Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PRAKTIKUM STATISTIKA ELEMENTER

PENDUGAAN PARAMETER

Dosen Pengampu
Ria Dhea Layla Nur Karisma, M.Si

Oleh
Iqbal Taufiqurrochman
15610089

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG
2016
ABSTRAK

Praktikum ini bertujuan untuk menghitung peluang dari suatu populasi


dengan mengambil data sampel. Praktikum ini merupakan praktikum analisis
dengan pendekatan distribusi peluang diskrit yang meliputi distribusi binomial,
distribusi hypergeometrik, dan distribusi poisson. Penelitian ini menggunakan
varibel C1. Keabsahan data diperoleh dari buku. Pengujian persyaratan analisis
meliputi uji software minitab dan perhitungan manual. Subyek dari penelitian ini
adalah yang pertama peluang penggunaan obat yang akan mengakibatkan dampak
samping bagi pasien dengan n = 10, p = 0,03, x = 3, dalam hal ini dihitung
menggunakan distribusi binomial dan yang kedua peluang lembaga studi yang
menerima surat kembali permintaan berlangganan dengan N = 8, M = 2, n = 3, x =
2, dalam hal ini dihitung menggunakan distribusi hypergeometrik dan yang ketiga
peluang satpam yang akan menolak 2 pengunjung yang ketahuan belum cukup
umur dengan mean = 0,1 dan x = 0,1,2,3,4, dan 5. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa output dari perhitungan software mintab dan perhitungan manual hasil
akhirnya sama, tetapi dalam minitab hasilnya lebih detail dan akurat, sedangkan
hasil dari perhitungan manual angkanya dibulatkan.

Kata kunci : binomial, hypergeometrik, minitab, peluang diskrit, dan poisson.

i
DAFTAR ISI

COVER
ABSTRAK .............................................................................................................. i
DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
DAFTAR TABEL ................................................................................................ iv
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. v
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................ 1
1.3 Tujuan .......................................................................................................... 2
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Distribusi Peluang Diskrit .......................................................... 3
2.2 Macam-macam Distribusi Peluang Diskrit .................................................. 3
2.2.1 Distribusi Peluang Binomial ....................................................................... 3
2.2.2 Distribusi Peluang Hypergeometrik ........................................................... 4
2.2.3 Distribusi Peluang Poisson .......................................................................... 5
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Sumber Data ................................................................................................. 7
3.2 Identifikasi Variabel ..................................................................................... 7
3.3 Langkah-langkah .......................................................................................... 7
3.3.1 Distribusi Probabilitas Binomial ................................................................ 7
3.3.2 Distribusi Probabilitas Hipergeometrik ..................................................... 8
3.3.3 Distribusi Probabilitas Poisson ................................................................... 9
BAB IV
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 Analisis Data ................................................................................................ 8
4.2 Pembahasan .................................................................................................. 8
4.2.1 Perhitungan Software Minitab .................................................................... 8

ii
4.2.2 Perhitungan Manual ............................................................................... 12
4.2.3 Tabel Perbandingan Perhitungan Minitab dan Manual .......................... 16
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan ................................................................................................ 17
5.2 Saran ........................................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN13

iii
DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Hasil Distribusi Binomial..................................................................... 11

Tabel 4.2 Hasil Distribusi Hypergeometrik ......................................................... 11

Tabel 4.3 Hasil Distribusi Poisson ....................................................................... 12

Tabel 4.4 Perbandingan Perhitungan Minitab dan Manual .................................. 16

iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Tampilan awal jendela minitab ........................................................ 7

Gambar 3.2 Tampilan menu calc ......................................................................... 8

Gambar 3.3 Tampilan distribusi binomial ........................................................... 8

Gambar 3.4 Tampilan menu calc ......................................................................... 8

Gambar 3.5 Tampilan distribusi hypergeometric................................................. 9

Gambar 3.4 Tampilan kolom C1.......................................................................... 9

Gambar 3.5 Tampilan menu calc ......................................................................... 9

Gambar 3.5 Tampilan distribusi poisson ............................................................. 10

v
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Distribusi peluang atau peluang teoritis merupakan suatu model peluang
yang memungkinkan untuk mempelajari hasil eksperimen random yang riil dan
menduga hasil – hasil yang akan terjadi. Distribusi peluang yang demikian
merupakan distribusi populasi karena berhubungan dengan semua nilai – nilai
yang mungkin terjadi dan populasinya merupakan variabel random.
Distribusi peluang dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar yaitu
distribusi peluang peubah acak yang bersifat diskrit dan distribusi peluang yang
bersifat kontinu. Distribusi peluang diskrit adalah sebuah tabel atau rumus yang
mencantumkan semua kemungkinan nilai suatu peubah acak diskrit. Distribusi
peluang diskrit dibagi atas berbagai macam diantaranya adalah distribusi
peluang binomial, distribusi peluang hipergeometrik, distribusi peluang
poisson, distribusi peluang geometrik, dan distribusi peluang binomial negatif.
Dalam praktikum ini, membahas bagaimana menhitung peluang dari
keseluruhan populasi yang diambil dari beberapa sampel dengan menggunakan
distribusi binomial, distribusi hypergeometrik, dan distribusi poisson.
Sedangkan metode yang digunakan dalam praktikum ini menggunakan
perhitungan software minitab dan perhitungan manual, diharapkan dalam
menghitung peluang dari suatu permasalahan akan terjadi kesamaan dalam hasil
akhir.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas, dapat diambil beberapa
rumuasan masalah yaitu:
1. Bagaimana menentukan peluang bahwa ada 3 pasien yang akan terkena
dampak samping akibat pengunaan obat yang ditawarkan disuatu perusahaan
menggunakan distribusi binomial?

1
2

2. Bagaimana menentukan peluang bahwa satpam akan menolak 2 pengunjung


yang ketahuan belum cukup umur menggunakan distribusi hypergeometrik?
3. Bagaimana menentukan peluang lembaga studi untuk menerima kembali
surat permintaan berlangganan sebanyak 0,1,2,3,4, dan 5 dari masing-masing
kota tertentu di Indonesia?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan yang di capai berdasarkan permasalahan yang ada di atas
yaitu:
1. Untuk mengetahui menentukan peluang bahwa ada 3 pasien yang akan
terkena dampak samping akibat pengunaan obat yang ditawarkan disuatu
perusahaan menggunakan distribusi binomial
2. Untuk mengetahui menentukan peluang bahwa satpam akan menolak 2
pengunjung yang ketahuan belum cukup umur menggunakan distribusi
hypergeometrik
3. Untuk mengetahui menentukan peluang lembaga studi untuk menerima
kembali surat permintaan berlangganan sebanyak 0,1,2,3,4, dan 5 dari
masing-masing kota tertentu di Indonesia menggunakan distribusi poisson
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Distribusi Peluang Diskrit


Distribusi Peluang (probability distribution) bagi X merupakan suatu daftar
yang memuat nilai peluang bagi semua nilai variable random X yang mungkin
terjadi. Distribusi peluang bagi variable random diskrit dapat disajika dalam
bentuk table, grafik, atau rumus yang mengaitkan nilai peluang dengan setiap
nilai variable randomnya.

Jika peubah X dapat menerima suatu himpunan diskrit dari nilai-nilai X1,
X2, X3, Xn dengan peluang masing-masing P1, P2, P3,…,Pn, dimana
P1+P2+P3…+Pn = 1, maka dapat kita katakan bahwa nilai tersebut merupakan
suatu distribusi peluang diskrit. (Sri Harini, 2010: 86)

2.2 Macam-macam Distribusi Peluang Diskrit


2.2.1 Distribusi Peluang Binomial
Suatu percobaan dimana pada setiap perlakuan hasilnya hanya ada
dua kemungkinan yaitu proses dan gagal dalam n ulangan yang bebas

Distribusi peluang binomial dilambangkan dengan :

𝑛
𝑏(𝑥; 𝑛; 𝑝) = ( ) 𝑝 𝑥 𝑞 𝑛−𝑥 untuk x = 0,1,2,3 . . . ,n
𝑥
Keterangan :
n = banyaknya data
x = banyak keberhasilan dalam peubah acak X
p = peluang berhasil pada setiap data
q = peluang gagal (1 – p) pada setiap data
Rata-rata dan ragam distribusi peluang binomial

𝜇 = 𝑛. 𝑝
𝜎 2 = 𝑛. 𝑝. 𝑞

3
4

Keterangan:
𝜇 = rata-rata
𝜎 2 = ragam
𝑛 = banyak data
𝑝 = peluang keberhasilan pada setiap data
𝑞 = peluang gagal = 1 – p pada setiap data
(Ronald E. Walpole, 1995: 156)
Adapun model percobaan binomial mempunyai beberapa ciri yaitu:
1. Setiap percobaan selalu dibedakan 2 macam kejadian yang bersifat
saling meniadakan (mutually exsclusive)
2. Dalam setiap percobaan hasilnya dapat dibedakan: berhasil atau gagal
3. Probabilitas berhasil dinyatakan dengan huruf p, sedangkan
probabilitas gagal dinyatakan dengan huruf q dimana p+q=1 atau q=1-
p
4. Masing-masing percobaan merupakan peristiwa yang bersifat bebas
yaitu peristiwa yang satu tidak dapat mempengaruhi peristiwa yang
lain.
(Yusuf Wibisono, 2009: 262)

2.2.2 Distribusi Peluang Hypergeometrik


Bila dalam N populasi benda, k benda diberi label berhasil dan N-
k benda lainnya diberi label gagal, maka distribusi peluang bagi peubah
acak hipergeometrik X yang menyatakan banyaknya keberhasilan dalam
contoh acak berukuran n (Ronald E. Walpole, 1995:165).
𝑘 𝑁−𝑘
( )( )
𝑥 𝑛−𝑥
ℎ(𝑥; 𝑁, 𝑛, 𝑘) = 𝑁 untuk x = 0,1,2, …, k
( )
𝑛

Keterangan:
𝑁 = ukuran populasi
𝑛 = ukuran contoh acak
𝑘 = banyaknya ukuran yang sama dalam populasi
𝑥 = banyaknya keberhasilan
5

Rata – rata dan ragam distribusi peluang hipergeometrik


𝑛𝑘
𝜇=
𝑁
𝑁−𝑛 𝑘 𝑘
𝜎2 = 𝑛 (1 − )
𝑁−1 𝑁 𝑁
Keterangan:
𝜇 = rata-rata
𝜎 2 = ragam
𝑁 =ukuran populasi
𝑛 = ukuran contoh acak
𝑘 = banyaknya penyekatan/kelas
Adapun suatu distribusi dikatakan hipergeometrik, bila: (Sri Harini,
2010:95)
1. Percobaan tunggal yang menyusunnya hanya mempunyai 2 hasil yang
mungkin, katakanlah ya dan tidak
2. Peluang terjadinya kejadian yang dimaksud (ya) berubah bila
percobaan diulang-ulang
3. Percobaan satu dengan yang lain saling tergantung
4. Percobaan dilakukan dengan n kali

2.2.3 Distribusi Peluang Poisson


Distribusi Poisson merupakan merupakan limit dari distribusi
binomial dengan mengambil banyaknya n percobaan relative besar.
Pendekatan ini diperoleh bila n sangat besar, perhitungan distribusi
binomial sulit dikerjakan dan memakan waktu yang cukup lama. Oleh
karena itu penggunaan distribusi poisson sangat membantu untuk
menghitung probabilitas pada percobaan dengan n yang relative besar.
Distribusi poisson merupakan distribusi peubah acak di mana hasil
percobaan terjadi selama waktu tertentu atau di suatu daerah lain.
Distribusi ini secara luas di pakai terutama dalam proses simulasi (Yusuf
Wibisono, 2009: 281).
Percobaan poisson memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (Sri Harini, 2010:
103)
6

1. Jumlah sukses yang terjadi dalam suatu selang waktu (atau daerah
tertentu) tidak dipengaruhi (independent) terhadap kejadian pada
selang waktu atau daerah yang lain.
2. Kemungkinan terjadinya suatu sukses (tunggal) dalam interval waktu
yang pendek (∆t mendekati nol) sebanding dengan panjang interval
dan tidak tergantung pada banyknya sukses yang terjadi di luar
interval tersebut.
3. Kemungkinan terjadinya lebih dari satu sukses dalam interval waktu
yang pendek dapat diabaikan.
Karena nilai – nilai peluangnya hanya bergantung pada µ maka
dirumuskan:
𝑒 −𝜇 𝜇 𝑥
𝑝 (𝑥; 𝜇) = untuk x =1,2, . . .
𝑥!

Keterangan :
x = banyak keberhasilan dalam peubah acak X
µ = rata-rata banyak sukses yang terjadi per satuan waktu
e = 2,71828...
(Ronald E. Walpole, 1995: 174)
Rata – rata dan ragam distribusi poisson p(x;) keduanya sama
dengan 
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Sumber Data


Data yang digunakan dalam praktikum ini berasal dari 3 buku yang berbeda,
yang pertama dari buku yang berjudul Teori Peluang yang disusun oleh Sri
Harini halaman 93, dan yang kedua berasal dari buku yang berjudul Metode
Statistika yang disusun oleh Yusuf Wibisono halaman 276, dan yang ketiga
berasal dari buku yang berjudul Statistika dan Probabilitas yang disusun oleh
Boediono dan wayan koster halaman 317

3.2 Identifikasi Variabel


Variabel yang digunakan dalam praktikum ini adalah obat, satpam, dan
lembaga studi

3.3 Langkah-langkah
3.3.1 Distribusi Probabilitas Binomial
1. Buka aplikasi minitab pada desktop

Gambar 3.1 Tampilan awal jendela minitab

2. Klik menu Calc, kemudian pilih Probability Distribution, lalu pilih


Binomial

7
8

Gambar 3.2 Tampilan menu calc

3. Pilih point pada Probability, pada kolom number of trial diisi


dengan angka 10, pada kolom even probability diisi dengan angka
0,03, dan pada kolom input constant diisi dengan angka 3

Gambar 3.3 Tampilan distribusi binomial

4. Klik OK

3.3.2 Distribusi Probabilitas Hipergeometrik


1. Klik menu Calc, kemudian pilih Probability Distribution, lalu pilih
Hypergeometric

Gambar 3.4 Tampilan menu calc


9

2. Klik pada point Probability, pada kolom Population size diisi dengan
angka 8, pada kolom event count in population diisi angka 2, pada
kolom sample size diisi angka 3, dan kemudian pada kolom input
constant diisi dengan angka 2

Gambar 3.5 Tampilan distribusi hypergeometric

3. Klik OK
3.3.3 Distribusi Probabilitas Poisson
1. Buka aplikasi minitab, dan masukkan data yang akan dicari

Gambar 3.6 Tampilan kolom C1

2. Klik menu Calc kemudian pilih Probability Distribution, lalu pilih


Poisson

Gambar 3.7 Tampilan menu calc


10

3. Klik pada point Probability, pada kolom Mean diisi dengan 0,1,
sedangkan pada kolom Input kolom diisi dengan varibel C1

Gambar 3.8 Tampilan distribusi poisson


4. Klik OK
BAB IV

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis Data


Bab ini membahas tentang Distribusi Peluang Diskrit yang didalamnya
berisi Distribusi Binomial, Distribusi Hypergeometrik, dan Distribusi Poisson.
Selanjutnya data yang diambil dari buku akan diolah, disajikan, dan dianalisis

4.2 Pembahasan
4.2.1 Perhitungan Software Minitab
a. Distribusi binomial
Data di suatu perusahaan yang menawarkan obat hipertensi yang
menyebabkan efek samping bagi pasien.
Probability Density Function
Binomial with n =10 and p = 0.03
x P (X = x)
3 0.0026179
Tabel 4.1 Hasil distribusi binomial

Dari hasil tabel di atas diketahui bahwa nilai n = 10, p = 0,03, dan
x = 3, Jadi peluang ke-3 orang pasien yang terkena dampak samping
akibat penggunaan obat hipertensi adalah sebesar P = 0,0026179

b. Distribusi Hypergeometrik
Data Seorang satpam di suatu diskotik memeriksa secara acak kartu
identitas.
Probability Density Function
Hypergeometric with N = 8, M = 2, and n = 3
x P (X = x)
2 0.107143
Tabel 4.2 Hasil distribusi hypergeometrik

11
12

Dari tabel di atas diketahui bahwa nilai N = 8, n = 3, dan M = 3, Jadi


peluang satpam yang menolak 2 pengunjung yang ketahuan belum cukup
umur adalah sebesar P = 0,107143

c. Distribusi Poisson
Data sarjana ekonomi yang tinggal di kota-kota tertentu di Indonesia yang
akan mengirim wesel untuk minta berlangganan.
Probability Density Function
Poisson with mean = 0.1
x P (X = x)
0 0.904837
1 0.090484
2 0.004524
3 0.000151
4 0.000004
5 0.000000
Tabel 4.3 Hasil distribusi poisson

Dari tabel di atas diketahui bahwa nilai rata-rata (mean) adalah 0,1.
Jadi, peluang lembaga studi itu untuk menerima kembali surat permintaan
berlangganan sebanyak P(X=0) adalah 0,904837, P(X=1) adalah 0,090484,
P(X=2) adalah 0,004524, P(X=3) adalah 0,000151, P(X=4) adalah
0,000004, dan P(X=5) adalah 0,000000

4.2.2 Perhitungan Manual


a. Distribusi Binomial
Soal:
Sebuah perusahaan obat akan mempromosikan salah satu jenis
produknya. Salah satu produk yang ditawarkan adalah obat hipertensi.
Namun demikian, perusahaan tersebut mengakui bahwa sekitar 3%
pasien yang menggunakan obat tersebut dapat terkena dampak samping
yaitu susah tidur. Misalnya 10 orang pasien meminum obat tersebut,
berapakah peluang bahwa ada 3 pasien akan terkena akibat sampingan
pengunaan obat tersebut?
13

Diketahui:
n =10
p = 0,03
x=3
q = 1-p
Ditanya:
Peluang bahwa ada 3 pasien akan terkena akibat sampingan pengunaan
obat
Jawab

n x n−x
P (x: n: p) =( )p q
x
10
(3: 10: 0,03) = ( ) (0,033 ) (1 − 0,03)10−3
3
10!
= (0,03)3 (0,97)7
3!(10−3)!
10!
= (0,03)3 (0,97)7
3!7!
= 0,00262
Dari hasil pehitungan manual diatas bisa diketahui bahwa peluang
ke-3 orang pasien yang terkena dampak samping dari penggunaan obat
hipertensi adalah sebesar P = 0,00262. Ini menandakan peluang pasien
terkena dampak samping sangat kecil.

Hasil dari perhitungan manual tersebut hasilnya sama dengan hasil


dari perhitungan menggunakan software minitab. Hasil dari perhitungan
minitab yaitu P= 0,0026179, yang membedakan hanyalah kalau di
minitab hasilnya lebih detail, sedangkan di perhitungan manual angkanya
dibulatkan.

b. Distribusi Hypergeometrik
Soal:
Seorang satpam di suatu diskotik memeriksa secara acak 3 kartu identitas
dari 8 pengunjung di mana 2 di antaranya belum cukup umur (belum
14

genap 17 tahun). Berapa probabilitas bahwa satpam akan menolak 2


pengunjung yang ketahuan belum cukup umur?

Diketahui:
N=8
n =3
x=2
M=2
Ditanya:
Peluang bahwa satpam akan menolak 2 pengunjung yang ketahuan
belum cukup umur
Jawab

(M N−M
x )( n−x )
P (x: N: n: M) =
(N
n)

(2 8−2
6)(3−2)
(2: 8: 3: 2) =
(8
3)

(2 6
6)(1) 6
= 8 =
(3) 56

= 0,107

Dari hasil perhitungan manual diatas bisa diketahui bahwa peluang


satpam akan menolak 2 pengunjung yang ketahuan belum cukup umur
adalah sebesar P= 0,107

Hasil dari perhitungan manual tersebut hasilnya sama dengan hasil


dari perhitungan menggunakan software minitab. Hasil dari perhitungan
minitab yaitu P = 0,107143, yang membedakan hanyalah kalau di minitab
hasilnya lebih detail, sedangkan di perhitungan manual angkanya
dibulatkan.
15

c. Distribusi Poisson
Soal:
Menurut hasil suatu studi, bahwa rata-rata suatu 1 orang dari 1.000 orang
sarjana ekonomi yang tinggal di kota-kota tertentu di Indonesia akan
mengirim wesel untuk minta berlangganan. Bila setiap kota tersebut
masing-masing dikirim 100 surat untuk berlangganan dengan perangko
kepada sarjana ekonomi di kota-kota tersebut, berapakah probabilitas
lembaga studi itu untuk menerima kembali surat permintaan
berlangganan sebanyak 0,1,2,3,4, dan 5 dari masing-masing kota
tersebut?

Diketahui:
n = 100
p = 1/1000 = 0,001
µ = n. p = 100. (0,001) = 0,1
x = 0,1,2,3,4, dan 5
Ditanya:
Peluang lembaga studi itu untuk menerima kembali surat permintaan
berlangganan sebanyak 0,1,2,3,4, dan 5
Jawab
e−µ µx
P(X=x) =
x!
e−0,1 (0,1)0
P(X=0) = = e−0,1 = 0,9048
0!
e−0,1 (0,1)1 e−0,1
P(X=1) = = = 0,0905
1! 10
e−0,1 (0,1)2
P(X=2) = = 0,0045
2!
e−0,1 (0,1)3
P(X=3) = = 0,0002
3!
e−0,1 (0,1)4
P(X=4) = = 0,0000
4!
e−0,1 (0,1)5
P(X=5) = = 0,0000
5!
16

Dari hasil perhitungan manual diatas bisa diketahui bahwa


lembaga studi itu untuk menerima kembali surat permintaan
berlangganan dari masing-masing kota di Indonesia untuk X mendekati
0 peluangnya lebih besar yaitu 0,9048, untuk X mendekati 1 peluangnya
kecil yaitu 0,09005 sedangkan untuk X mendekati 2 peluangnya lebih
kecil yaitu 0,0045, dan untuk X mendekati 3 hampir tidak memiliki
peluang yaitu 0,0003, sedangkan untuk X mendekati 4 dan 5 bisa di
katakan sudah tidak memiliki peluang karena hasilnya 0,000

Hasil dari perhitungan manual tersebut hasilnya sama dengan hasil


dari perhitungan menggunakan software minitab. Hasil dari perhitungan
minitab yaitu P(X=0) sebesar 0,904837, P(X=1) sebesar 0,090484,
P(X=2) sebesar 0,004524, P(X=3) sebesar 0,000151, P(X=4) sebesar
0,000004, dan P(X=5) sebesar 0,000000. Akan tetapi yang membedakan
hanyalah kalau di minitab hasilnya lebih detail, sedangkan di perhitungan
manual angkanya dibulatkan.

4.2.3 Tabel Perbandingan Perhitungan Minitab dan Manual


Dari hasil perhitungan di atas, dapat kita bandingkan bahwa hasil
dari perhitungan menggunakan minitab dan perhitungan manual hasinya
bisa dikatakan sama, yang membedakan yaitu terletak pada angka
dibelakang koma. Lihat perbandingan tabel dibawah ini

Distribusi Peluang Hasil Perhitungan Hasil Perhitungan


Diskrit Minitab Manual
1. Binomial 0,0026179 0,00262
2. Hypergeometrik 0,107143 0,107
3. Poisson P(X=0) = 0,904837 P(X=0) =0,9048
P(X=1) = 0,090484, P(X=1) = 0,0905
P(X=2) = 0,004524 P(X=2) = 0,0045
P(X=3) = 0,000151 P(X=3) = 0,0002
P(X=4) = 0,000004, P(X=4) = 0,0000
P(X=5) = 0,000000 P(X=5) = 0,0000
Tabel 4.4 Tabel perbandingan perhitungan minitab dan manual
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil peenelitian tentang pendugaan parameter didapatkan
hasil bahwa :
1. Peluang bahwa ada 3 pasien akan terkena efek samping akibat pengunaan
obat jika dihitung menggunakan software minitab pada distribusi binomial
dengan n = 10, p = 0,03, x = 3 adalah sebesar P = 0,0026179 dan jika
dibandingkan dengan manual hasilnya tidak jauh berbeda. Secara hitungan
manual nilai peluangnya sebesar 0,00262
2. Peluang bahwa satpam akan menolak 2 pengunjung yang ketahuan belum
cukup umur jika dihitung menggunakan software minitab pada distribusi
hypergeometrik dengan N = 8, M = 2, n =3, dan x = 2 adalah sebesar P =
0,107143 jika dibandingkan dengan manual hasilnya sama. Secara hitungan
manual nilai peluangnya sebesar 0,107
3. Peluang lembaga studi itu untuk menerima kembali surat permintaan
berlangganan sebanyak 0,1,2,3,4, dan 5 dari masing-masing kota tertentu di
Indonesia pada distribusi poisson dengan mean = 0,1 adalah P(X=0) adalah
0,904837, P(X=1) adalah 0,090484, P(X=2) adalah 0,004524, P(X=3)
adalah 0,000151, P(X=4) adalah 0,000004, dan P(X=5) adalah 0,000000
dan jika dibandingkan dengan manual hasilnya sama. Tetapi yang
membedakan pembulatan angka dibelakang koma. Secara hitungan manual
nilai peluangnya P(X=0) adalah 0,9048, P(X=1) adalah 0,0905, P(X=2)
adalah 0,0045, P(X=3) adalah 0,0002, dan pada P(X=4) adalah 0,000.

5.2 Saran
Kegiatan praktikum tentang distribusi probabilitas diskrit hendaknya dapat
dilakukan dengan lebih cermat. Melakukan penghitungan dengan berbagai
macam jenis distribusi melalui percobaan yang dilakukan secara manual
dibutuhkan kesabaran untuk mendapatkan data.

17
DAFTAR PUSTAKA

Boediono dan Koster, Wayan. 2004. Teori dan Aplikasi Statistika dan Probabilitas.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Harini, Sri. 2010. Teori Peluang. Malang: Uin-Maliki Press
Walpole, Ronald E. 1995. Pengantar Statistika. Bandung: PT Gramedia Pustaka
Utama
Wibosono, Yusuf. 2005. Metode Statistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press
LAMPIRAN

1. Sebuah perusahaan obat akan mempromosikan salah satu jenis produknya.


Salah satu produk yang ditawarkan adalah obat hipertensi. Namun demikian,
perusahaan tersebut mengakui bahwa sekitar 3% pasien yang menggunakan
obat tersebut dapat terkena dampak samping yaitu susah tidur. Misalnya 10
orang pasien meminum obat tersebut, berapakah peluang bahwa ada 3 pasien
akan terkena akibat sampingan pengunaan obat tersebut ?
Sumber: Buku yang berjudul Teori Peluang yang disusun oleh Sri Harini
halaman 93

2. Seorang satpam di suatu diskotik memeriksa secara acak 3 kartu identitas dari
8 pengunjung di mana 2 di antaranya belum cukup umur (belum genap 17
tahun). Berapa probabilitas bahwa satpam akan menolak 2 pengunjung yang
ketahuan belum cukup umur ?
Sumber: Buku yang berjudul Metode Statistika yang disusun oleh Yusuf
Wibisono halaman 276

3. Menurut hasil suatu studi, bahwa rata-rata suatu 1 orang dari 1.000 orang
sarjana ekonomi yang tinggal di kota-kota tertentu di Indonesia akan mengirim
wesel untuk minta berlangganan. Bila setiap kota tersebut masing-masing
dikirim 100 surat untuk berlangganan dengan perangko kepada sarjana ekonomi
di kota-kota tersebut, berapakah probabilitas lembaga studi itu untuk menerima
kembali surat permintaan berlangganan sebanyak 0,1,2,3,4, dan 5 dari masing-
masing kota tersebut ?
Sumber: Buku yang berjudul Statistika dan Probabilitas yang disusun oleh
Boediono dan wayan koster halaman 317