Anda di halaman 1dari 7

BAB I.

PENDAHULUAN

A.Latar belakang

setiap makhluk hidup tentu menginginkan dapat meneruskan keturunanya


reproduksi atau perkembangan biak merupakan salah satu ciri makhluk hidup agar dapat
menghasilkan keturunannya atau organisme baru dan dapat mempertahankan
kelangsungan jenisnya(spesies)sehingga tidak punah.
Reproduksi pada tumbuhan berlangsung secara vegetatif(aseksual atau tidak
kawin), generatif (seksual atau kawin), dan metagenesis(vegetatif dan generatif secara
bergantian). Seksual pada tumbuhan terjadi pada gymnospermae(tumbuhan biji terbuka)
dan angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup).reproduksi aseksual pada tumbuhan
dibedakan menjadi gametogenesis,penyerbukan (poliniasi) dan pembuahan yang biasa
disebut fertilisasi.
Gametogenesis merupakan proses pembentukan gamet-gamet,terdiri atas
pembentukan gamet jantan (spermatogenesis/mikroskopis). Gametogenesis meliputi
spermatogenesis dan oogenesis,spermatogenesis merupakan pembentukan sel kelamin
jantan (inti sel sperma),oogenesis merupakan pembentukan sel kelamin betina(inti sel
sperma),oogenesis merupakan pembentukkan sel kelamin( sel telur/ovum). Proses pada
gametogenesis melibatkan proses pembelahan sel mitosis dan meiosis. Proses
pembentukan gamet atau sel kelamin disebut gametogenesis, ada dua jenis proses
pembelahan sel yaitu mitosis dan meiosis. Bila ada sel tubuh kita yang rusak maka
akan terjadi proses penggatian sel baru melalui proses pembelahan mitosis seperti
yang telah kita ketahui bersama bahwa mitosis menghasilkan sel baru yang jumlah
kromosomnya sama persis dengan sel induk yang bersifat diploid (2n) yaitu 23
pasang atau 46 kromosom, sedangkan meiosis jumlah kromosom pada sel baru
hanya bersifat haploid. gametogenesis ada 2, yaitu spermatogenesis dan oogenesis.
Seperti hewan dan manusia, tumbuhan juga membentuk gamet untuk jenisnya pada
tumbuhan berbiji, gamet jantan dibentuk dalam gametofit jantan,yaitu terletak pada
kepala sari. Pembentukan spermatozoid disebut dengan spermatogenesis yang
berlangsung dalam kepala sari(anther) sedangkan ovum disebut dengan oogenesis
berlangsung didalam bagian bunga betinayang disebut kandung atau ovarium.
Metagenesis adalah siklus hidup tumbuhan memperlihatkan suatu pergiliran
tumbuhan Siklus hidup tumbuhan terdiri dari fase gametofit dan fase sporofit. Fase
gametofit atau fase generatif adalah tahap menghasilkan gamet haploid. Fase
sporofit atau fase vegetatif adalah tahap mengahasilkan spora. Gametofit
menghasilkan gamet haploid yang menyatu membentuk zigot. Zigot berkembang
menjadi spora yang menghasilkan generasi gametofit selanjutnya.
A. Tujuan
a. Memahami bagaimana masing-masing gamet bisa mengandung material genetik yang
berbeda sebagai implikasi dari pembelahan meiosis
b. Dapat menggambarkan dan menjelaskan proses gametogenesis dan
c. Dapat menggambarkan dan menjelaskan proses fertilisasi
BAB II LANDASAN TEORI

1. Pengertian gametogenesis

Gametogenesis adalah proses pembentukan gamet-gamet, terdidri atas pembentukan


jantan(spermatogenesis/mikrosporogenesis) dan gamet betina (oogenesis/makrosporogenesis).
Gametogenesis dalam kingdom tumbuhan sangat bervariasi tergantung pada kelompok-
kelompok utama tumbuhan yang berbeda-beda. Mikrosporogenesis atau pada bunga yang
jantan yang menghasilkan spora-spora reproduktif yang disebut serbuk sari atau polen.
Sebuah sel induk mikrospora (mikrosporosit) yang diploid pada anther mengalami
pembelahan meiosis kedua menghasilkan sekumpulan empat mikrospora haploid. Sestelah
meiosis, masing-masing mikrospora mengalami pembelahan mitosis kromosom-kromosom
tanpa disertai pembelahan sitoplasma.
Meiosis adalah pembelahan sel yang terjadi pada sel germinativum untukmenghasilkan
gamet pria dan wanita yaitu masing-masing sperma dan sel telur.Meiosis memerlukan dua
pembelahan sel yaitu meiosis I dan meisis II untukmengurangi jumlah kromosom menjadi
jumlah haploid 23. Sel-sel germanitivum priadan wanita (spermatosit dan oosit primer) pada
awal meiosis I mereplikasi DNA nya sehingga sel benih mengandung dua kali lipat dari
jumlah DNA yang normal dantiap-tiap dari 46 kromosomnya digandakan menjadi sister
kromatid (Nelly,2015 :5-6).Selama meiosis I oosit primer menghasilkan empat sel anak,
masing-masing dengan 22 kromosom plus 1 kromosom x.namun hanya satu dari sel anak ini
berkembang menjadi gamet dewasa(oosit),tiga sisanya(badan polar) hanya mendapat sedikit
sitoplasma dan mengalami degenerasi pada perkembangan selanjutnya. Demikian juga satu
spermatosit primer menghasilkan empat sel anak,dua dengan 22 kromosom plus satu
kromosom x dan 22 kromosom plus saukromosom y dan keempat sel tersebut berkembang
menjadi gamet matang.(nelly,2015:8).
Secara keseluruhan gametogenesis secara berurutan dapat dibagi menjadi tiga periode
yaitu perbanyakan, tumbuh dan pematangan. Fase perbanyakan yaitu bakal sel kelamin
bermigrasi ke gonad dengan melakukan beberapa kali pembelahan untuk membentuk
spermatogonia atau oogenesis.fase dimana gametogenesis sekunder sedang membelah miosis
kedua menghasilkan gamet yang haploid disebut fasepertumbuhan.fase pemasakan yaitu
individu baru yang akan berkemabang dari sel telur yang sudah dibuahi akan mempunyai
kromosom yang sama jumlahnya dengan kromosominduk. Gamet yang haploid ini disebut
ootid atauovum dan spermatid(Gani, 1989:283).
2. Oogenesis

Oogenesis merupakan awal dari proses ovulasi. Oogenesis adalah proses pembentukan
ovum di dalam ovarium dan didalam ovarium terdapat oogonium atausel indung telur.
Oogenesis dimulai dengan pembentukan bakal sel-sel telur yangdisebut oogonia ( tunggal :
oogonium). Pembentukan sel telur pada manusia dimulaisejak di dalam kandungan, yaitu di
dalam ovari fetus perempuan. Pada ketiga usiafetus , semua oogonia yang bersifat bersifat
diploid telah selesai dibentuk dan siapmemasuki tahap pembelahan. Semula oogonia
membelah secara mitosisismenghasilkan oosit primer.pada perkembangan fetus selanjutnya,
semua oosit primer yang akan membelah secara meiosis,tetapi hanya pada sampai tahap fase
profase.(Dr.Rhamadhan,2016:16-17)
Pada tahap selanjutnya, oosit sekunder akan mengalami pembelahan meiosisII.oosit
sekunder akan membelah menjadi dua sel yaitu satu sel berukuran normal yang disebut
ootid dan satu lagi berukuran lebih kecil disebut badan polar sekunder. Badan kutub tersebut
bergabujg dengan badan kutub sekunderlainnya yang berasal dari pembelahan sebelumnya
sehingga ditemukan dua badankutub sekunder. Ootid mengalami perkembangan lebih jauh
menjadi ovum matang ,sedangkan ketiga badan kutub mengalami degenerasi (hancur). (Dr.
Rhamadhan ,2016 :17).Oogonium bersifat diploid dengan 46 kromosom atau 23 pasang
kromosom.Oogonium akan memperbanyak diri dengan cara mitosis membentuk oosit
primer.kemudian oosit primer mengalami meiosis I, yang akan menghasilakan oosit
sekunder dan badan polar (polosit primer). Selanjutnya oosit sekunder meneruskantahap
meiosis II dan menghasilkan satu sel besar yang disebut ootid dan satu sel yanglebih kecil
badan polar kedua ( polosit sekunder). Badan polar pertama jugamembelah menjadi dua
badan polar kedua, akhirnya ada 3 badan polardan satu ootidyang akan tumbuhmenjadi
ovum dan oogenesis setiap satu oogonium. (Dr.Rhamadhan , 2016 :1

3. spermatogenesis

Spermatogenesis merupakan perbanyakan sel spermatogonia secara mitosis.Proses ini


disebut juga poliferasi mitosis(mitocic poliforation). Sebagaimanadiketahui bahwa sebelum
manusia mengalami pubertas, dan memasuki fasespermatogenesis(mitosis). Jadi masuknya
spermatogonia yang sedang istirahatkedalam fase aktif menandai meiosis dan tidak semua
spermatogonia aktif berpoliferasi,tetapi diantaranya tetap sebagai spermatogonia yang
sedang istirahat,dan dapat aktif kembali dalam waktu(kemudian).(Dr.Rhamadhan,2016:43-
44). Selama pembelahan mitosis, satu dari anakan sel ( spermatogonia tipe A)tidak
membelah dan tidak mengalami deferensisasi , tetapi sel ini tetap sebagaispermatogonia tipe
A dan berfungsi sebagai sel cangan ( stem cell). Setiap kalimitosisis dihasilkan stem cell,
dengan adanya stem cell ini, maka persediaanspermatogonia dan tubulus tetsis tetap ada,
walaupun sudah berusia lanjut.hal ini pulalah menjadi satu perbedaan antara
spermatogenesis dan oogenesis.
Pada proses oogenesis tidak terdapat stem cell sebagai persediaan. Di samping
itu, jumlah oogonia sudah tertentu , sehingga pada usia tertentu wanita yang sudah tidak
produktif lagi. ). (Dr. Rhamadhan , 2016 :44)Pada beberapa hewan vertebrata, termasuk
manusia, spermatogonia terletakdibagian dalam dinding tubulus atau dekat lamina basalis.
Dalam perkembangannya.pada sel- sel speratogonia bergerak menuju lumen tubuls
seminiferus sehingga terbentuk sperma.Proses poliferasi atau perbanyakan sel
spermatogonia, sepermatogonia tipeAI menghasilkan stem cell, sebagai spermatogonium
cadangan yang sedang istirahat.Adapun tipe spermatogonium A4 lainnya melanjutkan
pembelahan, sehingga secara berturut-turut menghasilakan spermatogonium
intermediet, spermatogonium tipe B .dan spermatosit primer yang sedang istirahat.
Spermatogonia tipe B lebih besardaripada tipe A. Spermatogonia tipe mengalami perubahan
yang disebut denganspermatosit primer . spermatosit primer siap mengalami proses
selanjutnya yaitumeiosis I dan meiosis II. (Dr. Rhamadhan , 2016 :44-45).
BAB III.BAHAN DAN METODE

A. Waktu dan tempat

Pelaksanaan pratikum dasar-dasar genetika ini dilakukan pada hari selasa, 12


februari 2019 pukul 07.30 hingga 09.10 pagi di laboratorium genetika dasar fakultas
pertanian universitas andalas.

B. Alat dan bahan

Alat dan bahan pratikum yang digunakan adalah pensil atau spidol berwarna,lem
kertas,penggaris, origami atau kertas kilat dan kertas karton berwarna cerah.

C. Metode

1.Lokus,kromosom homolog sistem kromatid

- Asumsikan jumlah kromosom suatu sel adalah 6(2n=2x=6)

- Gambar 3 pasang kromosom homolog dengan 3 jenis warna berbeda .untuk menandai
homolognya,gambarkan dengar warna yang lebih muda,misal merah//muda-biru tua//biru
muda-ungu//ungu muda.

- Tandai lokus pada masing-masing kromosom dengan alel A dan alel B Pada kromosom
pertama,dan alel a serta alel b pada kromosom pasangannya.selanjutnya tandai alel c dan
alel C pada pasangan kromosom ke-2 dan alel D serta alel d pada kromosom pasangan ke-3.

- Tunjukkan bagaimana terbentuk sister kromatid dan perlihatkan bagaimana proses meiosis
akan menghasilkan keragaman warna kromosom pada sel anak yang dihasilkan.ini
menunjukkan bahwa sel anak yang dihasilkan memiliki berbagai variasi alel yang dimiliki
oleh ketua maupun variasi alel yang tidak dimiliki oleh tetua sebelumnya karena adanya
proses pindah silang antara non sister kromatid.

2. Spermatogenesis,oogenesis dan vertilisasi

- Gambarkan tahapan makrosporogenesis dan mikrosporogenesis dengan komposisi masing-


masing gen sebagaimana diatas.

-Lengkapi dengan proses pematangan gamet dan vertilisasi


DAFTAR PUSTAKA

Gani,yarnelly.1989.Embriologi dasar.FMIPA UNAND:Padang.

Karlinah,nelly.2015.Bahan Ajar Embriologi.Deepublish:Yogyakarta.

Pai,anna c.1992.Dasar-dasar genetika.Erlangga:jakarta.

Elrod,susan dan William stansfield.Genetika edisi keempat.Erlangga:Jakarta.

Heyward AJ, Yamazato K, Yeemin T, Minei M. 1987. Sexual reproduction of corals in Okinawa.
Galaxea 6: 331-343