Anda di halaman 1dari 3

Riccia sp Permukaan luar gemma cup denseley papilose

Lumut ini ditemukan menempel tanah ditempat yang terbuka dan hidup secara Reseptakel berlobus dangkal namun reseptekel betina berlobus lebih dalam
berkelompok.
Lumut ini berjenis taloid dengan tebal talus lebih dari satu sel. Lumut Daun Breutelia
Talus lumut ini berbentuk lembaran dan berwarna hijua dan membentuk roset. Protonema berumur pendek, jarang lama, gametofit terbagi menjadi bentuki stolon
Ukuran talus relative sekitar lebar 0,5 cm-1cm, terdapat klorofil berbentuk bulat kecil pendek, batang atau cabang-cabang dari daun
atau oval yang berjumlah banyak. Cabang tidak dalam untaian, sel-sel daun berklorofil, leukosit kemungkinan ada tetapi
Pada bagian permukaan bawah lumut, terdapat rhizoid yang tumbuh tidak di seluruh tidak bergantian dengan kloroplas
permukaan talus. Daun unicostate, costa menempati 0,1-0,8 lebar daun jika ada penampang melintang
Rhizoid ini berbentuk seperti akar serabut yang tumbuh hanya dibagian pertulangan unistratose/multistratose, sel-sel costa unimorfik atau dimorfik, semua sel leukosis
talus. Sel-sel pada bagian basal daun tidak tajam perbedaannya dengan sel hyaline daerah
Dari ciri diatas lumut ini termasuk dalam lumut hati dengan nama genus Riccia sp basal
Daun tanpa lamellae longitudinal pada permukaan adaxial
Leucobryum candidum Amfigastria tidak ada
Lumut daun ini biasa ditemukan pada bebatuan dan tanah yang lembab Daun polystichous (terdiri dari beberapa baris) kadang flat tidak distichous
Memiliki perawakan kekar dan lebat Costa membagi daun ke dalam 2 bagian yang kurang lebih sama
Bentuk gametofit berupa daun-daun yang tumbuh dengan lebat dan berdempetan Gametofit acrocarpous (sporofit berada di ujung batang)
Warna daun hijau muda mengkilap, sempit dan memanjang. Ujung daun meruncing, Alar sel dari kedua sel berbeda tajam
dengan pangkal yang tumpul Sel-sel tengah linier, rectanguler irhobic/oval
Antheridium dan archegonium tidak ditemukan Sel tengah prorulase
Bentuk sporofit menyatu antara batang atau cabang satu dengan yang lain, Tumbuhan relatif kecil menyerupai philonotis, panjang batang kurang lebih 4cm
membentuk suatu akar yang menyatu
Pogonatum spinulosum
Hypnum cupressiforme 1. Protonema berumur pendek, jarang lama, gametofit terbagi menjadi bentuk stolon
Memiliki perawakan lebat dan tumbuh berdempet, berwarna hijau gelap, hijau muda, pendek, batang atau cabang – cabang dan daun.
hingga terkadang hijau kehitaman. 2. Cabang tidak dalam untaian, sel sel daun berklorofil, leucocyst kemungkinan ada
Memiliki batang (bukan batang yang sebenarnya) merambat atau memanjat, tetapi tidak bergantian dengan chlorocyst
arkegonium , anteridium dan sporagonium lateral atau cabang akhir tersusun seperti 3. Daun ecostate (tanpa costa)
tikar 4. Daun dengan lamellae longitudinal di atas pemukaan adaxial
Bentuk daun lanset, lonjong dengan ujung daun yang meruncing dan pangkalnya 5. Capsule sporangium berwarna merah, ujungnya runcing memanjang
tumpul 6. Sporangium lurus membengkok
Sporogonium memiliki suatu tangkai yang elastis, yang dinamakan seta
Tangkai dengan kaki sporogoniumnya tertanam dalam jaringan tumbuhan Marchantia paleacea
gametofitnya 1. Permukaan atas talus dengan porus (kelihatan kecil sekali tidak berwarna atau
Ujung tangkai terdapat kapsul sporayang bersifat radial atau dorsiventral dan berupa titik – titik putih) atau jelas veticulate (jaringan)
mula-mula diselubungi oleh kaliptra. 2. Talus tebal tidak transparan. Sporofit di atas resptakel yang bertangkai
3. Porus tersusun oleh beberapa lapis sel. Reseptakel jantan bertangkai
Lumut Hati Emarginata 4. Reseptakel berlobus dangkal (kurang daripada 0,2 dari diameter)
Tumbuhan tidak dalam roset, lebih besar, permukaan talus tanpa alur tengah 5. Gema cup tidak ada.
Permukaan atas talus dengan porus (kelihatan kecil tidak berwarna)
Gemma cup berada diatas permukaan dorsal talus
Arthrocormus schimperi Spgnum compctum
1. Protonema berumur pendek 1. Memiliki memiliki batang berwarna gelap hitam atau coklat
2.Cabang tidak dalam untaian 2. Memiliki batang pleurocarp dengan daun rapat dan hijau
3.Sel sel daun berklorofil 3. Daun berbentuk kompak
4.Sel sel costa dimorfik berisi chlorocysts da leucocysts 4. Ditemukan pada dinding yang lembab
5.Daun unicosta 5. Kapitula tersembunyi oleh ramai, ke atas menunjuk cabang dan batang individu
6.Costa multistratose biasanya sangat padat.
7.Lebar daun 0,6 - 0,9 6. Memiliki panjang induk sekitar seperempat dari panjang cabang daun, menghadap
8.Chlorocysts dalam 3 lapis kebawah berbentuk segitiga
9.Pada bagian dorsal dan ventral chlorocysts tertutup oleh leucocysts 7. Berwarna hiaju pucat atau campur
10.Chlorocysts berukuran kecil dan leucocysts besar

Pembeda Leocobrium Pladopodanthus


Bentuk talus Spiral Spiral berhadapan
Tinggi <1 >1
Ukuran talus Pendek Panjang
Cabang talus Tidak bercabang Bercabang
Jarak antara helai Rapat Renggang
Kapsul Tegak Membungkuk kebawah
Kaliptra Campanulate Calculate
Tepi talus Rata Bergerigi
No Ciri Marchantia paleacea. Exodixtion incrassatum Spagnum subsecundum.
1 Bentuk talus Filoid Kauloid Kauloid
2 Habitat Menempel di dinding Menempel pada pohon Menempel pada pohon
3 Susunan talus Dorsoventral
4 Warna talus Hijau gelap Hijau tua Hijau muda
5 Cabang talus Dikotom - -
6 Gemma cup Ada - -
7 Tebal talus >1 sel 1 sel 1 sel
8 Permukaan dorsal Berporus Halus Berporus
9 Warna rizhoid Transparent Transparent Transparent
10 Jumlah sel rizhoid Tunggal memanjang Tunggal memanjang Tunggal memanjang
11 Bentuk rhizoid Serabut Serabut Serabut
12 Letak gemma cup Di dorsal - -
13 Alat perkembangbiakan generatif Anteredium Kapsul Kapsul
14 Alat perkembangbiakan vegetatif Gemma cup Stolon , rhizoid, filoid Stolon , rhizoid, filoid
15 Bentuk spora Bulat Bulat Bulat
16 Letak leucosis dan clorosis - Tidak bergantian Bergantian
17 Jumlah costa - Unicosta Bicosta
18 Jumlah lapis clorosis - 3 lapis -
19 Bagian ventral Ada sisik dan rhizoid - -
20 Warna seta - Hijau muda kecoklatan Kecoklatan

Exodictyon incrassatum Exodiction incrassatum


 Lumut ini ditemukan di kayuan yang lapuk di atas bukit dekat gua jepang  Protonema berumur pendek, gametofit terbagi menjadi
bentuk stolon pendek
 Talusnya membentuk bentukan mirip akar, mirip batang, dan mirip daun.
 Talusnya membentuk bentukan mirip akar (rizoid) yang menyatu dan membentuk  Cabang tidak dalam untaian, sel – sel daun berklorofil,
seperti serat membentuk keset. leucosyst kemungkinan ada tetapi tidak bergantian dengan
chlorycyst
 Talus yang mirip batang (kaloid) bewarna kemerahan dan hijau pada ujungnya.
 Daun unicostate (dengan 1 costa)
 Talus mirip daun (filoid) membentuk bentukan daun yang menempel pada kaloid
yang tersusun secara berhadapan berseling, letaknya renggang tidak terlalu rapat.  kaloid kemerahan
 Terdapat chlorosyst yang berbentuk isodiametris
 tidak terlihat dengan jelas ada tidaknya leocosyst.
 terdapat unicosta yang terdiri dari tiga lapis chlorosyst.
 Sporangium berada pada bagian terminal, tangkai sporangium bewarna hijau
kecoklatan dan kepala spora berwarna coklat.
 Spora bulat bulat bewarna hijau.
 Dari ciri diatas dapat diidentifikasikan bahwa spesies ini adalah lumut daun dengan
nama spesies Exodictyon incrassatum.