Anda di halaman 1dari 9

USAHA MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA DI

SEKOLAH DASAR (Tentang Anak Bodoh)


Oktober 27, 2008 — Wahidin

DAFTAR ISI
Halaman
LEMBARAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR……………………………………………………… i
UCAPAN TERIMA KASIH…………………………………………….…. ii
DAFTAR ISI…………………………………………………………….…. iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang……………………………………………………… 1
B. Perumusan Masalah…………………………………………….…… 2
C. Tujuan Tugas Akhir (TA)…………………………………….……… 2
D. Manfaat Tugas Akhir (TA)..………………………………………… 3

BAB II KAJIAN TEORI


A. Pengertian Anak Bodoh…………………………………………….. 5
B. Karakteristik Anak Bodoh………………………………………….. 5
C. Faktor-faktor Penyebab Anak Bodoh………………………………. 6
D. Pengaruh Bagi Dirinya dan Temannya…………………………….. 6
E. Langkah-langkah Masalah yang dihadapinya……………………… 7

BAB III METODOLOGI


A. Jenis Bimbingan……………………………………………………. 8
B. Teknik Bimbingan…………………………………………………… 8
C. Lokasi Bimbingan………………………………………………….. 10
D. Layanan Bimbingan………………………………………………… 10

BAB IV DESKRIPSI HASIL LAYANAN BIMBINGAN


A. Karakteristik Siswa………………………………………………… 12
B. Deskripsi Awal Bimbingan…………………………………………. 12
C. Pelaksanaan dan Refleksi Bimbingan……………………………… 14
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan…………………………………………………………. 15
B. Saran………………………………………………………………… 15

DAFTAR FUSTAKA……………………………………………………… 17
LAMPIRAN……………………………………………………………….. 18

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap anak memiliki kemampuan atau kelebihan yang berbeda-beda, begitu pula dengan
kekurangan atau ketidak mampuannya. Dari berbagai kekurangan atau ketidak mampuan yang
menjadi masalah bagi siswa salah satunya adalah anak bodoh.
Jangankan anak berbakat atau berpotensi, anak bodohpun membutuhkan atau lebih
membutuhkan seseorang yang dapat memahami serta menghargai kekurangan dan ketidak
mampuannya, atau orang yang mampu memecahkan masalahnya itu.
Karena sipat dasar anak berbeda-beda, baik tempramennya, gaya, sikap maupun emosinya.
Begitu juga dengan anak bodoh akan berbeda dengan anak normal lainnya dan begitu jelas.
Berbagai observasi menunjukan bahwa cara berpikir anak bodoh berbeda dengan cara berpikir
anak normal pada umumnya. Karena adanya keterlambatan dalam berpikir atau menerima
materi/stimulus/rangsangan dari orang lain, khususnya saat belajar.
Kita menyadari bahwa kurang adanya perhatian terhadap kebutuhan anak yang memiliki masalah
(anak bodoh) dalam cara berpikir atau merealisasikan sesuatu dan kesempatan. Kesempatan yang
sepadan dan selaras dengan kebutuhan atau ketidak mampuan mereka.
Dengan itu, kita sebagai calon pendidik dan pembimbing sekaligus orang tua mereka, harus
mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada anak didik kita yang mempunyai kelemahan atau
ketidak mampuan dalam berpikir (anak bodoh), dan bagai mana cara kita untuk mengetahui anak
tersebut.
Untuk itu kita akan membahas tentang cara mengetahui anak bodoh dan cara membimbingnya.

B. Perumusan Masalah
Pada rumusan masalah, penulisan fokuskan pada kelemahan dan ketidak mampuan anak dalam
berpikir atau dalam menerima pelajaran (anak bodoh) pada kelas 3 SDN TRITURA Kec. Patok
Beusi SUBANG.
Adapun fokus permasalahannya adalah sebagai berikut:
1. Pengertian anak bodoh?
2. Bagaimana cara mengetahui anak bodoh tersebut?
3. Bagaimana cara mengetahui siswa sebelum dan sesudah diadakannya bimbingan?
4. Bagaimana mengetahui kendala-kendala yang dihadapi saat proses bimbingan itu
berlangsung?
5. Usaha apa saja untuk mengatasi kendala tersebut?
6. Bagaimana hasil setelah siswa diberi bimbingan?

C. Tujuan Tugas Akhir


Adapun tujuan diadakannya penulisan ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui pengertian anak bodoh sehingga kita tahu masalah yang sedang dihadapi anak-
anak didik kita.
2. Melakukan observasi, pengamatan langsung pada objek untuk mengetahui masalah-masalah
yang dihadapi siswa khususnya anak bodoh.
3. Untuk mengetahui siswa sebelum dan sesudah diadakannya layanan bimbingan.
4. Memecahkan masalah/kendala-kendala yang dihadapi saat proses bimbingan.
5. Menjadikan siswa yang bersangkutan lebih baik dari sebelum bimbingan.

D. Manfaat Tugas Akhir


1. Manfaat bimbingan bagi siswa
Dengan dilakukannya bimbingan bagi siswa/anak bodoh atau anak yang memiliki kekurangan
dan ketidak mampuan dalam berpikir atau menerima pelajaran memiliki beberapa manfaat,
diantaranya:
a. Memberikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan isi hatinya akan butuhnya
perhatian dari orang tua dan kita selaku pendidik, pembimbing dan orang tua.
b. Memberikan perhatian atau mendapatkan perhatian khusus dari guru.
c. Memberikan rasa nyaman saat berkonsultasi dengan Guru yang bersangkutan atau dengan
Wali Kelasnya.
d. Memberikan gabaran tentang masalah yang dihadapinya dan cara membimbing atau
mengatasi masalah yang sedang mereka hadapi.
e. Setelah mendapatkan bimbingan, setidaknya mereka akan mencoba dan berusaha untuk
menghadapi masalah yang mereka hadapi dengan bimbingan guru dan orang tua, dan berusaha
untuk lebih baik.
f. Membangkitkan semangat belajar siswa dan aktif.
g. Tidak merasa minder lagi, jadi lebih percaya diri, dan membuang jauh-jauh rasa putus asa.

2. Manfaat bagi penulis


Penulisan ini akan lebih bagus lagi, jika kita sudah melakukan observasi dan pengamatan pada
peserta didik yang mengelami masalah (anak bodoh) karena akan bermanfaat, sebagai berikut:
a. Memberikan kesempatan kepada penulis (mahasiswa) untuk mempelajari, mengamati, dan
mengkaji suatu permasalahan yang dihadapi oleh siswa.
b. Salah satu tugas akhir yang harus dikerjakan oleh semua mahasiswa D2-PGSD 2006/2007
Semester 5, dengan mendapatkan manfaatny sebagai bahan pembelajaran memahami
siswa/peserta didik.
c. Melatih kita dalam membuat suatu karya tulis agar terbiasa dan lebih baik.
d. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa (penulis) untuk lebih mengenal calon anak
didiknya dalam berbagai asfek yang ada dalam diri mereka dan masalah yang mereka hadapi,
khususnya anak bodoh.
e. Sebagai pedoman untuk pembelajaran.
f. Sebagai motivasi untuk melakukan suatu observasi, wawancara atau membaca buku-buku
yang berhubungan dengan permasalahan anak atau siswa.

3. Manfaat bagi pembaca


a. Mengetahui akan masalah yang dihadapi seorang siswa yang mungkin kita tidak
menyadarinya.
b. Lebih mendekatkan pembaca khususnya orang tua dengan anaknya, dengan memberikan
perhatian, kesempatan dan motivasi bagi mereka.
c. Menumbuhkan rasa ingin tahu dan kepedulian akan masalah yang dihadapi oleh siswa.

BAB II
KAJIAN TEORI

A. Pengertian Anak Bodoh


Secara umum anak bodoh dapat diartikan anak yang mempunyai masalah kelemahan atau
kekurangan dalam hal berpikir atau menerima materi atau intelegensinya kurang.
Selain itu, pada umumnya anak bodoh dapat diartikan salah satu dari beberapa jenis tuna cakap
belajar, yang lebih cenderung kepada ketidak berfungsian minimal otak untuk berpikir atau
menerima materi, stimulus, rangsangan.
Dari hasil observasi menunjukan tingkat intelegensinya biasanya dibawah rata-rata, dan lebih
cenderung masa bodoh atau diam. Hasil tesnyapun hampir selalu dibawah rata-rata dan
bawaannya tidak bersemangat.
B. Karakteritik Anak Bodoh
Setiap anak atau siswa memiliki sifat dan perilaku yang berbeda-beda, adapun karakteristik anak
bodoh antara lain:
a. Memiliki kelemahan dalam berpikir dan menerima materi atau stimulus yang diberikan oleh
guru.
b. Intelegensinya dibawah rata-rata.
c. Tidak menunjukan peningkatan prestasi.
d. Lebih cenderung menyendiri, cuek dan pemalu.
e. Jika dihadapkan dengan sebuah pertanyaan atau soal cenderung tidak bisa menjawab atau
lambat.
f. Tidur didalam kelas.
g. Tidak aktif.
h. Nyontek pekerjaan teman.
i. Tidak naik kelas.
Mungkin masih banyak lagi karakteristik yang ada pada diri siswa/anak yang dikatakan bodoh.
C. Faktor-faktor anak mengalami atau mempunyai kelemaha/ketidak mampuan dalam berpikir,
menerima materi, stimulis dan rangsangannya (anak bodoh) antara lain:
a. Faktor Internal (dalam diri anak)
1. Minimal Brain Dysfunction (ketidak berfungsian minimal otak) yang bisa termanifestasi
dalam berbagai kondisi kesulitan seperti: persepsi, konseptualisasi, bahasa memori, pengendalian
perhatian impils (dorongan) atau fungsi motorik.
2. Kelemahan perseptual
3. Males belajar
4. Kelemahan dalam membaca (dyslexia)
5. Bawaan
b. Faktor Ekstern (dari luar diri anak)
1. Faktor keluarga (keturunan)
2. Lingkungan
3. Beban pikiran karena masalah dengan keluarga
4. Tidak adanya atau kurangnya perhatian dari orang tua juga keluarga
5. Tidak adanya bimbingan atau pengarahan
D. Pengaruh ketidak mampuan atau kelemahan dalam menerima materi, stimulus/rangsangan
bagi anak yang bersangkutan (anak bodoh) dan temannya.
a. Pengaruh bagi dirinya sendiri
1. Menjadi suatu masalah atas kelemahannya
2. Menjadi penghambat dalam meraih prestasi
3. Menjadikan kurang percaya diri dan tidak bersemangat
4. minder dan suka menyendiri
5. Bahan ejekan teman
6. Membuat anak jadi merasa bodoh dan makin tidak terkontrol emosinya
7. Mudah terpengaruh dengan hal-hal yang negatif
8. Dimarahi, diomel orang tua
9. Menambah beban teman sekelompoknya
b. Pengaruh bagi teman-temannya
1. Menjadi kendala saat kerja kelompok
2. Menimbulkan rasa kasihan
3. Bahan cemoohan atau ledekan
4. Mengurangi saingan dalam berprestasi
5. Mempengaruhi dalam suasana belajar mengajar
E. Lamhkah-langkah untuk mengatasi masalah yang dihadapi anak yang mengalami kelemahan
atau ketidak mampuan dalam menerima materi, stimulus dan rangsangan (anak bodoh) antara
lain:
a. Memberikan perhatian dan kesempatan-kesempatan yang sepadan, selaras sesuai dengan
kebutuhannya.
b. Khususnya bagi orang tua, terimalah kelemahan yang dimiliki anak dengan kesabaran,
tanggung jawab untuk membimbingnya.
c. Maafkan dan jangan dimaki, berilah motivasi atau dorongan sebagai pemacu semangat
mereka.
d. Jangan sekali-kali memberi anak cap bodoh karena itu akan menjadi beban baginya. Seperti
yang dilakukan oleh Ibundanya Albert Einstein, karena kita semua tahu bahwa saat Einstein
masih duduk dibangku SD. Einstein dicap bodoh dan dikeluarkan dari sekolah karena selalu
tidak naik kelas. Meskipun begitu, Ibunya selalu memberikan semangat untuk menjadi lebih
baik. Dan akhirnya dengan keseriusan dan ketekunan Einstein menjadi seorang Ilmuan Besar dan
menakjubkan.
e. Selalu berprasangka baik terhadap anak.
f. Dekatilah dan menjadi teman curhat setia bagi mereka.
g. Pergunakanlah Metode Bimbingan yang sesuai dengan kebutuhannya.

BAB III
METODOLOGI
A. Jenis Bimbingan
Jenis bimbingan yang di ambil diarahkan kepada kelemahan atau ketidak mampuan (anak bodoh)
yang menjadi bahab observasi.
Jenis bimbingannya hampir sama dengan jenis bimbingan anak tuna cakap belajar. Karena
dilihat dari fungsi bimbingan atau penyuluhan itu bersifat pencegahan, pengembangan, dan
penyembuhan.
Adapun beberapa fungsi bimbingan di SD, antara lain:
a. Penyuluhan (distributive)
b. Pengadaptasian (adaptive)
c. Penyesuaian (adjustive)
Jenis dan layanan bimbingan berupa bantuan-bantuan diantaranya:
a. Pemberian informasi sebagai orientasi
b. Bantuan untuk menyesuaikan diri
c. Penyuluhan tentang perkembangan individu.
B. Teknik Mimbingan
Betapapun pentingnya bimbingan harus diberikan kepada siswa tertentu, karena tugas utama
seorang guru harus berpase pada terselenggaranya Proses Belajar Mengajar (PBM). Oleh karena
itu sejumlah kemungkinan layanan bimbingan hanya beberapa saja yang benar-benar berkaitan
secara langsung dengan PBM, tugas lainnya merupakan kompetnsi dari layanan khusus
bimbingan dan pelayanan di sekolah.
Kegiatan bimbingan itu berjalan paralel dan berdampingan serta berurutan logis dengan kegiatan
Evaluasi dan Pengajaran dalam kerangka suatu pola PBM yang lengkap.
Adapun beberapa Metode yang digunakan dalam bimbingan ini, antara lain:
a. Observasi (pengamatan)
Yaitu teknik atau cara mengamati suatu keadaan atau suatu kegiatan (tingkah laku) anak di kelas.
Karena sikapnya mengamati, maka alat yang cocok untuk teknik ini adalah Panca Indra
penglihatan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Dilakukan sesuai dengan tujuan yang dirumuskan terlebih dahulu.
2. Direncanakan secara sistematis.
3. Hasil yang dicatat dan diolah sesuai dengan tujuan.
4. perlu diperiksa ketelitiannya.
Teknik observasi ini dapat dikelompokan kedalam beberapa jenis, yaitu:
1. Observasi Sehari-hari, saat kita melakukan Proses Belajar Mengajar.
2. Observasi Sistematis
3. Observasi Partisipatif
4. Observasi Nonpartisipatif
b. Dokumentasi
Dokumentasi ini meliputi Lapor dan Buku Leger karena kita bisa tahu perkembangan anak dari
hasil catatan guru selama Proses Belajar Mengajar di nilai.
Anak yang mengalami kelemahan atau ketidak mampuan (anak bodoh) akan menunjukan tingkat
prestasi yang jauh tertinggal dari anak-anak normal lainnya. Tapi disesuaikan dengan tingkat
kemampuan anak.
c. Wawancara
Wawancara merupakan suatu teknik untuk mengumpulkan informasi melalui komunikasi
langsung dengan sesponden (orang yang diminta informasi) atau orang yang bersangkutan
dengan bimbingan.
Dalam bimbingan wawancara dilakukan oleh guru dengan siwa.
Misalnya:
- Wawancara guru dengan murid (anak bodoh) secara langsung ditempat khusus.
- Wawancara guru dengan teman-teman terdekatnya.
Kegiatan wawancara sangat penting karena memiliki kelebihan-kelebihan sebagai berikut:
a. Teknik yang tepat untuk mengungkapkan keadaan pribadi siswa.
b. Dapat dilakukan kepada semua tingkat umur.
c. Dapat diselenggarakan serempak dengan observasi.
d. Digunakan untuk pelengkap data yang dikumpulkan melalui teknik lain.
Adapun kelemahan wawancara antara lain:
a. Tidak efisien, tidak dapat menghemat waktu.
b. Sangat bergantung kepada kesediaan kedua belah pihak.
c. Menuntut penyusunan bahasa dari pihak pewawancara.
C. Lokasi Bimbingan
Kegiatan bimbingan ini berlangsung di kelas 2 SDN Darmaga II, Desa Sindang Sari, Kecamatan
Cisalak Subang.
D. Layanan Bimbingan
1. Rencana dan Pelaksanaan
Perencanaan layanan bimbingan ini meliputi:
a. Menemukan murid yang bermasalah (anak bodoh). Untuk menemukannya, kita harus tau
pengertian dan ciri-ciri anak bodoh.
b. Memperoleh data atau informasi.
Untuk memahami secara lengkap tentang mengapa anak itu dikatakan bodoh, maka kita harus
melakukan pengumpulan data atau informasi mengenai pribadi anak tersebut.
Informasi atau data dapat diperoleh dari dokumentasi (raport, buku leger), tes hasil kecerdasan
dan observasi, juga bisa dilakukan lewat:
1. Wawancara antara guru dan siswa.
2. Home visit, kunjungan kerumah orang tua.
c. Menganalisis Data
Setelah data terkumpul, kita melakukan analisis terhadap semua data yang diperoleh. Langkah-
langkah analisis diutamakan untuk menemukan faktor-faktor yang menjadi penyebab anak
bermasalah (anak bodoh) baik secara Interen maupun Eksteren.
d. Memberikan layanan bimbingan
Layanan bimbingan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan anak yang ada hubungannya
dengan faktor-faktor penyebab anak bermasalah (anak bodoh).
Layanan bimbingan lebih cenderung dari hati kehati, karena sifatnya individual tapi tidak
menutup kemungkinan peran teman-teman sekelasnya menjadi motivasi bagi (anak bodoh) yang
memiliki kelemahan atau ketidak mampuan dalam berpikir, menerima materi, stimulus atau
rangsangan.
Layanan bimbingan bisa berupa tes tambahan untuk menambah materi dari semua materi
pelajaran, juga perhatian dan kesempatan yang dibutuhkannya, dan memberikan sedikit
pencerahan atau refresing biar tidak begitu tegang.
2. Evaluasi/Tindak Lanjut
Setelah kita membuat kerangka perencanaan dan pelaksanaannya, maka kita harus melakukan
evaluasi atau tindak lanjut terhadap hasil analisis dan layanan bimbingan.
Tindak lanjut ini berupa pengarahan atau bimbingan yang difokuskan kepada anak yang kita
amati atau anak yang menjadi tujuan bimbingan ini diadakan.
Tabel Rancangan pelaksanaan layanan Bimbingan.

No. Kegiatan M1 M2 M3 M4
1.
Diagnosis
-Kasus
-Kesulitan
-Faktor-faktor penyebab X
2. Pragnosis
Alternatif pemecahan
X
3. Terapi X

BAB IV
DESKRIPSI HASIL LAYANAN BIMBINGAN
A. Karakteristik Siswa
Dari bimbingan ini, kita dapat mengetahui anak atau karakteristik siswa yang termasuk (anak
bodoh) anak yang memiliki kelemahan atau ketidak mampuan seperti halnya anak-anak normal
lain pada umumnya dan karakteristik mereka setelah mendapat layanan bimbingan.
Adapun beberapa karakteristik anak bodoh, antara lain adalah dan setelah mendapat bimbingan:
1. Intelegensinya dibawah rata-rata, setelah mendapat bimbingan ada peningkatan minimal
termasuk rata-rata.
2. Tidak menunjukan peningkatan prestasi, setelah mendapat layanan bimbingan ada
peningkatan prestasi.
3. Tidak aktif menjadi aktif.
4. Yang tadinya suka tidur didalam kelas, jadi tidak lagi dan jarang karena aktif.
5. Lebih cenderung menyendiri, cuek, pemalu, kini penuh dengan semangat pertemanan, ceria
dan peka terhadap lingkungan.
6. Berusaha untuk mengerjakan soal dengan menggunakan kemampuan sendiri tanpa
mencontek pekerjaan teman, hanya bertanya tentang caranya saja.
7. Menunjukan peningkatan dalam menerima materi, stimulus, rangsangan yang diberikan
guru.
8. Cara berpikirnya mengalami kemajuan.

B. Deskripsi Awal Bimbingan


Adapun beberapa metode yang digunakan dalam mengumpulkan data, yaitu:
1. Observasi (pengamatan)
Pengamatan langsung kepada siswa yang bersangkutan dengan cara mengamati suatu keadaan
atau kegiatannya.
Observasi ini melibatkan indra penglihatan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Dilakukan sesuai dengan tujuan yang dirumuskan terlebih dahulu.
b. Direncanakan secara sistematis.
c. Hasil yang dicatat dan diolah sesuai dengan tujuan.
d. Perlu diperiksa ketelitiannya.
Dengan melakukan observasi kita akan memperoleh data, minimalnya kita tahu pengertian anak
bodoh dan karakteristiknya. Setelah itu agar data yang kita kumpulkan lebih banyak dan akurat
kita harus melakukan dokumentasi.
2. Dokumentasi
Dokumentasi yang kita lakukan meliputi pemeriksaan Lapor dan Buku Leger dan jika ada hasil
tes, meliputi:
a. Tes intelegensi/ kecerdasan
b. Tes bakat
c. Tes prestasi belajar
Selain itu agar hasil yang kita peroleh maksimal kita lakukan wawancara.
3. Wawancara
Wawancara merupakan suatu teknik untuk mengumpilkan informasi melalui komunikasi
langsung dengan responden (orang yang diminta informasi) atau narasumber (anak yang akan
mendapatkan bimbingan).
Dalam bimbingan ini wawancara dilakukan oleh:
- Guru dengan siswa yang mengalami masalah (anak bodoh).
- Guru dengan siswa (teman-temannya).
- Home Visit, kunjungan langsung kerumah orang tua siswa.
Dengan melakukan ketiga kegiatan diatas, maka kita telah melakukan pengumpulan data dan
informasi, setelah itu kita melakukan Analisis data.
Dalam kegiatan menganalisis data, kita diharapkan akan menemukan faktor-faktor yang menjadi
penyebab anak itu dicap bodoh, faktor-faktor itu kita susun dan mencari pemecahannya.
Kemudian memberikan bimbingan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak yang ada
hubungannya dengan faktor-faktor tersebut.
Layanan bimbingan ini bisa berupa, curhat antara siswa dengan guru, pemberian tes tambahan
untuk membahas semua materi dari mata pelajaran yang dianggpnya sulit. Perhatian dan
kesempatan-kesempatan yang sepadan, selaras sesuai dengan yang dibutuhkannya. Dan yang
terakhir Evaluasi atau tindak lanjut.

C. Pelaksanaan dan Refleksi Bimbingan

Tindakan 1 Tindakan 2 Tindakan 3


Melakukan wawancara untuk mengetahui masalah, dan memberikan solusinya, tapi belum ada
perubahan. Lebih berusaha keras lagi untuk memberikan layanan bimbingan kepada siswa
yang bersangkutan dan memberikan waktu yang relatif banyak. Dibantu dengan bimbingan
orang tua dan partisifasi teman-temannya.

Catatan :
Refleksi → Ada kesulitan kemudian dilakukan tindakan tapi belum menghasilkan perubahan
sehingga oleh penulis dikomentari untuk melakukan perbaikan