Anda di halaman 1dari 32

MODUL

PRAKTIKUM
ELEKTRONIKA
DASAR
Disusun Oleh

Yaspin Yolanda, M.Pd. Si.


Untuk Mahasiswa Pendidikan Fisika
STKIP PGRI Lubuklinggau
(Kalangan Sendiri)

SEKOLAH TINGGI KEGURAN DAN ILMU PENDIDIKAN


PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
(STKIP PGRI) LUBUKLINGGAU
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
2015
BAB I
Komponen Elektronika Analog

A. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa dapat mengukur nama resistor menggunakan multimeter.
2. Mahasiswa dapat mengukur nama kapasitor menggunakan
multimeter.
3. Mahasiswa dapat memahami prinsip kerja alat ukur multimeter.

B. TINJAUAN PUSTAKA

Listrik merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting dalam


kehidupannya. Tanpa bantuan dari arus listrik alat-alat elektronik tidak
akan bisa menjalankan fungsinya. Terkadang manusia tidak sadar akan
keberadaan listrik dengan inderanya, baik untuk muatan maupun untuk
medan listriknya. Oleh sebab itu, barupada akhir abad ke-18 hal-hal
mengenai listrik diteliti. Sekarang ini listrik menjadi sesuatu yang sangat
penting dalam kehidupan sehari-hari untuk digunakan sumber tenaga,
misalnya untuk lampu, mesin listrik, telepon, alat-alat listrik, radio, dan
komputer.

Perkembangan dunia elektronika berkembang dengan pesat seiring


dengan berjalannya waktu. Banyak barang baru yang dapat dibuat untuk
mempermudah pekerjaan manusia. Dahulu semua pekerjaan manusia
dikerjakan secara manual, kini dengan adanya rangkaian elektronika
digital pekerjaan yang dilakukan menjadi lebih mudah dan efisien. Karena
kemajuan dalam teori dan praktik, Elektronika Digital memberikan
kemudahan dalam mendapatkan performansi dalam sistem dinamik,
mempertinggi kualitas, dan menurunkan biaya produksi, mempertinggi laju
produksi, meniadakan pekerjaan-pekerjaan rutin dan membosankan
yangharus dikerjakan oleh manusia, dan lain sebagainya, maka sebagian
besar insinyur dan ilmuwan sekarang harus mempunyai pemahaman yang
baik dalam bidang ini.

Semakin cepatnya perkembangan teknologi dan tingginya tingkat


persaingan dalam dunia usaha, merupakan sebuah tantangan yang harus
dihadapi oleh semua pihak, terutama dalam dunia industri yang tidak bisa
lepas dari teknologi elektronika dan informasi. Perubahan serta
perkembangan yang sudah dicapai seperti otomatisasi dan komputerisasi
telah sedemikian cepatnya dan menuntut kalangan industri serta para
praktisi yang berkecimpung didalamnya untuk lebih siap menghadapi
kemajuan yang ada.
Elektronika adalah ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang
dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel
bermuatan listrik dalam suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik,
termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya. Ilmu yang mempelajari
alat-alat seperti ini merupakan cabang dari ilmu fisika, sementara bentuk
desain dan pembuatan sirkuit elektroniknya adalah bagian dari teknik
elektro, teknik komputer, dan ilmu/teknik elektronika dan instrumentasi
(Mikarajuddin, 2008).

Komponen elektronika berupa sebuah alat berupa benda yang menjadi


bagian pendukung suatu rangkaian elektronik yang dapat bekerja sesuai
dengan kegunaannya. Mulai dari yang menempel langsung pada papan
rangkaian baik berupa PCB, CCB, Protoboard maupun Veroboard dengan
cara disolder atau tidak menempel langsung pada papan rangkaian
(dengan alat penghubung lain, misalnya kabel). Komponen elektronika ini
terdiri dari satu atau lebih bahan elektronika, yang terdiri dari satu atau
beberapa unsur materi dan jika disatukan, untuk desain rangkaian yang
diinginkan dapat berfungsi sesuai dengan fungsi masing-masing
komponen, ada yang untuk mengatur arus dan tegangan, meratakan arus,
menyekat arus, memperkuat sinyal arus dan masih banyak fungsi lainnya
(Kamajaya, 2007).

Bahan-bahan komponen elektronika yaitu bahan-bahan yang


menentukan kinerja (performance) dari peralatan/ komponen listrik-
elektronika dan system insulasinya, seperti dalam membangkitkan,
mentransmisikan, menyearahkan, memperkuat, dan memodulasi sinyal
listrik. Dalam bekerjanya peralatan dan komponen listrik/elektronika,
bahan-bahan tersebut mengalami medan listrik/ medan magnet (Basuki,
2009).

C. Alat dan Bahan

1. Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini:


Komponen pasif yakni resistor dan kapasitor,
2. Multitester
3. Project board
4. Catu daya
5. Alat tulis

Bahan : -
D. PROSEDUR PERCOBAAN DAN PERTANYAAN
1. Pengukuran resistansi/tahanan resistor
a) Diset multitester pada saklar pemilih pengukur resistansi (Ohm)
b) Pilihlah salah satu ukuran pada ohm-meter (x1, x10, x100, x1k,
10k), ukuran yang dipilih harus sesuai/berada dalam jangkauan
nilai resistor yang akan diukur. Jelaskan mengapa harus berada
pada jangkauan, bagaimana efeknya bila di set lebih rendah atau
lebih tinggi dari nilai jangkauan!
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
c) Dilakukan pengukuran nol (zero adjusment) setiap kali akan
melakukan pengukuran, jelaskan mengapa!
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________

2. Pengukuran tegangan

a) Lakukan penyettingan multitester pada saklar pemilih DC-V untuk


pengukuran tegangan searah dan AC-V untuk tegangan bolak
balik. Jangan sampai terbalik antara pemilih saklar DC-V dan AC-V
karena dapat berakibat fatal.
b) Lakukan penyettingan nilai pengukuran pada jangkauan/range nilai
yang lebih tinggi dari nilai tegangan yang akan diukur.
c) Ditempatkan kabel tester merah untuk aliran positif (+) dan kabel
tester hitam untuk aliran negative (-) untuk pengukuran tegangan
searah DC-V. jangan terbalik, mengapa!
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
d) Apakah prinsip ini berlaku untuk pengukuran tegangan bolak-balik
(AC-V). Jelaskan !
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________

3. Pengetesan kapasitor

a) Dipilih saklar pada pemilih ohm-meter


b) Dihubungkan/digabungkan kedua kaki kapasitor, lalu lepaskan lagi.
Apa tujuannya penggabungan kaki kapasitor tersebut!
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
c) Dihubungkan kabel tester pada kedua kaki kapasitor. Diperhatikan
apakah jarum pada multimeter bergerak pada nilai tertentu! Jika
jarum bergerak dan kembali lagi ke posisi awal, maka kapasitor
dalam keadaan baik dapat dipakai. Bilamana kapasitor tersebut
rusak, lihat pada pergerakan jarum multimeter!
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
E. KESIMPULAN
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
BAB II
Karakteristik Komponen Elektronika Analog

A. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa dapat mengenal nama, bentuk, simbol, karakteristik,
dan jenis-jenis resistor.
2. Mahasiswa dapat mengenal nama, bentuk, simbol, karakteristik
jenis-jenis kapasitor.
3. Mahasiswa dapat mengenal nama, bentuk, simbol, karakteristik
jenis-jenis Transistor.
4. Mahasiswa dapat mengenal nama, bentuk, simbol, karakteristik
jenis-jenis Dioda.
5. Mahasiswa dapat mengenal nama, bentuk, simbol, karakteristik
jenis-jenis Transformator.
6. Mahasiswa dapat mengenal nama, bentuk, simbol, karakteristik
jenis-jenis IC.

B. TINJAUAN PUSTAKA

Resistor
Tahanan listrik yang ada pada sebuah
penghantar dilambangkan dengan huruf
R , tahanan merupakan komponen yang
didesain untuk memiliki besar tahanan
tertentu dan disebut pula sebagai
resistor.
Beberapa kategori resistor adalah
resistor linear dan resistor non linear.
Resistor linear adalah resistor yang
bekerja sesuai dengan hukum ohm
sedangkan Resistor non Linear adalah
resistor yang dimana perubahan nilainya
dikarenakan oleh kepekaan tertentu
(peka cahaya, peka panas, peka tegangan
listrik).

2. Kapasitor
Kapasitor merupakan komponen yang berfungsi untuk penyimpan muatan
listrik yang dibentuk dari dua permukaan yang berhubungan tapi
dipisahkan oleh satu penyekat.
Kapasitor adalah suatu komponen elektronika yang berfungsi untuk
menyimpan arus listrik dalam bentuk muatan. sebuah kapasitor pada
dasarnya terbuat dari dua buah lempengan logam yang saling sejajar satu
sama lain dan diantara kedua logam tersebut terdapat bahan isolator yang
sering disebut dielektrik.
Fungsi kapasitor adalah pada rangkaian rangkaian elektronika biasanya
adalah sebagai berikut:
a. Kapasitor sebagai kopling, dilihat dari sifat dasar kapasitor yaitu
dapat dilalui arus ac dan tidak dapat dilalui arus dc dapat
dimanfaatkan untuk memisahkan 2 buah rangkaian yang saling
tidak berhubungan secara dc tetapi masih berhubungan secara
ac(signal), artinya sebuah kapasitor berfungsi sebagai kopling atau
penghubng antara rangkaian yang berbeda.
b. Kapasitor berfungsi sebagai filter pada sebuah rangkaian power
supply, yang saya maksud disini adalah kapasitor sebagai ripple
filter, disini sifat dasar kapasitor yaitu dapat menyimpan muatan
listrik yang berfungsi untuk memotong tegangan ripple.
c. Kapasitor sebagai penggeser fasa.
d. Kapasitor sebagai pembangkit frekuensi pada rangkaian oscilator.
e. Kapasitor digunakan juga untuk mencegah percikan bunga api pada
sebuah saklar.
3. Transistor
Transistor adalah komponen
elektronika yang dipakai sebagai
penguat, sebagai sirkuit pemutus
dan penyambung (switching),
stabilisasi tegangan, modulasi
sinyal atau sebagai fungsi lainnya.
Transistor dapat berfungsi
semacam kran listrik, dimana
berdasarkan arus inputnya atau
tegangan inputnya,
memungkinkan pengaliran listrik
yang sangat akurat dari sirkuit
sumber listriknya.
4. Induktor
Bentuk dasar dari sebuah
induktor adalah kawat yang
dililitkan menjadi sebuah koil.
Induktor mempunyai sifat yang
disebut dengan induktansi diri
atau lebih sering disebut dengan
induktansi, artinya adalah jika
arus meningkat maka medan
magnet juga akan meningkat
mengikuti perbesaran dari arus.
5 Dioda

Fungsi paling umum dari


dioda adalah untuk
memperbolehkan arus
listrik mengalir dalam
suatu arah (disebut
kondisi panjar maju) dan
untuk menahan arus dari
arah sebaliknya (disebut
kondisi panjar mundur).
Karenanya biasa juga
disebut sebagai
penyearah

6. Dioda Zener
Dioda Zener biasanya digunakan
secara luas dalam sirkuit
elektronik. Fungsi utamanya
adalah untuk menstabilkan
tegangan.

7. Dioda LED.

Dioda LED akan hidup apabila


LED dialiri arus listrik, fungsi dari
LED ini biasanya hanya sebagai
indikator. Atau biasa juga disebut
dengan lampu indikator/
8. TRASFORMATOR /TRAFO

Trasformator adalah alat yang


mempunyai fungsi menaikan
atau menurunkan tegangan
input atau menurunkan
tegangan output.

Cara kerja trasformator : Arus


bolak - balik (AC) melewati koil
utama (kumparan primer) yang
menginduksi arus bolak - balik
di koli kedua (kumparan
sekunder)
Trasformator yang berfungsi untuk menaikan tegangan input adalah
trafo step up dan Transformator yang mempunyai fungsi menurunkan
tegangangan adalah trafo step down.
C. Prosedur Kerja

1. Lengkapi tabel dibawah ini

Simbol Lambang Gambar


Nama komponen
Komponen Komponen Komponen
Resistor
Variabel Resistor

Capasitor
Capasitor Varabel

Dioda Zener
LED
Trafo
Induktor
Induktor Variabel

Fuse
Integrated Circuit (IC)
LDR
NTC dan PTC
2. Lengkapi tabel dibawah ini

Nama komponen Fungsi Komponen Cara Kerja Komponen

Resistor
Variabel Resistor

Capasitor
Capasitor Varabel

Dioda Zener
LED
Trafo
Induktor
Induktor Variabel

Fuse
Integrated Circuit (IC)
LDR
NTC dan PTC

D. KESIMPULAN
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
BAB III
RESISTANSI RESISTOR

A. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa dapat mengenal nilai resistansi resistor berdasarkan
kode warna.
2. Mahasiswa dapat mengukur nilai resistansi resistor berdasarkan
alat ukur multimeter.

B. Landasan Teori

Dalam aturan standar EIA-RS-279, telah ditetapkan 3 sistem kode


warna, yaitu :

1. Sistem Kode Warna 4 Pita


Sistem ini merupakan kode warna
paling sering digunakan yang
terdiri dari 4 pita warna yang
mengelilingin badan resistor. Dua
pita yang terdapat pada bagian
depan merupakan informasi dua
digit harga resistansi, sedangkan
pita ketiga merupakan faktor
pengali (jumlah nol yang
ditambahkan setelah dua digit resistansi) dan pita keempat
merupakan toleransi harga resistansi. Kadang di dalam resistor
terdapat pita kelima yang berfungsi untuk menunjukan koefisien
suhu, tetapi ini juga tergantung dari sistem lima warna sejati yang
menggunakan tiga digit resistansi.

Contoh :
Pita ke-1 = Hijau, Pita ke-2 = Biru, Pita ke-3 = Perak, Pita ke-4 = Emas.
Nilainya adalah 0,56 Ω, dengan Toleransi 5%.

2. Sistem Kode Warna 5 Pita


Sistem kode warna ini banyak
digunakan pada resistor presisi. Tiga
pita pertama menunjukan harga
resistansi, sedangkan pita keempat
adalah pengali dan pita kelima adalah
toleransi. Pada resistor yang memiliki
5 kode warna dengan pita keempat
yang berwarna emas atau perak
kadang diabaikan, karena hanya digunakan pada resistor lawas
atau penggunaan khusus. Pita keempat adalah toleransi dan yang
kelima adalah koefisien.
Contoh :
Pita ke-1 = Hijau, Pita ke-2 = Hitam, Pita ke-3 = Hitam, Pita ke-4 =
Perak. Pita ke-5 = Coklat.
Nilainya adalah 5 Ω, dengan Toleransi 1%

3. Sistem Kode Warna 6 Pita


Sistem kode warna satu ini terdapat
6 pita, dimana 3 pita pertama
menunjukan nilai tahanan, pita
keempat menunjukan perkalian
desimal, pita kelima menunjukan
nilai toleransi dan pita keenam
menunjukan koefisien suhu.

Contoh :
Pita ke-1 = Hijau, Pita ke-2 = Biru, Pita ke-3 = Hijau, Pita ke-4 = Emas.
Pita ke-5 = Coklat. Pita ke-6 = Coklat. Nilainya adalah 56,6 Ω, Toleransi
1%, Koefisien suhu 100 ppm / ºC

Tabel 1. Kode warna 4 Pita


. Tabel 2. Kode Warna 6 Pita

C. Prosedur Kerja

1. Indentikfikasikan warna resistor masing-masing gelang


2. Lengkapi tabel dibawah ini
3. Tentukan nilai R maks dan R min !

D. Tabel Percobaan
1. Hasil Percobaan menggunakan Kode Warna

Resistor Gelang Gelang Gelang Gelang Nilai yang


1 2 3 4 terbaca
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
2. Hasil Percobaan menggunakan Multimeter

Multimeter Analog
Resistor
Angka Jarum Range Scale Hasil
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

3. Hasil Percobaan menggunakan Multimeter Digital

Multimeter Digital
Resistor
Nilai Terbaca Range Scale Hasil
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

E. PERTANYAAN
Mana yang lebih akurat datanya?

F. KESIMPULAN
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
BAB IV
INSTALASI LISTRIK DASAR 1

A. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa dapat memahami fungsi komponen dalam instalasi
listrik
2. Mahasiswa dapat merakit lampu AC menggunakan komponen
listrik.

B. Landasan Teori

Agar tujuan dapat tercapat maka dalam melaksanakan


percobaan ini dibuatlah Deskripsi Materi untuk dipedomani dalam
mengefektifkan praktikum seperti pada tabel 1.
Tabel 1. Materi Pelatihan
No Materi Deskripsi
1 Pengenalan Mengenalkan komponen-komponen dasar
Komponen- kelistrikan seperti kabel, switch on/off,
Komponen Dasar stecker dan rumah stecker, bola lampu,
Kelistrikan soket lampu yang digunakan untuk
instalasi rangkaian listrik.
2 Instalasi Rangkaian Suatu konsep dasar kelistrikan yakni
Listrik Skala susunan rangkaian paralel yang berfungsi
Rumah Tangga dalam menginstalasi rangkaian lampu
skala rumah tangga.
3 Prosedur Instalasi Prosedur Instalasi Rangkaian Listrik Skala
Rangkaian Listrik Rumah Tangga Berpedoman Pada
Skala Rumah Keselamatan Kerja, pengetahuan tentang
Tangga faktor-faktor penyebab hubungan singkat
Berpedoman Pada sebagai penyebab kebakaran dan arus
Keselamatan Kerja. bocor yang menyebabkan kesentrum.
4 Tehnik Perawatan Pengetahuan tentang prosedur perawatan
Barang-Barang peralatan elektronik dalam skala rumah
Elektronik Dalam tangga.
Skala Rumah
Tangga
5 Tehnik Pengetahuan tentang prosedur
Penghematan penghematan pemakaian pulsa listrik
Pemakaian Pulsa dalam skala rumah tangga
Listrik Dalam Skala
Rumah Tangga

1. Pengenalan Komponen Dasar Instalasi Listrik


Kebanyakan kita belum mengetahui komponen pada jaringan
instalasi listrik yang terpasang di rumah kita apa saja dan fungsinya,
hanya sebagian saja kita mengetahuinya seperti kWhmeter, Stop
Kontak, colokan listrik, dll. Untuk itu mari kita berkenalan dengan
komponen/alat-alat itu.

Meter Listrik Skema Pemasangan 3 fasa

MCB Sakelar Tunggal dan Majemuk

Stop Kontak Steker

Gambar 1. Komponen Dasar Instalasi Listrik

a. BARGAINSER
Bargainser pada gambar 1 merupakan alat yang berfungsi
sebagai pembatas daya listrik yang masuk ke rumah tinggal,
sekaligus juga berfungsi sebagai pengukur jumlah daya listrik yang
digunakan rumah tinggal tersebut (dalam satuan kWh). Ada berbagai
batasan daya yang dikeluarkan oleh PLN untuk konsumsi rumah
tinggal, yaitu 220 VA, 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA.
Pada bargainser terdapat tiga bagian utama, yaitu: MCB atau
Miniature Circuit Breaker, berfungsi untuk memutuskan aliran daya
listrik secara otomatis jika daya yang dihantarkan melebihi nilai
batasannya. MCB ini bersifat on/off dan dapat juga berfungsi sebagai
sakelar utama dalam rumah. Jika MCB bargainser ini dalam kondisi
off, maka seluruh aliran listrik dalam rumah pun terhenti. Sakelar ini
biasanya dimatikan pada saat akan dilakukan perbaikan instalasi
listrik dirumah.
Meter listrik atau kWh meter, alat ini berfungsi untuk mengukur
besaran daya yang digunakan oleh rumah tinggal tersebut dalam
satuan kWh (kilowatt hour). Pada bargainser, meter listrik berwujud
deretan angka secara analog ataupun digital yang akan berubah
sesuai penggunaan daya listrik. Spin Control, merupakan alat kontrol
penggunaan daya dalam rumah tinggal dan akan selalu berputar
selama ada daya listrik yang digunakan. Perputaran spin control ini
akan semakain cepat jika daya listrik yang digunakan semakin besar,
dan akan melambat jika daya listrik yang digunakan
berkurang/sedikit. Pada gambar 2, pada kanal output Bargainser
biasanya terdapat 3 kabel, yaitu kabel fasa, kabel netral dan kabel
ground yang dihubungkan ketanah. Listrik dari PLN harus
dihubungkan dengan bargainser terlebih dahulu sebelum masuk ke
instalasi listrik rumah tinggal.
b. PENGAMAN LISTRIK
Instalasi listrik rumah tinggal pun membutuhkan pengaman
yang berfungsi untuk memutuskan rangkaian listrik apabila terjadi
gangguan pada instalasi listrik rumah tinggal tersebut, seperti
gangguan hubung singkat atau short circuit atau korsleting. Terdapat
dua jenis pengaman listrik pada instalasi listrik rumah tinggal, yaitu:
pengaman lebur biasa atau biasa disebut sekering, alat pengaman
ini bekerja memutuskan rangkaian listrik dengan cara meleburkan
kawat yang ditempatkan pada suatu tabung apabila kawat tersebut
dialairi arus listrik dengan ukuran tertentu. Dan pengaman listrik
thermis, biasa disebut MCB dan merupakan alat pengaman yang
akan memutuskan rangkaian listrik berdasarkan panas .
3) SAKELAR
Sakelar atau switch merupakan komponen instalasi listrik yang
berfungsi untuk menyambung atau memutus aliran listrik pada suatu
pemghantar. Berdasarkan besarnya tegangan, sakelar dapat
dibedakan menjadi: Sakelar bertegangan rendah, sakelar tegangan
menengah dan sakelar tegangan tinggi serta sangat tinggi.
Sedangkan berdasarkan tempat dan pemasangannya, sakelar dapat
dibedakan menjadi: Sakelar in-bow, sakelar yang ditanam didalam
tembok. Sakelar out-bow, sakelar yang dipasang pada permukaan
tembok.
Jenis sakelar berikutnya dapat dibedakan berdasarkan
fungsinya, yaitu: Sakelar on-off, merupakan sakelar yang bekerja
menghubungkan arus listrik jika tombolnya ditekan pada posisi on.
Untuk memutuskan hubungan arus listrik, tombol sakelar harus
ditekan pada posisi off. Sakelar jenis ini biasanya digunakan untuk
sakelar lampu. Dan Sakelar push-on, merupakan sakelar yang
menghubungkan arus listrik jika tombolnya ditekan pada posisi on
dan akan secara otomatis memutus arus listrik, ketika tombolnya
dilepas dan kembali ke posisi off dengan sendirinya. Biasanya
sakelar jenis ini digunakan untuk sakelar bel rumah.
Berdasarkan jenis per-unitnya, sakelar dapat dibedakan
menjadi dua jenis, yaitu: Sakelar tunggal, merupakan sakelar yang
hanya mempunyai satu buah kanal input yang terhubung dengan
sumber listrik, serta kanal output yang terhubung dengan beban
listrik/alat listrik yang digunakan. Dan Sakelar majemuk, merupakan
sakelar yang memiliki satu buah kanal input yang terhubung dengan
sumber listrik, namun memiliki banyak kanal output yang terhubung
dengan beberapa beban/alat listrik yang digunakan. Jumlah kanal
output tergantung dari jumlah tombol pada sakelar tersebut.
4) STOP KONTAK
Stop kontak, sebagian mengatakan outlet, merupakan
komponen listrik yang berfungsi sebagi muara hubungan antara alat
listrik dengan aliran listrik. Agar alat listrik terhubung dengan stop
kontak, maka diperlukan kabel dan steker atau colokan yang
nantinya akan ditancapkan pada stop kontak. Berdasarkan bentuk
serta fungsinya, stop kontak dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
Stop kontak kecil, merupakan stop kontak dengan dua lubang (kanal)
yang berfungsi untuk menyalurkan listrik pada daya rendah ke alat-
alat listrik melalui steker yang juga berjenis kecil. Dan Stop kontak
besar, juga nerupakan stop kontak dengan dua kanal AC yang
dilengkapi dengan lempeng logam pada sisi atas dan bawah kanal
AC yang berfungsi sebagai ground.sakelar jenis ini biasanya
digunakan untuk daya yang lebih besar.
Sedangkan berdasarkan tempat pemasangannya. Dikenal dua
jenis stop kontak, yaitu: Stop kontak in bow, merupakan stop kontak
yang dipasang didalam tembok. Dan Stop kontak out bow, yang
dipasang diluar tembok atau hanya diletakkan dipermukaan tembok
pada saat berfungsi sebagai stop kontak portable.
5) STEKER
Steker atau Staker atau yang kadang sering disebut colokan listrik,
karena memang berupa dua buah colokan berbahan logam dan
merupakan alat listrik yang yang berfungsi untuk menghubungkan
alat listrik dengan aliran listrik, ditancapkan pada kanal stop kontak
sehingga alat listrik tersebut dapat digunakan.
Berdasarkan fungsi dan bentuknya, steker juga memliki dua jenis,
yaitu:
Steker kecil, merupakan steker yang digunakan untuk menyambung
alat-alat listrik berdaya rendah, misalnya lampu atau radio kecil,
dengan sumber listrik atau stop kontak. Dan Steker besar,
merupakan steker yang digunakan untuk alat-alat listrik yang
berdaya besar, misalnya lemari es, microwave, mesin cuci dan
lainnya, dengan sumber listrik atau stop kontak. Steker jenis ini
dilengkapi dengan lempeng logam untuk kanal ground yang
berfungsi sebagai pengaman.

6) KABEL
Kabel listrik merupakan komponen listrik yang berfungsi untuk
menghantarkan energi listrik ke sumber-sumber beban listrik atau
alat-alat listrik. Untuk instalasi listrik rumah tinggal, kabel yang
digunakan biasanya berjenis sebagai berikut: NYA, kabel jenis ini
merupakan kabel listrik yang berisolasi PVC dan berintikan/berisi
satu kawat. Jenisnya adalah kabel udara atau tidak ditanam dalam
tanah. Kabel listrik ini biasanya berwarna merah, hitam, kuning atau
biru. Isolasi kawat penghantarnya hanya satu lapis, sehingga tidak
cukup kuat terhadap gesekan, gencetan/tekanan atau gigitan
binatang seperti tikus. Karena kelemahan pada isolasinya tersebut
maka dalam pemasangannya diperlukan pelapis luar dengan
menggunakan pipa conduit dari PVC atau besi.
NYM, merupakan kabel listrik yang berisolasi PVC dan
berintikan kawat lebih dari satu, ada yang 2, 3 atau 4. Jenis kabel
udara dengan warna isolasi luar biasanya putih dan warna isolasi
bagian dalam beragam, karena isolasi yang rangkap inilah maka
kabel listrik NYM ini relative lebih kuat terhadap gesekan atau
gencetan/tekanan. Dan NYY, kabel listrik jenis ini merupakan kabel
berisolasi PVC, berintikan 2, 3 atau 4 dengan warna isolasi luarnya
hitam. Jenis kabel tanah, sehingga tahan terhadap air dan gencetan
atau tekanan. Selanjutnya NYMHYO, kabel jenis ini merupakan
kabel serabut dengan dua buah inti yang terdiri dari dua warna.
Kabel jenis ini biasa digunakan pada loudspeaker, sound sistem,
lampu-lampu berdaya kecil sampai sedang.

2. Instalasi Rangkaian Listrik Skala Rumah Tangga Berpedoman


Pada Keselamatan Kerja

Kadang kala setelah membangun rumah kita bingung bagaimana


cara memasang instalasi listrik sendiri, apakah kita akan minta
bantuan ke petugas instalasi atau kita mau kerjakan sendiri. Bagi
yang memiliki banyak budget untuk mempekerjakan petugas, hal ini
tentu bukanlah hal yang sulit, karena tinggal panggil, dikerjakan lalu
dibayar. Apalagi yang memiliki uang uang pas-pasan, sementara
meteran listrik yang dipesan sudah mau dipasang. Perlu kita ketahui
bahwa instalasi listrik rumahan yang biasa dipasang adalah jenis AC
(Alternating Current) 1 fasa (phasa) 220 Volt, artinya kita cukup
menggunakan 2 kabel kawat sebagai jalur induknya. 1 untuk fasa
dan 1 lagi untuk netral atau ground dan memasangnya tidaklah
sesulit yang dibayangkan, hanya saja kita butuh kerja keras untuk
memanjat dan naik ke atap sambil membuatkan lubang pipa dan box
saklar. Pada gambar 1 dapat kita lihat skema jalur pemasangan
instalasi pipa pada rumah sederhana. Yang terdiri dari Ruang tamu,
2 kamar dan 1 ruang tengah.
Gambar 2. Skema Instalasi Listrik

3. Praktek Instalasi Rangkaian Listrik Skala Rumah Tangga


Berpedoman Pada Keselamatan Kerja
Praktek instalasi rangkaian listrik skala rumah tangga berpedoman
pada keselamatan kerja, Adapun prosedur pengerjaannya sebagai
berikut:
1) Selanjutnya adalah menentukan jumlah Titik, Saklar, Fitting
lampu, Stop Kontak, dan T dos (kotak sambungan kabel). Untuk
kabel induk kita gunakan kabel kawat tembaga minimal 2,5mm.
2) Selanjutnya tanda biru adalah kotak penyambungan kabel (T dos).
ada 4 buah. Selanjutnya Box saklar (warna ungu) ada 4 buah.
3) Pada meteran termasuk MCB biar diurus sama pak PLN saja. Kita
urus bagian dalamnya.
4) Kita buat lubang pada tiap box saklar menuju T dos. Selanjutnya
adalah memasukkan kabel ke dalam pipa instalasi sesuai dengan
rancangan sebelumnya.
5) Pada gambar diatas dapat kita lihat skema jalur pemasangan
instalasi pipa pada rumah sederhana. Yang terdiri dari Ruang
tamu, 2 kamar dan 1 ruang tengah, dan 1 dapur.
6) Selanjutnya adalah menentukan jumlah Titik, Saklar, Fitting
lampu, Stop Kontak, dan T dos (kotak sambungan kabel).
Kemudian kita bubuhi semen agar rapi.
7) Saatnya menghubungkan ke saklar, jika hanya untuk saklar satu
lampu kita cukup memberikan dua buah kabel ke dalamnya satu
kabel fasa dan satu kabel ke lamp. Berarti tidak ada kabel netral
atau ground disini.
8) Selanjutnya kabel ke lampu kita hubungkan ke fitting. dan kaki
lainnya dihubungkan ke ground dari kabel Induk atau netral.
Sehingga saat saklar dalam posisi ON maka tegangan Fasa akan
mengaliri lampu.
4. Teknik Perawatan Barang-Barang Elektronik Dalam Skala
Rumah Tangga
Kehidupan sehari-hari yang modern tidak bisa luput dari
penggunaan alat-alat elektronik, misalnya Televisi, DVD player,
ponsel, dan lain-lain. Ada beberapa pengetahuan tentang
bagaimana cara perawatannya agar barang-barang anda tetap awet.
a) Televisi
Barang elektronik pertama untuk tips elektronik yaitu Televisi.
Televisi sudah tidak bisa dipungkiri lagi kegunaannya dalam
kehidupan sehari-hari. Televisi juga merupakan sumber informasi
yang sangat diperlukan bagi kehidupan, dan merupakan sarana
hiburan anda di rumah. agar televisi tetap awet dan tidak cepat
rusak, anda harus merawatnya dengan cara yang benar. Khususnya
pada Televisi layar datar atau biasa disebut dengan LCD, jangan
menyentuh layar dari Televisi tersebut karena tekanan pada layar
akan menyebabkan kerusakan pada pixel layar. Komponen
elektronik pada Televisi juga dapat rusak atau terbakar jika keadaan
Televisi terlalu panas, jadi usahakan ventilasi pada Televisi berfungsi
dengan baik sehingga dapat mendinginkan Televisi yang dipakai
dengan jangka waktu yang cukup lama. Bersihkan debu dengan kain
kering dan halus, jangan gunakan semprotan cairan pembersih
karena dapat menyebabkan bercak pada layar Televisi.
b) Handphone
Handphone telah menjadi kebutuhan primer pada era yang
modern ini. Dari usia muda sampai usia tua tetap membutuhkan
barang elektronik yang satu ini. Bagaimana tidak, handphone
digunakan untuk berinteraksi kepada pengguna handphone lain,
merupakan sumber informasi, sarana hiburan yang dapat dibawa
kemanapun Anda pergi, multi fungsi, sampai dibutuhkan dalam
keadaan darurat sekalipun.
Berikut tips merawat barang elektronik yang benar untuk
handphone ini adalah jangan mengisi baterai anda terlalu sering,
misalnya, ketika anda sedang mengisi baterai pada handphone
anda, anda sudah mencabut kabel pengisian sebelum baterai benar-
benar terisi penuh dan kembali mengisi baterai anda beberapa saat
kemudian. Hal ini dapat menyebabkan bocor pada baterai. isilah
baterai anda hingga penuh, baru anda dapat mencabut kabel
pengisian sehingga tidak terjadi kebocoran dengan gejala baterai
yang habis dengan cepat. Jangan menaruh handphone anda di
tempat yang terlalu dingin atau langsung terkena sinar matahari,
keadaan seperti itu akan merusak baterai handphone anda.
c) DVD Player
Barang elektronik selanjutnya yaitu DVD Player. Perangkat
elektronik yang satu ini merupakan perangkat yang tidak bisa
ditinggalkan oleh pencinta film. DVD Player sangat berguna bagi
Anda yang sibuk pada siang hari dan membutuhkan hiburan sejenak
pada waktu istirahat Anda setelah pulang ke rumah. Cara perawatan
yang benar untuk perangkat elektronik satu ini yaitu Anda disarankan
untuk meletakkan DVD Player di dalam ruangan yang mempunyai
temperatur normal. Jangan menumpuk barang yang berat maupun
barang elektronik lainnya di atas maupun di bawah DVD Player.
Ketika Anda hendak memindahkan DVD Player, selalu matikan
terlebih dahulu sebelum Anda mencabut kabel listrik nya. Bagian
dalam DVD Player ini juga rentan rusak jika terbentur atau jatuh
sangat keras.
Kerusakan yang terjadi pada DVD Player biasanya adalah tidak
berfungsinya DVD Player tersebut atau DVD Player tidak mau
memutar CD yang Anda masukkan. Hal ini kemungkinan besar
terjadi karena lensa DVD berdebu. Cara membersihkannya adalah
gunakan alat pembersih DVD Player pada lensa, gunakan alat
pembersih yang dibuat khusus untuk DVD Player atau alat yang
sangat lembut, karena lensa DVD Player sangat sensitif dan mudah
tergores.

d) Kulkas
Barang barang elektronik di jaman modern saat ini sudah
banyak komponennya. Seperti halnya Kulkas atau lemari Es.
Harganya pun lumayan mahal. Sayang kalau sudah beli baru tapi
perawatannya tidak terjaga maka kulkas akan cepat rusak. Cara
merawat kulkas, sebetulnya sederhana dan bisa dilakukan sendiri
dengan mudah bahkan dengan perawatan yang baik bisa
menghemat listrik. Berikut ini tips merawat kulkas yakni Pertama.
Isilah kulkas dengan secukupnya. Jangan terlalu banyak barang
yang dimasukan, apalagi barang yang memiliki bobot berat seperti
botol-botol. Kedua. Hindari menyimpan air minum yang masih panas
di dalam kulas. Tunggulah sampai agak dingin. Ketiga. Bersihkan
kulkas menggunakan air yang hangat dengan dicampur sabun cuci
piring. Gunakan bahan yang lembut seperti spons untuk melapnya.
Keempat. Biasakan pintu kulkas dalam keadaan tertutup rapat
supaya hemat listrik. Kelima. Jauhkan kulkas dari sumber panas
seperti kompor. Keenam. Gunakan jarak atau ruang antara kulkas
dengan dinding atau tembok. Jaraknya minimal 15-20 cm. Ketujuh.
Bersihkan kondensor yang posisinya ada di belakang kulkas dengan
teratur dari debu dan kotoran, supaya proses pelepasan panasnya
bagus. Kedelapan. Biasakan sesekali membersihkan bagian freezer,
dengan melelehkan bunga es. Hal ini dilakukan supaya suhu kulkas
terjaga. Jangan mengikis es di freezer dengan pisau karena dapat
merusak bagian pelapisnya. Sembilan. Aturlah suhu kulkas menurut
kebutuhan. Hindari pengaturan suhu terlalu rendah, karena semakin
rendah suhu, listrik semakin boros. Sepuluh. Jika terjadi
pemadaman listrik. Jangan terlalu sering membuka kulkas. Bila aliran
listrik meyala kembali, biarkan dahulu 5 menit, baru dinyalakan. Hal
ini untuk membiarkan kompresor benar-benar di-reset ke posisi awal,
sebelum berjalan normal lagi. Dan sebelas. Hal penting dari kulkas
yaitu kompresor yang digerakkan oleh energi listrik. Kalau tidak
digunakan atau diisi dengan bahan-bahan makanan, lebih baik
dimatikan. Jika tidak digunakan dalam waktu lama, bisa merusak
kompresor.

5. Teknik Penghematan Pemakaian Pulsa Listrik Dalam Skala


Rumah Tangga
Terkadang kita dibikin pusing juga oleh PLN yang hampir setiap
kali PLN menaikan Tarif listrik. Terkadang saya pun kesal dengan
kelakuan PLN ini, Buat orang yang hidupnya mapan sih masih
mending, tapi buat orang seperti kita khususnya masyarakat
pedesaan terasa sangat berat sekali dengan listrik yang selalu saja
naik. Sangat beruntung bila anda masih menggunakan meteran yang
lama,karena untuk jenis meteran lama kita masih mendapatkan
subsidi dari pemerintah, sedangkan untuk meteran yang baru seperti
yang sekarang saya pakai itu tidak mendapat subsidi dari
pemerintah. Perbandingan nya cukup lumayan loh,untuk pemakaian
daya listrik yang sama antara meteran lama dan meteran baru bisa
sampai 50% lebih biaya stroom listriknya.jika meteran lama hanya
akan menghabiskan sebulan 80 ribu sedang untuk penggunaan
listrik meteran token bisa sampai 150 ribu untuk jenis penggunaan
daya listrik yang sama.
Berikut tips cara menghemat listrik Prabayar Alat elektronik,
Pertama Jangan Memakai Alat Elektronik yang membutuhkan watt
besar secara bersamaan, jika anda sedang menggunakan setrika
listrik jangan di barengi dengan majic jar, pemanas air atau apapun
alat rumah tangga yang membutuhkan daya watt yang besar. Kedua
pompa air, Jika anda menggunakan pompa air tentu memerlukan
listrik,nah,jika setiap hari kita menghidupkan pompa air untuk
mengisi bak mandi atau untuk mencuci akan sangat lebih boros
karena tarikan awal sangat besar saat kita menghidupkan pompa air.
Jadi lebih sangat berhemat juka kita membuat penampungan
air/water toren /reservoir yang dapat diisi hanya sekali dan bisa
dipakai 3-4 hari. Ketiga pemakaian lampu penerangan, Untuk
ruangan yang tidak terlelu memerlukan cukup penerangan atau
ruangan yang kecil sebaiknya gunakan lampu dengan watt yang
kecil saja. Dalam mengatur penerangan rumah anda sebaiknya anda
atur dengan bijak dan hemat.

6. Pembuatan Lampu Hias Dari Limbah Batok Kelapa Dan Bambu


Kerajinan dari batok kelapa memang agag sulit untuk dibuat. Tapi
bila kamu tahu cara serta tips membuat kerajinan tangan dari batok
kelapa, kesulitan itu lama-lama akan menjadi kemudahan. Biasanya
batok kelapa dianggap sebagai limbah karena tidak memiliki manfaat
bagi kebutuhan hidup sehari-hari. Mungkin dari semua bagian pohon
kelapa hanya batok yang kurang dimanfaatkan. Batang pohon
kelapa bisa digunakan sebagai bahan bangunan, daun biasanya
dimanfaatkan untuk membuat kerajinan atau bisa juga dibuat
ketupat. Buah kelapa sendiri memiliki banyak sekali kegunaan.
C. ALAT DAN BAHAN
1. Kabel NYA 10 meter
2. Stecker 2 buah
3. Switch on off 2 buah
4. Obeng
5. Isolatif
6. Cutter
7. Stop Kontak 3 pasang 1 buah
8. Lampu AC 5 watt 3 Buah
9. Rumah lampu 3 buah

D. PROSEDUR KERJA
1. Rangkailah kabel Roll dengan rapi
2. Rangkailah lampu AC menggunakan switch on off
3. Jangan melakukan pengujian rangkaian percobaan saudara tanpa
seizin dosen pembimbing
E. PERTANYAAN
1. Instalasi Rangkaian Lampu AC di rumah saudara, switch on off
menggunakan konsep rangkaian seri atau rangkaian paralel?
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________

2. Mengapa dalam merangkai rangkaian listrik, serabut tembaga


harus dililit secara rapi dan tidak boleh disatukan dengan serabut
tembaga yang lain?
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________

3. Apa yang harus dlakukan saudara untuk menurunkan biaya beban


pemakaian listrik?
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________

F. KESIMPULAN
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
BAB V
INSTALASI LISTRIK DASAR 2
A. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa dapat merangkai lampu hias dari limbah batok kelapa
2. Mahasiswa dapat merangkai lampu hias dari limbah matras.

B. Landasan Teori

Proses Pembuatan Kerajinan dari Batok Kelapa

Setelah tahu bahwa batok kelapa bisa kita


manfaatkan menjadi sebuah kerajinan
tangan yang memiliki nilai jual tinggi maka
langkah selanjutnya adalah dengan belajar
membuat kerajinan dari batok kelapa
menjadi berbagai produk yang diminati
masyarakat. Benda-benda kerajinan yang
biasa dibuat dari batok kelapa antara lain
sebagai berikut: Perabotan rumah tangga,
seperti sendok, sayur, tempat minum,
gayung air, asbak rokok, piring dan lain-lain.
Selain itu batok kelapa juga bisa dibuat
berbagai aksesoris seperti kalung, figura,
miniatur kendaraan, ukiran dan lain-lain.

C. ALAT DAN BAHAN

Kabel NYA 1,5 meter


Stecker 1 buah
Switch on off 1 buah
Obeng
Isolatif
Cutter
Stop Kontak 3 pasang 1 buah
Lampu AC 5 watt 3 Buah
Rumah lampu 3 buah
Batok Kelapa yang sudah menjadi hiasan menarik

D. Prosedur Percobaan

Untuk membuat lampu hias dari batok kelapa kita memerlukan alat
dan bahan berikut:
1. Pilihlah batok kelapa yang sudah benar-benar tua dan kering, yang
mempunyai ciri-ciri bagian potongannya mempunyai warna agag
kehitaman.
2. Siapkanlah alat-alat yang dibutuhkan untuk mengolah batok kelapa
seperti gergaji, pisau, pecahan kaca, lem kayu, amplas, daun
pisang kering, cat pernis dan lainnya.
3. Persiapan batok kelapa agar bisa diolah menjadi kerajinan tangan.
Lakukan langkah-langkah sebagai berikut: bersihkan serabut kasar
yang ada di permukaan batok kelapa menggunakan pecahan kaca
atau pisau. Lakukan langkah ini dengan hati-hati.
4. Langkah selanjutnya adalah membersihkan sisa serabut halus
pada permukaan batok menggunakan amplas kasar,
5. lalu gunakan amplas halus untuk menghaluskan permukaan batok
secara merata.
6. Agar permukaan batok bisa mengkilat kamu bisa menggosok
permukaan batok menggunakan daun kering secara berulang
sampai terlihat mengkilat. Cara lain yang bisa digunakan agar
batok terlihat mengkilat adalah dengan mengecatnya
menggunakan cat pernis.
7. Langkah terakhir adalah memotong batok sesuai dengan pola
kerajinan yang akan dibuat, untuk memotongnya gunakan gergaji
besi.
8. Rangkailah lampu ac aneka warna 5 watt kedalam batok kelapa
secara paralel pada lampu. Dan secara seri pada switch on off.
Selanjutnya lakukan pengujian.

E. PERTANYAAN
Apakah produk yang saudara buat memiliki nilai jual, menarik dan
bermanfaat? Jelaskan!
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________

F. KESIMPULAN
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
BAB VI
GERBANG-GERBANG LOGIKA
A. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa dapat memahami karakteristik gerbang Logika AND
2. Mahasiswa dapat memahami karakteristik gerbang Logika OR
3. Mahasiswa dapat memahami karakteristik gerbang Logika NOT
4. Mahasiswa dapat memahami karakteristik gerbang Logika NAND
5. Mahasiswa dapat memahami karakteristik gerbang Logika NOR
6. Mahasiswa dapat memahami karakteristik gerbang Logika X-OR
7. Mahasiswa dapat memahami karakteristik gerbang Logika X-NOR

B. Landasan Teori
Gerbang Logika atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Logic Gate adalah
dasar pembentuk Sistem Elektronika Digital yang berfungsi untuk mengubah satu
atau beberapa Input (masukan) menjadi sebuah sinyal Output (Keluaran) Logis.
Gerbang Logika beroperasi berdasarkan sistem bilangan biner yaitu bilangan yang
hanya memiliki 2 kode simbol yakni 0 dan 1 dengan menggunakan Teori Aljabar
Boolean. Gerbang Logika yang diterapkan dalam Sistem Elektronika Digital pada
dasarnya menggunakan Komponen-komponen Elektronika seperti Integrated
Circuit (IC), Dioda, Transistor, Relay, Optik maupun Elemen Mekanikal.
1. Gerbang AND (AND Gate)
Gerbang AND memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk
menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang AND akan
menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua masukan (Input)
bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika
salah satu dari masukan (Input) bernilai Logika 0. Simbol yang menandakan
Operasi Gerbang Logika AND adalah tanda titik (“.”) atau tidak memakai
tanda sama sekali.
Contohnya : Z = X.Y atau Z = XY.

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang AND (AND Gate)


2. Gerbang OR (OR Gate)

Gerbang OR memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan


hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang OR akan menghasilkan Keluaran
(Output) 1 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika
ingin menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0, maka semua Masukan
(Input) harus bernilai Logika 0.

Simbol yang menandakan Operasi Logika OR adalah tanda Plus (“+”).


Contohnya : Z = X + Y.

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang OR (OR Gate)

3. Gerbang NOT (NOT Gate)

Gerbang NOT hanya memerlukan sebuah Masukan (Input) untuk


menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang NOT disebut juga
dengan Inverter (Pembalik) karena menghasilkan Keluaran (Output) yang
berlawanan (kebalikan) dengan Masukan atau Inputnya. Berarti jika kita
ingin mendapatkan Keluaran (Output) dengan nilai Logika 0 maka Input
atau Masukannya harus bernilai Logika 1. Gerbang NOT biasanya
dilambangkan dengan simbol minus (“-“) di atas Variabel Inputnya.

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NOT (NOT Gate)


4. Gerbang NAND (NAND Gate)

Arti NAND adalah NOT AND atau BUKAN AND, Gerbang NAND
merupakan kombinasi dari Gerbang AND dan Gerbang NOT yang
menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang AND. Gerbang
NAND akan menghasilkan Keluaran Logika 0 apabila semua Masukan
(Input) pada Logika 1 dan jika terdapat sebuah Input yang bernilai Logika 0
maka akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1.

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NAND (NAND Gate)

5. Gerbang NOR (NOR Gate)

Arti NOR adalah NOT OR atau BUKAN OR, Gerbang NOR merupakan
kombinasi dari Gerbang OR dan Gerbang NOT yang menghasilkan
kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang OR. Gerbang NOR akan
menghasilkan Keluaran Logika 0 jika salah satu dari Masukan (Input)
bernilai Logika 1 dan jika ingin mendapatkan Keluaran Logika 1, maka
semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NOR (NOR Gate)


6. Gerbang X-OR (X-OR Gate)

X-OR adalah singkatan dari Exclusive OR yang terdiri dari 2 Masukan


(Input) dan 1 Keluaran (Output) Logika. Gerbang X-OR akan menghasilkan
Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan-masukannya (Input)
mempunyai nilai Logika yang berbeda. Jika nilai Logika Inputnya sama,
maka akan memberikan hasil Keluaran Logika 0.

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang X-OR (X-OR Gate)

7. Gerbang X-NOR (X-NOR Gate)

Seperti Gerbang X-OR, Gerban X-NOR juga terdiri dari 2 Masukan (Input)
dan 1 Keluaran (Output). X-NOR adalah singkatan dari Exclusive NOR dan
merupakan kombinasi dari Gerbang X-OR dan Gerbang NOT. Gerbang X-
NOR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan
atau Inputnya bernilai Logika yang sama dan akan menghasilkan Keluaran
(Output) Logika 0 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang
berbeda. Hal ini merupakan kebalikan dari Gerbang X-OR (Exclusive OR).

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang X-NOR (X-NOR Gate)


9. ALAT DAN BAHAN

Kabel NYA 1,5 meter


Stecker 1 buah
Switch on off 1 buah
Obeng
Isolatif
Cutter
Stop Kontak 3 pasang 1 buah
Lampu AC 5 watt 3 Buah
Rumah lampu 3 buah
Batok Kelapa yang sudah menjadi hiasan menarik

10. Prosedur Percobaan

11. PERTANYAAN
Apakah produk yang saudara buat memiliki nilai jual, menarik dan
bermanfaat? Jelaskan!
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________

12. KESIMPULAN
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________