pada
mulanya siswa tenang karena merasa waktu yang tersedia masih banyak. Tanpa terasa
waktu sudah hampir habis, ini menjadikan mereka merasa cemas karena belum
menyelesaikan tugas.
d. Perceived ability, atau keyakinan terhadap kemampuan diri. Walaupun prokrastinasi tidak
berhubungan dengan kemampuan kognitif seseorang, namun keragu-raguan terhadap
kemampuan dirinya dapat menyebabkan seseorang melakukan prokrastinasi. Hal ini
ditambah dengan rasa takut akan gagal menyebabkan seseorang menyalahkan dirinya
sebagai yang tidak mampu, untuk menghindari munculnya dua perasaan tersebut maka
seseorang dapat menghindari tugas-tugas sekolah karena takut akan pengalaman
kegagalan.

C. Hipotesis Penelitian
Hipotesis pada penelitian ini adalah:
H0 : Tidak ada hubungan antara Kedisiplinan Menjalankan Sholat Wajib dengan Prokrastinasi
Akademik pada Mahasantri Asrama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
H1: Terdapat hubungan antara Kedisiplinan Menjalankan Sholat Wajib dengan Prokrastinasi
Akademik pada Mahasantri Asrama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

8
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian ini dilaksanakan pada Rabu dan Kamis, 7-8 November 2018 di wilayah UIN
Syarif Hidayatullah dan sekitarnya.

B. Metode Penelitian
Variabel penelitian
1. Variabel bebas (IV) dalam penelitian ini adalah prokrastinasi akademik
2. Variabel terikat (DV) dalam penelitian ini adalah kedisiplinan melaksanakan sholat wajib.
Definisi Operasional
1. Kedisiplinan melaksanakan sholat wajib adalah suatu kepatuhan dan kesanggupan
menjalankan ibadah shalat dalam sehari semalam sebanyak lima kali dan harus dikerjakan
pada waktunya masing-masing dan tidak satupun yang ditinggalkan yaitu sholat subuh, sholat
dzuhur, sholat ashar, sholat maghrib dan sholat isya’ yang timbul karena penuh kesadaran,
penguasaan diri dan rasa tanggung jawab.
2. Prokrastinasi akademik adalah perilaku yang dilakukan individu dalam mengerjakan tugas
akademiknya yang meliput tugas menulis, belajar untuk ujian, dan menghadiri pertemuan
sampai mendekati tenggang waktu penyerahan tugas yang dilakukan secara berulang-ulang
disertai dengan perasaan cemas, hal tersebut terjadi karena pelakunya lebih memilih
mengerjakan aktivitas-aktivitas yang kurang berguna dan menyenangkan.

C. Populasi dan Sampel


Penelitian ini menggunakan populasi mahasiswa aktif UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
yang berdomisili di ke-5 Asrama UIN Jakarta. Sampel yang digunakan adalah 47 orang yang
diambil dengan teknik cluster random sampling, yaitu pengambilan sampel dari kelas-kelas atau
kelompok anggota populasi yang dilakukan secara acak.

D. Prosedur Pengumpulan Data


Prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengisian kuesioner oleh responden
melalui google form yang telah disebar di masing-masing asrama. Selain lembar identitas diri,
kuesioner penelitian meliputi nama, jenis kelamin, dan fakultas. Dalam kuesioner tersebut
terdapat skala kedisisplinan menjalankan sholat wajib dan skala prokrastinasi akademik yang
disusun berdasarkan model skala likert. Untuk melakukan penskalaan dengan metode ini,
9
responden diminta untuk menyatakan kesetujuan dan ketidaksetujuan terhadap isi pernyataan
dalam empat macam kategori jawaban, yaitu sangat setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS),
dan Sangat Tidak Setuju (STS).

E. Teknik Pengumpulan Data


Pengumpulan data menggunakan skala kedisiplinan melaksanakan sholat wajib dan skala
prokrastinasi akademik.

F. Instrumen Penelitian
Imstrumen penelitian dalam penelitian ini menggunakan skala kedisiplinan menjalankan
sholat wajib adaptasi dari penelitian Samsul Arifin Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik
Ibrahim Malang 2015. Sedangkan instrument penelitian Prokrastinasi Akademink yang dipakai
dalam penelitian ini merupkan adaptasi dari penelitian Herasti Widyari Fakultas Psikologi
Universitas Gunadarma 2012.
Dalam penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup dengan 4 pilihan jawabanyang
sesuai dengan responden dengan cara memberi checklist. Pernyataan yang digunakan adalah
pernyataan favorable dan unfavorable. Pernytaan favorable adalah pernyataan yang berisi hal-hal
positive yang mendukung sikap objek yang diungkap. Sedangkan pernyataan unfavorable adalah
pernyataan yang berisi tentang hal-hal negative yang tidak mendukung hal-hal yang diungkap.
1. Blue Print Skala Kedisiplinan Menjalankan Sholat Wajib
No. Dimensi Indikator Presentase Favorable Unfavorable Jumlah
soal
1. Self Inposed Timbul dari diri sendiri 20% 1, 6, 8 9 4 soal
Dicipline
Merasa terpenuhi 20% 10, 11, 13 18 4 soal
kebutuhannya
Perasaan menjadi bagian 20% 16, 17, 19 20 4 soal
dari organisasi/lembaga
2. Command Timbul karena paksaan 20% 2, 3, 12 15 4 soal
diciplined dan ancaman
Adanya hukuman dan 20% 4, 5, 14 7 4 soal
kekuasaan
TOTAL 100% 20 soal

10
2. Blue Print Skala Prokrastinasi Akademik
No. Dimensi Indikator Presentase Favorable Unfavorable Jumlah
1. Perceived a. Gagal menepati 30% 1 14 4 soal
time deadline
b. Suka menunda 3 8
pekerjaan
2. Intention- a. Kesenjangan waktu 30% 4 9 4 soal
action antara rencana
sendiri dan kinerja
actual

b. Kesulitan melakukan 6 11
sesuatu sesuai
dengan batas waktu
3. Emotional a. Perasaan cemas saat 30% 13 7 4 soal
distress melakukan
prokrastinasi
b. Merasa tenang 10 5
karena waktu masih
banyak.
4. Perceived c. Tidak yakin terhadap 10% 12 2 2 soal
ability kemampuan dirinya
TOTAL 100% 20 soal

G. Hipotesis Statistik
Hipotesis Statistik yang digunakan adalah
H1: Kedisiplinan Menjalankan Sholat Wajib berhubungan secra signifikan dengan Prokrastinasi
Akademik pada Mahasantri Asrama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
H0 : Kedisiplinan Menjalankan Sholat Wajib tidak berhubungan secara signifikan dengan
Prokrastinasi Akademik pada Mahasantri Asrama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

11
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Data
Setelah data terkumpul selanjutnya dilakukan analisa data untuk menjawab rumusan masalah
penelitian. Untuk mengetahui hubungan Kedisiplinan menjalankan sholat wajib (X) dan Prokrastinasi
Akademik (Y) pada Mahasantri Asrama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pengolahan data yaitu dengan
menggunakan Ms. Excel dan software SPSS (mengkorelasikan X dan Y)

B. Analisis Pengolahan Data


Correlations

X Y

X Pearson Correlation 1 .137**

Sig. (2-tailed) .357

N 47 47
Y Pearson Correlation .137** 1

Sig. (2-tailed) .357

N 47 47
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2 tailed).

C. Analisis Uji Hipotesis


Dari table diatas diperoleh Pearson Correlation 0,137 artinya terdapat hubungan yang
tidak signifikan antara kedisiplinan menjalankan sholat wajib dengan prokrastinasi akademik.
Korelasi antara kedisiplinan menjalankan sholat wajib dengan prokrastinasi akademik adalah
sangat rendah yang ditunjukkan dengan nilai korelasi menjauhi +1. Dengan P-value/Sig. sama
dengan 0,357>0,05 dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua
variabel. Tanda positif menunjukkan bahwa korelasi yang terjadi antara kedisiplinan menjalankan
sholat wajib dengan prokrastinasi akademik adalah hubungan yang “berbanding lurus” artinya
semakin lemah kedisiplinan menjalankan sholat wajib, maka semakin Lemah pula prokrastinasi
akademik.

12
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada
hubungan yang signifikan antara kedisiplinan menjalankan sholat wajib dengan prokrastinasi
akademik. Prokrastinasi Akademik Mahasantri Asrama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
merupakan gambaran dari self-regulation yang mana untuk mengerjakan tugas, dengan tuntutan
asrama harus sebanding imbang, sedangkan menjalankan kewajiban sholat lima waktu merupakan
kewajiban yang telah tertanam di dalam diri individu, terkhusus bagi mahasantri Asrama UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta.

B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan di atas, maka penulis dapat memberikan
saran sebagai berikut:
1. Perlunya penelitian lanjutan, untuk mengetahui faktor lain yang mempengaruhi kedisiplinan
menjalankan sholat waktu dan prokrastinasi akademik mahasantri asrama UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
2. Perlunya tinjauan ulang mengenai penelitian ini.

13
Daftar Pustaka

Arifin, Samsul. 2015. Hubungan Antara Kedisiplinan menjalankan Sholat Wajib dengan perilaku
Agresivitas pada Santri Pondok Pesantren Anwarul Huda Malang. Skripsi UIN Malang.
Tresniasari, Nia. 2010. Ststistika 1. Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Zanfiana, Fevi Siswanto. 2010. Hubungan Antara Kedisiplinan Melaksanakan Sholat Wajib Dengan
Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa di Fakultas Farmasi Universitas Ahmiad
Dahlan.E-Journal Universitas Ahmad Dahlan.

14
Lampiran

Kuesioner Penelitian

Assalamu'alaikum Wr. Wb.,


Salam sejahtera, semoga Allah melindungi dimanapun kita berada.
Saya Ginda Veriantari, mahasiswi Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta semester 5,
sedang melakukan penelitian untuk menyelesaikan tugas UTS Psikologi Agama. Maka dari itu saya
ingin meminta ketersediaan teman-teman untuk mengisi kuesioner yang berisikan sekumpulan
pertanyaan2 yang menggambarkan diri anda, kuesioner ini ditujukkan untuk Mahasiswa/i aktif UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta yang berdomisili di Asrama UIN.
Tidak ada jawaban benar ataupun salah. Data yang teman-teman berikan hanya untuk kepentingan
penelitian dan akan dijaga kerahasiaannya. Atas perhatian dan kesediaan dari teman-teman, saya
ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Nama/inisial*
Jenis Kelamin*
Fakultas*
Semester *
No Telepon*

Bacalah Pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan seksama, kemudian pilih jawaban yang benar-
benar sesuai dengan diri anda. tidak ada jawaban yang salah, semua pilihan jawaban adalah benar.
adapun arti dari pilihan tersebut adalah:
SS = Sangat Setuju
S = Setuju
TS = Tidak Setuju
STS = Sangat Tidak Setuju

15
No Pertanyaan SS S TS STS
Saya mampu menjalankan sholat sesuai jadwal yang telah
ditentukan oleh Asrama

Saya mengerjakan Sholat karena sudah menjadi bagian dari


peraturan Asrama

Saya melaksanakan Sholat di Asrama karena adanya tuntutan


untuk mentaati peraturan yang sudah diberlakukan

Saya mengerjakan sholat wajib di Asrama karena takut dan tunduk


dengan Peraturan dari pihak pengurus

Apabila saya tidak mengikuti Sholat wajib dengan Jama'ah di


Asrama, saya takut dikenai sanksi oleh pengurus

Menurut saya, menjalankan sholat dengan tepat waktu merupakan


kewajiban yang harus saya kerjakan

saya menjalankan sholat tanpa memperdulikan peraturan yang


diberlakukan oleh pihak asrama

Saya yakin bahwa saya menjalankan sholat lima waktu dengan


penuh keikhlasan

Saya merasa berat dalam menjalankan sholat yang dijadwalkan


oleh asrama

Saya merasa tenang dan senang ketika sudah mengerjakan sholat


dengan tepat waktu

Setelah saya selesai mengerjakan sholat dengan tepat waktu, saya


merasa tidak ada tanggungan dan rasa khawatir kembali

Saya mampu menjalankan keteraturan Sholat di Asrama karena


sudah menjadi tujuan hidup saya untuk tinggal di asrama

Menurut saya, dengan mengerjakan sholat, sesuai jadwal yang


telah dibuat, saya lebih mantap tinggal di Asrama

Saya takut mendapatkan sanksi dari pengurus asrama, apabia saya


meninggalkan sholat jama'ah

Saya merasa sulit untuk mentaati peraturan terutama dalam


mengerjakan Sholat dengan tepat waktu
Saya yakin bahwa Asrama yang saya tempati ini dapat membuat
diri saya lebih teratur dalam mengerjakan sholat wajib tepat waktu

Sebagai Mahasantri di Asrama, saya mampu menjalankan


peraturan yang telah diberlakukan dengan baik, termasuk sholat
jama'ah

16
Saya merasa tertekan menjalankan peraturan sholat wajib jama'ah di
Asrama

Saya merasa menjadi mahasantri yang baik ketika menjalankan


sholat jama'ah di Asrama

Saya merasa dengan tinggal di Asrama tidak mengubah pola


perilaku sholat tepat waktu

Saya kadang-kadang telat mengumpulkan tugas

Saya yakin dengan kemampuan yang saya miliki dapat


mengerjakan semua tugas kuliah dengan baik

Saya suka menunda untuk memulai atau menyelesaikan tugas


kuliah

Ketika tiba waktu yang saya rencanakan untuk mengerjkan tugas,


saya sering tidak mengerjakan

Saya segara mengerjakan tugas meskipun waktunya masih lama

Saya merasa kesulitan megerjakan tugas ketika waktunya terbatas

Saya tetap tenang dalam mengerjakan tugas meskipun waktunya


tinggal sebentar

Saya langsung mengerjakan tugas kuliah yang diberikan oleh


dosen

Saya selalu menepati waktu yang sudah saya tentukan untuk


mengerjakan tugas kuliah

Saya merasa tenang dan santai tidak mengerjakan tugas karena


waktu masih banyak/lama

Saya dapat menyelesaikan tugas kuliah dengan baik meskipun


waktunya terbatas
Saya ragu dengan kemampuan saya saat akan mengerjakan tugas
dari dosen

Saya merasa cemas saat mengerjakan tugas dengan sisa waktu


yang sangat sedikit

Saya selalu tepat waktu dalam mengumpulkan tugas

17
F
Jen a Se it it it it it it it it it it it It It It It It
is k m it it it it it it it it it e e e e e e e e e e e It It It It It It It It It e e e e e
Kel ul es e e e e e e e e e m m m m m m m m m m m e e e e e e e e e m m m m m
Nama/i am ta te m m m m m m m m m 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 m m m m m m m m m 1 1 1 1 1
nisial in s r 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4
F
A
Putsur P H 1 1 4 4 4 4 1 1 1 4 1 1 2 2 2 4 2 1 4 2 4 3 2 2 2 3 2 2 3 3 3 2 4 2 2
F
Ps
RA P i 1 1 3 3 3 3 1 2 2 3 2 2 2 2 3 4 2 2 3 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 2 3 3 2 2 2
F
A
Firda P H 1 1 3 3 3 3 1 1 1 3 1 1 2 2 3 3 1 1 4 2 4 3 1 4 3 2 2 3 2 2 3 2 3 2 1
F
S
Ihsan L H 1 1 3 3 4 4 1 1 1 3 1 1 3 3 4 3 1 2 4 2 2 2 2 2 3 3 2 2 3 3 2 3 3 2 3
FI
K
Meli P es 1 1 3 3 4 3 1 1 1 3 1 1 1 2 3 3 1 1 3 2 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 3 2 2
FI
K
Ulfa P es 1 1 4 4 4 4 1 1 2 4 1 1 1 1 4 3 2 2 4 3 2 3 2 4 3 1 1 4 2 2 4 4 3 1 1
FI
T
Zulfa P K 5 1 4 4 4 2 1 2 1 4 1 1 4 4 2 4 1 1 4 1 3 2 1 2 3 2 1 3 1 2 3 3 4 3 2
FI
Mega T
Anisa P K 5 1 1 1 3 2 1 1 1 4 1 1 1 1 2 3 1 1 3 1 3 3 1 2 4 2 2 3 3 1 1 2 4 2 1
FI
Istikoma T
h P K 1 1 4 4 4 4 1 3 1 4 1 1 1 1 4 4 1 1 4 1 4 2 1 2 1 3 1 3 3 3 3 2 2 1 1
FI
D
Ahmad K
Yusuf O
Akbar L M 1 1 3 3 3 2 1 2 1 3 1 1 3 2 3 4 1 1 4 2 1 4 1 2 3 2 2 1 2 2 2 1 3 2 1
F
A
Phiyu P H 1 1 3 3 3 3 1 1 1 3 1 1 1 1 3 3 1 1 3 2 1 3 1 3 3 1 2 3 2 2 3 2 3 2 2
Sudrajat F
ulloh L U 1 1 4 4 4 4 1 1 1 4 1 1 2 2 4 4 2 1 4 1 4 2 2 2 2 3 2 2 3 3 2 3 2 2 3
F
A
Nazir L H 1 1 4 4 4 4 1 2 2 3 1 1 2 3 4 3 2 2 4 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 3 2 3 2 2
Muham
mad
Akmal FI
Maula L K 1 1 1 1 4 3 1 1 1 3 1 1 1 1 4 4 1 1 4 1 1 4 1 2 4 1 3 1 3 3 1 3 4 4 1
F
Hilwa S
Kamilah P T 1 1 4 4 3 2 1 1 2 4 1 1 1 1 2 4 1 1 4 2 3 1 3 3 2 3 2 3 2 2 1 2 3 1 1
Melina
Imroatul FI
Handaya K
ningrum P es 1 2 4 4 4 3 1 1 2 3 1 1 2 2 3 3 2 2 3 2 2 3 2 2 3 2 3 2 3 2 2 2 3 3 1
F
S
Alz P H 1 2 4 3 4 4 2 2 2 3 1 1 2 2 3 3 1 2 3 3 3 2 3 2 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2
FI
Alfin D
Nuriyatu K
s O
Sa'adah P M 1 2 4 4 4 1 1 2 1 4 1 1 2 2 2 3 2 2 3 2 2 4 1 3 3 2 3 2 3 1 3 2 3 3 1
FI
D
K
O
Annisa P M 1 2 4 4 4 4 1 1 1 4 1 1 1 2 4 4 2 2 4 2 2 3 1 3 3 2 2 3 2 2 3 2 4 2 2
FI
K
SNF P es 1 2 3 4 3 3 2 1 2 4 1 1 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 3 2 2 2 2 3 2 2 3 2 3 2 2

1
FI
Mhd.cha K
irul amin L es 1 2 1 2 2 2 2 2 2 3 1 1 2 3 2 2 1 3 3 2 1 2 2 2 2 3 3 2 3 3 2 3 3 2 2
FI
D
K
O
Amin L M 1 2 3 4 4 4 1 1 1 4 1 1 1 1 4 4 1 1 4 1 1 1 1 4 4 1 1 1 1 1 4 1 4 1 1
F
Vini A
hidayani P H 5 2 4 4 3 2 2 2 2 3 2 1 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2
Sintia Tri FI
Pangest T
u P K 5 2 3 2 4 2 1 2 1 1 1 1 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 4 2 2 1 3 2 3 3 1
Muham FI
mad T
Marwan L K 3 2 4 1 3 2 1 2 2 3 1 2 2 1 2 3 1 2 3 2 2 2 2 3 3 2 2 3 3 2 3 2 3 2 3
F
A
Fadel L H 3 2 3 4 4 4 1 2 2 3 2 2 2 3 4 3 2 2 4 2 3 3 2 2 2 3 2 3 2 2 2 2 3 2 2
Fahmi F
Faturroh S
man L T 3 2 1 1 2 2 2 3 2 1 2 2 1 1 2 2 1 2 2 1 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2
FI
T
SAP L K 5 2 4 3 4 3 1 3 1 4 1 1 1 1 4 2 1 2 3 1 3 1 2 1 2 2 1 2 3 2 2 2 3 1 2
FI
SI
Kindy L P 5 2 2 2 4 3 1 1 1 3 1 1 2 3 3 3 1 2 4 3 3 3 1 2 3 3 3 2 3 2 2 2 4 2 2
FI
K
SNH P es 1 2 3 3 3 3 1 2 2 3 1 1 2 1 3 2 2 2 3 3 2 3 2 1 3 3 2 2 3 2 2 3 2 2 2
FI
K
Nilam P es 1 2 3 3 3 3 2 2 2 3 1 1 2 2 3 2 2 2 3 2 3 3 3 2 3 3 2 4 3 2 3 4 2 1 2

2
F
S
Mia P H 1 2 3 3 3 2 2 2 1 3 1 2 3 2 3 3 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 3 2 3 2 2
F
E
ARJ P B 5 2 3 2 3 3 1 3 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 3
F
Ikhlasul S
Amri L H 5 2 4 3 3 4 1 1 1 3 1 1 2 3 4 3 3 2 3 2 3 3 1 3 3 1 3 2 2 2 3 2 3 3 2
F
S
AZ L H 5 2 2 2 4 3 1 1 2 2 1 1 1 3 2 3 1 3 2 2 3 1 1 1 2 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2
FI
Istiqoma T
h P K 1 2 1 3 4 2 1 3 1 2 2 2 3 3 2 2 1 3 3 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 4 3 2 2 3
F
Ps
Rangga L i 7 2 1 1 1 3 1 1 1 4 1 2 1 1 4 3 1 2 3 2 2 2 1 3 3 2 2 3 2 2 3 4 4 2 1
FI
D
K
O
Hadi L M 3 2 4 4 3 3 1 1 1 4 1 2 2 2 4 3 1 1 4 1 3 4 1 4 4 1 3 2 2 1 3 2 4 3 1
Arrijal F
(L) L U 1 2 2 2 2 2 3 3 2 3 1 1 1 2 2 3 2 2 3 2 4 3 2 2 2 3 3 2 3 3 2 2 3 3 2
Sidiq F
Dwi S
Atmaja L T 1 2 3 3 3 3 1 1 2 3 1 1 1 1 3 3 1 1 3 1 1 4 2 2 2 2 1 3 2 2 4 2 3 2 1
Afidah F
Wahyuni P U 1 2 2 3 3 3 1 1 1 3 1 2 1 1 2 2 1 2 2 2 1 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3
FI
K
SZM P es 1 2 3 3 3 3 1 2 2 3 1 1 2 2 3 3 2 2 3 2 2 3 2 3 3 2 1 4 3 3 3 3 2 2 2
FI
K
VENA P es 1 2 4 4 4 4 1 2 2 3 1 2 2 3 3 2 2 1 3 2 2 3 3 1 3 3 2 2 3 3 4 2 3 3 1

3
FI
Galih K
Rofiqoh P es 1 3 4 4 4 3 1 1 1 4 1 1 3 3 3 3 1 1 4 3 3 3 1 3 3 2 3 2 2 2 3 2 4 3 2
F
ip P U 5 3 4 4 4 3 2 2 2 2 1 1 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2
Sharavin
a yunita FI
sari/vivi K
n P es 1 3 4 4 4 4 1 2 1 4 1 1 3 4 4 4 4 1 4 4 3 4 2 3 4 1 2 3 1 1 3 1 2 1 1
Moham
ad
Burhanis F
Sulton L U 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2 3 1 2 3 2 2 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 2