Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

TEORI PERKEMBANGAN BAHASA AUD

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


“Perkembangan Kognitif dan Bahasa AUD”

Dosen Pengampu :
Roni Harioyo, M.Pd

Disusun oleh :
SITI KHOTIMAH

PROGRAM STUDI PIAUD


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM “MIFTAHUL ULA”
NGLAWAK KERTOSONO NGANJUK
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan yang maka kuasa karena atas segala
kemudahan yang ia berikan sehingga makalah ini selesai disusun tepat waktu.
Dalam proses penyusunan makalah ini penulis menemui berbagai
hambatan dan tantangan namun karena semangat pantang menyerah serta
motivasi untuk terus belajar akhirnya makalah ini selesai tepat waktu.
Penyusunan makalah ini tidak akan bisa terealisasi tanpa bantuan
pihak yang terlibat dan memberi support dan bantuan dalam penyusunan
makalah ini, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang tak
terhingga kepada pihak yang telah menemani baik dalam keadaan suka maupun
duka.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna
dan masih banyak hal yang mesti diperbaiki oleh karena itu kritik dan saran
yang membangun sangat penulis butuhkan untuk menjadi bahan instrosfeksi
serta masukan agar tulisan-tulisan selanjutnya bisa lebih baik lagi.

Nganjuk, 25 Maret 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL.......................................................................................i
KATA PENGANTAR........................................................................................ii
DAFTAR ISI.....................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................1
A. Latar Belakang.........................................................................................1
B. Rumusan Masalah....................................................................................2
C. Tujuan.......................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN...................................................................................3
A. Pengertian Perkembangan Bahasa...........................................................3
B. Perkembangan Bahasa pada Anak............................................................4
C. Teori-teori perkembangan bahasa pada anak...........................................5
BAB III PENUTUP........................................................................................13
A. Kesimpulan.............................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................14

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap insan memiliki potensi yang sama untuk menguasai bahasa.
Proses dan sifat penguasaan bahasa setiap orang berlangsung dinamis dan
melalui tahapan berjenjang. Manusia mengawali komunikasinya dengan dunia
sekitarnya melalui bahasa tangis. Seorang bayi melatih bahasa tersebut dengan
mengkomunikasikan segala kebutuhan dan keinginannya. Sejalan dengan
perkembangan kemampuan serta kematangan jasmani terutama yang berkaitan
dengan proses bicara, komunikasi tersebut makin meningkat dan meluas,
Misalnya, dengan orang di sekitarnya, lingkungan dan berkembang dengan
orang lain yang baru dikenal dan bersahabat dengannya.
Perkembangan bahasa tersebut selalu meningkat sesuai dengan
meningkatnya usia anak. Pada masa anak-anak perkembangan bahasa
sangatlah penting. Perkembangan bahasa pada anak-anak sangat penting
karena anak dapat mengembangkan kemampuan sosialnya (social skill) melalui
berbahasa. Keterampilan bergaul dalam lingkungan sosial dimulai dengan
penguasaan kemampuan berbahasa. Melalui bahasa, anak dapat
mengekspresikan pikirannya menggunakan bahasa sehingga orang lain dapat
menangkap apa yang dipikirkan oleh anak dan menciptakan suatu hubungan
sosial. Pada saatnya anak akan dapat berkembang dan tumbuh menjadi pribadi
yang bahagia karena dengan mulai berkomunikasi dengan lingkungan, bersedia
mcmberi dan menerima segala sesuatu yang terjadi di lingkungannya. Proses
perkembangan tersebut melalui berbagai tahapan-tahapan perkembangan
bahasa anak, mulai kanak-kanak sampai dengan penguasaan usia sekolah.
Dalam tahapan penguasaan bahasa inilah peran orang tua sebagai orang
terdekat sangat dibutuhkan. Orang tua sebaiknya selalu memperhatikan
perkernbangan tersebut, sebab pada masa ini sangat menentukan prosesseorang
anak dalam bersosialisasi maupun belajar. Hal ini dapat. dilakukan dengan

1
memberi contoh yang baik, memberikan motivasi pada anak untuk belajar dan
scbagainya.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut, penulis dapat merumuskannya menjadi beberapa
rumusan masalah, yaitu Teori apa saja yang mendukung perkembangan bahasa
pada anak ?

C. Tujuan
Dari rumusan masalah tersebut, penulis dapat menentukan tujuan masalah,
yaitu untuk mengetahui Teori apa saja yang mendukung perkembangan bahasa
pada anak.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Perkembangan Bahasa


Bahasa dalam bahasa inggris berarti language, Dalam bukunya,
Berko Gleason mengungkapkan Language has been hailed as the hallmark of
humanity, the ability that separates humans from animals (Berko-Gleason,
1997). As humans in society, we use our language ability continuously to
embrace ideas, share our feelings, comment on the world, and understand each
other’s minds. Language can be defined as an organized system of arbitrary
signals and rule-governed structures that are used as a means for
communication. Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan
orang lain. Bahasa merupakan faktor hakiki yang membedakan manusia
dengan hewan. Bahasa erat kaitannya dengan perekembangan berfikir individu.
Perkembangan berfikir individu tampak dalam perkembangan bahasanya yaitu
kemampuan membentuk pengertian, menyusun pendapat dan menarik
kesimpulan.
Banyak orang yang mempertukarkan penggunaan istilah “bicara”
(speech) dengan bahasa (language), meskipun kedua istilah tersebut
sebenarnya tidak sama. Bahasa mencakup setiap sarana komunikasi dengan
menyimbolkan pikiran dan perasaan untuk menyampaikan makna kepada
orang lain.1 Termasuk didalamnya perbedaan bentuk komunikasi yang luas
seperti: tulisan, bicara, bahasa symbol, ekspresi muka, isyarat, dan seni. Bicara
adalah bentuk bahasa yang menggunakan artikulasi atau kata-kata yang
digunakan untuk menyampaikan maksud. Karena bicara merupakan bentuk
komunikasi yang paling efektif, penggunaannya paling luas dan paling penting.
Berbicara merupakan alat komunikasi terpenting dalam berkelompok. Anak
belajar bagaimana berbicara dengan baik dalam berkomunikasi dengan orang
lain. Bertambahnya kosakata yang berasal dari berbagai sumber menyebabkan
semakin banyak perbendaharaan kata yang dimiliki. Anak mulai menyadari

1
Elizabeth B. Hurlock, Perkembangan anak, Jakarta: Erlangga, 1978, Hlm 176.
3
bahwa komunikasi yang bermakna tidak dapat dicapai bila anak tidak mengerti
apa yang dikatakan oleh orang lain. Hal ini mendorong anak untuk
meningkatkan pengertiannya.2
Sementara pengertian perkembangan atau dalam bahasa inggrisnya
development merupakan suatu proses yang pasti dialami setiap individu,
perkembangan ini adalah bersifat kualitatif dan berhubungan dengan
kematangan serta sistematis.
Syamsu Yusuf dalam bukunya mendefinisikan perkembangan sebagai
perubahan yang progress dan kontinyu dalam diri individu dari mulai lahir
sampai mati. Yang mana aspek-aspek dari perkembangan meliputi : fisik,
intelegensi, emosi, bahasa, sosial, kepribadian, moral dan kesadaran beragama.3

B. Perkembangan Bahasa pada Anak


Bahasa merupakan alat komunikasi bagi setiap orang, termasuk
anak-anak. Bahasa yang pertama dikenali anak adalah bahasa ibu. Maka dari
itu pemerolehan bahasa merupakan proses yang berlangsung didalam otak
seorang anak-anak ketika ia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa
ibunya. Agar dapat berbahasa dengan baik dan lancar , anak-anak memerlukan
latihan yang intensif dan bertahap. Hal ini sesuai dengan pendapat Soenyono
Darjowidjojo bahwa pemerolehan bahasa anak itu tidaklah tiba-tiba atau
sekaligus, tetapi bertahap. Kemajuan kemampuan berbahasa mereka berjalan
seiring dengan perkembangan fisik, mental, intelektual, dan sosialnya. Oleh
karena itu, perkembangan bahasa anak ditandai oleh suatu rangkaian kesatuan
yang bergerak dari bunyi-bunyi atau ucapan yang sederhana menuju tuturan
yang lebih kompleks. Perkembangan bahasa anak itu dipengaruhi oleh bakat
bawaan, lingkungan atau faktor lain yang menunjang, yaitu perkembangan
fisik dan intelektual. Kemampuan berbahasa sangat penting bagi anak-anak
karena anak-anak akan dapat mengembangkan kemampuan sosialnya melalui
berbahasa. Keterampilan bergaul dalam lingkungan sosial dimulai dengan
2
John W. Santrock, Perkembangan Anak, Jakarta: Erlangga, 2007, Hlm 362.
3
Yusuf, Syamsu. 2005. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.Bandung :
Rosdakarya.
4
penguasaan kemampuan berbahasa. Melalui bahasa, anak dapat
mengekspresikan pikiran, sehingga orang lain memahaminya dan menciptakan
suatu hubungan sosial. Jadi, tidaklah mengherankan bahwa bahasa dianggap
sebagai salah satu indikator kesuksesan seorang anak.4

C. Teori-teori perkembangan bahasa pada anak


Berbagai pendapat tentang teori pengembangan bahasa
dikemukakan oleh para ahli. Pemahaman akan berbagai teori pengembangan
bahasa dapat memengaruhi penerapan metode implementasi terhadap
pengembangan bahasa anak. Beberapa teori mengenai hal ini antara lain:
1. Teori Behaviorisme5
Teori belajar Behavioristik yang dikemukakan oleh para tokoh
psikologi Behavioristik, sering disebut dengan “Contemporary
behaviorists” atau biasa juga disebut “S-R psychologists”.Mereka
berpendapat bahwa tingkah laku manusia itu dikendalikan oleh ganjaran
(reward) dan penguatan (reinforcement) dari lingkungan.Dengan demikian,
dalam tingkah laku belajar, terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi
behavioral dengan stimulusnya.6Jadi dapat disimpulkan bahwa teori
behavioristik menekankan pada terbentuknya tingkah laku yang nampak
sebagai hasil dari proses belajar.
Psikologi aliran Behavioristik mulai berkembang sejak lahirnya
teori-teori tentang belajar yang dipelopori oleh Thorndike, Pavlov, Watson,
dan Guthrie.Mereka masing-masing telah melakukan penelitian yang
menghasilkan penemuan-penemuan yang berharga mengenai hal
belajar.Pada mulanya, pendidikan dan pengajaran di Amerika Serikat
didominasi oleh pengaruh dari Thorndike (1874-1949). Teori belajar
Thorndike disebut “connectionism” karena belajar merupakan proses
pembentukan koneksi-koneksi antara stimulus dan respon.

4
Syawal Gultom, Modul Bahasa Indonesia : Karakteristik perkembangan anak,
Jakarta: pusat pengembangan profesi pendidik. Hlm. 13-14.
5
Chear, Abdul. 2002. Psikolinguistik kajian Teori. Jakarta. Rineka Cipta
6
Dalyono, Psikologi Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 2009, hlm. 30

5
Skinner mengakui bahwa aplikasi dari teori operan adalah
terbatas, tetapi merasa bahwa ada implikasi praktis bagi pendidikan.
Skinner mengemukakan bahwa control yang positif (menyenangkan)
mengandung sikap yang menguntungkanterhadap pendidikan dan lebih
efektif bila digunakan.
Dengan stimulus yang deskriptif, respond an reinforcement ia
mengemukakan peranan utama dari pendidik adalah menciptakan agar
hanya tingkah laku yang diinginkan saja yang diberi penguatan. Stimulus
deskriptifdigunakan untuk memaksimalkan terjadinyatingkah laku yang
diinginkan.Skinner menganjurkan untuk melakukan analisis langsung
terhadap aktivitas-aktivitas yang terjadi dalam situasi praktis untuk
mengenal tingkah yang pantas dan tidak pantas secara tepat.
Sedangkan menurut Skinner mengajar adalah mengatur kesatuan
penguat untuk mempercepat proses belajar. Dengan demikian tugas guru
harus menjadi arsitek dalam membentuk tingkah laku siswa, melalui
penguatan sehingga dapat membentuk respon yang tepat dikalangan para
siswa.
Focus nyata dalam pengajaran adalah pemberian penguatan yang
konsisten, segera dan positif bagi tingkah laku yang tepat dan bagi
pencapaian tujuan pengajaran yang diinginkan. Pengajaran yang
berprogram adalah salah satu model yang diajukan oleh Skinner
berdasarkan teori belajarnya. Ada beberapa pengajaran yang dapat
digunakan berdasarkan aliran ini yakni:7
1. Perlu adanya tujuan yang jelas dalam pengertian tingkah laku apa
yang diharapkan dicapai oleh para sisiwa. Tujuan diatur sedemikian
rupa secara bertahap, dari yang sederhana menuju yang kompleks.
2. Hasil belajar harus segera diberitahukan jangan ditund. Harus
segera diberi feed back, jika salah dibetulkan jika betul diberi
reinforcemen.
3. Proses belajar hendaknya mengikuti irama dari yang belajar.
4. Bahan pengajaran terprogram secara linear, yaitu system modul.
5. Tes hendaknya lebih ditekankan untuk kepentingan diagnostic.

7
Haryu Islamuddin, Psikologi Pendidikan, Stain Jember Press, Jember, 2011, hlm.88-90

6
6. Dalam proses belajar mengajar dipentingkan aktivitas sendiri.
7. Tidak menggunakan hukuman dalam pendidikan.
8. Dalam pendidikan mengutamakan mengubah lingkungan untuk
menghindari pelanggaran agar tidak menghukum.
9. Tingkah laku yang tidak diinginkan, bila di buat anak, dibiarkan
tidak diperhatikan, tetapi tingkah laku yang diinginkan diberi
reward.
10. Hadiah diberikan bila diperlukan.
11. Sangat mementingkan shaping yaitu pengarahan agar mencapai
tujuan.
12. Mementingkan kebutuhan yang menimbulkan tingkah laku yang
operan.
13. Dalam belajar mengajar menggunakan teaching machine.
14. Melaksanakan mastery leaning yaitu anak mempelajari bahan
secara tuntas menurut waktunya masing-masing,karena tiap-tiap
anak berbeda-beda irama belajarnya. Akibatnya murid naik atau
tamat sekolah dalam waktu yang berbeda-beda.
15. Program belajar remedial bagi siswa yang memerlukan harus
diberikan agar mencapai prinsip belajar tuntas.8

2. Teori Nativisme
Nativisme berpendapat bahwa selama proses pemerolehan bahasa
pertama, kanak-kanak (manusia) sedikit demi sedikit membuka
kemampuan lingualnya yang secara genetis telah diprogramkan. Pandangan
ini tidak mengangggap lingkungan punya pengaruh dalam pemerolehan
bahasa, melainkan mengganggap bahwa bahasa merupakan biologis,
sejalan dengan yang disebut “hipotesis pemberian alam”. Kaum nativis
berpendapat bahwa bahasa itu terlalu kompleks dan rumit, sehingga
mustahil dapat dipelajari dalam waktu singkat melalui metode seperti
“peniruan” (imitation). Jadi, pasti ada beberapa aspek penting mengenai
system bahasa yang sudah ada pada manusia secara alamiah.
Menurut Chomsky bahasa hanya dapat dikuasai oleh manusia, Binatang
tidak mungkin dapat menguasai bahasa manusia. Pendapat ini didasarkan pada
8
Rumini, Psikologi Pendidikan, UPP UNY, Yogyakarta, 1995.

7
asumsi. Pertama,perilaku bahasa adalah sesuattu yang diturunkan (genetik);
pola perkembangan bahasa adalah sama pada semua macam bahasa dan budaya
(merupakan sesuatu yang universal); dan lingkungan hanya memiliki peran
kecil di dalan proses pematangan bahasa. Kedua, bahasa dapat dikuasai dalam
waktu singkat, anak berusia empat tahun sudah dapat berbicara mirip dengan
orang dewasa. Ketiga, lingkungan bahasa si anak tidak dapat menyediakan data
secukupnya bagi penguasaan tata bahasa yang rumit dari orang dewasa.
Menurut Chomsky, seorang anak dibekali “alat pemerolehan bahasa”
(language acquisition device (LAD). Alat yang merupakan pemberian biologis
yang sudah diprogramkan untuk merinci butir-butir yang mungkin dari suatu
tat bahasa, dan dianggap sebagai bagian fisiologis dari otak yang khususuntuk
memproses bahasa, yang tidak punya kaitannya dengan kemempuan kognitif
lainnya.

3. Teori Interaksionisme9
Teoritikus yang terkenal adalah Piaget. Menurut, cara-cara berpikir
tertentu sangat sederhana bagi seorang dewasa, tidaklah sesederhaana
pemikiran yang dilakukan seorang anak. Terdapat batas-batas tertentu pada
anak atas materi yang dapat diajarakan pada satu waktu tertentu dalam
masa kehidupan anak tersebut.
Teori Piaget menganggap perkembangan sepanjang waktu sebagai
sebuah kemajuan tingkat. Ia percaya bahwa semua orang muda melalui
empat tingkat perkembangan kognitif yang sama dalam masa
perkembangannya. Selanjutnya, mereka melalui tingkat-tingkat yang sama
dengan cara yang sungguh sama.
Empat tingkat perkembangan kognitif yang dikemukakan Piaget
yaitu :
a. Masa Bayi (Bakita) : Tingkat Sensomotori
Periode perkembangan pada tingkat ini didasarkan pada informasi yang
diperoleh dari indera (sensori) dan dari tindakan atau gerakan tubuh
9
Woolfolk, Anita E dan Nicolich, Lorrain McCune. Mengembangkan Kepribadian &
Kecerdasan Anak-Anak (Psikologi PEmbelajaran I). hal 60

8
(motor) bayi. Prestasi terbesar bayi adalah kesadaran bahwa lingkungan
benar-benar di luar jangkauannya, baik yang bayi mampi rasakan ayau
tidak.
Prestasi besar kedua periode sensormotor adalah mukainya tindakan
dengan tujuan terarah yang logis. Memikirkan mengenai benda yang
akrab atau disenangi oleh bayi.
b. Masa Anak-anak Awal : Tingkat Pra-Operasional
Itelegensi sensormotor sangat tidak efektif unyuk perencanaan ke depan
atau mengingat informasi. Untuk itu anak memerlukan apa yang disebut
Piaget sebagai operasi, atau tindakan yang dilakukan secara mental atau
berani.
Menurut Piaget, langkah awal tindakan berpikir adalah interalisasi
tindakan. Pada akhir tingkat sensormotor anak dapat menggunakan
banyak skema tindakan.
c. Tingkat Operasional Konkrit
Pada masa ini anak-anak bergerak maju berpikir secara logis. Piaget
menggunakan kata operasional konkrit untuk mendiskripsikan tingkat
pemikiran siap pakai ini. Krakter dasar tingkat ini adalah bahwasannya
siswa mengetahui :
d. Stabilitas logis dunia fisik
Fakta bahwa elemen-elemen dapat diubah atau ditransformasikan dan
tetap banyak menjaga banyak karakter aslinya. Bahwa perubahan-
perubahan ini di balik
e. Tingkat Operasional Formal
Pada tingkat operasional formal, semua karakter operasi terdahulu terus
menguat. Pemikiran formak adlah mampu membalik, internal, dan
mampu terorganisir dalam sistem, bagian-bagian saling bergantung.
Operasi formal mencakup apa yang biasa kita kenal sebagai alasan
ilmiah. Hipotesa dapat dibuat dan eksperimen mentak berguna untuk
mengujinya, dengan variabel yang diisolasi atau dikontrol.
Untuk jelasnya dibawah ini adalah tabel perkembangan
kognitif versi Piaget :
Tingkat Usia yang sesuai karakter
Sensomotor 0-2 tahun Mulai menggunakan imitasi

9
(meniru), memori, dan
pikiran mulai mengetahui
bahwa objek tidak sirna
ketika hilang, berubahnya
dari tindakan refleks menuju
tindakan yang terarah
Pra-Operasional 2-7 tahun Mulai berkembangan bahasa
dan kemampuan berpikir
dengan bentuk simbolis
Mampu memikirkan operasi
secara logis
Memiliki kesulitan
mengetahui sufut pandang
orang lain
Operasional Konkrit 7-11 tahun Mampu memecahkan
masalah-masalah konkrit
dengan cara logis
Memahami hukum
perlindungan
Operasional Formal 11-15 tahun Mampu memecahkan
masalah abstrak dengan cara
logis
Pemikiran menjadi lebih
ilmiah
Mengembangkan terhadap
isu-isu sosial

4. Teori Kognitivisme10
Istilah kognitif berkaitan dengan peristiwa mental yang terlibat
dalam proses pengenalan tentang dunia, yang sedikit banyak melibatkan
pikiran atau berpikir. Oleh karena itu, secara umum kata kognisi bias

10
Op. Cit. Yusuf,. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, hlm. 171
10
dianggap bersinonim dengan kata berpikir atau pikiran. Piaget menyatakan
adnya beberapa tahap dalam perkembangan kognitif anak. Tahap itu yaitu :
a. Tahap sensomontorik
Tahap ini merupakan tahap pertama dalam perkembangan kognisi anak
dan berlangsung pada sebagaian dari dua tahun pertama dalam
kehidupannya, lalu pada tahun kedua muncul koordiansi dari kedua
kemampuan awal ini. Pada akhirnya periode sensorik bayi dapat
berpikir tentang dunia, yaitu yang berhungan dengan pengalaman-
pengalaman dan tindakan-tindakan yang sederhana.
b. Tahap Praoperasional
Pada tahap ini cara “berfikir” anak-anak masih didominasi oleh cara
bagaimana hal-hal atau benda-benda itu tampak. Cara berfikirnya masih
kurang operasional.
c. Tahap Operasional Konkret
Pada tahap ini anak-anak telah memahami konsep konvensi.Tahap ini
dilalui anak yang berusia sekitar tujuh sampai dengan menjelang
sebelas tahun.
d. Tahap Operasional Formal
Pada tahap ini dilalui anak setelah anak berusia 11 tahun ke atas, anak-
anak sudah berfikir logis seperti halnya dengan orang dewasa. Mereka
merumuskan dan mengetes hipitesis-hipotesis yang rumit mereka
berfikir abstrak dan mereka menggeneralisasikan dengan menggunakan
konsep yang abstrak, dari satu situasi ke situasi yang lain (Morgan,
1986).

11
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang
lain. Bahasa merupakan faktor hakiki yang membedakan manusia dengan
hewan. Bahasa erat kaitannya dengan perekembangan berfikir individu.
Perkembangan berfikir individu tampak dalam perkembangan bahasanya
yaitu kemampuan membentuk pengertian, menyusun pendapat dan menarik
kesimpulan. Sedangkan, perkembangan merupakan suatu proses yang pasti
dialami setiap individu, perkembangan ini adalah bersifat kualitatif dan
berhubungan dengan kematangan serta sistematis. Perkembangan bahasa
pada anak sangatlah penting karena melalui bahasa, anak dapat
mengekspresikan pikiran, sehingga orang lain memahaminya dan
menciptakan suatu hubungan sosial. Jadi, tidaklah mengherankan bahwa
bahasa dianggap sebagai salah satu indikator kesuksesan seorang anak.

12
DAFTAR PUSTAKA

Elizabeth B. Hurlock, Perkembangan anak, Jakarta: Erlangga, 1978


John W. Santrock, Perkembangan Anak, Jakarta: Erlangga, 2007
Yusuf, Syamsu. 2005. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.Bandung :
Rosdakarya.
Syawal Gultom, Modul Bahasa Indonesia : Karakteristik perkembangan anak,
Jakarta: pusat pengembangan profesi pendidik
Chear, Abdul. 2002. Psikolinguistik kajian Teori. Jakarta. Rineka Cipta
Dalyono, Psikologi Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 2009
Haryu Islamuddin, Psikologi Pendidikan, Stain Jember Press, Jember, 2011,
Rumini, Psikologi Pendidikan, UPP UNY, Yogyakarta, 1995.
Woolfolk, Anita E dan Nicolich, Lorrain McCune. Mengembangkan
Kepribadian & Kecerdasan Anak-Anak (Psikologi PEmbelajaran I)

13