Anda di halaman 1dari 3

Aqidah sebagai pokok agama..

1.
2. Seperti hati
3. Seperti akal
4. Seperti akar pohon yang kuat

Amal dan ibadah dibangun diatas aqidah, semakin baik aqidah semakin baik amal dan ibadah.
Kebutuhan terhadap aqidah lebih penting daripada kebutuhan makan, dan kehidupan sehari-hari..
Mengapa harus luruskan aqidah? Karena hakekat kehidupan hati bergantung kepada aqidah kita.
hati agar hidup bersama aqidah yang benar, tegah akhlak, lurus manhaj akan sejalan.
Aqidah, manhaj yang benar sebagaimana yang dipegang oleh Rasul dan sahabat, maka peganglah
sunnah tersebut di zaman perpecahan ini.

Sucinya aqidah ahlussunnah waljama'ah, dipenuhi dengan ilmu dan hikmah.

Sebab-sebab seorang muslim dapat kokoh diatas aqidah salaf..


1. Atas taufiq dari Allah, "dan tidak ada yang bisa memberikan taufiq kecuali hanya Allah ta'ala"
maka hendaknya memohon kepada Allah ta'ala

1. Berpegang teguh pada kitabullah dan sunnah rasulullah, keimanan mereka terhadap keduanya
sempurna dan tidak boleh ada yang ditinggalkan sedikitpun atas apa yang ada di dalamnya.
Kewajiban kita untuk beriman dan membenarkan segala yang ada dalam keduanya. Didalamnya
tercakup kabar berita ttg Allah, kitab, sunnah, hari akhir dsb. Baik iman secara umum ataupun
secara terperinci.
"sesungguhnya orang-orang yg beriman adalah org yang beriman kepada Allah dan Rasulnya dan
tidak ada keraguan padanya"
Risalah datang dari Allah ta'ala, dan kewajiban Rasul adalah menyampaikannya kemudian
kewajiban umatnya adalah menerima dan pasrah sepenuhnya.
Ibnu Taimiyah berkata : Pembeda antara kebenaran dan kebathilan, petunjuk dan kesesatan yaitu
seorang menjadikan apa yg Allah turunkan dan Rasul sampaikan adalah kebenaran yang wajib
diikuti. Yang dimaksudkan dengan ilmu adalah segala sesuatu yang dibangun diatas dalil,
sedangkan sesuatu yg bermanfaat adalah segala sesuatu yang dibawa oleh Rasulullah.
"barangsiapa yang meninggalkan dalil maka dia akan tersesat". Bagaimana seseorang bisa
memahami agama ini dengan benar kecuali apa yg dibawa oleh Rasulullah.
Sebab banyaknya ketergelinciran, penyimpangan dan kesesatan adalah tidak tunduk dan patuhnya
terhadap Al-Qur'an dan as-sunnah, tetapi lebih mendahulukan akal dan perasaan. Sebabnya karena
bersifat manusiawi, dimana satu dan lainnya tidak sama, dan hal itu tidak bisa menjadi acuan.
Ibnu taimiyah : Aqidah bukanlah diambil dariku, bukan juga dari orang besar sebelumku, tetapi
diambil dari Al-Qur'an dan As-Sunnah dan ijma para salafushshaleh..
Kulli bani adam khoththo " setiap bani adam memiliki kesalahan"
Maka sepantasnya untuk tidak mengambil aqidah dari perkara yang sembarang.
Aqidah imam syafi'i, imam malik, al-auzai, imam ahmad bin hambal, sufyan ats-tsauri, fudhail bin
iyadh, tidak ada pada aqidah mereka pertentangan dalam perkara-perkara aqidah. Dalam fiqih,
seluruh imam 4 madzhab berbeda. Tetapi dalam aqidah, mereka 1 sama persis. Seandainya sebuah
hadits itu shahih maka itu madzhabku (imam 4 madzhab)
2. Keyakinan mereka terhadap Al-Qur'an dan As-sunnah bahwa yang tercakup didalamnya
seluruhnya adalah kebenaran, dan tidak ada kekurangan didalamnya sedikitpun. Keduanya akan
terus dijaga oleh Allah ta'ala. Para Nabi dan Rasul membangun sebuah bangunan kecuali 1 sisi,
dan sisi tersebut Rasul sempurnakan.
"al-maidah ayat 3 buka"
Ibnu taimiyah: sesungguhnya rasul telah menjelaskan seluruh agama ini.
Barangsiapa yang semakin kuat berpegang teguh pada Al-Qur'an dan as-sunnah, maka semakin
teguh dia diatas kebenaran.

Imam malik bin ash: mustahil jika Nabi menjelaskan kepada umatnya segala sesuatu sampai
perkara di kamar mandi kemudian nabi tidak menjelaskan perkara tauhid kepada Allah ta'ala.

Ahabbul bilad illallah masajiduha : yang paling dicintai Allah yaitu masjid-masjidnya..

Kunci keselamatan agama yang paling pertama kali adalah aqidah. Orang yang tidak menjaga
aqidah sama dengan tidak menjaga modal pokoknya.
Afiyatan jasad : sehat dalam taat
Tambahkan ilmu : tiap hari ditambahkan ilmu.
Barokah rizqi : rizqi tidak barokah hanya akan mengantarkan kepada jahannam
Taubatan qablal maut : Kullu bani adam khoththo. Sering berbuat salah..

Ada seorang salaf yg bermuhasabah, yg setiap harinya mengevaluasi dirinya..


Orang yang sempurna mentahqiq tauhid secara sempurna, maka dia masuk surga tanpa hisab.
Yang paling bisa mendongkrak dia untuk bertaubat adalah sempurnanya tauhid..

3. Karena dalam setiap perbedaan yang terjadi diantara mereka, mereka hanya mengembalikan
kepada kitabullah dan sunnah rasulullah. Tidak lari kemana-mana, pada akal, perasaan, tokoh dst.
Apabila kalian berselisih dalam suatu perkara, kembalikan perselisihan kalian kepada Allah dan
Rasulnya jika kalian beriman kepada Allah dan Hari Akhir.
Islam adalah celupan Allah, jika celupannya hitam maka yg keluar hitam, yg keluar putih maka yg
keluar putih. Dan Allah mau agar org yg beriman masuk kedalam islam secara keseluruhan. Orang
yang hanya mengimani sebagian adalah model yahudi, yg mengimani suatu kitab tetapi tidak pada
kitab lainnya.
Jika ada seseorang yg tidak mau mengembalikan kepada Qur'an dan Sunnah, maka jiwanya itu
mati atau sakit. Karena kalau mati gak bisa makan apa-apa, kalau sakit mau makan pun pahit.
4. Setiap manusia diatas fitrah. Fitrah yang selamat adalah berkaitan dengan selamatnya sumber
rujukan.
5. Sehatnya akal mereka. Akal adalah bagian dari makhluk, sifatnya terbatas.
Sifatnya sering tunduk terhadap nafsu: contoh dokter yang merokok.
Islam sangat menghargai akal, contohnya kamu kalau gak mau terbebani agama, tinggal miring
saja..
Islam menghargai akal, mengharamkan segala hal yg merusak akal.
6. Jiwa mereka merasa tenang dan tentrem hingga gak mau pindah-pindahan.
7. Mengikuti dan terikat dengan pemahaman para salafushshaleh
8. Bersikap tengah, tidak berlebih lebihan, juga tidak meremehkan.
Saat ini beda makna..
9. Tidak mendahulukan akal dan perasaan melebihi Kitabullah dan sunnah
10. Bagusnya hubungan dengan Allah karena do'a do'a yg mereka sandarkan kepada Allah
11. Kuatnya keyakinan dan keterikatan mereka terhadap aqidah yang lurus
12. Benarnya keyakinan mereka terhadap asma washshifat Allah ta'ala dan rukun iman yg lainnya
13. Terang gamblangnya aqidah mereka.
14. Menjauhi dari berbagai macam perdebatan-perdebatan.
15. Kokoh bersatu dan tidak berpecah belah, karena dari awal sumbernya benar.