Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN MINIRISET

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN PROTESTAN

“Kerukunan Antar Umat Beragama dalam Lingkungan Pendidikan Teknik Bangunan di


Universitas Negeri Medan”

DISUSUN OLEH :

Cella Juwita Br. Regar 5163111006

Rasmema Manik 5161111040

Yudi R. Pakpahan 5163111046

Erisa Siburian 5163111015

Leo Rikkii B. Hutagalung 5161111028

Ruhut M Napitupuluh 5163111040

PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas anugrah
dan kasih karunia-Nya kami dapat menyelesaikan laporan Miniriset kami
mengenai “Manusia” dalam mata kuliah Agama Kristen Protestan. Kami juga
mengucapkan terimakasih kepada Dosen pengampu mata kuliah ini atas
bimbingan dan arahannya, dan juga kami mengucapkan terimakasih kepada
teman-teman sekalian yang telah memberikan buah pikirannya sehingga kami
dapat menyelesaikan laporan Miniriset ini.

Kami mengharapkan agar pembaca juga mendapatkan pengetahuan dan


wawasan dari hasil penelitian Miniriset yang telah kami lakukan. Semoga hasil
dari miniriset ini memberikan manfaat juga bagi orang-orang sekitar kami agar
dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Kami juga minta maaf apabila ada kesalahan baik dari segi penulisan
maupun isi dari yang telah kami kaji dari hasil Miniriset yang telah kami lakukan.
Kami mengharapkan kritik dan saran dari masing-masing pembaca agar untuk
kedepannya kami dapat membuat laporan yang lebih baik lagi. Akhir kata semoga
laporan miniriset ini bermanfaat bagi kita semua.

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................. i

DAFTAR ISI ............................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ................................................................................................. 2

B. Rumusan Masalah ............................................................................................ 2

C. Tujuan Penelitian ............................................................................................ 2

BAB II KAJIAN TEORI

A. Kerukunan Umat Beragama ........................................................................... 3

B. Bentuk-bentuk Hubungan Umat Beragama .................................................. 3

C. Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Kerukunan Umat Beragama ........ 4

BAB III PEMBAHASAN

A. Bentuk Kegiatan yang Dilakukan Antar Mahasiswa sebagai Umat


Beragama ........................................................................................................... 6

B. Bentuk Sosialisasi dalam Mahasiswa sebagai Umat Beragama .................. 6

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan ........................................................................................................ 8

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 9

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kerukunan merupakan nilai yang universal, yang dapat ditemukan dalam


setiap ajaran agama. Semua agama pada hakikatnya mengajarkan umatnya untuk
mawas diri, mengenal dirinya terlebih dahulu, mengenal segala musuh yang ada
dalam dirinya serta kelobaan, iri hati, kemarahan dan lain sebagainya. Dengan
senantiasa mawas diri, umat beragama akan tetap dapat menjaga saling pengertian
dengan umat lain dan benar-benar dapat mengembangkan wawasan kebangsaan,
menyadari diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang besar.

Disamping itu setiap agama mengajarkan pula kepada umatnya untuk


mengasihi sesama makhluk hidup dan bersikap positif terhadap alam. Hanya saja
agama-agama seringkali dipahami secara sempit dan eksklusif oleh penganutnya
dan disertai perasaan curiga yang berlebihan terhadap penganut agama lain.
Sehingga mengakibatkan terjadinya berbagai macam konflik di masyarakat.
Sementara itu, sikap fanatisme yang berlebihan dikalangan penganut agama masih
sangat dominan, sehingga dapat menimbulkan disharmoni yang merugikan semua
pihak, termasuk kelompok penganut agama.

Beberapa kasus ketidakharmonisan yang terjadi akhir-akhir ini hampir


semuanya dipicu karena sentimen agama, seperti menghina ajaran agama,
pembakaran tempat ibadah dan sebagainya. Begitu pula berbagai hubungan
negatif antara penganut agama satu dengan yang lain juga muncul dibeberapa
tempat, seperti rasa saling mencurigai dan saling membenci. Oleh sebab itu
diperlukan kesadaran umat beragama untuk menumbuhkan sikap toleransi dalam
kehidupan beragama. Sikap toleransi ini dapat menumbuhkan rasa saling
menghargai dan saling menghormati antara satu dengan yang lain untuk
mewujudkan ketentraman dan perdamaian.

1
Contoh kerukunan yang terjadi di daerah penelitian ini adalah dengan
melihat kehidupan sosial dari masing-masing mahasiswa yang berada di kawasan
jurusan Teknik Bangunan yang ada di Perguruan Tinggi Negeri Universitas
Negeri Medan. Sudut pandang kehidupan sosial kami lihat ditinjau secara
langsung dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa, cara berbicara
dari masing-masing mahasiswa yang beragama, dan ditinjau dari percakapan
melalui grup aplikasi Whatsapp yang diberi nama grup “PTB Reguler 2016”.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana bentuk kerukunan agama yang ada di lingkungan Pendidikan


Teknik Bangunan di Universitas Negeri Medan?

2. Bagaimana bentuk kegiatan mahasiswa yang menjunjung kerukunan umat


beragama yang ada di lingkungan Pendidikan Teknik Bangunan di
Universitas Negeri Medan?

3. Bagaimana cara bersosialisasi antar mahasiswa beragama baik secara


langsung maupun via percakapan Whatsapp dalam lingkungan Pendidikan
Teknik Bangunan di Universitas Negeri Medan ?

C. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui kerukunan agama yang ada di lingkungan Pendidikan Teknik


Bangunan di Universitas Negeri Medan.

2. Mengetahui bentuk kegiatan mahasiswa yang berhubungan dengan


kerukunan umat beragama dalam lingkungan Pendidikan Teknik Bangunan
di Universitas Negeri Medan.

3. Mengetahui cara sosisalisasi antar mahasiswa beragama baik secara


langsung maupun via Whatsapp dalam lingkungan Pendidikan Teknik
Bangunan di Universitas Negeri Medan.

2
BAB II

KAJIAN TEORI

A. Kerukunan Umat Beragama

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari berbagai suku, agama
dan budaya. Dengan adanya arus pemikiran modern aka setiap agama bergulat
dengan persoalan adaptasi dialog serta identitas. Di situ pihak agama harus
berakar pada sejarah dan tradisi tetapi di pihak lain agama harus membuktikan
sebagai kekuatan atau gerakan liberatif atau bebas yang terbuka terhadap dialog
dan kerjasama. Setelah Indonesia merdeka, kesatuan bangsa seringkali mengalami
banyak tantangan dan ancaman. Di berbagai tempat di Indonesia terdapat rasa
soovenisme (kebanggaan nasional) yang dilatar belakangi oleh sukuisme,
kedaerahan, agama dan aliran-aliran tertentu.

B. Bentuk-bentuk Hubungan Antara Umat Beragama

Ada 3 bentuk sikap dalam hubungan antara agama:

1. Sikap Ensklusivisme

Ensklusivisme adalah sikap yang hanya mengakui agamanya sebagai


agama paling benar dan baik. Ini adalah sikap fanatisme yang akan
melahirkan berbagai akibat buruk antara lain timbulnya perpecahan,
perseteruan antara umat beragama dan berbagai konflik lainnya.

2. Sikap Insklusivisme

Insklusivisme adalah sikap yang dapat memahami dan menghargai


agama-agama lain dengan segala eksistensinya. Tetapi orang yang
inklusivisme ini tetap memandang agamanya sendirilah sebagai agama satu-
satunya jalan menuju keselamatan.

3
3. Pluralisme

Pluralisme adalah sikap yang menerima, menghargai dan memandang


agama lain sebagaimana yang baik dan benar serta memiliki jalan
keselamatan. Dalam perspektif pandangan seperti ini, maka tiap umat
beragama akan terpanggil untuk menerima huubungan solidaritas, dialog
dan kerjasama dalam rangka mewujudkan kehidupan yang lebih baik dan
lebih berpengharapan.

4. Kerukunan Hidup Beragama

Keukunan hidup umat bergama adalah suatu kondisi sosial dimana


semua golongan agama dapat hidup bersama-sama tanpa mengurangi hak
dasar masing-masing untuk melaksanakan kewajiban agamanya sehingga
masing-masing pemeluk agama dapat hidup dalam keadaan rukun dan
damai.

C. Beberapa Faktor yang Mengganggu Kerukunan Umat Beragama

A. Sikap Mental Negatif

Sikap mental negatif ini nampak dalam kesombongan religius,


prasangka dan intoleransim misalnya umat beragama tertentu mempunyai
keyakinan bahwa agamanya memiliki ajaran yang paling benar. Akibatnya
mereka sombong dan tinggi daripada pemeluk agama lain.

B. Faktor SARA (Suku Agama Ras dan Antar golongan)

Secara sosiologis dapat dipahami bahwa suku, agama, ras dan antar
golongan adalah merupakan nilai permersatu bagi yang bersangkutan tetapi
juga sering menjadi faktor penyebab perpecahan.

4
C. Faktor Perbedaan Tingkat Kebudayaan

Dapat disadar bahwa perbedaan tingkat kebudayaan yang menyolok


akan mengganggu keseimbangan, keserasian dan keselarasan pergaulan
kehidupan bangsa dan kelompok masyarakat.

D. Faktor Mayoritas dan Minoritas Golongan Beragama

Dalam kehidupan umat beragama sering timbul sikap merasa lebih


berkuasa dari golongan mayoritas terhadap golongan minoritas. Golngan
mayoritas menginginkan hak-hak istimewa dari hak-hak yang diperoleh
oleh minoritas.

5
BAB III

PEMBAHASAN

Dari hasil observasi yang telah kami lakukan di lingkungan Pendidikan


Teknik Bangunan di Univeritas Negeri Medan, kami dapat menguraikan masing-
masing aspek dari kegiatan-kegiatan, sikap, maupun tingkah laku dalam
mahasiswa sebagai umat beragama baik Kristen maupun Islam.

A. Bentuk Kegiatan yang Dilakukan Antar Mahasiswa sebagai Umat


Beragama

Dalam umat Islam kegiatan yang dilakukan biasanya berupa Isra Miraj,
Ramadhan, Lebaran, Idul Adha, dsb. yang biasanya diadakan dan dibentuk oleh
panitia HMJ Teknik Bangunan dan masing-masing mengadakannya dengan rukun
tanpa ada masalah atau kendala dalam acara tersebut.

Dalam umat Kristen kegiatan yang dilakukan biasanya berupa Paskah,


Natal, dan Kebaktian PA yang dilakukan oleh HMJ Teknik Bangunan juga
dibantu oleh panitia UKM-KP. Dalam pelaksanaan acara tersebut tidak ditemukan
adanya kendala. Hanya saja mahasiswa masih kurang banyak yang mengikuti
kegiatan-kegiatan tersebut, hal ini didorong karena faktor-faktor berupa tugas
perkuliahan yang banyak.

Dalam dua kegiatan ini dapat dilihat tidak adanya terjadi kendala dalam
pelaksanaan masing-masing kegiatan religius yang terjadi dalam lingkungan
Pendidikan Teknik Bangunan di Universitas Negeri Medan. Namun, tidak ada
tindakan saling membantu dalam mahasiswa yang berbeda agama dari masing-
masing pelaksanaan acara tersebut.

B. Bentuk Sosialisasi dalam Mahasiswa sebagai Umat Beragama

Pada lingkungan Pendidikan Teknik Bangunan di Universitas Negeri Medan


dapat kami lihat mahasiswa antar umat beragama yang berbeda-beda sering saling
berinteraksi dengan berkumpul untuk bekerja kelompok mengerjakan tugas

6
perkuliahan. Pada kegiatan liburan atau hiburan mahasiswa tersebut masih tetap
berjalan dengan baik, tidak adanya perpecahan dan saling menjaga toleransi
mereka dalam perbedaan agama yang mereka anut.

Percakapan dalam grup PTB Reguler B di aplikasi smartphone dengan


nama Whatsapp masih dapat dikatakan akrab dimana mereka saling bertukar
pikiran mengenai tugas ataupun percakapan lainnya. Berbagi cerita dalam masing-
masing antar kelas, berbagi informasi seputar masalah perkuliahan ataupun berita-
berita yang sedang trending, dll.

Dari masing-masing observasi yang telah kami lakukan dapat kami lihat
bahwa bentuk kerukunan umat beragama masuk ke dalam Kerukunan Umat
Beragama, dimana mahasiswa tetap dapat bersosialisasi baik tanpa mengurangi
hak-hak yang berlaku dalam melaksanakan kewajiban beragamanya. Dilihat dari
lancarnya pelaksanaan kegiatan religius yang diadakan. Dilihat dari bentuk
sosialisasi mahasiswa sebagai umat beragama tidak ada terjadi konflik,
membentuk kubu sendiri, dan tetap dapat saling menghargai tanpa menghina atau
mengejek menyangkut agama satu sama lain.

7
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari kegiatan observasi yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa:

1. Di dalam lingkungan Pendidikan Teknik Bangunan di Universitas Negeri


Medan dapat dilihat memiliki kerukunan umat beragama yang baik dimana
mahasiswa saling menghargai satu sama lain, saling bersosialisasi tanpa
mengundang konflik, menghina, dan mengejek yang berhubungan dengan
agama yang mereka anut. Masing-masing mahasiswa tidak saling
mengurangi hak mereka dalam menjalankan kegiatan beragamanya masing-
masing.

2. Di dalam kegiatan religius yang telah masing-masing mahasiswa lakukan


dalam umat beragama tetap berjalan dengan lancar tidak terjadi kendala
dalam setiap pelaksanaannya.

3. Mahasiswa dalam lingkungan Pendidikan Teknik Bangunan di Universitas


Negeri Medan dapat bersosialisasi dengan baik dan sopan, tidak adanya
terjadi konflik menunjukkan masih ada interaksi yang baik dari setiap
mahasiswa yang berbeda agama.

8
DAFTAR PUSTAKA

Tim MPK Pendidikan Agama Kristen Universitas Negeri Medan. 2018.


Matakuliah Pengembangan Kepribadian untuk Mahasiswa di Perguruan
Tinggi:Pendidikan Agama Kristen. Medan : CV. Pratama Mitra Sari
Yustiani. 2008. Kerukunan Antar Umat Beragama Kristen dan Islam di Soe, Nusa
Tenggara Timur: Jurnal Analisa. Vol 15 No 2:71-84

Anda mungkin juga menyukai