Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

Pada manusia dewasa, selain rambut di kepala, juga terdapat di bulu mata,
rambut ketiak, rambut kemaluan, kumis dan janggut yang pertumbuhannya
dipengaruhi oleh hormone androgen. Rambut halus di dahi dan badan lain disebut
dengan rambut velus. Rambut tumbuh secara siklik, fase anagen berlangsung 2-6
tahun, dengan kecepatan tumbuh kira-kira 0,35 mm per hari. Fase telogen
berlangsung beberapa bulan. Diantara kedua fase tersebut terdapat fase katagen.
Pada satu saat 85% seluruh rambut mengalami fase anagen dan 15% sisanya dalam
fase telogen.1
Sejalan dengan proses tumbuh kembang, rambut akan mengalami fase
kerontokan. Kerontokan sering menyebabkan masalah, khususnya bagi seseorang
yang mengutamakan penampilan. Pada manusia kerontokan rambut dapat terjadi di
salah satu bagian saja, misalnya di kepala atau dapat terjadi pada bagian tubuh lain.
Rata-rata pada kulit kepala manusia terdapat ± 100.000 helai rambut. Secara normal
setiap hari ± 100 rambut di kepala akan rontok.1,2
Kerontokan rambut terjadi karena fisiologis normal dari tubuh tetapi dapat
juga terjadi karena adanya kelainan atau penyakit di dalam tubuh. Kerontokan
rambut bisa menyebabkan kebotakan atau dapat disebut alopesia. Alopesia dibagi
menjadi 2 macam, yaitu alopesia nonsikatrik yang bersifat reversible dan alopesia
sikatrik yang bersifat nonreversibel. Salah satu jenis alopesia nonsikatrik adalah
telogen effluvium.3
Telogen effluvium atau kerontokan rambut telogen merupakan jenis
kerontokan terbanyak yang bisa terjadi di daerah vertex maupun temporal, namun
kerontokan juga bisa tersebar sehingga tidak terlihat. Kerontokan rambut dapat
menyebabkan stres pada beberapa orang khususnya wanita, sehingga penanganan
serta edukasi tentang telogen effluvium ini penting untuk dilakukan.1-3

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Definisi
Telogen effluvium merupakan kerontokan rambut berlebih yang disebabkan karena
peningkatan dari folikel rambut fase telogen. Telogen effluvium adalah bentuk
alopesia nonsikatrik yang berkarakteristik dengan adanya kerontokan rambut
telogen. Kerontokan rambut pada telogen effluvium bersifat self-limiting,
reversible, nonsikatrik dan kerontokan rambut yang luas pada kulit kepala sering
berlangsung selama 3-6 bulan atau lebih, yang diikuti dengan penyakit berat atay
faktor pemicu lain. Berdasarkan waktu kejadiannya, telogen dibedakan menjadi dua
macam, yaitu telogen effluvium akut (ATE/ Acute Telogen Effluvium) yang
berlangsung kurang dari enam bulan, dan telogen effluvium kronis ( CTE/ Chronic
Telogen Effluvium) yang berlangsung selama lebih dari enam bulan.3-4

Epidemiologi
Penderita telogen effluvium cukup banyak namun prevalensinya tidak didapatkan
dengan pasti. Telogen effluvium dialami orang dewasa paling tidak satu kali pada
masa hidupnya. Angka mortalitas tidak pernah dilaporkan sedangkan angka
morbiditas terbatas pada aspek kosmetik. Telogen effluvium dapat mengenai pria
maupun wanita. Perubahan hormone saat periode pasca persalinan juga merupakan
penyebab telogen effluvium sehingga wanita mungkin mempunyai kecendrungan
paking banyak mengalami kebotakan karena telogen effluvium.4

Etiologi
1. Stres fisiologis
Stres fisiologis seperti trauma bedah, demam tinggi, penyakit sistemik kronis,
dan perdarahan telah dikenal sebagai penyebab telogen effluvium. Kerontokan
rambut telogen dapat juga dijumpai pada ibu 2-4 bulan pasca persalinan, yang
dikenal sebagai telogen gravidarum.3,4

2
2. Stres emosional
Hubungan antara stress emosional dengan telogen effluvium masih sulit untuk
dijelaskan, sedangkan di lain sisi, kerontokan rambut menyebabkan stress
emosional bagi pasien. Pernah dilaporkan adanya kerontokan rambut reversible
yang disertai dengan stress berat. Walaupun demikian, hubungan antara
kerontokan rambut luas dengan stress psikologis masih kontroversial. Bukti
yang menggambarkan hubungan ini masih lemah.4
3. Penyakit penyerta sistemik
Hipertiroidisme dan hipertiroidisme dapat menyebabkan kerontokan rambut
luas yang masih reversible jika status eutiroid dikembalikan. Gangguan
sistemik kronis seperti amiloidosis sistemik, gangguan hepar, gagal jantung
kronis, IBS (inflammatory bowel disease), infeksi kronis seperti HIV tipe 1 dan
sifilis sekunder. Gangguan peradangan seperti psoriasis, dermatitis seboroik,
dan dermatitis kontak alergi juga dapat menyebabkan telogen effluvium.1-4
4. Faktor nutrisi
Penyebab nutrisi yang dapat menimbulkan telogen effluvium adalah defisiensi
zinc dan defisiensi besi. Defisiensi protein, asam lemak, dan restriksi kalori
dengan kelaparan kronis, serta diet yang gagal juga dapat menginduksi
terjadinya kerontokan rambut luas. Defisiensi asam lemak esensial juga bisa
berhubungan dengan telogen effluvium sekitar dua sampai empat bulan
kemudian setelah asupan yang tidak adekuat. Vitamin D adalah vitamin yang
dibutuhkan pada pertumbuhan sel dan defisiensi vitamin D mungkin
berhubungan dengan kerontokan rambut luas.1,3,4
5. Obat yang menimbulkan kerontokan
Obat-obatan dapat menimbulkan kerontokan, dimulai 12 minggu setelah
mengkonsumsi obat dan kerontokan berlanjut jika pemakaian obat diteruskan.
Perubahan dosis obat dapat mempengaruhi kerontokan rambut. Obat-obatan
yang dikenal menyebabkan telogen effluvium antara lain kontrasepsi oral,
androgen, retinoid, β-blocker, penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE-
inhibitor), antikonvulsan, antidepresan, dan antikoagulan (heparin dan
warfarin). Kontrasepsi oral yang mengandung progenstin adrogenik maupun

3
terapi sulih hormone (hormone replacement therapy) dengan progesterone
dosis tinggi dapat menyebabkan telogen effluvium dengan atau tanpa
alopesia.1,3,4

Patofisiologi
Rambut kepala tumbuh berdasarkan siklus. Setiap folikel mempunyai siklus
pertumbuhan rambut 10-30 kali selama hidupnya. Ukuran dan bentuk folikel
rambut bervariasi tergantung dari lokasi pertumbuhannya, namun pada dasarnya
struktur folikel rambut adalah sama. Pertumbuhan dan siklus folikel rambut
tergantung dari interaksi antara epithelium folikular dan mesenkim papilla dermis.
Papilla dermis yang terdiri dari fibroblast spesifik terletak di dasar folikel rambut,
berfungsi untuk mengontrol jumlah sel matriks dan ukuran rambut. Sel matriks
proliferatif yang terletak di kantung rambut (hair bulb) memproduksi batang
rambut, sedangkan korteks rambut terdiri dari filamen intermediat spesifik dan
protein. Pigmen rambut diproduksi oleh melanosit yang terletak berselang-seling
dengan sel matriks. Saat sel matriks berdiferensiasi dan bergerak ke atas, terjadi
kompresi dan penyaluran ke bentuk akhir yang dimediasi oleh akar rambut, dimana
dimensi serta kelengkungannya sangat menentukan bentuk rambut.1-5

Gambar 1. Penampang rambut secara sagital

4
Siklus pertumbuhan rambut dibagi menjadi tiga fase, yaitu fase anagen (fase
pertumbuhan), fase katagen (fase involusi), dan fase telogen (fase istirahat). Fase
anagen berlangsung selama 2-8 tahun, fase katagen selama 4-6 minggu, dan fase
telogen selama 2-3 bulan. Secara normal, setiap folikel rambut mengalami siklus
independen, sehingga ketika beberapa rambut sedang dalam fase telogen akhir dan
siap untuk rontok, rambut lain dalam fase pertumbuhan. Karena itu densitas kulit
kepala dan jumlah rambut kepala selalu stabil. Manusia mempunyai kurang lebih
100.000 rambut kepala, dengan 80-90% berada dalam fase anagen, 1-3% berada
dalam fase katagen, dan 10-15% berada dalam fase telogen.1,3,5

Gambar 2 Fase Pertumbuhan Rambut

5
Pada kebanyakan orang, jumlah rambut rontok yang normal sekitar 50-150
perhari. Kerontokan rambut luas disebabkan karena terganggunya salah satu fase
dalam siklus pertumbuhan rambut. Tipe kerontokan rambut terbanyak adalah
kerontokan rambut telogen (telogen effluvium), dimana rambut yang berada pada
fase anagen berubah secara prematur menjadi fase telogen sehingga terjadi
peningkatan jumlah rambut telogen yang rontok sekitar dua sampai tiga bulan
kemudian.1,5,8

Telogen gravidarum adalah telogen effluvium yang terjadi pasca persalinan.


Selama kehamilan, estrogen plasenta yang bersirkulasi jumlahnya tinggi sehingga
memperpanjang fase anagen dan rambut ibu hamil menjadi banyak serta penuh di
kulit kepala. Saat persalinan, hormon estrogen turun drastis sehingga rambut fase
anagen berubah ke fase katagen secara simultan, lalu diikuti dengan kerontokan
rambut telogen beberapa bulan kemudian.5

Gambar 3. Siklus Rambut pada Telogen Effluvium

6
Manifestasi Klinis
Periode kerontokan rambut dramatis terjadi sekitar dua sampai tiga bulan
setelah terpapar faktor pencetus. Telogen effluvium bisa terjadi pada semua rambut
yang terdapat di tubuh, namun umumnya hanya kerontokan rambut kulit kepala
yang simtomatik.Kerontokan rambut meluas pada kulit kepala dan terus
berlangsung dari beberapa minggu hingga beberapa bulan serta menyebabkan
penipisan kulit kepala. Pasien sering tidak menyadari kerontokan mungkin
berhubungan dengan penyakit yang saat ini sedang mereka derita, dan terus
terkonsentrasi pada rasa takut akan mengalami kebotakan.8-10
Gejala pada telogen effluvium akut maupun kronis adalah peningkatan
kerontokan rambut. Pasien sering melapor rambut mereka rontok lebih banyak dari
biasanya. Kerontokan rambut luas dapat memicu stress. Pada kebanyakan kasus,
pasien melaporkan banyaknya rambut yang jatuh di bantal ketika mereka tidur,
ketika menyisir rambut, atau ketika mandi. Untuk menentukan faktor pencetus
utama terjadinya kerontokan rambut, hubungan antara kerontokan rambut dan
faktor pemicunya harus jelas, dengan melihat apakah terdapat perbaikan bila faktor
pencetus atau pemicunya dihilangkan, dan memburuk bila terkena paparan faktor
pemicu ulangan. 5,10
Pada telogen effluvium akut, riwayat pasien dan alur waktu harus digali
dengan seksama. Beberapa kasus dilaporkan tidak terdapat faktor pencetus yang
bisa diidentifikasi. Pertumbuhan rambut berikutnya tidak terlihat selama empat
sampai enam bulan kemudian. Jika faktor pencetus telah teridentifikasi dan
dihilangkan, rambut akan tumbuh kembali dengan sempurna.7,8

Pada telogen effluvium kronis, beberapa faktor pencetus dapat menyebabkan


kerontokan rambut. Hal ini juga bisa terjadi secara idiopatik, dimana penyebab
telogen effluvium tidak diketahui dengan pasti. Kerontokan rambut ini bisa terjadi
secara sekunder dan lama bila terdapat faktor pemicu berulang seperti defisiensi
nutrisi maupun gangguan sistemik lain yang mendasarinya. Pasien dengan telogen
effluvium kronis bisa datang dengan kondisi kulit kepala penuh rambut seperti tidak
ada gangguan, atau terjadi kerontokan bitemporal.10

7
Diagnosis
Anamnesis dan pemeriksaan klinis merupakan hal paling penting dan bisa
memberikan kompleksitas diagnosis jenis kerontokan rambut. Kulit kepala harus
diperiksa derajat keparahan dan bentuk kerontokan rambutnya, serta diperiksa
apakah terdapat inflamasi, eritem, maupun pembengkakan. Batang rambut juga bisa
menjadi parameter adanya defisiensi nutrisi. Leher rambut harus diperiksa
panjangnya, diameter, serta kerusakannya. Rambut pasien yang telah mengalami
kerontokan selama berbulan-bulan akan terlihat lebih tipis bila dibandingkan
dengan sebelumnya.7-10

Bergantung pada durasi kerontokan rambut, pemeriksaan panjang rambut


pendek di kulit kepala bisa membantu melihat berapa lama kerontokan telah terjadi.
Rambut bertambah panjang kurang lebih sekitar satu sentimeter per bulan. Durasi
kerontokan rambut bisa diketahui dengan menentukan panjang rambut pendek.9

Gambar 4 Telogen Effluvium

Tes tarik rambut (hair-pull test) harus dilakukan pada semua pasien dengan
kerontokan rambut. Tes traksi ini dilakukan dengan cara menarik 25-50 rambut
dalam satu genggaman. Normalnya hanya satu atau dua rambut yang lepas dari
folikelnya. Pada telogen effluvium, sekitar 10-15 rambut tercabut dari folikelnya.
Mikroskop cahaya membantu melihat apakah rambut yang rontok tersebut adalah
rambut telogen atau rambut anagen. Kerontokan rambut anagen (anagen effluvium)
biasanya disebabkan oleh terapi radiasi atau kemoterapi.10

8
Jumlah rambut rontok yang dihitung perhari juga berguna. Rambut yang
rontok dikumpulkan per hari pada satu waktu yang ditentukan, biasanya pada pagi
hari. Pasien diminta mengumpulkan rambut selama satu hari penuh (24 jam), satu
kali seminggu dengan total 3-4 kali. Pada hari saat mengumpulkan rambut tersebut,
pasien tidak boleh keramas. Rambut yang rontok tersebut lalu dimasukkan ke dalam
kertas amplop yang telah diberi tanggal. Jumlah rambut yang dikumpulkan lebih
dari 100 helai perhari menunjukkan adanya effluvium (kerontokan). Rambut yang
dikumpulkan tersebut kemudian bisa diperiksa apakah termasuk rambut telogen
atau rambut anagen.8-10
Pemeriksaan laboratorium juga dapat menentukan kemungkinan faktor
pencetus atau penyebab telogen effluvium. Pemeriksaan laboratoris tersebut
meliputi :9

a) Pemeriksaan darah lengkap (CBC/complete blood count), dan serum ferritin


untuk mengidentifikasi adanya anemia dan defisiensi besi.
b) Pemeriksaan level TSH dan T3-bebas untuk mendeteksi adanya gangguan
tiroid.
c) Level zinc pada serum untuk melihat adanya defisiensi zinc.
d) Pemeriksaan metabolik meliputi bilirubin, albumin, dan elektroforesis protein
untuk mengetahui gangguan hati maupun ginjal.
e) Jika riwayat dari anamnesis dan pemeriksaan fisik mengarah pada penyakit
lupus eritematosis sistemik (SLE) atau sifilis, pemeriksaan serologis
diperlukan.
f) Biopsy kulit kepala membantu pada banyak kasus kerontokan rambut.
Kurangnya faktor pencetus yang dapat diidentifikasi, kerontokan rambut kronis,
batang rambut yang mengecil, dan gagalnya mengekslusi alopesia androgenetik
merupakan indikasi dilakukannya biopsi kulit kepala. Pemeriksaan dengan
trichogram menunjukkan rambut telogen yang diidentifikasi dengan adanya
akar rambut berwarna putih dan kurangnya gelatin pada batang rambut. Bila
jumlah rambut telogen ≥ 25%, maka diagnosis telogen effluvium dapat
ditegakkan.

9
Diagnosis Banding
Diagnosis banding untuk telogen effluvium adalah alopesia androgenetik
(AA). Alopesia androgenetik merupakan bentuk alopesia nonsikatrik yang
disebabkan oleh berlebihnya hormon androgen, bisa mengenai pria, disebut dengan
Male Pattern Hair Loss (MPHL), maupun wanita, disebut dengan Female Pattern
Hair Loss (FPHL). Alopesia androgenetik awal ditandai dengan adanya kerontokan
rambut telogen secara episodik sebelum penampakan utama berupa kebotakan
terlihat dengan jelas. Rambut ‘tanda seru’ (exclamation mark hairs) dijumpai pada
AA namun tidak pada telogen effluvium.7,8

Gambar 5 Exclamation mark hair dan Alopesia Androgenetik

Pasien dengan alopesia androgenetik mengalami kerontokan rambut yang


sering terlihat di kulit kepala bagian frontal dan parietal, sedangkan telogen
effluvium di vertex dan temporal. Miniaturisasi folikel rambut terjadi pada AA
namun tidak pada telogen effluvium. Perbandingan jumlah rambut terminal dengan
rambut yang mengalami miniaturisasi pada AA dinyatakan dengan rasio 2:1, pada
telogen effluvium 9:1, sedangkan pada kulit kepala normal 7:1.8

Penatalaksanaan
Pada telogen effluvium akut, kerontokan merupakan proses reaktif yang
seringkali membaik secara spontan sehingga tidak diperlukan terapi. Beberapa
penyebab timbulnya kerontokan seperti defisiensi nutrisi, defisiensi besi, gangguan

10
tiroid, atau penggunaan obat tertentu harus dikoreksi. Kerontokan rambut yang
disebabkan oleh ketidakseimbangan nutrisi bisa dikoreksi melalui konsultasi
dengan ahli gizi. Pada telogen effluvium kronis, perbaikan tidak terjadi dengan
spontan dan membutuhkan waktu yang lama sehingga edukasi pasien harus
ditekankan, bahwa kerontokan rambut tidak akan menimbulkan kebotakan.
Pengubahan gaya rambut sementara juga bisa dilakukan untuk menutupi area
kerontokan.7-10
Farmakoterapi yang bisa diberikan pada pasien dengan telogen effluvium
adalah minoxidil, yang bekerja dengan cara merelaksasikan otot polos dan
menyebabkan dilatasi pembuluh darah. Efek pertumbuhan rambut merupakan
dampak dari vasodilatasi. Dosis dewasa untuk minoxidil topikal dengan sediaan
solusio 2% dan 5% adalah 1 ml dua kali sehari, sedangkan minoxidil oral bisa
diberikan 10-40 mg dengan dosis terbagi untuk dua atau empat kali sehari.
Pemberian minoxidil oral tidak boleh lebih dari 100 mg/hari. Minoxidil tidak
diperbolehkan penggunaannya untuk anak-anak.10

Prognosis
Prognosis untuk telogen effluvium adalah baik jika penyebab utamanya diketahui
dan terapi yang diberikan adekuat. Pasien harus diberi pengertian jika faktor
pencetus telah ditemukan dan dihilangkan, kerontokan dapat diatasi, namun masih
berlangsung selama beberapa waktu kemudian. Pertumbuhan rambut anagen bisa
dijumpai pada tiga sampai enam bulan setelah faktor pencetus dihilangkan, namun
secara kosmetik, pertumbuhan rambut signifikan dapat dilihat setelah 12-18 bulan
kemudian.8-10

11
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Telogen effluvium merupakan kerontokan rambut yang paling banyak
dijumpai, dimana rambut fase anagen berubah secara prematur menjadi fase
katagen dan telogen, kemudian mengalami kerontokan. Telogen effluvium bisa
disebabkan karena stres fisiologis, stres psikologis, gangguan metabolik endokrin,
defisiensi nutrisi, maupun obat-obatan. Telogen effluvium bersifat reversibel, dan
terapi didasarkan pada penyebabnya. Farmakoterapi yang bisa diberikan untuk
membantu pertumbuhan rambut adalah minoxidil. Menemukan faktor penyebab
disertai riwayat pasien serta pemeriksaan fisik laboratoris yang tepat dapat
membantu praktisi mengambil keputusan terapi yang terbaik bagi pasien. Edukasi
pasien juga merupakan salah satu kunci utama penatalaksanaan telogen effluvium.

12