Anda di halaman 1dari 12

Laporan kegiatan

AKSI LAYANAN SEHAT


SIAGA BENCANA MADIUN

DOMPET DHUAFA
06 Maret 2019

1
LAPORAN KEGIATAN

A. IDENTITAS PROGRAM
 Nama Program : Aksi Layanan Sehat
 Tema : Siaga Bencana
 Subtema : Layanan pengobatan gratis
 Subsubtema :-
 ID Program :-

B. LATAR BELAKANG
Program Kesehatan Dompet Dhuafa terus mengembangkan upaya kesehatan baik
untuik masyarakat dhuafa dan masyarakat umum lainnya. Sebagai tindak lanjut dari
upaya tersebut, Dompet Dhuafa mengembangkan program kesehatan berbasis
kawasan.Program ini bertujuan untuk memperkuat aspek promotif dan preventif yang
melibatkan masyarakat serta memanfaatkan potensi lokal, memperluas akses layanan
kuratif dan rehabilitative guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sebagai
obyek dan subyek utama program kesehatan.
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) merupakan program kesehatan yang diinisiasi
oleh Dompet Dhuafa dengan cakupan wilayah kerja berbasis provinsi meliputi program
promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Terdapat mekanisme kepesertaan dalam
pelayanannya. LKC memberikan pelayanan kesehatan dan jaminan pengobatan bagi
masyarakat dhuafa yang terdaftar sebagai anggota.Hingga saat ini, terdapat 9 Layanan
KesehatanCuma-Cuma (LKC), 11 klinik (gerai sehat) LKC, 50 Pos Sehat di seluruh
Indonesia. Tahun (2013-2014). Dari data 2014 LKC sudah melayani kurang lebih 409.000
jiwa baik di dalam gedung maupun luar gedung.
Adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia telah
menyebabkan curah hujan tinggi di kawasan Indonesia. MJO adalah fenomena
gelombang atmosfer yang bergerak merambat dari barat (Samudera Hindia) ke timur
dengan membawa massa udara basah. Masuknya aliran massa udara basah dari

2
Samudera Hindia ini meningkatkan potensi curah hujan bagi daerah-daerah yang dilalui.
Fenomena ini dapat bertahan hingga satu minggu. Selain itu, adanya sirkulasi siklonik di
Samudera Hindia Barat Sumatera yang membentuk daerah pertemuan angin cukup
konsisten di wilayah Sumatera, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Jawa
menyebabkan curah hujan meningkat.
BMKG telah menyampaikan hal ini dan prakiraan hujan berpotensi tinggi
untuk daerah-daerah di Indonesia telah disebarkan oleh BMKG kepada masyarakat luas.
Pada 6/3/2019, curah hujan berintensitas tinggi dan berdurasi lama turun di beberapa
daerah sesuai prakiraan BMKG sehingga menimbulkan banjir, longsor dan puting
beliung. Di Jawa Timur, hujan deras telah menyebabkan banjir melanda 15 kabupaten
karena sungai-sungai dan drainase yang ada tidak mampu mengalirkan aliran
permukaan sehingga banjir merendam di banyak tempat. Data sementara, banjir
menyebab lebih dari 12.495 KK terdampak. Sebagian masyrakat mengungsi ke tempat
yang lebih aman.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Provinsi Jawa Timur, 15 kabupaten
yang mengalami banjir adalah Kabupaten Madiun, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Sidoarjo,
Kediri, Bojonegoro, Tuban, Probolinggo, Gresik, Pacitan, Tranggalek, Ponorogo,
Lamongan dan Blitar. Daerah yang paling parah terlanda banjir adalah Kabupaten
Madiun. Dampak banjir masing-masing kabupaten sebagai berikut:
1. Kabupaten Madiun
Banjir akibat meluapnya sungai Jeroan yang merupakan anak sungai Madiun.
Sebanyak 39 desa, 8 kecamatan di Kabupaten Madiun terendam banjir sehingga
menyebabkan 4.317 KK atau 17.268 jiwa terdampak banjir. Rumah rusak berat 2
unit, sawah tergenang 253 Ha, tanggul rusak 3 titik, jembatan rusak 2 unit, gorong-
gorong rusak 1 unit, dan ribuan ternak terdampak. Bupati Madiun telah menetapkan
masa tanggap darurat banjir selama 14 hari yaitu tanggal 6 -19 Maret 2019.
2. Kabupaten Nganjuk
Banjir disebabkan luapan air Sungai Kuncir di Desa Sonopatik Berbek sehingga banjir
merendam jalan raya dan pemukiman warga di 8 dusun, 3 kelurahan, 12 desa, 6

3
kecamatan dengan ketinggian 10 - 100 cm. Sebanyak 456 KK terdampak banjir.
Pendataan dan penanganan darurat masih msih dilakukan.

3. Kabupaten Ngawi
Banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Madiun. Banjir merendam rumah warga
sebanyak 4.490 KK di 18 desa, 6 kecamatan di Kabupaten Ngawi dengan ketinggian
50 - 100 cm.

4. Kabupaten Magetan
Banjir akibat meluapnya air sungai ke jalan desa dari RT 13 sampai dengan RT 17
Desa Ngelang Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan. Ketinggian air mencapai
125 cm serta menggenangi rumah warga sejumlah 284 rumah.

5. Kabupaten Sidoarjo
Banjir disebabka luapan Sungai Avoer Krembung II sehingga berdampak pada rumah
tergenang sebanyak 498 KK di 3 desa dengan ketinggian 20 - 40 cm.

6. Kabupaten Kediri
Banjir akibat air luapan di Desa Gempolan Kec. Gurah, Kab. Kediri, menyebabkan
SDN Gembolan 1 terendam air setinggi 30-50 cm.

7. Kabupaten Bojonegoro
Banjir akibat meluapnya air Sungai Pacal yang berdampak pada 23 desa, 8
kecamatan di Kabupaten Bojonegoro dengan ketinggian air 30 - 40 cm. Sebanyak
1.382 rumah dan 121 hektar sawah terendam banjir.

8. Kabupaten Tuban
Banjir merendam wilayah di Kecamatan Parengan akibat meluapnya Sungai (Kali
Kening) sehingga 10 desa di Kecamatan Parengan terendam dan berdampak pada

4
persawahan tergenang 140 Ha, rumah tergenang 620 KK, jalan poros tergenang
dengan ketinggian 20 - 90 cm, kantor pemerintahan tergenang 3 unit, sekolah
tergenang 4 unit dan tempat ibadah tergenang 7 unit.
9. Kabupaten Probolinggo
Puting beliung dan banjir terjadi di Desa Tambak Rejo Kecamatan Tongas. Akibat
kejadian tersebut berdampak pada 1 orang meninggal dunia dan 1 orang luka ringan
akibat puting beliung. Dampak banjir masih dalam pendataan.
10. Kabupaten Gresik
Banjir akibat luapan Kali Miru berdampak pada 3 kecamatan, Kedamaean, Driyorejo,
Dukun dengan ketinggian 20 - 100 cm dan rumah tergenang 90 rumah.
11. Kabupaten Pacitan
Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya air Sungai Grindulu di
Kecamatan Arjosari yang berdampak pada banjir merendam 10 desa di 2 kecamatan
dengan ketinggian air 30 - 80 cm.
12. Kabupaten Trenggalek
Banjir akibat luapan Sungai Ngasinan di Kecamatan Trenggaleksehingga banjir terjadi
di 14 desa, 5 kecamatan dengan ketinggian air 15 - 200 cm.
13. Kabupaten Ponorogo
Banjir terjadi di wilayah Kecamatan Balong. Ruas jalan dan permukiman di terendam
banjir.
14. Kabupaten Lamonga
Banjir akibat luapan Bengawan Solo sehingga merendam 9 desa di 3 kecamatan
yaitu di Kecamatan Laren, Maduran dan Babat. Tanggul Sungai Bengawan Solo jebol
sepanjang 70 meter. Banjir juga menyebabkan terputusnya akses masuk menuju
Dusun Sawo Desa Jangkungsumo sehingga masyarakat harus melewati jalur
memutar untuk kedaerah lain. Lebih dari 60 rumah terendam banjir.
15. Kabupeten Blitar
Hujan deras yang turun pada 6/3/2019 pukul 11.00 WIB dan pukul 16.00 WIB
menyebabkan terjadi banjir, longsor dan pohon tumbang di wilayah. Wilayah yang

5
terdampak Banjir di Dsn. Gondanglegi, Desa Sutojayan dengan warga terdampak
sebanyak 240 KK. BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan
dan masyarakat masih melakukan penanganan darurat. Evakuasi, pemberian
bantuan permakanan, pendirian tenda dan lainnya masih dilakukan. Pendataan
dampak banjir masih dilakukan BPBD.
Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi
banjir, longsor dan puting beliung. Potensi curah hujan dengan intensitas sedang
hingga tinggi masih berpelunag terjadi di beberapa wilayah di Jawa, Bali, NTB, NTT
Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan Papua Barat.

Program ini bertujuan untuk :

1. Memberikan akses pelayanan kesehatan dasar yang ramah, amanah dan


profesional kepada dhuafa dan masyarakat luas.
2. Mengembangkan program kesehatan Dompet Dhuafa dengan pendekatan
holistik dari usaha promotif preventif, kuratif, rehabilitatif dan pemberdayaan
kesehatan masyarakat
3. Meningkatkan jejaring kemitraan dengan berbagai stakeholder, baik pemerintah,
swasta, institusi lembaga dan perorangan, dalam upaya membangun sistem
kesehatan berkelanjutan
4. Menggalang kerelawanan dengan berbagai pihak untuk menumbuhkan
kepedulian akan gerakan pemberdayaan kesehatan di masyarakat serta
mengoptimalkan seluruh potensi yang di miliki masing-masing pihak.
Output
1. Terselenggaranya aksi layan sehat di wilayah sasaran
2. Terlaksananya edukasi kesehatan pada saat ALS
3. Tersosialisasinya rencana pendirian pos sehat di stake holder terkait.

6
C. PELAKSANAAN
 PJ. Pelaksana : dr Herry Prasetyanto
 Tim : Tim GeraiSehatMadiunDompetDhuafa

1. Dr.HerryPrastyanto
2. Dina
3. Ema
4. Dina

D. WAKTU & TEMPAT

Tempat Desa wonoayu Desa Garon Dukuh pilangkenceng Desa paju


bakung
Tanggal 6 Maret 2019 7 Maret 2019 8 maret 9 maret 10 maret
Waktu 15.00-22.00 13.00-17.00 13.00-17.00 13.00-17.00 08.00-13.00
Pengobatan keliling ALS ALS Tinjau medan ALS

E. PENERIMA MANFAAT
wonoayu garon bakung pilangkenceng Desa Paju
JML PM 36 56 65 - 130
Total PM 287

F. METODE KEGIATAN (Checklist)


o Workshop o Training o Pendampingan
o Seminar o Penyuluhan o Evaluasi
o Monitoring o Kerelawanan o Ceremonial
o Pemeriksaan
kesehatan

G. DESKRIPSI KEGIATAN
Madiun berduka, pada tanggal 5 maret malam, wilayah madiun terguyur hujan dengan
intensitas tinggi yang berdampak kejadian banjir hampir wilayah karisidenan madiun.
Geari sehat madiun berkersama dengan DDJatim melakukan assemen daerah-daerah
yang membutuhkan pengobatan ataupun penyelaman dan logistic.

7
a. Pada tanggal 6 Maret 2019 pada pukul 12.00 gerai dan unit madiun bergerak
menuju dan memonitor daerah yang membutuhkan bantuan dari segi medis
ataupun nonmedis, GSM dan Unit madiun mendapatkan informasi kalau daerah
wonoayu dan klumutan kekurangan bahan makanan dan air bersih. Kita meninjau
lokasi sampai lokasi jam 15.00, dari DDmadiun memberikan bantuan berupa pakaian
layak pakai, selimut dan air bersih sedangkan GSM menuju posko terdekat
mengecek kondisi kesehatan pengungsi yang belum mendfaptkan penanganan
kesehatan oleh puskesmas dan PMI, kegiatan kita GSM dan UnitMadiun berpindah
dari satu tempat ke tempat lain.
b. Pada tanggal 7 maret 2019, bantuan dari DDjatim tiba, berupa ambulan, bahan
makanan,tim penyelamatan banjir, dan logistic,GSM dibawa komando DDjatim, stlh
melkukan assemnt akhrnya jam 13.00 GSM membuka ALS di desan garon di rumah
pak lurah,dari jam 13.00 sampai 17.00
c. Pada tanggal 8 maret keaddan madiun sudah mulai kondusif, genangan banjir mulai
surut,dari DDjatim menistruksikan untuk mengadakan ALS di dukuh bakung,
kegiatan dilakukan jam 13.00 sampai 17.00, hampir mayoritas pasien menderita
sakit kutu air dan gatal-gatal, badan linu-linu karena pos memberiskan rumah dari
kotoran banjir
d. Pada tanggal 9 maret kita mengikuti DDJatim untuk melakukan assemen di
pilangkeceng dan plimbung, alhamduiah sudah diadakan baksos oleh puskesmas,
Nurulhayat dan PMI, tim hanya memonitor
e. Pada tanggal 10 maret, TIM GSM dan DDjatim menuju ke desa Paju ponorogo
karena ada permintaan ALS dan belum dijangkau oleh tenaga kesehatan,kita mulai
Als jam 10 sampai jam 13.00,

8
Peserta

46% Laki-laki
54% Perempuan

5 penyakit terbanyak ALS SIAGA banjir Madiun


.

Jumlah
120

100

80

60
Jumlah
40

20

0
Tinea Pedis Ispa mialgia Cepalgia febris

Kegaitan aksi layanan sehat dalam siaga bencana penyakit paling banyak di derita adalah
gatal-gatal karena genangan air (Tine pedis), lalu penyakit infeksi pernapasan
dikarenakan udara dingin hamper 2 hari hujan terus menerus, lalu badan linu-linu pasca
kebanjiran, pusing dengan tensi yang normal dan ada juga penyebab pusing karena
tensi tinggi yang terakhir panas dingin. Alhamdulilah semoga kegitan berjalan lancer
sesuai harapan.

9
H. “LESSON LEARN” :
1. Silaturahimdengandirektur dan para staf RRI Madiun untuk memberikan
kemudahan dan promosi tentang keberadaan Gerai Sehat madiun Dompet Dhuafa
2. Alokasiwaktukegiatan yang mendadakperluperencanaananngaran yang
maksimaluntukkeberlangsungan program.

I. REALISASI ANGGARAN
 Klaim Anggaran yang diajukan : Rp. 1.511.001,-
 Donasi : Rp 1.600.000,-

Madiun, 13 Maret 2018


Penanggung Jawab Kegiatan

Dr Herry Prasetyanto

10
DOKUMENTASI KEGIATAN
AKSI LAYANAN SEHAT
Madiun, 6-10 Maret 2019

Tanggal 6 maret di wonoayu

Tanggal 8 maret 2019 di desa Golan

Tangal 9 maret koordinasi jika membutuhkan ALS

11
TANGGAL 7 ALS DI DESA GARON

TANGGAL 10 ALS DI PONOROGO

12